THAT BABY / KYUMIN / GS / CHAPTER 9
Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper
Cast : kyumin, sibum, dll
genre : family
warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.
.
..
-Kyumin-
.
.
"Umma, titip Yoonnie sebentar. Minnie mau bersiap-siap dulu" ujar Sungmin seraya menyodorkan sesosok bayi tampan pada Leeteuk.
Leeteukpun mengulurkan kedua lengannya, kemudian meraih tubuh kecil sang bayi.
"Cepatlah" ujar Leeteuk sebelum Sungmin berlari menuju kamarnya.
"Aigoo-ya, cucu halmonie tampan sekali!" puji Leeteuk seraya mengendus-endus wajah bulat Sangyoon.
Sangyoon tertawa girang seraya menunjukkan giginya yang baru tumbuh beberapa itu.
Bayi yang kelewat aktif itu, kini tengah mengenakan jas hitam kecil disertai balutan kaos kuning didalamnya, agar tidak terlalu pengap, celana hitam panjang, melekat sempurna di kaki pendeknya, serta sepatu kecil berwarna biru yang mewarnai kakinya. Ah, jangan lupakan dasi pita berwarna pink yang ada di pakaiannya. Benar-benar tak ada serasinya sama sekali, namun karena yang mengenakannya adalah Sangyoon, dipakaikan apapun, bayi kecil itu akan terlihat sama lucunya.
Leeteukpun melangkahkan kakinya menuju halaman depan panti, tempat dimana anak-anak panti tengah bermain.
"Sejak kapan kau berada disini, Jungmo-ya?" tanya Leeteuk saat kedua bola matanya menangkap sosok yang dulu pernah tinggal disini bersamanya.
"Baru saja umma" jawab Jungmo seraya melangkahkan kakinya mendekat pada Leeteuk.
"Tak ada bosan-bosannya Sungmin menguji coba jiwa fashionnya yang buruk pada Yoonnie" ujar Jungmo menatap Sangyoon kasihan.
Jungmopun mengambil alih tubuh mungil Sangyoon dari Leeteuk, "Biarkan saja, selama Yoonnie belum mengeluarkan protesnya" balas Leeteuk.
"Eung.. Eung..." Sangyoon berusaha menurunkan dirinya dari gendongan Jungmo.
Sementara Jungmo, namja itu tidak sama sekali menuruti permintaan sang bayi, melainkan mengeratkan gendongannya pada Sangyoon.
Sangyoonpun sempat akan protes, sebelum Jungmo meletakkan telunjuknya didepan bibir bayi itu.
"Tidak untuk kali ini, kita bisa terlambat" ujar Jungmo memberi penjelasan.
Namun tentu saja sang bayi yang belum mengerti apa yang baru saja di dengarnya itu menggeleng-gelengkan kepalanya, memberontak lebih tepatnya.
Jungmo tak memberi respon lebih pada Sangyoon, membuat bayi imut itu mengerucutkan bibir kecilnya, pertanda kalau dia tengah kesal.
Tak beberapa lama kemudian, muncullah seorang wanita muda dengan balutan gaun selutut berwarna pink yang melekat sempurna di tubuh kecilnya.
Namun, kecantikan dari sang wanita mendapat respon yang biasa saja dari sang namja yang tengah menggendong bayi.
"Apa aku sudah terlihat cantik?" tanya Sungmin dengan rasa 'berharap'.
"Kau cantik sekali Minnie-ya" puji Leeteuk jujur.
Sungminpun mengembangkan senyum manisnya, lalu menolehkan kepalanya ke arah Jungmo, menatap namja itu penuh 'harap'.
"Ne, dongsaengku ini cantik sekali" puji Jungmo menambahkan.
Senyum di wajah Sungminpun yang tadinya merasa senang, kini hanyalah sekedar senyum yang dipaksakan.
"Mama!"
Satu namja kecil yang dari tadi diam itu mengeluarkan suaranya. Kedua lengan kecilnya terjulur kearah Sungmin.
Sungminpun mengambil alih sang bayi dari Jungmo.
"Kaja kita berangkat, sebelum terlambat" ujar Jungmo seraya merangkul bahu Sungmin dan berjalan kearah mobilnya.
"Hhh... Berikanlah sesosok namja yang mencintainya dan dapat membahagiakannya, Tuhan. Aku tak ingin dia terus saja berharap pada namja yang hanya menganggapnya sekedar adik saja" lirih Leeteuk sebelum melangkah mengikuti tiga orang di depannya.
-
-
-KYUMIN-
-
-
"Selamat ya atas pernikahanmu Bummie" ujar Sungmin dengan ramah dan tulus tentu saja.
"DIDIDIDI!"
Sangyoon yang berada di gendongan Jungmo itupun memberontak. Tangan kecilnya terulur kearah Siwon yang hanya tersenyum saja itu.
"Tidak untuk kali ini sayang. Daddymu sedang sibuk" ujar Jungmo memberi pengertian.
Siwonpun tersenyum maklum saja. Ia juga merindukan bayi kecil itu, tapi ia juga harus tahu kondisi dan situasinya sekarang.
"Aku tak menyangka akan secepat ini" ujar Jungmo.
"Aku juga. Sebenarnya umma menyuruh kami untuk bertunangan terlebih dahulu, tapi orang ini inginnya langsung menikah saja" ujar Kibum dengan wajah tenang.
Bukannya terkesan terburu-buru atau apa, tapi Siwon pikir, mengikat Kibum lebih cepat itu akan lebih baik.
"Jinja? Wah, oppa benar-benar menakutkan" ujar Sungmin dengan wajah dibuat takut.
Siwon hanya terkekeh kecil saja mendapati tanggapan mantan istrinya itu.
"Silahkan menikmati jamuan yang tidak seberapa ini" ujar Kibum merendah.
Hei, jamuan tidak seberapa? Bahkan tempat pernikahannya benar-benar mewah, layaknya pesta pernikahan kerajaan.
Sungminpun mengambil alih Sangyoon dari gendongan Jungmo. Ia tak mau merepotkan namja yang dicintainya itu.
"Aku kesana dulu ya" pamit Jungmo sebelum menemui teman-temannya yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
Kini Sungmin hanya sendiri. Dilihat dari kedua bola matanya Taemin dan Minho yang tengah berduaan. Sebenarnya Sungmin ingin menemui Taemin, tapi tak enak juga kalau sudah ada Minho.
"Sungmin!" panggil seorang yeoja yang tengah berjalan cepat kearah Sungmin.
Sungminpun menoleh, dan sebuah senyuman terukir indah di bibir pinknya.
"Qiannie" sapanya saat orang itu sudah berada dihadapannya.
"Minnie mengingatku?" ujar Qian antusias.
Sungminpun hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
"Kau bersama siapa kemari, Minnie?" tanya Qian mencoba untuk mengakrabkan diri.
"Bersama Yoonnie, umma, dan Jungmo" jawab Sungmin.
Mendengar satu nama terakhir yang disebutkan itu, membuat senyum cerah dibibir Qian terukir.
"Dimana Jungmo?" tanyanya frontal.
Sungminpun mengerutkan dahinya. Bukankah wanita di hadapannya ini sudah memiliki kekasih, kenapa menanyakan pria lain?
"Disana" tunjuk Sungmin pada satu arah.
Qian mengikuti arah telunjuk Sungmin yang mengarahkan pada satu titik. Sebuah guratan senyum terlukis jelas di wajah cantiknya, membuat Sungmin semakin bingung saja.
"Eum Qiannie, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Sungmin agak sedikit sungkan.
Qianpun mengangguk, pandangan matanya kini kembali tertuju pada Sungmin.
"Bukankah kau sudah memiliki kekasih?" tanyanya pelan.
Kedua bola mata Qian hampir saja terlepas dari tempatnya. Ia melupakan fakta tentang kekasih 'palsu'nya itu.
Dengan pelan dan pasti, Qianpun membisikkan sesuatu pada Sungmin setelah ia berfikir terlebih dahulu.
"Kami sudah putus"
Sungmin hanya bisa ber'OH' saja. Tapi, yang menjadi pemikirannya kali ini adalah, kenapa Qian mengatakan kata 'putus' dengan begitu mudahnya? Seakan tak ada rasa kesedihan sedikitpun.
"Bisakah kau menghiburnya? Kurasa ia begitu sakit hati setelah kuputuskan" dusta Qian.
Qianpun tersenyum dengan begitu jelas saat Sungmin dengan mudahnya menganggukkan kepalanya.
'Kasihan sekali Kyuhyun-ssi, pasti dia sangat sedih' itulah yang ada di benak Sungmin sebelum ia mengangguk.
-
-
"Eum, annyeong" sapa Sungmin pada seorang namja yang tengah duduk bosan di salah satu kursi.
Kyuhyun, namja itu, menolehkan kepalanya pada orang yang menyapanya. Matanya terbelalak lebar melihat yeoja manis pujaan hatinya itu.
Dengan segera, Kyuhyun berdiri dari posisi duduknya dan melayangkan senyum garingnya.
"Aaahh..." melihat siapa orang yang berada dihadapannya, Sangyoonpun langsung saja mengulurkan kedua lengan kecilnya kearah Kyuhyun, meminta digendong.
Kyuhyun yang tahu akan hal itu, ikut mengulurkan tangannya, meraih bayi gembul itu kedalam pelukannya.
"Merindukan samchon,eoh?" ujar Kyuhyun seraya mencubit lembut pipi bulat sang bayi.
"YunYunYun!" Sangyoon menepuk-nepukkan kedua telapak tangannya pertanda ia senang.
Sangyoon bukannya menangis ataupun kesal, bayi itu terlihat senang sekali bahkan sampai tertawa.
Sungmin hanya menatap bahagia pada Sangyoon yang tertawa lebar. Baginya, anaknya tertawa ataupun bahkan hanya tersenyum saja merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri baginya. Kebahagiaan memanglah sederhana di mata Sungmin.
"Pasti Sungmin-ssi sedih ya?" ujar Kyuhyun.
Sungminpun mengerutkan dahinya bingung.
'Bukankah seharusnya yang sedih disini adalah Kyuhyun-ssi? Kenapa aku?' batin Sungmin heran.
"Apa maksud Kyuhyun-ssi?" tanyanya bingung.
Kyuhyunpun tersenyum sekilas, "Mantan suamimu menikah lagi, bukankah seharusnya Sungmin-ssi bersedih?" ujar Kyuhyun.
Sungmin hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti, bukan pertanda kalau ia menyetujui ucapan Kyuhyun.
"Untuk apa aku sedih? Siwonnie oppa menikahi wanita yang tepat, aku yakin mereka akan bahagia" ujar Sungmin tenang.
Kyuhyun pikir Sungmin kini tengah menyembunyikan perasaan sedihnya, berusaha menjadi ibu yang tegar untuk Sangyoon.
Namun, pada kenyataannya, Sungmin memanglah bahagia, tidak ada setitikpun rasa sedih yang menyelimutinya. Orang yang selama ini ia anggap sebagai oppanya itu telah menikah dengan wanita yang dicintainya, bahkan wanita itu sudah ada di hati oppanya sebelum Sungmin dan Siwon menikah.
Dengan reflek, tangan kiri Kyuhyun yang bebas terulur mengusap bahu Sungmim. Membuat yeoja manis itu bingung sendiri.
"Aku tahu, pasti sulit untukmu" bisiknya pelan, bahkan Sungminpun tak dapat mendengarnya.
"Eum, bisakah kita duduk saja?" ujar Kyuhyun mengalihkan perhatian.
Sungminpun mengangguk. Iapun mengikuti Kyuhyun, duduk di sebuah bangku kosong yang tadinya hanya Kyuhyun saja yang duduk disana.
"Minnie" panggil Kyuhyun.
"Ne?" kaget Sungmin.
"Bolehkah aku memanggilmu seperti itu?" tanya Kyuhyun sedikit was-was. Takut jikalau itu hanya akan membuat Sungmin marah.
"Tentu" ujar Sungmin pelan disertai anggukkan.
Hening sejenak~
"Kyuhyun-ssi" panggil Sungmin. Berniat mengutarakan tujuan awalnya menemui Kyuhyun.
"Ei~ Jangan memanggilku seformal itu" interupsi Kyuhyun.
Sungminpun hanya menganggukkan kepalanya, diikuti senyuman Kyuhyun.
"Sebenarnya tujuanku kemari karena... Qiannie" ujar Sungmin sengaja memelankan kata terakhirnya.
Kyuhyun bingung. Bukannya tadi Qian datang bersamanya, kemudian wanita itu pamit ingin ke kamar mandi. Hanya itu saja.
"Eum... Qiannie bilang kalian sudah putus" ucapan Sungmin kini benar-benar pelan.
Sungmin takut jika kalimat yang dilontarkannya akan menyakiti hati Kyuhyun. Qian bilang tadi Qian yang memutuskan Kyuhyun, jadi dapat Sungmin simpulkan kalau pihak yang tersakiti disini adalah Kyuhyun.
Sementara Kyuhyun semakin mengerutkan keningnya. Dengan pelan, iapun menanggapi, "Lalu? Kau hanya ingin mengatakan itu saja, Minnie?" tanya Kyuhyun.
Sungminpun jadi salah tingkah sendiri. Yeoja manis itu merasa kalau ia telah salah bicara pada Kyuhyun.
"Eum... Bagaimana mengatakannya ya" gumam Sungmin serupa dengan bisikan.
Kyuhyun menunggu jawaban apa yang akan keluar dari bibir pink itu.
"Mamamama" tegur Sangyoon yang melihat ibunya tak seperti biasanya.
"Qiannie... Qiannie..." ujar Sungmin sekarang semakin gugup.
"Ne, Qiannie kenapa?"
"Qiannie menyuruhku menghiburmu" ujar Sungmin dengan sangat cepat.
Bahkan Kyuhyun hampir tak bisa menterjemahkan apa yang dikatakan Sungmin.
"Ah, begitu" Kyuhyunpun hanya mengangguk.
Sebuah senyum terbentuk dengan jelas di wajah tampannya.
"Bagaimana?" tanya Kyuhyun.
"Apanya?" tanya Sungmin balik.
"Bagaimana caranya kau menghiburku, Minnie?" tanya Kyuhyun dengan lengkap.
Dengan polosnya Sungmin menggelengkan kepalanya. Ia juga tak tahu bagaimana caranya. Apalagi ia juga baru mengenal Kyuhyun akhir-akhir ini.
"Kau tak tahu? Hmm, baiklah" ujar Kyuhyun berpura-pura kecewa.
Sungmin semakin merasa tak enak saja kalau begini. Tapi, mau apa lagi? Ia juga tak tahu harus melakukan apa.
Ketika kedua mata Kyuhyun memandang kearah Sangyoon, sebuah senyuman terukir di bibirnya.
"Bagaimana kalau jalan-jalan?" usul Kyuhyun.
Dalam hatinya ia berharap agar Sungmin menyetujui usulannya. Dengan begitu mereka bisa lebih dekat, bukan?
"Jalan-jalan? Kemana?" ujar Sungmin yang membuat hati Kyuhyun bergejolak senang.
"Yoonnie ingin kemana, heum?" tanya Kyuhyun pada bayi kecil yang tengah memasukkan dasi yang dikenakan Kyuhyun ke dalam mulut kecilnya.
Merasa diperhatikan, Sangyoonpun melepaskan dasi Kyuhyun, kemudian tersenyum lucu.
"Sebenarnya, kami berencana akan berkunjung ke water park" ujar Sungmin.
"Kami?"
"Ne, kami. Aku, Sangyoon, dan Jungmo" ujar Sungmin dengan malu-malu.
Kyuhyunpun menganggukkan kepalanya. Sejujurnya ia kecewa, kecewa pada dirinya sendiri lebih tepatnya. Tak seharusnya ia jadi bersedih seperti ini, dari awal memang ia sudah tahu jika wanita yang disukainya sudah terlebih dahulu menyukai pria lain. Seharusnya ia bisa lebih bersabar lagi.
"Yoonnie belum pernah berkunjung kesana. Aku yakin ia pasti akan sangat senang, bermain-main dengan air" cerita Sungmin.
"Bolehkah aku juga ikut?" tanya Kyuhyun sangsi.
"Tentu saja, lebih banyak yang ikut pasti akan lebih menyenangkan" ujar Sungmin.
Sangyoon terlihat menguap lebar. Mata bulat kecilnya itu terlihat menyipit. Sungmin yang memperhatikannya itu segera mengambil sebotol susu milik bayinya.
Kyuhyun masih memangku Sangyoon, karena bayi itu mencengkram erat kemeja yang dikenakan Kyuhyun.
"Maaf, jadi merepotkan" ujar Sungmin tak enak yang ditanggapi Kyuhyun dengan senyuman saja.
Didekatkannnya botol susu milik Sangyoon pada sang bayi, namun Sungmin masih memegangi botol itu. Sangyoonpun langsung saja meminum minuman wajibnya sebelum tidur itu dengan nyaman.
Kyuhyun menepuk-nepuk pantat Sangyoon dengan pelan, memberikan kenyamanan agar bayi itu cepat tertidur. Iapun tak tahu bagaimana caranya ia bisa menjadi selembut ini pada bayi. Padahal pada dasarnya, Kyuhyun benar-benar buta mengenai bayi, tangannya juga terlalu kaku. Tapi, berbeda bila bayi itu adalah Sangyoon.
Sungmin menatap kagum pada namja dihadapannya. Namja ini benar-benar bersikap seolah ia adalah ayah dari bayi yang dipangkuannya. Mungkin saja sedikit hatinya menaruh simpati pada namja ini. Atau hanya sekedar perasaan kagum saja, iapun tak tahu.
"Kau sudah pernah merawat bayi sebelumnya?" tanya Sungmin.
"Belum. Bahkan dapat dihitung berapa kali aku menggendong bayi dalam seumur hidupku" jawab Kyuhyun jujur.
"Jinja?" kaget Sungmin.
"Eum, apa wajahku terlihat seperti baby sitter?" gurau Kyuhyun.
Sungminpun tertawa pelan. Tak mungkin juga ia tertawa keras jika melihat puteranya sudah hampir terlelap begini. Bisa-bisa Sangyoon rewel dan tak mau tidur.
"Manis" lirih Kyuhyun.
"Apa? Aku tak mendengarnya" ujar Sungmin.
"Bukan apa-apa"
"Eum, bolehkah aku meminta nomor ponsel Minnie?" lanjutnya setelah mengumpulkan keberaniannya.
Sungminpun mengngguk. Setelah diliriknya Sangyoon sudah benar-benar tidur, Sungmin mengembalikan botol susu itu kembali ke dalam tasnya.
Dengan gerakan sangat pelan, Kyuhyunpun mengambil ponselnya yang berada di saku kemejanya.
"Tuliskan nomormu" perintahnya.
Sungmin mengambil ponsel Kyuhyun, mengetikkan beberapa nomor yang sudah diingatnya benar. Kemudian mengembalikannya pada pemiliknya.
"Gomawo" ujar Kyuhyun tulus.
Sungminpun tersenyum saja. Diraihnya tubuh mungil bayinya, menggendongnya dengan hati-hati.
"Sepertinya Sangyoon kelelahan. Aku permisi dulu" ujarnya sebelum meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Ditatapnya punggung Sungmin yang menjauh dan tertutup oleh kerumunan orang.
Kemudian tatapan Kyuhyun terhenti pada ponselnya. Ponsel yang kini sudah berisikan nomor Sungmin.
Ah, sepertinya ia harus berterima kasih atas bantuan sepupunya itu. Yah, walaupun ide sepupunya itu benar-benar buruk menurutnya.
"Aku akan segera menghubungimu, Minnie"
-
-
-KYUMIN-
-
-
"Minnie manis ya" ujar Kyuhyun yang mendudukkan dirinya di sebelah Qian.
"Iya. Jungmo juga tampan" tanggap Qian.
"Tampan juga aku. Ah, bukannya aku sok perhatian atau apa ya, tapi aku penasaran dengan Jungmo itu"
Qian mengerutkan keningnya. Ia bingung, untuk apa sepupunya ini penasaran dengan Jungmo? Jangan-jangan...
"Kau juga menyukai Jungmo?! Tidak boleh!" pekik Qian keras.
Kyuhyunpun langsung saja memukul pelan kepala Qian. Kemana otak cerdas sepupunya itu?
"YA! Aku lebih tua darimu perlu kau ketahui" ujar Qian tak terima.
"Aku sudah tahu"
Qianpun mendengus kesal akan sikap tak sopan sepupunya ini.
"Lalu, kenapa menanyakan Jungmo?" tanya Qian.
"Kurasa Minnie menyukai Jungmo. Dan kurasa mereka juga dekat" ujar Kyuhyun berdasarkan pemikirannya sendiri yang memang benar adanya.
"Jungmo memang bilang kalau ia dan Sungmin dekat, tapi katanya ia hanya menganggapnya sebagai adik saja, tak lebih" ujar Qian.
Memang Qian tadi juga menyangka ada hubungan khusus antara Sungmin dan Jungmo, makanya dengan nekatnya ia menanyakannya sendiri langsung pada Jungmo.
"Begitu ya" gumam Kyuhyun.
"Apa, kau mengatakan pada Jungmo kalau aku menyukai Sungmin?" tanya Kyuhyun.
Ia yakin kalau jawabannya pastinya adalah 'iya'. Qian memang suka sekali mengumbar rahasianya. Tapi, kalau sudah terlanjur mau bagaimana lagi?
"Iya, dia setuju-setuju saja. Dan katanya ia juga akan membantumu" jawab Qian.
Membantunya? Apa benar?
"Ah, tunggu dulu. Kau menyukai Jungmo?!" tanya Kyuhyun tidak santai.
Qianpun tersipu sendiri. Entah mengapa, jika membicarakan masalah Jungmo, jantungnya berdetak berkali-kali lipat, wajahnyapun memerah.
"Ei~ menjijikkan sekali ekspresimu ini" ejek Kyuhyun tanpa sungkan-sungkan.
Sebelum Qian melakukan pembalasan, Kyuhyun segera berlari menuju kamarnya.
"YAK! CHO KYUHYUN!"
-
-
-KYUMIN-
-
-
Ponsel Sungmin bergetar menandakan kalau ada pesan masuk di ponselnya.
Sangyoon yang melihatnya terlebih dahulu itupun segera menggapai ponsel milik Sungmin.
Bayi kecil nan gemuk itu menempelkan ponsel Sungmin di pipi bulatnya. Ia senang akan sensasi getaran pada ponsel ibunya itu. Ah, bukan hanya ponsel Sungmin saja lebih rincinya.
Sungmin yang baru saja datang itupun terkekeh kecil atas tingkah lucu anaknya. Dibiarkannya terus begitu hingga ponselnya tidak bergetar lagi.
Dengan polosnya, Sangyoon memberikan ponsel yang sudah tidak bergetar itu pada ibunya.
"Lucu sekali anak umma" ujar Sungmin gemas seraya mengelus pipi tembam sang bayi.
Setelah Sangyoon kembali bermain dengan mainannya, Sungminpun melihat pesan yang diterimanya.
~
From : Jungmo 3
Bagaimana rencana kita ke water park?
~
Ah, Sungmin jadi ingat dengan Kyuhyun.
~
To : Jungmo 3
Tadi Kyuhyun mengatakan kalau ia akan ikut. Bolehkan?
~
~
From : Jungmo 3
Boleh saja. Ah, aku jadi ingat kalau aku ada banyak pekerjaan yang menumpuk.
~
Sungminpun mendesah kecewa. Padahal ia sudah sangat senang akan rencana ini.
~
To : Jungmo 3
Lalu? Bagaimana? Dibatalkan?
~
~
From : Jungmo 3
Mana bisa begitu. Kan ada Kyuhyun-ssi. Kalian kan bisa pergi bersama.
~
Sungmin jadi ingat Kyuhyun lagi. Jika ia membatalkan rencana itu, itu berarti ia tidak jadi menghibur Kyuhyun yang tengah bersedih, bukan? Kalau begitu, ia sendiri yang jadi tidak enak.
~
To : Jungmo 3
Baiklah kalau begitu.
~
Setelah itu, tak ada pesan yang masuk sama sekali. Membuat Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal.
Diletakkannya kembali ponselnya diatas karpet di dekat Sangyoon.
"Yoonnie tidak ikut bermain di luar bersama hyung dan noona?" tanya Sungmin.
Memang tumben sekali bayinya ini menyendiri di dalam, padahal anak-anak yang usianya diatasnya itu tengah bermain di halaman depan.
"Eung..." gumam Sangyoon tak jelas.
Ah, percuma saja jika Sungmin bertanya pada Sangyoon. Bayi kecil itu bahkan belum mengerti apa yang ditanyakan padanya.
Drrt... Drrt...
Kembali ponselnya bergetar. Dengan segera, Sangyoon mengambilnya dan kembali menempelkannya di pipinya.
Tanpa sengaja jari mungilnya menyentuh sebuah tombol. Memang kalau hanya pesan masuk tidak masalah, tapi kalau panggilan masuk, entah bagaimana caranya Sangyoon bisa mengangkatnya.
"Ahahaha" tawa cemprengnya karena getaran itu.
"Yeoboseo" sapa seseorang di seberang.
Sangyoon memberikan ponsel milik ibunya, kemudian menatap lekat wajah ibunya.
"Yeoboseo" sapa Sungmin.
"Ini aku, Kyuhyun" ujar Kyuhyun di seberang sana.
"Ah, Kyuhyun. Maaf, tadi Yoonnie yang mengangkatnya" ujar Sungmin tak enak hati.
"Gwenchana, tawanya benar-benar lucu. Aku jadi merindukannya"
"Jinja? Kurasa memang begitu. Ah, aku tadi sudah mengirim pesan pada Jungmo" ujar Sungmin.
"Mengenai water park" lanjutnya karena tak mendengar respon dari Kyuhyun.
"Lalu, bagaimana?"
"Jungmo tak bisa ikut, tak apa bukan?"
"Ten... Eum... begitu ya"
"Iya"
"Jadi, hanya aku, Minnie, dan Yoonnie?"
"Sepertinya begitu. Apa ada masalah?"
"Tidak, tidak ada masalah sama sekali"
Percakapan itupun terus saja mengalir dengan sendirinya, membuat Sangyoon bosan dan akhirnya kembali pada mainan-mainannya.
-
-
-KYUMIN-
-
-
TBC?/END?
Mian updatenya lamaaaaa+pendek+ngebosenin... #bungkuk2
makasih sama yang udah RnR!
n jangan lupa RnRnya!
