*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
OMG!
By : Kuroko Neophilina Phantomhive
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi.
WARNING : Typo dimana-mana, EYD, OC, DLL.
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
'Duk'
'Tap'
'Duk'
'Tap'
Hanya suara pantulan basket dan langkah suara saja yang terdengar, dari 2 pasangan ehem'calon'ehem ini, dan hanya satu kata yang terlintas dalam pikiran 'aneh'. Sebenarnya apa yang terjadi? Si surai kuning yang biasanya terlihat cerewet dan banyak tingkah itu kini hanya memainkan bola basket sepangjang perjalanan. Hm…..mari kita putar ke 45 menit yang lalu~
FLASHBACK ON
"Kenapa?KENAPA?KENAPA?harus…..Aominecchi," tanya pemuda dengan warna madu itu, sambil mengacak-ngacak rambutnya yang sudah disisir tadi. "Ini tidak adil, tapi jika berada didekatnya hatiku menjadi….." Lanjutnya sambil memegang dadanya.
"Berdetak lebih cepat,"
"Itu namanya kau sedang jatuh cinta~"
Kise pun membalikan badannya dan menemukan ibunya sedang berdiri bersandar pada pintu kamarnya, dengan senyum lembut yang dapat menghentikan tangis bayi. "K,kaa-san? Sejak kapan?" tanya Kise dengan suara terbata-bata.
Sang ibu pun melangkahkan kakinya, rambut pirangnya ia biarkan terkibas angin dari jendela kamar yang terbuka. "Hm…..sejak kau mengacak-ngacak rambutmu," jawabnya masih dengan senyum hangatnya.
'JLEB'
Entah mengapa saat ini Kise merasa seperti ada yang menusuk jantungnya. 'B,berarti…..se,semua?' gumam Kise panik.
Sang ibu pun merapihkan dasi Kise yang ikut acak-acakan karna ulahnya tadi. "Neh…Ryou-chan, siapa maksudmu dia?" tannya.
"D,dia siapa?" tanya Kise balik, matanya ia alihkan sebisa mungkin agar tidak bertatapan dengan mata ibunya.
"Tentu saja yang membuat hati Ryou-chan berdebar~" jawab sang ibu, tak lupa dengan angelic smilenya. "Tatap ibu neh….Ryou-chan~" lanjutnya.
"B,bukan urusan kaa-san…." balas Kise, yang masih mengalihkan perhatiannnya.
Merasa anaknya tidak mau menatapanya ia pun tersenyum jahil. "Hummm….yang membuatmu deg-degan siapa yah~? Kurokokah? Sepertinya tidak mungkin deh~"
"Apa maksud kaa-san, tidak mungkin?" tanya Kise sambil menatap ibunya, meminta alasan.
Senyuman jahil sang ibu pun semakin lebar jari telunjuk kanannya ia letakkan disamping mulut, sedangkan ibu jarinya ia letakan dibawah dagu. "Hm….karena, kemarin kaa-san melihat mereka sedang berkencan~" jawabnya.
'JLEB'
"Ah, atau mungkin yang membuat Ryou-chan deg-degan itu Aomine?"
'JLEB'
'BLUSHHH'
"A,a,apa? Itu tidak mungkin!" bantah Kise, dengan semburat pink dipipinya. Sepertinya ia harus kedokter jantung, karena ia sudah merasa jantung tertusuk berkali-kali.
Merasa berhasil dengan tebakannya, sang ibu pun kembali menggoda anaknya. "Hahahahaha…..pipimu merah tuh~ berarti tebakan kaa-san benar donk~"
'TING TONG'
"Khukhukhu…sepertinya pangeran telah menjemput putrinya," goda sang ibu sambil melihat dibalik kaca siapa yang menekan bel rumahnya, dan benar saja ternyata itu Aomine Daiki.
"Ka-Kaa-san, aku ini laki-laki!" bantah Kise sambil mengambil tas yang ada didekatnya. Lalu berlari menuju sang penekan bel.
"Jangan lupa bawa bentomu, dimeja makan!"
"Ha'i! ittekimasu!"
"Itterashai," balas sang Ibu sambil melihat anaknya sedang berjalan dengan berdua dengan Aomine, dari jendela.
FLASHBACK OFF
"Neh….Aominecchi," panggil Kise yang akhirnya membuka suaranya, bola basket yang ia bawa dipegang dengan eratnya.
"Apa?" tanya Aomine singkat padat dan jelas. Matanya masih tertuju pada sebuah album yang ia beli kemarin.
"Sebenarnya itu album apa sih? Sepertinya benar-benar menarik….sampai, membuat pipimu merah, melebihi majalah Mai-chan," jawab Kise yang berusaha melihat isi album itu.
Aomine pun menutup album itu "Ini memang album paling menarik, yang pernah aku lihat. Sepertiny si pelayan supermarket itu benar-benar tahu apa yang aku inginkan…." Balas Aomine sambil tersenyum mesum.
"Apa yang aku inginkan?" ulang kise, "Hehhhhh…..kalau itu album porno, lebih baik kau buang jauh-jauh!"
'Yah….ini album porno yang modelnya, kamu semua….'
Tak terasa mereka berdua pun sudah sampai di sekolah, sesampainya disana mereka melihat Murasakira dan Midorima sedang berjalan berduaan dengan jarak yang berjauhan, dasar tsundere.
"Ohayou Kurokocchi~" sapa Kise saat melihat Kuroko, dan tanpa ba bi bu lagi ia langusng memeluknya layaknya boneka. Aomine yang melihat itu langsung cemburu.
'Criksssss'
"Sepertinya ada yang mau mati duluan…" ucap seseorang berambut merah dan mata heterocomenya.
Kise pun melepaskan pelukannya dengan berat hati, tapi dari pada ia mati?
"Akas-"
"Panggil aku Seijuurou, Tetsuya…" titah Akashi tak lupa dengan senyumnya, yang bikin orang tepar.
Karena, tdak mau mempermasalahkan lebih lanjut Kuroko pun menurutinya. "Seiijurou-kun, tidak baik meneror orang….." ucap Kuroko, yang masih dengan pokerfacenya.
"Baiklah…" balas Akashi sambil mengelus rambut Kuroko. "Ayo, kita kekelas…" lanjutnya sambil menggadeng tangan Kuroko.
Mereka berdua pun meninggalkan tempat kejadian itu, para murid yang melihatnya hanya bisa mangap kaya ikan 'Seiijurou? Apa sih hubugan mereka?'
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru 3 sekaligus," ucap sang guru tak lupa dengan senyum sejahterahnya. "Silahkan masuk," lanjutnya.
Lalu masuklah 3 siswi, yang membuat para penghuni kelas bertepar ria.
"Ya…anak-anak, yang disamping sensei namanya Natsumi Daiki, sebelahnya Mizuki Akashi, dan sebelahnya lagi Harumi Murasakibara…"
1 detik
2 detik
3 detik
"EHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"
TBC
Thank's to...
Seijuurou Eisha, Ruki-chan SukiSuki'ssu, Rinta Dera, Soraya31Hikari, Shiroyasha-dono ga suki, Ichika07, Arisa
Review Please...
