Balasan review ch 7:
*Ko Chen Teung : hahaa, kris itu punya alasan loh :D muehehe. Thx ya reviewnya ^¤^
*mybabydeer : iyaa chingu gomawo sarannya. Ini udah berusaha serapi mungkin. Chapter ini aku panjangin kok :D hahaa Jeongmal gomawo ^¤^
*LVenge : luhan cuman kagum kokk sama dragon. Kaya ngefans gituu. Tenang luhan tetap sama sehun kok ^¤^
* .58 : hahaa, ga ada apa-apa kokk. Ahaha
*hanalu93 : iyaa aku juga ngerasa, mianhae kemaren buru2 update nya T_T. Gomawo reviewnya
* .3745 : iyaa ntar ada kaisoonya kok tenaaang. Wae? Kasian soo dibuat menderitaa T_T
Makasih banyak buat lulurara|niasw3ty|ruixi1|hunhanexo|oh chaca| kachimato| yang udah review ^•^
Makasih juga buat kalian yang ngefollow dan -kan ff absurd author -_-'
.
.
.
Happy Reading!
.
.
.
Don't plagiat!
.
.
.
YO. OKAY.. SEXY!
.
.
.
"Lu-" sehun menatap tao dalam. Dapat kulihat pandangan tidak suka dari kris? Apa kris menyukai tao?
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
"Eh? Annyeonghaseyo" ucap tao sopan. Ia sudah bertemu sehun diruang rapat.
"Ne" ucap sehun masih terkejut.
Sehun kembali menatapku menatapku. Ya.. Yaa.. Yaa setidaknya dia bisa bertelepati tapi ..
"Kau tau aku mencarimu kemana2 tadi, chanyeol hyung jinja. Meninggalkanmu sendirian. Kau tadi baik2 saja kan? Tidak ada yang mengganggumu kan?" Tanya sehun beruntun.
"Minum ini dulu" dengan malas aku menyodorkan sedotan bubble tea kemulutnya.
"Aku baik-baik saja" ucapku santai tersenyum pada kris dan tao yang menatap kami.
"Apa hubungan mereka? Mereka sepasang kekasih?"
"Kris sudah saatnya kembali kelokasi syuting" tegur asistennya.
Kris dan tao meninggalkanku dan sehun setelah membowkan tubuh mereka.
"Aku juga harus kesana, kau mau ikut?" Tawarku.
"Eodi? Apa yang kau lakukan?"
"Syuting mv k-will 'you don't know love" ucapku tersenyum gembira.
"MWOOOO! Uhuk2 yaa! Kau bahkan bukan siapa2, aish pasti ada kesalahan!" Omel sehun.
Kini dengan kesal aku membawa sehun kelokasi syutingnya. Kulihat dijalan tadi sehun sibuk menyuruh sekertarisnya datang kembali. Hehee.
"Kau lebiih cocok menjadi model MV trouble maker!" Umpatnya tepat diwajahku dan menyentil keningku.
"Ya! Neo!" Pekik sutrada.
"Aku tau mereka sudah menyadari kesalahan mereka" batin sehun menutup matanya.
"Saya?" Tanyaku polos.
"Kau bukan dari agensi SM kan? siapa kau?" Tanya sutradara.
"Aku? Aku luhan" ucapku polos. Ku lihat sehun tertawa mengejek.
"Kau bukan artisnya mengapa kau malah syuting disiinii" ucap sutradara gemas.
"Bukankah tadi orang itu yang membawaku" ucapku santai.
"Tapi seharusnya kau tau, aduuh kau ini. Kami bisa dituntut oleh sm! Artisnya sudah datang disana!"
"Permisi, maafkan dia sutradara. Kami akan membayar ganti ruginya" ucap sehun santai.
"Siapa kau hah! managernya? Seharusnya kau bisa mengatur artismu!" Pekik sutradara itu jengkel. Sehun mengerutkan keningnya.
"O-omoo! Sajangnim? Apa yang kau lakukan disini?" Ucap orang menghampiri kami. Sutradara tadi tampak terkejut.
"Adikku ini tadi disangka artis kiriman sm dan malah ikut syuting mv" ucap sehun.
"Apa? Dia sajangnim itu? Seorang pewaris perusahaan oh? Mati aku!" Batin sutradara.
"Ooh, aniyo tidak apa2 sajangnim. Maafkan perlakuan sutradara kami. Dan adik anda bisa melanjutkan syuting semuanya bisa diatur sajanggnim" ucap orang itu yang ternyata ceo sbs.
"An-"
"Sehunnie jebal, izinkan aku ne. Ne, eo?" Rayu ku beraegyo padanya.
"Ne sajangnim, sepertinya adik anda sangat menginginkannya" ucap ceo sbs.
"Mwoya? Aku bukan adiknya. Ya! sehunnie!"
"Eiy, dia kekasih anda ya?"
"Tentu saja bukan!" Jawabku kesal.
Setelah berdebat panjang dengan sehun, dan dengan bujukan ceo sbs dan sutradara yang dari tadi keringat dingin akhirnya aku melanjutkan syutingku dan sehun ikut menontonnya.
Selesai syuting sehun langsung memaksaku pulang, dasar menyebalkan.
"Sehunnie, aku tau pikiranmu" ucapku kesal.
"Mian, tapi kau tidak boleh seenaknya merebut posisi orang lain luhan. Coba kau bayangkan artis yang menjadi modelnya. Pasti dia sedihkan? Apalagi itu awal debutnya" ucapnya menasehatiku.
"Molla, sirheo!" Ucapku kesal langsung masuk kemobil sehun.
Sehun menyebalkan, kalau tau nanti akan dibatalkan lebih baik tidak usah syuting! Huwaa! Aku juga ingin muncul di tv seperti kris!
"Kau marah?" Tanya sehun menghidupkan mesin mobilnya. Aku benci sehun! Sehun jahat!
Aku membanting pintu mobil kesal dan langsung masuk kekamarku. Tidak kupedulikan pertanyaan yang lainnya.
"Luhannie? Kau tidak ikut makan malam bersama tao?" Teriak baekhyun dari luar.
"Tidak! Aku dikamar saja. Kalian bisa pergi!" Pekikku kesal.
"Baiklah, suho dan xiumin tetap ada dirumah. Jjaa" teriak baekhyun, dapat kudengar langkahnya meninggalkan pintu kamarku. Menyebalkan! Semuanya menyebalkan!
Aku memilih untuk bersantai dikamar dan berlama2 berendam dibak.
"Whooh apa yang harus kulakukan selanjutnya" gumamku kesal.
Kutatap simbol telekinesis dibagian perutku.
Aku merindukan mu kai ..
*flashback
Aku dibawa oleh beberapa pengawal kerajaan.
"Kenapa hanya aku yang tidak bergabung?" Tanyaku bingung.
"kami disini ditugaskan ekslusif untuk melindungi tuan puteri. Kami tidak bisa melindungi yang lainnya" ucap salah seorang pengawal.
"Luhannie!" Panggil suara anak lain.
"Eh? Kai?"
"Aku! Akan melindungi luhan juga ahjussi! Biarkan aku ikut! Aku akan mengorbankan nyawaku untuk luhan!" Ucapnya bersemangat.
"Tapi kau masih kecil! Kau akan menyusahkan kami dan lagipula kau belum mengetahui powermu sendiri" ucap pengawal itu tegas.
"Aku ingin bersama kai! Ahjussi tolonglah!" Ucapku memelas merangkul lengan kai.
Kini kami berada ditengah ruangan yang megah, lalu lantai ditengahnya terbuka.
"Disini kami akan mengamankan tuan puteri" ucap pengawal itu.
"Kalian tidak akan pernah bisa kabur dari kami" ucap salah satu ksatria edoras yg jahat. Dan seketika pisau dengan cepat seperti cahaya mengarah kejantungku.
Wussshh
"A-akh" kulihat pisau itu hanya menembus permukaan kulitku. Tangan menggenggam pisau itu, pandangannku mulai buram dapat kulihat kai saat aku terjatuh.
"Selamat kai" lirihku dan akhirnya aku tidak sadarkan diri. Akhirnya kai mengetahui powernya.
Aku terbangun setelah pingsan. Kulihat ruangan yang gelap, aku sudah 1 minggu disini dan akhirnya aku keluar. Satu orang yang kucari, dimana kai?
"Ia melarikan diri, anak mengerikan itu kabur"
"Mwo? Setelah mencoba membunuh tuan puterii ia kabur begitu saja?"
"Hey siapa yg mencoba membunuhku? Kai malah menyelamatkankuu. Powernya adalah teleport? Mwo? Kalian menghukumnya? Jadi? Sekarang ia kabur? Kalian jahat! Kai tidak bersalaaah!"
*flashback end
Aku menghela nafas berat,
"Kai, apa kau baik-baik saja saat ini? Apa kau makan dengan baik? Aku merindukanmu" lirihku, kulihat didadaku yang ada sedikit luka gores kecil yang tidak pernah hilang, anyi luka yang tidak ingin aku hilangkan. Karena luka ini, luka ini adalah bukti aku telah menyakitinya.
"Ada apa dengan rambutku?" Kulihat rambutku yang warnanya mulai memudar.
"Aneh?" Gumamku beranjak dari bath mandi dan langsung mengeringkan tubuhku.
Aku duduk didepan balcon kamarku.
"Hmm, indahnya ternyata exo planet dari sini berwarna putih dan sangat kecil. Dulu saat aku diexo planet bintang hijau yang aku tinjaki ini .. Adalah mimpiku kesini. Dan aku ada disini" lirihku tersenyum kecil.
Tok tok tok
"Masuk"
"Luhan? Sedang memandangi apa? Tanya suho duduk dikursi sebelahku.
"Lihatlah, bintang berwarna putih itu" tunjukku disalah satu bintang.
"Yang itu?"
"Em, indah bukan"
"Ya, sangat indah. Dan memandangnya memberikan kehangatan .. Ketenangan" ucap suho meemejamkan matanya.
"Waktu kita lima bulan lagi sebelum gerhana matahari tiba. Saat itu kita akan berkumpul dan menyatukan kekuatan kita lalu bersama-sama ke exo planet berperang. Kau siap?"
"Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menyukai nama perang. Tapi, aku selalu siap mempertahankan rakyat diplanetku" ucapkku mantap.
"Kau memang pemberani puteri"
"Terimakasih suho, kau harapanku yang bisa menjelaskan tentang exo planet pada mereka" ucapku tersenyum.
"Em luhan, sebenarnya aku sudah tau tentang hubunganmu dengan kai" ucap suho hati-hati.
"Ya .. Begitulah suho. Apa dia marah padaku? Satu-satunya orang yang tidak pernah bisa kubaca pikirannya adalah kai .. Apa dia marah padaku?" Lirihku kesal pada diriku sendiri.
"Anyi, dia sangat menyayangimu. Dia ingin melindungimu lu. Berhenti berpikir negatif. Kalau kai membencimu, untuk apa dia menyelamatkanmu, mengawasimu saat kau ada dibumi. Itu karena ia menyayangimu. Kita akan menemukan healing dan membebaskan kai dari segel terkutuk itu" ucap suho meyakinkanku. Healing .. Dimana kau ..
"Kajja kita keluar, aku baru saja mendapat telepati dari xiumin. Mereka sudah datang" ajak suho.
"Kau keluarlah dulu, aku ingin sendiri sebentar" ucapku tersenyum tulus.
Aku menghela nafas kecil, kuletakan majalah fashion yang dimodeli oleh tao. Mungkin aku harus merubah sifat kekanakanku. Jadilah dewasa lu ..
"Luhannie! Tao ada disini!" Pekik chanyeol tersenyum lebar.
"Hi tao!" Seruku menghambur memeluknya.
"Dia bisa membaca masa depan, dan dia sudah tau kedatangan kita" ucap baekhyun kagum. Menyebalkan. Aku tersenyum senang, ya .. Walaupun hatiku kesal. Aku cemburu sehun yang sangat menyukai tao. Aku benci jika harus menjadi nomer dua. Aku ! Luhan adalah nomer 1.
"Aku sangat senang bisa bergabung dengan kalian" ucap tao tertawa malu.
Chanyeol, baekhyun dan kyungsoo menggandeng tao. Kami tengah berkumpul diruang keluarga.
"Tenang saja tao, aku sudah mengurus kontrakmu dengan labelmu. Dan akan membebaskanmu. Jadwalmu bisa kuatur menjadi sedikit. Kau mengertikan keadaan kami sekarang ini" ucap sehun. Tidak biasanya ia berbicara sepanjang ini pada orang baru. Menyebalkan.
"Em, gomawo sehunnie" ucapnya tersenyum. Mwo? Sehun-nie? Iee?
"Tentu" ucap sehun.
"Huhh, aku akan merindukan kris ge kalau seperti ini" batin tao. Aku menatapnya sejenak.
"Hehee, luhan eonni sangat pandai membaca pikiran ya. Kau membuatku malu" ucapnya tertawa kecil.
"Ehehh, itu juga bukan mauku" ucapku tersenyum kikuk.
"Kalian berdua harus saling belajar dalam berkomunikasi lewat telepati kalian" nasehatku bijak.
"Wow, tumben kau berkata bijak seperi ini?" Ucap sehun kecil. Benci.
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
Sudah hampir seminggu kedatangan tao, hari ini tao mengatar kris kebandara. Sehun pun juga sibuk dengan yang lainnya mempelajari power mereka.
"Aku akan kechina beberapa hari jie, kalungku disana dan juga ada sesuatu yang harus kuurus disana" ucap tao pada kami semua saat makan malam.
Yang lainnya sudah setuju termaksud aku.
Selesai makan malam aku memilih untuk langsung kekamar.
"Luhannie" panggil sehun.
"Em?" Tanyaku malas masuk kekamarku.
"Ya luhanie, kau masih kesal denganku gara2 digedung sbs waktu itu?" Tanyanya membuatku makin kesal saja.
"Anyi, aku tidak kesal. Sudah lah sehun aku mau tidur" ucapku malas.
"Lu, warna rambutmu seperti luntur?" Ucapnya.
"Mwo? Kau kira baju!" Pekikku kesal, tapi kuakui memang sedikit memudar. Aku juga bingung.
"Lu, besok aku ingin mengajakmu kesuatu tempat. Untuk menebus kesalahanku waktu itu" ucapnya sambil membelai rambutku.
"Pastikan kalau itu menyenangkan" ucapku singkat langsung merebahkan diriku ditempat tidur dan menutuup semua tubuhku sampai kepala dengan selimut.
"Jalja" terdengar suara sehun lembut lalu keluar kamarku.
.
.
.
"Pemotretan? Khusus untukku?" Tanyaku antusias.
"Em, kita kestudio chanyeol" ucapnya.
"Omoo, sehunnie!" Ucapku merangkul tangannya.
"Ya, aku sedang menyetir" ucapnya kesal.
"Araseo" ucapku tersenyum senang.
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
Kini kami berada dihalaman belakang rumah. Aku melatih kemampuanku dengan melayangkan benda2. Tapi entah kenapa kekuatanku menjadi sangat lemah. Aku tidak kuat mengangkat kursi atau hal yang berat. Ada apa dengan ku?
"Sehunnie! Aku ingin kechina!" Pekikku ditengah latihan.
"Mwo?"
"Aku ingin kechina sehun. Bagaimana kalau kita berlibur kesana. Aku kan tidak pernah jalan2 kesana" bujukku. Entah setelah chatting dengan kris tadi malam aku jadi ingin kechina.
"Ayolah sehun, sepertinya itu ide bagus" ajak chanyeol.
"Whoa? Berarti kita keluar negeri dong? Daebak. Aku juga ingin sehunnie" rayu baekhyun juga ikut.
"B-baiklah .. Aku akan menelpon sekertaris kim untuk mengurus semuanya" ucap sehun kewalahan.
Diruang keluarga kami berkumpul sejenak, kyungsoo membuatkan minuman dan beberapa kue kering yang enak.
"Tapi, kenapa tiba-tiba kau ingin kechina lu?" Tanya sehun.
"Em, hanya aku ingin" ucapku santai.
"Iya, kami akan mengenalkan bumi padamu luhan nuuna. Waktu kita juga masih 5 bulan lagi" ucap suho tersenyum padaku.
"Jincha? Kalau begitu aku juga ingin keparis, bali, mesir, LA, eropa dan lainnya!" Pekikku senang.
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
Seorang yeoja manis berdimple terlihat fokus meracik obatnya, dibawah atap rumah kaca dengan tanaman2 obat yang indah.
"Masih selalu seperti ini, berapa banyak obat yang sudah kau buat eoh?" Ucap. suara namja sambil memperhatikan botol2 obat porselen itu.
"Kau kesini?" Tanya yeoja china itu.
"Em, sekali-sekali ikutlah jalan-jalan bersamaku kekota. Kau tidak bosan terus2an mengurung dirimu hanya di rumah kaca, lab, dan divilla" ucap namja itu malas.
"Sudah lah wufan, kau tidak perlu mengurusiku. Bagaimana keadaan tao?" Tanya yeoja itu masih terpaku pada mortirnya.
"Begitulah, akhir-akhir ini ia sibuk dengan teman barunya padalah kulihat jadwalnya paling pemotretan 2 kali saja dalam sebulan. Xingie, ini oleh-olehku" ucap wufan atau lebih dikenal kris itu.
"Unicorn?"
"Ya, ini terbuat dari tulang gajah tapi kau lihat mutiara ini kecil ditengah sini, itu diduga berasal dari air mata seorang tuan puteri. Konon unicorn dulu bukanlah hewan yang berasal dari bumi, tapi. Dari planet lain yang mengikuti majikannya" ucap kris. Yixing atau biasa dipanggil lay itu memperhatikan gepengan kecil yang berukir kepala unicorn sampai leher yang telihat sangat indah itu lama. "Benda ini sangat langka, tidak sengaja aku temukan saat pemotretan di phoenix, arizona" ucap kris lagi kecil.
"Akan ku simpan ini, terimakasih kris" ucap lay tersenyum, memperlihatkan dimple manisnya.
"Kembalilah kepenginapan xingie, nanti akan ada tamu spesial" ucap kris tersenyum kecil.
"Nugu?"
"Aniya, hanya orang yang kukenal. Dia aneh, menarik dan menyenangkan. Namanya luhan" ucap kris tersenyum.
"Ya! Kau ingin menghianati tao eoh? Kris, dengarkan aku. Tao sangat mencintaimu. Jangan pernah membuat hatinya hancur kris" ucap lay.
"Aku hanya ingin membuatnya berubah. Dia sangat keras kepala dan masih sangat kekanak-kanakan" lirih kris kecil.
"Tapi kau mencintainya kan? Aku tau itu, kau hanya belum siap kris"
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
"Whoaaa .. Jadi ini china"
"Whoaah sehunnie, penginapannya sangat indah" ucapku terkagum melihat gerbangnya.
"Tentu, pelayanan disini sangat bagus luhannie" ucap sehun tersenyum kecil.
"Sehun-ah? Aku tau tempat ini. Ini penginapan di drama skip beat kan?" Ujar baekhyun.
"Molla, yang kutau. Disini sangat indah" ucap sehun bersender dikursi mobil. Kami berada dimini bus.
Kami berada dipenginapan zeus. Baru saja memasuki gerbang sudah disambut ramah pelayan dan juga pemandangan luar biasa, dikiri kanan ada kolam ikam koi.
Kami memilih bagian seperti rumah yang memiliki beberapa kamar. Rumahnya berseberangan dengan rumah untuk namja.
"Whoaa lulu eonni, lihat bunga-bunganya! Dan juga lihat ini .. Ini sangat indaaah. Hmm harum azalea nya sangat nyaman" seru baekhyun mengelilingi rumah.
"Xiuminnie, sepertinya aku lebih ingin sekamar denganmu" ucapku malas.
Kami makan malam bersama digazebo , hembusan angin malamnya terasa hangat melihat kebersamaan kami.
"Kau mau shake? Katanya ini sangat lezat" ucap chanyeol menyicipi.
"Othe?" Tanyaku.
"Em, nyaman"
"Aku juga mau!" Seru baekhyun menuang shake.
"Aaakhhh, rasanya .. Seperti ... Soju bercampur blablabla" gumam baekhyun tidak jelas.
Sehun tertawa kecil melihat baekhyun yang mendiskripsikan minuman itu.
"Baiklah, kita berpesta malam ini" seru suho.
"One shoot!" Seerunya lagi.
"Yeaaaa! One shoot!"
"Aaakh!" Seru baekhyun memegani dadanya.
"Baekhyunnie? Waeyo?" Tanyaku bingung.
"Lu-luhannie .. Apa yang terjadi jantungku berdegup kencang. Apaa .. Apa ini berarti .."
"Healing! Dia disini!" Seru suho berdiri mengarahkan padangan kesegala penjuru.
"Hentikan minum2 kalian! Kita harus mencarinya!" Ucap suho.
Mata kami mengarah pada beberapa yeoja berpakaian adat berjalan melewati taman kami.
"Dia pasti salah satu dari mereka" ucap sehun.
"Baekhyun-ah! Konsentrasi, kau bisa menemukannya!" seru chanyeol.
Kami sudah berpencar lebih 4 jam, waktu sudah lebih tengah malam tapi tidak ada yang menemukan si healing.
"Aku sudah lelah, ia tidak ada dimana-mana" seru kyungsoo.
"Nado!"
"Sudahlah, kita cari besok pagi ne" ucap suho lagi.
"Em, gomawo leader" ucapku tersenyum kecil. Walaupun aku sangat-sangat kecewa.
Aku merebahkan diriku ditempat tidur empuk, baekhyun memilih untuk berendam diair panas. Padahal aku tau ia janjian dengan chanyeol. Menyebalkan.
Tiba-tiba ponselku berbunyi.
Pesan dari Sehun?
"Jja?"
"Ajik"
"Keluarlah"
"Untuk apa?"
"Keluar saja, aku didepan pintu rumahmu" balasnya cepat.
Aku berjalan kecil dan membuka pelan pintu.
"Sehun?" Tanyaku bingung.
"Ada apa?" Tanyaku malas.
"Aku ingin mengajakmu kerumah kaca" ucapnya tersenyum.
"Tengah malam seperti ini?"
"Em, karena bintangnya sangat indah" aku menatapnya yang sudah berpakaian tebal dengan 2 cups hot chocolate ditangannya yang masih mengepul.
"Tunggu, aku mengambil jaketku" ucapku kembali kekamar. Aku dan sehun berjalan melewati jalanan setapak.
"Chuoo" gumamku saat angin malam melewati tengkukku.
Langsung kurangkul tangan sehun dan bersender ditubuh tingginya.
"Saat sampai dirumah kaca akan hangat hannie"
Aku melihat rumah yang semuanya terbuat dari kaca, banyak tanaman disana.
"Kenapa tanamannya disana?"
"Agar tanaman yang tidak bisa tumbuh ditanah china dapat tumbuh" terang sehun.
"Benar, disini hangat sehunnie" ucapku tersenyum kecil.
"Em, tentu"
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
Sehun side
Luhan melepaskan rangkulannya dan langsung melepas mantelnya dan berkeliling disini. Memperhatikan setiap tanaman yang ada disini.
"Sehunnie, kenapa namanya sangat suliit" gumamnya.
"Itu nama latin" ucapku.
Aku duduk dikursi ditengah2 tanaman kuletakan hot chocolate ku dimeja.
"Luhannie!" Panggilku. Luhan menatapku tersenyum, dia sangat cantik dibawah sinar bulan seperti ini.
"Kau terpesona padaku eoh?!" Tanyanya, semoga ia tidak mendengar apa yang kupikirkan disini mengingat jarak kita yang lumayan jauh.
"Em! Aku terpesona padamu! Berhenti memoto dirimu sendiri! Kemarilah dan ambil beberapa fotoku yang tampan!" Teriakku tertawa kecil. Ah memalukan oh sehun.
"Ahahaa, sirheo! aku ingin berselca dengan kepompong ini" ucapnya memperhatikan kepompong yang segaja dikembang biakan. Pabo ~
Aku memegang kalung yang matanya seperti angin topan kecil. Aku ingin memberikannya pada luhan. Huhh sangat sulit mengendalikan pikiran, aku belajar keras dengan suho hyung agar bisa mengendalikan pikiranku. Sebenarnya aku ingin memanipulasi kemampuan luhan yg menyebalkan ini.
"Whooaa!" Seruku kaget saat luhan sudah ada didekatku.
"Kenakan mantelmu" ucapku menutupi lengannya yang terkspos, apalagi ia hanya memakai daster tidur putih yang tipis.
"Kau akan sakit jika seperti ini" ucapku malas.
"Dan juga, jangan berpakaian seperti ini didepan yang lain!" Ucapku kesal.
"Eiiy, araseo appa"
"Ya! Aku tidak bercanda" ucapku kesal mentakbam keningnya.
Aku kembali bersandar dikursi kayu ini.
"Sehunnie, aku tidak sabar ingin menemui si healing. Ia akan menyembuhkan kai" ucapnya tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dilangit.
"Luhannie-"
"Omo! Omo lihat! Kepompongnya bergerak!" Serunya berlari kearah kepompong ituu. Kulihat mantelnya yang terjatuh dilantai. Kupungut kembali mantelnya dan membersihkan sedikit. Aku berjalan menghampiriinya yang masih fokus menatap kepompong itu.
"Luhannie" ucapku pelan.
"Ssstt, perhatikan ini sehun" ucapnyaa berbisik.
"Luhannie ak-"
"Diamlah! Nanti kupu-kupunya tidak jadi keluar" ucapnya kembalii fokus menatap kepompong.
"Ini untukmu" ucapku menyodorkan kotak kalung padanya.
"Eh? Apa ini?" Tanyanya bingung.
"Kalung untukmu luhan" ucapku malas membukanya. Aku berjalan selangkah lebih dekat dengannya dan memasangkan kalung itu kelehernya.
"Indah" ucapnya tersenyum menatapku.
"Gomawo sehunnie" ucapnya tersenyum.
Aku menatapnya dalam, ku benahi rambut nakalnya yang menutupi wajahnya.
"Luhannie .. Aku .. Kurasa aku mencintaimu" ucapku tersenyum kecil.
"S-sehunnie? K-kau tidak boleh" ucapnya kaget.
"Wae? Apa karena kau tuan puteri disana?"
"Aniyo, bukan-"
"Apa kau tidak menyukaiku?"
"Aniyo, a-aku menyukaimu, tapi .. Tapi tidak bisa sehun ... Aku .."
Aku menatapnya dalam.
"Luhannie, kau tau pertama aku melihatmu ditaman kampus, kau terlihat sangat aneh kau tau? Lalu saat dibackstage, kau sangat menyebalkan, dan saat kau tiba-tiba dirumahku, kau menjadi sangat menyebalkan dan saat ku tau tentang orang tuaku, saat itu aku merasa kau sangat hangat. Kau membawa kehidupan padaku, membuatku tersenyum. Tapi bukan itu .. Saat aku melihatmu jantungku berdebar cepat, aku menjadi beku saat kau menatapku hangat. Apakah aku mencintaimu? Aku sangat kesal saat kau terluka, aku merasa aku sangat bodoh saat tidak sengaja melukaimu. Aku .. Aku rasa aku bisa gila tanpamu. Aku mencintaimu, seorang alien. Aku mencintaimu luhan" ucapku kembali menatapnya.
"S-sehunnie .. A-aku tidak bisa" lirihnya membalikan badannya.
GREP
Aku menarik lengannya dan mencium bibirnya lembut. Kupeluk tubuh mungilnya. Merasakan kehangatannya.
Bibirnya sangat manis.
Aku ingin terus menikmati bibir mungilnya.
Manis
Lembut
Beberapa saat aku melepaskan ciuman kami, lebih tepatnya ciumanku karena ia tidak memebalas setiap gerak bibirku. Tapi, hanya membiarkanku menikmati bibirnya.
"Luhannie, tetaplah disisiku sampaai kapanpun" ucapku lembut.
"Mianhae sehun, aku tidak bisa" ucapnya pelann berlari meninggalkanku.
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
Luhan berlari meninggalkan sehun yang masih terpaku menatap punggungnya.
"Pergi denganku nuuna, selamatkan aku" bujuk seorang namja ditengah jalan itu.
Luhan memicingkan matanya sejenak. Ia mengenali wajah itu, sangat-sangat mengenalnya.
"K-kai?" Luhan menatap kai bingung. Tapi ada yang salah, namja itu ... Dia bukan kai. Auranya, adalah onew.
"Luhan?" Ucap kai tersenyum kecil berjalan kearahnya. Luhan terdiam sejenak, mencoba menutupi rasa takutnya.
Sehun melihat kejadian itu, "mungkinlah luhan akan meninggalkannya? Sepertinya kai kembali padanya" lirih sehun.
"Luhan? Kau mau ikut denganku? Tolonglah" bujuk onew yang menjelma menjadi kai. Luhan tidak membaca pikirannya, tapi dengan aura itu pun ia tau jika dia bukan kai.
"K-kemana?" Tanyanya serak.
"Bersama ku" bujuknya lagi.
"Ditengah hutan sana, temani aku. Healing itu akan mengobatiku" ucap kai lagi. Luhan menatap si healing yang tengah ketakutan dibelakang kai. Ia tidak boleh menyerah hanya karena wujud mereka sama. Healing bisa menyembuhkan kai.
"Kau tau, kemampuanku melemah. Tapi .. kurasa aku bisa meninju seseorang" lirih luhan kecil.
"Apa maksudmu?" Tanya onew.
BUUUGH!
Luhan meninju pipi onew.
"Kau tidak akan bisa menipuku! Kau bajingan onew!" Pekik luhan mengarahkan batu besar dibawah tubuh onew. Ia menatap wajah kai sejenak.
"Kenapa? Tidak bisa menyakiti wajah ini eh?" Seringai onew.
"Pergilah sebelum aku membunuhmu!" ucap luhan dingin, tidak ada main-main diwajahnya. Suho dan yang lainnya menyaksikan kejadian itu. Sesaat onew berdiri menjauh.
Wajahnya berubah menjadi dirinya sendiri.
"Seharusnya kau tidak berbuat sekasar ini tuan puteri. Kekasihmu itu sebentar lagi akan mati ditangan kami. Tapi tenang saja, mayatnya akan kami kuburkan bersama mayatmu nanti" ucap onew menyeringai dan langsung menghilang.
"Luhannie!" Pekik suho berlari kearah luhan.
"Hiks, di-dia benar-benar menakutkan" lirih luhan memeluk suho.
"Gwaenchana, aku diisini. Kami disini" ucap suho menenangkan.
Baekhyun berlari kearah yeoja yang masih syok itu.
"Gwaenchana?" Tanya baekhyun khawatir.
"aniyo, angwanchana" ucapnya bergetar.
"Ikut kami dulu, kami menginap disebelah sana" ucap baeekhyun menuntun yeoja itu.
"E-em"
Kini semua mereka didalam rumah yeoja. Xiumin memberikan hot chocolate pada luhan dan yeoja healing tadi.
"Namaku zhang yixing, atau biasa dipanggil lay" ucap yeoja itu.
"Apa kau memiliki simbol seperti ini? Berbentuk unicorn" ucap xiumin memperlihatkan simbol ditelapak tangannya.
"Eh? B-bagaimana bisa? Kau mengetahuinya?" Tanya lay terkejut.
Xiumin dan baekhyun menjelaskan semuanya dengan hati-hati, lay mengangguk paham. Ia menerima kenyataan itu dengan tenang.
"Dan hanya kau yang bisa menyelamatkan kai" lirih luhan yang masih duduk disofa.
"Dia terkena segel oleh musuh" ucap kyungsoo.
"Sebenarnya, aku mengenal seseorang yang memiliki simbol sejenis ini .." Gumam lay.
"N-nugu? Mungkinkah simbol api?" Suho mengambil kertas gambar simbol dragon.
"Oh? Benar!" Ucap lay kaget.
"D-dimana dia?" Tanya suho antusias.
"Dia disini, dan juga ada temanku yeoja yang memiliki simbol seperti ini juga" ucap lay lagi. Suho merenyitkan keningnya bingung. Bukankah sudah pas 12?
"Dia model terkenal, simbolnya seperti hourglass" ucap lay hati-hati.
"Maksudmu tao? Dia sudah bergabung dengan kami hampir sebulan" ucap chen.
"Benarkah? Aah pantas, dia tidak tau aku mmemiliki simbol ini maupun kris. Tapi kami berdua tau" ucap lay tersenyum kikuk.
"K-kris?"
BRAK!
Chanyeol membuka pintu dengan senyum lebarnya.
"Tebak siapa yang kutemukan?" Serunya tanpa melihat situasi tegang diidalam.
"Tadaa!" Chanyeol menarik kris yang masih bingung.
"Yixing?" Ucap kris bingung melihat lay yang dikeliling orang2 itu.
"Luhan?" Bingung kris lagi.
"Kris, duduk lah dulu" ucap chanyeol tersenyum.
"Aku tidak mengerti yang dari tadi kau katakan. Kau gila eoh?" Tanya kris malas dan duduk disofa.
"Kris, kita berasal dari exo planet. Tao juga kita berdua belas termaksud 1 lagi yang belum ditemukan" jelas lay.
Akhirnya setelah mendapatkan penjelasan dari lay dan suho kris mengerti.
"Dan kalian bersaudara" tambah luhan.
"Mwo? Dia saudaraku? Aku punya saudara?" Tanya kris bingung.
"Em tentu, hyung" ucap chanyeol dengan cengiran lebarnya.
"Akhirnya aku memiliki saudara!" Seru chanyeol memeluk kris.
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
"Ini sudah hampir subuh, kalian tidurlah" ucap suho saat yang lain tengah berbincang. Sedari tadi aku diam begitu juga dengan sehun. Sedikit canggung memang.
"Tidurlah lu, kau akan sakit jika begadang" ucap sehun memegang pundakku dan beranjak keluar.
"N-ne, kau juga!" Seru ku saat ia keluar, tidak ada jawaban apapun darinya. Huhhh .. Apa dia marah padaku?
Aku merebahkan kembali diriku ditempat tiidur yang nyaman ini.
"Sehun .. Kai ..."
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
Aku meengerjapkann mataku lemah, kenapa kepalaku sakit sekali. Kulihat jam didinding kamarku pukul 10 pagi. Huuuhh.
"Luhannie! Ireona!" Pekik kyungsoo dari luar. Kudengar ia membuka pintu kamarku.
"Luhannie, kajja kita makan. Pelayannya sudah menyiapkan makanan yang enak. Siang ini sehun mengajak kita jalan-jalan" ajak kyungsoo.
"Em, dimana yang lain?"
"Baekhyun masih tidur, lay pergi ada urusan, xiumin eonnie sedang mandi. Dan para namja sepertinya masih tidur" ucap kyungsoo malas.
"Araseo, aku akan mandi" ucapku lemah turunn dari tempat tidurku.
"Luhannie, kau terlihat pucat?" Tegur xiumin.
"Mungkin karena begadang tadi malam" jawabku langsung masuk kekamar mandi.
Setelah berendam cukup lama aku meenyudahinya karena kyungsoo mengomel dari tadi gara-gara baekhyun tidak bisa dibangunkan. Aigoo anak itu benar-benar.
Kini kami berkumpul makan bersama, pemandangan yang indah. Sedari tadi aku merasakan pandangan sehun terus terpaku padaku, huhh membuatku tidak nyaman.
"Luhannie? Kau tampak pucat?" Tegur suho padaku.
"Hm, aku tidak biasa begadang" jawabku santai agar tidak ada yang khawatir padaku.
"Jadi hari ini kita jalan-jalan ketembok besar china?" Ucap baekhyun tersenyum lebar.
"Jika kau mau" balas sehun malas.
"Horree! Kris kau membimbing kami ne diisana. Ahahaa .. Aku tidak sabar" seru baekhyun.
"Ya!
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
"Aku akan tinggal dipenginapan saja, mian mian. Kalian bersenang-senanglah ne" ucap ku tersenyum kecil.
"Ne, annyeong luhannie ^•^" seru baekhyun.
Aku menatap sehun yang masiih terdiam, kami tidak boleh seperti ini. Bagaimana pun, aku sudah menganggapnya sebagai dongsaengku. Mungkin..
"Sehunnie.." Panggilku mencoba mendekatinya, ia hanya menatapku datar.
"Kau ikut dengan mereka?" Tanyaku lagi.
"Anyi"
"Lalu, kau kemana? Apa dipenginapan saja?"
"Aku ada pertemuan perusahaan" ucapnya santai.
"Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik ne. Kalau ada apa-apa kau bisa hubungi yang lain. Disini ada suho hyung dan lay nuuna" ucapnya care padaku, aku tersenyum lega. Tapi mengapa ia tidak mengatakan untuk menghubunginya? Kenapa suho dan lay? Ada apa dengan ku?
"Em, terima kasih sehun. Hati-hati dijalan ne" ucap ku melambaikan tanganku saat sehun berjalan kemobil jemputannya.
"Kau memang tidak pernah benar-benar mengerti perasaanku lu"
DEG!
"S-sehun?" Batinku sakit menatap punggungnya yg sudah menjauh itu. Seperti inikah perasaannya? A-aku? Aku menyakitinya?
Aku berjalan lemah duduk diitaman, melihat itik2 dikolam.
"Tempat ini seperti di exo planet" lirihku kecil.
Aku melirik kearah kiriku, rumah kaca..
Aku ingin melihat lay dan suho yang tadi bilang ingin bereksperimen.
"Waah, lay. Kau hebat" kagum suho saat lay berhasil menghidupkan tupai yang mati itu.
"Aku tidak menyangka, kekuatan ini anugrah" ucapnya melepaskan tupai itu pergi.
"Whoaa, sudah banyak berkembang eh?" Tegurku duduk dikursi.
"Em, luhannie. Lay sangat hebat. Aku yakin ia bisa menyembuhkan kai nanti" ucap suho tersenyum.
"Baiklah, bagaimana kita latihan. Aku akan membuat segel dilengan suho, dan kau lay, coba memusnahkan segelnyya" ucapku beranjak.
"Kau siap?" Tanyaku pada suho.
"Em" jawabnya pasti.
Aku mulai menyuliskan segel itu dengan jariku ditangan suho dan akhirnya terbentuk sempurna.
"Coba kau keluarkan kekuatanmu dengan tangan yg ku segel" ucapku. Suho mencoba menyemburkan airnya, tapi tetap tidak bisa. Saat ia mencoba tangan sebelahnya yg tidak disegel malah bisa.
"Selesai, sekarang coba kau musnahkan segel itu lay" ucapku lagi.
Lay menyentuh lengan suho lama dan perlahan segel itu menghilang sedikit demi sedikit.
"Coba kau gunakan lagi kekuatanmu?" Ucap lay ragu.
Byuuurrrss ...
Suho mengarahkan airnya ketanaman.
"Bisa! Kau hebat lay!" Serunya kagum.
"Chukae, kau memang hebat" ucapku tersenyum.
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
Ini sudah hampir seminggu kami dichina dan hari ini kami ber11 ada dibandara menuju korea selatan, seoul. Kali ini aku lebih menempel pada suho, aku tidak tahan harus bersama sehun. Aku takut jika aku nanti akan menyakitinya. Aku .. Saat ini aku tidak bisa bersamanya.
"Luhannie kau kemana? Kau duduk disebelahku" ucap sehun menarikku dan mendudukanku diikursi sebelahnya.
"Kau akhir2 ini seperti menghindariku? Wae?" Tanyanya datar.
"Em- hanya aku ingin ikut latihan dengan suho dan lay tentang obat2an" ucapku ragu.
"Gurae, tidurlah kalau begitu. Tadi malam kau terus bermain kan dengan baekhyun?" Ucapnya santai sambil membaca majalah. Kenapa ia terlihat begitu biasa saja?
"Wae?" Tanyanya bingung saat aku terus menatapnya.
"Ah? Ahaha? Anyi, a-aku akan tidur" ucapku kikuk memejamkan mataku.
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
Sesampai dirumah sehun aku langsung melanjutkan tidurku dikamar, aku enggan berteemu dengan yang lain.
Kini aku duduk didepan cermin, melihat wajah pucatku warna rambutkupun memudar. Ada apa denganku? Bahkan saat aku mecoba menggerakan pensil dimeja rias pensilnya hanya bergetar, tidak melayang? "Apa yang aneh" lirihku sedih.
"Tuan puteri, kau tidak boleh kebumi!" Seru siwon ahjussi.
"Wae, aku haruus membawa ke12 ksatria! Aku tidak bisa terus2an duduk manis disini. Maafkan aku ahjussi" ucapku melangkah kepintu waktu.
"Tuan puteri, kau belum meminum ramuan kekal! Kau bisa mati jika berada dibumi! Kumohon tuan puteri luhan"
"Aku tidak akan mati ahjussi. Dan juga, aku hanya sebentar disana. Aku akan lebih cepat menemukan mereka. Sudahlah aku harus kesana. Sampai nanti" ucapku dan langsung meloncaat kegerbang bumi.
"Mungkinkah ini efeknya" lirihku meemandangi diriku dicermin. Bibirku pucat, kantung mataku mulai terlihat, padahal aku tidur teratur, kulitku mulai pucat, dan bahkan kekuatanku mulai pudar. Aku harus kembali ke exo planet..
"Luhannie! Kita akan kevilla sehun dipegunungan. Disana kita bisa bebas melatih kekuatan kita" pekik baekhyun tersenyum lebar.
"Dia terus2an memaksaku" ucap sehun santai.
"Ya! Ini pasti sangat seru kan ge!" Seru tao tersenyum lebar.
"Keundae luhannie, kenapa kau akhir2 ini jarang latihan ?" Tanya kris ragu.
"Em, hanya aku malas. Lagi pula apa yang harus kulatih. Kekuatanku sudah level atas" ucapku santai, sengaja berbohong pada mereka.
"Nanti aku akan membakar pohon dan lay akan mengembalikan pohon itu lagi" ucap chanyeol dengan wajah sarkastis nya.
"Dasar kau yeol" ucapku tertawa kecil.
"Kyungsoo jie jie, masakanmu sangat sangat lezat" ucap tao.
"Gomawo tao tao" ucap kyungsoo tersenyum.
"Luhannie! Kau mau ikut? Malam ini aku akan kesalon" ajak tao. Aku tersenyum kecil.
"Em, aku ikut" ucapku tersenyum.
"Hey ingat, kita mesti belajar bertelepati pada semuanya. Kita tidak bisa hanya bertelepati pada partner kita saja" ucap kris sang leader ke1.
"Benar, terutama kau baekhyun dan kau xiumin. Kalian berdua sangat susah diajari" ucap suho.
"Aku hanya bingung" balas xiumin cuek.
.
.
.
¤¤ From Another Galaxy ¤¤
.
.
.
Disisi lain seorang namja tengah bersimpuh didepan namja lain yang menyeramkan.
"Sakit?" Tanya namja yang duduk disinggahsananya.
"U-uugghh!" Erang namja yang tak lain adalah kai. Seluruh tubuhnya penuh dengan segel.
"Hahaha! Kau tidak akan bisa bebas bodoh!" Ucap namja itu menatap kai. Seketika kai meerasakan sakit luar biasa diseluruh tubuhnya. Sampai-sampai ia mengeluarkan airmata, air liurnya menetes dan telinganya mmengeluarkan cairan.
"Aaaaaaagggghhhh!" Pekiknya sakit.
"Sekarang pergi temui mereka dan bunuh mereka semua! Terutama si puteri itu! Jika tidak kau akan terus merasakan sakit ini. Selamanya!" Ucap namja itu menyeringai.
"Tidak akan! Tidak akan minho! Kau bajingan!" Pekiknya keras.
Disisi lain seorang yeoja cantik menatap takut diruangan gelap itu. Ya, dia adalah kim taemin kakak kandung kai yang diculik oleh edoras dan dianggap pengkhianat oleh bangsanya sendiri, exo planet.
Taemin memandang sedih adiknya diperlakukan seperti itu. Hatinya sangat sakit. Walaupun ia benci kai karena hanya ia yg diculik dan hanya ia yang dianggap pengkhianat. Tapi dari dulu kai selalu diam-diam keedoras mengajak taemin kabur. Tetap taemin sudah disegel dan terkunci. Saat ia kembali ia dianggap penghianat. Dan saat itu ia memutuskan untuk tetap mengabdi pada edoras. Toh ia juga dianggap penghianat oleh kaumnya sendiri padahal niatnya baik.
Minho keluar dengan wajah mengerikan.
"Kau urus dia tae" ucap minho melewati taemin. Taemin berjalan perlahan mendapati kai.
"Nuuna"
.
.
.
TBC
.
.
.
Kelar jugaa, gimana? Udah panjang kan? Hehee.
Ditunggu reviewnya yaa ^¤^
Sampai ketemu di chapter selanjutnya!
Kyaaawww!
