-From Another Galaxy-
Chapter 13
"Aku tidak sabar menunggu bulan depan. Aku merindukan exo pla-"
"Gawaat! Kalung super power ku hilang! Dan aku tidak bisa menggunakan powerku ini sangat aneh!" Seru suho memotong ucapan chanyeol diruang keluarga. Yang lain menatap suho ngeri.
"Apa maksudmu dengan kalungmu hilang dan powermu tidak bisa digunakan" tanya kris mencoba tetap tenang.
"Kau masih ingat bukan terakhir kali kita diexo planet sebelum pencarian baekhyun kekuatan kita dipisah disimpan disini agar kerajaan dapat melacak kita jika kita hilang! Aku yakin ada yang mencuri kalung ku. Aku baru beberapa menit saat pulang keapartement dan kalungku menghilang" ucap suho mengacak rambutnya frustasi.
"Hey bukankah tanpa kalung itu kita tidak bisa kembali!" Sehun menatap suho tajam.
"Tenanglah, kita akan mencarinya"
"Hyung! Kau sangat ceroboh! Siapa yang mau mencuri kalung kita pengkhianat edoras sudah gugur kau hanya mencari alasan" ujar sehun dingin memilih kekamarnya. Ia melempar semua barang kesal dengan anginnya.
"Luhan aku sangat merindukan mu" lirihnya terjatuh kelantai.
.
.
.
Seorang wanita dengan surai pirang lurus menutupi bahunya tengah berjalan santai dijalanan gangnam. Ia sesekali menyeruput bubble teatea di tangannya santai.
"Sudah kubilang aku tidak pernah gagal"
"Ini baru permulaan mino, berhenti menanyakan hal yang tidak penting" ucap gadis itu lagi. Ia sendirian, tadi telpon dari partner barunya.
Luhan, yeoja itu menghempaskan tubuhnya kesofa meletakan kalung dengan liontin unik kemeja dengan sembarangan. Penampilannya lebih chic dibanding luhan yang kalian kenal dulu. Jangan lupakan masker ghoul yang baru saja ia lepaskan. Ya, walau bagaimanapun wajahnya akan tetap menggemaskan.
Pintu apartement terbuka, luhan menatap lelaki yang baru saja membuat moodnya buruk itu kesal.
"Kau terlihat bersenang-senang?" Ucap gadis itu sinis.
"Hmm, aku baru saja jadian dengan jinwoo tadi. Dia sangat menggemaskan" mino, lelaki itu tersenyum lebar.
"Kita kesini untuk misi, bukan bersenang-senang" sahut luhan malas. Melemparkan liontin lambang water ketubuh mino dan dengan cepat lelaki itu berhasil menangkapnya.
"Kau terlalu serius. Lagi pula kita hanya mengumpulkan 10 lagi"
"Kita tidak tau kapan mereka menyadari kehadiran kita. Lebih cepat lebih baik, planetku sedang sekarat asal kau tau"
"Hey, itu juga planetku"
"Kukira kau lebih menyukai bumi" luhan memandang kaca besar diruang santai mereka melihatkan jalanan seoul yang ramai.
"Kau juga akan menyukai bumi tuan puteri. Bumi memiliki sihir yang membuat kita jatuh cinta padanya" jelas mino tersenyum penuh makna.
"Aku ingin segera menyelesaikan misi ini dan mencari tau arti dari semua mimpiku selama ini. Mungkin saat misi ini selesai aku akan kelembah kematian menemui tanro si kalajengking pencuri memori"
Mino menatap luhan, lalu menghela nafas "kau sudah sepakat dengan kerajaan untuk tidak kesana. Kau bisa saja mati sebelum menemukan makhluk itu" nasehat mino.
"Tidak akan, karena aku merasa ada sesuatu yang penting. Yang aku lupakan. Dan lelaki ini, sepertinya tau banyak" luhan meletakan selembar profil lelaki bernama oh sehun.
"Setiap aku bertanya apapun tentang hubunganku dengan ksatria lain. Tidak ada yang menjawabnya dengan pasti. Ingatanku selesai saat aku bermain bersama kai selagi kecil. Tapi kurasa ada yang salah. Saat aku melihat lelaki ini, aku dapat melihat kesedihan mendalam. Dan sialnya aku tidak dapat membaca pikirannya. Bukankah itu aneh?"
"Sayangnya aku tidak tau apapun tentangmu. Saat peperangan aku ada tugas diedoras untuk memata-matai" ucap mino malas.
"Yaah, aku juga tidak ingin bertanya denganmu. Tapi bukan kah kau bekerja didivisi intel kerajaan sudah lama? Seharusnya kau tau sedikit tentang kami" sungut luhan kesal.
"Maaf aku tidak tau tuan put-"
"Berhenti memanggilku seperti itu bodoh"
"Baiklah baiklah luhaan, sebaiknya kau tidur karena besok kita masuk pagi dikampus"
.
.
.
Luhan tersenyum setelah memakai dress soft yellow dengan ikat pinggang kecil berwarna cokelat senada dengan warna rambutnya. Gadis mungil itu mengambil tas selempang cokelat memasukan beberapa alat tulis dan buku untuk kelasnya nanti.
Ia melirik sebentar selembar kertas berisi profil kim minsoek dan byun baekhyun. Yeoja itu terus membaca sambil mencemot roti bakarnya.
"Lu, apa kau melihat catatan lagu ku?" Tanya mino yang tengah sibuk memakai kemeja luarnya.
"Bukankah kau tinggal dimobil waktu it- ish anak itu benar-benar" gerutu luhan saat mino sudah keluar apartement mereka. Yeoja itu kembali tersentak saat kepala mino mencelos masuk
"Kau ikut atau tidak?"
"Tidak, aku akan naik bis"
...
Luhan Side
Aku menunduk saat melihat dua wanita yang baru saja memasuki bis yang aku tumpangi. Baekhyun dan Xiumin. Kebetulan yang menarik.
"Emosi Sehun akhir-akhir ini sangat mengerikan. Anak itu bahkan mengacuhkan perkataan lay tadi pagi" ucap xiumin. Baekhyun mengangguk setuju "dia lebih parah dari pada sehun sebelum mengenal luhan. Apa kita harus kembali kerumahnya? Aku takut ia akan kesepian" ucap xiumin lagi.
"Aku tidak bisa unni, aku terlalu merasa bersalah padanya. Aku tau sampai saat ini ia yang paling menyesal saat itu. Bukankah luhan unni celaka karena menyelamatkanku" lirih baekhyun. Aku memasang telingaku tajam-tajam sambil menyembunyikan aura ksatria ku.
"Hahh ... baek, sehun tidak pernah menyesal menyelamatkanmu. Kau bahkan tau itu"
Bis berhenti dihattle berikutnya aku bersiap untuk keluar tapi sialnya yang masuk adalah kesatria lain. Dengan cepat aku menyenggolnya dan segera keluar "apa-apaan dengan orang itu" gerutu chen.
Aku berlari melewati taman kampus "hahh, hampir saja!" Aku memegangi dadaku gugup.
"Luhan-ah, apa yang kau lakukan disini. Jam kita sebentar lagi" sapa teman satu kelasku taehyun.
"E-eh? Anii ... kajja"
Kami mengikuti pelajaran dengan menyenangkan karena dosen ini tampan dan pelajarannya juga tidak kaku.
"Baiklah, kita akhiri disini. Minggu depan aku ingin salah satu dari kalian mengumpulkan makalah keruanganku" ucap dosen itu. Aku menghela nafas. Yaah aku benci harus membuat makalah ataupun karya ilmiah sialan itu.
"Lu, bahan kita sama. Bagaimana kalau kita kerjakan bersama nanti?" Aku tersenyum mengangguk setuju. Aku teringat kalau hari ini mengambil kalung super power "taehyun-ah aku ada sedikit urusan dikelas mendadak. Hmm ... bisa kau tunggu dikantin?"
"Tentu!"
Aku sedikit mengintip kekelas itu. Dapat kulihat xiumin yang tengah sibuk kyungsoo pun begitu. Kesempatan bagus dengan sedikit telekinesis tanpa ada yang menyadari aku menarik keluar kalung dari leher kyungsoo dan aah, kenapa xiumin harus memakainya sih. Baiklah luhannie, kau sudah mempelajari ini berbulan-bulan okey... aku dapat melepas kaitan kalung itu dan "PRAANK!" Aku sengaja menjatuhkan gelas disisi berlawanan sesuai dugaan xiumin menoleh - kalung terjatuh, tepatnya setelah ku ambil - dan ia tidak merasa karena gerutuan gaduh mahasiswi lainnya.
Kalung itu sudah berada digenggamanku, its show time ..
'Hah! Dimana kalungku! Dari tadi aku bisa merasakannya apa yang - di- dimana!' Batin xiumin meraba lehernya.
Aku segera melangkah cepat dengan gugup.
BRUK!
aku terjatuh kelantai aku hendak menatap si penabrak. Samar, sedikit lagi "jinwoo kau baik-baik saja? Kau sangat ceroboh dasar" itu suara mino, ia berada didepan wajahku. Tunggu, lelaki tadi. Dia ... tatapan matanya yang sayu .. tunggu mino jangan tarik aku pergi darinya ... tatapan itu begitu terluka ... kenapa dengan lelaki itu ... sehun komohon jangan pegi!
.
.
.
Sehun menatap punggung luhan kosong, dia yakin wanita itu adalah luhannya. Dengan langkah lebar, persetan dengan pria yang menghalanginya tadi.
'Luhan kumohon jangan pergi tinggalkan aku, jangan menjauh dariku'
...
Luhan menggenggam erat ujung baju mino, ia belum siap. Ia terlalu takut.
"Syukurlah kau ada disini chagiya, kumohon kali ini bantu aku chagi, tukarkan pakaian kalian!"
Jinwoo menatap mino bingung, lalu dengan cepat tanggap menarik luhan yang masih belum sepenuhnya sadar ketoilet wanita.
"Luhan-ah, kau bisa tunggu disini. Hmm ... sadarlah arachi?" Ucap jinwoo keluar dari toilet langsung digandeng oleh mino pergi.
"Tunggu! Luhan!"
Sehun menarik lengan kurus itu ia menatap mata gadis didepannya. Kepalanya berdenyut nyeri. 'Dimana luhan?'
"Ya! Sehun-ah apa yang- astaga penampilanmu" kai melirik sebentar kearah jinwoo dan mino "maafkan temanku anda bisa melanjutkan kegiatan anda"
"Hm, tak apa bro" jawab mino santai menggandeng jinwoo pergi dan menyeringai kecil tanpa mereka ketahui.
"Kai sebenarnya ada apa?" Tanya tao yang baru saja sampai mengejar kai. Terdengar pekikan heboh mahasiswa saat super model yang hanya mereka lihat dimajalah mahal yang terkenal dan beberapa saluran tv fashion dihadapan mereka. Betapa para wanita memujanya dan lelaki yang ingin sekali berlutut mencium kakinya yang indah.
Tao? Dia sudah biasa dan fokus pada penampilan sehun yang kacau.
"Oh sehun? Ada apa denganmu!" Serunya kesal sehun tak kunjung menatap mereka. Tao peka, dia sudah tau melihat partner-nya itu. Ia melemah menyentuh lengan sehun.
"Sehun, kita perlu mencari tau lagi. Sekarang kita pergi dari sini. Penampilanmu tidak baik-baik saja" ucapnya menggandeng sehun pergi.
Tanpa menyadari sepasang mata rusa menatap mereka bersalah ya setidaknya tao dan sehun.
Kai tidak mengerti tapi ia merasakan aura itu. Luhan?
Luhan menutup matanya lelah, ia merasakan kecurigaan kai dan sebelum hal buruk terulang ia memilih pergi.
...
"Sehun-ah kau sudah oke?" Tanya tao lembut. Sehun menghela nafas.
"Kau tidak cocok berucap seperti itu nona panda. Dan aku sedang tidak oke" balasnya malas meminum bubble tea miliknya.
Deg!
Sehun menatap lekat gadis yang tengah memesan bubble tea. Surai gold-brown itu.
Sehun dan tao sudah ingin berdiri dari kursinya sambil menatap gadis itu tegang.
Rambut itu melambai, sepasang mata itu menatap mereka kaget. Keduanya mengumpat dalam hati.
"Kurasa aku mengalami halusinasi" gumam tao. Mereka memilih pergi dari kantin tepat dibelakang gadis yang rambutnya mirip luhan.
"Dan aku sudah mengidap delusi akut."
"Hhahhh..."
"Hhahhh..."
"Jangan bercanda oh sehun. Aku tau kau memang berkuasa disini tapi. Oh! Demi ace galaxy yang tidak pernah mandi! Kau tidak serius kan membuat peraturan tentang 'tidak boleh bergaya rambut gold-brown bergelombang dan panjangnya sepinggang' pemikiran gila seorang oh sehun" gerutu tao.
"Kau bisa membaca pikiran?"
"Hanya dengan melihat tatapanmu aku sudah tau bodoooh!" Seru tao kesal.
...
Luhan memilih mampir kecafe setelah menerima protes panjang lebar dari taehyun ditelpon karena ia tidak jadi kekantin. Perutnya lapar dan tenggorokannya kering. Ia bersender sambil memainkan ponselnya.
Ia memasang ikat rambut mencepol tinggi-tinggi rambut pirang pucat miliknya. Ya, saat ini ia tengah menutupi keberadaannya bukan. Luhan kembali teringat pertemuannya dengan sehun.
'Aku yakin ... kalau dia orangnya'
Luhan memegang dadanya yang bergemuruh 'tunggu aku sehun, aku akan segera mengingat tentangmu, dan kembali padamu. Setelah semua ini selesai'
...
"Habis dari mana saja?" Tanya suara berat diruang tamu. Luhan melepas sepatunya memandang datar dua buah kalung yang tengah dimainkan lelaki itu.
"Apa yang kau dapat?" Tanya gadis itu tanpa menjawab
"Aah? Ini, tadi aku bertemu chen dan chanyeol tadi. Mereka sangat bodoh, dan aah tadi aku juga sempat bertemu dengan sehun tapi benar-benar sial dia selalu sadar akan pergerakanku mungkin dia sudah memperhatikanku karena kejadian waktu itu"
"Baiklah kita sudah punya 5 kalung, tinggal 6 lagi" luhan meletakan dua kalung yang baru saja ia dapat.
"Hey, bagaimana dengan dragon boy itu. Kurasa sangat sulit bertemu dengannya"
"Maksudmu kris? Kita bisa menyusup kestudio pemotretan"
"Ah benar! Sayangnya si aktor sial itu sangat sensitif dengan para crew yang tidak dikenalnya dan ia tidak mau berteman dengan orang asing. Naga sombong itu"
"Hahh ... lebih baik kita cari yang mudah dulu. Aku yakin mereka semakin waspada saat ini" luhan masuk kekamar lelah.
...
Kini para ksatria tengah berkumpul dikediaman sehun, terlihat wajah kusut dan bahkan mata lembab kyungsoo sehabis menangis.
"Ini tidak bisa dibiarkan! Dalam dua hari kalung kita menghilang! Ada seseorang yang berniat buruk pada kita!" Suho menggeram kesal.
"Hiks .. bagaimana ini. Aku takut orang itu berniat buruk pada exo planet" lirih baekhyun.
"Kita tidak akan membiarkannya. Kita harus menangkap pelaku itu secepatnya" Kata kris penuh penekanan. "Dan menurut perkiraanku pelakunya lebih dari satu orang. Menurut xiumin dan chen mereka hampir kehilangan kalung dalam waktu yang hampir sama dengan tempat yang berbeda jauh"
"Bagaimana! Bagaimana caranya! Mereka tidak meninggalkan jejak sama sekali!" Kata tao gusar.
"Sekarang bahkan kami tidak lagi memiliki power" lirih Chen.
"Kita harus membuat rencana! Untuk membuka kedok mereka" Ucap kai sambil menggenggam kalung miliknya.
"Untuk saat ini lebih baik kita sembunyikan kalung kita dirumah ini, sebagian dari kita menjaga rumah. Dan kita gunakan Tao sebagai umpan menarik perhatian mereka. Aku yakin cepat atau lambat mereka akan mengambil kalung yang lain"
"Ide bagus kai. Baiklah kita bagi tugas saja! Kali ini kita harus berhasil mendapatkan kembali kalung kita!"
"Kita akan ke exo planet dan menjemput lu jie!"
"HWAITTING!"
...
Luhan Side
"Hah! Hahh! Hahh" Aku memegang dadaku sesak. Baru saja mimpi buruk.
Jam sudah menunjukan pukul 5 subuh dengan terpaksa aku kedapur untuk minun dan mandi. Aku tidak bisa tidur lagi.
Pagi ini aku berangkat bersama mino. Kami berencana mengambil sisa kalung para ksatria.
"Kau sedang sakit?"
"Jangan bercanda, bagaimana mungkin aku sakit" ucapku malas.
"Ya, mungkin kau tidak enak badan. Kita bisa menunda-"
"Tidak ada yang perlu ditunda. Semakin cepat semakin baik"
Setelah sampai kekampus kami berpisah sementara. Ada yang aneh, perasaan ku mengatakan mereka merencanakan sesuatu. Aku menatap Zitao yang tengah dikelilingi oleh fansnya dikantin. Aku dapat melihat rantai kalung lehernya.
'Semoga rencana ini berhasil. Dimana pencuri itu. Aku yakin dia akan memakan umpan kami' batin baekhyun. Aku menyeringai memasukan macaroni kedalam mulutku. Saat ini aku duduk dibelakang baekhyun. Tentunya dengan teman-teman sekelasku juga.
"Hey lu, jadi kau sudah selesai membuat makalahnya? Ugh ..."
"Begitulah taehyung-ah. Sebenarnya seokjin yang membantuku"
"Gaahh! Sangat beruntuuung!"
Kami berbincang tapi fokusku pada kai dan sehun yang tengah mengawasi tao dari jauh.
To : mino
"Mereka memulai serangan. Aku mengalihkan perhatian dan kau ambil kalung tao. Kita tunjukan pada mereka bagaimana cara kita sebenarnya"
Send
"Hei, aku kekelas dulu ya"
Aku berjalan santai ketoilet makai wig gold-brown warna rambut asliku. Selesai aku berjalan santao melewati kai dan sehun. Aku dapat merasakan ketegangan diantara kita. Aku menatap mata sehun dalam. Sekejap mereka berlari kearahku. Apalagi kekuatan super kai teleport.
Dan tepat saat mereka berkedip dan beberapa mahasiswa mengalihkan pandangan. Aku melepas wig dan memakai jaket kulit tanpa satupun yang menyadari. Rambut pirang blonde ku melambai membelakangi dua pemuda yang kebingungan. Tepat Mino dan Jinwoo melewati mereka.
...
Mino memberi tatapan mendelik kearah kai dan sehun.
Sehun mengedarkan pandangannya mencari luhan. Ia yakin kalau gadis yang lewat itu luhan yang menatapnya! Tatapan itu hanya milik luhan.
"Kau lihat itu kan kai! Luhan ada disini!"
"Aku tidak yakin sehun-ah" lirih kai menatap jinwoo yang berpenampilan persis seperti luhan.
Tap tap tap!
"Sehun-ah ... kai-ya ..."
"K-kalungku ... hilang"
...
BRAAK!
Sehun membanting vas meja yang ada diruang tengah. Ia sudah lengah, ia terkecoh. Tapi ... wanita itu ... dia luhan! Luhannya! Kini kalung tao dan baekhyun hilang. Ia telah gagal. Kesempatan mendapatkan luhan kembali sirna.
"Sehun-ah .. tenangkan dirimu" bujuk lay.
"Bagaimana aku bisa tenang! Ini kesempatan satu-satunya untuk bertemu dengannya! Dan ... dan aku telah menghancurkannya! Aku gagal nuuna!"
Sehun menatap pedih kearah lay dan teman-temannya. Ia memilih keluar melajukan mobilnya. Mungkin dengan alkohol ia bisa melupakan sejenak kepedihannya. Ya. Semenjak pertengkarannya dengan yang lain ia cenderung ke club hanya untuk menegak tequila. Hanya cairan liquor itulah yang mampu memahaminya. Malam itu ia bisa menjadi dirinya. Dirinya yang sangat frustasi dan dipagi hari ia harus memakai topeng oh sehun yang dingin.
Sehun menginjakan kakinya lemah memasuki ruangan club. Ia menegak tequilanya frustasi.
"Luhan ..."
...
"Sehun ..." lirih luhan menatap rembulan. Kini gadis itu tengah duduk dikursi balkon.
Terdengar saura berisik, ia menoleh kearah mino dan jinwoo. Menjengit melihat style fashion mereka.
"Kami akan ke moonlight club. Kau mau ikut"
"Aku tidak tertarik"
"Ayolah lu. Kau harus santai sedikit. Benarkan sayang"
"Benar luhan ssi, ikutlah bersama kami. Disana bisa menenangkan dirimu" bujuk jinwoo. Mino mendekati luhan dan berbisik "aku dapat info kalau sehun tanpa sepengetahuan teman-teman sering ke moonlight club. Kita bisa memanfaatkannya nanti-"
"Mwo! Kau bercanda?"
"Aku dapat info ini baru-baru saja" ucap mino mengendikan bahunya acuh.
"Baiklah, kau duluan saja dengan pacarmu. Nanti aku menyusul"
"Oke. Aku tunggu ne!"
Luhan menghela nafas. Mengapa ia merasa bersalah? Mengapa ia kesal pada dirinya? Ia marah saat mengetahui sisi buruk sehun.
Luhan memasuki mobilnya menuju moonlight club. Ia menghela nafas malas saat beberapa pria memberi siulan genit saat ia baru saja memasuki club. Luhan sudah sering melakukan simulasi night club seperti ini. Ia tidak terlalu menyukai keadaan di club.
Mino melambaikan tangannya. Ia tengah duduk disofa bersama teman-teman kampusnya.
"Lihat disana" mino menunjuk kearah bar dimana sehun tengah gusar meminum alkohol yang diberikan bartender.
...
Luhan POV
Aku menutup mulutku kaget. Segera aku menghampiri sehun.
"Maaf, anda tidak boleh mendekati tuan ini" ucap seorang penjaga. Aku menatapnya bingung.
"Aah, anda pasti baru disini. Dia adalah pelanggan tetap kami. Kami ditugaskan untuk menjaganya. Tidak boleh ada penggoda"
"Apa aku terlihat seperti penggoda!" Pekikku kesal menodrong dua orang penjaga itu.
Aku menarik bahu sehun kesal "Ya oh sehun! Jadi ini yang kau lakukan selama ini hah!" Ucapku berteriak melawan musik techno yang menggema. Sang menjaga tadi menarik tubuhku kasar.
"Ya!" Sehun mendorong penjaga yang menahanku. Ia menatapku kaget. Apa dia belum mabuk.
Ia menatapku dalam. Tatapan yang ku benci. Tatapan yang menyiratkan kepedihan mendalam.
Apa yang harus ku lakukan? Apa dia akan mengenaliku?
GREP!
"S-sehun .."
"Menikahlah ... de-ngan ku-"
Aku menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
"Hei luhan! Apa yang terjadi?" Mino menghampiriku.
"dia pingsan" ucapku masih menahan tubuhnya.
"Maaf apa anda luhan?" Tanya si pengawal. Aku tidak mungkin memberitahunya identitas asliku.
"Tuan muda ini sering sekali menyebutkan nama luhan saat ia mabuk"
"Mino bisa kau urus dua penjaga ini. Aku akan membawa sehun kekamarnya"
Mino bisa memanipulasi ingatan seseorang.
"Sehun sadarlah" aku mengguncang bahunya. Aku tidak bisa membawanya jika ia tertidur seperti ini.
Sehun membuka matanya perlahan. Aku menuntunnhya keluar club. Aku memutuskan untuk tidak langsung kekamar. Aku membawanya kehalaman belakang hotel dan mendudukan dirinya dibangku panjang bawah pohon. Setidaknya, aku ingin memandanginya untuk sementara. Walaupun aku tau dia tidak sadar.
"Luhan ... kau kah itu? Bogosippo hannie-ya ... rasanya aku akan mati. Aku sangat merindukanmu" lirihnya dipangkuanku. Dapat kulihat air matanya mengalir pelan menuruni pipinya.
Kenapa?
Kenapa sehun begitu merindukanku? Kenapa tatapannya begitu sakit?
Ia meraih tanganku mengarahkannya kesurainya. Aku membelai kepalanya lembut.
"Aku merasa seperti lelaki paling tidak berguna saat kehilanganmu saat itu hannie. Aku sangat frustasi. Aku ingin menembus galaxy tapi aku tidak mampu. Kau berada digalaxy lain luhan ... kau sungguh sulit kuraih. Katakan padaku. Bagaimana caranya ... agar aku bisa bersamamu lagi?"
Aku menatapnya lembut.
"Aku sudah gila. Tapi aku rela menjadi gila asalkan aku bisa terus melihatmu"
Entah keberanian dari mana aku mengecup kening sehun lembut berbisik ditelinganya menggumamkan kata-kata penenang. Kurasa itu yang harus kulakukan karena ia mulai terisak.
Aku mulai bingung saat ia menggenggam erat tanganku dan terus menangis. Aku tidak tau apa yang terjadi pada tubuhku. Semua diluar akal sehatku. Aku mencium bibirnya yang tengah bergetar, melumatnya pelan. Dapat kurasakan genggamannya melemah, mata kelam itu menusuk kedalam mataku. Aku menyentuh pipinya yang basah memperdalam ciuman kami.
"Engh ... Sehun ..." aku mendorong pundaknya karena kehabisan nafas.
"Luhan" ucapnya yang tengah duduk dihadapanku. "Saranghae"
BRUK!
...
"apa yang kau lakukan?"
Luhan menatap sosok yang baru saja memukul tengkuk sehun kaget.
Mino merogoh saku sehun menggeledah isi tubuhnya "ketemu" ucapnya menyeringai. Mendapatkan kalung super power
"Bagaimana kau bisa menemukan kami?" Desis luhan kesal.
"Ah itu, aku tidak sengaja melihat adegan panas dari atas. Hehe. Kau harus tau batasmu luhan. Kita sedang menjalankan misi, ingat?" Ceramah mino membopong tubuh pingsan sehun memasuki lobby hotel. Menaiki lift kekamar dimana sehun pesan.
"Aaghhh! Tubuh anak ini berat juga!" Mino merenggangkan ototnya, menatap luhan malas "luhan aku sudah menemukan info yang kau cari tentang anak ini. Aku tadi memanipulasi ingatan daehyun"
"B-bagaimana?"
"Kita bahas saat kembali dirumah. Oh tidak, jinwoo menelponku! Hei! Aku pergi dulu ya! Ingat luhaan jangan ceroboh! Jja!"
Luhan memandang sehun sendu, ia melirik jam tangannya. Sudah pukul 2 subuh. Ia memilih merebahkan diri disebelah sehun beberapa menit. Memeluk hangat tubuh lelaki itu. Menghirup aroma tubuh yang entah mengapa sangat ia rindukan.
"Apapun itu dimasa lalu. Aku mencintaimu. Saat ini, di sini. Oh sehun .."
.
.
.
TBC
.
.
.
Oke, silahkan caci maki author yang nguaaaaaret luar biasa lamanya. Hiks ...
Yasudah. Kalau ada yang tidak jelas silahkab bertanya di kolom review. Dan end chapter berapa? Bentar lagi end kok tenang aja :)
BIG THANKS
Review for chapter 12
Wujoondaemin00
Samiyatuara09
TheCold1
Ruixi1
Dear deer lulu
Xiao ci
Juna Oh
Amelia xiaooh
Kim Sharon
Lisasa Luhan
MaruMin
ShinHaeIn61
Khalidasalsa
Hunhanexo
Younlaycious88
XD
PrinceOh
Ariviavina
.58
BaconieSonjay
vietrona chan
Laabaikands
Luhannieka
Whirldwindgirl
Guestsherli898
Yehetohorat1220
Misslah
Terimakasih juga yang udah nge-Follow ff ini ne :* buat silent reader ke laut aja sonoh!
Oke mau balas komentar sedikit ne.
1. FF INI HAPPY ENDING!
2. Mungkin akan berakhir 1 atau 2 chapter lagi.
3. Update ga tau kapan.
4. Buat penulisan yang ancur maaf banget. Sebenarnya ini ff debut pertama aku. Sedikit udah aku benerin di awal. Tapi ya gimana nih otak bebal banget. Masih ga ngerti penulisan. Aku bakal berusaha lebih lagi :)
5. Nanya kaisoo? Mereka lagi lovey dovey dikamar author :D wkwk. Tenang ntar diceritakan kalo semua konflik sudah selesai.
6. Ini masih rate T dan selamanya T x_x ini ff pertama yang author tulis setelah liat mv growl. Lah -_- emang author fens exo pas liat growl dance studio mereka. Pokoknya ini rate T tapi rada mesun dikit :D
...
Dont plagiat!
Btw promosi ff baru judulnya
'Emperor Oh'
Mungkin publis besok :D
Annyeong!
