THAT BABY / KYUMIN / GS / CHAPTER 10

Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper

Cast : kyumin, sibum, dll

genre : family

warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.


-Kyumin-

Kyuhyun kini tengah bersiap-siap. Berulang kali tangannya merapikan rambutnya yang sudah rapi. Tak lupa sebuah kemeja berwarna biru tua, dan jaket telah melekat pas pada tubuhnya.

"Kau tampan sekali Cho Kyuhyun" pujinya pada dirinya sendiri.

"Pagi-pagi seperti ini rapi sekali" heran Heechul tatkala melewati kamar puteranya yang tidak ditutup pintunya.

Kyuhyunpun menoleh, tersenyum begitu manis membuat sang ibu semakin heran dibuatnya.

Tanpa membalas ucapan Heechul, Kyuhyunpun langsung saja berjalan keluar dari kamarnya. Tak lupa dikecupnya dahi sang ibu ketika melewatinya.

Bersenandung dengan lirih menandakan jika suasana hatinya benar-benar begitu baik kala ini.

Dengan berdecih pelan, Heechul menyusul langkah puteranya menuju ruang makan.

Tanpa ada percakapan yang keluar dari tiga orang yang tengah berada di ruang makan itu, sarapanpun dengan cepat berakhir.

"Aku berangkat dulu umma, appa" pamit Kyuhyun tanpa menunggu balasan dari dua orang yang dibuat heran dengan tingkahnya yang diluar dari kebiasaan.

Dengan segera Kyuhyun pergi keluar rumah dan mengendarai mobil mewahnya dengan riang menyusuri indahnya kota Seoul di pagi hari.

"Ada apa dengan anakmu itu?" tanya Hangeng, sang kepala keluarga yang merupakan ayah kandung dari Cho Kyuhyun.

Heechulpun mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu.

"Aish, dia juga anakmu!" sungut Heechul.


Sangyoon dengan secepat kilat merangkak menuju dapur, mencari keberadaan sang ibu yang tidak didapatinya sesaat setelah ia bangun tidur.

Rengekan-rengekan disertai isakan kecil keluar begitu saja dari bibir kecil bayi itu.

"Mamamamamm... Hiks"

Sungmin yang merasa mendengar sesuatu yang memanggil-manggilnyapun berbalik dan tersenyum ramah saat diujung pintu dapur, terlihat bayi kecil nan gemuknya tengah merangkak cepat kearahnya.

"Mamama..." rengekan yang dikeluarkan bibir mungil itu seakan tak ada habisnya.

"Sudah bangun eoh?" tanya Sungmin setelah diangkatnya Sangyoon kedalam pelukannya.

Tanpa banyak kata, Sangyoon menenggelamkan kepalanya pada dada Sungmin, membuat Sungmin geli sendiri, karena Sangyoon juga menggesek-gesekkan kepalanya.

"Anak umma manja sekali, eoh? Ja! Sekarang waktunya Yoonnie mandi. Hari ini kita akan jalan-jalan" seru Sungmin senang.

Sebelum beranjak ke kamar, Sungmin mematikan dulu kompor yang tadi digunakannya untuk memasak itu.

"Umma, Minnie memandikan Yoonnie dulu ne?" ujar Sungmin pada Leeteuk yang barusaja kembali dari membangunkan anak-anak.

Leeteukpun mengangguk, kemudian beranjak untuk melanjutkan masakan Sungmin yang belum selesai.

"Uri Minnie sudah besar sekarang, yeobo-ya" gumam Leeteuk pelan entah pada siapa.

"Waaa!" seruan senang keluar begitu saja dari bibir kecil Sangyoon saat bayi kecil itu diangkat tinggi ke udara.

Sangyoon terlihat begitu gembira saat lelaki itu kembali mengangatnya tinggi-tinggi.

"Kyuhyun" ucap Leeteuk yang datang dari dapur itu dengan membawa satu nampan berisi sarapan Sangyoon dan sebotol susu, serta minuman untuk Kyuhyun.

Kyuhyunpun menghentikan aktivitasnya. Membungkuk sekilas kepada orang yang seumuran dengan orang tuanya itu.

"Selamat pagi, ahjumma" salam Kyuhyun sebagai tanda hormatnya pada wanita paruh baya itu.

Leeteukpun tersenyum saja menanggapi anak dari sahabatnya itu.

"Mam Mam Mam" ujar Sangyoon saat dilihatnya ada makanan yang biasa ia santap itu.

"Boleh saya yang menyuapinya ahjumma?" tanya Kyuhyun dengan nada yang sopan.

"Apa tidak merepotkan?" ujar Leeteuk dengan nada tak enak hati.

"Tentu saja tidak sama sekali" balas Kyuhyun.

Kyuhyunpun mengambil mangkuk berisi bubur bayi yang dicampur dengan irisan sayuran itu, kemudian menyuapkan bubur itu pada Sangyoon yang terlihat sudah tidak sabar.

"Eum, boleh ahjumma tanyakan sesuatu?" ujar Leeteuk.

Kyuhyunpun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Maaf kalau ahjumma terkesan terlalu mencampuri urusan pribadimu, tapi ahjumma hanya ingin tahu, ah lebih tepatnya ingin memastikan saja" ujar Leeteuk.

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya heran. Apa yang sebenarnya ingin ditanyakan wanita dihadapannya ini?

"Maksud ahjumma?" tanya Kyuhyun belum mengerti kemana arah pembicaraan kali ini.

Leeteukpun menghela nafasnya sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya.

"Apa sebenarnya kau menyukai Sungmin?" tanyanya kemudian.

Kyuhyun yang ditanyai pertanyaan frontal seperti itupun langsung saja gugup tentu saja. Gerakan tangan yang sebelumnya lihai menyuapi bayi di pangkuannya itupun kini menjadi terkesan kaku.

Kyuhyun bingung. Apa ia harus jujur? Atau tidak? Kalau jujur sekalipun sepertinya tak masalah, Leeteuk terlihat begitu ramah dan baik padanya.

"Eum... Ne" ujarnya sepelan mungkin.

Namun, Leeteuk dapat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan namja itu. Lagipula Kyuhyun juga mengangguk, menandakan kata 'iya' yang diucapkannya.

Leeteuk menghela nafas berat. Wanita paruh baya itu memang bukan tidak menyetujui atau apa, bahkan wanita itu mendukung jika Sungmin akan menikah lagi, untuk yang kedua kalinya. Dan Leeteuk berharap pernikahan Sungmin kelak akan menjadi yang terakhir.

Tapi, Leeteuk tentu saja kurang begitu yakin dengan namja yang duduk memangku Sangyoon itu. Bahkan namja yang mengaku menyukai Sungmin itu terlihat belum dewasa ketimbang Sungmin sendiri. Apa ia bisa menjadi kepala keluarga yang bijaksana? Bertanggung jawab? Ah, ia tak tahu harus bagaimana.

"Ahjumma? Kenapa melamun? Apa jawaban saya mengganggu pikiran ahjumma?" tanya Kyuhyun sedikit khawatir.

"Ah, tidak" ujarnya keluar dari pemikiran-pemikirannya.

"Ahjumma memang sudah mengira dari awal, melihat dari tingkah lakumu" lanjut Leeteuk.

Kyuhyunpun terlihat malu. Apa ia sebegitu tidak bisanya menutupi perasaannya sendiri? Kyuhyunpun merutuki tingkah lakunya yang telah ia lakukan.

"Guraeyo..." ujar Kyuhyun canggung.

"Ahjumma hanya berharap, jika kau benar-benar menyukai Sungmin dan serius, jangan pernah mempermainkannya, atau memberikannya harapan palsu sekalipun. Sungmin hanyalah wanita rapuh yang butuh perlindungan dibalik sikap tegarnya. Buatlah Sungmin merasakan kebahagiaannya" ujar Leeteuk dengan tatapan memohon.

Leeteuk tak mau Sungmin terus saja menaruh harapan lebih pada Jungmo, namja yang dulu menjadi teman kecilnya, dan kini Jungmo bahkan hanya menganggapnya sebagai adik kecilnya, tidak lebih.

Hening sejenak. Kyuhyun terus saja memikirkan apa yang diucapkan Leeteuk. Ia sadar jika diumurnya yang sekarang ini, tak ada yang namanya main-main lagi seperti waktu remaja dulu. Ia harus berubah. Menuruti permintaan ibunya yang terus saja mendesaknya untuk menikah.

"Ne, tentu saja" ujar Kyuhyun mantap, membuat Leeteuk melengkungkan bibirnya membentuk senyuman.

"Serius sekali" ujar Sungmin yang barusaja keluar dari kamarnya.

Wanita itu kini telah rapi, dengan baju atasan berwarna pink yang begitu pas terpasang di tubuhnya, menjuntai hingga lututnya yang tertutupi oleh celana kain berwarna hitam. Tas selempang berwarna pink sudah berada di bahunya. Tak lupa, Sungmin juga membawa perlengkapan Sangyoon di tas bayi milik Sangyoon.

Kyuhyunpun tersenyum melihat kedatangan wanita yang telah memikat hatinya itu.

"Sudah siap, eoh? Kalau begitu cepatlah kalian berangkat sebelum matahari semakin terik" ujar Leeteuk seraya bangkit dari posisi duduknya.

"Eum" gumam Sungmin seraya mengambil alih Sangyoon dari pangkuan Kyuhyun.

Namja kecil itu terlihat sudah kenyang dengan sarapan paginya.


-KYUMIN-

Water Park kini tidak begitu ramai, namun tidak bisa dikatakan sepi juga. Karena hari ini bukan hari libur sekolah ataupun libur orang kantoran.

Mata bulat Sangyoon terus saja mengagumi apa saja yang dilihatnya. Maklum saja, bayi gemuk itu tidak pernah berkunjung ke Water park, ini yang pertama kali baginya.

"Wah, Yoonnie lihat ada ikan yang sangat besar disana" ujar Sungmin seraya menunjuk salah satu arah dengan jari telunjuknya.

Sangyoon yang berada di gendongan Kyuhyun itupun mengikuti arah jari telunjuk Sungmin. Bibir kecilnya mengocehkan sesuatu tak jelas yang hanya ia saja yang tahu.

"Gugunananaha" Sangyoon juga ikut menunjuk-nunjuk arah yang ditunjuk Sungmin.

"Kaja, Kyu. Kita kesana!" ujar Sungmin semangat.

Bahkan tanpa ia sadari, tangan putih halusnya kini tengah menggandeng lengan Kyuhyun, mengajaknya menuju tempat yang ia tunjuk tadi.

Kyuhyunpun tersenyum senang, jantungnya kini berdebar-debar tak karuhan. Bayangkan saja, kulitnya kini dapat bersentuhan langsung dengan kulit Sungmin. Rasanya Kyuhyun ingin terus seperti ini saja.

"Ikan... I... Kan..." ujar Sungmin yang tepat berada dihadapan Sangyoon.

Jantung Kyuhyun terus saja berdetak begitu cepatnya. Jarak antara ia dan Sungmin begitu dekat.

Sedangkan Sangyoon hanya melihat apa yang dilakukan Sungmin, mendengar apa yang diucapkan Sungmin.

"I... Kan..." Sungmin tak menyerah untuk mengulang-ulang kata yang sama pada Sangyoon.

"Ikuti umma sayang, i... kan..." lanjutnya.

"Mamamamama" ujar Sangyoon setelah mendengar kata 'Umma' terucap.

Sungminpun menggeleng, "Bukan umma, tapi ikan, ikan"

Sangyoon yang merasa bosan dengan apa yang diucapkan ibunya itupun mendongak kearah namja yang menggendongnya, Kyuhyun.

"Wae?" tanya Kyuhyun.

"Mamamama tatatttanana" jawab Sangyoon seakan mengerti dengan apa yang ditanyakan Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, tak mengerti dengan kearah mana pembicaraan Sangyoon.

"Jangan mengadu! Gemar sekali mengadu" sungut Sungmin pada Sangyoon.

Kyuhyunpun terkekeh melihat tingkah imut yeoja dihadapannya. Ingin rasanya namja berkulit pucat itu mencium bibir merah merona milik gadis yang tengah mengerucut itu. Tapi, ia cukup tahu diri untuk tidak melakukannya. Ya, sekarang bukan waktu yang tepat.

Sangyoon sontak saja kembali mengarahkan kepala bulatnya kearah sang ibu, dan kembali mengoceh dengan bahasa bayinya yang tidak bisa dimengerti oleh Sungmin ataupun Kyuhyun.

"Bagaimana kalau kita berenang?" ujar Kyuhyun ditengah perdebatan antara ibu dan anak itu.

"Tapi, aku tak membawa pakaian renang ataupun pakaian ganti" balas Sungmin.

"Kita bisa menyewa pakaian renang dan membeli pakaian gantinya" ujar Kyuhyun.

Sungminpun berfikir sejenak, ia jadi merutuki idenya untuk mengunjungi water park yang penuh dengan air. Seharusnya ia berfikir mengenai kebun binatang atau tempat lain yang setidaknya keadaannya 'kering'.

"Hmm... boleh juga. Apa kau juga tak membawanya?" tanya Sungmin yang menyadari kata 'kita' yang berarti ia dan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya cengengesan saja membenarkan ucapan yang Sungmin katakan.


Kaki-kaki kecil itu bergerak dengan gesitnya di dalam air, begitupun tangan mungilnya yang dengan senangnya menepuk-nepuk keras permukaan air, sehingga menimbulkan cipratan-cipratan.

"Yoonnie senang, eoh?" tanya Kyuhyun yang tengah mendorong pelan pelampung bayi yang digunakan Sangyoon.

Tawa cempreng itu kembali terdengar dengan begitu memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya.

"Yoonnie, umma bawakan ini" ujar Sungmin sesaat setelah ia berada di dekat Sangyoon.

Bayi kecil nan gemuk itu langsung saja menyambar mainan-mainan karet dengan berbagai bentuk yang Sungmin bawa.

Sedangkan Kyuhyun, hampir saja memelototkan kedua matanya saat melihat tubuh Sungmin yang berbalut pakaian renang untuk wanita itu.

Berulang kali diteguknya air liur yang tanpa sadar terus saja berproduksi itu dengan susah payah.

"Kyuhyun?" panggil Sungmin seraya melambaikan telapak tangannya didepan wajah namja yang tengah diam itu.

Panggilan pertama nampaknya tak membuahkan hasil yang berarti, Sungminpun kembali mencoba, "Kyuhyun!" kali ini seperti tengah berteriak.

Dan berhasil, namja yang tengah melamun itu sadar juga.

"Kenapa diam saja?" tanya Sungmin lembut.

"Apa sakit?" gumam Sungmin pelan.

Kyuhyunpun menggelengkan kepalanya diiringi dengan senyum, "Gwenchana" ujarnya.

"Bagaimana hubunganmu dengan Qiannie?" tanya Sungmin setelah mereka terdiam sesaat.

Seakan lupa dengan cerita karangan sepupunya itu, dengan santainya Kyuhyun menjawab, "Kami baik-baik saja".

Sungmin hanya membulatkan bibirnya membentuk huruf 'o' yang menambah kadar keimutannya.

Oh, tak taukah kau Lee Sungmin bagaimana reaksi tubuh Kyuhyun saat merespon setiap gerak-gerikmu?

"Kudengar ia dekat dengan Jungmo, ya?" tanya Kyuhyun.

Kedua bola mata Sungmin memanas mendengar satu nama yang kini berada di hatinya itu, untuk sementara ini.

"Gu.. rae.. yo?" gagap Sungmin yang juga baru tahu mengenai berita tersebut.

Kyuhyun yang menyadari perubahan raut wajah Sungmin itupun hanya bisa diam saja, dia tak seharusnya bersedih, karena memang Jungmo yang lebih dulu berhasil mendapatkan hati wanita yang berada dihadapannya itu. Tapi, bukan berarti Jungmolah pemenangnya, masih banyak waktu untuk menjadi pemenangnya.

"Dari apa yang kulihat, kurasa Qian begitu menyukai Jungmo" balas Kyuhyun.

'Apa karena itu, Jungmo membatalkan rencana jalan-jalan kali ini?' batin Sungmin sedih.

"Jinja?" tanya Sungmin dengan nada sedih yang sangat kentara.

"Bagaimana denganmu? Qiannie saja sudah mendapatkan penggantimu" lanjutnya mengalihkan pembicaraan mengenai namja yang dicintainya.

Kyuhyunpun tampak tersenyum sekilas.

"Aku juga sudah mendapatkan penggantinya" ujarnya dengan senyuman.

Sungminpun memiringkan kepalanya, yang terkesan benar-benar lucu di mata Kyuhyun.

"Eoh? Kenapa kalian begitu cepat saling melupakan? Apakah itu yang selalu dilakukan oleh pasangan yang saling mencintai saat mereka berpisah?" tanya Sungmin.

Ia benar-benar heran dengan Kyuhyun serta Qian. Raut wajah mereka menggambarkan jika tak terjadi apapun, tak ada rasa cemburu, marah, ataupun sedih.

Berbeda sekali dengan Sungmin yang selalu teraduk-aduk perasaannya jika menyangkut Jungmo, padahal mereka tak punya hubungan apa-apa, hanya sebatas teman serta rekan kerja.

Kyuhyunpun hampir saja mengeluarkan tawanya jika saja ia tak mengingat mengenai kisah 'cinta'nya dengan Qian.

"Tidak juga. Aku hanya mencoba untuk tak selalu terpuruk pada masa lalu. Kenapa harus selalu mengingat masa lalu jika yang kita hadapi adalah masa depan? Bukan begitu?" ujar Kyuhyun asal.

Sebenarnya ia juga bingung harus berkata apa lagi, dan yah seperti itulah yang keluar dari bibirnya.

"Benar. Seharusnya masa lalu itu hanya sebagai pembelajaran saja" ujar Sungmin pelan.

Kyuhyunpun merasa tak enak setelah mendengar tanggapan Sungmin. Kyuhyun jadi ingat dengan mantan suami Sungmin yang sudah menikah lagi beberapa waktu yang lalu.

Dengan lancangnya, tangan Kyuhyun menggapai tangan halus nan lembut milik Sungmin.

"Gwenchana? Maaf" ujarnya.

Sungminpun menggeleng, "Tidak, aku tidak apa-apa" ujar Sungmin disertai senyum hangatnya.

"Ah, kapan aku bisa berkenalan dengan wanita spesialmu itu?" tanya Sungmin ceria.

Kedua tautan tangan mereka belum juga terlepas.

'Bagaimana aku bisa mengenalkannya padamu jika kaulah wanita spesial itu?' batin Kyuhyun.

"Aku masih dalam tahap pendekatan, jadi belum bisa" ujar Kyuhyun.

"Seperti itukah? Sayang sekali ya" ujar Sungmin dengan raut wajah kecewa.

Tiba-tiba saja, muncullah bola lampu yang terang diatas kepala Kyuhyun, menandakan jika namja tampan itu tengah memiliki ide yang brilian, menurutnya.

"Kalau boleh, apakah kau bisa membantuku? Agar bisa lebih dekat dengannya?" ujar Kyuhyun penuh harap.

Sungminpun tampak berfikir sejenak sebelum menganggukkan kepalanya.

Kyuhyun yang melihat jawaban Sungmin itupun nyaris bersorak gembira. Jika begitu, ia jadi memiliki alasan untuk bertemu dengan Sungmin.

"Gomawo" ujar Kyuhyun tulus.

Sungminpun hanya membalasnya dengan senyuman manisnya.

"Aigoo, pantas saja Yoonnie dilupakan begini" ujar sebuah suara menginterupsi.

Sontak saja dua orang itu mengarahkan kepala mereka pada sumber suara itu.

"Mammmaa..." seru Sangyoon.

"Loh, Siwon oppa? Kenapa Yoonnie bisa bersama oppa?" heran Sungmin seraya mengambil alih Sangyoon.

"Seperti tak tahu saja bagaimana ulah anak kita itu" ujar Siwon dengan santainya.

"Nakal sekali eoh?" ujar Sungmin seraya mencubit gemas pipi gembil puteranya itu.

Sangyoon dengan gembiranya hanya mengumbar tawa lucunya, menampakkan dua giginya yang baru tumbuh itu.

"Oppa sendiri?" tanya Sungmin seraya mengambil alih Sangyoon.

"Ani, aku bersama Kibummie" jawab Siwon santai.

Sungminpun mengedarkan pandangannya ke sekitar, tapi tak didapatinya sosok yang namanya barusaja disebut Siwon itu.

"Dia sudah selesai berenangnya, dan sekarang sedang mandi" jelas Siwon saat tahu gelagat mantan istrinya itu.

"Yasudah, aku mandi dulu. Sebelum Kibum mencariku, dan berakhir aku yang diomelinya seharian" pamitnya sebelum pergi.

"Wonnie oppa memang suami idaman" gumam Sungmin.

"Lalu, kenapa kalian bercerai?" tanya Kyuhyun dengan hati-hati.

Ia hanya takut jika Sungmin akan tersinggung dan marah padanya karena menanyakan perihal masalah pribadi.

Kyuhyun tak mau dicap sebagai namja yang ingin tahu bahkan ikut campur masalah pribadi orang lain. Hei, ia sedang dalam pendekatan, jadi harus menjaga image bukan?

"Karena kami memang tidak berjodoh" jawab Sungmin ringan.

"Maksudmu?"

"Siwonnie oppa memang tak seharusnya menikah denganku" ujar Sungmin.

Kyuhyunpun semakin bingung saja dengan jawaban yang dilontarkan Sungmin.


-KYUMIN-

"Bagaimana dengan ini?" tanya Sungmin.

Ia menunjukkan sebuah penjepit rambut sederhana berwarna pink pada Kyuhyun.

"Kau menyukainya?" tanya balik Kyuhyun.

Sungmin mendengus kesal, "Ini kan untuk wanita yang kau dekati, kenapa tanya padaku?!" sungutnya yang terlihat menggemaskan di mata Kyuhyun.

Kini, Kyuhyun, Sungmin, dan Sangyoon tengah berada di sebuah toko aksesoris yang lumayan besar.

Kyuhyun tengah menggendong Sangyoon yang dengan senangnya memeluk sebuah boneka ikan besar yang dibelikan Kyuhyun di Water Park tadi.

Sedangkan Sungmin tengah memilih-milih hadiah yang akan diberikan Kyuhyun pada wanita yang disukainya.

"Kupikir selera semua wanita sama saja" ujar Kyuhyun.

Tangan Kyuhyun beralih mengambil sebuah penjepit rambut bergambar kelinci, kemudian memakaikannya di rambut tipis Sangyoon.

"Aigoo, cantik sekali" pujinya menatap Sangyoon gemas.

Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal. Kyuhyun menyuruhnya memilihkan hadiah, tapi ia sendiri malah bermain dengan Sangyoon.

Jari jemari Sungmin kini mulai mencari sebuah barang yang terlihat menarik di matanya.

"Ah! Bagaimana kalau ini?" tanya Sungmin seraya mengambil barang itu dari tempatnya, kemudian ditunjukkan pada Kyuhyun.

"Kalung?" ujar Kyuhyun.

"Eum" gumam Sungmin disertai anggukkan.

Ya, sebuah kalung perak rantai dengan sebuah liontin. Begitu cantik.

Kyuhyunpun mengambil kalung itu, "Berbaliklah" perintah Kyuhyun.

Setelah Sungmin berbalik, Kyuhyun dengan sedikit kesusahan memakaikan kalung itu di leher putih Sungmin.

Kemudian, Kyuhyun membalikkan tubuh Sungmin kembali menghadap kearahnya.

"Cantik" ujar Kyuhyun tanpa sadar.

"Ne, kalungnya memang cantik" ujar Sungmin menambahkan.

Kyuhyun hanya tersenyum canggung saja, "Baiklah, kita beli yang ini saja" ujar Kyuhyun.

Sungminpun mengangguk pertanda kalau ia juga setuju, "Tapi, tidak dengan yang itu" ujarnya seraya menunjuk kepala Sangyoon.

"Wae? Bukankah ini terlihat sangat lucu jika dipakai Sangyoon?" ujar Kyuhyun.

"Tapi, anakku itu namja" ujar Sungmin menekankan pada kata terakhir.

Namun, Kyuhyun tak begitu mempermasalahkan apa yang diucapkan Sungmin. Baginya, Sangyoon terlihat lebih lucu dan imut jika mengenakan penjepit rambut yang dipilihnya. Tak peduli apa gender bayi itu.

Karena tak mendapat respon, Sungmin akhirnya mengalah, dan membiarkan puteranya mengenakan penjepit rambut itu.

Ketika Sungmin akan melepas kalung yang ia kenakan, tangan besar Kyuhyun menahannya.

"Wae?" tanya Sungmin.

"Untukmu saja. Lebih cantik bila kau kenakan" jawab Kyuhyun.

Tanpa Sungmin ataupun Kyuhyun sadari, wajah Sungmin terlihat sedikit merona. Sungmin tak tahu apa penyebabnya, ia tak mau ambil pusing akan hal itu.

"Lalu, bagaimana dengan yeojamu?" tanya Sungmin.

"Gwenchana, kita bisa membelikannya lain kali" jawab Kyuhyun.

Memang tujuan Kyuhyun hanya ingin pergi bersama Sungmin. Jadi, dengan mengatakan 'lain kali', bukankah masih ada kesempatan Kyuhyun untuk jalan bersama Sungmin.

"Ah, begitu" ujar Sungmin lirih.

Entah kenapa ia hanya menyetujui saja ucapan Kyuhyun, tanpa ada penolakan. Nyatanya Sungmin juga senang jalan-jalan begini, apalagi Sangyoon juga ikut. Sekalian menyegarkan otak dari tumpukan berkas-berkas kantor yang sudah menantinya.

"Kita cari makan siang, eoh?" ajak Kyuhyun yang kembali membuahkan anggukkan oleh Sungmin.

Setelah membayar, merekapun berjalan kearah sebuah restoran terdekat, jadi tidak perlu menaiki mobil.


Kedua mata Sungmin sedikit berbhnar kala mendapati makanan kesukaannya ada pada deret menu.

"Sup labu dan orange juice" ujar Sungmin pada pelayan.

"tofu pedas dan lemon tea" ujar Kyuhyun.

Sang pelayan langsung saja mencatat pesanan pelanggan.

"Ada lagi?" tanya pelayan itu memastikan.

"Ah, bisa minta mangkuk kecil, sendok, dan air hangat?" tanya Sungmin.

"Tentu, nyonya" ujar pelayan itu seraya meninggalkan tempat itu.

"Untuk apa?" tanya Kyuhyun bingung.

Sungminpun mengeluarkan beberapa barang dari dalam tasnya. Botol susu, sebungkus bubur instan, serta sebungkus bubuk susu formula. Meletakkan semua itu diatas meja.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti. Tentu saja Sangyoon juga butuh makan.

Seorang pelayan datang membawa mangkuk kecil serta air hangat. Sungminpun mulai meracik makan siang untuk Sangyoon yang masih belum bosan dengan boneka barunya di pangkuan Kyuhyun.

Disela kegiatan Sungmin, Kyuhyunpun membuka suaranya, "Kenapa susu formula?" tanya Kyuhyun.

Sungminpun menghentikan kegiatannya yang tengah mengocok botol susu Sangyoon, kemudian meletakkan botol susu itu diatas meja.

"Lalu, kau pikir aku akan menyusuinya disini?" ujar Sungmin.

Kyuhyun sedikit gelagapan dengan ucapan Sungmin. Bukan seperti itu maksudnya sebenarnya.

"Hhh... Bolehkah aku bercerita padamu?" tanya Sungmin.

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju. Ia masih sedikit malu walau hanya sekedar untuk berbicara.

"Bagaimana aku bisa menyusuinya kalau bahkan bukan aku yang melahirkannya" ujar Sungmin dengan tenang.

Kyuhyun terlihat terkejut, tapi ia berusaha untuk menutupinya walau sebenarnya gagal. Lihat saja kedua bola matanya yang terbuka lebar itu.

"Mwo?!" serunya kaget.

"Aish, tidak perlu terlalu terkejut begitu" ujar Sungmin.

"Tapi, bahkan mata dan bibirnya sangat mirip denganmu" ujar Kyuhyun masih belum percaya.

Sungmin hanya mengangkat kedua bahunya pertanda ia juga tidak tahu.

"Ia berasal dari panti yang kutinggali. Aku dan Wonnie oppa mengangkatnya sebagai anak kami" jelas Sungmin.

Kyuhyun hanya ber'oh' saja, walau pada kenyataannya ia masih terkejut dengan kenyataan yang diucapkan Sungmin.

Pesanan yang mereka pesan sudah berada di hadapan mereka. Kyuhyun hanya memilih diam saja seraya menikmati makan siangnya, masih terlalu syok mungkin.

Sedangkan Sungmin dengan telaten menyuapi puteranya yang terlihat lahap itu.

Setelah Sangyoon selesai makan siang, kini gantian Kyuhyun memberi minum serta menidurkan Sangyoon. Lelaki itu menggendong Sangyoon, mengajaknya ke depan restoran, meninggalkan Sungmin yang menikmati makan siang. Bukankah mereka sudah seperti sebuah keluarga kecil yang harmonis? Bekerjasama merawat sang buah hati?

"Kalau Sangyoon bukan anak kandung Sungmin dan Siwon, jadi mereka tidak menghasilkan(?) anak dalam pernikahan mereka, bukan?" gumam Kyuhyun sambil menggoyang-goyangkan tubuh gemuk Sangyoon yang tengah menikmati susunya.

"Tidak ada ikatan apapun" gumamnya.

"Tapi, kenapa bisa? Apa diantara mereka ada yang tidak 'subur'? Atau bahkan mereka tidak pernah melakukan'nya'?" lirih Kyuhyun masih berfikir.

Membayangkan pertanyaan terakhirnya, membuat Kyuhyun tersenyum-senyum sendiri. Entah apa yang dipikirkan namja Cho itu, bahkan Sangyoonpun tidak peduli, lebih mementingkan susunya.

Tak berselang lama, bayi itu sudah tidur, serta botol susu yang telah kosong.

"Pantas saja kau gemuk begini. Walaupun tidak mendapatkan ASI, tapi makanan dan minumanmu banyak rupanya" ujar Kyuhyun seraya mengecup kepala bayi yang telah tidur itu.

Kyuhyunpun kembali masuk kedalam restoran, kemudian kembali ke mejanya tadi.

"Kaja kita pulang. Aku sudah membayarnya" ujar Sungmin.

Kyuhyun jadi tak enak sendiri. Ia kan laki-laki, seharusnya dalam hal bayar-membayar ialah yang harus melakukannya.

"Terima kasih untuk hari ini" ujar Sungmin tulus.

Kyuhyun tersenyum kikuk. Sebelah tangannya mengusap kasar rambutnya sendiri. Ia tengah grogi sekarang.

Sungmin mengambil alih Sangyoon yang terlihat nyaman di pundak Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun beralih membawa boneka ikan milik Sangyoon.


-KYUMIN-

TBC?/END?

Mian updatenya lamaaaaa+pendek+ngebosenin... #bungkuk2

makasih sama yang udah RnR!

n jangan lupa RnRnya!