Perkiraanku namja itu salah satu dari ksatria" ucap luhan.

"MWO? JONGDAE HYUNG?"

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

Chapter 4

A'l

"MWO? JONGDAE HYUNG?"

Merasa namanya dipanggil jongdae menghampiri pemilik suara yang memang dikenalnya itu.

"Chan- s-sehun?" Ucap jongdae kaget.

"Hyung perkenalkan dia luhan, katanya kau punya tanda seperti simbol ditubuhmu yang unnik?"

"Eh? Maksudmu ini?" Tanya jongdae memperlihatkan simbol thunder ditangannya.

"Eh benar seperti ini lu?"

"Em, aah aku senang sekali selamat datang chen" ucap luhan memeluk jongdae.

"Ehm!" Sehun menginterupsi.

"E-eeh pacarnya cemburu" ejek chanyeol dan mendapat tatapan dingin sehun.

Kini mereka ada diatas atap kampus, chanyeol dan luhan bersemangat menjelaskan semua pada jongdae atau nama exo planetnya adalah chen.

"Baiklah, aku akan bergabung dengan kalian menyelamatkan planet asal kita! Dan mencari kesatria lainnya" ucap chen tersenyum.

"Gomawo hyung"

"Xie xie chen"

"Tunggu! Kalau begitu aku akan membawa minsoek juga kesini!" Pekik chen girang.

"Eh? Andwae! Kau tidak boleh memberitau ini pada manusia biasa!" Tolak chanyeol.

"Aniyo, bukankah kau bilang kesatria memiliki tanda simbol, minseok juga punya tandanya seperti salju. Tunggu disini tadi aku sudah mengiriminya pesan. Dan! Itu dia sudah sampai" seketika wajah luhan berbinar kesenangan sama halnya chanyeol sehun hanya tersenyum kecil. Dan kembali dengan semangat 45 chanyeol dan luhan menerangkan segalanya dari awal pada minseok. Yaaa walaupun minseok sangat sulit dibuat percaya tapi sehun lebih parah.

"E-eem, baiklah aku akan membantu bagaimanapun exo planet adalah planet asalku" ucap minseok tersenyum kecil.

"Baiklah aaah, hari ini seperti mimpi saja kita sudah menemukan 3 kesatria lainnya jumlah kita sekarang ada 5 ditambah kyungsoo dan kai jadi 7 tinggal 5 orang lagii!" Seru chanyeol.

"Em, aku tidak sabar ingin mencoba kekuataanku. Pasti menyenangkan"

"Tentu saja saja xiumin" ucap luhan memanggil nama exo planet minseok.

"Gomawo xiumin!" Pekik chanyeol dan luhan langsung berpelukan pada xiumin dan chen.

"Ya! Sehunnie! Kau ini! Sekarang kita memiliki 2 keluarga baru lagi" ucap luhan menarik sehun dan saling berpelukan dengan chanyeol dan chen.

"A! Aaah! Chankam! Aahh bahuku!" Pekik luhan merasa nyeri dibahunya. Sehun segera membenarkan posisi tangan luhan.

"Sudah, jangan banyak bergerak lagi"

"A-araseo"

"Apa yang-"

"Masalah kecil chanyeol, kemaren aku mengalami sedikit kecelakaan" ucap luhan tau apa yang chanyeol pikirkan.

"Jadi bukankah ini saatnya kita memulai latihan kita nuuna?" Rayu chanyeol.

"Emm, sebe-"

"Belum saatnya chanyeol, kau tidak lihat kondisi luhan sedang tidak stabil tadi malam ia demam dan juga tubuhnya babak belur karena k-" ucapan sehun terpotong saat luhan mencubit pahanya.

"Eh? Nuuna? Apa yang terjadi sebenarnya?"

"Yaa, aku babak belur karena mencoba belajar naik sepeda sendiri dan akhirnya terjatuh keselokan" ucap luhan lagi bohong. Sehun hanya memutar bola matanya malas.

"Sekarang kita fokus pada yeoja bernama kyungsoo itu. Karena dia salah satu dari kita. Dan juga ia sepertinya menghindari kita" ucap luhan.

"Kau bisa menggunakan kekuasaanmu sehun?" Ucap chanyeol santai.

"Yack! Maksudmu memaksanya begitu! Dasar! Kau tidak boleh seperti itu!" Omel luhan pada chanyeol.

"emm.. Permisi" suara seorang namja mengalihkan ke5 orang yang ada diatap kampus itu.

"Nugu?" Tanya chanyeol.

Luhan menatap lekat namja putih, berwajah angelic itu. Tentu ia sudah tau apa yang dipikirkan namja itu.

"Tuan puteri luhan, maaf aku mengetahui ini terlambat. Aku baru mendapatkan ingatanku kembali saat panglima siwon mengirimkan pesan untukku. Perkenalkan namaku suho salah satu kesatria exo. Powerku water dan aku leader ke2. Suatu kehormatan bisa bertemu langsung pada anda tuan puteri" ucap namja itu merlutut dihadapan luhan. Luhan terseyum kecil. Rasanya ini pertama kalinya ia dianggap puteri mahkota dibumi, bahkan para kesatria ini tidak ada yang menghormatinya layaknya tuan puteri.

Luhan menghampiri suho.

"Terimakasih sudah datang suho, kau tidak perlu bersikap seperti itu. Lihat lah mereka saja sama sekali tidak menganggapku tuan puteri. Ck" ucap luhan tertawa kecil.

"Tapi puteri, kerajaan sangat mengkhawatirkanmu"

"Tenang lah, katakan pada ratu dan raja aku baik-baik saja. Telepatiku ke exo planet rusak saat aku menginjak bumi"

"Baik tuan puteri, aku akan melayani anda mulai saat ini dan membimbing kesatria yang lain" ucap suho menundukan kepalanya memberi hormat.

Sedangkan sehun, chanyeol dan chen terperangah hebat melihat perlakuan suho. Dan sehun yang paling cengo.

...

Kini mereka berada dirumah sehun. Saat memasuki rumah sehun mata chanyeol dan chen seakan tidak bisa berkedip. Rumahnya begitu mewah, bernuansa eropa dan begitu berkelas.

"Kita bicarakan dikamarku saja, akan susah nanti jika para maid mendengarnya" ucap sehun membuka pintu kamarnya.

"Daebak, kau sangat kaya raya oh sehun" gumam chanyeol.

"Em, seperti istana" kagum xiumin

"Jadi suho, kau tau segalanya tentang para kesatria?" Tanya luhan. Hunyeolchenmin memperhatikan dengan seksama.

"Ya begitulah tuan put-"

"Cukup luhan" interupsi luhan.

"Begitulah luhan, aku sudah melakukan persiapan selama sebulan melatih kekuatanku dan mencarimu. Aku bisa melatih kalian" ujar suho bijaksana.

"Aah, terimakasih suho-ya. Kau tau saat pelatihan power diexo planet aku selalu membolos" ucap luhan kikuk dan seketika suho, sehun, chanyeol, chen dan xiumin menampakan wajah sweatdrop -_-'

"Jadi kau bisa melatih kami sekarang?" Tanya chanyeol.

"Belum sekarang, yang terpenting saat ini kita harus mempererat hubungan kita" ucap suho.

"Maksudmu?"

"Kau chanyeol, apa kau tau xiumin tinggal dimana? Apa kau tau kelemahan luhan? Apa kau tau sifat sehun yang asli. Pertama tama kita harus saling mengetahui" ucap suho bijak.

"Maaf, ini sudah hampir jam 6 aku harus bekerja" interupsi xiumin.

"Eh? Bekerja? Kau bekerja?" Tanya luhan bingung.

"Em, begitulah. Aku tidak sekaya sehun, luhan. Em aku harus pergi ne. Nanti aku bisa dipecat oleh bosku jika terlambat" ucap xiumin pamin.

"Aku yang akan mengantar" ucap chen.

"Kalau begitu aku ikut!" Tambah luhan lagi.

"Lu, kau masih harus periksa" tegur sehun.

"Tapi sehunie, aku mau ikut bersama mereka"

"Hyung, ini nomerku. Kirimkan alamat cafe xiumin nunaa bekerja nanti aku akan kesana dengan luhan" ucap sehun kemudian menatap luhan.

"Puas!" Batin sehun dan hanya mendapat cengiran luhan.

" Oh iya sehun-ah, aku ingin keperpustakaan bawah tanah dan mempelajari tentang exo planet lebih dalam" ucap suho.

"Eh? Perpustakaan bawah tanah?"

"Ya, appamu membuat itu khusus untuk para kesatria. Aku diberitau oleh panglima siwon. Perpustakaannya ada dibawah lemari kamar appamu" terang suho.

"Baiklah hyung, kau kesana saja aku menemani luhan periksa" ucap sehun.

"Baiklah, jika kau ingin pergi-pergi saja ne. Sepertinya membaca dan memahami semua itu akan membutuhkan waktu berhari-hari" ucap suho langsung menuju perpustakaan bawah tanah.

...

Luhan side

Kini aku sedang diperiksa dengan dokter tiffany. Ia menggantikan perban dibahuku.

"Sepertinya sehun sangat menyukaimu luhan" ucapnya padaku.

"Ne?"

"Sebelumnya aku sangat terkejut saat tau ada yeoja disini, apalagi saat kau sakit waktu itu sehun terlihat sangat khawatir" terang tiffany lagi.

"Tentu, aku sudah menganggapnya seperti saudaraku" ucapku walaupun ku tau maksud pembicaraan tiffani adalah sehun mencintaiku. Tapi, kurasa itu tidak bisa. Karena aku sudah terikat dengan namja lain.

Ya, dia adalah kai. Dia terluka karenaku. Perasaan bersalahku terlalu besar hingga menutupi hatiku akan cinta. Aku menatap dokter tiffani yang tersenyum padaku.

"Terimakasih karena sudah membuat sehun tersenyum selama ini" ucapnya tersenyum padaku.

"Kalian sepertinya lebih banyak bicara, bagaimana keadaanya apa sudah pulih?" Tanya sehun menghampiri kami.

"Tentu, dan juga tolong perhatikan perbannya itu mudah tergeser. Luhan, jangan terlalu banyak bergerak ne" kata tiffany tersenyum padaku. Dan sehun menatapku kesal. Ya kesal karena ia sangat mengkhawatirkanku.

"Datang lagi besok dokter, sampai bekas lukanya hilang jangan sampai absen" ucap sehun saat dokter tiffany keluar kamarku.

"Aku sudah tau ini akan terjadi, mulai besok kau tidak boleh ikut kekampus" ucap sehun kejam padaku.

"M-mwo? Sehunnie jebal, aku berjanji akan lebih hati-hati lagi" ucapku memegang kedua tangannya.

"Tetap tidak"

"Huwaaa sehunnie jahat!" Ucapku kesal menghempaskan tangannya dan langsung masuk kedalam selimut. Aku kesal ia sangat keras padaku, seperti saat ini.

"Eh? Kau menangis? Berarti tidak ikut dong ketempat kerjanya xiumin nuuna" goda sehun. Aissh, aku sangat ingin kesana! Tapi aku benci sehunnie! Ia tidak mengizinkanku kekampus.

"Wah, lemarimu masih sedikit bajunya. apa perlu aku menambahkan koleksi baju untuk mu? Emm baju yang cocok untuk alien seperti apa ya~" ucapnya lagi mengejekku.

"AKU BUKAN ALIEN!" Pekikku melempar bantal kewajahnya kesal.

"Aku benci sehun" ucapku kesal beranjak dari tempat tidurku.

"Yaa! Kemana?" Panggilnya tidak kuhiraukan.

DEG!

Tiba-tiba kakiku melemah saat didepan pintu, jantungku kembali berdenyut tidak normal. Aku terjatuh.

"Luhannie!" Sehun menghampiriku memegang kedua pundakku. Aku memandangnya kosong. Apa yang terjadi lagi? Kenapa tiba-tiba-tiba menjadi seperti ini? Apa aku akan mati.

"Gwaenchana?" Tanyanya panik.

"Sehunnie, kenapa akhir-akhir ini jantungku berdetak tidak karuan seperti ini?" Ucapku memandang kosong. Sehun memeluk tubuhku hangat, nyaman .. Sangat nyaman dipelukan sehun seperti ini.

"Berhenti bercanda seperti ini, terlalu menakutkan" lirihnya.

"Mianhae, tapi ini bukan bercanda" jawabku polos.

"Kalau begitu, berhenti terjatuh seperti ini karena aku sangat mengkhawatirkanmu" ucapnya menatapku dalam. Mata sayunya benar-benar menenangkanku.

"Em" jawabku mengangguk. Ia membantuku berdiri. Lalu mendudukanku ditempat tidur ku.

"Sehunnie, sekarang aku jauh lebih baik. Kajja kita ketempat kerja xiumin" bujukku. Ya ya ya, aku tau ia tidak akan mau.

"Baiklah" ucapnya singkat menggandeng tanganku.

"Kalau kau merasa tidak enak badan langsung mengadu padaku. Jangan diam saja ne. Aku takut kau sakit" ucapnya lagi.

"Tidak perlu khawatir sehun" ucapku tertawa kecil mencubit pipinya.

"Jadi ini caffe xiumin bekerja.." Gumamku memasuki caffe sederhana ini.

"Hey luhan, kau mau makan cake?" Tanya xiumin menghampiriku.

"Cake? Kue? Aku mau sumpah aku sangat menyukai cake!" Ucapku girang.

"Kau mau ra-"

"Chocolate cake berbentuk hati seperti yang kau bikin untuk chen!" Pekikku nyaring dan mendapat deathglares dari xiumin dan juga sehun.

"Yaa itu, dan juga hot chocolate ne" bisikku dengan senyum sumringah.

"Baiklah, dan kau sehun?"

"Vanilla cake dan caramel machiato" ucapnya. Apa caramel machiato?

"Baiklah tunggu sebenar ne" ucap xiumin meninggalkan kami.

"Sehunnie, kau memanggil xiumin nuuna, chen, suho, chanyeol hyung. Kau juga harus memanggilku nuuna" ucapku sambil mempoudkan bibirku kesal.

"Kau tidak ada tampang nuuna dimataku" jawabnya datar.

"Mwo? Yack! Kau ini"

...

Kyungsoo side

Aku terdiam sejenak ditempat tidurku.

"Yeoja tadi itu, masalalunya berkaitan dengan kai?"

Saat aku menyentuh tangan luhan aku dapat melihat masalalunya dan disana ada kai, sama halnya saat aku menyentuh kai disana ada luhan. Apa sebenarnya hubungan mereka.

Aku berjalan gontai kemeja belajar dan mulai membuka buku.

"Eh? Kalung ini masih ad-" saat aku menyentuh kalung ini tubuhku melemas dan akhirnya aku terjatuh.

"Exo planet?" Aku ada diexo planet?

Aku menyentuh kalung itu lagi, berusaha mengorek kenangan didalam benda ini.

Aku membuka mataku kaget! Rasanya sangat lelah.

Ada banyak kenangan dibenda ini. Aku mengingat saat aku bersama eomma dan appaku. Kami berada diexo planet. Dan saat aku berada disalah satu barisan lingkaran dengan 12 titik bersama anak-anak lain. Lalu saat aku yang masih kecil terdampar dipinggir pantai diasuh oleh ibu-ibu nelayan. Saat itu aku melihat ada 12 simbol salah satunya milikku. Aku melihat anak kecil yang mirip dengan kai, jongdae, xiumin dan luhan. Dan saat itu kami terhisap oleh cahaya. Aku melihat 12 anak termaksud aku menjadi sebuah kalung dengan liontin putih bersinar disana seorang namja dewasa mengambil beberapa kalung itu menyisakan 2 orang anak yang tidak berubah.

Tiba-tiba aku melihat 1 anak diambil oleh orang yang seperti panglima perang dan 1 anak mengejar mereka dan saat itu pula 10 anak lain menghilang.

Putaran simbol itu muncul diotakku dan entah aku mengetahui nama simbol itu dan masing-masing powernya.

Aku mengerjapkan mataku bingung. Aku tidak mengerti sama sekali tentang ini.

"Luhan, dia bisa menjawab semuanya"

...

"Sehunnie.. Euungh" igau luhan dimobil sehun. Sehun tertawa kecil melihat luhan yang tertidur pulas habis dari rumah xiumin dan bercerita banyak hal.

"Bangun luhannie" panggil sehun lembut.

Sehun terdiam sejenak menatap wajah luhan, apa yang terjadi dengannya? Mengapa jantungnya berdebar melihat luhan, apa ia menyukai yeoja ini? Kemana sosok sehun yang acuh pada yeoja, mengapa dengan luhan?

Sehun menghela nafas berat, ia tidak mengerti jalan pikirannya saat ini.

"Terimakasih telah datang dan membuatku tersenyum luhan" bisik sehun lalu mengangkat tubuh luhan kekamar luhan.

Ditatapnya sekali lagi wajah luhan, mata rusanya yang terlelap, bibirnya ya-

"Tunggu! Di-dia pernah menciumku waktu itu? Dan sekarang ini pembalasanku" gumam sehun kecil mencium lembut bibir luhan. Luhan menggeliat sedikit merasa tidurnya terusik.

Matahari telah memamerkan sinarnya, sehun masih terlelap diselimut tebalnya.

"Uh? Uuuugh! Aissh! Yaah kebesaran! Yang ini? Eh? Pas! Yeeee! Paaas!" Pekik luhan dari dalam kamar khusus baju sehun.

"Sehunnie ireona! Aku minjam celanamu ya!" Pekik luhan menghambur ketempat tidur sehun. Perlahan sehun membuka matanya. Dilihatnya luhan memakai celananya bawahnya dilipat karena kepanjangan dan memakai ikat pinggang hijau sangat kontras. "Seharusnya aku membuang ikat pinggang itu" batin sehun.

"Kau mau kemana eoh?" Ucap sehun menatap luhan datar.

"Aku tidak punya celana untuk jalan jadi aku minjam punyamu"

"Tapi itu untuk namja" balas sehun masih dengan suara bangun tidur.

"Pakai dress mu saja" titah sehun lagi kembali memeluk gulingnya.

"Mwo? Aku mau naik sepeda nanti"

"Sepeda? Uugh.. Luhannie.." Sehun duduk menghadap luhan.

"Sini biar aku lihat memarnya sudah pulih atau belum!" Ucap sehun masih malas. Luhan memutar tubuhnya. Sehun mengangkat kaos luhan.

"Aish, lihat masih biru hannie. Andwae!" Ucap sehun kembali tidur memeluk gulingnya lagi.

Luhan menatap sehun kesal.

"Sehunnie, kau jam berapa kekampus? Aku hari ini mau jalan-jalan kerumah baekhyun dan belanja bersama. Lalu rapat dengan chanyeol, chen dan xiumin tentang meyakinkan kyungsoo lalu.. Emm ah iya, katanya tadi suho ingin mengajari kita malamnya!" Jelas luhan panjang lebar, merasa tidak ada jawaban luhan mengoyang-goyang bahu sehun.

"Kau ini malah tidur!" Ucap luhan kesal.

"Yang pertama ganti celanamu itu, minta temani baekhyun membeli celana yeoja" suruh sehun.

"Araseo, tapi apa yang kau lakukan hari ini sehunnie?" Tanya luhan. Sehun terdiam sejenak. Ia ingin mencari kai, tapi sepertinya luhan sudah menegetahuinya karena ia membaca pikirannya.

"Jinja sehunnie? Aku ikut ya"

"Jangan, nanti saja kalau kita sudah tau lokasi pastinya"

"Yaah"

"Jalani jadwalmu hari ini saja ne, aku akan mengantarmu ketempat baekhyun" ucap sehun lembut menepuk pucuk kepala luhan.

"Araseo" ucap luhan tersenyum.

"Sehunnie bagaimana cara menambahkan emotion disini?"

"Begini. ya! Alien aku mau tidur, bisakah kau pergi dari tempat tidurku"

"Wae, aku tidak ada teman dirumah ini selain kamu. Kemana para maid yang ada disini?"

"Kupindahkan"

"Wae wae wae?"

"Aku hanya tidak ingin mereka pingsan 3x sehari karena melihatmu menerbangkan semua barang-barang disini" ucap sehun datar.

"Ooh, hehee"

...

"Benar ini rumahnya?" Tanya sehun memperhatikan rumah atap baekhyun.

"Em" ucap luhan keluar dari mobil sehun.

"Biar aku antar sampai sana" sehun menggandeng luhan menaiki tangga. Terlihat baekhyun tengah menjemur pakaiannya.

"Eh? Luhan? S-sehun?" Baekhyun terkejut dan muncul seringai melihat gandengan tangan luhan dan sehun.

"Em, aku sudah disini sehun. Tidak perlu khawatir" ucap luhan menghampiri baekhyun.

"Tunggu!" Sehun menarik tangan luhan.

"Wae?"

"Perhatikan perbanmu jangan terlalu banyak bergerak"

"Araseo, aku bukan anak kecil" ucap luhan kesal menghampiri baekhyun.

"Aigoo, sehun sudah seperti pengawalmu saja eon" goda baekhyun setelah sehun meninggalkan halaman rumah atapnya.

"Mwoya, oh iya hari ini kita kemall ne temani aku membeli celana" ajak luhan.

"Okey"

...

"Yang ini cocok untukmu eonni" panggil baekhyun menemukan celana pendek untuk luhan.

"Eh? Apa tidak terlalu terbuka?"

"Aniyo, ini cocok untuk tubuh mu yang bagus" ucap baekhyun tersenyum.

"Emm, aku juga beli ini. Oh ia sehun memberiku kartu ini aku tidak mengerti dia menyuruhku untuk bertanya padamu" terang luhan membawa black card.

"Wow, kau benar-benar hebat eon. Huuh aku jadi iri dengan hubunganmu dan sehun" ucap baekhyun menyenggol luhan pelan.

"Maksudmu?"

"Kau ini polos sekali, namja memberi kartu kredit pada yeoja berarti dia menyukai yeoja itu" terang baekhyun.

"Eeh? Berapa kali kukatakan aku teman pertama sehun. Kami bersahabat baekhyunnie" timpal luhan mentakbam kening baekhyun.

"Bagaimana operasi nenekmu? Lancar?" Tanya luhan sambil menyeruput bubble teanya.

"Syukurlah eon, berjalan lancar berkat uang yang kau berikan aku sudah membayar hutang2 kami dan juga bisa membayar pengobatan bulanan nenekku. Sunggung terima kasih eonni" ucap baekhyun tersenyum tulus.

"Tidak perlu dipikirkan, kitakan sahabat baek"

"Em, jeongmal gomawo"

"Cheonma"

Kini luhan tengah memilih sepeda untuknya.

"Ini pink hello kittynya eon!" Panggil baekhyun setelah menemukan sepeda yang cocok untuk luhan.

"Whoaaa bagusnya, em. Chogi aku beli ini!"

Setelah membeli sepeda kini mereka kecaffe tempat xiumin bekerja.

"Eh lulu eonni, bukankah dia sunbae dikelas memasak?" Bisik baekhyun.

"Em, dia juga temanku" baekhyun menggangguk mengerti.

"Eonni sebenarnya aku tidak terlalu mengerti kamu. Kau tidak sekolah, kau juga tidak terlalu mengerti tentang benda2 sehari ini, menggunakan bisa, cara memakai uang. Apa jangan-jangan kau..." Luhan tercekat, apa jangan-jangan baekhyun tau tentang dirinya?

"Kau dari pedalaman china ya? Uugh maafkan aku tidak sopan padamu. Tapi walaupun kau dari china kau seharusnya kan tau paling tidak cara menggunakan smartphone, atau cara naik bus" gumam baekhyun.

"A-aah, aku .." Sejenak luhan mengingat kata-kata sehun saat pertama kali berkomentar tentangnya "cih, dasar primitif" ya! Luhan menemukan alasan yang bagus.

"Sebenarnya aku tinggal didesa primitif baek" lirih luhan, gotcha baekhyun percaya.

...

Luhan side

"Halo sehunnie, ada apa?" Ucapku pada sehun ditelpon.

"ada kiriman, sepedamu?"

"Ooh iyaa, itu sepedaku. Aku baru membelinya tadi? Cepat ya ternyata sampainya. Tolong simpankan ditempat yang aman ne"

"Araseo, kau dimana?"

"Aku dicaffe xiumin, kau mau kesini?"

"Em, tunggu aku"

"Araseo, bye bye"

Pip

"Sehun?" Tanya baekhyun yang masih mengunyah cakenya.

"Em begitulah, katanya mau kesini"

"Eiiy kau ini, sudah tinggal bersama sehun. Dan sekarang saling menghubungi lokasi satu sama lain. Ahahaaa cieee ciee eonni" goda sii bacon ini.

"Ya! Kau ini! Berhenti menggodaku! eh chanyeol?" Ucapku kearah pintu. Kulihat baekhyun yang gelabakan membenarkan rambutnya.

"Eiiy, ternyata bukan chanyeol. Aahahaha. Ciee baekhyunnie! Bilang saja kau menyukai chanyeol kan iyakan cieee cieee!" Pekikku menggoda baekhyun.

"Ciee tuh kan pipimu jadi merah. Eh blushing ahahaa"

"Hentikan eonni, aku hanya ka-get!"

"Luhannie" panggil sehun ikut duduk bersama kami.

"Sehun kesini juga? Mau pesan apa?"

"Tidak nuuna aku hanya ingin menjemput luhan" ucap sehun tersenyum pada xiumin, akhirnya ia bisa membuka hatinya pada orang lain.

"Hay sehun, perkenalkan aku baekhyun" ucap baekhyun menjulurkan tangannya pada sehun. Sehun menatap datar, "Ack! s-sehun. Luhan banyak bercerita tentangmu" ucap sehun setelah kakinya kuinjak. Hohho.

"Bukankah kau mau ikut kekampus, kajja" ajaknya padaku.

"Eh tunggu, baekhyunnie bukankah kau juga mau kekampus. Kajja ikut kami" ucapku.

"Eh?" sehun menatapku "jangan ajak dia!" Batinnya.

"A-aniyo, tidak apa-apa luhan aku naik bus saja" ucap baekhyun, aku tau ia takut dengan tatapan sehunn.

"Wae, ikut saja kita sama-sama" ucapku menariknya.

"Waah mobilnya benar-benar mewah" ucap baekhyun dibenaknya, aku hanya tersenyum kecil. Rasanya ingin setiap hari menjemput baekhyun dengan mobil mewahnya sehun.

"Kau kenapa?" Sehun menatapku datar.

"Eh? A-aniyo" ucapku mencoba mendatarkan wajahku.

"Apa itu semua yang kau beli dimall?"

"Em, baekhyun membantuku memilihnya" ucapku tersenyum.

"Itu semua milikmu? Untukku mana?" Tanya sehun masih datar.

"Hhmmppsss"

"baekhyun mati kau, sehun jadi marah" batinku melihat sehun sudah memasang wajah datar.

"Aiish, aku lupa ada yeoja aneh lain dimobilku! Aissh memalukan!" Batin sehun.

"Aiish otokhe, bisa-bisa aku ditendang sehun dari sini. Wajahnya sudah seperti ingin memakanku. Eomma otokhe" batin baekhyun juga.

"Ahaha, mian mian. Aku lupa, bagaimana kalau nanti kita belanja bersama. Kau tidak pernah punya waktu bermain denganku" ucapku kesal.

"Aigoo, benar-benar seperti pasangan kekasih" batin baekhyun membuatku kesal.

"Sirheo! Kau bisa membaca pikiranku kan. Berhenti bicara. Aku muak dengan temanmu itu" batin sehun.

"Araseo" gumamku kecil.

Kami sudah sampai diparkiran kampus.

"Whoaa daebak, sungguh luar biasa aku berada dimobil ice prince oh sehun. Kkkee semua yeoja akan iri padaku kalau begini" batin baekhyun. Aku hanya tertawa kecil dengan tingkah sahabat ku itu.

"Baekhyun aku akan bersama sehun, bye" ucapku mengikuti langkah sehun.

"Sehunnie, apa aku baik-baik saja dikelasmu?" Tanyaku bingung saat orang-orang menatapku aneh.

"Tentu, aku pemilik universitas ini. Jika mereka mengusirmu aku lebih dulu mengusir mereka" ucapnya percaya diri aku hanya mengangguk paham.

"Hooaam" aku merebahkan kepalaku dimeja. Guru yang mengajar benar-benar membosankan. Aku menatap sehun yang santai memperhatikan pelajaran perhitungan managemen ini.

"Ah benar, lebih baik aku bermain bersama peliharaanku ku" gumamku kecil.

Beberapa menit bermain rasa bosanku muncul lagi. Dan iseng aku mencoba menggerakan sepidol yang ada dimeja dosen.

"Kkkee" kekeh ku.

"Bisa kau tenang" tegur sehun.

Akhirnya 2 jam berakhir.

"Sehunnie gurunya sangat sangat sangat sangat membosankan" ucapku kesal.

"Bukankah kau sendiri yang ingin ikut kelas" ucapnya malas.

"Iya aku mau ikut kelas, tapi bukan yang itu" aku menarik tangan sehun.

"Emm, dimana yaa .. Emm aah, ini kelas ini sehunnie" bujukku.

"Kelas memasak?"

"Em, aku ingin masuk kelas ini ne" bujukku lagi.

"Baiklah akan kubicarakan dengan kepala universitasnya nanti"

"Jeongmal?" Ucapku tersenyum lebar.

Semua mata yang ada dikelas menatapku kaget. Lebih kaget menatap sehun. Segera sehun berjalan menjauh, dan aku pun mengikutinya.

"Kita kemana?"

"Kelas musik menemui chen dan chanyeol"

"Benarkah? Waah. Sehunnie kau tau, aku juga bisa menyanyi" ucapku meloncat senang.

"Aa!"

"Hati-hati! Aissh kau ini" umpat sehun memeluk pinggangku saat aku mau terjatuh karena tidak seimbang.

"Modus, yeojanya sangat modus"

"Benar benar jalang"

"Modal tampang saja"

"Dasar bitch!"

"Huh, seandainya aku yang dipeluk sehun"

"Pantas saja sicantik dan sitampan"

"Aku tidak terima"

Aku mendengar umpatan orang-orang disekitar kami. Huhh.

"Gwaenchana?"

"Em" jawabku seadanya. Sehun mengandeng tanganku saat ini. Rasanya sangat senang. Tapi sedih karena banyak orang yang membenciku.

"Luhan nuuna! Sehun-ah!" Pekik chanyeol sambil membawa gitar.

"Hey chanyeol!" Ucapku menghambur memeluknya.

"Ya!ya!ya! Hentikan! Alien mesum bahumu belum sembuh" ucap sehun kesal.

"Kelasku sebentar lagi selesai, kau mau menonton?" Tanya chanyeol.

"Tentu, tapi dimana chen?"

"Dia diruang sebelah kelas vocal" ucap chanyeol kembali bermain gitarnya.

"Sehunnie, aku juga ingin kesana"

"Kajja"

Terdengar suara merdu didepan pintu kelas vocal.

"[Chen] Neol nabakke mollasseotdeon igijogin naega yeah…

ne mamdo mollajwotdeon musimhan naega

ireohkedo dallajyeotdaneun ge najocha midgiji anha

[D.O] Ne sarangeun ireohke gyesok nal umjikyeo

[Baekhyun] Nan saenggakman hamyeon sesangeul neoro chaeul su isseo hmmm…

nunsongi hanaga ne nunmul han bangulinigga

[D.O] Dan han gaji mothaneun geoseun neol naegero oge haneun il

i chorahan choneunglyeog ([D.O/Baekhyun] ijen eobseoeumyeon jogesseo) uhhh.."

"Whoaaa, suara kalian sangat merdu. Baekhyunnie kau sangat hebat. Dan hi kyungsoo suaramu sangat indah. Chen jjang!" Ucapku menghampiri mereka.

"Oh? Luhan nuuna kau disini?" Tanya chen.

"Dia dikuburan" ucap sehun malas. Kulihat sehun memperhatikan kyungsoo.

"Kenapa kau bisa disini, eonni?"

"Em, aku ingin melihat chen latihan. Dan ternyata kau juga disini"

Kami duduk dilantai latihan sedangkan sehun duduk disofa.

"Akhir-akhir ini kalian terlihat sangat lengket ya" komen chen padaku dan sehun.

"Yack!" Ucapku kesal memukul lengannya.

"Ya! Luhannie! Bahumu! Berapa kali aku harus memperingatkanmu eoh!" Ucap sehun menunjukku dari sofa yang ada diujung. Aku hanya mendengus kesal menatap chen.

"Aku pulang duluan sunbae" ijin kyungsoo.

"Tunggu!" Panggilku. Aku menghampiri kyugnsoo.

"Tidak ada yang ingin kau tanyakan padaku? Bisa kita berbicara?" Ucapku.

"Baiklah, ikuti aku" ucapnya berjalan keluar kelas.

aku menatap sehun menandakan aku baik-baik saja. Kini aku diruang dance yang memang kosong.

"Sebenarnya saat itu .." Ucap kyungsoo terdiam sejenak.

"Saat aku menyentuh tanganmu aku melihat masalalu mu, ya aku tau kau tidak akan percaya ini tapi aku melihatnya, sungguh jangan sangka aku gila. Seperti itukan? Yang kau ingin katakan. Aku percaya, karena aku bisa membaca pikiran" ucapku terang-terangan. Kyungsoo menatapku kaget.

"Sekarang, tunjukan padaku tanda milikmu" ucapku menekan.

"K-kau bisa tau. Emm tandanya ada disini" ucap kyungsoo mengangkat bajunya, tandanya ada diperut sebelah kiriinya.

"Kau pengendali tanah. Earth power. Aku tau saat kau menyentuh tanganku dan saat kau menyentuh kalungmu ingatan tentang kami dapat kau lihat. Dan aku menambahkan itu. Aku memerlukan mu, kesatria exo planet untuk menyembuhkan pohon kehidupan. Aku mencari para ksatria dibumi ini" ucapku

"Aku bersedia membantu karena aku akan melihat semua kenanganku bersama kedua orang tuaku" lirihnya.

"Terimakasih kyungsoo, atau lebih tepatnya dyo" ucapku tersenyum.

"Dan ini, ada yang ingin kutanyakan tentang kai"

.

.

.

TBC