THAT BABY / KYUMIN / GS / CHAPTER 2

Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper

Cast : kyumin, sibum, dll

genre : family

warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.

.

.
..

-Kyumin-

.

"Hari ini umma akan mengunjungi Minnie dan Yoonnie. Kau tak mau ikut?" tanya seorang yeoja paruh baya bernama lengkap Choi Jaejoong pada putera tunggalnya yang bernama lengkap Choi Siwon.

"Ne umma. Wonnie juga sudah merindukan Yoonnie" jawab Siwon.

Ya, tentu saja yang dirindukannya hanyalah bayi kecil nan menggemaskan itu.

Jaejoongpun mendesah kecewa. "Tak adakah cara agar kalian rujuk kembali?" tanyanya dengan nada putus asa.

"Jangan terlalu berharap itu akan terjadi umma. Kami sudah memutuskan kalau inilah pilihan yang terbaik" ujar Siwon mantap.

Sang ibupun menampakkan raut wajah sedihnya.

"Padahal umma sudah sangat menyayangi Minnie seperti anak umma sendiri. Minnie manis, cantik, dan pandai memasak. Apa lagi yang kurang darinya?" tanya Jaejoong.

"Tidak cukup hanya itu umma. Wonnie juga menyayangi Minnie, tapi hanya sebatas rasa sayang kakak terhadap adik, tidak lebih" jawab Siwon memberi penjelasan pada ibunya.

"Kalau umma menginginkannya sebagai anak umma, angkat saja Minnie sebagai anak umma" lanjutnya.

Jaejoongpun mengerucutkan bibirnya lucu, membuat siapa saja yang melihatnya menjadi gemas, termasuk namja di depannya itu.

"Jangan cemberut begitu, nanti ummaku tidak cantik lagi loh!" goda Siwon seraya mencubit gemas pipi sang umma yang masih kencang itu.

Kemudian, Siwonpun menarik lembut lengan ibunya menuju tempat mobilnya berada.

Setelah mereka menaiki mobil bermerk ternama tersebut, Siwonpun melajukan mobilnya di jalanan kota Seoul yang lenggang. Memang ini pukul 10 pagi, jelas saja kalau para penduduk tengah membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Selama menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam lebih itu, akhirnya dua orang itu tiba di sebuah rumah yang didepannya tertulis jelas "Panti Asuhan Gangnam". #namanya itu ngarang loh.

Siwonpun keluar dari mobil, dilanjutkan dengan membuka pintu samping mobilnya untuk sang ibu, layaknya seorang pangeran.

"Kaja" ujar Jaejoong bersemangat.

Jaejoongpun mendahului Siwon masuk ke rumah yang tidak bisa dikatakan kecil itu.

"Leeteuk-ah!" sapa Jaejoong saat dengan kebetulan sang sahabat, Leeteuk, tengah berjalan melewatinya.

"Ya! Choi Jaejoong!" sapa Leeteuk yang terlihat girang itu.

Merekapun melepas rindu mereka dengan saling memeluk satu sama lain, tanpa memperdulikan namja tampan yang berada di dekat mereka.

Setelah beberapa saat, merekapun melepaskan pelukan mereka. Kemudian Leeteuk menggiring Jaejoong ke sofa yang ada di ruang tamu itu. Siwonpun hanya bisa mengekori dua sahabat itu.

"Bagaimana kabarmu?" tanya Jaejoong perhatian.

"Seperti yang kau lihat sekarang" jawab Leeteuk.

"Bagaimana denganmu?" lanjutnya.

"Semakin buruk semenjak Minnie dan Yoonnie tak berada di rumahku lagi" jawab Jaejoong dengan nada semenyedihkan mungkin.

Siwonpun hanya mencibir saja mendengar pengakuan sang ibu.

"Kalau begitu, sering-seringlah kemari. Minnie dan Yoonnie pasti juga merindukanmu" ujar Leeteuk.

"Inginku sih juga begitu" balas Jaejoong.

"Ah, Minnie kemana?" tanya Jaejoong.

"Sedang kerja. Kau tahu sendiri bukan kalau yang menghidupi kami disini hanyalah bantuan dari donatur dan juga kerja keras Minnie" jawab Leeteuk.

Jaejoongpun ikut merasakan kesedihan yang Leeteuk rasakan.

"Suamimu belum dibebaskan juga, ne?" tanya Jaejoong prihatin akan kehidupan sahabatnya itu.

Leeteukpun hanya menggeleng menjawab pertanyaan Jaejoong. "Apa perlu kupanggilkan pengacara terhebat di Seoul atau menebus suamimu agar keluar dari jeruji besi itu?" tawar Jaejoong.

Walaupun ini bukan pertama kalinya Jaejoong menawarkan bantuannya, dia tak akan puas sebelum sahabatnya itu menerima bantuannya.

Bahkan bukan hanya Jaejoong saja, Sungminpun sudah berusaha keras membujuk Leeteuk, namun semuanya menuai hasil yang sama, penolakan.

"Mianhae Jaejoongie, aku tak bisa" tolak Leeteuk halus.

Jaejoongpun menggenggam telapak tangan sahabatnya itu. "Kalau ada sesuatu yang kau butuhkan, jangan sungkan-sungan menanyakannya padaku" ujarnya lembut.

Ditengah suasana yang seperti itu, tiba-tiba saja keluarlah sesosok bayi namja yang tengah merangkak menuju pintu depan.

Siwon yang melihatnyapun langsung saja mengejar bayi yang tengah merangkak dengn cepat itu.

Hap!

Sebelum tubuh kecil itu sampai ke tanah, Siwonpun dengan sigap mengangkat tubuh itu.

Jelas saja keluarlah protes yang ditujukan untuk orang yang mengangkatnya.

"Nyayayayanyanya!" protesnya tak jelas.

Siwonpus membalikkan tubuh mungil itu menghadapnya. "Annyeong, Yoonnie!" sapa Siwon ramah.

"Papapapapapapa!" sapa bayi itu semangat seraya menepuk-nepuk pipi Siwon pelan.

Siwonpun memeluk erat bayi itu. Meluapkan rasa rindunya pada sang bayi.

"Appa merindukan Yoonnie" bisiknya tepat pada telinga kecil itu.

Entah apa yang ada di pikiran Sangyoon, sang bayi, dia terlihat girang berada di pelukan ayahnya.

Siwonpun melangkah kembali menuju sofa tempatnya tadi duduk dan diabaikan.

Sedangkan Sangyoon, bersandar nyaman pada dada bidang Siwon, seraya tangan kecilnya memainkan jari besar milik Siwon.

"Aigoo! Cucu halmonie, sini sayang sama halmonie!" ujar Jaejoong setelah menyadari kalau Siwon tak datang sendiri.

Sangyoonpun hanya 'iya-iya' saja saat Jaejoong mengambil alih dirinya.

"Lihatlah! Pipimu sekarang semakin menggelembung saja!" ujar Jaejoong seraya mengelus pipi tembam Sangyoon.

Sangyoon tertawa, menampakkan matanya yang bak bulan sabit, serta lesung pipinya.

Jaejoong yang gemas itu sekarang dengan ganas menciumi wajah namja kecil nan tampan itu.

"Umma, kasihan Yoonnie" ujar Siwon tak terima anaknya akan mendapat bekas lipstik merah dari sang halmonie.

"Habisnya Yoonnie lucu sekali. Bahkan umma ingin menggigit pipi bulatnya ini" balasnya.

"Ya! Kalau umma sampai melakukannya awas saja" peringat Siwon.

"Aish, kau tak sopan sekali pada ummamu, Wonnie" ujar Leeteuk.

Siwonpun hanya pasrah saja mau dikatakan apa oleh sahabat ummanya itu. Toh, yang dikatakannya untuk kebaikannya juga bukan?

"Seharusnya, kau harus lebih bisa sopan lagi Siwonnie. Jaga ucapanmu. Jangan sampai ibumu yang ganas ini mengutukmu menjadi tidak tampan lagi" nasehat Leeteuk lembut disertai kekehan.

Jaejoongpun tak terima dikatakan ganas oleh sahabatnya sendiri. "Ya! Aku ini tidak ganas!" sanggahnya.

"Tapi brutal" balas Leeteuk dan Siwon bersamaan.

"Hahahahaha" tawapun pecah saat itu juga.

Jaejoongpun hanya mengerucutkan bibirnya imut.

Bahkan Sangyoonpun ikut tertawa melihat dua orang itu tertawa.

Percakapan ringan itu terus berjalan hingga waktunya makan siang tiba.

"Jaejoongie, bantu aku memasak makan siang untuk anak-anak, ne?" mohon Leeteuk setelah melirik jam yang terpasang di dinding.

"Tentu saja. Yoonnie dengan appa dulu, ne?" ujar Jaejoong seraya memberikan Sangyoon pada ayahnya.

Siwonpun menerima Sangyoon dengan senang hati.

"Kita main di luar saja ne, Sangyoonnie!" ajak Siwon seraya menggendong tubuh ringan Sangyoon.

Bayi kecil itu terlihat begitu antusias tatkala sang ayah menggendongnya keluar. Sebenarnya hal itulah yang diinginkan bayi itu sejak tadi.

Dengan semangat, Sangyoon menunjuk-nunjuk sebuah kolam ikan yang ada di halaman depan rumah.

"Yoonnie mau kesana?" tanya Siwon yang dijawab dengan tawa girang sang bayi.

Menurut, Siwonpun melangkahkan kakinya menuju kolam ikan itu. Kemudian berjongkok dan menurunkan Sangyoon dari gendongannya setelah sampai didekat kolam.

Tentu saja Siwon tidak melepaskan Sangyoon begitu saja. Dia cukup pintar untuk memegangi bayi yang bahkan berjalanpun belum bisa.

"Lihat Yoonnie, itu namanya ikan mas. Dan yang itu teratai air" tunjuk Siwon pada ikan berwarna oranye yang tengah berenang-renang di air dan bunga teratai yang mengapung diatas air.

Sangyoonpun menanggapinya dengan semangat. Dia mengoceh tak jelas seraya ikut menunjuk apa yang ditunjuk ayahnya.

"Kapan oppa datang?" suara lembut itu menginterupsi kegiatan antar ayah-anak itu.

"Sudah dari tadi" jawab Siwon pada yeoja yang ikut berjongkok seperti dirinya.

"Kenapa tak memberitahuku? Aku kan bisa pulang cepat!" sungut yeoja itu terlihat kesal.

Siwonpun mengacak-acak rambut sang yeoja yang telah rapi itu, membuat sang pemilik rambut cemberut tak terima, kemudian merapikan rambutnya.

"Jangan seenaknya seperti itu! Walaupun kau sudah menjadi presdir muda, tapi jagalah sikapmu" nasehat Siwon.

"Mamamamamamama!" panggil bayi yang berada di dekat mereka.

Sangyoon menunjuk-nunjuk ke arah kolam dan mengatakah hal yang absurd, seoalah memberitahu sang yeoja akan hal yang diketahuinya.

"Kalau ada appa, pasti Yoonnie melupakan umma. Tidak adil" sungut sang yeoja yang bernama lengkap Lee Sungmin.

"Tentu saja. Aku kan ayahnya" ujar Siwon bangga.

"Tapi aku ibunya" sanggah Sungmin tak terima.

"Nyayayanyanya!" teriak Sangyoon masih dengan semangat yang belum pudar itu.

"Hahahahaha" dua insan itu tertawa melihat tingkah lucu anak mereka.

Sementara itu, di dapur yang berhadapan langsung dengan kolam ikan, terdapat dua orang wanita yang tengah sibuk memasak seraya menatap tiga manusia yang berada di dekat kolam ikan itu.

"Mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia" ujar Jaejoong seraya tersenyum miris.

"Ne, kau benar. Bahkan mereka juga tertawa bersama" tambah Leeteuk.

"Andai saja Minnie masih menjadi menantuku" ujar Jaejoong berharap.

"Sepertinya sudah tidak bisa lagi, Joongie. Wonnie kan sudah memiliki Kibum" sanggah Leeteuk.

"Tapi, aku tak menyukainya. Minnie jauuuuuuh lebih baik dari yeoja itu" curhat Jaejoong.

Leeteukpun menghela nafas berat.

"Kau tak menyukainya karena Siwon lebih memilihnya ketimbang Minnie bukan? Cobalah membuka hatimu untuknya" nasehat Leeteuk.

Jaejoongpun tak membalas perkataan Leeteuk dan lebih memilih untuk memotong-motong sayuran segar.

.

-KYUMIN-

.

"Kyu, ikut umma membeli sesuatu" ajak wanita cantik yang tengah memoles wajahnya pada putera tunggalnya yang tengah berguling-guling di kasur milik orang tuanya. Entah apa yang ada dalam benak namja tampan yang sudah tidak muda lagi itu.

"Kenapa harus aku?" tanya sang anak.

Terlihat jelas kalau namja tampan itu menolak ajakan sang ibu. Ajakan disini artinya mengantar.

"Memangnya siapa lagi anak umma selain kau?!" jawab sang umma pedas.

"Arra, arra" dengan patuh, namja bernama Kyuhyun itupun berjalan menuju kamarnya, mengambil kunci mobilnya tentu saja.

_skip time_

"Untuk apa semua ini umma?" tanya Kyuhyun bingung.

Pasalnya semua yang dibeli ibunya ini berlebihan. Ada bahan-bahan makanan, ada pakaian untuk anak kecil, dan juga masih banyak lagi.

"Ada yang masih kurang Kyu" ujar Heechul, sang umma.

"Aigoo, umma gila! Bahkan ini sudah tiga trolley penuh umma!" gerutu Kyuhyun keras.

"Ya! Beraninya kau mengataiku gila!" kesal sang ibu dibumbui pukulan 'sayang' di kepala sang anak.

Dan merekapun kembali melanjutkan acara belanja mereka, ah lebih tepatnya acara belanja sang ibu.

"Umma mau menyantuni anak-anak di panti asuhan, Kyu. Perusahaan kita kan baru saja meluncurkan produk baru, hitung-hitung sedekah" cerita Heechul disela acara belanjanya.

"Ah, begitu rupanya" ujar Kyuhyun mengerti.

Setelah acara belanja yang terjadi kurang lebih satu jam itu, Kyuhyun dan Heechul kini berada di mobil Kyuhyun melaju menuju panti asuhan yang dimaksudkan Heechul.

"Umma dengar kalau sahabat umma yang mengelola panti asuhan itu" ujar Heechul.

"Dan katanya, disana ada seorang gadis cantik. Yah, walaupun dia janda beranak satu" lanjutnya.

"Maksud umma apa?! Mana mungkin aku menikahi janda, beranak satu pula" balas Kyuhyun tak terima.

Dalam otaknya terpikir seorang yeoja tua yang pendek, gendut, dan tak ada cantik-cantiknya sama sekali.

"Mungkin saja bukan? Mantan suaminya saja seorang namja tampan kaya raya" ujar Heechul masih kukuh pada pendiriannya.

"Aish! Dimana-mana janda tetaplah janda. Mungkin dia istri tua, sehingga suaminya memutuskan menceraikannya dan mencari istri muda yang cantik" Ujar Kyuhyun membayangkan sosok sang 'janda tua'.

"Awas saja kalau kau menyukainya! Umma tak segan-segan menikahkanmu secepatnya dengannya. Apalagi ada bonus satu cucu" peringat sang umma.

"Jangan berharap lebih umma" ujar Kyuhyun percaya diri.

Heechulpun memutuskan untuk menghubungi sang sahabat yang katanya mengelola panti asuhan.

"Teukie-ah! ini aku, Cho Heechul yang cantik! ...Kudengar kau mengelola panti asuhan ne?... Tidak apa-apa, aku hanya ingin berkunjung sekalian bersedekah...Joongie juga disana? Dengan anaknya?... Jangan perbolehkan dia pulang dulu, aku benar-benar merindukan kalian!... Ne..." itulah sekilas percakapan yang hanya kita dengar dari satu sisi saja.

"Ternyata mantan suaminya juga ada disana Kyu" ujar Heechul kecewa.

"Mungkin mau memberi nafkah pada anaknya, umma" tebak Kyuhyun asal.

Merekapun sudah tidak melanjutkan percakapan mereka lagi. Heningpun tercipta di dalam mobil itu.

.

-KYUMIN-

.

TBC?/END?

Mian updatenya lama+pendek+ngebosenin... #bungkuk2

makasih sama yang udah RnR!

n jangan lupa RnRnya!