The Last Name That I Want

Genre: Romace, Drama, Hurt/Comfort

Rating: T-M

Lenght: Chapter

Main Cast:

Lu Han

Se Hun

Pairing: Hunhan and other

Warning: Genderswitch,Ooc,Typos,geje,ect

Desclaimer:

Fanfic ini adalah karya asli saya. Saya hanya meminjam nama member EXO dan beberapa karakter serta orang terdekat mereka. Sepenuhnya mereka adalah milik Tuhan YME.

NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIAT

Summary:

Cinta itu simpel, hanya ada aku dan kamu. Tapi cinta ini jadi rumit karena ada aku, kamu dan suamimu.

.

.

.

Annyeong...

Lama tidak nengok ff ini, tp akhirnya bisa update Chapter 5

Terimakasih buat yang udah baca, terutama yang udah review...

Selamat membaca n review, ne^_^

- I let u go, if it better for u – WYF ur in my heart forever...

.

.

.

Previous

"Eomma, appa, jeongmal mianhae" gumam namja itu. Namja itu memejamkan matanya. Dia menikmati hujaman angin yang cukup kencang menerpa tubuhnya. Hanya dengan satu langkah saja maka bayangan Luhan dalam benaknya akan hilang bersamaan dengan tubuhnya yang menghantam tanah nanti.

.

.

.

HanPutri Present©

The Last Name That I Want

.

Chapter 5

.

.

.

AUTHOR POV

Namja itu mencondongkan badannya ke depan dan bersiap untuk terjun. Tapi tiba-tiba matanya kembali terbuka karena ponselnya berdering merusak suasana. Mood namja yang hendak bunuh diri tadi berubah karena ponselnya itu. Apalagi setelah tahu siapa peneleponnya. Wajah sahabatnya yang berkulit tan terpampang jelas pada layar ponselnya, menandakan namja itu yang meneleponnya.

"YA! OH SEHUN! APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN PABBO?" suara mengerikan yang lebih buruk dari suara radio rusak sukses membuat telinga Sehun berdengung.

"Apa yang sedang kau lakukan pabbo?" ulang si penelepon. Sehun tertegun mendengar pertanyaan sahabatnya itu.

"Jangan-jangan Jong In tahu kalau sekarang aku berniat bunuh diri?" batin Sehun

"Segera kembali ke kelas sebelum aku menelanmu bulat-bulat!" ucap si penelepon.

"W-waeyo?" tanya Sehun.

"Apa kau mau mati? Dari tadi Cho songsaenim mencarimu. Karena kau tidak ada dia jadi mengomel padaku" balas si penelepon. Sehun bernapas lega karena sahabatnya itu ternyata tidak tahu kalau dia hendak bunuh diri.

"Ada apa Cho songsaenim mencariku?" tanya Sehun lagi.

"Apa kau lupa? Jangan bilang kau mendadak amnesia dan lupa kalau hari ini kau ada jadwal pembinaan olimpiade matematika bersama Cho songsaenim?" tuduh Jong In.

Akhirnya Sehun sadar akan janji yang ia buat dengan guru matematikanya itu. Membayangkan wajah evil Cho songsaenim yang murka membuat Sehun menelan ludahnya susah payah. Niatnya untuk mengakhiri hidup tadi menguap entah ke mana. Dengan langkah tergesa Sehun menuruni anak tangga menuju lantai bawah untuk menemui Cho songsaenim.

Berulang kali Sehun meminta maaf pada guru matematikanya itu. Tapi itu tidak mengurangi omelan pedas yang keluar dari mulut Cho songsaenim. Setelah puas mengomeli Sehun, Cho songsaenim kembali tenang dengan wajah poker facenya. Diapun langsung membina Sehun untuk menghadapi olimpiade yang akan digelar beberapa hari lagi.

.

.

.

School Garden

Hari ini Ice Prince Sehun tidak masuk sekolah karena mengikuti olimpiade matematika. Para penggemar Sehun sebagian besar tidak masuk sekolah karena lebih memilih pergi ke tempat olimpiade Sehun untuk memberi dukungan pada sang idola.
Suasana sekolah yang sepi membuat Jong In dan Kyungsoo menjadi lebih leluasa bermesraan di taman sekolah.

"Chagiya, menurutmu apa yang harus kita lakukan untuk Sehun?" tanya Jong In pada kekasihnya.

"Aku juga tidak tahu. Dia sedang patah hati, jadi sulit mencari obatnya" jawab Kyungsoo sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Jong In.

"Kelihatannya kita harus membuat Sehun melupakan Luhan noona" kata Jong In.

"Bagaimana caranya?" tanya Kyungsoo.

"Bagaimana kalau kita carikan dia yeojachingu?" balas Jong In.

"Kalau itu kita tidak perlu mencarikan. Aku yakin para penggemarnya yang sangat banyak itu mau dijadikan yeojachingunya. Nah, masalahnya tinggal Sehun mau atau tidak" jawab Kyungsoo.

"Aku yakin kalau dari mereka Sehun tidak akan mau. Rencanaku ingin mengenalkannya dengan yeoja lain. Aku punya kenalan yeoja dari SMA Sang. Dia sangat cantik, namanya Kim Hyobin" kata Jong In.

"Apa Sehun mau?" tanya Kyungsoo tak yakin.

"Kita coba dulu. Maka dari itu kamu harus membantuku untuk mengatur kencan mereka" balas Jong In.

"Baiklah aku akan membantumu" jawab Kyungsoo.

.

Olimpiade yang diikuti Sehun sudah selesai dan Oh Sehun meraih medali emas. Karena prestasinya yang semakin gemilang itu, para penggemarnya pun semakin banyak. Setiap hari mereka hanya membicarakan Sehun.

Meski penggemarnya semakin banyak tapi tak ada satupun dari mereka yang berhasil memikat Sehun. Sikap Sehun yang berubah jadi pemurung membuat para penggemar berlomba-lomba untuk membuat Sehun kembali seperti semula, tapi usaha mereka selalu gagal.

Demi mengembalikan semangat hidup Sehun, Jong In akhirnya mengungkapkan niat baiknya untuk membantu sahabatnya itu dengan mengenalkannya pada beberapa yeoja pilihan. Dengan sedikit paksaan ala Jong in akhirnya Sehun mau dikenalkan dengan yeoja kenalan Jong In. Karena itulah namja tampan berwajah datar itu ada di salah satu resto yang menjadi tempat favorit anak muda untuk kencan.

Beberapa kali Sehun melirik jam tangannya. Sudah lebih dari tiga puluh menit dia menunggu kedatangan yeoja bernama Kim Hyobin itu tapi tak kunjung tiba. Sebenarnya Sehun sudah bosan menunggu. Tapi bagaimana lagi, Jong In dan Kyungsoo sudah mempersiapkan semuanya, sampai-sampai mau membiayai kencan ini.

Saat sedang terkantuk-kantuk karena lelah menunggu, Sehun dikejutkan dengan paha putih mulus yang tiba-tiba tersaji di depan matanya. Sehun mengalihkan pandangannya dan bertemu muka dengan wajah cantik seorang yeoja.

"Annyeong~ Kim Hyobin imnida" sapa yeoja cantik itu ceria. Sehun menatapnya datar meski sebenarnya terkejut.

"Kamu Oh Sehun kan?" tanya Hyobin yang dijawab anggukan oleh Sehun. Dengan senyum kaku Sehun mempersilahkan yeoja itu duduk. Tak berapa lama pelayan datang dan menyerahkan daftar menu. Sehun sudah memilih pesanannya sedangkan Hyobin masih membolak-balikkan daftar menu itu.

Sehun mengamati penampilan yeoja yang ada di hadapannya. Hyorin mengenakan tank top berwarna baby blue yang membuat belahan dadanya sedikit terlihat dan rok mini berwarna putih yang sukses mengekspos paha mulusnya. Rambut panjang yeoja itu diikat ekor kuda sehingga leher jenjangnya tampak jelas. Kesan yang Sehun dapat pada Hyorin adalah yeoja 'hot' karena penampilannya itu menunjang perawakan tubuhnya yang mungil tapi seksi. Mungkin karena penampilan Hyorin pula para namja yang berada di resto itu menatap ke arah Hyorin layaknya 'serigala lapar'. Ya beginilah kalau berurusan dengan yeoja kenalan Jong In.

Setelah cukup lama memilih akhirnya Hyorin memutuskan memesan makanan yang sama dengan Sehun.

"Benar-benar membuang waktu. Kenapa tidak dari tadi saja" dumal Sehun dalam hati.

Sehun berpikir kalau kencan ini akan sangat canggung dan kaku mengingat mereka belum pernah mengenal sebelumnya. Tapi kenyataannya tidak. Hyorin ternyata sangat mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Hyorin yang selalu membuka percakapan dengan menanyakan banyak hal pada Sehun, meski Sehun hanya menjawab pertanyaan Hyorin dengan jawaban singkat seperti 'ne' atau 'aniya'. Dari situ Sehun menilai Hyorin adalah tipe yeoja yang pantang menyerah.

.

.

.

"Bagaimana, Hun-ah?" tanya Kyungsoo pada Sehun setelah kencannya dengan Hyorin berakhir. Hyorin sudah pulang beberapa saat yang lalu, sedangkan Sehun masih ada di resto tadi. Kini yang duduk di hadapan Sehun adalah Kyungsoo dan Jong In.

"Yeoja itu tidak cocok denganku. Penampilannya terlalu mencolok" jawab Sehun.

"Berarti kencan ini gagal" kata Jong In.

"Sudah ku bilang ini tidak akan berhasil" ucap Sehun datar.

"Aku tidak akan menyerah, besok kau akan kencan dengan kenalanku yang lain" kata Jong In mantap. Sehun hanya menatap malas sahabatnya itu.

.

Sesuai rencana Jong In, hari ini Sehun kembali berkencan dengan yeoja pilihan Jong In di resto yang sama seperti sebelumnya.

Sehun merasa kalau yeoja bernama Yoo Heyi itu akan lebih baik dari pada Hyorin, dilihat dari penampilannya yang sopan. Tapi baru beberapa menit saja bersama Heyi, Sehun merasa tidak tahan dengannya. Yeoja itu sangat cerewet ternyata.

.

.

.

Seperti sebelumnya, Jong In dan Kyungsoo kembali menemui Sehun setelah acara kencannya selesai.

"Bagaimana?" tanya Jong In pada Sehun.

"Aku bisa gila kalau dengannya. Dia sangat cerewet dan kekanak-kanakan. Selama kami bersama yang dia ceritakan adalah tentang dirinya. Yang dia bicarakan semua mengandung kata aku itu...kalau aku...bla bla bla" kata Sehun menirukan gaya Heyi.

Setelah kegagalan itu Sehun kembali berkencan dengan kenalan Jong In. Hampir setiap hari dia datang ke resto itu. Pernah dalam satu hari Sehun kencan dengan tiga yeoja sekaligus, dari siang, sore sampai malam.

Jong In telah mengenalkan semua yeoja kenalannya, mulai dari yang seksi sampai yang tidak berbody, dari yang muda sampai yang tua, dari produk lokal sampai produk internasional. Tapi sayangnya tak ada satupun yang mampu meluluhkan hati Sehun. Bahkan dalam salah satu kencan itu Sehun hampir dilarikan ke rumah sakit karena tidak tahan dengan aroma parfum teman kencannya.

Karena Jong In telah gagal akhirnya Kyungsoo turun tangan. Dia mengenalkan beberapa teman perempuannya pada Sehun. Tapi hasilnya juga sama saja. Kebanyakan teman Kyungsoo adalah kutu buku yang monotone sama seperti Sehun, karenanya kencan itu pun gagal.

.

Oh Family Mansion

Setelah beberapa minggu melakukan acara kencan 'paksaan' akhirnya Sehun bisa kembali pada aktivitasnya semula. Keadaan Sehun tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Sakit hati itu masih ada, tapi dia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia sangat merindukan sosok Luhan. Batinnya sangat tersiksa karena kerinduannya pada Luhan itu. Saking rindunya pada Luhan sampai-sampai setiap malam memimpikan yeoja rusa itu.

"Sehunnie~" terdengar suara nyaring eomma Sehun dari balik pintu kamar.

"Pintunya tidak dikunci eomma" balas Sehun.

"Chagiya~ segera bersiaplah untuk acara malam ini" kata eomma Sehun penuh keceriaan.

"Acara apa?" tanya Sehun tak mengerti.

"Pesta yang diadakan tuan Park untuk merayakan ulang tahun cucunya" balas eomma Sehun.

"Sehunnie ikut ya" pinta eomma Sehun.

"Shireo" tolak Sehun.

"Waeyo? Daripada di rumah saja, lebih baik kamu ikut. Sekalian eomma bisa memperkenalkanmu pada teman-teman eomma yang punya anak perempuan" kata eomma Sehun.

"Kenapa harus memperkenalkan aku? Aku sudah terkenal" balas Sehun.

"Eomma kenalkan agar kamu bisa dapat yeojachingu. Eomma tidak tahu kenapa kamu belum juga punya yeojachingu, padahal kamu tampan begini" kata eomma Sehun.

"Eomma pergi dengan appa saja, aku tidak mau" jawab Sehun yang kembali memeluk guling.

"Kalau kamu tidak ikut, eomma akan menyita mobilmu" ancam eomma Sehun seperti anak kecil.

"Silahkan saja, aku masih bisa jalan kaki" balas Sehun.

"Kalau begitu eomma juga akan memblokir ATM dan kartu kreditmu, serta fasilitas lainnya yang diberikan appamu" kata eomma masih dengan gaya ancaman ala anak kecil. Sehun hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikap eommanya yang kadang kekanak-kanakan.

"Ararseo. Aku akan ikut dengan eomma. Jam berapa kita berangkat?" tanya Sehun. Eomma Sehun langsung berbinar dan memeluk Sehun.

"Jam tujuh kita berangkat, chagiya~" balas eomma Sehun.

"Dandan yang tampan, ne" tambah eomma Sehun sebelum keluar kamar.

.

"Sehunnie~ kajja, kita bisa terlambat" teriak eomma Sehun dari lantai bawah.

"Ne, tunggu sebentar" balas Sehun sambil menuruni tangga.

"Aigoo~ tampannya anak eomma" puji eomma Sehun ketika melihat penampilan Sehun.

Penampilan Sehun memang terlihat lebih menawan dengan tuxedo yang ia kenakan. Wajahnya lebih segar kerena baru saja mandi dan rambutnya ditata rapi menggunakan bantuan gel rambut.

"Kijja kita berangkat" ajak eomma Sehun sambil menggandeng Sehun dan appanya.

.

Party

Sehun sudah menduga akan dilanda bosan kalau berada di pesta semacam ini. Belum lagi eomma Sehun berulang kali memperkenalkannya pada teman-temannya yang membawa putri mereka. Wajah datar tidak lepas dari raut muka Sehun. Hal ini membuat eomma Sehun beberapa kali harus menginjak kaki Sehun atau menyikut pinggang Sehun agar Sehun mau merubah ekspresi wajahnya itu menjadi lebih ramah.

Tanpa disengaja ketika Sehun mengamati para undangan yang hadir muncul sosok yang tidak asing baginya.

"Luhan?" gumam Sehun.

Sehun tidak percaya kalau melihat sosok Luhan di antara para undangan itu, sampai-sampai harus mengucek matanya beberapa kali. Akhirnya Sehun yakin kalau sosok yeoja itu adalah Luhan. Tubuh mungil itu, rambut panjang itu, wajah cantik itu dan mata rusa itu, semua itu hanya ada pada Luhan. Ditambah lagi namja yang ada di sampingnya. Tidak salah lagi itu adalah Luhan dan suaminya. Melihat dua sosok itu membuat Sehun semakin bad mood dan ingin segera pulang. Jiwanya akan semakin tersiksa bila terus berada di tempatnya saat ini.

"Sehunnie~ kenapa kamu diam saja?" tanya eomma Sehun menyadarkan lamunan namja tampan itu.

"Aniya, aku hanya bosan eomma" balas Sehun datar.

"Kalau bosan kamu bisa berbincang dengan salah satu yeoja yang eomma kenalkan tadi" kata eomma Sehun.

"Aku bisa tambah pusing kalau bersama mereka" jawab Sehun.

"Nyonya Oh~" panggil seorang yeoja pada eomma Sehun. Setelah itu yang Sehun dengar adalah celoteh eommanya dan temannya. Entah mereka membicarakan apa yang jelas mereka mengabaikan keberadaan Sehun.

Sehun memutuskan untuk keluar ruangan karena situasi di dalam membuat Sehun tidak nyaman. Kebetulan taman mansion keluarga Park sangat luas dan indah. Dengan disinari cahaya lampu taman yang remang, Sehun melangkahkan kakinya menelusuri taman itu. Ada banyak bunga dan pepohonan di taman itu. Ada pula kolam dan air mancur sebagai pemanisnya. Pada beberapa tempat tersedia bangku-bangku taman. Yang menarik bagi Sehun adalah labirin yang berada di tengah taman. Labirin itu tidak terlalu luas, tapi desainnya cukup rumit. Karena penasaran Sehun akhirnya masuk ke dalam labirin itu.

"Aigoo~ ternyata rumit juga" gumam Sehun. Meski beberapa kali menemui jalan buntu tapi Sehun tetap santai. Namja tampan itu bahkan bersenandung untuk mengalihkan kebosanannya karena tidak kunjung menemukan jalan keluar.

"Hiks hiks hiks"

Langkah Sehun terhenti ketika mendengar isakan dari arah depannya. Sehun merasa bulu kuduknya berdiri. Tapi bulu kuduk itu berdiri bukan karena aura mistis, melainkan karena udara dingin yang baru saja bertiup.

Dengan langkah pelan Sehun mendekati arah suara isakan itu. Semakin dekat Sehun melihat sosok yeoja yang terduduk di rumput. Semakin dekat Sehun bisa melihat sosok yeoja itu dengan jelas.

"Luhan" panggil Sehun.

Sosok yeoja itu menoleh ke arah Sehun berdiri. Benar saja itu memang Luhan. Yeoja cantik itu tampak ketakutan dan wajahnya dibasahi air mata.

"Sehun" sahut Luhan. Yeoja itu terlihat terkejut melihat sosok Sehun.

Sehun mendekati Luhan dan berjongkok di depan yeoja itu. Dengan tiba-tiba Luhan langsung memeluk Sehun. Cukup lama mereka berpelukan sampai Luhan melepaskan pelukan itu. Mereka saling memandang dalam diam. Suasananya begitu canggung. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah sekian lama tidak berjumpa.

"Kenapa Luhan ada di sini?" tanya Sehun memecah keheningan di antara mereka.

"Aku bosan berada di dalam Sehunnie, karena itu aku main ke sini. Tidak tahunya malah tersesat" jawab Luhan pelan. Harus diakui Sehun kalau dia sangat senang ketika Luhan memanggilnya Sehunnie.

"Kenapa tidak meminta bantuan dengan itu" kata Sehun sambil menunjuk ponsel yang tergeletak di dekat Luhan.

"Ponselku mati, jadi tidak bisa menghubungi Kris untuk menolongku keluar dari sini" jawab Luhan.

"Aku takut Sehunnie" cicit Luhan. Mereka kembali terdiam.

"Sehunnie sendiri kenapa juga ada di sini?" tanya Luhan polos.

"Aku juga bosan sepertimu, Lu. Karena itu aku mencoba bermain di sini" jawab Sehun.

"Kajja" ajak Sehun yang telah berdiri. Luhan bingung dengan uluran tangan Sehun padanya.

"Mau keluar atau tidak?" mendengar itu Luhan langsung menyambut uluran tangan Sehun.

Mereka berjalan beriringan dengan tangan yang saling tertaut. Tanpa disadari pipi Luhan merona karena hangatnya genggaman tangan Sehun. Mereka sudah berjalan cukup lama, tapi tidak juga menemui jalan keluar.

"Jadi Sehun juga tidak tahu jalan keluarnya?" tanya Luhan dengan mata berkedip-kedip imut memandang Sehun. Mendengar pertanyaan Luhan, Sehun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Kalau aku tahu jalan keluarnya mana mungkin aku bertemu denganmu yang sedang tersesat" jawab Sehun. Mereka masih berjalan, tapi kembali menemui jalan buntu.

"Sehun, kakiku pegal" kata Luhan.

"Jinjja?" tanya Sehun tak percaya. Tapi Sehun langsung percaya saat dia melihat heels yang dipakai Luhan.

"Kita istirahat dulu di sini" kata Sehun. Mereka duduk di rumput tanpa alas.

"Kenapa Sehun lama tidak main ke TK?" tanya Luhan.

"I-itu karena kegiatanku banyak, Lu" dusta Sehun.

"Begitu ya? Padahal anak-anak ingin bertemu denganmu. Mereka sering bertanya kapan kamu akan main lagi" kata Luhan. Sehun hanya diam mendengarnya.

"Apa Sehun tahu kalau aku juga ingin bertemu dengan Sehun?" kata Luhan dengan tatapan yang tidak dapat dijelaskan.

"Luhan" gumam Sehun.

"Aku...aku merindukan Sehun" kata Luhan jujur sambil memandang rumput. Tidak bisa Sehun pungkiri kalau detak jantungnya yang sudah kencang sejak bertemu Luhan tadi jadi tambah kencang.

"Apa Sehun marah padaku?" tanya Luhan.

"Aniya, aku tidak marah padamu, Lu" jawab Sehun lalu mereka terdiam lagi.

Sehun diam-diam mencuri pandang pada Luhan. Dia mengamati penampilan Luhan. Wajahnya tetap cantik meski dengan polesan make up tipis. Wajahnya yang dihujani cahaya bulan membuatnya lebih mempesona. Rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai menyamarkan bagian tubuhnya yang tidak tertutup, karena gaun yang ia kenakan tanpa lengan. Tapi ada bagian yang membuat Sehun tidak nyaman, yaitu bagian paha dan betis langsing Luhan. Karena gaun Luhan hanya sebatas lutut, maka bagian itu terekspos apalagi dengan posisi duduk seperti ini.

"Kalau tidak marah padaku kenapa Sehun tidak menghubungiku lagi?" tanya Luhan menyambung percakapan mereka tadi. Sehun masih berpikir untuk menjawab pertanyaan Luhan. Dia sebenarnya bingung mau menjawab apa.

"Luhan, sejujurnya aku sudah tidak mampu membohongi diriku sendiri. Aku juga ingin bertemu denganmu, Lu. Aku juga merindukanmu. Tapi dengan segala keadaankita saat ini, aku menahan diri untuk tidak bertemu denganmu" kata Sehun. Luhan masih menyimak perkataan Sehun.

"Luhan, aku tahu ini tidak pantas, tapi aku juga tidak bisa berdusta tentang perasaanku sendiri. Aku mencintaimu, Lu, sejak pertama kali aku melihatmu" kata Sehun mantap. Namja itu menatap Luhan yang juga sedang menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

"Saat pertama kali melihatmu aku merasa dadaku bergemuruh hebat. Hingga akhirnya aku merasa sesuatu yang oleh banyak orang disebut cinta pada pandangan pertama. Setelah pertemuan itu tanpa ku sadari aku menjadi stalkermu. Itu adalah hal gila yang belum pernah ku lakukan sebelumnya. Hingga akhirnya kita bisa berkenalan dengan bantuan Jong In. Selanjutnya hubungan kita semakin dekat. Aku sangat senang dengan hal itu. Apalagi saat kita bisa pergi berdua ke Lotte World, itu membuat anganku melambung terlalu tinggi. Sampai akhirnya aku harus rela merasakan sakitnya menghantam tanah saat kamu memperkenalkan tuan Wu sebagai suamimu" terang Sehun.

"Sakitnya itu di sini" tambah Sehun sambil menyentuh dadanya. Luhan hanya menunduk tanpa ada niat untuk menatap Sehun.

"Awalnya aku berpikir cinta ini akan mudah, karena hanya ada aku dan kamu. Tapi ternyata begitu rumit karena ada suamimu" kata Sehun sambil tersenyum getir.

"Aku sadar tidak bisa memilikimu Luhan. Tapi setidaknya izinkan aku mencintaimu. Biarlah cinta ini tetap ada sampai nanti padam dengan sendirinya" kata Sehun pelan sambil menatap langit dengan tatapan kosong.

Sehun tersentak saat merasakan tangan Luhan menangkup pipinya. Sehun dan Luhan bertemu pandang. Sehun masih terpaku sampai ia merasakan ada sesuatu yang lembut menyapa bibirnya. Sehun nyaris tak percaya kalau Luhan menciumnya.

"Mianhae Sehun" kata Luhan setelah tautan bibir mereka terlepas.

"Mian karena telah membuatmu seperti ini" kata Luhan yang membuat Sehun tidak paham.

"Sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama sejak pertama kali bertemu denganmu. Aku tahu kamu memata-mataiku, tapi aku pura-pura tidak tahu. Aku juga tahu maksudmu mendekatiku, aku tidak buta dengan itu" Luhan menjeda penjelasannya.

"Aku juga mencintaimu Sehun. Tapi karena keadaanku saat ini maka aku menahan rasa itu. Aku tahu statusku yang sudah bersuami tentu akan membuatmu terluka. Meski begitu ada hal yang harus kamu tahu Sehun. Aku tidak mencintai suamiku" terang Luhan.

Sehun terkejut mendengar penuturan Luhan. Mereka terdiam sampai akhirnya Sehun menarik Luhan dalam dekapannya. Dengan senang hati Luhan membalas pelukan Sehun. Entah dapat dorongan dari mana hingga Sehun berani mencium Luhan. Ciuman itu awalnya ringan tapi kelamaan menjadi semakin dalam dan menuntut. Sehun meminta akses untuk masuk ke dalam rongga mulut Luhan dengan menjilat lembut bibir bawahnya. Perlahan Luhan membuka mulutnya yang mungil. Dengan segera Sehun menyapa tiap inci bagian rongga hangat itu. Luhan begitu menikmati ciuman yang Sehun berikan padanya. Lenguhan Luhan tak dapat ditahan ketika Sehun mengulum dan menghisap lidahnya. Ciuman itu terlepas saat pasokan oksigen keduanya menipis. Sehun menyentuh bibir Luhan yang basah dan memerah itu. Pandangan Sehun beralih turun ke bagian leher dan dada Luhan yang terekspos. Tapi dengan akal sehatnya Sehun segera menepis niatnya untuk menyentuh bagian itu. Dia ingat kalau Luhan bukan miliknya. Sehun juga sadar kalau dia melangkah lebih jauh pasti akan berbahaya. Yang barusan dia lakukan saja sudah membangkitkan gairahnya, bagaiman bila lebih. Bisa-bisa dia lepas kendali dan akan menyakiti Luhan.

"Sebaiknya kita segera mencari jalan keluar" kata Sehun seolah sebelumnya tidak terjadi sesuatu. Luhan hanya mengiyakan perkataan Sehun. Meski beberapa kali salah jalan akhirnya Sehun dan Luhan bisa keluar labirin itu. Sehun dan Luhan berpisah saat Sehun melihat pesan singkat dari eommanya.

"Emmm, kelihatannya eomma mencariku" kata Sehun.

"Pergilah, aku akan mencari Kris" balas Luhan. Mereka berpisah setelah sebelumnya membuat janji untuk bertemu lagi.

Sepulangnya dari pesta Sehun merenungkan kejadian yang baru saja dia alami bersama Luhan. Akal Sehatnya mengatakan kalau itu salah, tapi egonya mengatakan kalau itu tidak masalah. Perang batin itu membuat Sehun semakin pusing dan akhirnya ia tertidur. Entah apa yang akan terjadi esok pada hubungannya dengan Luhan.

TBC

Bagaimana?

Review, ne ^_^

Gamsahamnida

HanPutri