Tunggu!" Ia menatapku lekat, berjalan mendekatiku dan menjingkiitkan kakinya.
Chu ~
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
Chapter 2
Sehun side
Chu~
M-mwo? Si mesum ini baru saja mencium bibirku?
"Dah sehun, sampai bertemu nanti malam ne" ucapnya menjauh melambaikan tangannya padaku dan tersenyum.
Aku memeganggi dadaku yang dari tadi bergemuruh? Bagaimana bisa? Dia menciumku? Setelah bertahun-tahun aku menutup diriku dan pertahanan itu kandas seketika saat ia mencium ku? A-apa yang dilakukan si alien mesum itu?
Aku berjalan menuju mobilku dan langsung mengendarainya kerumahku. Aku tidak bisa melanjutkan pelajaran hari ini karena jantungku terus berdetak kencang dan darahku dari tadi berdesir hebat.
Aku memasuki rumahku dengan langkah gontai. Teringat kata-kata yeoja mesum itu aku segera keruang tengah dimana foto keluarga berukuran besar itu terpampang dan dibawahnya ada barang-bara bersejarah seperti guci, tusuk konde langka, dan tersusun rapi seperti museum. Ku ambil kotak pandora dan membukanya. Segera aku kelantai 2 dan menutup pintu kamarku kuletakan ditempat tidur kotak pandoran itu.
"Apa benar yang dikatakan yeoja itu? Aah membuatku frustasi saja" rutukku kesal memilih untuk mandi terlebih dahulu.
Aku berdiri didepan cermin memperhatikan bibirku yang sudah tidak suci ini karena telah dicium oleh yeoja alien genit + mesum itu. Aaaghh, tapi bagaimanapun yeoja itu sangat cantik. Tapi bagaimana pun sekarang cantik bisa didapat dengan mudah dirumah sakit bedah plastik, disalon kecantikan.
Aku menyentuh mutiara hitam itu perlahan.
DEG!
Penglihatanku menjadi kabur, tubuhku seakan ringan.
Aku melihat ada banyak anak-anak disekelilingku tertawa, ada juga orang dewasa tapi 2 orang dewasa yang ada disisi lain menarik perhatianku.
DEG!
Dia appaku dan juga eommaku?
"Luhannie! Ini bunga mawal untuk mu" ucap seorang anak berumur 6 tahun itu kepada anak cantik.
Dan lagi kepalaku pusing kembali ringan, pandanganku memburam lagi.
Kini aku berhadapan eomma dan appa. Aku tidak ingat masalaluku satupun bersama mereka yang membuatku yakin mereka adalah orang tuaku hanyalah foto keluarga itu.
"Sehun.. Kau sudah sangat besar saat ini. Appa bangga padamu"
"Sehun-ah eomma menyayangimu"
"Mungkin saat kau melihat ini pasti ada sesuatu yang buruk, maafkan appa tidak bisa menemanimu sampai akhir" ucap appa tersenyum lirih.
"Appa tidak tau kau saat ini seperti apa-"
"Tentu saja dia menjadi anak yang tampan, pintar dan digemari banyak yeoja yeobo" interupsi eomma.
"Ya begitulah, appa minta maaf karena harus membuatmu turun tangan dalam misi exo planet. Tapi ketahuilah nak, tempat itu adalah tempat dimana kau dilahirkan, tempat eomma dan appa bertemu. Kami sangat menyayangi exo planet. Dan mungkin saat ini planet itu dalam masalah" lirih appa.
"Eomma yakin kau kuat melebihi appa sehun-ah. Anak eomma yang sangat eomma sayangi"
"Sehunniee! Oh sehun. Kami sangat menyayangimu, kau adalah anak kebanggaan kami" ucap appa dan eomma.
Kepalaku kembali ringan dan pandanganku mengabur.
"Hosh! Hosh!" Aku menyeka air mataku yang entah memang dari tadi keluar tanganku masih menggenggam kalung ini.
"Hiks, eomma .. Appa" lirihku.
Setelah membersihkan wajahku yang seperti disiram air mata. Entah perasaan ku sangat lega. Eomma dan appa sangat menyayangiku. Kata si alien mesum itu mereka mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkan ke11 mutiara atau lebih tepatnya ke11 anak-anak kesatria. Aku tersenyum entah sudah berapa lama aku tidak tersenyum.
"Bagaimana? Kau senang? Ceritakan padaku apa yang kau lihat?"
Eh? Mengapa aku mendengar suara si alien mesum lagi?
"Ya, ini memang aku"
Hah?
Aku membalikkan tubuhkku kulihat si alien itu tersenyum padaku dan menghampiriku.
"Ba-bagaimana kau bisa disini?"
"Bukankah aku sudah memberitahumu kalau malam ini aku kesini. Kurasa cukup berpikirmu karena mulai sekarang kau harus membantuku menemukan ke10 kesatria lainnya" ucapnya berdiri disampingku memandangi langit malam.
"Bagaimana kau bisa tau aku ada disini?"
"Perlukah kujelaskan lagi oh sehun, untuk apa aku memberimu tanda pelacak dibibir seksimu itu eoh?" Ucapnya menyeringai. Mwo? Jadi ia bisa melacak keberadaanku hanya dengan menciumku?
"Tentu"
"Ya! Berhenti membaca pikiranku! Yeoja mesum alien genit!"
"Yya! Namaku Luhan! Dan aku bukan alien! Aku tuan putri dari exo planet! Dan aku tidak mesum apalagi genit!"
"Ouughh, aku lapar. Kajja kita kebawah. Mungkin para maidmu sudah selesai membuatkan makan malam" ucapnya santai keluar kamarku.
"Mwo? Ya! Beraninya kau menyuruh para pelayanku! Eh alien! Eh yeoja mesumm! Tunggu!"
"Aa!"
Aku tersandung saat menuruni tangga dan saat ingin terjatuh tiba-tiba tubuhku melayang.
"Waa! Waaaa! Apa yang terjadi!"
"Kan sudah kubilang kekuatanku telekinesis tuan oh. Ini keahlianku" ucapnya tersenyum dan saat ia menjentikan jari tubuhku kembali menyentuh lantai.
Aku menatapnya yang dengan santai makan. Gaya makannya memang berkelas, tapi dari wajahnya terlihat wajah kampungan yang melihat makanan enak.
"Aku bisa mendengarmu sehun" gerutunya disela-sela kegiatan memakan.
"Itu privasiku salah sendiri kau punya kemampuan aneh itu" ucapku malas.
"Hey, ini bakat alami ku. Power telekinesis saja" ucapnya.
"Benarkah aku tidak peduli" ucapku menyudahi makan malamku.
"Kenapa kau datang kesini? Pulang lah" usirku duduk disofa ruang tengah.
"Eh? Aku akan tinggal disini" ucapnya gampang.
"Mwo? Andwae!"
"Wae? Lagipula sepertinya rumah ini punya banyak kamar"
"Iya tapi aku tidak mengizinkan sembarang orang tinggal disini. Apalagi yeoja mesum sepertimu"
"Ya! Kau mengataiku mesum eoh? Rasakan ini" tiba-tiba tubuhku kembali melayang diudara.
"Ya! Ya! Turunkan aku! Alien! Eeh! Genit ! Yeoja mesum! Turunkan aku!" Pekikku saat tubuhku melayang kesisi rumah dan hampir menabrak tembok.
"Luhan maafkan aku, bilang begitu baru aku hentikan"
"Mwo? Sirheo!"
"Yasudah! Kalau kau mau terus seperti ini"
"Aa-aah! Araseo luhan maafkan aku!"
BRUK!
Dengan tidak elit tubuhku terjatuh disofa empuk.
"Apa cuma ini barang-barang mu?" Tanyaku.
"Em" jawabnya singkat.
...
Setelah meletakan tas luhan sehun kembali kekamarnya diikuti oleh luhan.
"Kenapa kau masih mengikutiku?"
"Karena aku ingin" jawab luhan santai.
Sehun duduk dikarpet bulu yang lembut dan lumayan empuk itu dan memulai bermain psnya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Bermain"
"Eh? Main bola?"
"Iya"
"Wow, hebat ya. Bumi sangat modern"
"Berarti exo planet itu tidak modern begitu?"
"Emm, disana lebih banyak pegunungan, tumbuhan begitu" terang luhan sambil mengingat istananya.
Luhan yang bosan tidak diperhatikan sehun memilih mengelilingi kamar sehun.
Mendapat hal menarik lagi luhan memasuki ruangan yang khusus untuk baju sehun.
Baju-baju, celana, jam tangan, sepatu, topi, dasi, jas disusun rapi.
seakan mendapat hal menarik luhan memilih memakai celana sehun yang kedodoran itu karena warnanya menarik. Bajunya pun juga lucu dan asing baginya. Dilihatnya majalah fashion pria dan mengikuti style mereka.
"Hohohoo! Baju ini sangat bagus, kainnya juga lembut" ucap luhan memainkan jas sehun dan memasangnya.
"Eh? Ini seperti celana dalam tapi aneh?" Gumam luhan kembali membalik-balik majalah fashion pria itu.
"Apa ya-" sehun terperangah hebat melihat keadaan luhan yang memakai celananya, baju kaos hawainya dan tidak lupa jas hitam dan celana dalamnya ditangan yeoja itu. Seakan naik darah wajah sehun memanas karena kesal dan seperti beruap-uap.
"E-ehm, sehunnie. Aku bingung cara memakai dasi ini? Bisa kau ajarkan padaku?" Ucap luhan polos menenteng dasi polkadot kearah sehun.
"Eh? Kau sakit? Kau berkeringat sehun?" Ucap luhan memegang kening sehun. Sehun melihat juntaian celana dalamnya dipergelangan luhan.
"Kenapa kau diam?" Tanya luhan mengerjapkan matanya imut.
"Aneh" gerutu luhan meninggalkan sehun kembali berkutat dengan baju-baju sehun.
"Lepaskan semua pakaianmu!" Ucap sehun bergetar menahan amarah.
"M-mwo? Yaa! Ternyata sehunnie mesum ya? Masa aku disuruh telanjang sih" ucap luhan menutupi dadanya.
Dan terjadilah keributan dikamar sehun karena luhan yang keras kepala dan sehun yang kesal setengah mati.
GREP!
Kini sehun memeluk tubuh luhan dari belakang mengunci pergerakan yeoja itu.
"berhenti memainkan celana dalamku alien!" Ucap sehun melepas celana dalamnya(?) Dikepala luhan.
"Ya sehun! Kau dari tadi tidak memperhatikanku. Dan saat aku sedang bermain kau malah menghancurkannya"
"Ini bukan tempat bermain alien" ucap sehun geram masih mengeratkan pelukannya.
"A-araseo aku akan mengganti bajuku. Lepaskan" ucap luhan lemah.
Perlahan dilepasnya jas sehun,
"Kau keluar dulu" pinta luhan.
Tanpa dijawab sehun langsung keluar sambil menghentakan kakinya kesal.
"Sehunnie, aku boleh minjam baju tidurmu? Aku tidak punya baju tidur" ucap luhan menghambur kesofa kamar sehun.
"Sirheo"
"Eoh? Kau tega aku memakai pakaian ini saat tidur" ucap luhan mengerucutkan bibirnya sambil mengedarkan pandangannya kekamar sehun.
"Eh? Kotak pandoranya" seru luhan menghambur ketempat tidur sehun.
"Ya! Jangan sembarangan ketempat tidur orang dong!"
"Inikan tempat tidur sehunnie juga, bukan yang lain kok" gerutu luhan.
"Sehun, kau sudah pernah mempelajari powermu?"
"Power apa? Power rangers" kekeh sehun kembali memainkan tabnya.
"Bukan maksudku, kan kamu memiliki power wind. Membuat angin gitu" ucap luhan lagi.
"Molla"
"Aissh kau ini, kita harus menemukan kesatria lainnya supaya bisa melatihmu"
"Kenapa tidak kau saja?"
"Eh? Kau mau aku melatihmu?" Tanya luhan sehun tidak menjawab apapun masih fokus pada permainan ditabletnya.
"Pertama-tama kau harus menyatukan mutiara itu pada dirimu dan mungkin sudah kau lakukan dengan membaca pesan orang tuamu, kau hanya perlu konsentrasi pada kekuatanmu kau bisa mengeluarkan anginmu" ucap luhan sederhana, sehun merenyitkan keningnya bingung.
"Sehun kudengar dari baekhyun kau terkenal kejam ya dikampus?" Tanya luhan lagi hati2.
"Kejam?"
"Yaa, maksudku kau memiliki harta berlimpah bahkan han-kuk university atas namamu. Kau bisa dengan mudah menendang mahasiswa yang membuatmu kesal" terang luhan lagi hati-hati.
"Lalu?"
"Aniyo, hanya ubah sifat burukmu itu"
Tok tok tok
"Eh? Nugu?" Gumam luhan.
"Masuk" ucap sehun dan datanglah 2 cup cokelat hangat dengan uap yang masih mengepul.
"Kenapa kau membuat dua?" Tanya sehun dingin pada maidnya.
"K-karena kupikir nona luhan juga mau" ucap maid itu takut. Luhan mengangguk senang.
"Kalau begitu terimakasih" ucap luhan mengambil mug itu memberikan ke sehun dan mengambil mug satu lagi untuknnya dan meletakan kemeja nakas kecil disebelah sofa. Setelah membowkan tubuhnya maid itu keluar dari kamar sehun.
"Aigoo, kenapa ia sangat ketakutan padamu? Kau juga suka memecat pelayan disini?" Tanya luhan. Belum sempat sehun menjawab luhan sudah memekik karena cokelatnya ternyata panas dan tumpah kebajunya.
"Aaah! Aaa! Panas panas!" Reflek sehun mengambil air meniral dan menumpahkannya kebaju luhan.
"Huhhh, aiish kenapa panas sekali" gerutunya.
"Pabo"
"Ya! Malah mengejekku" dengan langkah gontai luhan kekamar mandi sehun.
"sehunnie! Bisa kau ambilkan tas pinkku dikamar" pekik luhan dari dalam kamar mandi.
"Sehunnie aku mendengar pikiranmu! Tolonglah, kau ingin aku mati kedinginan disini eoh!" Pekik luhan lagi.
"Araseo araseo" ucap sehun malas.
luhan memandangi bra barunya pilihan baekhyun yang baru ia beli.
"Huuh, terpaksa memakai benda ini lagi" gerutu luhan memandangi kembennya. Yang ketat itu.
"Sehunnie, aku ingin membeli benda ini lagi" ucap luhan lemas menganggat branya yang baru saja ia cuci.
"Aish yeoja ini merusak pemandanganku saja" geruru sehun membatin.
"Wae? Ini bagus kok sehunnie" ucap luhan acuh keluar kamar sehun.
"Chankam!" Sehun beranjak dari kursinya mengambil sweater dan celananya.
"Kau bisa memakai ini saat tidur" ucap sehun.
"Wah? Gomawo" ucap luhan tersenyum sambil berlari kekamarnya.
Luhan mengerjapkan matanya berat saat sinar matahari masuk melalui celah pintu balcon kamarnya.
"Huuh, kamar mandi sehun lebih canggih dibanding kamar mandi baekhyun" gumam luhan memperhatikan kamar mandi barunya.
"Sehunnie!" Panggil luhan memasukki kamar sehun.
"Apa?" Tanya sehun dari balik selimutnya.
"Aku bingung cara menggunakan kamar mandinya, bisa kau bantu aku?"
"Tanyakan dengan maid disana" ucap suara serak sehun habis bangun tidur.
"Baiklah" jawab luhan lembut.
Beberapa saat luhan kembali masuk kekamar sehun dengan dress pink kalemnya dan bandu pink dan juga sepatu pinknya.
"Sehunnie, aku ingin menonton tv. Tapi ditv mu tidak ada tombolnya" ucap luhan lembut.
"Aissh, pakai remot"
"Dimana remotnya?"
"Ini" ucap sehun mengeluarkan tangannya dibalik selimut meraba meja nakas dan dengan asal memencet tombol diremot.
"Woww! Gomawo" ucap luhan melompat kesofa dikamar sehun.
Baru saja sehun ingin melanjutkan tidurnya alarmnya berbunyi dengan langkah gontai ia mengambil baju dan dan segera mandi.
"Sehunnie? Kau mau kesekolah lagi hari ini?"
"Em"
"Aku ikut ya?"
"Andwae" ucap sehun malas sambil memasang jam tangannya.
"Eh? Aku minjam topi ini ya" ucap luhan meraih topi itu.
"Uh, tidak cocok" dan dengan menggunakan powernya topi itu kembali ketempat semula.
"Jadi siapa lagi yang harus kita cari? Bagaimana cara menemukai kesatria lainnya?" Tanya sehun sambil memasang sepatunya.
"Semua kesatria memiliki lambang berbeda seperti milik kita. Dan satu kesatria yang kutau namanya adalah kai karena dia partnerku" ucap luhan dengan bangga karena bisa dengan mudah tau bahasa keren menurutnya.
"Kai?"
"Em, hanya dia yang kutau powernya teleport"
"Baiklah, aku kucoba mencarinya"
"Oh iya, sehunnie pakai kalung ini atau setidaknya kau selalu membawanya karena jika ada salah satu dari kesatrian jantungmu aku berdetak keras. Dan saat itu kau cari siapa yang memiliki tanda" ucap luhan antusias.
"Baiklah" ucap sehun berjalan keluar kamarnya dan langsung menghambur dimeja makan.
"Sehunnie aku juga ingin kesekolahan" rengek luhan. Terlihat para maid yang berjejer sedikit menunduk karena ditatap tajam sehun.
"Sehunnie kau membuat mereka takut" terus luhan.
"Maaf luhan, tapi aku anti mengajak orang lain masuk mobilku. Jika kau ingin kekampus silahkan terbang dengan naga dari kayangan" ucap sehun malas langsung pergi meninggalkan luhan.
Setelah menjalani perjalanan panjang mulai tersesat ditengah kota ditolak oleh supir bus dan berakhir ditaksi dengan supir yang baik luhan sampai dikampus han-kuk university.
"Eh? Itu baekhyun" gumamnya langsung menghambur kearah baekhyun.
"Wow, luhannie kau kesini lagi?"
"Em, tentu. Karena aku sedang mencari seseorang disini" ucap luhan tersenyum.
"Kajja kita kekantin karena aku sangat haus" omel luhan.
"Lebih baik kita kecaffetaria disana lebih nyaman" saran baekhyun
"Tumben kau dari tadi cemberut?" Tanya baekhyun bingung.
"Ya, aku habis menempuh 4 jam kekampus ini" gerutu luhan.
"Hey lihatlah, tontonan baru" bisik baekhyun menunjuk seorang yeoja yang terlihat malu-malu membawa kue dan kotak hadiah ke-
"MWO! I-itu kan sehun?"
"Sssttt, lihatlah" bisik baekhyun. Luhan menajamkan pandangannya.
"S-sehun-ah i-ini untukmu, a-aku membuatnya sendiri" ucap yeoja itu malu-malu.
"Aish yeoja ini, benar-benar membuat kesal. Rasakan tumpahan sampah ini diwajahmu" batin sehun beranjak dari kursinya menatap yeoja itu tajam.
"Sehunnie!" Panggil luhan cepat saat sehun memegang kue itu.
"Waah, kuenya sangat cantik. Sehun pasti sangat suka ya?" Luhan mendekatkan telinganya diwajah sehun seakan sehun tengah berbisik.
"Sst, katanya dia senang" ucap luhan pada yeoja yang hampir menangis karena gugup itu. Sehun menatap luhan tajam. Dan semua mata mengarah pada mereka. Ya tentu luhan mendengar bisikan dan ejekan orang-orang dihatinya.
Sehun kembali duduk menikmati bubble teanya tanpa memperdulikan luhan yang juga ikut duduk dikursi sebelah sehun.
"Kue ini terlihat enak" lirih luhan. Menyendokkan kuenya.
"Kau mau sehunnie? Kau marah padaku? Seandainya kau mendengar pikiran yeoja itu kau-"
"Sudahlah, bagaimana kau bisa disini" tanya sehun malas mengalihkan pandangannya dari padnya ke luhan.
"Oh iya! Ya! Kau ini! Kau tau aku tadi tersesat ditengah kota dan ditolak beberapa kali dengan supir bus karena tidak punya kartu pelajar! Dan juga karena putus asa aku kembali kerumah minta bantuan maid mu dan ternyata malah salah jalan kembali dan akhirnya ada supir taksi yang berbaik hati mengantarka-"
Plup!
Sehun menancapkan sedotan bubble teanya kemulut luhan.
"Kau sudah banyak bicara, nyaring pula" ucap sehun kesal.
"habis kau tidak kasian padaku!"
"Sudah lah alien mesum aku ada kelas dan jangan membuat masalah disini" ucap sehun santai mengacak kecil rambut luhan.
"Eh tunggu! Kuenya!"
"Untukmu!"
"Gomawo!"
dan semua mata manusia dicaffetaria itu menatap luhan kagum.
...
"Hey luhan, aku tidak tau kau bisa seakrab itu dengan sehun?"
"Kenapa memang?"
"Huh, kau membuatku mati duduk tadi. Kukira sehun akan melemparkan kue itu kewajahmu!"
"Wae?"
"Dia adalah oh sehun, penguasa ditempat ini. Tidak ada yang berani bertindak seperti kau tadi kepadanya? Hey tunggu? Apa kau berpacaran dengannya?" tanya baekhyun lagi.
"Mwo? Pacaran? Tentu saja tidak. Kami berteman baekhyun" ucap luhan.
"Hmm, begitukah?"
"Tentu"
Kini luhan dan baekhyun memilih duduk disalah satu kursi penonton out door menikmati kue pemberian fans sehun sambil menonton pertandingan basket.
"Aku sangat tidak sabar menanti permainan chanyeol" ucap baekhyun dengan senyum.
"Siapa?"
"Itu lelaki tinggi itu, yang 88 nama PCY" tunjuk baekhyun dan tepat saat chanyeol memandangnya.
"Eiiy, kau menyukainya baek?" Goda luhan karena ia sudah tau apa yang dipikirkan baekhyun.
"Eh? Sehun?"
"Em, dia juga tim basket" ucap baekhyun.
Samar-samar luhan mencoba mendengar pikiran sehun, tapi nihil terlalu ribut.
Lalu sehun menarik baju belakang chanyeol dan saat itu luhan membelalakan matanya kaget.
"Pheonix"
.
.
.
TBC
