THAT BABY / KYUMIN / GS / CHAPTER 3

Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper

Cast : kyumin, sibum, dll

genre : family

warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.

.

.
..

-Kyumin-

.

Kyuhyun pov

"Ah, sudah sampai Kyu. Kau ambil semua barang-barangnya!" ujar umma seraya keluar dari mobil dan meninggalkanku begitu saja.

Akupun tak terima, "Tapi umma, ini banyak sekali. Bagaimana aku bisa membawanya sendirian?" protesku.

Namun, naasnya, umma sudah masuk begitu saja ke bangunan bernama panti asuhan itu.

Aish, yang benar saja? Aku yang tampan ini harus membawa barang-barang yang begitu banyak ini sendirian? Yang benar saja!

Akupun keluar dari mobil kemudian melangkah masuk ke area panti asuhan itu, bermaksud menyusul umma.

Aigoo, ada anak-anak kecil yang bermain di taman. Aku jadi ingin bermain juga. Kekekeke

Dan yang membuatku terkejut adalah ada sesuatu yang menepuk-nepuk sepatuku.

Apa ini?!

Kuarahkan pandanganku kearah bawah, dan terkejut saat mendapati seorang bayi kecil yang menjadi pelakunya.

Segera saja kuangkat bayi kecil itu.

Aigoo, kasihan sekali. Masih sekecil ini tapi sudah dibuang orang tuanya di panti asuhan. Malang sekali nasibmu,nak.

Sepertinya aku tertarik dengannya. Hei, maksudku bukan dalam artian yang 'itu', dia masih kecil,dan lagi bayi ini namja, mana mungkin aku 'tertarik' padanya.

Kukecup pipi bulatnya bergantian.

Dia terlihat menggeliat senang, seraya menepuk-nepukkan kedua tangan kecilnya. Menggemaskan sekali.

Ah, memanggil umma-nya nanti saja. Kalau dia butuh, pasti akan memanggilku sendiri.

Kudekati beberapa anak yang tengah bermain di taman.

Bayi yang kugendong juga terlihat antusias saat melihat anak-anak yang tengah bermain.

Kududukkan saja tubuhku di sebuah bangku yang terletak disana.

Apa aku terlihat seperti seorang ayah yang tengah menemani anaknya yang tengah bermain?

Memang yang diucapkan umma ada benarnya juga. Seharusnya aku sudah mencari pasangan hidup diumurku yang sekarang. Aku kan juga ingin menemani anakku sendiri bermain.

"Nananananana!" ujar bayi dipangkuanku ini girang seraya menunjuk-nunjuk anak-anak yang sedang bermain.

"Kau juga ingin bermain bersama mereka?" tanyaku pada bayi yang tak kuketahui siapa namanya itu.

"Nanananana!" setelah memperhatikanku sekilas, bayi ini kembali mengoceh seraya menunjuk-nunjuk kearah yang sama.

Kuturunkan tubuh kecilnya, tapi aku masih memegang kedua ketiaknya.

Yah, sepertinya bayi ini belum bisa berjalan. Tak ada salahnya bukan kalau aku menuntunnya?

Kaki-kaki kecil itu menapak dengan gembiranya diatas rumput. Apa ini pertama kalinya dia mencoba berjalan?

Kakinya masih belum lihai dalam menapak. Sepertinya dugaanku benar. Lihat saja cara berjalannya yang terseok-seok ini, padahal aku masih memeganginya.

"Yoonnie!" seorang yeoja kecil berlari kemari.

"Ahjuci ciapa?" tanya yeoja kecil itu.

"Kenapa Yoonnie belcama ahjuci?" lanjutnya.

"Ahjussi ... eumm..." aku bingung harus menjawab apa.

Apa aku harus mengenalkan diriku seperti ini, 'Annyeong haseyo. Joneun Cho Kyuhyun imnida' atau 'Namaku Cho Kyuhyun, namja paling tampan dan jenius se-korea'. Tidak, aku masih waras untuk tidak memperkenalkan diriku seperti itu di depan seorang gadis kecil sepertinya.

"Ahjussi hanya datang berkunjung, dan tadi ahjussi menemukan bayi ini disana" ujarku seraya menunjuk tempat dimana tadi aku menemukan bayi ini.

"Ooohh... Begitu lupanya(rupanya)" ujar anak itu mengangguk-angguk faham. Aigoo, seperti orang dewasa saja.

"Yoonnie mau main cama nuna?" tanya yeoja kecil itu pada bayi yang kupegang ini.

Hhh... Lelah juga membungkuk-bungkuk seperti ini.

"Nuna!" ujar bayi itu semangat.

Rupanya mereka sudah saling mengenal. Wajar saja, mereka hidup di ruang lingkup yang sama.

"Cha! Yoonnie main cama nuna!" ujar yeoja kecil itu.

Akupun melepas tanganku, dan membiarkan bayi itu merangkak mengikuti langkah yeoja kecil itu.

Ah, kasihan sekali. Celananya jadi kotor terkena rumput-rumput ini.

"Kau menginginkannya ya, Kyunnie?" suara pelan itu benar-benar mengagetkanku.

Akupun berbalik.

"Aish, umma mengagetkan saja!" sungutku kesal.

"Kau menginginkannya bukan?" umma tak menanggapi ucapanku dan kembali menanyakan pertanyaan yang sama.

"Menginginkan? Menginginkan apa umma?" tanyaku linglung.

"Aish, tentu saja menginginkan anak. Apa lagi?! Makanya, cepatlah menikah!" jawab umma kesal.

"Kaja! Ambil barang-barangnya! Sudah umma suruh, malah kau abaikan!" lanjutnya seraya menarik pergelangan tanganku menuju ke arah mobil.

"Tapi, ini terlalu banyak untuk kubawa sendiri umma" keluhku sesampainya kami di dekat mobil.

"Yah ambil beberapa, lalu bawa kedalam, kemudian kemari lagi" saran umma.

Aih, itu sama saja aku yang membawanya sendirian!

"Cepat! Jangan main-main lagi!" seru umma karena aku hanya diam saja.

Sebagai anak yang berbakti, akupun mengikuti perintah umma.

Dan yang umma lakukan hanya mengikutiku saja, tanpa membawa APAPUN.

"Ditaruh dimana umma?" tanyaku saat kami sudah berada di dalam.

"Disana saja" jawabnya seraya menunjuk salah satu sisi.

Ternyata bangunan ini tak kecil juga, yah lumayan lah.

Kuletakkan beberapa kardus yang tadi kubawa kearah yang umma tunjuk.

"Ya, seperti itu. Kau bisa melakukannya sendiri kan? Umma mau menemui teman umma lagi. Kalau sudah selesai, pergilah ke dapur" perintah umma seenaknya.

Akupun hanya mengangguk saja. Hhh... Mana bisa seorang Cho Heechul dilawan.

Setelah selesai dengan barang-barang yang tadinya memenuhi mobilku, kini aku beranjak menuju dapur.

Walau tak ada yang memberitahuku dimana letak dapur, aroma yang masuk kedalam hidungku dengan sendirinya menuntunku menuju dapur.

Ahh~ aromanya benar-benar menggiurkan. Aku jadi lapar.

Dan benar, terlihat tiga orang yeoja paruh baya, termasuk umma juga, disana.

Sudah kutebak, umma hanya menata di meja makan saja, tak akan membantu memasak. Dapur berada satu ruangan dengan ruang makan, hanya dibatasi sebuah counter ditengahnya.

Akupun mendekat dan sedikit mencicipi hidangan yang disajikan di meja makan.

Eumm~ ini nikmat.

Namun, sebelum aku mengambilnya lagi, sebuah tangan sudah menepukku keras.

"Jangan mencomot seenaknya!" ujar umma seraya mendelik tajam.

Akupun hanya bisa meringis seraya mengelus tanganku yang terkena 'tepukan' umma.

"Leeteukie, Jaejoongie, ini anakku Cho Kyuhyun" ujar umma memperkenalkanku pada dua temannya yang sepertinya sudah selesai memasak.

Akupun membungkuk hormat kearah mereka.

Ah! Aku jadi ingat dengan ucapan umma tentang janda tadi. Apa mereka salah satunya? Yang benar saja!

Yah, mereka sih tak terlalu tua, sama seperti umma, dan tidak juga jelek, malah terkesan cantik diumur mereka yang sudah 'tak terlalu tua' itu. Tapi, mana mungkin aku menikah dengan yeoja yang umurnya sama seperti ibuku sendiri?! Mau dibawa kemana harga diri Tuan Muda Tampan Cho Kyuhyun ini?!

"Ah, kau anaknya Heechullie ya. Senang bertemu denganmu" ujar seorang wanita seraya menepuk bahuku.

Akupun hanya tersenyum saja menanggapinya.

"Aigoo, jadi ini yang namanya Kyunnie? Yang dulu suka membawa spidol kemana-mana untuk membuat coretan dimanapun! Sekarang sudah setinggi dan setampan ini!" ujar wanita yang lain sedikit heboh.

Bahkan tangannya kini sudah berada di pipiku, mencubitnya dengan ganas.

"Sudahlah Jaejoongie, jangan cubit lagi dia. Kau tahu sendiri kan bagaimana sikap Heechullie kalau marah, pasti tak jauh beda dengan anak ini" ujar wanita kalem yang tadi menepuk bahuku.

Dan berhasil, wanita heboh ini sudah melepaskan cubitannya dari pipiku yang menggemaskan ini.

"YA! Apa maksudmu! Memang anak ini kurang ajar, tapi tak usah membawa-bawaku juga!" kesal umma yang sepertinya hanya membela dirinya sendiri saja.

Kamipun duduk di kursi yang tersedia.

Aku sudah tak sabar ingin menikmati makanan ini!

Terdengar suara ramai yang mengarah kemari. Dan benar saja, seketika juga kursi-kursi yang tadinya kosong kini terisi, tersisa tiga kursi lagi.

"Kalau sudah di ruang makan, tidak boleh ramai" ujar seorang yeoja manis yang baru saja datang bersama seorang namja dan bayi yang tadi kugendong di pelukannya.

Ya Tuhan! Betapa indahnya ciptaanMu kali ini! Wajahnya yang putih bersih, mata bulatnya yang sangat indah, rambut panjang yang diikatnya kebelakang, bibir merah merona, tubuh berisinya yang terkesan ehm sexy. Benar-benar sempurna!

Tapi tunggu dulu, jangan bilang kalau dia sudah menikah dengan namja disampingnya dan bayi itu anak mereka!

Tidak! Positif thinking Cho Kyuhyun!

Yeoja manis itu duduk di salah satu kursi dengan memangku bayi yang digendongnya, diikuti namja yang duduk disampingnya. Aish, mengganggu pemandangan saja namja itu!

"Lihatlah! Mereka seperti sebuah keluarga yang bahagia" bisik ahjumma heboh tadi pada umma yang terdengar jelas di telingaku.

Kata siapa?! Aku tak berfikir seperti itu! Yang ada, mereka terlihat seperti seorang nuna yang memangku adiknya beserta sang bodyguard yang melindungi mereka! Itu baru benar! Lihat saja postur tubuhnya yang layak menjadi bodyguard itu!

"Aku rasa juga begitu. Tapi lebih baik dengan anakku. Minnie manis sekali, aku kan juga ingin menjadikannya menantuku" tanggap umma dengan berbisik juga.

NAH! UMMA YANG TERBAIK!

"Jangan berbisik-bisik di meja makan" potong ahjumma kalem sebelum ahjumma heboh menanggapi ucapan umma.

"Ne" ujar mereka patuh. Sepertinya ahjumma kalem ini yang tertua dan dihormati.

Kami semuapun menikmati makan siang yang dihidangkan ahjumma-ahjumma tadi dengan tenang.

Yah, tak sepenuhnya tenang juga. Aku sedikit kesal dengan perbuatan dua makhluk berbeda jenis itu!

Yeoja manis yang tadi memangku bayi, kini menyuapi bayi yang berpindah ke pangkuan sang bodyguard. Sedangkan sang bodyguard tengah menikmati makan siangnya. Mereka mau membuatku cemburu apa!

Kupercepat makan siangku seraya menatap mereka kesal.

Makanan yang tadinya terasa nikmat itu kini terasa biasa-biasa saja. Tak ada yang spesial!

Huh, lebih baik aku keluar saja.

"Umma, aku mau menerima telfon dulu" ujarku seraya berpura-pura memegang ponselku.

"Terserah, asal kau tak meninggalkan umma pulang duluan" ujar umma kemudian kembali menikmati hidangan.

Akupun keluar dari ruang makan, ah lebih tepatnya keluar dari bangunan ini.

Menyendiri di taman sembari menunggu umma bukan hal yang buruk.

Akupun mengotak-atik ponselku, mencari sebuah nama yang terdapat pada kontakku.

Kuletakkan ponsel didekat telingaku, menunggu panggilan terjawab.

"Yoboseo, Qiannie" ujarku saat sudah terhubung.

.

Kyuhyun pov end~ .

_KYUMIN_

.
Author pov~

.

"Minnie, Wonnie, ini Chullie ahjumma" ujar Leeteuk mengawali pembicaraan.

Makan siang telah selesai, dan kini anak-anak tengah menikmati tidur siang mereka, termasuk Sangyoon.

Sungmin dan Siwonpun membungkuk hormat pada wanita paruh baya itu. Kemudian mereka kembali duduk.

"Ah, kau manis sekali Sungminnie" puji Heechul.

Sungminpun hanya tersipu malu saja mendengar pujian dari Heechul, membuat kadar keimutannya bertambah.

"Aigoo, bukankah kau lebih tua dari anakku? Kenapa wajahmu terlihat masih muda? Tak seperti anakku yang cepat tua itu!" puji Heechul pada Sungmin serta mencela anaknya sendiri.

"Itu karena sifat tempramentalnya yang menurun darimu itu, makanya wajahnya tak awet muda" ejek Jaejoong sakartis.

Heechulpun cemberut menerima ejekan yang ditujukan padanya.

"Anak itu memang suka marah-marah tak jelas, tapi itu bukan dari gen-ku. Pasti dari gen si Cho tua itu" sangkal Heechul.

"Tak mungkin Cho Hangeng yang sabar dan lemah lembut itu menjadi tempramental, kecuali kalau dia sudah menikah denganmu. Kesabarannya sedang diuji. Hahahahaha!" ejek Jaejoong lagi, kini diiringi dengan tawa.

"Kenapa sih, kalau kalian bersama selalu saja bertengkar. Sudah-sudah" lerai Leeteuk LAGI.

"Lihatlah kelakuan ibumu ini Siwon-ah" lanjutnya lagi.

Siwon hanya tersenyum maklum saja, sudah terbiasa dengan kelakuan ibunya yang memang seperti itu.

"Minnie-ya, jadilah menantu ahjumma. Kau benar-benar menantu idaman ahjumma" ucapan frontal Heechul yang tiba-tiba, membuat semua yang ada disana terkejut seketika.

"Apa maksudmu Minnie kau jadikan suami dari anakmu yang tempramental itu? Nanti bisa-bisa Sungmin disiksa setiap hari" ujar Jaejoong tajam.

Ya, mereka sudah terbiasa dengan sikap-sikap yang mereka masing-masing miliki. Dan tak ada yang memasukkannya kedalam hati bila ada yang mengejek atau apa.

"Kalau anak itu berani melakukannya, kucincang tubuhnya dan menjadikannya makanan kucing dia!" ujar Heechul sakartis.

"Tega sekali" ujar Leeteuk prihatin.

"Minnie hanya akan menjadi menantuku" ujar Jaejoong.

"Umma! Kami sudah bercerai" sanggah Siwon.

"Nah, Minnie mau kan menjadi menantu ahjumma?" tanya Heechul terkesan memaksa.

Sungminpun hanya diam saja, tak mampu berkata.

"Jangan memaksanya Chullie. Anakmu saja tak ada usaha" bisik Jaejoong pelan.

"Aku yakin dia menyukai Minnie" bisik balik Heechul.

"Lalu, kenapa dia terkesan cuek-cuek saja? Seharusnya dia berusaha mendekati Minnie" bisik Jaejoong lagi.

"Kau tahu sendiri lah, harga diri anak itu setinggi matahari" ujar Heechul masih berbisik.

"Tapi, kau harus membujuknya. Kalau menjadi menantumu, aku tak masalah" bisik Jaejoong.

"Bantu Kyunnie mendapatkan Minnie. Aku benar-benar berharap Minnie menjadi menantuku segera"

Bisikan demi bisikan terlontar dari dua sahabat itu. Mereka melupakan fakta kalau mereka tak sendiri, ada tiga orang lainnya yang berada di hadapan mereka. Untung saja bisikan mereka tak sampai terdengar di telinga tiga orang itu.

"Lihatlah. Bukankah tadi mereka bertengkar? Dan sekarang malah bermesraan(?) begitu. Aneh sekali " ujar Leeteuk pelan pada Siwon dan Sungmin.

"Umma memang begitu, susah ditebak" balas Siwon.

"Tak jauh berbeda dengan nyonya Cho itu" tambah Leeteuk.

.

_KYUMIN_

.

"Kyu, kau tertarik dengan janda itu kan?" tanya Heechul.

Kini dua orang itu sudah duduk tenang diatas sofa di rumah mereka sambil menonton TV.

"Janda? Yang mana? Yang seumuran dengan umma itu?" tanya Kyuhyun tanpa minat.

Yang ada dipikiran Kyuhyun sekarang ialah si ahjumma kalem dan si ahjumma heboh.

Heechulpun menggeplak keras kepala sang anak.

"Bodoh! Maksudmu Joongie dan Teukie? Mereka masih bersuami, bodoh!" ujarnya.

Kyuhyunpun mengernyit bingung.

"Jadi? Jandanya siapa?" tanyanya linglung.

Heechulpun kembali menatap layar TV dihadapannya.

"Tentu saja yeoja yang membawa bayi tadi" ujarnya kalem.

Kyuhyunpun melotot tajam dan beralih menatap ibunya.

"MWO!" teriaknya keras.

Heechulpun kembali menggeplak kepala sang anak karena perbuatannya.

"Jadi dia jandanya?" tanya Kyuhyun yang tumben hanya diam saja ketika sang ibu memukulnya.

Heechul mengangguk.

"Dia sudah punya anak?" tanyanya lagi yang dijawab dengan anggukkan.

"Bayi itu anaknya?" tanyanya lagi.

Heechul mengangguk, lagi.

Heechul menatap wajah Kyuhyun, kemudian memegang kedua pipi Kyuhyun dengan kedua telapak tangannya, kemudian mendekat.

"Dan namja yang disampingnya tadi itu mantan suaminya" bisik Heechul dengan nada menggoda.

"YA!" reflek, Kyuhyun menjauhkan wajahnya dan melepas keras tangan Heechul yang memegang pipinya.

"MEREKA MANTAN SUAMI ISTRI?!" tanya Kyuhyun yang bernada seperti membentak.

"Iya, Kyunnie sayang" jawab Heechul menggoda anaknya yang wajahnya sudah memerah itu.

"DAN BAYI ITU ANAK MEREKA?!" kembali, Kyuhyun melontarkan pertanyaan dengan nada membentak.

"Benar, Kyunnie chagi" jawab Heechul dengan ekspresi yang sama.

"MEREKA RUJUK?!" tanya Kyuhyun lagi.

"TIDAK!" Heechul kini juga ikut membentak.

"Lalu, kenapa mereka terlihat akrab sekali?" tanya Kyuhyun kini dengan nada yang biasa.

"Mana umma tahu! Tanyakan sendiri pada mereka" jawab Heechul santai.

"Umma..." panggil Kyuhyun pelan.

"Apa?" tanya Heechul.

"Nikahkan aku secepatnya dengan janda itu"

.
_KYUMIN_

.

TBC?/END?

Mian updatenya lama+pendek+ngebosenin... #bungkuk2

makasih sama yang udah RnR!

n jangan lupa RnRnya!