Flashback Chapter 1
"Itu apa?." Tanya Kiba yang kaget dengan kemunculan sosok itu.
"Game master, tapi kenapa tidak ada wajahnya?" Ucap Naruto.
Sosok tadi merentangkan kedua tangannya sambil berucap.
"Selamat datang diduniaku, para player sekalian."
"Duniaku?." Ucap Naruto."
"Namaku adalah Madara, saat ini akulah satu-satunya manusia yang dapat mengendalikan dunia ini." Lanjutnya.
.
.
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
NINJA ART ONLINE © SHERRYSAKURA99
INSPIRED by SWORD ART ONLINE
.
.
Warning: OC, Typo, OOC, jika ada kesalahan atau anda tidak mengerti dengan jalan ceritanya mohon dimaklumi, karena saya dalam tahap belajar.
Genre: Adventure, Friendship, Romance, Humor (mungkin, walau humornya agak garing)
Rate:T
.
.
Chapter 2: Beater
11/06/2030
-1st Floor: The City Of Beginning, The Main Garden-
"Namaku adalah Madara, saat ini akulah satu-satunya manusia yang dapat mengendalikan dunia ini." Ucap sosok yang memakai jubah hitam yang diketahui bernama Madara.
Para pemain pun banyak yang tidak percaya, ada juga yang kagum dengan sosoknya tapi tidak untuk Naruto yang keget dengan perkataan dari Madara.
"Aku yakin kalian sadar kalau tombol logout hilang dari menu utama, tapi ini bukanlah kecacatan pada game, biar aku ulangi ini bukanlah kecacatan game karena ini memang fitur dari ninja art online, kalian tidak dapat logout semau kalian, dan tidak ada orang diluar yang dapat melepas atau mematikan nervegear, karena jika itu dilakukan sensor panas yang kuat didalam nervegear akan aktif lalu menghancurkan otak kalian dan mengakhiri hidup kalian." Lanjut Madara yang mendapat tanggapan was-was dari para pemain lainnya.
"Sebenarnya apa yang dia katakan?, pasti itu hanya untuk menakut-nakuti kita benarkan Naruto?." Tanya Kiba pada Naruto yang berada disebelahnya.
"Memang benar terdapat sensor panas didalam nervegear dan jika dilepas dapat membuat otak kita terpanggang." Jelas Naruto.
"Tapi kalau seandainya listrik mati?."
"Nervegear memiliki baterai cadangan didalamnya."
"Tapi itu gila, sebenarnya apa tujuan dia membuat game ini?."
"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku membuat geme seperti ini, karena aku punya misi yaitu untuk mereset dunia ini." Ucap Madara.
'Mereset dunia apa maksudnya?.' Batin Naruto.
"Didunia nyata orang yang punya kekuasaan yang akan berkuasa, sedangkan orang biasa selamanya akan menjadi rakyat biasa, orang yang sejak lahir ditakdirkan untuk menjadi pemimpin perusahaan atau bahkan seorang raja atau ratu tidak akan pernah merasakan bagaimana susahnya menjadi rakyat biasa, karena itu mereka menjadi sombong dan merasa dirinya hebat padahal masih banyak yang lebih hebat dari mereka, mereka juga sering melakukan kejahatan seperti korupsi atau penyuapan, aku membuat game ini agar mereka bisa merasakan bagaimana bertahan hidup dengan tangan mereka sendiri tanpa ada kejahatan seperti itu, sayang sekali beberapa keluarga atau teman player menghiraukan peringatan ini dan mencoba melepas nervegearnya, akibatnya 215 player telah lenyap dari dunia ini dan dunia nyata." Lanjut Madara.
"215 orang, i-ini tidak bisa dipercaya." Komentar Kiba.
"Seperti yang kalian lihat, media berita diseluruh dunia sedang menyiarkan hal ini termasuk tentang kematiannya, jadi kalian bisa sedikit lega karena nervegear kalian tidak dilepas oleh orang lain, aku ingin kalian lebih tenang dan berusaha menyelesaikan game ini, tapi aku ingin kalian mengingat ini, tak ada fungsi untuk menghidupkan seseorang didalam game, disaat hp kalian menjadi nol maka kalian akan musnah selamanya, dan disaat itu juga sensor dalam nervegear akan aktif dan menghancurkan otak kalian, hanya ada satu cara untuk keluar dari game ini, yaitu dengan menyelesaikan game ini, saat ini kalian berada di lantai terbawah, untuk dapat menyelesaikan game ini kalian harus bisa mencapai lantai 100 dan melawan small boss disetiap lantai serta big boss yang berada disetiap kelipatan 10 lantai." Jelas madara.
"Menyelesaikan 100 lantai?, mana mungkin bisa, beta tester saja tidak pernah sampai sejauh itu." Omel Kiba dengan wajah yang cemas.
"Dan yang terakhir, aku memberikan hadiah ditempat penyimpanan barang kalian, silahkan periksa sendiri." Lanjut Madara.
Segera Naruto membuka menu dan memilih tempat menyimpan barangnya, dia menemukan tulisan disana yaitu cermin. Naruto menekan tulisan itu dan keluarlah cermin bundar yang berganggang warna kuning emas, ketikah dia melihat pantulan wajahnya dicermin itu, tiba-tiba saja cahaya putih menyelubunginya, bukan hanya dia saja tapi seluruh pemain disana juga di selubungi cahaya putih. Setelah cahaya putih itu menghilang, Naruto merasa kepalanya agak pusing dan ada seseorang yang memanggilnya dari arah belakang.
"Kau baik-baik saja Naruto?." Ucap seseorang itu.
"Ha-hai." Naruto menoleh kearah belakang dan kaget karena orang yang memanggilnya adalah seorang pemuda berambut dark brown dengan tato segitiga dibawah matanya dan mirip dengan Kiba.
"Eh, siapa kau?." Tanya Naruto pada pemuda itu.
"Kau sendiri siapa?." Pemuda itu juga bertanya pada Naruto.
Naruto yang heran dengan pertanyaan itu langsung melihat wajahnya di cermin yang dia pegang, dia kaget karena penampilannya sudah berubah, rambutnya yang semula berwarna navy blue kini kembali menjadi warna kuning jabrik, mata yang semulah berwarna senada dengan rambutnya dulu kembali menjadi warna biru safir. Bukan hanya Naruto saja yang keget dengan penampilannya, para pemain yang lainpun juga kaget karena wajah mereka serta tubuh mereka berubah menjadi wujud mereka yang asli.
"Ja-jangan-jangan?." Naruto menoleh kearah Kiba.
"Kau Kiba/Naruto!." Ucap mereka bersamaan sambil menunjuk lawan bicaranya.
"Ba-bagaimana bisa?." Tanya Kiba.
"Scan, nervegear salah satu kerangkanya meliputi seluruh kepala dengan alat pemberi sinyal berdensitas tinggi, karena itu nervegear dapat membaca bentuk wajah kita, tapi bentuk dan tinggi badan…"
"Saat pertama kali menggunakan nervegear, bukannya kita disuruh menyentuh tubuh kita untuk menyesuaikannya?." Kiba menyentuh kedua lengannya.
"I-itu memang benar, mungkin dari sana datanya diperoleh."
"Ta-tapi kenapa?, untuk apa dia melakukan hal ini?."
"Aku rasa kita akan segera mendapat jawabannya." Naruto menunjuk kearah Madara yang dari tadi diam saja.
"Saat ini kalian pasti sedang bertanya-tanya "kenapa" kan?, aku sudah mengatakan tentang misi mereset dunia dan membuat dunia yang begitu menarik ini serta ikut terlibat didalamnya, aku ingin kalian bertahan hidup dengan tubuh kalian sendiri, jadi selamat bersenang-senang dengan dunia ini, dan ini juga mengakhiri tutorial untuk peluncuran resmi ninja art online, aku mendo'akan keberhasilan kalian semua." Ucap Madara seksetikah itu juga tubuh Madara menghilang dan langit kembali normal.
Mereka terdiam untuk beberapa saat mencoba mencerna perkataan Madara, begitu juga Naruto yang terdiam sambil mengepalkan tanganya. Setelah mereka sadar, para pemain itu panik bahkan ada yang menangis karena ketakutan, melihat kepanikan itu Naruto menarik Kiba ke salah satu gang yang sepi, Kiba yang kaget hanya dapat mengikuti Naruto.
"Dengarkan baik-baik, aku akan segera pergi ke desa berikutnya, kau juga ikut bersamaku." Perintah Naruto pada Kiba.
"Hah?." Jawab Kiba yang kaget dengan perkataan Naruto.
"Jika semua yang dia katakan benar, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan memperkuat diri dan menambah level sebisa mungkin, sumber daya di virtual MMORPG, atau kita bisa menyebutnya uang dan EXP yang kita peroleh terbatas, arena disekitar City Of Beginning akan segera habis diburu, untuk menambahkannya secara efisien, sebaiknya kita pergi kedesa selanjutnya, aku dengar walau desa-desa itu terpencil tapi mereka menjual beberapa equip yang bagus, dan aku tahu semua jalan dan juga area yang berbahaya, walau level satu kita bisa kesana dengan aman." Jelas Naruto yang sedang memperlihatkan peta dari menu utamanya.
"Ta-tapi kau tahu…aku, aku menghabiskan semalaman untuk mengantri dan membeli game ini dengan teman-temanku dari game lain, mereka seharusnya berada dialun-alun kota, aku tidak bisa meninggalkannya." Ucap Kiba sambil menundukan kepalanya.
Naruto menundukan kepalanya dan mulai berpikir.
'Kalau hanya Kiba saja, tidak jika ditambah beberapa orang lagi pasti masih bisa.' Batin Naruto
"Maaf, aku tidak akan merepotkanmu lebih dari ini, karena itu tidak perlu khawatir dan pergilah kedesa selanjutnya, aku bisa mengatasi semua hal yang telah kau ajarkan padaku." Lanjut Kiba sambil menunjukan senyum lebar diwajahnya.
"Begitu ya, kalau begitu kita berpisah disini, jika ada sesuatu kirimkan aku pesan." Jawab Naruto sambil membalikan badan bersiap pergi menjauh dari Kiba.
"Kalau begitu sampai jumpa Kiba." Lanjut Naruto tanpa menoleh pada Kiba dan mulai berjalan.
"Naruto." Panggilan Kiba membuat Naruto menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Kiba.
"Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi, dan saat itu ceritakan pengalamanmu padaku ya." Lanjut Kiba sambil tersenyum tulus.
"Baiklah, kau juga harus menceritakan pengalamanmu juga Kiba." Jawab Naruto ikut tersenyum dan berlari meninggalkan Kiba.
Naruto terus berlari meninggalkan City Of Beginning menuju desa selanjutnya, melewati padang rumput yang sangat luas.
'Aku, akan aku tunjukan kalau aku bisa bertahan hidup didunia ini' batin Naruto yang terus berlari dan menebas beberapa monster yang ada didepanya dengan jurus-jurus yang dimilikinya.
.
~Ninja Art Online~
.
11/07/2030
-1st Floor: Zul Village -
Satu bulan telah berlalu semenjak game itu dimulai, dan sudah 2500 orang yang telah meninggal, tapi sampai sejauh ini belum ada yang berhasil menyelesaikan lantai pertama, Naruto sendiri juga masih belum menemukan ruangan bosnya, dan hari ini rapat untuk menumpaskan bos dilantai pertama dan juga ada beberapa pemberitahuan dari bagian informasi dilakukan. Naruto berjalan kesebuah gedung terbuka disana juga terdapat beberapa pemain yang telah duduk di tempat yang disediakan serta terdapat 3 orang, dua wanita dan satu laki-laki yang telah berdiri didepan mereka semua.
"Aku minta perhatiannya untuk kalian semua, sudah waktunya rapat akan dimulai." Ucap laki-laki yang berada didepan mereka semua, laki-laki itu menggunakan kacamata hitam dan sebuah ikat kepala dikepalanya, rambutnya juga berwarna hitam. Narutopun duduk paling belakang dan menyimak dengan seksama apa yang akan dibicarakan.
"Hari ini aku berterima kasih karena telah datang menerima panggilanku, namaku Aoba dan aku adalah ninja bayangan." Ucapnya dengan bangga yang membuat mereka semua tertawa.
"Baiklah-baiklah sekarang kita mulai serius, hari ini party kami menemukan ruang bos dipuncak menara." Ucapnya dengan nada yang serius, seketikah mereka pun kaget dengan pemberitahuannya dan mulai menampakan wajah yang serius.
"Kita harus mengalahkan bos tersebut lalu mencapai lantai dua, dan memastikan orang-orang yang menunggu di City Of Beginning agar mengerti kalau game ini dapat diselesaikan, karena itulah semua orang disini akan ikut berpartisipasi, benar kan semuanya?." Ucap Aoba dengan lantang. Beberapa dari mereka saling berpandangan dan mulai bertepuk tangan tanda setuju dengan rencana yang diberitahu Aoba.
"Oke, sebelum kita mulai membuat strategi akan ada pemberitahuan dari bagian informasi, mereka berdua aku undang karena mungkin ada sebagian dari kalian yang terlalu panik dan tidak bertanya pada mereka berdua, silahkan Sherry-san." Aoba mempersilahkan salah satu dari kedua wanita yang berada di sampingnya.
"Arigato Aoba-san, perkenalkan namaku Sherry, aku dari bagian informasi, mungkin kalian pernah bertemu denganku sekilas setelah pemberitahuan dari Madara-sama, disini aku ingin memberitahukan sedikit tentang game ini jika kalian tidak keberatan." Ucap wanita berambut biru gelap yang bernama Sherry pada mereka semua.
Mereka langsung memperhatikan Sherry dan mulai menyimak apa yang akan dia katakan.
"Baiklah pertama kalian pasti sudah tau untuk mencapai lantai dua kalian harus mengalahkan small boss untuk membuka gerbang lantai dua, dan aku rasa kalian pasti bisa mengalahkannya, mengingat kalian adalah ninja, Madara-sama juga sudah mengatakan bahwa true boss/big boss berada di lantai 10 dan kelipatanya, itu artinya big boss berada di lantai 10, 20, 30, dan seterusnya." Mereka semua masih menyimak apa yang dikatakan oleh Sherry, sesekali menelan ludah mereka sendiri.
"Tapi akan sangat sulit menemukan lokasi big boss, karena kalian harus memecakan teka-teki, teka-teki itu akan menunjukan dimana tempat big boss itu berada." Tiba-tiba dari salah satu pemain ada yang mengangkat tangannya ingin bertannya pada Sherry, Sherrypun mempersilahkan untuk bertanya.
"Dimana kita mendapat teka-teki itu?."
"Pertanyaan yang bagus, kalian akan mendapat teka-teki itu ketikah selesai mengalahkan small bos di lantai sebelum mencapai lantai big boss, contohnya saja kalian ingin menemukan big boss lantai 10 dan sudah mengalahkan small boss lantai 9 maka kalian akan mendapatkan teka-teki itu setelah berhasil mengalahkan small boss itu." Sherry melihat para pemain yang terlihat khawatir dan takut, diapun tersenyum dan melanjutkan perkataannya.
"Dan setiap lantai big boss akan ada desa utama yang menyediakan item dan kebutuhan kalian, hanya pada lantai big boss saja, tapi jangan khawatir, disetiap lantai akan ada desa kecil yang menyediakan keperluan kalian dan kalian juga bisa istirahat disana, hanya saja mungkin tidak senyaman dan selengkap desa utama, ah aku hampir lupa kalian juga akan menemui desa sampingan, desa itu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dan lumayan lengkap fasilitasnya, tapi desa ini hanya bisa kalian temui di lantai pertengahan sebelum mencapai lantai big boss, ya kalian bisa menemukan desa ini dilantai 5, 15, 25, 35 dan seterusnya, lalu setelah kalian melewati lantai big boss kalian akan pindah Negara, tapi dari lantai 1 sampai lima ini kalian masih dinegara awal, setelah mencapai lantai 6 kalian akan berpindah Negara dan juga suasana baru." Jelas Sherry yang kini sedang menunjukan peta 3D yang keluar dari tangannya.
"Dan satu lagi, ini masalah cara meningkatkan level, selain bertarung dengan monster kalian juga bisa meningkatkan level dari even-even yang disediakan disetiap desa utama, sampingan, maupun desa-desa kecil, dan ada satu lagi cara untuk meningkatkan level yaitu dengan menyelesaikan misi." Lanjut Sherry yang membuat mereka bingung, dan salah satu dari mereka mengangkat tangannya. Sherry langsung mempersilahkan untuk bertanya.
"Maksudmu misi seperti apa?, dan bagaimana caranya mendapat misi itu?."
"Misi ini bisa kalian dapatkan di kakek yang bernama Hiruzen yang menjual gulungan kertas pada kalian, dia juga menawarkan misi jika ada yang minta, tapi sayang tidak ada yang memintanya, mungkin karena kalian tidak bertanya atau tidak tau soal ini, karena kakek Hiruzen sendiri hanya akan menawarkan jika ada yang memintanya, dan misi ini berisi macam-macam dengan rang yang juga bermacam-macam tergantung dari level kalian, tapi dalam menyelesaikan misi ini kalian hanya akan mendapatkan uang dan tidak akan mendapatkan item, mungkin ini salah satu cara agar mendapat uang dan meningkatkan level lebih cepat." Jelas Sherry.
"Lalu bagaimana caranya mendaptkan item?." Tanya salah satu pemain yang lain.
"Tentu saja dengan membunuh monster, kalian akan mendapat item dari misi jika misi itu adalah membunuh monster maka kalian akan mendapat item dari monster yang sudah kalian bunuh, tapi ada salah satu cara lagi untuk mendaptkan item ataupun jurus khusus, yaitu dengan cara menyelesaikan misi rahasia."
"Misi rahasia apa itu?." Tanya salah satu pemain.
"Aku tidak bisa mengatakan detailnya yang jelas mereka yang memberi misi rahasia tidak akan bilang bahwa itu misi rahasia, mereka hanya akan meminta bantuan itu saja, waktuku sudah habis jika ada yang ingin kalian tanyakan kalian bisa bertanya padaku, tapi aku hanya bisa di temui di desa utama dan City Of Beginner, tapi jangan khawatir kalian bisa tanya ke penduduk disekitar jika ada yang ingin kalian tanyakan, walaupun informasinya tak selengkap di bagian kami, dan asistenku yang disebelahku ini juga bagian informasi, kalian bisa bertemu dengannya di desa sampingan." Sherry menunjuk wanita yang berada disebelahnya.
"Namaku Resha, aku juga berada dibagian informasi, tapi aku hanya bisa ditemui didesa sampingan, dan jika masih banyak yang kurang mengerti kalian bisa membaca guide book yang terbaru, kalian bisa mendapatkannya di semua toko yang ada didesa dengan gratis." Ucap wanita bersurai sama seperti Sherry sambil tersenyum manis dan memperlihatkan buku yang berada ditangannya.
"Arigato Sherry-san, Resha-san telah memberi informasi pada kami semua, kalian bisa kembali bekerja sekarang." Ucap Aoba sambil membungkukkan badanya.
"Tidak masalah Aoba-kun. itu sudah tugas kami untuk memberi informasi pada para pemain, kalau begitu kami pergi dulu dan semoga kalian berhasil, kami akan selalu mendo'akan kalian." Mereka berdua tiba-tiba menghilang dari tempat itu.
"Kalau begitu kita akan mulai membuat strategi, pertama kita akan membagi party menjadi 5 kelompok." Ucap Aoba.
Naruto mulai kebingungan karena hanya dia yang tidak punya kenalan dalam game ini, kalaupun ada hanya Kiba saja yang dia kenal. Dia mulai melihat kanan dan kirinya, sampai dia menemukan seorang wanita yang mengenakan dress berwarna hitam panjang sampai diatas lutut dengan bawahan yang sedikit mengembang sekilas seperti pakaian ghotic dan memakai sepatu boots yang panjang sampai dibawah lutut dan membawa sebuah katana di pinggangnya, rambutnya berwarna hitam lurus sampai pinggang dan diikat model twinstail lalu diberi pita berwarna hitam. Naruto mendekatinya, sepertinya dia sendirian karena tidak ada seorangpun yang mendekatinya. Setelah sampai didekatnya Naruto mulai bertanya pada wanita itu.
"Apa kau terpisah dengan yang lainnya juga?."
Merasa ada yang bertanya wanita itu menoleh kearah Naruto, memperlihatkan sepasang mata yang berwarna merah seperti batu ruby. Sejenak Naruto terpesona akan kecantikan dari wanita tersebut, karena wanita itu seperti boneka porselen yang dibuat sempurna tanpa cacat sama sekali. Naruto bengong beberapa saat dan baru sadar ketikah wanita itu mulai bicara.
"Aku tidak terpisah, orang-orang disekitarku kelihatannya sudah mengenal satu sama lain, mangkannya aku diam saja, lagi pula aku tidak mengenal mereka." Jawabnya dan mulai fokus pada Aoba yang berada didepannya.
"Eh pemain solo ya?, bagaimana kalau kau party denganku, dia bilang kita tidak bisa mengalahkan bosnya sendiriankan?, jadi aku menawarkannya padamu, kebetulan aku juga tidak punya kenalan digame ini." Pinta Naruto pada wanita itu.
"Eh bolehkah?."
"Tentu saja." Naruto membuka daftar menunya dan menekan tombol invite, lalu permintaan invite muncul didepan wanita itu. Langsung saja wanita itu menekan tombol warna biru tanda dia menerimannya, dan seketikah tulisan dibawah keterangan HP Naruto bertambah satu.
"Jadi namamu Minako ya?." Tanya Naruto pada wanita itu yang kita ketahui bernama Minako.
"Ha'i, mohon bantuannya ya Naruto-san." Jawabnya sambil tersenyum.
"Panggil saja aku Naruto, dan aku akan memanggilmu Minako-chan, boleh ya."
"Tentu saja Naruto-kun."
"Baiklah akan aku lanjutkan, kalian pasti sudah punya guide book terbaru seperti yang diberitahu Sherry-san, jika kalian tidak punya kalian bisa memintanya di Sherry-san atau ditoko-toko penjual secara gratis, menurut buku ini, nama bosnya adalah Oiwa, dia mempunyai keahlian menghilangkan hawa keberadaanya dan dapat menyatu dengan benda-benda disekitarnya, dia tidak memiliki jurus khusus tapi kemampuan menghilangnya ini yang membuat sedikit sulit untuk dihadapi, dia memiliki 4 kotak HP, senjata yang digunakan adalah peluruh bius dan benang cakra yang dapat memotong benda apa saja didepannya." Jelas Aoba.
"Hebat sekali." Komentar pemain lainnya.
"Pengarahan strategi selesai, terakhir uang yang kalian peroleh akan dibagi secara acak pada para pemain, lalu EXP akan menjadi milik party yang dapat menghabisinya hingga tewas, dan siapapun yang memperoleh itemnya boleh mengambilnya." Lanjut Aoba yang telah menutup guide booknya.
"Apa ada yang keberatan?." Tanya Aoba pada para pemain, dan tidak ada yang perotes dengan keputusan Aoba.
"Baiklah, besok jam 10 pagi kita akan berangkat, sebelum itu kalian bisa memperkuat diri kalian atau meminta misi pada Hiruzen, sampai bertemu lagi." Ucap Aoba mengakhiri pertemuan mereka.
Mereka mulai meninggalkan tempat pertemuan itu, begitu juga dengan Naruto dan Minako mereka meninggalkan tempat itu dulu sebelum pemain lainnya. Mereka berjalan melewati pasar yang terletak didesa tersebut.
"Ne sekarang kita mau kemana?." Tanya Minako pada Naruto.
"Bagaimana kalau kita mengobrol ditaman sebelah sana."
"Boleh juga."
Mereka menuju ke bangku taman yang tak jauh dari tempat mereka, dan duduk disana.
"Jadi kita mau mengobrol apa?." Tanya Minako.
"boleh aku bertanya sesuatu?."
"Tentu saja."
"Kau memiliki elemen apa?."
"Saat ini aku hanya memiliki elemen air, dan aku tipe ninja sensor, kalau Naruto-kun sendiri?."
"Ah, aku memiliki elemen angin untuk saat ini, dan sepertinya aku tipe ninja petarung."
"Begitu ya, sepertinya kau sudah sangat berpengalaman ya."
"Mungkin bisa dibilang seperti itu."
"Sebenarnya aku masih pemula loh, jadi maaf jika aku sedikit merepotkan nanti."
"Begitu ya, tidak apa-apa aku bisa membimbingmu nanti, lagipula sensor milikmu akan sangat dibutuhkan dalam mengalahkan bos ini."
"Kalau begitu aku akan berusaha." Minako tersenyum dan itu membuat Naruto juga ikut tersenyum.
"Oh ya kenapa kau berada dikota ini?."
"bagaimana ya, aku bukan tipe orang yang suka berdiam diri, dan juga pertama kali aku pergi kesini aku sama sekali tidak tau tempat apa ini."
"Apa maksudmu?."
Minako menundukan wajahnya dan meremas roknya, membuat Naruto heran dengan sikapnya. Setelah beberapa lama terdiam dia mulai berbicara.
"Pertama kali aku masuk game ini, aku tidak tau kalau ini sebuah game aku pikir ini dunia nyata, tapi setelah Sherry-san menjelaskannya padaku aku baru tau kalau ini dunia game, saat itu aku sama sekali tidak mengerti bagaimana cara bermain atau yang lainnya, aku sangat berterima kasih pada Sherry-san yang memberiku petunjuk dan sedikit mengajariku."
"Tu-tunggu sebentar kau tidak tau kalau ini dunia game?, lalu bagaimana caramu masuk kesini?."
"A-aku tidak tau, terakhir yang aku ingat, aku berada di sebuah taman bunga tapi sepertinya itu hanya mimpi karena waktu aku mencubit pipiku tidak terasa sakit sama sekali, hehehe." Minako sedikit tertawa untuk menghilangkan hawa tidak enak disekitarnya.
"Tapi ini serius Minako-chan, jika kau tidak tau ini dunia game, berarti ada yang memasangkan nervegear padamu ketikah kau tidur bukan."
Minako berhenti tertawa dan mulai terdiam beberapa saat untuk mencerna kata-kata Naruto.
"Lalu apakah ini tubuh aslimu?." Tanya Naruto.
"Te-tentu saja ini tubuh asliku, kenapa kau bisa bertanya seperti itu?." Minako menghadap kearah Naruto sambil menggebungkan pipinya yang membuat kesan imut dimata Naruto.
"E-etto soalnya sebelum kita masuk kedalam game, kita disuruh menyentuh tubuh kita terlebih dahulukan." Jawab Naruto sambil menggaruk pipinya dengan telunjuknya dan memalingkan wajahnya.
"Eh, benarkah?, kalau begitu mungkin saja orang itu menggerakan tanganku agar aku menyentuh tubuhku, tapi siapa yang melakukannya?." Minako kembali menundukan wajahnya dan memperlihatkan wajah sedihnya.
"Selain itu aku sama sekali tidak ingat tentang siapa aku dan keluargaku, yang aku ingat hanya nama yang muncul di HP ku, dan hanya itu saja, hiks." Ucap Minako sambil sedikit menangis.
Naruto terdiam beberapa saat dan mulai berpikir, memprediksi kemungkinan apa yang terjadi pada Minako.
'Mungkinkah dia hilang ingatan karena dia tidak sadar waktu memakainya?, tapi bagaimana cara dia masuk kesini?, bukannya kita harus login dulu baru bisa masuk kesini?, apa jangan-jangan orang yang memakaikanya itu memprogam nervegearnya dari luar karena itu Minako bisa masuk kedalamnya?, ini semua membingungkan tapi aku tidak bisa meninggalkannya sendirian.' Batin Naruto
Naruto menghela nafas lalu mengelus rambut Minako mencoba untuk menenangkannya. Minako yang merasa ada yang mengelus rambutnya, mendongkakkan wajahnya dan melihat Naruto yang tersenyum padanya.
"Tenang saja Minako-chan, aku akan membantumu keluar dari sini dan kau bisa tau siapa yang telah membuatmu masuk kedalam game ini, aku tidak akan meninggalkanmu sedirian, jadi jangan menangis ya." Naruto tersenyum pada Minako.
"Be-benarkah hiks?."
"Tentu saja." Tiba-tiba saja Minako memeluk Naruto dan itu membuat Naruto kaget dan agak salah tingkah karena dia sendiri tidak pernah dipeluk cewek sebelumnya.
"Arigato Naruto-kun, hontoni arigato."
"Ha-hai, ta-tapi bisakah kau melepaskanku Minako-chan, soalnya banyak yang melihat kita." Ucap Naruto dengan wajah yang sedikit memerah. Minako melihat kesekelilingnya dan sadar jika diperhatikan oleh orang banyak langsung melepaskan pelukannya pada Naruto.
"Go-gomenasai." Minako yang panik hanya dapat menundukan wajahnya karena malu.
"Tidak apa-apa kok, bagaimana kalau kita makan aku mulai lapar."
"Kita makan ramen saja di kedai paman Tanaka ramenya enak loh."
"Boleh juga, ayo kita kesana."
Mereka berdua meninggalkan taman itu dan berjalan menuju kedai ramen untuk memesan beberapa makanan.
.
~Ninja Art Online~
.
12/07/2030
-1st Floor : Gate 1st Small Boss-
Besoknya mereka berkumpul didepan pintu menuju area small boss bersama dengan para pemain lainnya yang ikut dalam pertemuan kemarin dan dipimpin oleh Aoba yang berada di depan mereka semua. Sebelum itu Naruto telah memberi sedikit petunjuk pada Minako yang tidak terlalu mengerti dengan peraturan party karena ini pertama kalinya dia berparty dengan seseorang.
"Baiklah ini adalah pintu boss, aku ingin bertanya diantara kalian siapa yang merupakan ninja tipe sensor?." Tanya Aoba pada mereka semua. Mereka saling berpandangan satu sama lain, hingga Minako yang merasa dia tipe ninja sensor langsung mengangkat tangannya.
"Aku tipe ninja sensor kok." Ucap Minako.
"Berapa jarak yang bisa kau lacak?." Tanya Aoba pada Minako.
"Kalau tidak salah aku bisa melacak satu ruangan, tapi aku bisa memperlebar jaraknya kok." Minako menempelkan jarinya dipipinya dan memasang pose orang berpikir.
"Bagus, baiklah kalian semua ikuti intruksiku ketikah melawan bos ini, bersemangatlah dan yakin kalau kita bisa mengalahkannya." Teriak Aoba pada mereka untuk memberi semangat.
"Pertama-tama bagi yang memiliki elemen angin kalian akan menyerang di barisan depan untuk mengalihkan perhatian musuh, selanjutnya pemilik elemen tanah akan melindungi wanita ini karena sewaktu dia melacak dia membutuhkan konsentrasi yang tinggi jadi kalian harus melindunginya, lalu untukmu nona aku ingin kau berada dibelakang kami karena kau satu-satunya kunci untuk mengalahkan boss ini, sedangkan yang lainnya menyerang boss itu serta anak buahnya ketikah mereka lengah, jelas semuannya?." Perintah Aoba yang mendapat anggukan tanda paham dari mereka semua.
"Kalau begitu ayo maju." Aoba membuka pintu yang berada di belakangnya dan mereka mulai masuk kedalamnya.
*Minako Pov*
Kami mulai masuk kedalam ruangan tersebut dan kami langsung di sambut ruangan yang lumayan gelap karena hanya di sinari oleh beberapa cahaya yang masuk dari lubang-lubang di langit-langit itu. Didepan kami ada kursi yang agak besar dan sedang diduduki oleh seorang wanita berambut putih panjang sampai kakinya dan memakai topeng berwarna putih dengan corak hitam di sana, tapi topeng itu hanya ada mulut dan lubang mata yang kecil, aku tidak yakin kalau itu sebuah topeng, mungkin itu wajah asli dari monster itu. Monster itu atau mungkin aku panggil saja Oiwa memunculkan dua anak buahnya yang berupa boneka kayu di kanan dan kirinya. Melihat hal itu aku langsung mengaktifkan sensorku karena aku yakin sebentar lagi dia akan menghilang, dan dugaanku benar dia langsung menghilang ditengah kegelapan. Tapi aku dapat mendeteksi dimana Oiwa berada, ketikah aku sudah merasakannya aku langsung memberitauhkan yang lainnya di mana letak Oiwa berada.
"Oiwa berada di arah jam 2 dekat disebelah patung wanita disana." Teriakku agar terdengar oleh mereka.
Mendengar hal itu beberapa dari mereka yang berelemen petir langsung melemparkan kunai yang sebelumnya telah dialiri listrik ketempat yang telah aku tunjukan dan berhasil mengenainya walau hanya sedikit. Melihat wanita itu sudah keluar dari persembunyiannya orang-orang yang berelemen api mulai menyerang dengan jurus mereka.
"Katon: Endan." Ucap mereka bersamaan dan seketikah bola-bola api muncul dari dari mulut mereka, mereka mengarahkan ke Oiwa dan itu berhasil membuat dia kehilangan beberapa HPnya hingga mencapai setengah.
Tiba-tiba Oiwa mengilang lagi di tengah kegelapan, dan aku bisa melihat kalau dia sekarang di sebelah Naruto.
"Naruto-kun dia berada disebelah kirimu." Teriakku.
Naruto yang tadi sibuk melawan anak buahnya ketikah mendegar suaraku langsung menghidar kebelakang, untung saja dia tidak terkena benang yang dikeluarkan oleh Oiwa, tapi ternyata selain mengeluarkan benang dia juga mengeluarkan peluruh bius dari mulutnya kearah Naruto. Dengan cepat Naruto menangkisnya dengan kunai yang dia bawa, lalu membuat segel tangan dan mengeluarkan jurusnya.
"Fuuton: Daitoppa." Badai angin bersekalah sedang tiba-tiba muncul dan membuat Oiwa terpental bersama dengan anak buahnya yang berada di belakang dan membentur tembok, tak menyia-nyiakan kesempatan itu Naruto segera melempar beberapa kunai yang sudah di beri kertas peledak dan juga di beri cakra angin diikuti oleh player yang berelemen sama kepada Oiwa dan anak buahnya. Seketikah itu juga terjadi ledakan yang lumayan keras dan membuat anak buahnya tewas, sedangkan HP Oiwa berkurang cukup banyak dan hampir habis.
"Biar aku yang menyerangnya untuk yang terakhir." Teriak Aoba dan mulai berlari kearah Oiwa.
Aku yang dari tadi merasakan perasaan yang tidak enak, langsung kaget karena tiba-tiba Oiwa menghilang dari tempatnya, ternyata dia masih punya sedikit kekuatan. Aku mencoba mendeteksinya tapi dia langsung mengeluarkan benang-benang cakra dari samping Aoba. Aku yang tidak bisa tinggal diam langsung berteriak pada Aoba dan berlari kearahnya.
"Aoba awas dia berada di kananmu." Teriakku tapi terlambat di sadari oleh Aoba.
Ketikah benang itu akan menyentuh Aoba, aku langsung mengambil katana ku dan mengalirinya dengan cakra airku untuk menajamkannya lalu memotong benang tersebut. Oiwa mundur kebelakang dan aku tidak menyia-nyikan kesempatan itu untuk mengeluarkan jurusku.
"Suiton: Teppodama No Jutsu." Bola-bola air keluar dari dalam mulutku dan menyerang Oiwa yang aku yakini akan membuat HPnya sedikit berkurang. Aku memberi intruksi pada Naruto agar menyerangnya. Naruto yang mengerti intruksiku langsung mengaliri kunainya dengan cakra angin dan menebas Oiwa tepat diperutnya. Seketikah itu juga Oiwa menghilang dan ada tulisan setelah dia menghilang.
Congratulations
Kau mendapatkan item Orange Clothing
.
To Be Continue
.
Author: Akhirnya selesai juga.
Naruto: Author kenapa kau juga ikut-ikutan muncul disini?.
Author: Tidak apa-apa kan Naruto-kun, sayakan juga pengen eksis hehehehe.
Minako: sudahlah Naruto-kun biarkan saja Author-san ikut, kasian dia gak ada kerjaan.
Author: Tu Minako saja perhatian dengan saya, Minako kau benar-benar character yang baik *peluk Minako*
Naruto: Terserahlah, lebih baik kita jawab Review yang masuk *baca Review*, ehm Author sepertinya banyak yang tanya kenapa cerita ini mirip dengan cerita Sword Art Online, ayo cepat jawab sana.
Author: *lepasin pelukan ke Minako* Oh soal itu memang awalannya saya membuat mirip dengan SAO, tapi tenang saja hanya awalanya saja, karena sejujurnya saya agak bingung dengan awalan yang seperti apa, jadi saya putuskan untuk membuatnya sedikit mirip dengan SAO, atau mungkin terlalu mirip ya, hehehehe, dan tentu nanti ceritanya akan berbeda di bagian akhirnya, karena ini kan fanfic, lalu untuk kesalahan typo mohon dimaklumi ya saya kan hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Minako: Dan setelah sesi jawab review ini berakhir akan di beritahu profil dari aku dan juga Naruto-kun.
Naruto: Untuk terakhir kalinya REVIEW PLEASE…!.
.
Naruto Profile
Nama: Naruto
Umur: 16th
Elemen: Angin
Tipe Ninja: Petarung
Jurus:
-Bunshin No Jutsu
-Fuuton: Daitoppa (Rank C)
Penampilan: Berambut kuning jabrik, wajah seperti di cerita asli tanpa kumis, memakai pakaian perpaduan warna orange dan hitam di tambah dengan rompi berwarna hijau dan sebuah ikat kepala berwarna biru yang terdapat dilengannya, dan juga sebuah tas kecil dipinggangnya untuk menyimpan Kunai dan Suriken.
.
Minako Profile
Nama: Minako
Umur: 15th
Elemen: Air
Tipe Ninja: Sensor
Jurus:
-Bunshin No Jutsu
-Suiton: Teppodama No Jutsu (Rank C)
Penampilan: Memakai dress berwarna hitam panjang sampai diatas lutut dengan bawahan yang sedikit mengembang sekilas seperti pakaian ghotic dan memakai sepatu boots yang panjang sampai dibawah lutut dan membawa sebuah katana di pinggangnya dan tas kecil berwarna hitam yang juga berada dipinggangnya, rambutnya berwarna hitam lurus sampai pinggang dan diikat model twinstail lalu diberi pita berwarna hitam, matanya berwarna merah darah.
.
.
Next Chapter
.
.
"Kita akan menjadi duo yang akan menyelesaikan semua lantai tanpa bantuan dari orang-orang yang selalu menyalahkan orang lain."
"Ide yang bagus, aku ikut."
.
"Ini bayaran kalian karena telah membantuku memetik bunga ini."
"Arigato"
.
"Ne Naruto-kun, apa kau tidak merindukan orang tuamu?."
"Tentu saja aku sangat merindukan mereka."
.
Ninja Art Online, Chapter 3: Mission
.
"Kakek itu benar-benar menyebalkan."
"Kau benar Naruto-kun."
