Alzheimer Disease
Cast : Naruto U, Sasuke U, Kyuubi/Kurama, Itachi U, Tsunade, dll
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Drama
Rated : T
Warning : FemNaru. OOC, typo, pasaran, gak jelas, alur maju mundur dll
Summary :
Apa yang membuatmu tidak pulang semalaman? Kau membenciku? Apa kau tidak memikirkan perasaanku?. "Istrimu cantik juga, Sasuke,". "Kalau kalian bertengkar jangan libatkan aku! Selamat tinggal!".
A/N : Halo minna, AkaiLoveAoi kembali lagi! Ao mau minta maaf di chapter sebelumnya banyak sekali typo dan ketidak jelasan yang terselip disana-sini. Ao pengen benerin tapi males #dasar. Okeh, stop curhat. Happy reading aja deh guys!
Sasuke baru bangun saat matahari sudah menembus jendela di samping pintu depan. Rupanya ia tertidur di sofa ruang tamu semalam karena saking capeknya mencari istri tercinta. Tubuh pegal dan mata berat tak ia hiraukan. Sasuke tetap pergi ke kamar mandi, menyiramkan air pada tubuhnya agar menjadi segar kembali.
Dikenakannya kemeja baru bewarna putih. Kemeja itu begitu bersih dan wangi, Sasuke membayangkan Naruto memasangkannya dasi di kerah lehernya seperti biasa. Namun itu tidak perlu sekarang. Ia meliburkan diri hari ini. Tentu saja, menemukan Naruto dan membawanya pulang.
Sasuke keluar, mengunci semua pintu dan jendela yang ada. Ia melangkah menuju halte bis untuk pergi ke kantor polisi. Saat itu sekitar pukul 9. Kantor polisi masih sepi. Maklum, para pegawai baru pada datang.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" petugas jaga yang lain menyambutnya. Sasuke mengeluarkan salinan surat laporan yang kemarin diberikan oleh petugas jaga malam. "Ini, bisakah anda membantu saya?" Sasuke sedikit menjelaskan. Petugas jaga itu kemudian mengambil kertas tersebut sambil mencari data di komputer kantor.
"Tuan Uchiha, anda kehilangan istri anda kira-kira pukul 4 lewat. Ciri-cirinya berambut pirang, bermata biru, berkulit tan, mempunyai 3 pasang luka di pipi seperti kumis kucing. Terakhir terlihat di minimarket daerah Konoha," kini petugas divisi bagian pencarian orang yang bicara.
Sasuke mengangguk. "Ya, itu menurut tetangga saya-Nyonya Yugito dan kasir minimarket, Shion-san," jawab Sasuke. "Anda sudah meminta kesaksian mereka?" tanya si polisi. Sasuke mengangguk dan bergumam 'Hn,'.
Si polisi nampak berpikir. Ia melihat-lihat kertas laporan Sasuke. "Oh ya, Tuan Uchiha. Apa anda memiliki foto istri anda?" polisi bertanya. Sasuke hampir lupa tentang foto. Tolonglah! Ia sangat panik sehingga lupa dengan teknologi yang dinamakan foto. "Ah ya, tentu ada," jawab Sasuke. Segera ia merogoh ponsel dan mencari foto Naruto yang pas.
Polisi tersebut menatap foto itu lekat. Pose Naruto sedang senyum ke arah kamera dan melambaikan tangan bahagia. "Istri anda cantik," puji polisi tersebut. Sasuke tersenyum. "Memang. Dia sangat cantik,".
Sementara si polisi berpikir bagaimana cara menemukan Naruto bersama para rekannya, Sasuke tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Mengapa kau bisa pergi dari rumah? Apa yang membuatmu tidak pulang semalaman? Kau membenciku? Apa kau tidak memikirkan perasaanku?
Kau tidur dimana semalam? Kau tidak tahan dingin kan? Kau juga takut gelap dasar dobe! Siapa yang mau menampungmu untuk tidur?
Terkesiap.
Seolah mengingat sesuatu, Sasuke segera mengambil ponsel dan menelpon ke suatu nomor.
Nada tunggu panggilan membuatnya semakin kesal sampai ubun-ubun. TREK! Akhirnya diangkat juga!
"Moshi-moshi, Sasuke? Ada apa? Ini pagi sekali, kau menelponku," suara di seberang terdengar.
"Sakura?! Sakura, aku ingin tanya! Apa Naruto semalam ke rumahmu? Menginap bersamamu?" tanya Sasuke langsung to the point. Ia sangat berharap Sakura menjawab 'iya'.
"Hah? Naru-chan? Dia tidak ke rumahku, dan tidak juga menginap! Ada apa denganmu? Bukankah dia sudah punya dirimu, untuk apa lagi tidur di rumahku? Kau aneh sekali!" jawab Sakura galak.
Sasuke kesal setengah mati. "Kau yakin?! Apa kau sempat melihat Naruto di suatu tempat? Jawab Sakura!".
"Ada apa denganmu, pagi-pagi sudah marah denganku! Apa urusanku dengan Naru-chan?! Kalau kalian bertengkar jangan libatkan aku! Selamat tinggal!" TREK! Telepon diputus kasar oleh Sakura. Sasuke memandangi layar ponsel dengan tulisan 'Panggilan Diakhiri'. Sasuke mengacak rambutnya kesal. "Dasar perempuan itu! Masih sama saja sejak dulu!" umpatnya.
"Ekhm, Tuan Uchiha, maaf," polisi itu menginterupsi kegiatan Sasuke. Sasuke kembali fokus. "Oh ya, maaf. Saya mencoba menghubungi temannya," jawab Sasuke. "Oh begitu, ya sebaiknya memang di coba," polisi tersebut paham.
TOK TOK. Ruangan tersebut di ketuk dua kali dari luar. Seorang polisi lain membuka pintu, "Maaf Kapten, ada surat pengajuan pencarian orang," ia menyerahkan dokumen surat sama seperti Sasuke. Hanya saja berbeda nama.
Naruto keluar dari pondok kayu itu, masih bersama pria yang semalam menolongnya. Mereka berdua berjalan. Naruto masih sama dengan penampilannya semalam. Hanya saja, pria itu memberikan jaket biru donker yang semalam ia pinjamkan.
"Untukmu saja," ujarnya. Naruto tentu menolak. "Tidak perlu. Suamiku bisa marah kalau aku menerima pemberian orang lain. Lagi pula, sepertinya ini jaket kesayanganmu," jawab Naruto saat hendak berangkat dengan pipi bersemu merah memalu. Pria itu menggeleng. "Tidak, bilang saja ini dariku. Tidak apa-apa," jawabnya. Naruto akhirnya pasrah.
Setelah berjalan setengah jam, akhirnya Naruto dan pria itu sampai di seberang kantor polisi. "Maaf, tapi aku hanya bisa mengantar sampai sini saja. Tidak apa-apa kan, Naruto?" tanya pria tersebut. Naruto tersenyum dan menggeleng. "Tidak apa-apa. Aku sangat berterima kasih padamu!" Naruto membungkuk memberikan hormat padanya. Naruto kemudian menyebrang jalan.
"Oh ya, akan kuberitahu padamu kalau aku sudah bertemu dengan Sasuke!" serunya dari seberang jalan. Pria itu tersenyum kecil. "Tidak perlu, aku akan tahu sendiri," jawab pria itu pelan. Naruto masuk ke gedung kantor polisi tersebut, bersamaan dengan menghilangnya pria itu.
"Istrimu cantik juga, Sasuke,".
"Uchiha Naruto?!" seru si polisi yang menginterogasi Sasuke. Sasuke tersentak mendengar namanya. "Kau, dimana kau dapatkan ini?!" seru Sasuke pada si petugas yang menyerahkan dokumen itu. "Apa dia wanita berambut pirang?" Sasuke memastikan.
"I-Iya, dia wanita pirang. Ia sedang menunggu di ruang depan karena saya bilang, saya akan menyerahkan dokumen ini pada Kapten," jawab si petugas gagap karena tatapan tajam Sasuke. Sasuke langsung keluar dari ruangan itu, si Kapten menyusul berikut juga sang bawahan yang mengekor.
Sasuke kembali ke ruang depan, dimana ada meja 'keluhan' yang siap menyambut berbagai masalah masyarakat. Dilihatnya seorang wanita pirang duduk bersandar di bangku dengan rambut tergerai manis. "NARUTO!" panggil Sasuke.
Dan dia menoleh. Dengan mata berbinar, wanita pirang itu menatap Sasuke yang berlari kearahnya. Ia segera bangkit dari duduknya dan ingin berlari pula kearah suaminya. Tapi, sang suami lebih cepat sehingga, ia berakhir dalam dekapan hangat Sasuke.
"Kau! Kau dari mana saja semalam? Aku sangat khawatir padamu!" Sasuke memeluk erat punggung dan pinggang Naruto, menenggelamkan wajah nya diantara helaian rambut pirang Naruto. Naruto juga ikut-ikut memeluk Sasuke. "Maaf-maafkan aku... hiks..." Naruto menangis karena merasa bersalah juga senang karena bertemu dengan suaminya.
Yah, petugas polisi yang lain hanya bisa tersenyum iba melihat pasutri yang romantis ini.
"Ceritakan padaku, apa yang lakukan sampai bisa tidak pulang semalaman?" tanya Sasuke penasaran setelah Naruto membersihkan diri. Naruto duduk di kursi makan, menyesap teh buatan Sasuke.
"Aku tidak begitu ingat. Sepertinya aku hm..." Naruto mencoba mengingat-ingat kejadian semalam. "Oh ya! Aku pergi ke mini market, lalu... ngg..." sekali lagi Naruto mengingat-ingat. Sasuke mencoba membantu. "Kau lupa jalan pulangnya?" Sasuke menebak. Naruto menatapnya. "Tidak! Aku tidak lupa!" jawab Naruto mengelak.
Sasuke menghela nafas, "Baiklah, terserah. Aku ingin tanya padamu. Jaket biru itu punya siapa?" ia menunjuk jaket yang teronggok di kursi makan sebelah Naruto. Naruto ikut menatap jaket itu. Lama dan lekat. "Eh, tidak tahu. Bukan punya mu, Sasuke?" Naruto malah menunjuk Sasuke.
"Aku tidak pernah punya jaket itu, apa kau lupa?". Naruto merengut. "Kau mengenakan jaket itu saat kita bertemu di kantor polisi tadi. Apa semalam kau bertemu seseorang?" tanya Sasuke-tajam. Naruto kembali mengingat. "Entahlah... Seingatku aku tidur semalam..." jawabnya. Sasuke was-was. "Tidur? Tidur dimana? Dengan siapa?" sikap posesif kembali muncul.
Naruto geleng kepala. "Tidak begitu ingat. Tapi aku merasa hangat semalam," jawab Naruto polos. Sasuke kesal. Siapa yang sudah tidur dengan Naruto selain dirinya?! Segera ia rampas jaket itu dan mengendusnya.
Pria? Kau tidur dengan pria lain? Siapa itu?
Bersambung...
Halo, semuanya! Kembali lagi bersama Ao!
Maaf yaa, Ao baru bisa update hari ini. Beneran deh kemaren Ao sibuk hehe
Gimana ceritanya? Baguskah? Jelek kah? Makin berantakan dan tidak jelas? Typo?
Yaudahlah ya, Ao minta maaf kalau ada salah *bungkuk*
Review ya minna-san!
Arigatou~
AkaiLoveAoi
