*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*
OMG
By : Kuroko Neophilina Phantomhive
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi.
WARNING : Typo dimana-mana, EYD, OC, DLL.
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
Hening…Hening…Hening…
Tidak ada yang berbicara diantara mereka berudua, hingga pada akhirnya…
"Neh..Akashi-kun," panggil Kuroko yang masih sibuk memandang kearah depan (takut nabrak orang xD).
"Ya, Tetsuya?" balas Akashi, yang sebenarnya pingin cepat-cepat sampai supermarket, karena ia merasa risih dilihat para kaum hawa yang menatapnya dengan aura blink-blink, sepanjang jalan.
"Kenapa kau kau memisahkan kami?" tanyanya dengan ekspkresi datarnya.
Akashi pun menghela nafasnya. "Hah..sudah kubilangkan, agar kalian lebih dekat…" jawabnya. "Lagi pula, hanya beda arahkan? Tapi akhirnya, kita akan bertemu di Supermarket ujung ….hanya saja mereka mengambil jalan yang memutar jadi, cukup jauh. A, atau kau ingin kita yang mengambil jarak itu, agar bisa lebih lama denganku?" lanjutnya, dengan nada menggoda (Akashi menggoda? Keajaiban dunia ke 8, CUY!)
"Mungkin," jawab Kuroko sambil, menatap Akashi dengan mata aquamarinenya yang besar.
#BLUSHHHHH
Ara? Senjata makan tuan…berniat menggoda, malah digoda. Yang sabar yah…Akashi, ukemu itu kuudere jadi sedikit sulit karena, ia terlalu polos.
"Tetsuya," panggil Akashi, setelah menghilangkan sensai aneh dihatinya itu.
"Ya, Akashi-kun?" balas Kuroko, kembali menatap Akashi yang sebelumnya ia menatap langit sore.
Akashi pun menundukan kepalanya. "Tidak ada apa-apa," balasnya. "Ah, itu Supermarketnya…" lanjutnya, lalu menarik tangan Kuroko masuk kedalam. Siapa sangka ternyata supermarket itu dipenuhi orang-orang yang ingin mendaftar perlombaan.
"Aku bingung, mau belanja apa.." ucap Kuroko yang masih takjub dengan panjangnya antrian kekasir.
"Hm…aku juga," balas Akashi, sambil melihat-lihat rak yang berisi berbagai macam kebutuhan.
Kuroko pun menarik pelan lengan baju Akashi, sambil menuju rak boneka. "Akashi-kun lihat! Ada boneka berbentuk tim basket kita," ucapnya.
"Heh…seterkenal itukah kita?" tanyanya sambil mendekati rak boneka itu, dan melihat-lihat boneka yang berbentuk Kiseki no Sedai, atau lebih tepatnya berbentuk dirinya sendiri. "Hum…aku tidak semanis ini! pasti yang bikin matanya rabun," rutuknya sambil memegang boneka yang berbentuk dirinya.
"Eh, kurasa tidak buruk juga Akashi-kun…." Ucapnya sambil berjalan mendekati Akashi. Lalu memegang boneka yang berbentuk Akashi. "Mereka membuatnya sama persis, dan kurasa boneka bentuk Akashi-kun sudah sama persis, dengan yang aslinya. Tampan, manis, ngegemsesin deh! Jadi pingin meluk," lanjutnya sambil memeluk boneka yang dipegangnya, ah..andaikan Akashi bisa bertukar tempat. Ia pasti sudah bertukar tempat dengan boneka itu dan merasakan pelukan Kuroko. Tapi…
#BLUSHHHH
Ya….sementara sang author ini menyelesaikan narasinya, Akashi Seijuuro. Kapten yang selalu ditakuti itu, kini tak berdaya dengan pujian yang dikeluarkan dari mulut pujaan hatinya. Tunggu, bukankah kau yang seharusnya membuat Kuroko blushing gak jelas? Kenapa jadi terbalik? Kau itu SEME!SEME!AKASHI! jangan sampai kesemean mu hilang karena, terus-terusan digoda oleh Kuroko dan kau berubah jadi Uke!
"Tapi, menurutku kau lebih…menarik," ucap Akashi yang kini sudah memegang boneka berbentk Kuroko.
"Maksud Akashi-kun?" tanya Kuroko yang masih sibuk memeluk boneka berbetuk Akashi.
"Lihat, boneka berbentuk dirimu tinggal sedikit lagi dan hanya berbeda tipis denganku," jawab Akashi sambil menunjuk perbedaan boneka berbentuk Kuroko dan dirinya 4:5.
"Pft-Hahahahaha…" Kuroko pun tertawa kecil mendengar jawaban Akashi.
'Manis banget! A,a..perasaan apa ini? kenapa selalu begini? Jantungku selalu berdebar saat Kuroko didekatku, tidak ini lebih kencang dari biasanya. Tapi Kuroko menyukai….Tidak! aku tidak boleh ada seorang pun yang merebutnya dariku!' batin Akashi. "Kenapa kau tertawa Tetsuya?" tanya Akashi setelah, merasa dirinya tidak terlalu gugup.
"Hanya teringat dengan kata yang selalu kau ucapakan," jawab Kuroko yang masih terlukis senyum sanar diwajahnya, namun tetap dapat dilihat Akashi sesamar apapun perubahan ekpresi dalam dirinya.
"Kata yang kuucapkan?"
"Iya, kata yang selalu kau ucapkan… 'Kemenangan selalu berpihak padaku,' tapi, sekarang sepertinya kemenagan tidak berpihak kepadamu neh..Akashi-kun," jelas Kuroko.
"Itu kan dalam basket, beda lagi kalau soal yang lain…"balas Akashi, malu sendri.
"Tapi, kau selalu berkata 'Aku selalu benar,' loh…"
Tidak tahan dengan godaan Kurko, akhirnya Akashi mendorong Kuroko kepojok ruangan. "Jaa…itu benar Tetsuya, dan aku selalu benar jika kau adalah milikku,"
"E,eh tapi Akashi-k-"
"Neh..Tetsuya, apa kau lupa? Bahwa aku juga selalu berkata 'semua perkataanku mutlak' jadi kau tidak bisa lepas dariku" ucap Akashi memotong perkataan Kuroko, dengan senyum atau lebih tepatnya menyeringai. "Lebih baik kita cepat, membayar boneka ini ke kasir dan mengisi formulir sebelum gelap. Bagaimana pun aku tak mau kau terluka," lanjutnya, kali ini dengan senyum kasih sayang. Dan Kuroko pun menganggukan kepalanya.
Lalu mereka berdua membayar boneka tersebut kekasir yang seharga 50.000 per-bonekanya.
"Ah, kalian salah satu anggota Kiseki no Sedaikan?" tanya penjaga kasir itu. "Heh…saling milih boneka pasangannya ya…." Lanjutnya setelah melihat Akashi membeli boneka berbentuk Kuroko, begitu pun sebaliknya. "Aku akan mendungku kalian," sambil menyerahkan kedua boneka itu yang sudah dibungkus
"Arigatou," balas Kuroko sambil mengambil bungkusan itu, lalu berjalan keluar dengan Akashi yang berada disampingnya.
"Semoga kalian menajdi pemenangnya!" teriak penjaga kasir itu, namun tetap dapat didengar oleh mereka berdua.
TBC
Thank's Review
13th Hell, Sena Aizawa, Bloodyfang04, NaRin RinRin, Sheila-ela, Andiandi, ayakLein24, SeraphelArchangelaClaudia, akashitetsuya3, Irujashu, UseMyImaginatiaon, jesper, guest, Kazue Ichimaru, Princess Heartfillia.
