*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*

OMG

By : Kuroko Neophilina Phantomhive

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi.

WARNING : Typo dimana-mana, EYD, OC, DLL.

*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O


"Kenapa mesti sama Aominecchi!" ucap Kise kesel, tidak peduli dengan orang yang berada disebelahnya.

"Apa boleh buat, ini keputusan Akashi, lagi pula..sebarapa inginnya kau berpasangan dengan Tetsu?" tanya Aomine.

"Ingin sekali! Kurokocchi itu manissss…..terus bisa dipeluk, dan juga nyaman…" jawab Kise sambil menatap Aomine, dengan tatapan 'MASALAH BUAT LOHHH?'. "Berbeda dengan Aominecchi.." lanjutnya.

"Memang apa bedanya?" tanya Aomine yang mengabaikan tatapan Kise, dan lebih memilih menatap majalah Mai-chan.

"HABISNYA KALAU DEKAT…" jawab Kise menngantungkan kalimatnya.

"Kalau dekatku, kenapa?" tanya Aomine lagi, yang masih memperhatikan majalahnya…ah, tidak ternyata matanya kini diam-diam melirik Kise, yang menundukan kepalanya.

"K,kalau dekat Aominecchi…." Jawab Kise dengan suara yang cukup pelan, namun masih dapat didengar Aomine.

"Kenapa?" tanya Aomine, yang udah mulai gereget.

"K,kalau dekat deng-"

"AYOLAHHHH...KISE! JANGAN MENGGANTUNGKAN KALIMATMU!" ucap Aomine, memotong jawaban Kise.

Kise pun mengankat wajahnya, dan membuat Aomine membelalakan matanya. Karena ia melihat Kise yang sedang hampir ingin menangis dengan tatapan memohon 'Jangan tanya itu lagi…' tidak lupa dengan semburat merah dipipinya.

"Hah…tidak usah dipikirkan lagi," ucap Aomine sambil mengelus rambut Kise yang lembut. "Itu Supermarketnya sudah didepan, ayo masuk!" lanjutnya.

Lalu mereka pun memasuki pin-

"Murasakibaracchi,"

"Midorima,"

"Kisechin dan Aominechin baru nyampai ternyata…" ucap Murasakibara yang memegang sekantung plastic besar snack.

"Kalian sudah dari tadi?" tanya Aomine.

"Tidak, kami baru saja sampai dan yah…..begitulah," jawab Midorima sambil memeluk boneka musang, sebagai lucky item hari ini.

"Kisechin…Aominechin…kami duluan ya," ucap Murasakibara, lalu menarik tangan Midorima. Meninggalkan Aomine dan Kise.

Aomine dan Kise pun masuk kedalam Supermarket, dan disambut hangat oleh seorang pelayan muda, dengan tinggi 150 cm, rambut aquamarine panjangnya tergerai lembut, dan kedua mata besar yang berbeda merah dan emas.

"Selamat datang!" ucapnya sopan.

'Keren banget baru aja tadi jadi pasangan, udah punya anak lagi! Terlebih lagi udah segede gini! Emang bener yah…keajaiban itu ada….' Pikir Aomine dan Kise, setelah melihat pelayan muda itu.

"A,ano…ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan muda itu, dengan suara lembut dan sopan.

"Apa disini ada majalah Mai-chan?" tanya Aomine, yang mengabaikan death glare dari Kise.

"Maaf tuan, selama pendaftaran festival masih berlangsung. Kami menunda majalah yang berbau ecchi," jawab pelayan muda itu, yang disambut tatapan blink blink oleh Kise.

"Hehhh? Kenapa?" tanya Aomine lagi, soalnya tadi rencananya ia akan membeli majalah Mai-chan sebanyak banyaknya.

"Karena, kami mencegah terjadinya keributan antar pasangan…" jawab pelayan muda itu dengan ekpresi datar. "Tapi, saya punya saran untuk kalian. ikuti saya!" lanjutnya, sambil menuntun Aomine dan Kise pada rak Album foto.

"Umm..ano, siapa namamu? Dan kenapa membawa kami ketempat album foto?" tanya Kise lembut, seperti biasa jika sama perempuan.

"Tuan cukup memanggilku Mizuki d-"

"Kalau gitu, Mizuki-chan saja ya~, dan jangan panggil kami dengan sebutan tuan atau anda. Cukup panggil Kise," ucap Kise memotong perkataan Mizuki , sambil menunjuk dirinya.

"Aomine Daiki," ucap Aomine memperkenalkan dirinya, yang sebenarnya agak gak nyambung.

"Baiklah..Kise-san dam Aomine-san, saya akan menjelaskan ken-"

"Neh…Mizuki-chan, apa bisa kau hentikan tatapan datarmu itu?" tanya Kise, yang memotong penjelasan Mizuki.

"Ekspresiku memamng seperti ini…bisa kita mulai penjelasannya," jawab Mizuki, yang masih setia dengan ekspresi datarnya. Walaupun Kise sudah memotong kalimatnya berkali-kali.

"Saya membawa Aomine-san dan Kise-san kesini kar-"

"Ak-"

'SRAKKKKK'

'JLEBBBB'

"Kau sudah tau peraturannyakan? Dilarang memanggil nama keluarga!" ucap Mizuki yang beralih pada pemuda tinggi berambut biru lebih gelap dari pada miliknya, matanya berwarna madu, dan kulitnya yang putih, dengan mata berkilat nanmun masih dengan ekspresi yang datar.

"H,hai…gomenasai," balas pemuda itu yang juga pelayan supermarket, dengan perasaan takut. Karena dia hampir saja mati! Kalau saja dia tidak menghindar mungkin jantungnya sudah tertusuk. Untung ia dapat bergerak cepat sehingga yang terkena gunting hanya bajunya.

"Baguslah…sekarang kau layani yang lain saja," perintah Mizuki, yang langsung disambut cepat oleh pemuda itu. "Maaf, atas kejadian yang tadi…." Lanjutnya.

"A,a….tidak apa-apa kok, kau bisa lanjutkan yang tadi.." balas Aomine, yang sekarang hanya berpikiran 'Kayanya emang beneran anak mereka!'.

Mizuki pun mengambil salah satu album yang bersampul bola basket "Lihat ini!" titahnya, lalu membuka lembaran demi lembaran, yang menampilakn foto-foto anggota 'Generasi Keajaiban'. "Bagaimana menurut Aomine-san dan Kise-san?" tanyanya.

"Wah…bagus, bagaimana Aominecchi yang ini saja?" tanya Kise, yang sebenarnya kalau diterjemahin dalam kehidupan sehari-hari 'Udah ini aja pah! Atau cerai sama mamah!'.

"Apa boleh buat, terserah kamu aja deh…" jawab Aomine sambil mengelus rambut Kise lagi.

Mizuki pun mengamil 2 album foto ditumpukan paling bawah, lalu meyerahkannya album foto berwarna biru pada Kise dan warna kuning pada Aomine.

"Ini kan foto Foto Aomineccchi," ucap Kise setelah menerima album foto itu dan melihat-lihat isinya.

"Gah…kalau cuma foto Kise sih, dimajalah emperan juga ad-AWWWWWW! Sakit tau Kise!"

"Enak saja, segitunyakah majalahku!"

"Sudah-sudah, jangan bertengkar…lagi pula, Aomine-san…" ucap Mizuki sambil mengisyaratkan Aomine Berjongkong, setelah meresa sejajar Mizuki pun mulai membisikan 'Aomine-san itu bukan album foto biasa, itu berbeda dari tumpukan yang diatas! Yang saya kasih ke Aomine-san sudah, saya letakan foto pippppppppppppppppppp' ditelinga Aomine.

"Baiklah, ayo langsung ke kasir!" ucap Aomine yang langsung menarik lengan Kise.

"Heh..beri tahu aku dulu apa yang dibisikan Mizuki-chan!" balas Kise.

"Lain kali.." balas Aomine yang kali ini dengan tatapan senang.

Setibanya dikasir, mereka merasa 'Mirip mereka deh,' rambut hijaunya ia kepang 2, mata ungunya menatap bosan yang ada dihadapannya.

"Ho…kalian anggota Kiseki no Sedai itu ya? Hmmm….no coment deh, sama kalian mah," ucap perempuan penjaga kasir itu. "Ini! tapi aku berharap kalian menang," lanjutnya, sambil menyerahkan barang belanjaan Aomine dan Kise.

'Campuran yah…sifatnya,'

Akhirnya mereka berdua pun pulang kerumahnya masing-masing.

TBC


Gommenasai lama updatenya ^-^"

Oh iya...Vote lagi ya~ buat chapter berikutnya...

- AkaKuro

- AoKise

-MuraMido / MidoMura

Thank's Review to :

MinRisa91 , 13th Hell , Valthera-Red , yacchan , akashitetsuya3 , fujo , akaKuro ship , ayakLein24 , Princess Heartfillia , Shiroicchi

Review Please…..