Dan ini, ada yang ingin kutanyakan tentang kai"
-From Another Galaxy-
Chapter 5
"K-kai? Kau mengenalnya?"
"Em, sebenarnya aku bekerja dikasino waktu itu dan saat itu aku bertemu dengannya. Aku bingung dengan masa lalunya yang ku baca, itu sangat aneh dan disana ada dirimu" lirih kyungsoo.
"Em, kita semua ada dimasa lalu yang sama soo"
"Kai, diaa .. Diaa sangat kesulitan saat ini. Dia sangat putus asa. Ia mengatakan padaku ingin menemukan seseorang tapi tidak mungkin karena tempatnya sangat jauh. Sebenarnya ia merindukan seseorang. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan aku hanya menghiburnya. Dan aku yakin orang yang ia rindukan adalah kau" lirih kyungsoo meneteskan air mata. Luhan tercekat, selama ini .. Berarti kai masih mengingatnya?
"Uljima soo-ya, mianhae"
"Untuk apa?"
"Karena membuat kai kesusahan selama ini" lirih luhan.
"Gwaenchana, mungkin sebentar lagi kai akan tersenyum setelah menemukanmu" ucap kyungsoo tersenyum kecil.
Setelah berbincang masalah exo planet luhan dan kyungsoo keruang latihan.
"SELAMAT DATANG!" Pekik chanyeol tersenyum kearah kyungsoo. Kyungsoo mengerutkan keningnya bingung.
"Dia adalah ksatria flame soo, sehun wind, chen scorpion (thunder), dan xiumin snowflake. Dan satu lagi yang tidak ada disini suho ksatria water" jelas luhan.
"Dia adalah kesatria bumi. Powernya earth" jelas luhan.
"Aah dan juga dia memiliki kemampuan spesial seperti aku-"
"Mwooo! Satu orang lagi yang bisa membaca pikiran kita! Andwaee!" Pekik chanyeol.
"Aniyo, aku bisa melihat masalalu seseorang" ucap kyungsoo tersenyum.
"Huhh syukurlah" gumam chanyeol sehun dan xiumin.
"Eh? Dimana baekhyun?"
"Katanya dia mau pulang dulu dan bekerja" jawab chanyeol cepat.
...
Luhan Side
Senang sekali rasanya menemukan satu kesatria lagi. Setelah saling memeluk chanyeol dan chen antusias menjelaskan tentang exo planet pada kyungsoo. Mereka sangat manis. Tapi .. Bagaimana kai sekarang?
"Suho hyung mengajak kita untuk bertemu, ia akan menjelaskan beberapa tentang exo planet dan pohon kehidupan dan juga cara mengendalikan power kita. Ia dirumahku sekarang" kata sehun.
"Chanyeollie, rumah sehun jauh lebih baik kau ikut kami" ucapku mengajak chanyeol.
"Tapi sepedaku?"
"Tenang saja tidak akan hilang" ucapku menarik tangannya.
"Aku dan xiumin scooter ku" ucap chen mengendarai motornya. Aku, chanyeol dan kyungsoo dimobil sehun.
"Sehunnie, aku juga ingin naik motor seperti chen" gumamku melihat motor chen beriringan dengan mobil sehun.
"Kalau begitu keluar dan ikut chen hyung sana" katanya sinis.
"Ya! Kau ini. Baiklah nanti aku akan beli motor dan belajar mengendarainya sendiri" ucapku kesal.
"Terserah" balas sehun santai.
"Ahaha, luhannie tenang saja. Aku bisa kok mengendarai motor nanti aku ajarkan" ucap chanyeol dibelakang.
"Jinja? Jeongmal gomawo yeolli" ucapku saling berpautan tangan dengan chanyeol.
"Kau benar-benar labil. sepeda yang baru kau beli mau kubuang?" Timpal sehun sinis.
"Aku juga akan belajar naik sepeda" ucapku santai.
Kami berada diruang keluarga sehun, para maid sudah diliburkan.
"Selamat datang kyungsoo" ucap suho tersenyum menjabat tangan kyungsoo. Aku hanya tersenyum saat melihat kyungsoo terkejut melihat masa lalu suho.
"Wow hyung, kau sampai menyiapkan papan tulis" kagum chanyeol.
"Ini untuk yang otaknya dibawah rata-rata sepertimu yang tidak mengerti akan kata-kata" ucap suho santai.
"Baiklah aku mulai dari exo planet. Dimana kita semua para ksatria dilahirkan. Kita ber12 diangkat sebagai kesatria exo saat masih kecil pada saat pemberontakan kaum edoras. Kaum itu ingin menguasai exo planet dan menyebabkan perang dengan planet lainnya. Saat itu demi menyelamatkan pohon kehidupan, mutiaranya dibagi menjadi 2. Satu untuk nyawa pohon kehidupan dan satunya lagi dibagi menjadi 12. Saat itu kita dipilih memegang mutiara yang sekarang menjadi kalung itu. Dan saat kritis jiwa kita dimasukan dalam mutiiara dan panglima kyuhyun ayah sehun mengajukan dirinya untuk menyembunyikan kita dibumi tanpa sepengetahuan musuh. Tapi resikonya panglima tidak dapat bertahan lama karena semua kekuatannya diberikan dikotak pandora yang menjaga kalung kita agar tidak rusak. Panglima kyuhyun dan istrinya sungmin ibumu sehun meninggal setelah sampai dibumi. Setelah membuatkan rumah untuk sehun dan juga direktur eunhyuk yang mengurus perusahaan hanyalah ilusi yang dibuat oleh puteri sungmin ibu sehun dan dengan kekuatan panglima kyuhyun menyempurnakan direktur eunhyuk yang selama ini mengurus bisnis keluarga oh" ucap suho panjang lebar.
"J-jadi selama ini eunhyuk ahjusi hanyalah ilusi?" Komen sehun.
"Aku kan sudah bilang tapi kau tidak percaya" balasku kesal.
"Tapi hyung, katamu aku diubah menjadi mutiara saat masih kecil. Seharusnya aku ingat setidaknya sedikit tentang exo planet?" Tanya chen.
"Saat sampai dibumi kalian tidak ingat apa-apa lagi. Dan juga saat itu tepat saat badai besar dikota seoul dan kotak pandora terpisah pisah. Kotak sehun berhasil diselamatkan tapi ke9 kotak hilang entah kemana"
"Tunggu? Bukankah ada 12, mengapa hanya 10?"
"Aah benar, kotak pandora luhan disimpan oleh panglima siwon dan satunya lagi kai berhasil keluar dari kotak pandora dan menghilang diexo planet" jelas suho.
"Tapi kata panglima siwon kai ada dibumi. Ya kalian juga tau kan" tambah suho lagi. Sedangkan aku hanya menatap sendu yang lainnya. Tentu semuanya karena aku.. Kai ..
"Kita memiliki power masing-masing dan nanti aku jelaskan malam ini saat latihan. Aku akan menjelaskan situasi pohon kehidupan terlebih dahulu" suho mengambil nafas sejenak.
"Suho ya, minum ini dulu" ucap kyungsoo membawakan beberapa gelas jus jeruk.
"Gomawo soo-ya" ucap suho tersenyum.
"Saat ini pohon kehidupan dalam kondisi kritis karena pertempuran dari bangsa edoras. Mereka kembali menyerang kerajaan dan ingin mengambil mutiara pohon kehidupan. Saat ini yang bisa mengalahkan bangsa edoras adalah kita para kesatria yang bisa menolongnya" jelas suho lagi.
"Em, kita harus menyelamatkan planet asal kita" ujar xiumin mengangguk serius.
"Dan juga ini adalah gambar simbol-simbol ditubuh kita"
Suho menempelkan kertas-kertas itu dipapan tulis menjelaskan satu persatu simbolnya.
"Tunggu! Itu simbol time control?" Sela chanyeol.
"Benar, apa ada yang kau tau?" Tanya suho.
"Aniya, hanya saja .. Terasa familiar" gumamnya lagi.
"Nah, kita ber12 memiliki pasangan masing-masing. Seperti memiliki ikatan. Seperti luhan telekinesis berhubungan dengan teleport. Ah ani, kita lihat yang ada. Seperti chen scorpion, berhubungan dengan kyungsoo earth. Dan aku berhubungan dengan xiumin snowflake dan water. Aku bisa tau kalian diatap karena aku merasakan getaran xiumin" jelas suho.
"Tunggu! Pantas saja saat aku bertemu chen jantungku selalu berdebar aneh" ucap kyungsoo.
"Benar saat aku ada diruang memasak kukira jantungku berdebar karena jatuh cinta dengan xiumin ternyata karena ada pasangan powerku disana" kekeh chen dan mendapat deathglares dari yang lainnya termaksud aku walaupun aku masih tertawa karena dia lucu.
"Eh? Tunggu dulu. Apa jantung kita bisa berdetak juga jika bertemu ksatria lain selain pasangan kita?" Tanyaku bingung.
"Tidak, itu khusus untuk pasangan kita. Sama halnya dengan bertelepati hanya bisa dilakukan bersama pasangan karena itu gunanya kalian dipasangkan untuk memudahkan saat bertempur" terang suho.
"Berarti saat aku pertama kali didepan kampus han-kuk bukan karena aku bertemu sehun? Karena .. Karena disana ada kai!" Batinku. Dan juga saat aku selesai teater, itu bukan karena ada sehun itu ada kai. Selama ini kai ada didekatku?
...
Seorang yeoja berambut hitam legam tengah berpose ria menggunakan lingerie.
"Bagus zitao, berpose seseksi mungkin. Sekarang buat wajahmu sepanas mungkin" teriak sutradara. Yeoja cantik bermata panda dan bibir mungil itu mengangguk dan memulai pose-pose yang dipinta sutradara.
"Ya! Sip! Kerja bagus. Kita selesai hari ini!"
Yeoja yang bernama lengkap hwang zitao itu mendesah lega. Memakai mantelnya menuju ruang ganti.
"Jie jie, kau sangat hebat hari ini" ucap asisten nya.
"Syukurlah xinlin, mana baju ku?"
"Ini jie"
Tao memakai baju kaos ketat hitamnya dengan jeans dark bluenya. Membentuk kakinya yang indah.
"Mantelku"
"Ini jie" dipakainya mantel bulu panjangnya.
Ia berjalan keluar gedung pemotretan sambil menyeruput mocca flout.
"Jadwal kita selesai hari ini kan?"
"Tentu jie, kau bebas hari ini" seru asistennya.
"Kris ge!" Panggil tao melihat namja tampan berwajah kharismatik melaluinya. Yang dipanggil menoleh singkat.
"Gege baru pulang? Gege tao merindukanmu" pekik tao memeluk senang kris.
"Lepaskan tao, aku sedang buru-buru" ucap kris segera melangkah pergi. Tao tertunduk sejenak.
Ya, hwang zi tao atau lebih dikenal tao seorang TOP Model super sexy yang baru-baru ini membintangi merk terkenal lingerie. Kebanyakan ia menjadi model baju-baju sexy, seperti bikini, lingerie. Tapi dia juga TOP MODEL nomer 1 baju-baju pernikahan.
Sedangkan kris atau nama chinanya Wu Yi Fan. Aktor terkenal membintangi banyak film layar lebar.
Apa hubungan kris dan tao?
Flashback
Seorang yeoja kecil kira-kira berumur 8 tahun tengah menangis dipinggir taman. Namja yang berumur 11 tahun itu menghampiri yeoja kecil itu.
"Haii? Kau kenapa menangis?" Tanya si namja.
"Hiks .. Hiks .. N-nugu?" Tanya yeoja kecil itu mendongakan wajahnya yang penuh air mata.
"Aah, perkenalkan namaku wu yi fan. Panggil saja kris" ucap kris mengulurkan tangannya, yeoja kecil itu masih menatap tangan kris.
"Hiks, n-namaku tao" ucanya serak.
"Jadi tao, mengapa kau menangis? Dimana orang tuamu?"
"Hiks, aku .. Hiks tidak punya orang tua. Aku hikss .. Aku tinggal dipanti asuhan beberapa waktu lalu. Hiks .. Hiks .. Dan aku diadopsi, dan .. Hiks .. Dan orang yang mengadopsiku jahat. Huwaa" tangis tao pecah. Kris memeluk tao bingung.
"B-berhenti menangis"
"Hiks, aku tidak punya siapa-siapa lagi. Aku takut kembali kerumah orang itu. Mereka jahat" tangis tao.
"Tenanglah, emm bagaimana ikut aku. Aku akan menjagamu tao" ucap kris tersenyum.
"B-benarkah?"
"Em, aku berjanji"
"Kau tidak akan kejam padaku?"
"Tentu saja tidak, aku akan selalu menjagamu. Othe?"
"Hiks, b-baiklah. Xie xie kris ge" ucap tao tersenyum.
"Waaah, tao cantik ternyata kalau senyum" kagum kris.
Flashback End
Tao tersenyum pahit mengingat pertemuan pertamanya dengan kris.
"Kapan keberangkatan kita kechina?" Tanyanya tegas pada asistennya.
"2 hari lagi tersisa dilondon jie"
"Baguslah, ayo kita kesupermarket dan beli beberapa bahan makanan" ucap tao tersenyum senang.
...
Kris tersenyum pahit melihat foto yeoja dengan kemeja besar dan memakai celana dalam merk didin memperlihatkan lekuk tubuh indah yeoja itu dan juga simbol unik dipinggangnya. Itulah ciri khas model yang bernama hwang zi tao.
"Kaulah yang memilih jalanmu sendiri tao" lirih kris kembali melangkah keruangan direkturnya.
Setelah seharian syuting dan mengikuti rapat redaksi kris melangkah gontai keapartementnya ditengah kota london. Setelah membuka pintu dapat dirasakannya aroma masakan. 'Lezat' satu kata untuk ituu.
"Gege!" Panggil tao masih dengan apron berbentuk bunga matahari.
Kris menghela nafas berat.
"Apa yang kau lakukan disini" katanya dingin.
"Aku tau gege lelah dan belum makan. Aku memasak untukmu. Rasanya tidak bisa dijamin ge. Tapi ini sehat loh" ucap tao mengambil mantel ditangan kris menggantungkannya digantungan mantel.
Tao mendekati tubuh kris melepaskan dasinya dengan teliti.
"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu ge, mandilah dulu" ucapnya tersenyum. Kris menghela nafas masuk kekamarnya lalu mandi.
Diluar tao menghela nafas berat, ia nampak sedih, bingung untuk memperbaiki hubungannya dengan kris.
Flashback
Saat itu hari kelulusan tao. Kris sudah bekerja menjadi aktor sedangkan tao, dia pelajar.
"Kris ge!" Pekiknya memasuki ruangan kris.
"Kris ge dimana? Aah mungkin masih syuting" gumam tao.
"Eh? Siapa kau?" Seorang yeoja keluar dari ruang ganti yang ada dalam ruangan itu juga.
"Eh? Aku tao. Kau siapa?"
"Nugu?" Ucap kris juga keluar ruang ganti.
"Ge?" Tao berdiri ia masih mengenakan seragamnya.
"Tao? Apa yang kau lakukan disini?"
"A-aku sudah lulus ge, kau ikut kan menghadiri pesta kelulusanku?" Ucap tao gugup.
"Dia siapamu babe?" Tanya yeoja itu lagi.
"Aah, dia cuma adiku. Jika ada waktu aku akan kesana tao"
"Ge, dia siapa?"
"Aah, perkenalkan dia top model shou er. Dia pacarku tao" ucap kris tersenyum. Sedangkan tao menatap tidak percaya.
"Ge? Kenapa kau pacaran dengannya! Aku tidak setuju!" Pekiknya kesal. Tao menatap shou er sinis.
"Maafkan adikku shou er. Tao ikut aku" kris menarik lengan tao kasar.
"Ge! Aku tidak suka kau dengan yeoja itu!" Pekik tao lagi marah.
"Ada apa denganmu tao, berhenti bertingkah kekanakan dan pulanglah" ucap kris kesal meninggalkan tao.
"Aku mencintaimu ge" lirih tao berjalan gontai.
"Hey kau!" Panggil shou er meremehkan.
"Cih kau ini jadi adik kris aja blagu, aku tau kau cuman adik angkatnya. Berhenti melarangku pacaran dengan kris yaa, maniss" ejek shou er.
Tao mengepal tangannya kuat, ingin rasanya ditonjoknya wajah yeoja itu.
Tao bejalan gontai keluar perusahaan kris.
"Waah shou er itu cantik dan seksi ya, cocok sekali dengan kris"
"Uuh shou er sangat cantik, seksi"
Tao menatap poster shou er langsung merobek-robeknya kesal.
Kini tao duduk dirumahnya dan kris. Menunggu kris pulang. Terdengar suara kris memasukki pintu
"Gege! Tadi shou er mengejekku. Katanya aku tidak pantas menjadi adikmu! Dia membenciku ge, dia menjelek-jelekanku dan meremehkanku!" Hambur tao kesal.
"Berhentilah kekanak tao! Dan jangan berbohong" ucap kris kesal.
"M-maaf, tapi dia memang tadi menjelekanku! Dia seperti membenciku dan-"
"Sudahlah tao, kau ini kekanakan sekali. Shoue er itu top model sekarang, dia itu cantik, seksi, baik hati. Dia tidak seperti yang kau bayangkan"
"Tapi aku tidak ingin kau berpacaran dengannya! Putuskan dia sekarang juga!"
"Aku tidak mau"
"Ge, apa kelebihannya. Ada aku disini jangan bersamanya" rengek tao.
"Tao aku muak denganmu. Kenapa kau selalu bertingkah seperti ini saat aku dekat dengan wanita! Berhenti kekanakan seperti ini. Seharusnya kau membiasakan diri dengan mereka dan berteman dengan mereka!"
"Aku tidak mau! Bagiku kris ge cukup. Tidak kah aku cukup untukmu ge?"
"Apa maksudmu tao, kita sekarang sudah dewasa tidak bisa terus bergantung seperti ini"
"B-benarkah? Tidak bisa seperti ini? Kalau begitu jadikan aku pacarmu!"
"T-tao? Tidak bisa tao"
"Kenapa? Kenapa tidak bisa ge!"
Kris terdiam sejenak.
"Jadikan aku kekasihmu ge, aku mencintaimu" ucap tao melemah.
"T-tapi aku tidak" lirih kris.
"Ge, " lirih tao menatap kris tidak percaya. Pembicaraan mereka berhenti tao berlari kekamarnya dan menangis. 2 hari mereka tidak saling sapa dan saat itu tao memilih untuk pergi.
"Kau mau kemana?" Tanya kris melihat tao membawa koper dan barang-barangnya.
"Bukankah kau yang mengatakan kalau kita tidak bisa saling bergantung lagi. Aku tidak bisa terus bergantung padamu. Aku akan bejalan sendiri mulai saat ini. Terimakasih untuk segalanya" ucap tao pelan meninggalkan kris.
"Jangan pergi tao!"
"Aku tidak akan pergi jika kau mau jadi kekasihku. Tidak bisa kan? Yasudah aku pergi" ucap tao tersenyum miris.
"Kau tidak bisa apa-apa diluar sana berbahaya tao"
"Aku? Tidak bisa apa-apa? Tunggulah ge! Lihat aku yang sebenarnya!" Tao membanting pintu dan langsung pergi.
Flasback End
Semenjak saat itu tao mulai merintih dari awal menjadi model sampai menjadi top model seperti sekarang ini. Walaupun seperti itu satu bulan yang lalu dichina ia masih memohon pada kris untuk menjadi kekasihnya. Tapi kris tetap menolak itu. Dan tao mengalah agar bisa bersama kris kalau mengatakan ia memilih menjadi adik yang baik untuk kris.
"Kau sudah selesai ge? Duduk lah" ucap tao tersenyum. Kris menyuap nasinya, sayur dan ikannya.
"Bagaimana?"
"Nasinya terlalu keras, sayurnya terlalu asin dan ikannya tidak berasa" komen kris. Lalu tertawa kecil.
"Tapi ini suatu kemajuan" ucap kris lagi.
"Ge, kudengar kau akan shooting dikorea?"
"Em, begitulah"
"Aku juga ge, aku ada pemotretan disana. Aku tidak sabar memakai pakaian hanbok" ucap tao tersenyum lebar.
-From Another Galaxy-
"Aku dulu tinggal dipanti asuhan lalu diadopsi oleh 2 orang tua yang sangat baik padaku. Tapi saat aku berumur 17 tahun mereka meninggal kecelakaan. Dan mulai saat itu aku mencoba mandiri" terang chanyeol tersenyum pahit.
"Lalu bagaimana kau hidup selanjutnya chanyeol? Kau juga bekerja?"
"Em aku bekerja paruh waktu. Mengambil upah menjadi fotografer dan juga menjadi gitaris dan drummer di band berbeda" ucap chanyeol.
"Wow, daebak. Aku tidak menyangka hidup dibumi sesulit itu" gumam luhan.
"Memang apa yang kau lakukan di exo planet?" Tanya xiumin penasaran.
"Aku? setiap hari senin selasa rabu. Pagi menyiram bunga bersama anak-anak diistana, siangnya keruang jahit istana menoonton para penjahit baju kerajaan, sorenya latihan kemampuanku. Malamnya makan malam bersama raja dan ratu. Kamis dan jumat aku harus mengikuti sekolah tentang ilmu pengetahuan, menemani raja keperpustakaan. Sabtu dan minggu aku bebas segalanya" ungkapku mengingat kegiatanku diistana.
"Whoaah sungguh kau seorang puteri eonni. Kalau aku harus membuat kue tiap malamnya dan dijual ditoko kue lalu melakukan kerja paruh waktu menjadi pelayan direstauran italy" keluh kyungsoo.
"Sebenarnya hidup disana membosankan kyungsoo, kau tau pakaian disana? Uugh sangat ketat. Mungkin jika kau memakainya kau bisa sesak nafas" ucap luhan bergidik membayangkan pakaiannya yang sesak itu.
"Ahaha, kau ini eonni. Hidupmu sangat tentram tanpaa masalah" ucap kyungsoo lagi.
"Benar nuuna, kau pasti sangat enak disana dilayani oleh para pelayan yang patuh" tambah chen.
"Sebenarnya disana aku banyak menghadapi kesulitan, apa lagi saat terjadi peertempuran. Hampir semua orang diistana menghujatku dari belakang karena tidak bisa melakukan apapun. Dan saat itu aku memutuskan kebumi sendirian untuk menyelamatkan planetku dan juga membuktikan pada mereka kalau aku lebih dari puteri tidak berguna" lirih luhan berdecak sebal. Sehun sedari tadi memperhatikan luhan, yeoja itu juga mengalami waktu yang sulit.
"Kau sangat hebat nunaa, kami semua akan membantumu membuktikan pada mereka kalau kau bisa. Kita harus mengumpulkan ksatria lainnya" ucap suho tersenyum tulus pada luhan.
"Dan kau chen? Bagaimana kau hidup sendiri?" Tanya luhan tersenyum.
"Em, ceritakan pada kami!" Seru chanyeol.
"Waktu itu aku ditemukan dibusan. Aku betemu sekumpulan preman. Mereka mengambilku dan memanfaatkanku seperti mencuri diwarung. Kau tau itu sangat sulit, aku selalu takut. Saat aku berumur 11 tahun aku kabur menggunakan kereta api keseoul. Disana aku bertemu sekumpulan anak-anak nakal, itu adalah hari yang sangat sial. Tapi, aku masih mengingat hyung waktu itu. Ia mengajakku kabur dan kami tinggal dirumah kosong kami mulai mengamen dengan cara baik dijalanan hongdae. Dan saat itu juga ada ahjussi baik hati mendengar aku bernyanyi dan memasukanku kesekolah musik. Mulai saat itu ia mau membiayai sekolahku tapi aku harus kerja menjadi penyanyi dicaffenya. Dia sangat baik. Dan aku bertahan hidup sampai sekarang ini, aku belajar giat aku bisa masuk universitas melakukan kerja paruh waktu dibanyak tempat. Tapi yang membuatku sangat sulit bukan itu, yang membuatku kadang putus asa adalah harus berjalan sendiri tanpa seorangpun keluarga" lirih chen diakhir, yang lainnya tercekat. Mungkin chen sangat menderita dulu.
"Chen, mulai sekarang kami akan ada disini, kita semua adalah keluargamu chen" ucap luhan yang dari tadi sudah menitikan air mata.
"Terimakasih nuuna, kau yang membawaku kesini" ucap chen membalas pelukan luhan. Suho tersenyum, ia bisa menumbuhkan rasa kekeluargaan diantara mereka lebih dalam.
"Suho-ya, bukankah sekarang giliranmu?" Ucap chen. Luhan, xiumin, chanyeol dan sehun segera memandang suho penasaran.
"Yaa yaa baiklah, sebenarnya hidupku tidak sesusah kalian. Yang kutau ke2 orang tua angkatku menemukanku dipinggir kolam renang mereka. Mereka keluarga kaya yang sangat menyayangiku. Begitulah, mereka sudah menganggapku seperti anak mereka, menyayangiku. Aku hidup cukup selama ini" ucapnya santai dan sedikit tersenyum kikuk mendapat tatapan datar yang lainnya.
"Ya kau yang paling beruntung dibanding yang lainnya suho-ya" ucap luhan santai.
"Eh? Bagaimana dengan anak ini. Dialah yang paling beruntung. Dia hidup dalam kemewahan selama ini. Yang paling berkuasa mulai disekolah dasar" ucap chanyeol sedikit kesal.
"Sebenarnya selama aku hidup ini aku salah paham dengan kedua orang tuaku. Mereka pergi tanpa aku sempat mengenal mereka. Aku tinggal sendirian disini. Dulu aku memiliki banyak teman tapi saat aku mengetahui mereka mendekatiku hanya karena ingin memanfaatkanku. Dan mulai saat itu aku menutup diriku" ucap sehun datar.
"lalu mengapa kau selalu saja seenaknya mengeluarkan siswa jika kau membencinya?" Tanya chen.
"Saat sekolah dasar aku adalah anak yang lemah dan polos mereka selalu membullyku, meminta uangku paksa. Dan saat aku mengetahui ayah mereka bekerja diperusahaan appa, sadar aku lah yang berkuasa. Aku memanfaatkan itu untuk menjadi kuat dan mengancam mereka" ucap sehun malas, bukan gayanya harus curhat.
"Selama ini aku bersalah telah membenci orang tuaku. Luhannie gomawo telah menyadarkanku" ucap sehun tersenyum kecil pada luhan yang duduk diseberangnya.
"Tentu sehun" ucap luhan menghampiri sehun dan memeluk namja itu hangat.
"Jadi kesimpulannya yang paling enak itu kau suho! Kau mendapat kasih sayang kedua orang tuamu, hidup berkecukupan. Tidak ada yang kurang" timpal chen.
"Em, sangat beruntung" tambah kyungsoo.
"Yaa, tapi bagaimanapun aku tetap harus mengabdi pada kejaraan exo planet. Karena tugasku pengawal puteri mahkota" ucap suho santai tersenyum pada luhan yang kini sudah nempel disebelah sehun.
"Ya! Berhenti menggosipiku!" Pekik luhan memukul-mukul kecil lengan kyungsoo dan chen.
"Kau kenapa?" Tanya sehun bingung.
"Yaa yaa, sepertinya kedua anak ini sudah bisa saling bertelepati" ucap luhan kesal.
"Xiuminnie kau harus hati-hati ne!" Ucap luhan lagi menyeringai.
"Aah seandainya partnerku xiumin nuuna saja" rayu chen mode on.
"Eh? Sudah malam ternyata. Kita sangat banyak bercerita" gumam kyungsoo.
"Naah sekarang kita harus latihan. Kita latihan dikebun belakang rumah ini" ucap suho memimpin yang lainnya.
"Aku sendiri saja tidak tau ada kebun dibelakang rumahku" gumam sehun bingung.
"Kalian telah memasang kalung masing-masing kan?" Tanya suho tegas berwibawa.
"E-eeh sebenarnya ... Sebenarnya kalungku ada dimuseum" ucap chen mengangkat tangannya takut.
"M-MWOOOO! YACK! Bagaimana bisaa! A-aaigooo" ucap suho memegang urat lehernya yang mulai kejang.
"Dimuseum mana?" Tanya sehun.
"Chung-ah" balas chen kikuk.
"Gwaenchana, museum itu atas nama perusahaanku. Besok kita bisa mengambilnya" ucap sehun.
"Huhh, baiklah. Kita lanjutkan saja latihannya. Sebenarnya kalian bisa mengendalikan kekuatan kalian tanpa kalung itu. Tapi karena kalian pemula kalung itu bisa menstabilkan kekuatan kalian. Kalian berdiri berjauhan dan mulai konstentrasi, hembuskan nafas kalian teratur. Dapatkah kalian rasakan kekuatan besar didiri kalian? Cari titik pusatnya, titik kekuatan kalian berada" terang suho.
Perlahan tangan chanyeol berwarna merah menjadi bara dan beberapa detik kemudian keluar api besar berwarna merah, sedangkan chen tubuhnya mulai mengeluarkan listrik biru, dan kyungsoo tanah disekitarnya mulai bergetar dan sehun tubuhnya mulai dikelilingi oleh angin. Xiumin membekukan tanah dan juga ranting pohon yang ada disekelilingnya. Mereka masih memelamkan mata mereka.
"Sekarang pertahankan posisi kalian seperti itu. Jangan menambahkan kekuatan. Tetap seperti itu! Fokus!" Pekik suho.
"A-aaaghhh! Tidak bisa!" Chanyeol membuka matanya apinya hendak meredup.
"Pertahankan chanyeol!" Seru luhan. Dilihatnya tangannya dan langsung konsentrasi kesetika apinya mulai membentuk kembali. Sedangkan chen masih diposisinya sama dengan kyungsoo. Tapi angin sehun mulai membesar dan membesar.
"Sehun! Konsentrasi dan kurangi kekuatanmu!" Teriak suho. Tidak ada tanggapan dari sehun.
"Sehun-ah! Sekarang buka matamu! Berhenti mengeluarkan kekuatanmu!" Pekik suho lagi. Merasa tidak ada tanggapan suho berlari kearah sehun.
BRAAAK!
Ia terhempas karena kuatnya pusaran angin disekeliling sehun.
"Biar aku" ucap luhan berlari kearah sehun.
"Sehunnie! Ireona!" Pekik luhan lagi. Dengan telekinesisnya luhan berpegangan akar pohon yang setia menjalar ditubuhnya.
"S-sehunnie!" Luhan berhasil memegang tangan sehun.
Sehun membuka matanya.
"BRAAAK!" Tepat saat angin berhenti luhan terhempas dibatang pohon yang lumayan jauh. Sehun terdiam sejenak dilihatnya keadaannya yang hancur dan juga chanyeol, chen, kyungsoo dan suho berlari kearah luhan.
"Eeh? Mengapa tubuhnya basah?" Tanya kyungsoo memperhatikan luhan.
"Tadi aku membuat gelembung air agar tubuhnya tidak terbentur" ucap suho tersenyum. Segera sehun berlari kearah luhan dengan hati yang sudah tidak karuan.
"Luhannie!" Sehun menyentuh pundak luhan.
"Eh sehunnie? Aah, aku tidak apa-apa" uucap luhan tersenyum kikuk. Sehun menatap luhan pandangan bersalah.
"Kajja kita lanjutkan latihannya" ajak luhan berdiri.
"Aakh!" Ia merasakan nyeri hebat dipergelangan kakinya.
"Sepertinya terkiril" ucapnya lagi tertawa masam.
"Biar aku yang membawanya masuk, bajunya pun juga basah" ucap sehun menatap luhan lekat.
"Em? Baiklah, obati kakimu!" Seru suho dan langsung memberi aba-aba kembali membentuk lingkaran besar.
Sehun menggendong luhan ala bridal style.
"Aku baik-baik saja sehunnie, tidak perlu secemas itu. Ini bukan salahmu. Kau tau saat di exo planet aku bahkan sudah terpental hampir 100 meter dan membentur bebatuan, tercebur dilumpur. Euhhh itu mengerikan" ucap luhan menatap sehun dalam, tapi sehun masih menatap kejalanan setapak kosong.
"Tidak perlu merasa bersalah sehunnie" ucap luhan lembut mengeratkan tangannya kepundak sehun dan menyenderkan kepalanya didada bidang sehun.
"Mianhae" lirih sehun.
"Em, gwaenchana. Hanya kakiku yang terkilir. Ini sungguh rekor, kecelakaan saat berlatih paling ringan" ucap luhan tertawa kecil.
Sehun mendudukan luhan dikursi belajar kamar luhan.
"Tunggu sebentar aku mengambilkan obatnya ne" ucap sehun berjalan keluar kamar. Luhan sadar akan itu, perasaan sehun lebih kepadanya ..
Ia tidak bisa
.
.
.
TBC
