From another galaxy

Chapter 12

Sedikit preview untuk fanfic ini karena sudah lama tidak update. Mungkin dengan adanya ringkasan sederhana ini dapat membuat reader lebih memahami chapter ini.

Luhan tuan puteri dari planet exo berpetualang mencari 11 kesatria dibumi. Awal pertemuannya dengan sehun yang menumbuhkan benih-benih cinta. Bersahabat dengan baekhyun dan gila-gilaan dengan chanyeol. Di han-kuk university yang berada dibawah naungan perusahaan ayah sehun, luhan dibantu sehun dan lainnya dapat mengumpulkan 12 kesatria. Dalam pencarian kai sangat sulit karena kai mendapat segel dari pengkhianat edoras. Tapi mereka berhasil..

Dengan kekuatan keluarga dan cinta. Planet exo memenangkan peperangan melawan pengkhianat edoras.

Banyak yang terluka parah. Bahkan naas baekhyun kesatria light kehilangan nyawa-nya.

Dan saat ini. Luhan kembali membuat misi. "Mengembalikan Baekhyun"

-Story begin-

Chanyeol terdiam kaku dibalcon rumah sakit kerajaan. Ia menatap langit malam bertabur serbuk warna-warni menyala sendu. Malam ini tepatnya pesta perasaan rakyat exo planet atas kemenangan negeri mereka.

Air matanya menetes diiringi dengan tepuk tangan serta suara terompet beberapa rombongan warga. Seakan merayakan kematian orang yang dicintainya.

Tangan dingin itu mengepal erat menciptakan bara api panas.

"Channiee" bisik suara lembut didepan pintu balcon.

Chanyeol menghela nafas menormalkan amarahnya. Ia menatap kecewa gadis bermata rusa didepannya.

"Chan, aku tau kau sedih. Akupun begitu. Kumohon... " luhan mendekat menggenggam lembut kedua tangan chanyeol.

"Kita masih bisa menyelamatkan baekhyun. Aku akan menyelamatkannya chanyeol ... walaupun aku harus mengorbankan nyawaku" bisik gadis itu memeluk chanyeol.

Luhan menghela nafas menatap chanyeol "sekarang tersenyumlah, jjaah! Sambut keluarga baru mu!" Seru gadis mungil itu menarik chanyeol masuk kedalam. Lebih tepatnya ruangan kris dirawat. Chanyeol menatap wanita tinggi dengan mata lebar dan senyum ehm ... mirip dengannya. Disampingnya ada gadis mungil menatap kris yang terbaring lemah dengan pandangan sendu membuat kadar keimutan gadis itu meningkat dimata chanyeol. Dilihat sekilas chanyeol menyadari chaeyeon lebih mirip dengan kris dengan wajah lebih kebaratan.

"Apa oppa ini akan bangun eonni?" Bisiknya sambil menggenggam tangan kris yang lemah.

"H-emm tentu saja chaeyeon-ah" ucap yura menggaruk tengkuknya canggung.

"Apa-apaan kalian terlihat malu-malu. Aku paling mengenal kalian dan kurasa urat malu kalian itu sudah putus. Tapi ini- aigoooo ..." gumam luhan terkekeh mendapat pelototan 3 pasang mata diruangan itu. "Aku pergi dulu. Chan kau lebih rilex lah. Baekhyun akan selamat"

Luhan menutup pintu ruangan kris, ia terdiam sebentar lalu tersenyum mendengar jeritan entah siapa seperti 'nunaaa! huweee' 'adikku yang tampaaan huwaaaa!' 'Aku masih memiliki keluargaaaaa!' 'Aku merindukanmuuu! Hiks!'

Yaah begitulah. Luhan berjalan kebangsal rumah sakit. Nuansanya masih kuno. Tidak ada peralatan medis canggih atau segala sesuatu berwarna putih. Disini dokter : healer. Mereka pun tidak memakai jas putih melainkan jubah biru pudar dibelakangnya terdapat simbol tanduk unicorn. Mereka menyembuhkan luka dengan kekuatan. Hanya ada beberapa jarum jahit jarang terpakai dilemari penyimpanan. Untuk keadaan darurat seperti ini saat tim medis hampir kehabisan tenaga dan untuk menghemat mereka menggunakan alat yang bisa menyembuhkan atau racikan tanaman obat untuk menghemat tenaga. Jika terjadi perang besar-besaran seperti ini. Luhan dapat melihat lay tengah membantu menutup luka prajurit lain dengan racikan tanaman obat. Lay terlihat lebih rilex kali ini tidak memaksakan kekuatannya seperti waktu itu. Chen juga tengah membantu pekerja kesehatan dikebun menumbuk obat. Suho dengan sisa kekuatan mengendalikan air diatas tubuh para prahurit yang keracunan. Tentu saja ratu telah memberikan campuran ramuan di air yang suho gunakan. Air itu mengambang diatas perut prajuit dan menyerap racun yang ada.

Xiumin diberi tugas menjaga baekhyun.

Kyungsoo juga sudah terbaring lemah dikamarnya karena ia hampir kehilangan kakinya saat perang. Bayangkan kaki mungil itu membuat bumi belah dua ia sudah dibius. Kai beberapa kali menengok kekamar kyungsoo yang ditemani kedua orang tuanya. Kai dan beberapa teleport lain mencari korban yang hilang karena puluhan prajurit lain terhempas hilang kedalam hutan karena serangan dahsyat.

Tao baru saja mendapat jahitan dibeberapa bagian tubuhnya. Jika tidak dipaksa orang tuanya ia masih ingin menempel pada kris. Ia bahkan tidak sadar mendapat luka parah.

Luhan tersenyum melihat mamanya tengah sibuk membantu para healer. Memang pada dasarnya ratu seorang healer. Mata yang hampir sama sepertinya itu menatapnya tersenyum "kau sudah membawanya nak?"

Luhan menatap keranjang obat ditangannya meletakan dimeja dengan sang ratu yang tengan mengobati panglima siwon "ini ma"

"Baguslah" gumam ratu mencampurkan air disalah satu botol mungil itu kedalam baskom berisi air biasa "keadaan sudah kembali normal. Bantu tenaga medis disana. Sehun sepertinya keracunan bisa yang tidak biasa dilihat dari lebam ungu didekat lehernya. Racun lambat yang jika menekan titik sarafnya akan membuatnya mati seketika. Hahhhh ... edoras sudah tidak adapun masih membuat masalah"

"S-sehun?"

"Iyaa luhan sayang. Fokuslah, berhenti memikirkan baekhyun dan segera obati kekasihmu. Nyawaku sisa setengah dan tidak bisa menyelematkan satu nyawa lagi" ucap sang ratu sabar. Luhan terhenyak berjalan keranjang ujung dimana sehun tengah duduk santai dengan dua orang healer yang kebingungan karena menemukan racun tidak biasa pada tubuh pemuda itu. Luhan dapat merasakan tatapan hangan sehun seakan memeluk jiwanya yang kedinginan.

"Lu, sudah kubilang aku baik-baik saja tapi mereka malah semakin panik" adu sehun malas. Lelaki itu sudah tidak memakai bajunya memperlihatkan tubuh semi berotot miliknya yang ditutupi oleh luka.

"Pakai ini eonni" luhan memberikan baskom kecil itu tanpa melepaskan pandangan matanya. Sehun hanya tersenyum lemah, juga enggan mengalihkan pandangannya.

"Terimakasih puteri. Tuan ini mungkin akan sakit" ujar helaer tersebut menendalikan air memenuhi punggung sehun.

"Kau nampak sangat lelah sayang" ujar lelaki pemilik mata sayu itu menyentuh pipi luhan.

"Aaakh!"

Grep

Luhan menangkap tubuh sehun yang lunglai kepelukannya. Healer tadi menarik racun sekaligus tanpa ampun. "Sudah sekesai tuan puteri, tuan sehun dapat dibawa kekamar rumah sakit ini untuk dirawat.

"Aku yang akan membawanya. Kalian bantulah tim medis lain"

"Baik puteri"

.

.

.

Sehun tersenyum saat merasan usapan lembut dikepalanya "luhannie?"

"Kau sudah sadar?"

"Hmm, bagaimana bisa aku tertidur jika ada bidadari menangis disampingku" sapa suara berat sehun. Luhan memejamkan matanya mencoba menahan semua air mata yang memang sudah membanjiri wajahnya.

"Ayoolah lu, aku bangun tidak untuk melihatmu menangis" sehun perlahan duduk menarik luhan ketempat tidur. Luhan hanya mengeluarkan suara isakan saat tubuhnya berada dipangkuan sehun. "Hiks .. kau masih sakit hunnie"

"Hmmm ... dengan memelukmu aku merasa baik. Hanya dengan kau ada disampingku bagaimanapun sakitnya aku tapi jiwaku ... mereka sehat dan sangat baik lu. Jadi jangan bersedih karena itu akan menyakitinya" tunjuk sehun kedadanya.

"Hun- ba-"

"Ssttt hannie, biarkan ... biarkan untuk malam ini saja ... kita lupakan segalanya hmm"

Luhan menatap sehun ragu, ia memandang jendela balcon yang memancarkan sinar bulan "baiklah"

Sehun tersenyum menatap gadisnya membelai penuh kasih sayang "aku menyayangimu hannie"

Luhan tersenyum tipis menatap sehun "aku mencintaimu" bisiknya mengusap pipi sehun lembut. Lelaki itu tertawa kecil "aku lebih mencintaimu asal kau tau nona rusa"

"Hmm ya, aku percaya tuan rubah"

"Eoh? Dari mana kau mendapatkan kata itu eoh? Ya mulut ini!"

"Aaaah! Sehunnie hentikaaan! Chen yang mengatakan itu" rengek luhan saat sehun mencubit bibirnya.

...

"Luhaan aku bosan diruangan ini" keluh sehun yang tengan berbaring dipaha luhan. Luhan menghentikan kegiatan mengelus surai sehun.

Luhan sejenak menerawang keluar seketika senyumnya mengembang "baiklah aku bawa kau kesuatu tempat" serunya memekik senang. Sehun menatap heran.

Mereka melewati jalan setapak dibelakang istana. Ditengah hutan terdapat rumah kecil masih bernuansa kerajaan tetapi terlihat hangat dan tenang.

"Hannie sebenarnya kemana siih" keluh sehun risih ditengah hutan seperti ini. Apa lagi ada rumah kecil aneh. Tapi mengapa jiwanya terasa hangat.

Senyum luhan kembali mengembang mencium aroma cookies yang manis. "Aaaaah! Aroma ini! Aku sangat merindukannya"

Belum sempat luhan mengetuk pintu seorang wanita tua membuka pintu, terlihat apron usang yang ternoda tepung dan sepiring cookies ditangan kanannya.

"Halmeonhiiii! Bogoshippo!" Seru luhan memeluk tubuh nenek tua rentan itu membuat sehun menggapai piringan cookies yang hampir saja lenyap.

"Eh?" Sehun menatap tangan keriput lain yang memegang sisi piringan.

"Sehun?"

Sehun masih terdiam menatap nenek satunya "n-ne?" Ucapnya gagap.

"Aigooo, seohwa bau apa ini?" Gumam nenek satu lagi yang berada dipelukan luhan.

"ASTAGA!"

.

.

.

Dua wanita rentan itu adalah sahabat, seohwa dan hwarin. Dan seohwa adalah nenek kandung sehun, ibu dari ayahnya. Sedangkan hwarin adalah nenek luhan ibu dari ayahnya juga. Seohwa dan hwarin adalah sahabat. Mereka memutuskan untuk tinggal ditempat terpencil karena disini lebih tenang. Lagi pula pelayan istana ada menjenguk mereka sekali sehari.

Sehun tersenyum menatap neneknya yang tengah berjalan membawa sebuah album tua. Mereka ada diruang santai. Sofa empuk dan hangat satu meja sedang berada ditengah cukup menampung sepiring cookies dan 4 gelas susu hangat.

"Kemarilah kesini nak"

Secepat kilat luhan sudah duduk ditengah seohwa dan sehun.

"Whoaa halmeonhi, album ini lagi! Yeay! Aku sangat suka melihat ini! Aku bahkan belum sampai selesai melihatnya"

Sehun merenyit dihalaman ke3 foto pernikahan orang tuanya dipinggir ada kerusakan.

"Aaah, anakku yang tampan harus berakhir dimulut basah anak nakal ini!" Kata seohwa mentakbam luhan.

"Sudah lah kita lewati halaman ini, lagi pula foto yang ini ada diistana. Aku masih ingat saat luhan balita mengemut habis halaman ini" ujar seohwa agak kesal.

"Hanya karena itu halmeonhi tidak pernah membiarkanku menyentuh ini. Ugh"

"Ini kenangan berharga hannie pabo"

"Araseooo!"

...

Dilain tempat banyak kesatria dikunjungi oleh keluarga mereka. Beberapa hari dipenuhi kehangatan keluarga tercinta chen sudah dianggap anak oleh keluarga minsoek.

Diruangan rumah sakit tampak sepi chanyeol memutuskan menemui baekhyun, lagi pula kris sudah sembuh total karena habis meminum ramuan naga. Ramuan kekuarga mereka turun-temurun yang dibuat oleh yoora.

"P-paduka ratu?"

Ratu menatap chanyeol tersenyum lembut "bagaimana keadaan kris? Aku yakin dia sudah sembuh" kata ratu santai sambil menaburkan serbuk bercahaya ketubuh baekhyun.

"Y-ya. Dia sudah sembuh"

"Baguslah, malam ini kalian berkumpul diruang strategi. Untuk misi menyelamatkan baekhyun"

Chanyeol mengangguk "ya"

Ia menatap wajah baekhyun sejenak "ratu .. tubuh baekhyun hangat, detak jantungnya normal, kenapa dia masih tidak bisa bangun? Apaaa ... apa ini sejenis coma?" Tanya chanyeol memberanikan diri.

"Yaa, bisa dibilang coma. Tubuh ini sudah membaik saat aku memberinya separuh kehidupanku. Tapi apa gunanya ia bangun tanpa memiliki jiwa. Yang ada tubuh ini hanya akan tersesat chanyeol. Itulah mengapa aku tidak bisa membangun kannya. Misi kali ini adalah menyelamatkan jiwa baekhyun"

Ratu berjalan ke rak buku. Ia mengambil buku tua disana.

"Kau lihat lambang ini?" Ucapnya memperlihatkan lambang unik terukir dicover buku " buku ini menceritakan 3 saudara laki-laki. Yaa mereka menantang iblis jahat yang kuat. Iblis itu bisa mengabulkan segala permintaan 3 saudara itu" ucap ratu meletakan buku itu.

"Mengabulkan segalanya?" Tanya chanyeol seperti tertarik akan cerita itu.

"Yaa, segalanya. Seperti menghidupkan orang yang sudah mati. Tapi! Yang namanya iblis tentu selalu licik. Aku akan menceritakan satu dari 3 bersaudara yang menginginkan istrinya yang sudah mati hidup kembali"

Chanyeol menyimak dengan baik semua perkataan ratu.

"Iblis berhasil membuat istrinya kembali hidup. Sang pemuda itu sangat bahagia mendapatkan istri tercintanya lagi. Tapi, beberapa lama ia menyadari sesuatu. Wanita yang ia cintai tidaklah seperti dulu wanita itu kosong. Yang ia lihat hanya tubuhnya. Mereka menjalani hari yang hampa, wanita itu hanya melakukan apa yang suaminya suruh tanpa jiwa didalamnya"

"Itu lebih menyedihkan" ujar chanyeol.

"Ya. Benar sekali. Kesedihan tidak sampai disitu. Bertahun-tahun sang suami melakukan kehidupan hampa bersama sang istri yang sama sekali tidak pernah mengerti akan sebuah perasaan. Ia mencoba tegar dan tersenyum melihat wajah istrinya dan memeluk istrinya yang tanpa jiwa untuk membagi kehangatan"

Chanyeol tersenyum menanti kelanjutan yang menyenangkan.

"Tapi suatu malam, ada jiwa tersesat yang tertarik melihat tubuh tanpa jiwa itu dan mendiami tubuh itu" ratu mengelus rambut baekhyun lembut. Chanyeol meringis enggan mengetahui kelanjutannya.

"Sang suami kaget dipagi hari istrinya ingin meninggalkannya dan sifatnya menjadi bengis dan kejam. Dan wanita itu meninggalkannya"

"Sang suami kembali datang keiblis meminta jiwa istrinya. Iblis menyeringai dan menyuruh pemuda itu kelembah hitam tempat jiwa tersesat"

"Apa dia menemukan jiwa istrinya?" Tanya chanyeol.

"Ya. Dia melihat istrinya. Tapi, belum sempat lelaki itu menggapai sang istri tubuhnya sudah hancur diperebutkan oleh jiwa sesat yang lain" ucap sang ratu meletakan buku itu. Meninggalkan chanyeol yang kebingungan didepan tubuh baekhyun.

Bingung dan ketakutan.

.

.

.

Ke11 kesatria tengah berkumpul diruang rapat. Misi mereka menyelamatkan baekhyun dilembah kematian. Lembah kematian terdapat labirin kegelapan (seperti mv overdose).

Disana terdapat jiwa-jiwa tersesat. Dan disana ada sangat banyak rintangan yang harus mereka hadapi seperti makhluk-makhluk mitologi kuno yang kuat dan menyeramkan.

Cara menyelamatkan jiwa baekhyun dengan mengarahkan kalung power light kearah baekhyun dan kalung itu akan menyerap jiwanya dan mengembalikan kedalam tubuhnya. Panglima siwon satu-satunya prajurit yang dulu pernah kesana memberikan gambaran. Apa yang harus dihadapi dan bagaimana keluar dengan hidup-hidup dari sana.

" permisi, ratu memberikan ini untuk kalian" sunny membawa pin lambang bunga dandelion. Memasangkan satu persatu kebaju para ksatria.

"Bunga ini membuat para jiwa sesat tidak bisa menyentuh jiwa mu. Kau memerlukan ini untuk bertahan disana dan menjaga tubuhmu" jelas sunny.

Chanyeol terdiam sejenak "jika tidak tubuh kita akan hancur diperebutkan oleh ribuan jiwa sesat itu" bisiknya.

Tao tersenyum mengeratkan tali sepatunya. Ia sudah siap untuk berperang begitu pula yang lainnya. Mereka sangat bersemangat untuk menyelamatkan baekhyun.

"Kakimu sudah baik-baik saja?" Kris menghampiri kyungsoo yeoja bermata bulat itu mengangguk semangat.

"Tentu saja"

"Jangan dipaksakan untuk bertarung jika masih sakit. Kau bisa tidak ik-"

"Yack duizzang! Walaupun jika aku tak punya kaki sekalipun aku akan tetap kelembah kematian itu untuk menyelamatkan baekhyun! Sekali lagi kukatakan pada kalian kaki ku sudah sembuh! Apa aku perlu membelah bumi disini! Ish jincha!" Omel kyungsoo panjang lebar mememilih kesisi lain mengambil beberapa peralatan perang.

"Ingat yang kita hadapi saat ini bukan manusia. Yang kita hadapi adalah mahluk mitologi dan jiwa sesat lain. Mungkin lembah kematian akan ada banyak jiwa tersesat karena seperti yang kalian tau pengkhianat edoras banyak yang sudah mati" luhan mengingatkan.

"Tapi satu hal! Mereka hanyalah gumpalan asap! Dia tidak lah lebih kuat dari kita!" Seru suho.

.

.

.

Luhan side

"Kau sudah siap?" Tanya sehun yang berada disampingku. Aku mengangguk mantap.

"Kita akan berkumpul lagi disini saat turun fajar! Aku ingin kalian merelaxkan diri dulu! 2 jam mulai sekarang!" Seru suho.

"Loh ge, nanti disana akan sangat gelap!" Protes tao pada kris.

"Astaga panda, kau tidak mendengarkan? Lembah kematian itu selalu gelap suasananya akan tetap seperti senja walau siang sekalipun. Jadi sama saja kita kesana mau jam berapa. Ini lebih baik agar kita dapat keluar dari sana nanti disiang hari. Kami sudah merundingkannya semalaman" jelas kris lagi malas. Aku tertawa kecil, tao tertidur saat rapat.

Aku dan sehun kini duduk didepan kolam ikam di taman kerajaan. Ia terus menggenggap tanganku, membuatku terus merasa hangat dan aman.

"Aku takut kehilanganmu hannie"

"Aku juga"

"Jangan pernah mati hmm?" Ia mengusap pipiku mencium keningku lama.

"Chanyeol orang yang sabar"

Aku menoleh bingung "dia menangis dan merengek tiap hari lalu terkadang ia berjalan sendiri kehutan kematian untuk menemukan dimana lembah kematian. Itu sabar?"

"Aku mungkin akan bunuh diri jika kau benar-benar mati. Dan aku pasti akan gila jika kau terbaring tanpa jiwa seperti baekhyun lu. Aku tidak ingin kehilanganmu ... kau belahan jiwaku"

"Hihi, kau terlalu berlebihan sayang" kekehku memeluk lengannya dan bersender didadanya. "Aaah! Yaaa!" Pekikku saat ia menarik tubuhku dalam gendongannya dan kami duduk dibawah pohon. Aku selalu menyukai posisi ini saat aku berada dalam kungkungannya. Saat ia memelukku seperti ini dipangkuannya. Ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku lembut, melumat bibirku penuh perasaan.

"Hahhmm, sehuun ..." gumam ku saat ia baru saja melepaskan ciuman kami.

"Luhan ... ayo kita menikah saat semua ini sudah selesai"

Aku menatapnya kaget "m-menikah?"

"Ya"

"E-eeiiy ... bagaimana mungkin aku menikah dengan bocah sepertimuuu!" Gurauku mencubit pipinya. Ia menggenggam tanganku dan menatapku tajam "aku serius"

"Sehuun"

"Lu, aku ingin menikah denganmu. Tidak peduli kita akan tinggal diplanet ini atau bumi selama ada kau aku ingin terus berada disamping mu. Aku mencintaimu luhan"

"E-emm! A-aku mau menikah dengan sehunnie .. i do sehunnah" aku menatapnya tulus ia kembali mencium bibirku lalu mencium keningku. Beberapa saat ia meraih tanganku dan menciumnya. Aku menatap mata sayu yang tajam itu lembut ia mengusap punggung tanganku. Aku meraih tangannya dan menciumnya "aku sangat mencintaimu oh sehun. Sangaat"

"Lu, kumohon apapun yang terjadi ... jangan pernah tinggalkan aku"

Aku tersenyum menatapnya saat aku ingin membuka mulutku telepati dari suho menyuruh kami berkumpul. Kami segera bergegas kemarkas.

...

Aku menatap sehun dengan senyuman ia mengangkat tangan kanannya diwajahku. Ia masih memakai gelang pemberianku. Aku juga mengeluarkan liontin whirlwind darinya.

"Berhenti bertingkah seperti itu kalian membuatku mual" gumam kai yang memang disebelahku. Aku hanya mendengus menginjak kakinya. Terasa angin berhembus diatas kami. Ya, naga merah raksasa milik kris.

"Yoo ace galaxy!" Seru ku memukul-mukul buntutnya yang besar. Ku yakin tidak mer- ah ia merasa ternyata ia membalas dengan mengibaskan ekornya menyebabkan angin lokal. Ace galaxy nama naga kris. Naga ini semakin besar, aku yakin ia bisa menghancurkan kerajaan jika mengamuk.

"Kita semua akan menaiki ace untuk kesana. Selain cepat ini akan menghemat tenaga kalian. Kita masih belum tau akan ada banyak hal tak terduga nantinya" jelas kris.

"Luhannie" bisik sehun yang entah sejak kapan berada disampingku. Aku menoleh heran "kita naik anginku saja yaa, aku tidak terlalu menyukai mahluk in-"

"Bilang saja kau takut sehunnieeee" goda tao. Aku tertawa melihat wajah masam sehun mendeathglares tao.

"Aissh! Kenapa aku harus menaiki naga jelek ini lagi" keluh chanyeol dengan malas menaiki naga. "Ayooolah kalian baru menaiki naga saja sudah pengecut. Suho-ya kau tidak takut kah?"

"Enak saja, tentu saja berani dasar ayah naga" gerutu suho.

"Umm, aku akan menaiki unicorn sajaa" ucap lay takut-takut pada kris.

"Diatas nanti anginnya akan sangat buruk xing-ah. Kita sepakat untuk terus bersama hmm" bujuk kris.

"Benar jie, menaiki ace tidak seburuk itu" seru tao semangat.

"Hannie-yaa ..."

"Sudahlah hunnie, naiklah, aku dibelakangmu" ucapku malas.

"Aaaaaaaawww! Ace kau sengaja mengarahkan durimu padaku yaaa?!" Pekik kai dibelakangku. Jelas-jelas ia yang tidak hati-hati.

.

.

.

Kami sampai dilembah kematian dan langsung disambut oleh beberapa jiwa liar. Tao menebas tubuh itu menjadi dua bagian dan tubuh itu menghilang seperti asap. Lembah kematian dipenuhi dengan kabut tebal dan lembab. Kami bahkan beberapa kali terperosok ditanah liat.

"Dia sudah mati dan harus mengalami kematian kedua" ucap tao sinis.

Kami memembuat lingkaran besar saling memunggungi. Menatap sekitar was-was.

"Baekhyun, sebenarnya kau ada dimanaaa" desah chanyeol terdengar.

"Kita pasti akan menemukannya chan- ugh!" Aku hampir terjatuh kalau saja sehun tidak menggenggam tanganku. Kami menatap langit yang tiba-tiba keruh angin datang dari berbagai arah seakan siap memisahkan kami. Dengan cekatan aku membuat perisai pelindung untuk kami kombinasi aku-tao-suho.

"Makhluk apa itu!" Pekik lay menatap benteng bermata tiga dengan tanduk beracun.

"Apa memang perasaan ku atau dia memang menatap kita? Hey! Dia berlari kesiniii!" Seru chen.

Xiumin berjalan kedepan

"Biar aku yang ta-" baru setengah badah makhluk itu membeku langsung pecah berkeping-keping. Kris dan chanyeol menyerang dengan api tapi nihil api mereka malah diresap oleh mahluk itu.

"Apa-apaan ini!" Kris berseru gusar saat 3 hewan yang sama datang. Untuk menghabisi 1 makhluk itu pun kami kewalahan.

Kami terus mencoba melawannya. Kris dan chanyeol hebat hampir melumpuhkan makhluk itu.

"Ini tidak bisa dibiarkan" desis kyungsoo berlari menghadang benteng iblis itu. "BOM!" Sekali tinjuan kebumi makhluk itu sudah tenggelam ketanah. "Sisa 1 lag-"

"Sehuuun?" Pekikku melihatnya terbang dengan angin keatas tubuh benteng iblis lalu mengeluarkan pedang dengan cepat "Blus!" Ujung pedang menembus kepala makhluk itu. Hewan iblis itu menjadi gila sehun sudah berada diatas makhluk itu. Sehun mengarahkan anginnya nembuat makhluk itu terhempas keudara dan dengan cepat terhentak kebumi.

"Kerja yang bagus maknae" ujar kris.

Belum sempat kami menarik nafas lega bumi kembali bergetar dan seakan terbelah. Aku terduduk menatap sehun yang sama kagetnya. Dan sekejap mata dinding-dinding raksasa selangit mengurungku. Aku masih menunduk takut. Tiada siapapun disampingku aku menatap kelangit yang masih keruh. Tenangkan dirimu luhaaan ... misi kali ini menyelamatkan baekhyun ... ya aku harus menemukannya.

Aku menatap liontin milik baekhyun, aku sengaja memegang ini agar dapat dengan mudah menemukannya. Tuhaaan, bantulah aku ...

.

.

.

*situasi para member seperti di mv overdose didalam labirin*

.

.

.

Luhan terus berlari setelah melawan mayat hidup yang keluar dari dalam bumi. "Sehuuun!" Pekiknya melihat setengah tubuh sehun memasuki cermin ilusi. Dan jika tubuhnya masuk seutuhnya sehun tidak akan pernah bisa keluar lagi.

Luhan menarik tangan sehun sampai mereka terjatuh ketanah. Sehun masih tidak sadarkan diri. Luhan menyenderkan tubub itu kedinding labirin.

"Sehunniee! Sadarlah! Yaaack!"

Mata sayu itu mulai mengerjap bingung "lu-luhan?"

"Syukurlah!" Luhan menghambur memeluk sehun senang "aku bahagia telah menemukanmu sehunnie, aku sangat takut saat kau tadi tidak ada dalam pandanganku. Sehunnie aku takut saat kau tidak ada disampingku!"

"Maafkan aku lu, aku berjanji mulai saat ini aku yang akan menemukanmu. Disaat kau menghilang dari pandanganku"

"Berjanjilah hunnie"

"Aku berjanji"

.

.

.

-1 tahun kemudian-

"Sehun, saatnya makan malam" tegur suara kyungsoo. Sehun masih terdiam menatap mawar merah ditempat tidur yang satu tahun yang lalu tidak asing baginya.

"Sehun kami akan menunggumu jika kau ing-"

"Tidak nuuna, aku akan bergabung"

Tampak diruang makan kediaman Oh tampak ramai. Dan mungkin hanya satu orang yang masih tidak bisa tersenyum tulus.

"Ya neon! Byun baekhyun! Berhentilah bertingkah aneh" tegur suho menginterupsi kelakuan konyol chanbaek.

"Ish, mengapa naga dan panda china itu lama sekali, ini sudah sangat lama kita tidak kumpul berduabel- ma-maksudku bersama sama" omel chen menatap takut-takut kearah sehun.

"Bersama adalah saat kita semua bedua belas berkumpul" desis sehun dingin.

"Sehun-ah, maaf kan ak-"

"Sudah lah hyung, aku tidak apa-apa" ucap sehun tegas.

"Hey! Apa kami melewatkan sesuatu" seru tao dengan senyum lebar meletakan kopernya didepan pintu.

"Apa yang membuat kalian begitu lama" tanya sehun mencoba mencairkan suasana yang tadinya dibuat kaku olehnya sendiri.

"Aaah! Benar! Kami punya berita bagus! Sangaaaat bagus!" Ujar tao tersenyum lebar.

"Ap-"

"1 bulan lagi akan terjadi fenomena alam yang akan membuka jalur akses kita menuju exo planet! Aku mendapat kabar itu dari panglima siwon! Dan satu lagi berita baiknya... ehm ... sehunnie kuharap kau tidak menangis ... hmmm ... luhan jie baik-baik saja, aku mendapat info itu dari jungkook dia bilang sempat melihat luhan jie latihan!" Seru tao membuat semua orang disana bersorak gembira. Bahkan sehun benar-benar menangis.

"Dia memang baik-baik saja bodoh. Hanya kau yang tidak pernah mempercayai kata-kata ku!" Seru kai memukul-mukul pundak sehun.

.

.

.

Sehun side

"Luhan ... aku merindukanmu"

"Aku juga merindukannya"

"Kai, apa yang kau lakukan disini? Tanyaku melihatnya sudah ada disampingku.

"Seharusnya aku yang bertanya padamu bodoh. Apa yang kau lakukan ditaman sendirian tengah malam seperti ini. Brrrr udaranya sangat dingin asal kau tau" ia duduk disampingku.

"Aku pun merasa lega saat tau sekarang ia baik-baik saja. Setelah kejadian itu aku benar-benar frustasi. Aku tidak bisa melindunginya" lirih kai.

"Aku pun begitu, aku bahkan serasa ingin mati" lirihku menatap langit. Ya, sejak kejadian itu. Saat itu luhan menyelamatkan ku dari cermin ilusi. Dan disana ada manusia setengah kalajengking menginginkan memori indah kami. Tentu kami melawannya, tapi saat itu luhan melihat jiwa baekhyun, ia menyuruhku mengembalikan baekhyun dengan terpaksa aku menurut dan saat aku kembali ia sudah tidak sadarkan diri dan seketika labirin ditelan bumi kami segera kembali baekhyun sudah hidup kembali. Tapi, luhan yang tidak pernah sadarkan diri. Kami disuruh kembali kebumi oleh raja karena terjadi kerusakan digerbang perantara planet kami. Aku sangat tidak ingin meninggalkannya. Aku masih ingat saat aku mengamuk dan dibius oleh dokter tiffany, dan saat itu juga terakhir kali kakiku menginja exo planet. Aku marah, tentu saja aku bahkan kabur kevilla selama 2 bulan sebelum kai menemukanku. Aku sangat marah pada diriku sendiri. Aku gila karena tidak menemukan luhan disampingku, aku sangat merindukannya. Aku kembali menjadi sosok dingin dimanapun, suho hyung selalu menasehatiku membuatku mampu sedikit membuka hatiku pada yang lainnya.

Bahkan sampai saat ini aku gila karena merindukannya. Aku ingin luhan kembali, aku ingin melamarnya dan menikah dengannya.

Bagaimana kabarnya disana ?

Tidak peduli ia merindukanku juga atau tidak. Tapi saat ini hatiku sedang sekarat. Ia yang didalam sini kedinginan membeku. Kuharap aku tidak mati sebelum mendekap tubuh mungilnya.

Aku sangat merindukanmu luhan ...

Sangat...

.

.

.

TBC

Dan setelah nguareeet berbulan-bulan author kembali denvan ending yang absurd sangat :D

Gimana? Udah rada ngefeel gak? Ah molla!

BIG THANKS yang review chapter 11

Guest|alayana|Angel deer|ruixi1| .58|khalidasalsa|oh juna93|guesr|niasw3ty|kwon ara|luhannieka| |oh chaca|SFA30|hunhanexo|hanalu93|XO Azul|ramyoon|kaina|rosa widia|amelia|ahn sunyoung| |deerlulu|RoxyFuji Naxy777Max|samiatuara09|Ameliam Xiaooh|oh myungjin|thecold1

Bagi yang tidak tertulis aku mohoon maaf banget dan kalian bisa protes dikolom review nanti.

Makasih banyak kalian udah review di ff absurd ini. Jongmal gomawooo! Saranghae!

Review Juseyooo :)