Luhan sadar akan itu, perasaan sehun lebih kepadanya ..

Ia tidak bisa

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

Chaper 6

"Apa itu?" Tanyaku saat sehun menyemprotkan benda dingin dikakiku.

"Ini yang bisa dipakai pemain sepak bola saat kaki terkilir. Sudah baikan?, sekarang gantilah pakaianmu, nanti kau masuk angin" katanya lembut.

Aku menatap sehun yang tengah terduduk lemah ditempat tidurku, ia menungguku. Aku tau

"Sehunnie, tidak perlu merasa bersalah. Nan gwaenchana" aku duduk disebelahnya.

"Luka bahumu saja belum sembuh aku sudah membuat luka baru untukmu" ucapnya menatapku sendu.

"Gwanchana, lihatlah ini sudah lebih baik" ucapku tersenyum menggerakkan kakiku.

"Mianhae"

"Yack! Berapa kali aku menyuruhmu! Be-"

GREP

"Luhannie, mulai sekarang jangan terluka lagi. Kau tau aku sangat mengkhawatirkanmu" lirihnya.

"Ne, ini adalah terakhir kalinya"

"Aku sangat menyayangimu" lirihnya mengeratkan pelukanku.

"Nadoo, aku sangat menyayangimu, aku menyayangi kalian semua" ucapku tersenyum.

"Bukankah kau bisa mendengarku,mak-"

"Sehunnie, aku ingin melihat latihan mereka" ucapku memotong pikiran sehun.

Segera aku beranjak dari tempat tidur dan langsung meninggalkan sehun. Maafkan aku sehun ..

...

Hari minggu yang menyenangkan, kyungsoo dan xiumin menginap dikamarku kami bercerita banyak hal. Tadi malam mereka terlalu lelah dan terlalu malam untuk pulang.

Kini aku kyungsoo dan xiumin tengah memasak didapur sehun.

"Rumah sehun sangat besar dan mewah ya, tapi ia tinggal sendiri" gumam kyungsoo.

"Emm, begitulah" ucapku pelan.

"Luhannie ambilkan saosnya" seru kyungsoo aku mengangkat semua saos.

"Yang itu!" Segera aku pindahkann dengan telekinesisku.

"Luhannie, bangunkan yang lainnya untuk makan ne" ucap kyungsoo tersenyum.

"Ne eomma!" Ucapku tertawa kecil langsung berlari kekamar yang ditiduri suho dan chen.

"IREONA! Suho-ya! Chen-ah! Irona!" Pekikku melompat ditempat tidur mereka.

"Araseo nuuna" suho langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung kekamar mandi.

"CHEN!" Pekikku lagi.

"Biar aku yang membangunkannya luhannie" seru xiumin mengambil alih.

"Thanks" ucapku langsung kekamar sehun dan chanyeol.

Aku tersenyum kecil melihat keakraban mereka, sehun sangat menyukai chanyeol walaupun ia tidak mengatakan langsung.

"IREONAAAA!" Pekikku.

"Wow? Tidak ada yang berkutik ternyata?" Aku menghambur kearah chanyeol dan ia malah menjadikanku guling. Aissh!

"Sehunn-ah! Tolong akuuu! Lihat chanyeol mengunciku!" Pekikku tepat ditelinga sehun yang memang tidur disebelah chanyeol.

Ia membuka lebar matanya dan langsung melepaskanku.

"Huuh, gomawo. Aku tidak tau chanyeol semengerikan itu saat tidur" ucapku bergidik ngeri.

"Sehunnie, kyungsoo membuat makanan yang sangat lezat. Kajja kita makan, dan bangunkan chanyeol ne" ucapku lembut dan langsung beranjak dari tempat tidurnya.

GREP.

Sehun memeluk tubuhku dari belakang.

"Luhannie aku masih sangat-sangat mengantuk" ucapnya.

"Aissh, kau ini malah ikut memelukku seperti chanyeol. Minggir aku juga mau membantu kyungsoo memasak agar aku bisa memasak" ucapku kesal ingin melepaskan diri tapi sehun malah lebih erat memelukku.

"Eemmmh, luhannie sangat harum" gumamnya.

"Tentu aku sudah mandi, lepas nanti baumu nempel ditubuhku" ucapku lagi kesal.

"Luhan-ah, apa rambutmu tidak terlalu panjang?" Gumamnya.

"Tidak, aissh! Sehunnie! Berhenti membuatku kesal! Lepaskann!" Pekikku kesal.

"Aku ingin mencium tengkuk luhan yang indah" benak sehun dapat kudengar.

"Omo omo! Sehunnie! Ternyata pikiranmu mesum yah? Kalau mau mencium, cium chanyeol sana! Aissh! Kau me-"

"Aaarggh!" Seru suara berat disebelah kami.

"Eh? Apa yang kalian lakukan? Eiiyy kalau mau bermesraan liat-liat dong. Masih ada aku" ucap chanyeol masih bersuara berat.

"Yaaackk! Kau ini! Enak saja mengatakan kami bermesraan! Ireona! Kau tadi menjadikanku guling kautau!" Pekikku kesal berhasil melepaskan diri dari sehun dan memukuli pantat chanyeol.

"Sudahlah luhannie, biar aku yang membangunkannya" ucap sehun kecil mentoel pipiku.

"Araseo, palli nanti makanannya keburu dingin" aku melangkah sebal meninggalkan tempat tidur terkutuk itu.

Selesai sarapan bersama kami berkumpul diruang keluarga.

"Whooaaaa! Dia sangat tampan" gumamku melihat namja yang ada ditv.

"Kalau tidak salah namanya kris wu aktor terkenal asal china. Kelahiran china-canada" gumam xiumin.

"Whoa, ternyata dibumi juga ada ya namja setampan itu" gumamku lagi.

"Chajatta! Ini! Inii diaaaaaa!" Pekik chanyeol yang berasal dari kamar.

"Ada apa chan-chan?" Tanya xiumin bingung.

"Kalian tau, simbol time control? Itu milik model terkenal hwang zi tao!" Pekik chanyeol.

"Eh? Dari mana kau tau?" Tanya chen.

"Lihat ini!" Chanyeol membawa majalah dihadapan kami yang ada banyak yeoja memakai baju-baju seksi.

"Eh? Ini seperti pakaian dalam ku!" Ucapku kegirangan.

"Eiy kau ini luhan nuuna, lihat dipinggangnya, simbol time control!"

"Eh benar?" Gumam chen.

"Aku tau kau bukan melihat simbonya chen ~" ucapku terkikik geli.

"Hyung apa ini benar?" Tanya sehun menunjukan gambar itu pada suho.

"Em, sepertinya. Tapi apa ini asli?" Gumam suho lagi.

"Kajja kita lihat satu persatu" ajak chanyeol.

"Eh kan, benar" ucap chanyeol tersenyum gaje.

"Tubuhnya benar-benar indah" benak chanyeol.

"Lebih seksi dari pada xiumin" benak chen

"Ehm, tubuhnya benar-benar eksotis" gumam sehun.

"Aku tidak suka yeoja yang terlalu memamerkan tubuhnya" benak suho, aku mengangguk setuju.

"Tapi, kecantikannya luar biasa" benak suho lagi, aissh mereka sama saja.

"Sudahlah, simbol itu juga sudah nyata kan. Sekarang yang harus kita lakukan adalah menemui yeoja itu dan bertanya langsung padanya menggunakan kemampuan luhan dan juga kyungsoo" ucap xiumin menyadarkan pikiran kotor mereka.

"Em, aku setuju. Kita harus tau dimana lokasinya" ucap suho menimpal.

"Pertama mari kita lihat seputar dirinya diinternet" ucap chanyeol mengeluarkan smartphonenya.

"Dia lahir di Qingdao, China. Tapi sekarang menetap dishanghai. Tidak ada alamatnya. Sekarang ia dilondon dan .. Dan lusa depan ia akan keseoul untuk menjalani pemotretan dan sponsor perusahaan oh corp-"

"Itu perusahaanku!" Seru sehun.

"Em, benar. Ia berada dibawah naungan agensi SM. Akan mudah jika kita langsung keagensinya saja" ucap chanyeol lagi.

"hari ini aku ikut mengadakan rapat besar perusahaan. Mungkin disana aku akan bertanya pada eunhyuk ahjussi atau sekertarisku" ucap sehun.

"Baguslah kalau begitu" ucap suho tersenyum.

"Baiklah, aku hari ini akan bekerja" ucap xiumin juga.

"Tunggu! Ada yang ingin kukatakan pada kalian. Bisakah mengurangi pekerjaan kalian. Bukankah biaya kuliah kalian sudah dibebaskan oleh sehun. Kalian bekerja hanya untuk kebutuhan lainnya seperti makan" ucap suho lagi.

"Makan, keperluan rumah tangga, atau buku-buku kalian bisa mengambilnya cuma-cuma di oh store. Aku akan memberikan kartu bebas untuk kalian." ucap sehun.

"Tapi .. Kami tidak bisa begitu saja menerimanya" ucap kyungsoo tidak enak.

"Hey, ayah sehun atau lebih tepatnya panglima kyuhyun menyiapkan ini untuk kita semua karena itu tugasnya. Dan juga .. Tidak bisakah kalian fokus untuk menemukan ksatria lainnya saja. Bisakah beberapa saat ini kalian melupakan pekerjaan kalian yang membuat penat itu. Untukku" lirih luhan menatap kyungsoo, xiumin, chen, dan chanyeol.

"Benar kata luhan nuuna, kita harus fokus pada misi kita" ucap suho tersenyum.

"Appa akan tambah senang jika kalian mau tinggal disini. Kini aku sadar mengapa ia membuat rumah sebesar ini dan memiliki kamar yang banyak" ucap sehun tersenyum kecil.

"Karena tempat ini bukan untuk aku sendirian, tapi bersama kalian" sehun tersenyum sendu.

"Seharusnya dari dulu aku membawa kalian kesini"

"Sehun-ah, salahkan badai besar itu karena itu kalian terpisah" timpal luhan tersenyum pada sehun.

"Jadi, mulai sekarang maukah kalian tinggal disini. Dan latihan bersama" luhan menatap yang lainnya dengan puppy eyes.

"Aku setuju! Aku akan tinggal diperpustakaannya!" Seru suho antusias.

"Nado, aku akan tinggal dikamar luhan!" Seru chanyeol.

PLETAK!

"Ya!"

"Hyung!"

"Araseo"

"Ku mohon pada kalian, tinggallah disini" pinta sehun tulus.

"Emm, baiklah. Demi luhan" ucap xiumin.

"Kalau begitu aku akan mengambil barang2ku dirumah" seru kyungsoo tersenyum.

"Nado"

"Tapi, aku tidak menyangka kau suka mengoleksi majalah fashion yeoja chanyeol-ah?" Ucap xiumin menggodanya.

"Eh? Aniyo, yang ini aku temukan dimeja kamar sehun" bantah chanyeol.

"Aigoo, sehunniee ..." Rayu chen.

"Aniyo, luhannie! Jelaskan!" Pekik sehun meninggalkan kami.

"Eh? Aku tidak tau sehun? Kenapa kau membeli majalah ini?" Tanyaku bingung.

"Aissh kau ini! Kau yang memaksaku membelikan benda2 yang kau pakai itu. Aku hanya mengikuti fashion saja" ucapnya malas.

"Aaah benar, aku meminta sehun membelikanku pakaian dalam yang bagus. Hehee, mian mian" ucapku kikuk.

"Chanyeolli, hari ini kau sibuk?" Tanyaku duduk disampingnya.

"Tidak, wae?"

"A-ah, aku ingin belajar naik sepeda"

"Andwae!" Seru sehun. Aissh anak menyebalkan,

"Wae andwae! Terserahku dong" ucapku kesal.

...

"Luhannie kakimu tadi malam terkilir, nanti saja. Dari pada kau main sepeda kenapa tidak shopping bersama baekhyun mu eoh" sehun menatap malas luhan yang terus merayu chanyeol.

"Tapi ak-"

"Luhannie mian, hari ini aku akan mengadakan goodbye stage ku dengan anggota band ku. Mian mian" ucap chanyeol segera pergi meninggalkan luhan dan sehun tersisa.

"Gwaenchana, aku baru ingat baekhyun mengajakku makan bersama. Nenek dan kakeknya datang dari busan membawa makanan. Kau mau ikut?" Ajak luhan sambil berlari kecil menaiki tangga kekamarnya sehun mengekor melihat luhan yang tampak sibuk.

"Sirheo, aku tidak suka bertemu dengan orang tua"

"Ya!"

"Wae, aku tidak suka" ucap sehun malas.

"Kalau begitu aku pergi sendiri!" Seru luhan kesal meninggalkan sehun.

"Ya! Aku akan mengantarmu! Tunggu!" Seru sehun mengikuti luhan, dikeluarkannya mobil ferrari merah edisi terbatas miliknya.

"Naiklah" panggil sehun.

Sesampai dirumah baekhyun, sehun hanya berdiam dimobilnya.

"Wae? Tidak ikut?"

"Em, aku menunggu disini saja"

"Aish anak ini, kajja. Kau harus ikut juga" paksa luhan menarik sebal tangan sehun.

"Luhan eonnie! eh sehun?" Baekhyun yang sehabis membeli keperluan rumah langsung menghampiri luhan dan sehun.

"Eonni, kajja halmeonni sudah menyiapkan makannya, sehun kau mau ikut juga?" Ajak baekhyun.

"Tentu, tentu saja dia ikut" ucap luhan menyikut perut sehun.

Sehun tersenyum kecil, ini pertama kalinya ia makan bersama seperti ini.

"Jadi seperti ini rasanya memiliki keluarga" batinya. Luhan hanya tersenyum mendengarnya.

"Terimakasih sehun sudah mau mengantarkan nenek dan kakekku kestasiun" ucap baekhyun tersenyum.

"Tentu, sehun sangat menyukai masakan nenekmu" ucap luhan tertawa kecil.

"Setelah ini apa yang akan kalian lakukan?" Tanya baekhyun.

"Molla, aku akan bersenang-senang disini" ucap luhan santai sambil memainkan boneka baekhyun.

"Apa yang kau dapat bersenang-senang disini lu. Tempat yang menyenangkan diakhir pekan, namsan tower, han river, ah! Lotte world! Banyak lagi" ucap baekhyun santai memutar bola matanya malas.

"Jinja? Sehunnie kajja kita kenamsan tower!" Pekik luhan memelas.

"Sirheo, kau pergi dengannya saja. Aku ada urusann" ucap sehun malas.

"Yasudah, ayo kita berduua saja baekhyunnie" ajak luhan menarik lengan baekhyun.

"Aku akan mengantarkan kalian!" Seru sehun berjalan kemobil mendahului luhan.

"Whoaaa, apa kita bisa naik kesana?"

"Tentu"

"Yeaaa! Baekhyunnie! Aku ingin naik kesana! Dimana memanjatnya?"

"Kau pabo? Naik lift luhan" timpal sehun kesal, ia terpaksa mengikuti mereka karena khawatir dengan luhan.

"Sehunnie fotokan aku bersama baekhyun disini"

"Sir-"

"Aaaaaa! Berhenti memukuliku!"

"Kalau begitu fotokan!"

"Aish, araseo!"

Jepret!

"Whooa, sangat keren" luhan berlari mendahului baekhyun dan sehun menuju gembok cinta.

"Kajj-"

DEG!

...

Disisi lain seorang namja berkulit coklat itu tengah mengawasi yeoja yang tersenyum riang.

"Ya! Berhenti!" Serunya dan satu kedipan mata ia sudah berada dihadapan namja tinggi dan pendek itu.

"Owh, ternyata pahlawan kesiangan ya. Cih, sepertinya kekasihmu itu tengah menikmati hari libur. Aku semakin ingin membunuhnya" ucap namja tinggi itu.

"Ya choi minho! Kita sudah memiliki perjanjian! Tidak akan ada yang mati disini kau ingat!"

"Perjanjian sampah! Kau sendiri yang melanggarnya kai! Aku tau selama ini kau mengikutinya! Bunuh dia!" Pekik minho.

"Jadi kau ingin main-main denganku. Dan aku akan bermain juga denganmu!" Kai menonjok wajah minho dan jonghyun sekaligus.

"Tunggu pembalasan kami!" Seringai jonghyun dan langsung menghilang bersama minho.

Kai menghela nafas sejenak. Mungkin ini saatnya ia turun tangan.

Wussshh!

"Eh?" Baekhyun mengerjapkan matanya saat namja tiba-tiba ada dihadapannya. Sehun menatap kai kaget.

"Bukankah? Kau?"

"Ya ini aku, aku memberi kalian satu ksatria lagi" ucap kai datar ditariknya baju baekhyun membuka bawah pundaknya.

"Ksatria light" ucapnya datar.

"Kyaaaaaaaaaaa! Namja mesum! kurang ajaaar!" Pekik baekhyun memperbaiki baju yang dipakainya.

"K-kau! Ya! Selama ini kami mencarimu!"

"Sudahlah sehun, sekarang bukan waktunya. Jaga luhan baik-baik. Dan kumohoh temukan ksatria healing, aku terkena segel onew. Kumohon jaga luhan" ucap kai menatap sehun dalam.

"Sedang meminta bantuan tuan" seringai jonghyun kembali dibelakan kai.

Kai menatap jonghyun geram.

"Kau terlambat kai" seru jonghyun mengejek sambil menunjuk key yang sudah berada didepan luhan yang berada beberapa meter dari mereka.

"Bajingan kalian!"

Wuusshhhh!

GREP!

"Ka-"

Wuushhh!

"Luhaaaaaaaannnn!"

Jantung luhan berdetak kencang, ditatapnya kai yang kini memeluknya.

"Luhan!" Pekik baekhyun dan sehun. Luhan masih terus menatap mata kai yang tajam menatap key.

"Berhenti mengorbankan dirimu lu" lirih kai dan langsung menghilang dari hadapan mereka bersamaan dengan hilangnya jonghyun dan key.

...

"A-apa yang terjadi? K-kaai?" Gumam luhan.

"Kaaaai!" Pekik luhan mencari namja yang telah hilang.

"Sehunnie! Kau melihatnya? Dia dimana? Hikss, kenapa sangat singkat. Hiks .. Aku .. Aku bahkan-"

Grep!

"Tenangkan dirimu, kita harus segera kerumah. Dan kau ikut kami" seru sehun menuntun luhan kemobilnya. Dimobil luhan masih menatap kosong, pikirannya berkecamuh melihat kai, sedangkan baekhyun terlalu bingung untuk berbicara. Seroang namja menarik bajunya memperlihatkan tanda lahirnya, ksatria? light?

Mereka sampai dihalaman rumah sehun. Sehun memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu rumahnya. Terdengar kendaraan chen yang buru-buru masuk.

"Apa yang terjadi sehun-ah?" Ucap chen bingung saat sehun mengabari mereka untuk segera berkumpul.

"Luhannie!" Pekik kyungsoo melihat penampilan luhan yang berantakan.

"Kita jelaskan didalam" seru sehun.

"Kau juga ikut" serunya lagi pada baekhyun yang dari tadi mematung kagum, bingung, penasaran bercampur jadi satu.

"Mian-mian aku terlambat, ada apa? Apa yang terjadi?" Seru suara berat berlari kecil keruang keluarga.

"Eh?" Chanyeol menatap baekhyun bingung.

...

Baekhyun side

"Baekhyun kau adalah ksatria dari exo planet. Aku tau kau bingung. Kau bisa meminta yang lain untuk menjelaskannya. Tadi aku bertemu dengan kai, dan saat itu ada orang yang sepertinya tidak bersahabat. Saat itu kai memintaku untuk mencari ksatria healing karena ia tersegel oleh onew. Suho hyung, bisa kau jelaskan?" Tanya sehun.

"Em, aku baru saja membaca tentang itu. Segel yang dibuat musuh bermacam-macam. Dan para healing bisa menyembuhkannya sekaligus membuang segel itu"

"Luhannie kau baik-baik saja?" Tanya kyungsoo melihat luhan sedari tadi terdiam.

"Em aku sudah lebih tenang, terimakasih kyung. Yang tadi itu adalah key, jonghyun, dan minho mereka salah satu dari planet edoras. Mereka yang melukai pohon kehidupan. Emm .. Sepertinya kalian harus menjelaskan tentang exo planet pada baekhyun" ucap luhan merasa tidak nyaman pada baekhyun yang sedari tadi kebingungan.

Suho memulai menjelaskan tentang exo planet dan tentang ksatria light power yang baekhyun miliki. Awalnya ia tidak pecaya tapi setelah melihat simbol yang lain ia menerimanya.

"Kita harus menemukan healing, kai pasti selama ini tersiksa karena segel itu" lirih luhan.

.

.

.

TBC

.