Balasan review :

*Mybabydeer : luhan ga bakalan mati -' tapi ntar diakhir akan terjadi sesuatu loh ;;) muehehe

*Ko Chen Teung : hehee, mian. Aku ga terlalu tau. Okey. Thx sarannya yaa ^¤^ saran kamu selalu membantu ^.^

*nisaramaidah28 : okeyy! Boleh tuh boleh ^¤^ thx pendapatnya

* .58 : tenang kok, luhan bakal kenapa2nya nanti dichapter jauh kedepan. Masih lama. Dan tenang luhan ga bakalan mati, dan hunhan akan happy ending ^¤^

*Baby Kim : ntar taem akhirnya baik kok sama kai. Taem itu pacaran sama minho.

*ruriminhaha : chapternya masih jauh habisnya chingu. Pasti lah tetap official couple. Aku juga anti sama crack couple. Edoras selamat itu masih belum akhir.

*oh chaca : iya dong inikan ff hunhan dan official couple ntar akhirnya sehun sama luhan begitu juga yang lainnnya. Luhan ga nganggep kai kekasihnya cuman orang siedoras aja yang nganggap kaya gitu soalnyakan kai sama luhan dekat banget. Thx reviewnya ne

*hanalu 93: hehee, thx ya udah menghayati ff ini, emang jadi luhan galau banget. Iyadong semua ksatria yang akan membebaskan segel terkutuk itu (loh kok ngasih tau -_-). Sehun mah kalo ngejar luhan gak kenal lelah cyiiin. Luhan gak bakalan mati kok, cuman ntar bakal terjadi sesuatu. Masih jauh kok, tenang ini happy ending. Keep reading ne chingu gomawo reviewnya..

*hany kwan : hehe dichapter ini kaisoo sudah mulai menebar pesona kok. Thx for review

*Angel deer : hehee gapapa, udah direview syukur banget kok. Thx banget yaa… wahaha sehun sama tao cuman sahabatan kok. Thx for review

Makasih juga buat kalian yg udah mau review. Author akan selalu update ff ini ^¤^ walaupun gak bisa fast

Hunhanexo|luhannieka|ruixi1|guest|oh juna93|ANA|yonlaycious88|unicorn ajol|N.E. Skyu

BIG THANKS! JEONGMAL GOMAWO!

.

.

.

Happy Reading!

.

.

.

Don't plagiat!

.

.

.

YO. OKAY! SEXY ...

.

.

.

Minho keluar dengan wajah mengerikan.

"Kau urus dia tae" ucap minho melewati taemin. Taemin berjalan perlahan mendapati kai.

"Nuuna"

.

.

.

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

.

.

.

"Jadi kita naik camping car?" Tanya baekhyun antusias.

"Em, dan kris hyung, suho hyung dan aku naik mobil biasa" tambah sehun.

"Waee, kachi kaa" rayu baekhyun.

"Orangnya terlalu banyak. Nanti tidak muat"

"Ya! Ini besar! Lagi pula kita tidak tinggal didalam mobil juga"

Kini mereka duduk melingkar dalam camping car. Kris dan suho yang duduk dikemudi.

"Luhannie, mengapa sedari tadi kau diam?" Tanya lay yang tidak ikut bermain dengan lainnya.

"Anyi, aku hanya .. Merasakan kalau kai sedang sakit" lirih luhan menunduk dalam. Lay terdiam sejenak. Suara-suara baekhyun dan chen mendominasi dalam mobil yang tengah bermain kata.

"Ia akan baik-baik saja. Mungkin ia sedang mengatur waktu untuk bertemu kita" ucap lay tersenyum menggenggam tangan luhan.

"Em, aku harap begitu"

Sudah 3 jam perjalanan mereka, dan masih 5 jam untuk sampai kevilla dipedalaman. Waktu sudah pukul 8 malam. Setelah mereka makan direstoran pinggir jalan.

Sehun terdiam sejenak baekhyun, chanyeol, dan luhan berjejer duduk.

"Sehunnie, cepat masuk" interupsi xiumin"

"Eh? Ne nuuna" ucap sehun. Xiumin mendorong bahu sehun. Berjalan bengelilingi meja bundar dimobil dan kini sehun tepat disebelah luhan. Sehun menatap luhan sejenak yang tengah bermain entah apa bersama chanyeol. Baekhyun sudah tertidur karena dari tadi ia yang paling ribut.

"Sehun-ah bisa kau ambilkan selimut sebelah sana" suruh suho.

Sehun menatap suho yang menyelimuti tubuh lay. Sungguh manis. Ia kembali menatap luhan yang duduk besila membelakanginya.

"Aah! Appo! Ya! Kau curang yeolli!" Pekik luhan saat chanyeol mentakbam keningnya. Luhan mencoba berdiri untuk menbalas chanyeol.

"Ya! Nuuna! Hentikan! Appo!"

.

.

.

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

.

.

.

Sehun side

Aku tertawa kecil melihat tingkah luhan disebelahku, sungguh. Seeharusnya dulu aku lebih hangat padanya saat kami pertama bertemu.

"Kenapa baru sekarang aku menyadari betapa cintanya aku padamu" batin sehun tersenyum kecut menatap punggung luhan.

"Dia menjauhimu?" Tanya suara seseorang diotakku. Aku menatap sekeliling dan mendapati tao menatapku.

"Hm"

"Aku memang tidak bisa membaca pikiran seperti dirinya. Tapi, ku pikir ia juga menyukaimu. Hanya, ia belum menyadarinya" Tao tersenyum menatapku.

"Semoga beegitu" lirihku.

"Luhannie, kau tidak meengantuk?" Tanyaku memegang bahunya.

"Ne?"

"Kau dari tadi bermain dengan chanyeol, kau tidak lelah?" Tanyaku lembut. Luhan menatapku, tatapan bersalah? Mungkin?

"Pakailah ini" ucapku lagi menyelimutinya dengan selimut.

"G-gomawo sehunnie" ucapnya kecil.

"Luruskan kakimu jika ingin tidur dan bersenderlah" ucapku lagi. Sungguh kami saat ini sangat canggung.

"Benar luhannie, sebaiknya kita tidur" bisik chanyeol.

Aku menatap wajahnya yang tertidur. Kulihat yang lainnya sudah berbaring asal. Aku mendekatkan tubuhku dengannya ku dekap tubuh mungilnya.

"S-sehun?"

"Aku tau kau tidak bisa tidur duduk seperti itu, tidurlah didekapanku" ucapku melingkarkan tanganku ditubuh mungilnya.

Chu~

Aku mengecup kening luhan lembut.

"Sehunnie, aku akan berbaring saja. Jika seperti ini aku lebih tidak bisa tidur" bisiknya.

"Kalau begitu berbaringlah" aku menyibak penghangat meja. Luhan memasukan tubuhnya disana.

"Kau tidak berbaring?"

"Kurasa sudah tidak ada tempat untukku" gurauku.

"Tidurlah" ucapku mengelus rambutnya.

.

.

.

Luhan side

Aku terbangun, kulihat semua sudah tertidur sehun pun juga tertidur. Aku kembali duduk, kepalaku terasa sangat sakit. Aku mencoba menenangkan diriku, huuhh.

Puk~

Eh?

Kepala sehun terjatuh dipundakku. Dan .. Mengapa jantungku jadi berdebar seperti ini.

"Uungh"

Aku menatap wajahnya yang terlihat tidak nyenyak. Kurangkul pundaknya.

Grep

"Eh?" Sehun melingkarkan tangannya dipinggangku? Aigoo anak ini, tidur saja cari kesempatan.

Aku terkekeh kecil, membiarkannya memelukku. Dilihat seperti ini, ia seperti bayi. Sungguh manis..

Aku terdiam sejenak memejamkan mataku.

"Ya! Kita sudah sampai!" Pekik chen.

Aku menatap sehun sejenak yang masih awet tertidur.

Plak!

"Ya! Bocah! Cepat bangun!" Pekik chanyeol memukul kecil punggung sehun saat melewati kami. Aku tersenyum menatapnya kurasakan tangan sehun melonggar dipinggangku.

"Ya! Sehunnie! Palli ireona! Kau mau tidur disini eoh?" Ucapku tertawa kecil.

"Hmm? Asalkan aku tidur bersamamu" ucapnya polos.

"Yack! Enak saja kau ini! Palli! Tidur bersamaku" omel chanyeol meenyeret sehun keluar mobil.

"Kajja luhan jie" ajak tao manis.

"Em"

.

.

.

Aku berjalan gontai memasuki villa, kulihat kyungsoo dan baekhyun semakin lengket sambil memandangi pemandangan malam yang indah divilla ini. Benar-benar sangat indah. Pegunungannya pun masih terlihat dibawah sinar bulan.

DEG!

DEG!

DEG!

Apa yang terjadi? Kai? Apa dia ada disini?

"AaaaaaaaaaaaAaaaaa! Hantuuu!" Pekik suara nyaring baekhyun. Segera aku dan lainnya berlari kesana.

Berdiri seorang yeoja cantik berambut panjang kemerahan dibawah sinar bulan.

"T-taemin eonni?" Ucapku menatap kaget yeoja itu.

BRUUK!

Ia menjatuhkan tubuh kai dihadapan kami.

"Jaga dia" ucapnya dingin. Aku masih menatapnya, tatapan yang dingin. Tapi jauh dilubuk hatinya merasakan sakit luar biasa.

"Eonni! Eonni! Hajima! Pergilah dengan kami!" Pekikku berlari mengejarnya. Ia menatapku sejenak.

"Maafkan aku" lirihnya dan langsung menghilang.

"Lay jie!" Pekik xiumin. Aku mengalihkan pandanganku pada namja yang sudah dibopong masuk kerumah.

"Kai.."

Aku berlari masuk, kulihat lay tengah mengobati luka kai.

.

.

.

Kyungsoo side

"Dia akan baik-baik saja kan lay? Hiks ... Kai" tangis luhan. Aku masih berdiri disini, entah mengapa sangat sakit melihat kai dalam keadaan seperti ini.

Lay penuh kosentrasi mengobati kai.

"Biar aku membuka segelnya" ucap suho berjalan, seketika seluruh tubuh kai penuh dengan tulisan abstrak segel.

"A-apakah ini mungkin? Mungkin kah orang membuat segel sampai seperti ini" takjub lay.

"Kau bisa memusnahkan segelnya perlahan lay, jangan terlalu dipaksakan" nasehat suho.

"Benar suho-ya, aku sudah tidak sang- aaghh" ucapan lay terpotong, kulihat wajahnya tampak pucat.

"Jangan terlalu dipaksakan lay. Lebih baik kita pindahkan dulu kai" ucapku tersenyum menyentuh pundaknya. Sejenak aku melihat luhan yang terus menggenggam tangan kai.

"Biar aku yang pindahkan dia" ucap kris membopong tubuh kai kesalah satu kamar disini.

.

.

.

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

.

.

.

Luhan ikut berjalan memasuki kamar kai. Ia mengambil salah satu kursi dikamar dan duduk disebelah tempat tidur kai.

"Biar aku menjaganya" ucap kyungsoo dari depan pintu. Luhan menatap kyungsoo dingin.

"Aku bisa menjaganya sendiri, kau tidak perlu melakukannya" ucap luhan kembali menggenggam tangan kai. Kyungsoo terdiam sejenak mendapat respon dingin dari luhan.

"Tapi.."

"Tak bisakah kau pergi?" Tukas luhan kasar menatap kyungsoo. Kyungsoo menatap luhan nanar, kecewa. Ia menutup pintu pelan dan berbalik kecewa.

"S-sehun?" Ucap kyungsoo pelan melihat sehun didepannya.

"Luhan selalu sensitif menyangkut tentang kai" ucap sehun kecil.

"Em, ia sangat kasar" delik kyungsoo berjalan melewati sehun. Terdengar kecil helaan nafas sehun.

Sehun memilih duduk depan kolam ikam. Bahkan tubuhnya sudah mati rasa dengan cuaca dingin ditengah pegunungan ini.

"Apa ini artinya ia benar-benar akan melepaskanku .." Lirih sehun menatap bulan yang bersinar terang.

"Seharusnya dari awal aku tidak perlu mengenal cinta.. Ternyata lebih menyakitkan dari yang kukira" lirih sehun lagi merebahkan tubuhnya dibangku kayu itu.

"Apa yang kau lakukan disini hmm?" Tegur suara berat berdiri didepan bangku yang sudah ia tutupi dengan tubuhnya.

"Hyung?" Ucap sehun membuka matanya, ia beranjak dan kembali duduk. Kris ikut duduk disebelah sehun.

"Kau cemburu?" Tanya kris lagi.

"Cemburu? Kekanakan sekali hyung" ucap sehun terkekeh kecil.

"Aku tidak pantas cemburu, lagi pula aku bukan siapa2nya, kami sahabat hyung" ucap sehun lagi tersenyum pahit.

Kris terdiam sejenak memikirkan kata-kata yang bisa menghibur dongsaengnya ini.

"Aku yakin, ia hanya belum menyadarinya sehun-ah. Selama ini luhan hidup dengan rasa bersalahnya pada kai" ucap seorang namja lagi ikut berhambur duduk.

"Suho hyung?"

Suho terdiam sejenak menceritakan kejadian luhan dan kai. Sehun dan kris terdiam.

"Pasti luhan sangat berat menanggung itu" ucap kris.

.

.

.

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

.

.

.

Luhan side

Aku menggenggam tangan kai, tangannya selalu hangat.

"Kai, hiks .. Ireona" lirihku menatapnya.

Waktu sudah hampir subuh, aku merebahkan kepalaku ditempat tidur.

Aku merasakan tangan seseorang menggerakan bahuku. Merasa terusik aku mendongakkan wajahku.

"Kai! Kau sudah sadar!" Pekikku langsung memeluknya.

"Kau sudah sadar? Apa kau merasa sakit? Dimana? Katakan padaku!" Hamburku.

"Eum .. Nuuna, aku hanya sakit jika minho membacakan mantra segelnya" ucapkan kecil.

"Kai .. Hiks. Kenapa kau baru saja kembali eoh! Aku .. Aku sangat mengkhawatirkanmu! Paboya! Hiks .. Mianhae .." Ucapku kesal kembali menangis.

"Mianhae luhan nuuna, aku hanya tidak ingin menyakitimu. Kau tidak perlu minta maaf padaku" ucapnya lembut memelukku. Astaga, pelukan yang sangat aku rindukan.

Aku merasa pelukan kai melemah. Aku menatapnya bingung tatapannya tepat dibelakangku. Ia terdiam, aku menoleh kebelakang. Kyungsoo?

"Kai, kau sudah sadar?" Tanya kyungsoo pelan.

"Hm" ucap kai canggung.

"Ya! Bocah! Kau kemana saja eoh selama ini!" Pekik suara berat dari luar.

"Mian, mereka terus-terusan mengejarku" ucap kai tertawa kecil.

"Kau baik-baik saja? Tadi malam kau sangat sekarat" ucap chanyeol kecil.

"Selamat datang kai, perkenalkan nam-"

"Aku sudah mengenal kalian semua, xiumin nuuna" ucap kai tersenyum kecil dibalas senyuman oleh xiumin.

Setelah mandi aku langsung kekamar kai, padahal baru ditinggal mandi. Ahahaha.

"Kaai!" Pekikku memasukki kamarnya. Kulihat ia belum memakai bajunya.

"Ya! Nuuna, bisa kau ketok dulu kalau mau masuk" kai menatapku kesal dan secepat kilat memakai bajunya. Kulihat dipunggungnya ada bekas luka memar. Aku berjalan pelan mendekatinya.

"Apa itu sakit?" Tanyaku lirih.

"Apa?"

"Luka itu" ucapku menatapnya sedih.

"Awalnya memang sakit, tapi setelah melihat senyummu sakitnya hilang. Dan sekarang entah kenapa kembali nyeri saat raut wajahmu sedih" ucap kai. Anak menyebalkan.

"Yack! Kau ini bisa saja!" Ucapku kesal memukul kecil lengannya.

.

.

.

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

.

.

.

Sehun yang berjalan melewati kamar kai tersenyum pahit.

"Kurasa aku benar-benar sudah dilupakan" lirih sehun berjalan menuju meja makan.

"Mana chanyeol?" Tanya kyungsoo kesal karena anak itu sangat susah dibangunkan.

"Kyungie, ia sebentar lagi kesini, tadi dia mandi" ucap xiumin langsung duduk disebelah chen.

"Anak itu benar-benar lambat" gerutu kris.

"Biar begitu dia adik mu" ejek suho tertawa kecil.

"Mian, mian aku terlambat. Seharusnya kalian tidak perlu menungguku" ucap chanyeol langsung duduk disebelah luhan dan baekhyun.

"Mashida! Eonni, masakan buatanmu no 1" seru baekhyun.

"Ya! Aku juga ikut memasak kali" ucap xiumin kesal.

"Tapi kulihat kau hanya memotong bawang" ucap lay tertawa kecil.

"Baiklah, tapi kalau membuat kue aku nomer 1" ucap xiumin tersenyum lebar.

"Em, masakan apa saja menuurutku buatan xiumin nunaa yang terlezat" Chen bersuara sambil tersenyum pada xiumin.

Semua makan sambil tersenyum dan bercanda sesekali.

Sedangkan sehun, seperti biasa ia hanya makan dengan tenang, tidak ada yang heran dengan tingkahnya karena ia memang selalu begitu terkecuali luhan yang mengajaknya bercanda. Tapi sepertinya hari ini luhan terus-terusan bercanda dengan kai.

"Hyung! Tunggu! Kajja kita latihan diatas bukit" ajak chanyeol langsung berlari mengejar chen dan kris.

Kai beranjak dari kursi mengambil piring-piring bekas makan yang lain.

"Kau bisa bergabung kai, biar aku saja" ucap kyungsoo canggung.

"Aniya, nuuna kau baik-baik saja selama ini. Sebenarnya aku mengkhawatirkanmu saat pergi" ucap kai tersenyum kecil meletakan piring-piring sedangkan kyungsoo yang menyucinya.

"A-"

"Kai! Kajja kita ikut latihan!" Pekik luhan menarik lengan kai. Kyungsoo mengurungkan niatnya untuk berbicara.

"Nanti nuuna, aku ingin membantu kyungsoo nuuna" ucap kai.

"Ya waee! Sehun-ah, bantu kyungsoo ne!" Pekik luhan segera menarik lengan kai kesal.

Kyungsoo terdiam sejenak menghela nafas kecil.

"Kau bisa bergabung disana" ucap kyungsoo malas.

"Gwaenchana nuuna, aku akan membantu" ucap sehun tersenyum kecil.

Kyungsoo masih fokus membersihkan piring2 kotor.

"Sehun-ah.."

"Hm?"

"Tidak kah kau pikir luhan keterlaluan? Ada apa dengannya, benar-benar menyebalkan" ucap kyungsoo meletakan piring kesal.

"Sabar lah nuuna, dia memang menyebalkan. Tapi sebenarnya ia tidak bermaksud seperti itu kok" ucap sehun tersenyum pahit.

"Sudah selesai, kajja kita kebukit. Aku benar-benar ingin membelah gunung menjadi dua saat ini" ucap kyungsoo tertawa kecil.

Swingg!

"Nuuna" seru kai tiba-tiba berada dihadapan kyungsoo dan sehun membuat mereka berdua kaget -_-

"Ya! Bisa kah kau tidak mengagetkan" ucap kyungsoo kesal.

"Anyi, kau tadi ingin mengatakan apa?" Ucap kai tersenyum simpul. Sehun menatap mereka berdua merasa ia akan meengganggu pembicaraan mereka.

"Aku duluan ne" sehun berjalan mendahului kai dan kyungsoo.

.

.

.

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

.

.

.

"Sehun-ah! Buat torpedo kearah chanyeol!" Pekik suho.

"Ne!"

"Xiumin bekukan!"

"Ne!"

Swiiiiinngg ...

Terjadilah torpedo didalam air yang beku. Sungguh indah.

PRANK!

Es yang tadi cantik hancur dan kristal-kristal es meluncur seperti anak panah. Setelah dihancurkan kris.

"Baekhyun! Luhan! Buat pertahanan! Tao lambatkan waktu" pekik suho.

"Jangan ada yang bergerak" ucap suho lagi.

Luhan terdiam sejenak, kekuatannya tidak bisa ia keluarkan. Seketika, es yang tadi meluncur cepat menjadi lambat, sangat lambat.

"Mana pelindungnya! Luhan!" Pekik suho.

"M-miaan! A-akuu ..-"

"Swiiingg!" Seketika es-es tadi meleleh menjadi air.

Chanyeol yang melelehkan.

Luhan masih terdiam kaku.

"A-aku perlu istirahat" ucapnya langsung berlari. Sehun menatap luhan bingung begitu yang lain juga.

Kai dan kyungsoo menatap luhan bingung saat melewati mereka.

Sehun berlari kecil mengikuti luhan.

.

.

.

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

.

.

.

Luhan duduk terdiam didepan kolam.

"Hiks ... Otokhe ..." Tangisnya menutup wajahnya dengan kedua tangan putih itu.

"Lu..." Sapa lay duduk disebelahnya dan merangkul pundaknya.

"Mengapa kau terus diam. Aku tau kau ada masalah. Kau bisa ceritakan padaku.

"Lay?"

"Hmm .. Aku tau kau akhir-akhir ini tidak sehat" ucapnya tersenyum.

"Hiks, kekuatanku hilang. Aku .. Aku tidak bisa berlama-lama dibumi lay.. Hiks atau aku akan mati" lirih luhan lagi. Lay terkejut dengan penuturan luhan.

"Aku akan membantu meenyembuhkanmu. Kau tidak akan mati luhan" ucap lay mengelus surai.

"Aku takut lay, aku harus cepat keexo planet" lirih luhan.

"Aku harus meminum ramuan pohon kehidupan" lirih luhan lagi.

Sehun terdiam menatap luhan bersama lay, mungkin bersama lay akan lebih baik untuknya. Sehun kembali berkumpul bersama lainnya untuk latihan.

.

.

.

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

.

.

.

Malam ini suho membicarakan tentang cara memusnahkan semua segel ditubuh kai.

Dengan cara menyatukan semua kekuatan ksatria dialirkan ketubuh lay dan lay bisa dengan cepat memusnahkan segel tanpa kehabisan kekuatannya. Setelah berunding cukup lama mereka memulai menyembuhan terkecuali luhan yang hanya menonton karena kekuatannya tidak bisa dipakai.

Seetelah berjam-jam akhirnya segel kai musnah total. Dan malam itu menjadi malam terlelah karena kekuatan mereka terkuras.

.

.

.

¤¤ From Another Galaxy ¤¤

.

.

.

Kini ke12 kesatria tengah berkumpul diruang tengah.

"Ada apa berkumpul disini hyung?" Tanya kai menghambur disamping chanyeol.

"Aku baru saja mendapat data dari panglima siwon diexo planet. Ia menjelaskan bagaimana perang terjadi nanti. Dan juga musuh yang kita hadapi" ucap suho yakin.

"Ouuh, aku tidak sanggup harus berkelahi" keluh baekhyun.

"Yang kita hadapi kali ini bukan hanya sejenis manusia seperti kita, tapi juuga mayat hidup" ucap suho nanar.

"Mwo!" Pekik yang lainnya bersamaan. Baekhyun memeluk lengan channyeol erat.

"Saat ini pihak exo planet sedang dalam penyelidikan. Karena banyak mayat yang hilang. Dan itu dicuri oleh edoras. Mereka memanupulasi mayat itu dan menjadikan mereka tentara siap perang" ucap suho lagi.

"Itu benar, tapi mayat-mayat itu punya kelemahan. Mereka menggunakan teknik kuno yaitu dengan memasukan jarum pada kepala mayat dan otomatis mayat itu kembali hidup dan bertambah kuat. Mereka akan terus menyerang dan menyerang. Walaupun kita menusuknya dengan pedang sekalipun. Terkecuali kita menghantam kepalanya dan membuat jarum itu keeluar. Mereka akan menjadi abu" terang kris menambahkan.

"Itu akan mudah jika kita menonjok kepalanya dengan palu" timpal sehun terkekeh disusul tawa lainnya.

"Kita saat ini memiliki 2000 pasukan. Dan hanya 500 pasukan siap perang sedangkan lawan kita sekitar 3000, 1000 yang memiliki kekuatan dan 2000 lainnya adalah mayat hidup" ucap suho membuat semuanya bungkam.

"Mulai sekarang kita akan latihan. Dan jumlah itu masih perkiraan saja. Bisa jadi lebih dikit atau mungkin lebih banyak. Beberapa dari mayat itu diambil dari bumi. Kita juga harus mencegah itu sekalian latihan" jelas kris.

"Jadi maksudmu kita akan menyerang markas mereka gitu? Eiiyy seolma.." Ucap luhan ragu.

"Hm, kita akan menyerang markas mereka untuk menghentiikan pembuatan pasukan" ucap suho pasti.

"Kita hanya perlu menunggu koneksi dari penyeliidik yang ada diexo planet untuk tau lokasi markas mereka" ucap suho lagi.

"Tidak perlu hyung, aku tau betul dimana markas mereka" kai menatap suho yakin.

Kai menjelaskan kalau markas edoras dibumi adalah ditengah hutan utara. Disana ada para penguasa yaitu minho, onew, jonghyun, key dan kakaknya sendiri taemin.

Para ksatria menyiapkan rencana untuk penyerangan. Dimulai dari pengintaian.

"Yang akan mengintai kesana kai, sehun dan tao" ucap suho. Tao hanya tersenyum ia tau ia kuat.

"Mwo? suho-ya? Tao itu yeoja" protes kris.

"Dia kuat kris, kau melihat sendiri perkembangannya saat kita latihan" ucap suho.

"Aku bisa ikut, aku bisa membaca pikiran mereka" tawar luhan.

"Andwae, kau sedang dalam kondisi tidak bagus lu" sergah lay. Luhan hanya menghela nafas kesal.

"Gwaenchana ge, aku lebih kuat. Dengan kekuatanku aku dapat menutupi aura mereka" ucap tao tersenyum menenangkan.

"Baiklah keputusan sudah bulat. Kalian ber3 malam ini menyusup kesana dan cari tau kelemahan mereka" suho memberi perintah.

.

.

.

TBC

.

.

.

Naaah fast update kan….jadi ditunggu review nya ne..

Dan chapter depan akan author tambahkan action. So …. Semakin banyak review semakin cepat updatenya! Annyeong!

Thx udah baca ne ^.^