"Umma mau ke panti asuhan Leeteuk ahjumma. Kau mau ikut?" tanya Heechul.

Heechul kini sudah rapi dengan sebuah tas di tangannya. Sedangkan Kyuhyun masih nyaman bermain PSPnya di sofa.

"Tentu" jawab Kyuhyun seraya berdiri dan bergegas menuju kamar untuk bersiap-siap.

Heechul hanya tertawa kecil saja melihat Kyuhyun yang bersemangat itu. Iapun duduk di sofa, membaca-baca majalah fashion selama menunggu Kyuhyun.

Tak lama kemudian, Kyuhyun muncul dengan penampilan yang sudah rapi. Ia berjalan ke arah sang umma.

"Apa sudah tampan?" tanya Kyuhyun.

"Ingin jawaban jujur atau bohong?" goda Heechul.

Kyuhyun yang semula terlihat antusias itupun kini mengerutkan bibirnya, kemudian iapun berjalan keluar, meninggalkan Heechul seorang diri.


THAT BABY / KYUMIN / GS / CHAPTER 11

Author : Amilia Marisca Kyumin Shipper

Cast : kyumin, sibum, dll

genre : family

warning : maaf kalo pendek,banyak typo, dll. Maklum masih pemula.

..


-Kyumin-


.

Sangyoon duduk diatas rerumputan, matanya bergerak gelisah, menatap kearah rumput-rumput.

"Aaa" ujar Sungmin.

Ia kini tengah menyuapi Sangyoon bubur, ia juga duduk di dekat Sangyoon, agar mempermudahnya menyuapi sang bayi.

"Apa yang kau cari, baby?" tanya Sungmin setelah suapan yang diberikan Sungmin sudah berada di mulut kecil Sangyoon.

"Nyahnyahnya!" jawab Sangyoon.

Ia menunjuk kearah rumput-rumput hijau seraya menatap kearah Sungmin.

"Belalang?" tanya Sungmin saat mata Sangyoon kembali terfokus pada binatang hijau itu.

Sangyoon mulai menggerakkan tubuhnya, merangkak menuju sang belalang berada.

"Yoonnie, makan dulu, ne!" bujuk Sungmin.

Ia sebenarnya bukan melarang Sangyoon untuk mengeksploitasikan keingintahuannya. Ia hanya ingin Sangyoon makan dulu, ia khawatir jika Sangyoon akan memuntahkan makanannya karena terlalu banyak bergerak.

Sungminpun beranjak mengikuti Sangyoon.

"Aaaa... yaaahhh!"

Hampir saja Sangyoon menangkap belalang itu, namun sebuah sepatu besar hitam membuat sang belalang dapat kabur, Sangyoonpun mendesah kecewa.

Bayi gemuk itu memukul-mukul sepatu hitam itu, merasa jika sepatu itu yang membuat ia tidak mendapatkan belalangnya.

Sungmin yang tadinya terfokus kearah Sangyoon itupun, kini mendongak, dan tersenyum ramah saat mendapati sepatu itu adalah milik Kyuhyun, namja yang baru-baru ini dikenalnya.

Ditatapnya kembali Sangyoon yang tetap pada kegiatannya itu, wajah bulatnya terlihat begitu kesal.

Kyuhyunpun mengangkat tubuh gempal Sangyoon, membuat sang bayi mengomel dengan bahasa bayinya.

"Sudah lama?" tanya Sungmin berbasa-basi.

Ia mengikuti arah Kyuhyun berjalan, kearah sebuah kolam ikan kecil.

"Tidak, aku baru sampai" jawab Kyuhyun.

Merekapun duduk di bebatuan yang terdapat di pinggiran kolam, dengan Sangyoon yang berada di pangkuan Kyuhyun.

"Apa hari ini kau tidak bekerja, Minnie?" tanya Kyuhyun.

"Tentu saja bekerja, tapi setelah Yoonnie menghabiskan sarapannya dulu" jawab Sungmin.

Mumpung Sangyoon sekarang sudah tenang, Sungminpun kembali menyuapkan bubur kearah bayi gempal itu.

"Aaaa..."

"Kau sendiri sudah sarapan belum?" tanya Kyuhyun perhatian.

Sangyoon menunjukkan telapak tangannya yang kotor kearah Kyuhyun, kemudian Kyuhyunpun mengusapnya dengan tangannya yang lebih besar dengan lembut.

"Belum, mungkin sekalian makan siang nanti saja" jawab Sungmin santai.

Ia tersenyum saat melihat kini Sangyoon menunjukkan celananya yang kotor dengan tanah itu pada Kyuhyun. Ia jadi sedikit malu karena anaknya terlihat manja kepada orang lain, apalagi yang baru mereka kenal.

"Mana bisa begitu. Tidak baik melewatkan sarapan pagi" ujar Kyuhyun menasehati.

Sungminpun tersenyum manis pada namja yang perhatian padanya itu, membuat sang namja hanya diam saja, terpesona lebih tepatnya.

"Gurae? Baiklah, nanti aku akan sarapan" ujar Sungmin seakan mendengar baik nasehat Kyuhyun dan mematuhinya.

Kyuhyun tak terlalu mendengarkan apa yang Sungmin ucapkan, ia masih terlena dengan senyum manis Sungmin padanya.

Sangyoon menepuk-nepuk paha Kyuhyun yang berlapiskan celana hitam itu dengan keras, keras menurut versinya, karena Kyuhyun yang tidak memperhatikannya.

"Tidak boleh nakal, Yoonnie" peringat Sungmin.

Kyuhyunpun menatap kearah bola mata bulat kecil yang juga menatapnya itu. "Makan sarapanmu, eoh!" ujarnya seraya mencubit gemas pipi kemerahan Sangyoon.

"Apa ia sering sarapan sambil bermain seperti tadi?" tanya Kyuhyun.

"Tidak selalu juga sih" jawab Sungmin seraya menyuapkan kembali bubur kepada bayinya.

"Biasanya umma yang akan menyuapkannya" tambahnya.

"Leeteuk ahjumma?" tanya Kyuhyun.

Sungminpun hanya mengangguk. Jari telunjuknya membersihkan noda bubur yang berada di sekitar bibir kecil Sangyoon.

"Ngomong-ngomong soal Leeteuk ahjumma, apa beliau sendiri?" tanya Kyuhyun.

"Tidak, kan ada aku, Yoonnie, dan anak-anak panti" jawab Sungmin polos.

Kyuhyunpun bingung harus pertanyaan bagaimana agar Sungmin mengerti arah pertanyaannya.

"Eum, bukan begitu maksudku. Eum, bagaimana ya" ujarnya.

Sungminpun mengerutkan keningnya, bingung.

"Apa Leeteuk ahjumma mempunyai suami?" tanya Kyuhyun akhirnya secara frontal.

"Ne, apa ibumu tidak pernah menceritakannya?" tanya balik Sungmin.

Sangyoon terlihat sudah menggeleng-gelengkan kepalanya, pertanda ia sudah kenyang dan tidak mau makan buburnya.

"Ah, aku ambilkan susu Yoonnie dulu, ne" ujar Sungmin seraya berdiri, dan masuk ke dalam panti.

Kyuhyun masih terlihat berpikir.

"Umma? Menceritakan soal apa memangnya?" gumamnya pelan.

"Mamamama" tanggap Sangyoon.

Kyuhyunpun terkekeh pelan. Ditatapnya bayi yang berada di pangkuannya dengan gemas. Kemudian mengecupi wajah bulat itu tanpa ampun.

Sangyoon tergelak, merasa geli akan kecupan-kecupan yang ia terima.

"Lucu sekali, heum?!" gemas Kyuhyun.

"Ahahahaha!" tawa Sangyoon.

Sungmin datang dari arah belakang sambil mengocok-kocok botol susu Sangyoon. Ia berhenti sejenak, menatap sayang pada puteranya yang tengah tertawa bahagia itu. Lalu, tatapannya beralih kearah Kyuhyun, namja yang membuat anaknya bisa tertawa bahagia seperti itu. Ia sedikit tak menyangka jika Kyuhyun dapat merawat bayi. Ia pikir namja itu buta akan bayi. Seulas senyumpun terkembang di bibir merah Sungmin.

Iapun kembali melangkah menuju kearah bayinya berada, kemudian kembali duduk.

"Lalu, suami Leeteuk ahjumma dimana?" tanya Kyuhyun melanjutkan rasa penasarannya.

Sungmin meletakkan botol susu Sangyoon di sebelahnya, kemudian mengulurkan kedua tangannya, hendak mengambil alih sang bayi.

"Biar aku saja" ujar Kyuhyun.

Sungminpun memberikan botol susu Sangyoon pada Kyuhyun, yang langsung saja Kyuhyun dekatkan kearah mulut kecil sang bayi.

"Appa berada di penjara" ujar Sungmin seraya melempar asal batu kecil kearah kolam.

"Dipenjara? Bagaimana bisa?" tanya Kyuhyun semakin dibuat penasaran.

Sedangkan Sangyoon tengah bersandar nyaman pada lengan Kyuhyun seraya meminum susunya, tidak peduli pada dua orang dewasa yang tengah membicarakan sesuatu yang sama sekali tidak ia ketahui.

"Korupsi. Dulu Appa bekerja di sebuah perusahaan, dan karena menurutnya gajinya kurang untuk memenuhi kebutuhan anak panti, jadi Appa melakukan korupsi" jelas Sungmin seraya menunduk.

"Umma sudah memperingatkan berulang kali, tapi Appa tidak mau mendengarkannya" tambahnya.

Kyuhyunpun menatap simpati kearah Sungmin. Ingin rasanya namja itu memeluk Sungmin lembut, memberinya kekuatan. Namun, ia tak bisa, untuk sekarang bukan waktu yang tepat, mereka belum terlalu dekat. Ditambah, di pangkuannya kini ada bayi yang tengah meminum susunya. Bagaimana ia bisa memeluk Sungmin?

"Kau sangat menyayangi mereka, ne?" tanya Kyuhyun.

Sungminpun menganggukkan kepalanya pasti. Lalu ia mulai menceritakan kisah hidupnya sampai bisa kembali berada di panti asuhan ini. Ia tidak tahu kenapa dengan mudahnya ia membagi pengalaman hidupnya pada namja yang baru ia kenal. Namja yang sudah membuatnya nyaman berada di sisinya.

"Bagaimanapun, sekarang merekalah orang tuaku" ujar Sungmin dengan senyumnya.

Sangyoon sudah menghabiskan susunya, dan kini ia bergerak gelisah dalam pangkuan Kyuhyun.

"Sudah mau bermain, eoh?" ujar Sungmin saat mendapati puteranya yang tidak bisa diam itu.

Diambilnya botol susu kosong milik Sangyoon, kemudian berdiri. Dan Kyuhyunpun ikut berdiri.

"Biarkan saja ia bermain dengan hyun-hyung dan nuna-nunanya" ujar Sungmin seraya menunjuk kearah anak-anak panti yang tengah bermain itu.

Kyuhyunpun memegangi kedua lengan kecil Sangyoon, menuntunnya kearah diamana anak-anak bermain.

Sungmin hanya mengikuti langkah Kyuhyun dan Sangyoon. Dilihatnya Sangyoon yang begitu antusias untuk berjalan, membuatnya melengkungkan senyum.


-KYUMIN-


"Umma, Yoonnie boleh kubawa pulang?" tanya Siwon seraya menciumi pipi tembam Sangyoon.

Leeteuk yang tengah menyisir rambut salah satu anak panti itupun menoleh kearah 'mantan menantunya' itu.

"Terserah saja, Wonnie. Tapi, jangan lupa beritahu Minnie dulu, agar ia tidak cemas" jawab Leeteuk lembut.

Setelah rambut anak itu rapi, anak perempuan itupun segera berlari keluar panti, bermain di halaman tentu saja, membuat Leeteuk hanya tersenyum saja.

"Tentu saja. Dia masih di kantor?" ujar Siwon yang kini memberikan sebuah bola kecil pada Sangyoon.

"Ne, baru saja Kyuhyun mengantarnya tadi. Ck, anak itu bahkan meninggalkan ummanya disini" balas Leeteuk.

Ia jadi teringat kejadian tadi, saat Kyuhyun dengan santainya menawarkan diri untuk mengantar Sungmin ke kantornya. Bahkan ia dengan teganya membiarkan ibunya pulang sendiri. Hh, walaupun ibunya juga terlihat antusias saat Sungmin menyetujui tawaran Kyuhyun itu. Ibu dan anak yang aneh.

"Dia menyukai Sungminnie, umma?" tanya Siwon penasaran.

"Ne, apa kau cemburu?" goda Leeteuk.

"Mana mungkin. Bahkan Wonnie sangat senang. Akhirnya Sungmin memiliki namja yang menyayangi dan mencintainya sebagai perempuan pada umumnya. Tidak seperti aku dan Jungmo yang hanya menganggapnya sebatas adik saja" ujar Siwon panjang lebar.

Leeteukpun mengangguk, menyetujui pernyataan Siwon. Sungmin memang membutuhkan namja yang menyayangi dan mencintainya sebagai wanita, bukan sekedar adik saja. Leeteuk sadar akan hal itu.

"Umma berharap Minnie segera membuka hatinya untuk Kyuhyun. Umma rasa Kyuhyun namja yang tepat, dia sayang pada Minnie dan juga Yoonnie" ujar Leeteuk.

"Ah, bahkan Yoonnie sepertinya juga menyukai Kyuhyun" tambahnya.

Siwonpun menatap gemas pada bayi yang tengah menodai bola yang ia paegang dengan air liurnya itu.

"Kalau Yoonnie punya appa baru, jangan lupakan daddy, eoh?" candanya.

Sangyoon hanya tertawa saja, menampakkan gigi-giginya yang baru tumbuh beberapa itu.

"Ya sudah, umma siapkan perlengkapan Yoonnie dulu, ne!" ujar Leeteuk sebelum beranjak menuju kamar Sungmin.


"Yoonnie sudah datang!" seru Kibum senang.

Pasalnya, yeoja cantik itu daritadi menunggu kedatangan suaminya, ah lebih tepatnya menunggu kedatangan bayi yang dibawa sang suami.

Ia terus saja menatap kearah luar rumahnya melalui jendela besar yang berada di dekat pintu utama.

Setelah melihat mobil suaminya terparkir di depan rumah mereka, yeoja itupun segera berlari keluar.

"Sama mommy, eoh?" ujarnya berbinar dengan mengulurkan kedua tangannya kearah Sangyoon.

Sangyoon nampaknya belum bisa mengenali Kibum, buktinya, bayi itu malah memalingkan kepalanya, seraya memeluk erat leher Siwon, menggumamkan beberapa kata yang tidak Siwon mengerti.

Kibumpun mendesah kecewa, tapi semangatnya tidak luntur. Yeoja itu mengambil tas besar Sangyoon, kemudian membawanya kedalam rumah, mengikuti langkah sang suami.

"Kamu berkeringat, Bummie?" tanya Siwon seraya mendudukkan Sangyoon di karpet depan TV.

Kibumpun meletakkan tas Sangyoon di sofa, kemudian menyentuh dahinya sekilas, beralih ke lehernya. Dirasakannya tubuhnya memang sedikit gerah, namun ia abaikan.

"Mungkin hawanya saja yang kurang mendukung" jawab Kibum asal. Iapun membuka tas Sangyoon, mengeluarkan mainan-mainan Sangyoon dari dalamnya.

Diletakkannya mainan-mainan itu diatas karpet, membuat sang bayi kegirangan dan langsung saja menghambur ke mainannya.

"Jinja? Kamu tidak sakit, kan?" tanya Siwon khawatir.

Kibum hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Bum.. Bum.. Bum.." seru Sangyoon senang seraya menggeret mobil-mobilan merah miliknya.

Bayi itu merangkak mengelilingi ruang tengah yang lumayan luas ditemani mobil yang ia geret.

Kibum yang terlihat antusias itupun mengikuti Sangyoon, ikut merangkak, tepat di belakang sang bayi.

"Aku mandi dulu, ne" ujar Siwon seraya beranjak menuju kamarnya dan Kibum.

Kibum tak menanggapi ucapan Siwon, ia lebih tertarik pada bayi namja gempal di depannya.

Setelah lelah merangkak, Sangyoonpun berhenti. Kepala bulatnya menengok ke segala penjuru ruangan yang ia tempati, mencari seseorang.

Tak lama, terdengar rengekkan memilukan dari bibir kecilnya.

"Dii... Diii.. DII!" rengeknya yang ternyata mencari daddynya.

Kibum yang masih di dekat Sangyoon itupun mencoba menenangkan bayi itu.

"Sssttt... daddy masih mandi. Kan ada mommy" ujarnya tenang.

Ia akan meraih tubuh gemuk itu, namun dengan cepat pula Sangyoon menepisnya.

"Hiks... Diii!" serunya dengan nada membentak.

Kibum bingung dan sedih sekaligus. Bingung apa yang harus ia lakukan sekarang, dan sedih karena Sangyoon belum bisa menerimanya.

Siwon yang mendengar suara Sangyoon memanggilnya itupun segera keluar dari kamar, masih dengan tangannya yang mengeringkan rambut basah miliknya menggunakan handuk. Untung saja ia sudah sempat berpakaian lengkap tadi.

"Ada apa?" tanya Siwon seraya berjongkok di depan Sangyoon.

"Diii..." ujar Sangyoon seraya mengulurkan kedua tangannya ke hadapan Siwon.

Siwonpun memberikan handuk yang ia pegang pada sang istri, "Tolong, ne" ujarnya dengan senyum jokernya.

Kibum hanya mengangguk-angguk saja.

"Kaja!" seru Siwon sambil mengangkat tinggi-tinggi tubuh sang bayi, mengayun-ayunkannya ke udara.

"Ahahahaha!"

Tawa cempreng itu terdengar nyaring di rumah mewah itu. Kibumpun ikut tersenyum senang.


-KYUMIN-


"Tadi Siwon oppa menghubungiku" ujar Sungmin membuka pembicaraan.

Kyuhyun, yang berada di hadapannya itupun sedikit mendengus kecil, pertanda ia kurang suka topik mengenai namja bermarga Choi itu.

"Lalu?" tanya Kyuhyun mencoba bersikap biasa saja.

Sungmin menyeruput minumannya sekilas sebelum menjawab, "Katanya Yoonnie berada di rumahnya".

Kyuhyunpun mengangguk-angguk paham, ia memainkan sedotan yang berada di gelas minumannya.

"Jadi, sepulang dari kantor nanti, aku akan menjemputnya" tambah Sungmin.

"Biar kuantar" ujar Kyuhyun cepat.

Sungmin mengerutkan keningnya sejenak, "Kan tadi kau tidak membawa mobilmu, daripada naik taksi, aku antarkan saja" lanjut Kyuhyun sebelum Sungmin bertanya macam-macam padanya.

"Ah, benar juga. Tapi, aku jadi tidak enak padamu, Kyuhyun" ujar Sungmin.

Kyuhyun sedikit mencebikkan bibirnya, pasalnya Sungmin masih saja memanggilnya seperti itu, padahal Kyuhyun sudah memanggil Sungmin dengan sebutan 'Minnie'.

"Tidak enak bagaimana?" tanya Kyuhyun heran.

"Yah, kan kau sudah mengantarkanku ke kantor, menjemputku makan siang kemari, dan nanti menjemput Yoonnie juga" jawab Sungmin sungkan.

Kyuhyun terkekeh pelan mendengar jawaban Sungmin.

"Gwenchana, sejauh ini aku merasa tak keberatan" ujar Kyuhyun dengan tawa renyahnya.

"Gomawo" ujar Sungmin singkat.

"Untuk apa?"

"Untuk semuanya"

Kemudian, makanan yang mereka pesanpun sudah datang, dan mereka makan siang dengan tenang.


"Cha! Buburnya sudah selesai, Yoonnie" seru Kibum senang.

Sangyoon kini tengah duduk nyaman di pangkuan Siwon, duduk tenang sambil menonton layar televisi yang memutarkan DVD film 'Larva'.

Kibum segera mendekat kearah sofa, kemudian duduk tepat di samping sang suami.

Ditiup-tiupnya pelan bubur yang berada di mangkuk kecil yang ia bawa.

"Aaaa" ujar Kibum seraya menyodorkan sesendok bubur hangat.

Sangyoon menggeleng-geleng, ia menepuk-nepuk paha Siwon, "Dii... mamm... mamm..." ujarnya.

"Itu kan 'mam mam'nya Yoonnie, baby" ujar Siwon sabar.

Kibum kembali meletakkan sendok kecil itu di mangkuk, terlihat kecewa.

"Kamu saja yang menyuapi, Wonnie" ujarnya seraya menyodorkan mangkuk Sangyoon pada sang suami.

Setelah Siwon menerimanya, Kibumpun segera beranjak kembali ke dapur, menyiapkan susu Sangyoon dan juga makan siang untuk dirinya dan sang suami.

"Nakal sekali, eoh? Kenapa tak mau dengan mommy, heum?" ujar Siwon gemas seraya mengecupi pipi bulat Sangyoon.

Siwonpun menyuapi Sangyoon dengan telaten, seakan kegiatan itu sudah menjadi rutinitasnya sehari-hari.


"Mandi sama mommy, ne? Daddymu tidak bisa memandikanmu, Yoonnie" ujar Kibum.

Sangyoon baru pulang jalan-jalan sore dengan Siwon. Tubuhnya sedikit berkeringat dan yang ia butuhkan sekarang adalah mandi.

Siwon melangkahkan kakinya kearah kamar, diikuti Kibum di belakangnya.

"Sudah kusiapkan peralatan mandi Yoonnie dan air hangatnya" ujar Kibum saat Siwon membaringkan Sangyoon diatas kasur.

Kibumpun mengambil alih Sangyoon. Dengan lembut, yeoja itu membuka satu persatu pakaian yang Sangyoon gunakan, dan juga membuang popok yang bayi itu kenakan. Sangyoon sendiri merengek kecil, tidak sampai menangis, karena Siwon yang mengajaknya bicara, seakan mengalihkan perhatian sang bayi.

Setelah Sangyoon tak memakai apapun, barulah Kibum menggendongnya kearah kamar mandi, diikuti Siwon di belakangnya.

Disana, sudah siap sebuah bak mandi kecil yang entah Siwon dapatkan darimana, dan perlengkapan mandi bayi, serta bebek mainan plastik kecil.

Diturunkannya perlahan Sangyoon yang terlihat antusias saat melihat air itu. Ia memang senang bermain dengan air.

Kibum dengan lihainya dapat membersihkan tubuh kecil nan rentan itu, membuat Siwon yang hanya berjongkok disampingnya itu kagum.

"Bagaimana kamu bisa memandikannya, Bummie?" tanya Siwon takjub.

"Insting wanita, mungkin" jawab Kibum sekenanya.

"Kamu sepertinya sudah sangat menginginkannya, ne?" tebak Siwon seraya memercikkan air ke tubuh Sangyoon.

"Menginginkan apa?" tanya Kibum yang masih fokus pada bayi yang terlihat girang itu.

"Anak" jawab Siwon singkat.

Kibumpun tersenyum hangat mendengar jawaban dari suaminya itu.

"Istri mana yang tidak menginginkan anak" ujar Kibum masih dengan senyumnya.

Siwon terlihat menyeringai.

"Kalau begitu, ayo kita buat sekarang!" ujar Siwon semangat.

Kibum menatap tajam pada suaminya. Ingin rasanya, kepalan tangannya ia gunakan untuk memukul kepala sang suami. Namun ia cukup sadar untuk memegangi tubuh rapuh di hadapannya.

"Aish, bahkan saat Yoonnie tidur siang tadi, kamu sudah melakukannya. Tidak, hari ini sudah cukup" ujar Kibum.

Siwon terlihat tidak terima, "Mana bisa begitu, nanti malam lagi, ne" bujuknya.

Kibumpun menggeleng, pandangannya kini ia fokuskan kembali pada sang bayi. Kibum bersyukur karena Sangyoon cukup tenang, tidak menolaknya. Bayi itu sibuk sendiri dengan air dan bebek karetnya.

"Kibummieee..." rengek Siwon bak anak berumur 5 tahun.

Kibum berusaha tak mendengarkan rengekan manja dari suaminya yang mesum itu.

"Ambilkan handuk" perintah Kibum tanpa menatap kearah yang ia perintah.

Siwon merengut kesal, tapi ia beranjak juga mengambil handuk milik Sangyoon yang sudah Kibum siapkan.


-KYUMIN-


"Apa kita langsung menjemput Yoonnie?" tanya Kyuhyun.

"Eum, memangnya kau mau kemana dulu?" tanya Sungmin balik.

Kyuhyun menatap ke depan, konsentrasi pada jalanan kota yang cukup padat karena jam pulangnya kantor dan pabrik.

"Mungkin membeli sesuatu untuk Siwon-ssi dan istrinya" jawab Kyuhyun.

Sungmin terlihat berpikir sejenak, sebelum menganggukkan kepalanya pelan.

"Benar juga. Tapi membeli apa?" ujar Sungmin, kembali berpikir.

"Kue atau buah mungkin?" ujar Kyuhyun memberi ide.

Sungminpun mengangguk singkat, "Boleh juga" ujarnya.


Kyuhyun menepikan mobilnya di depan sebuah rumah megah. Setelah terparkir sempurna, iapun segera beranjak keluar. Niatnya untuk membukakan Sungmin pintu pupus sudah saat Sungmin membuka pintu mobil itu sendiri dan keluar dari mobil.

Satu tangan Sungmin membawa sebuah kotak yang berisikan cake yang baru saja ia beli.

Merekapun berjalan beriringan menuju rumah megah itu. Sungmin menekan bel rumah itu, sedangkan Kyuhyun hanya berdiri di sampingnya saja.

"Oh, Sungminnie!" seru Kibum, yeoja yang membuka pintu.

"Kaja, masuklah!" tambahnya.

Sungmin mengangguk, kemudian masuk ke kediaman mantan suaminya itu, diikuti Kyuhyun di belakangnya.

"Aigoo, lihatlah siapa yang datang!" seru Siwon yang tengah menggendong Sangyoon itu.

Sangyoon yang melihat adanya sang ibu itupun segera mengulurkan kedua tangannya, senyum cerahnya juga langsung muncul.

Sungmin meletakkan kotak yang ia bawa di meja, kemudian beranjak menuju Sangyoon yang sudah kegirangan itu.

"Mamamaaa" pekik Sangyoon senang saat Sungmin sudah menggendongnya.

Dikecupnya bertubi-tubi wajah bundar sang buah hati yang terlihat begitu menggemaskan di matanya. Ia sudah sangat merindukan bayi gempal itu, sangat rindu.

"Apa Yoonnie merepotkan?" tanya Sungmin seraya berjalan kearah sofa ruang tamu.

"Aniyo, dia anak yang pintar" jawab Siwon sambil ikut duduk di sofa ruang tamu, berhadapan dengan Sungmin.

Tak lama kemudian, Kibum datang dengan nampan yang diatasnya berdiri tegak empat gelas minuman, serta dua toples cookies.


-KYUMIN-


Siwon berjalan mendekati istrinya yang tengah berdiri diatas balkon kamar mereka. Ditangannya ada dua cangkir cokelat hangat yang segaja ia buat untuknya dan Kibum.

Ditempelkannya satu cangkir cokelat hangat itu tepat pada pipi tembam Kibum, membuat sang pemilik pipi tersentak sadar, dan hampir saja cangkir itu jatuh.

"Kenapa melamun?" tanya Siwon setelah Kibum mengmbil alih satu cangkir.

"Ani, siapa yang melamun" bantah Kibum.

Siwon menyeruput sekilas cokelat hangatnya, "Sedang memikirkan apa?" tanyanya.

Kibum menatap cangkir yang ia pegang, memutar-mutarnya pelan, "Aku hanya merindukan Yoonnie" gumamnya pelan.

Siwonpun menatap sayang pada istrinya. Walaupun ia mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari bayi yang katanya ia rindukan itu, namun ternyata Kibum masih sangat menyayanginya.

"Kapan Yoonnie kemari lagi?" tanyanya seraya menatap sang suami dengan tatapan sendunya.

"Kapanpun kau mau" jawab Siwon enteng.

Kibum tersenyum cerah mendengar jawaban suaminya, "Bagaimana kalau sekarang? Aku sangat merindukannya Wonnie" pekik Kibum antusias.

Siwon hanya menatap cengo pada istrinya itu. Ia rasa ada yang berbeda dengan perilaku istrinya. Membuatnya harus ekstra bersabar.

"Tidak bisa sekarang, sayang. Yoonnie pasti juga masih tidur sekarang" jelas Siwon.

"Ah, benar juga" ujar Kibum terlihat begitu kecewa dan sedih.

"Bagaimana kalau Minggu saja?" tawar Siwon.

"Kenapa tidak besok? Kenapa harus menununggu hari Minggu?" cerca Kibum.

"Aku juga harus bekerja, sayang. Tidak bisa bolos seenaknya saja" terang Siwon.

Kibumpun mendesah pelan seraya berbalik dan masuk ke dalam kamar, meninggalkan Siwon di balkon sendirian.

"Sabar, Choi Siwon" gumam Siwon seraya mengusap dadanya lembut.


"Umma!" panggil Sungmin.

Ia beranjak duduk di samping Leeteuk yang tengah merajut sesuatu berwarna pink itu.

"Umma membuat apa?" tanya Sungmin penasaran.

"Syal untukmu" jawab Leeteuk dengan senyum lembutnya.

Sungmin terlihat begitu antusias, senyum cerah tersungging di bibir merahnya.

"Jinja? Untuk Minnie?" tanyanya memastikan.

"Eum, memangnya kenapa?" ujar Leeteuk.

"Tidak apa-apa, Minnie hanya memastikan saja" ucap Sungmin seraya mengeluarkan senyumnya.

"Yoonnie sudah tidur?" tanya Leeteuk.

Wanita paruh baya itu meletakkan syal pink yang belum sepenuhnya jadi itu kedalam keranjang yang ada di atas meja.

"Sudah umma" jawab Sungmin.

"Lalu, kenapa Minnie belum tidur?" tanya Leeteuk perhatian.

"Minnie belum mengantuk saja" jawab Sungmin asal.

Sungmin merebahkan kepalanya diatas paha Leeteuk, kemudian meletakkan tangan Leeteuk diatas rambutnya.

Leeteukpun mengelus-ngelus rambut halus Sungmin, memenuhi permintaan Sungmin.

"Minnie merindukan umma" ujar Sungmin lirih.

Leeteuk mengerti benar jika 'umma' yang dirindukan Sungmin bukanlah dirinya, melainkan wanita lain yang sudah 'tiada'.

Walaupun dalam hatinya, ia merasakan sakit, namun ia harus terlihat baik-baik saja, setidaknya di hadapan Sungmin. Ia tahu pilihannya memang benar-benar menyakitkan baginya dan suaminya, namun ia hanya ingin Sungmin bahagia, hanya itu.

"Umma dulu juga selalu mengelus rambut Minnie, memanjakan Minnie, seperti Minnie masih bayi" ujar Sungmin mengingat.

Sebuah senyum terlukis di wajah Leeteuk, "Jinja? Kalau begitu umma juga akan selalu mengelus rambut Minnie, otte?" ujarnya.

Sungmin mengangguk cepat, "Bagaimanapun juga, umma kan juga ummaku" ujarnya, membuahkan senyum miris dari Leeteuk.


-KYUMIN-


TBC?/END?

Ah, dulu di chap awal kalo masih ada yang inget, Sangyoon kan panggil siwon appa, dan sekarang saya ganti daddy aja, ne! ;-) biar beda aja panggilannya.

Mian kalo dikit... #bungkuk2

Mian updatenya lamaaaaa+pendek+ngebosenin... #bungkuk2

makasih sama yang udah RnR!

n jangan lupa RnRnya!