Lalu sehun menarik baju belakang chanyeol dan saat itu luhan membelalakan matanya kaget.
"Pheonix"
¤¤ From Another Galaxy ¤
Chapter 3
"Apa yang dilakukan si sehun itu? Aneh" gerutu baekhyun. Dan luhan tersenyum senang menatap sehun yang acuh setelah mengatakan "aku tidak sengaja" pada chanyeol sang pheonix.
"Baekhyun temani aku menemui chanyeol setelah pertandingan selesai ne" ucap luhan tersenyum.
"Mwo? Apa jangan-jangan luhan juga menyukai chanyeol?" Benak baekhyun.
"Ahaha, aku tidak menyukai chanyeol baekki ku. Kurasa aku bisa menanyakan padanya tentang orang yang kucari" ucap luhan tersenyum.
...
Luhan berlari girang menghampiri sehun.
"Usaha yang bagus sehunnie" ucap luhan mencubit pipi sehun gemas.
"Lepas" ucap sehun datar.
"Ahaha, kau ini" luhan tersenyum masam berdiri sambil mengipasi sehun yang terduduk dengan keringat ditubuhnya. Sejenak ia berlari kecaffetaria dan membeli 2 bubble tea choco untuk sehun dan taro untuknya sendiri.
"Sehunnie, hadiah untukmu" ucap luhan dengan senyum mengembang.
"Akhirnya kemampuanmu itu berguna juga" ucap sehun mengambil cup itu dan menyedot bubble kesukaannya.
Terdengar bisikan-bisikan fans sehun yang tidak suka kehadiran luhan maupun iri. Sadar akan itu luhan menjauh dari sehun dan memilih menghampiri baekhyun. Ia tidak enak dengan pandangan orang padanya.
Sehun menghela nafas, ia tau luhan yeoja polos dan manja. Ia tidak akan sanggup jika harus dibenci.
"Aish, kenapa aku sepeduli ini pada yeoja itu. Huhh ini semua karena kejadian malam itu" delik sehun sebal.
Flashback
GREP!
Sehun merasakan seseorang memeluknya.
"A-alien?"
"Ya kau ini, namaku luhan bukan alien" ucap luhan kesal melepaskan pelukannya.
Mereka saling bertatapan. Sehun merenyitkan keningnya.
"Berhenti membaca pikiranku" ucapnya lirih.
"Apa masalahnya kalau kau berkuasa, bukankah itu bagus" ucap luhan kecil.
"Kau sendiri yang membuat mereka menjauh sehun" tambah luhan seakan tau semua isi kepala sehun.
"Aku tau, aku memang tidak pernah merasakan hidup sendiri sepertimu. Aku hidup bersama orang-orang yang melindungiku, bersama kedua orang tua yang menyayangiku. Aku tidak akan pernah tau rasanya jadi dirimu" lirih luhan lagi.
"Aku senang kau ingin merubah sifatmu. Orang tuamu juga pasti akan senang. Salah paham itu wajar sehun" ucap luhan menatap sehun tersenyum.
"Salah paham itu wajar, karena kau tidak tau kebenaran. Dan kau sekarang tau kalau orang tuamu sangat menyayangimu, kau pasti senang kan? Sssstt! Mereka akan mengerti, karena mereka menyayangimu" ucap luhan memeluk hangat sehun.
"Aku bersalah karena selama ini membenci mereka" lirih sehun tanpa ia sadari cairan bening mengalir begitu saja dipelupuk matanya.
"Sehun! Kau sekarang tidak sendiri lagi. Kau pantas memiliki teman memiliki sahabat" ucap luhan tegas menghapus air mata sehun.
"Aku disini sebagai sahabatmu saat kau memerlukan sahabat, aku disini sebagai orang tuamu saat kau memerlukan kasih sayang orang tua. Sehun, aku ada disini" ucap luhan lembut, tatapan matanya seakan obat penenang bagi sehun.
"Terimakasih, luhan"
"Tentu, berbahagialah mulai saat ini. Maaf aku datang terlambat dan membuatmu sendirian selama ini" gumam luhan disela pelukan mereka.
Flasback end
"Ya! Mau kemana. Urusan kita belum selesai pada namja itu" panggil sehun merangkul pundak luhan.
"Apa?" Tanya luhan mengerjapkan matanya bingung.
"Kau yang menjelaskan padanya karena aku tidak ingin disangka orang gila"
"A-araseo"
Sehun dan luhan menghampiri namja yang tengah melap keringatnya dengan handuk kecil.
"Hey kau, dia ingin berbicara denganmu" ucap sehun santai. Chanyeol menatap luhan bingung sekaligus terpesona dengan kecantikan luhan. Sehun yang kesal dengan tatapan aneh mereka menyadarkan lamunan luhan.
"Bisa kau ikut kami sebentar?" Pinta sehun menuntun chanyeol dan luhan kelapangan basket indoor yang sepi.
"Ada apa?" Tanya suara bass chanyeol.
"Hmm, perkenalkan namaku luhan. Hmm aku ingin memberi tahumu tentang exo planet" ucap luhan memulai pembicaraannya. Sehun yang merasa malas mendengar itu memilih memasang ear phonenya. Beberapa saat luhan menjelaskan, berbanding terbalik dengan sehun. Chanyeol langsung percaya dan dengan kegirangan memeluk luhan.
"Jadi aku masih punya keluarga disana?"
"Hmm, sebenarnya bukan hanya diexo planet tapi juga dibumi"
"MWO?"
"Ya, begitulah. Kau bisa kan membantu kami menemukan yang lainnya?" Ucap luhan tersenyum pada chanyeol.
"Tentu saja, kita harus melindung exo planet. Tapi bagaimana menemukan yang lainnya?"
"Saat ini yang kutahu hanya mencari orang yang memiliki tanda seperti ini, seperti tanda dipunggungmu juga" ucap luhan.
"MWO? T-tanda seperti ini? Teman serumahku juga memilikinya"
Sehun dan luhan menatap chanyeol tidak percaya.
"Siapa dia? Kita juga harus memberitahukan ini padanya" ucap luhan memeluk chanyeol girang.
"Tentu, namanya kai. Tunggu sebentar ne aku telpon dia. Tapi dia orangnnya sedikit aneh, mungkin akan sulit" gerutu chanyeol mencoba menghubungi kai.
...
Luhan side
DEG!
K-kai?
Apakah aku sanggup bertemu dengannya lagi? Setelah apa yang terjadi padanya karenaku? Sanggupkah aku?
Aku memegangi dadaku yang terasa sakit karena memikirkannya. Bisakah kai memaafkanku? Atau ia akan hilang ingatan seperti yang lainnya?
"Bukankah dia orang yang kau cari?" Ucap sehun menghampiriku.
"E-em"
"Tapi kenapa kau terlihat tegang seperti ini?" Tanyanya.
"Anyia, hanya saja terlalu gugup bertemu dengan partnerku" ucapku bohong.
...
"Gawat! Kai akan pergi" ucap chanyeol memecahkan lamunanku.
"Mwo? Pergi? Kemana?" Tanyaku bingung, takut, gugup.
"Ia keluar negeri, ya .. Selama ini pekerjaannya tidak jelas, ia bermain dicasino akhir-akhir ini dan juga 2 hari terakhir ia mengatakan padaku kalau ia bermasalah dengan salah satu gangster disabuk" ucap chanyeol cemas.
"Ke-kemana? Kita harus segera menyusulnya? Sekarang!" Ucap luhan hampir bergetar.
"Di-dia sekarang dipelabuhan menuju macau" lirih chanyeol.
"S-sehunnie! Ayo kita kesana. Kita pakai mobilmu. Ayoo cepat sehunnie!" Rengek luhan yang sudah menangis, sehun sedikit kaget dengan reaksi luhan.
"Baiklah, tenang luhan. Dimana lokasinya? Kajja kita kesana chanyeol" "dibusan, pelabuhan mokpo. Kau tau kan sehun? Aku harus segera kerumah kata kai seseorang mungkin mencoba mengobrak-abrik rumahku" ucap chanyeol sedikit panik.
"Baiklah, oh iya jangan sampai kotak pandoramu hilang ne" ucap sehun menepuk bahu chanyeol dan segera menggandeng luhan keparkiran.
"Uljima, semuanya akan baik-baik saja" ucap sehun melewati koridor kampus. Luhan menggenggam erat tangan sehun.
Sehun mengendarai mobilnya berkecepatan penuh.
"Sehunnie aku takut kai dalam bahaya" lirih luhan.
"Dari tadi jantungku berpacu cepat sehun, ia baik-baik saja kan?"
"Hiks hiks" luhan menutup wajahnya menyembunyikan tangisnya.
"Kenapa kau begitu takut eoh? Dia akan baik-baik saja. Berhenti menangis"
"Kau tidak tau sehun, aku memiliki kontak batin dengannya. Entah saat ini aku merasakan ia dalam kesulitan" lirih luhan.
Sesampai didepan pelabuhan sehun segera melihat kearaah kapal disana.
"Chogiyo! Dimana kapal yang berangkat kemacau?" Tanya sehun pada salah-satu petugas dipelabuhan.
"N-ne? Baru saja pergi, mungkin 15 menit yang lalu" ucap orang itu bingung.
"Bisa kau hubungi nahkodanya untuk kembali? Akan kubayar berapapun itu"
"M-maaf tuan tapi tidak bisa karena mereka membawa orang penting, ehm seperti gengster" ucap orang itu sambil bergidik ngeri. Sehun menatap luhan yang masih tidak bergeming.
Segera sehun menghubungi bawahannya yang bisa melacak orang agar mengikuti kapal ini sampai kemacau dan menemukan kai.
Selama perjalanan luhan terdiam, wajahnya pun pucat.
"Gwaenchana?" Tanya sehun khawatir.
"A! Akkhh!" Luhan merasa bahunya seperti dipukul beban berat tertunduk dan jatuh pingsan dimobil.
"L-luhannie? Bangun!" Panggil sehun menghentikan mobilnya. Diamatinya wajah luhan, seketika sudut bibirnya seperti tertonjok mengeluarkan darah dan sedikit kebiruan.
"A? Apa yang terjadi? Aku bahkan tidak menyentuhnya?" Gumam sehun panik segera menghubungi dokter pribadinya dan langsung tancap gas kerumahnya.
"Apa yang terjadi padanya dok?" Tanya sehun gugup.
"Dia demam, dan juga sepertinya dia habis dipukuli tuan. Banyak luka lebam ditubuhnya. Saya sudah mengobatinya tapi mungkin akan lambat sembuh. Ini obat penghilang rasa sakit dan obat demamnya. Ia juga belum makan sepertinya" ucap dokter itu, sehun mendengar langsung menghampiri luhan.
"Maaf tuan aku mengganti bajunya tadi karena sangat sulit menjangkau memarnya" ucap dokter cantik bernama tiffani itu.
"Tidak apa-apa dok, tolong setiap hari rutin memeriksanya" ucap sehun masih menggenggam tangan luhan.
"Dan itu kalung yang dari tadi ia genggam aku melepasnya karena tangannya juga luka" ucap dokter tiffani menyerahkan kalung exo pada sehun.
"Kapan dia sadar?"
"Dia sedang tidur, mungkin beberapa jam lagi akan sadar" ucap tiffani.
"Baiklah, kau bisa pulang"
...
Sehun side
Apa yang terjadi padamu alien mesum, mengapa kau jadi seperti ini?
Aku mengelus surai goldnya, tubuhnya memang hangat.
"Luhan, sadarlah" lirihku. Dia adalah teman pertama, sahabat pertamaku, dan mungkin akan menjadi cinta pertamaku.
"Euung" luhan menggeliatkan tubuhnya kecil. Sehun kembali mengelus pucuk kepala luhan memberi ketenangan pada yeoja cantik ini.
"KAI!" Luhan terbangun dari tidurnya.
"A-aaghh!" Dipegangnya bahunya yang terasa sangat nyeri.
"Luhan? Kau sudah sadar? Apa yang terjadi?" Sehun berjalan meletakan bubur yang dibawanya kemeja nakas sebelah tempat tidurnya.
"Sehun? Dimana kalungku!" Pekik luhan.
...
"I-ini" segera digenggam luhan kalungnya.
"Ada apa?" Tanya sehun lagi.
"Dia sudah baik-baik saja" ucap luhan tersenyum.
"Apa maksudmu?" Tanya sehun bingung.
"Bukankan sudah kubilang, kalung ini dapat mengikat dirimu dan partnermu lebih kuat" ucap luhan tersenyum.
'Apa maksudnya ia sengaja menggantikan posisi kai menerima rasa sakit?' Batin sehun menatap luhan bingung.
"Benar sehun, kita harus cepat menemukan kai. Kita harus menyelamatkannya" lirih luhan memeluk sehun sambil terisak.
Sehun merasa ingin marah, tapi juga merasa sayang tidak ingin membentak yeoja yang kini didekapnya.
"Makan buburmu luhan" ucap sehun menatap luhan sendu.
"Buburnya tidak berasa" ucap luhan malas.
"Itu karena kau sakit lu, makanlah" bujuk sehun lagi, entah setelah bertemu dengan luhan kehidupannya berubah menjadi 180 derajat.
"Aku mau makan sup kimchi pedas sehunnie" ucap luhan.
"Ya! Nanti perutmu malah sakit!"
"Kalau begitu aku tidak mau makan". Sehun merasa urat lehernya menegang menghadapi tingkah kekanakan luhan.
"Baiklah, tapi habiskan buburnya dulu ne" bujuk sehun lagi.
"Aku tau kau bohong sehuun~"
"Aissh anak ini!" Umpat sehun ingin menjitak kepala luhan.
"Baiklah, kalau kau sembuh kau boleh makan sup kimchi pedas mu" ucap sehun mengalah.
"Gomawo" ucap luhan tersenyum mengecup pipi sehun singkat.
Sehun terdiam sejenak merasa darahnya naik sampai ubun-ubun karena entah ia tidak marah, ia senang luhan bersikap manis padanya. Setelah menenangkan dirinya dibalkon sehun kembali masuk kekamarnya, sudut bibirnya terangkat melihat luhan yang perlahan makan.
"Sini, biar aku suapi" ucap sehun duduk ditempat tidur king sizenya.
"Apa tanganmu masih sakit?" Tanya sehun disela menyuapi luhan.
"Em, ini pertama kalinya aku menjadi babak belur seperti ini. Dan juga demam. Oouuuhh sangat menyakitkan sehun" ucap luhan memeganggi bahunya yang mendapat lebam paling besar.
Hari sudah menjelang malam, sehun sedang keluar mengurus bawahannya dalam pencarian kai setelah menerima foto kai dari chanyeol.
"Luhan kau sudah tidur?" Tanya sehun memasuki kamarnya. Karena sehun merasa luhan lebih aman jika dikamarnya.
"Belum" gumam luhan. Sehun merenyitkan keningnya menghampiri luhan yang tengah sibuk memainkan smartphone galaxy s5 sehun keluaran terbaru.
"Hhmmpps, apa yang kau lakukan?" Tanya sehun menaiki tempat tidur lalu duduk disamping luhan.
"Ani, aku sedang belajar menggunakan ini sehunnie" ucap luhan tanpa mengalihkan perhatiannya dari smartphone sehun.
"Ya! Ya! Jangan mengirim pesan aneh!" Ucap sehun kesal.
"Kau dari tadi mengejekku! Aku mendengar pikiranmu sehun! Ajari aku!"
"Araseo, begini caranya"
...
"Hey alien mesum, aku pu-"
"Jinja! Kau membelikanku baju baru? Bagus-bagus? Omoo sehunnie!" Pekik luhan kesenangan saat baru saja mengetahui pikiran sehun. Tanpa menghiraukan rasa sakitnya ia berlari kekamarnya.
"Alien kamarmu disini" tunjuk sehun dipintu sebelah kamarnya.
Luhan memandangi baju-bajunya yang bagus.
"Gomawo sehunnie!" Pekik luhan menghambur kepelukan sehun.
"Ya ya ya! Berhenti memelukku seperti itu. Lihat bahumu nanti sakit" ucap sehun memegang kedua pundak luhan agar yeoja itu berhenti meloncat-loncat.
"Sehunnie, aku ikut kekampus ya hari ini. Aku ingin bermain bersama baekhyun" ucap luhan tersenyum.
"Andwae, kau masih sakit. Udaranya diluar dingin"
"Aaaaaa! Wae! Jebal sehunnie aku hanya perlu ikut denganmu lalu ada baekhyun yang menjagaku. Dan kau tau, baekhyun itu menyukai chanyeol" bisik luhan kikuk sambil tertawa kecil. Sehun hanya menatap luhan datar saat sifat aneh luhan kembali keluar.
"Whooaaah, mobil sehunnie banyak ternyata"
"Tentu, hmm aku naik yang mana ya" gumam sehun sombong pada luhan.
"Emm, yang ini! Ini bentuknya lucu" ucap luhan menunju lamborghini warna hitam putih keluaran terbaru dan edisi terbatas itu.
"Tidak buruk" gumam sehun memasukki mobilnya.
"Sehunnie? Kenapa tidak bisa dibuka!" Pekik luhan dari luar mobil. Sehun terkikik karena pintunya terkunci.
"Sehunnie, aku juga mau ikut" melas luhan dijendela.
Setelah mendapat omelan luhan disepanjang kampus, sehun bernafas lega karena luhan tidak lagi mengomel saat bertemu baekhyun yang katanya adalah sahabat pertama luhan dibumi.
"S-sehun?" Ucap baekhyun kaget saat sehun berjalan dibelakang luhan.
"Tidak perlu takut baek, sehun tidak makan orang kok" kekeh luhan dan hanya dapat tatapan datar sehun.
"Eh alien mesum, jangan macam-macam disini. Aah aku lupa memberimu ponsel" ucap sehun.
"Oh iya, ini!" Ucap baekhyun tersenyum mengeluarkan samsung s5 dengan sarung hellokitty untuk luhan.
"Eh? Gomawo baekhyunnie" ucap luhan girang memeluk tubuh baekhyun.
"Ini nomerku, kalau ada apa-apa hubungi ne. Dan juga jangan terlalu lelah lukamu belum sembuh" ucap sehun santai lalu meninggalkan luhan.
"Kalian seperti orang pacaran" gumam baekhyun.
"Luhan nuuna!" Pekik chanyeol merangkul tubuh pundak luhan. Luhan yang dapat mendengar pemikiran baekhyun segera melepas rangkulan chanyeol.
"Apa?"
"Ani, aku hanya ingin memberimu 2 jempol. Kau sangat hebat bisa menaklukan si ice prince itu" ucap chanyeol menepuk tangan.
"Mwoya!" Ucap luhan kesal meninggalkan chanyeol dan baekhyun.
"Kau pacaran denganya ya?" Cengir chanyeol.
"TIDAK!"Pekik luhan kesal berjalan menghentakan kakinya. "Ah, kalian serasi" ucap luhan santai berbalik kearah baekhyun dan chanyeol.
"Eh? Bau apa ini emmmh, enak" gumam luhan mengukuti bau harum tersebuut.
"Whoaa? Ke-las menma-sak" eja luhan didepan pintu. Dilihatnya didalam beraneka ragam kue-kue kering, kue ulang tahun, bolu, chocolate cake yang baru diolah.
"Permisi" tegur seseorang membawa nampan berisi adonan panas.
"N-ne, maaf" ucap luhan kikuk. Luhan meneguk air liur kasar saat melihat butter cake berwarna putih merah dan pink. Diam-diam ia ingin mencuil butter itu.
"Jangan disentuh!" Pekik seorang yeoja.
"E-eh?"
"Ya! Jangan disentuh itu harus dipotret dulu!" Omel yeoja itu lagi.
"M-miaan" ucap luhan melangkah mundur.
"Eh? Kau yeoja itukan? Pacar sehun?" Ucap yeoja menghampiri luhan.
"Eh? A-aniyo aku bukan pacarnya" tolak luhan, semua mata yeoja dan namja yang ada dikelas memasak memandang luhan takjub. Luhan sedikit menunduk malu.
"Kau mau mencicipi kue disini? Kalau mau duduk sebelah sini. Kami sudah mengambil potret untuk kue ini. Kau bisa memakannya" ucap yeoja canntik itu lagi.
"Em, gomawo. Perkenalkan namaku luhan. Dan namamu?"
"Luna, namaku luna" ucap yeoja itu tersenyum.
"Oh iya maafkan perlakuan kyungsoo tadi ne. Dan kumohon jangan adukan sehun. Bisa-bisa kelas kami dibubarkan" keluh luna.
"Eh? A-araseo" ucap luhan tersenyum kikuk. Ia tidak mau berpikir banyak dan memilih menikmati kue yang enak.
"Jongdae!" Pekik yeoja berwajah bulat menghampiri namja yang tengah berdiri didepan pintu lalu memberikan chocolate cake berbentuk hati. Luhan tertawa kecil pada pasangan itu. Tapi seorang yeoja bermata bulat yang bernama kyungsoo itu mengalihkan perhatiannya.
"Mengapa jantung yeoja itu berdetak seperti itu?" Gumam luhan.
"Tunggu! Hoksi dia dari exo planet?" Luhan memberanikan dirinya mendekati yeoja itu.
"Hey, perkenalkan namaku luhan" ucap luhan mencoba tersenyum menutupi kegugupannya.
"Kyungsoo, do kyungsoo" ucap yeoja itu tanpa menyambut tangan luhan.
"Eh, biar aku tebak. Kau punya tanda lahir yang unik kan ditubuhmu" tebak luhan tersenyum modus.
"Mengapa ia bisa tau?" Benak kyungsoo. Luhan tersenyum kecil membaca pikiran kyungsoo gotcha.
"Tidak, aku tidak punya" ucap kyungsoo meninggalkan luhan.
"Tunggu!" Luhan menarik tangan kyungsoo. Dirasakannya detak jantung kyungsoo berdebar cepat. Mereka terdiam sejenak.
"J-jangan sentuh aku" lirih kyungsoo dingin langsung meninggalkan luhan.
"Yeoja yang aneh? Kenapa dengannya?" Ucap luhan sebal. Lalu sebuah ide terlintas dikepalanya. "Mengapa aku tidak mengikuti namja yang bernama jongdae itu saja" gumam luhan tersenyum mengikuti jongdae dan yeoja chingunya itu.
"Aish, membuat iri saja" gerutu luhan saat mereka saling suap-suapan cake.
"Eh? Ternyata sudah mesum sifatmu suka menonton orang pacaran ya" kekeh sehun melihat luhan yang duduk didekat tumbuhan. Luhan menatap sehun kesal lalu menarik sehun ikut bersembunyi disebelahnya.
"Ya!"
"Sehunnie, namja itu salah satu dari exo planet" bisik luhan.
"Bagaimana ka-"
"Eiiy, kalian ini mojok aja kerjaannya" ucap suara bass dari belakang. Sehun dan luhan menatap namja itu dingin. Ingin rasanya sehun tendang wajah chanyeol jika anak itu bukan salah satu dari ksatria.
"Yack! Kau ini" ucap luhan kesal menarik lengan chanyeol ikut bersembunyi.
"Perkiraanku namja itu salah satu dari ksatria" ucap luhan.
"MWO? JONGDAE HYUNG?"
.
.
TBC
