Flashback Chapter 2

"Suiton: Teppodama No Jutsu." Bola-bola air keluar dari dalam mulutku dan menyerang Oiwa yang aku yakini akan membuat HPnya sedikit berkurang. Aku memberi intruksi pada Naruto agar menyerangnya. Naruto yang mengerti intruksiku langsung mengaliri kunainya dengan cakra angin dan menebas Oiwa tepat diperutnya. Seketikah itu juga Oiwa menghilang dan ada tulisan setelah dia menghilang.

Congratulations

Kau mendapatkan item Orange Clothing


NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

NINJA ART ONLINE © SHERRYSAKURA99

INSPIRED by SWORD ART ONLINE


Warning: OC, Typo, OOC, jika ada kesalahan atau anda tidak mengerti dengan jalan ceritanya mohon dimaklumi, karena saya dalam tahap belajar.

Genre: Adventure, Friendship, Romance, Humor (mungkin, walau humornya agak garing)

Rate:T


Chapter 3: Mission


12/07/2030

-1st Floor : Room 1st Small Boss-

Congratulations

Kau mendapatkan item Orange Clothing

Aku lega karena kami sudah mengalahkan Oiwa dan mereka bersorak atas kemenangan itu. Aoba yang berada dibelakangku mengucapkan terima kasih padaku.

"Arigato nona, kalau kau tidak menolongku, aku pasti sudah mati sekarang."

"Tidak apa-apa kok Aoba-san, aku juga senang membantumu." Jawabku sambil tersenyum dan itu membuat Aoba juga ikut tersenyum.

"Seharusnya kau minta maaf padanya karena telat memperingatkannya nona, kau juga sengaja kan membuat anggota party mu mendapatkan item itu sebelum Aoba bukan." Tiba-tiba saja ada seseorang yang berbicara seperti itu. Sontak aku langsung menoleh kebelakang dan mendapati seorang pria berambut putih sebahu dengan badan yang lumayan besar menatap kearahku dengan pandangan marah.

"Apa maksudmu Mizuki, aku tidak mengerti?." Tanya Aoba yang memandang kearah pria yang bernama Mizuki.

"Dia hanya berpura-pura, dia sengaja memperlambat memberitahukanmu agar Aoba-san tidak jadi menghabisinya bukan."

"Apa kau bilang, tidak kah kau lihat Minako-chan mempertaruhkan nyawanya untuk menolong Aoba-san." Bentak Naruto yang marah melihat Mizuki menuduhku yang bukan-bukan.

"Itu hanya taktik, dia sudah memprediksikannya kalau dia pasti berhasil menyelamatkannya." Jawabnya sambil menunjuk padaku.

Seketikah suasana menjadi riuh, banyak player yang beranggapan bahwa Mizuki itu benar, aku hanya menundukan kepalaku karena takut, aku tidak suka suasana seperti ini.

"Perkataanku benar bukan, buktinya kau tidak bisa membantahku." Ledeknya.

Kata-kata Mizuki itu membuatku ingin menangis, melihat aku yang terus dipojokkan, sepertinya Naruto marah dan berlari kearah Mizuki dengan cepat lalu menodongkan kunai keleher pria itu.

"Dengar ya aku tidak suka kau menyalahkan Minako-chan seperti itu, dia juga manusia biasa yang bisa telat memperingatkan kita, masih lebih baik Minako-chan menolong Aoba-san dari pada kau yang tidak melakukan apa-apa, apa yang kau katakan pada Minako-chan itu tidak pantas, seharusnya kau lihat dirimu sendiri tuan." Ucap Naruto dengan nada yang dingin dan aku hanya memandangnya dengan tatapan takjub.

Naruto pun berjalan kearahku dan menarik tanganku kemudian mengaktifkan pintu menuju lantai dua. Sebelum kami keluar dari ruangan itu, Naruto sempat menoleh kebelakang dan memberi tatapan tajam pada Mizuki lalu berkata.

"Ingat-ingat perkataanku ini, aku tidak akan sudi satu kelompok dengan orang yang tidak bisa menghargai usaha orang lain seperti dirimu." Setelah mengatakan hal itu kami keluar dari ruangan boss dan menuju kesalah satu desa terdekat dari menara itu.

Sepanjang perjalanan kami hanya diam, sedangkan aku masih berusaha untuk menahan tangisku, melihat suasana yang canggung itu, aku mulai membuka suara.

"Arigato Naruto-kun karena tadi telah menolongku."

"Tidak apa-apa, aku juga kesal dengan orang tadi, dia seenaknya menyalahkan orang lain seperti itu."

"Aku benar-benar takut, soalnya aku tidak pernah berada dalam posisi seperti itu." Aku menundukan kepalaku dan mengeratkan genggaman tanganku yang agak sedikit bergetar karena ketakutan. Melihat aku yang seperti itu Naruto berhenti dan membalikan tubuhnya menghadap padaku, tiba-tiba aku merasakan elusan seseorang pada kepalaku, dan ternyata Narutolah yang sedang mengelus kepalaku.

"Jangan takut, aku akan selalu disampingmu dan menjagamu, jadi jangan pernah takut ya." Ucapnya sambil tersenyum padaku.

"Ha'i." Aku menghapus air mata yang sudah keluar sejak tadi dan mulai menampilkan senyumku seperti biasa.

"Oh ya karena kita selalu bermain solo, bagaimana kalau kita membuat duo yang akan menyelesaikan semua lantai tanpa bantuan dari orang-orang yang selalu menyalahkan orang lain, sepertinya itu akan menyenangkan." Usulku pada Naruto.

Sejenak Naruto memasang pose berpikir dan sesekali melihat kearahku, akupun masih setia menunggu jawaban darinya.

"Ide yang bagus, baiklah aku ikut." Jawabnya.

"Yatta, kita akan menjadi duo yang tidak terkalahkan." Ucapku dengan semangat dan itu membuat Naruto tertawa karena tingkahku.

"Hahaha kau semangat sekali Minako-chan."

"Tentu saja Naruto-kun, kalau begitu ayo kita menuju desa selanjutnya." Aku berjalan mendahului Naruto dan Naruto hanya bisa menggelengkan kepalanya.

*Naruto Pov*

"Tentu saja Naruto-kun, kalau begitu ayo kita menuju desa selanjutnya." Minako berjalan mendahuluiku dengan semangat, sedangkan aku hanya bisa menggelengkan kepalaku melihat tingkah lakunya itu.

Sejujurnya aku tidak tau kenapa aku setuju-setuju saja dengan keputusan yang diambil secara sepihak olehnya, tapi entah kenapa aku tidak bisa meninggalkannya sendirian, dan senyumannya itu membuat aku tidak bisa menolak permintaannya. Ya tapi tidak apa-apa toh aku juga senang bisa satu kelompok dengannya, setidaknya aku tidak sendirian lagi sekarang.

"Naruto-kun cepatlah, kau lambat sekali, aku sudah melihat desanya loh." Teriaknya dengan suara yang keras dan membuyarkan lamunanku.

"Eh…Tunggu aku Minako-chan." Aku segera menyusul Minako yang sekarang sudah agak jauh dariku, sepertinya lamunanku membuatku tidak sadar kalau aku tertinggal dibelakangnya, tapi sebelumnya aku mengaktifkan baju yang telah aku dapatkan dari ruangan boss itu, ternyata itu sebuah jaket berwarna orange dan hitam, tapi lebih dominan ke orangenya, dan menurutku ini sangat keren.


~Ninja Art Online~


23/12/2030

-10th Floor, Wind State: Sunagakure Village-

Tidak terasa sudah lima bulan berlalu semenjak kami menyelesaikan lantai pertama, dan kemarin kami baru menyelesaikan lantai sembilan. Sekarang aku dan juga Minako sedang jalan-jalan menikmati desa utama dari Negara Angin ini, kalau tidak salah namanya Sunagakure. Desa ini cukup unik karena rumah-rumahnya terbuat dari pasir, tapi walaupun begitu aku masih bisa merasakan salju yang turun. Memang aneh sih bahkan aku sama sekali tidak merasakan panas disini, mungkin karena akan mendekati natal jadi tidak terasa panas sama sekali. Kami melewati beberapa penjual yang menjajakan dagangannya dijalan, barang-barang yang ditawarkannya bermacam-macam dan tentu saja sangat lengkap dibandingkan dengan desa yang ku lalui sebelum-sebelum ini. Ternyata benar apa kata Sherry, desa utama barangnya lebih lengkap dari desa yang lainnya. Kami berhenti di tempat penjualan aksesoris karena Minako bilang dia tertarik dengan aksesoris yang dijual disini.

"Ne Naruto-kun coba lihat ini." Pinta Minako padaku.

Aku segera menoleh padanya dan mendapati Minako sedang mencoba bando berbentuk telinga kucing berwarna hitam. Jika tidak dilihat secara teliti itu seperti telinga aslinya bukan sebuah bando karena rambutnya yang berwarna sama seperi bando yang dia pakai. Aku yang melihanya hanya bisa sweetdrop, tapi dia terlihat imut juga.

"Kira-kira pantas tidak Naruto-kun?." Tanya Minako sambil tersenyum padaku.

"Kau pantas saja memakainya, tapi jangan pakai itu, kau terlihat konyol."

"Mou kau jahat sekali Naruto-kun, tapi benar juga sih aku terlihat agak konyol memakai ini." Dia melepas bando tersebut dan mulai mencari aksesoris yang lainnya, sedangkan aku hanya bisa tersenyum karena kelakuannya yang menurutku sangat lucu.

"Ne ne barang ini bagus juga terlihat sangat imut, bagaimana kalau kita membelinya, kebetulan ini ada sepasang." Usul Minako yang memperlihatkan dua buah lonceng kecil dengan tali berwarna merah.

"Boleh sih, tapi ini buat apa?."

"Emm, bagaimana kalau kita buat jimat saja, tidak ada salahnya kan."

"Baiklah."

"Yes, ini satu untukmu dan satu untukku." Minako memberikanku salah satu lonceng yang baru saja dia beli dan aku hanya membalasnya dengan senyuman diwajahku.

"Sekarang kita mau pergi kemana?." Tanya Minako padaku.

"Bagaimana kalau kita meminta misi pada kakek Hiruzen?, mumpung ini masih siang."

"Eh kau mau minta misi pada kakek itu?, kau tidak ingat ya selama ini kita diberi misi yang benar-benar mudah dan jarang diberi misi yang susah."

"Tapi setidaknya kita dapat uang lebih cepat bukan."

"Tapi tetap saja, ukh baiklah tapi kalau misi menangkap kucing lagi aku tidak mau, wajahku hampir kena cakaran kucing itu." Minako menggebungkan pipinya begitu mengingat misi pertama kami.

"Hehehe tenang saja, entah kenapa aku merasa kalau misi kali ini cukup menantang."

"lalu kapan kita akan menyelesaikan lantai ini?."

"Entahlah aku masih bingung dengan teka-teki ini." Aku menekan tombol menuku dan menekan tombol pesan yang berisi teka-teki dari big boss level sepuluh ini, kira-kira tulisannya seperti ini.

'Aku berada di sebuah tempat, dimana tempat itu berada di tengah-tengah padang kematian, tempat dimana orang-orang sangat membutuhkan tempat berteduh, dan tempat yang dialiri sumber kehidupan.'

"Sepertinya kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan teka-teki itu." Komentar Minako yang ikut membaca pesan itu di menu utamannya.

"Bagaiman kalau nanti kita bertanya pada Sherry-san, mungkin dia bisa memberi kita petunjuk." Lanjunya.

"Ya boleh juga, tapi lebih baik kita sekarang ke tempat kakek itu."

"Baiklah."

Kami melanjutkan perjalanan kami ketempat kakek Hiruzen untuk meminta misi. Sesampainya di sana, Minako tidak sengaja menabrak orang yang berada didepan pintu rumah kakek Hiruzen dan jatuh terduduk ke tanah.

"Ittai." Erangnya kesakitan.

"Kau tidak apa-apa Minako-chan?, seharusnya kau melihat siapa didepanmu." Aku membantu Minako berdiri dan dia langsung minta maaf pada orang yang berada didepannya.

"Sumimasen, karena tadi aku menabrakmu." Ucapnya sambil membungkukkan badannya.

"Kau Minako kan?." Tanya orang yang betabrakkan dengan Minako.

Sontak Minako melihat orang yang di tabraknya dan dia kaget dengan apa yang dilihatnya.

"Gaara, kau Gaara kan?."

"Tentu saja, ini aku Gaara, aku tidak menyangka kau masih hidup." Ucap pemuda bersurai merah yang aku ketahui bernama Gaara.

"Hisashiburi ne Gaara-san, aku juga tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini."

"Jadi sedang apa kau disini?."

"Aku baru mau meminta misi pada kakek Hiruzen, kalau Gaara-san sendiri?."

"Ah aku baru saja melaporkan misiku bersama kelompokku."

"Eh kau punya kelompok?."

"Iya namanya kelompok Ninja Pasir."

"Begitu ya."

Merasa dicuekin aku berdehem untuk membuat Minako sadar bahwa aku berada disebelahnya.

"Ah iya aku lupa, Naruto-kun ini Gaara, dia adalah temanku ketikah aku masih di City Of Beginning, dan Gaara ini Naruto-kun, dia adalah partnerku." Ucapnya memperkenalkan kami.

"Namaku Naruto, yoroshiku."

"Aku Gaara, yoroshiku."

"Minako bagaimana kalau kau ikut bergabung dengan kelompok kami, temanmu juga boleh ikut kok." Tawar Gaara pada Minako.

"Gomene Gaara-san aku tidak bisa, karena aku sudah berjanji pada Naruto-kun untuk tidak ikut kelompok manapun."

"Begitu ya, bagaimana kalau sebagai gantinya aku mendaftarkanmu menjadi temanku, ya setidaknya kita bisa saling menolong jika membutuhkan bantuan."

"Emm tentu saja." Gaarapun mengirim invinite friend padaku dan Minako yang langsung diterima oleh kami berdua.

"Kalau begitu aku permisi dulu, kapan-kapan kita bertemu lagi ya."

"Ha'i, jaa Gaara-san." Gaara pergi meninggalkan kami berdua, sedangkan kami masuk kedalam sebuah rumah yang bertuliskan 'Scroll', tempat dimana kakek Hiruzen tinggal.

"Permisi kakek." Sapa Minako ketika kami masuk kedalam rumah itu.

"Oh kalian berdua, ada apa kesini, apa kalian mau meminta misi lagi?." Tanya Kakek Hiruzen dengan malas dan sibuk membaca gulungan-gulungan dimejanya.

"Iya, tapi berikan misi yang sulit dong kek, dan jangan beri kami misi mudah seperti dulu-dulu."

"Aku tidak punya misi sulit untuk kalian, tapi aku punya misi ini, ini misi rank D, jika kalian berminat ambil saja." Hiruzen melemparkan gulungan kertas yang berisi misi kepada kami dan langsung aku tangkap dengan mudah.

Aku membukanya dan mulai membacanya bersama Minako yang berada disebelahku.

Misi Rank D

Nama Klien: Ino (NPC)

Hadiah: 5000 col

Batas Waktu: 24/12/2030

Isi Misi: Tolong carikan aku bunga tulip berwarna,

Biru: 10

Merah: 20

Putih: 15

Ungu: 10

Jika sudah mendapatkannya tolong antarkan ke tokoh bunga Yamanaka di Desa Sunagakure, bunga ini hanya tumbuh di padang bunga lantai 5, pembayaran misinya akan di lakukan ketikah misi ini sudah selesai.

"I-ini mudah sekali, hanya disuruh memetik bunga?." Komentarku yang sweetdrop dengan misi ini.

"Tapi ini lebih baik daripada harus menangkap kucing, lagipula bayaranya cukup tinggi, dan aku suka dengan bunga, kita terima saja ya Naruto-kun." Usul Minako dengan senyum manis di wajahnya. Aku hanya bisa menghela nafas dan mensetujui usulnya.

"Yosh, ayo kita pergi sekarang, arigato kakek Hiruzen, kami pergi dulu ya." Pamit Minako yang hanya di tanggapi dengan suara "hmm" oleh kakek Hiruzen.

Kami keluar dari rumah itu menuju ke tempat teleportasi, dan pindah ke lantai lima tepatnya ketaman dekat padang bunga tersebut. Sesampainya disana, aku melihat banyak pemuda dan pemudi yang sedang duduk-duduk menikmati taman tersebut.

"Taman ini ramai ya Naruto-kun." Komentar Minako yang melihat kesekelilingnya.

"Ya bisa di bilang seperti itu.

"Ngomong-ngomong kau tau tentang padang bunga itu?."

"Aku pernah sekali kesana."

"Kapan?, kok aku tidak tau."

"Itu waktu kita masih berada di desa Tonbogakure, waktu itu kau keasikan ngobrol dengan Resha jadi aku tinggal jalan-jalan saja."

"Oww, kalau begitu tolong tunjukan jalannya ya."

"Ha'i."

Kami berjalan meninggalkan taman itu menuju padang bunga yang letaknya tak jauh dari sini. Sepanjang perjalanan kami di hadang oleh monster-monster penghuni tempat ini dan aku membiarkan Minako yang membereskan semuannya, karena aku tau ini pasti mudah baginya. Kami akhirnya sampai di padang bunga tersebut dan mencari letak bunga Tulip itu tumbuh.

"Naruto-kun aku menemukannya." Minako menunjuk kearah depan dan aku langsung menghampirinya.

Ternyata benar disana tumbuh ratusan, bahkan ribuan bunga Tulip dengan warna yang berbeda-beda. Kami langsung memetik bunga Tulip yang kami butuhkan, sesekali Minako mengerjaiku yang kadang-kadang membuatku kesal. Setelah selesai kami langsung berpindah dengan batu teleport ke taman dan dari sana kami berpindah ke lantai 10. Sesampainya disana kami langsung pergi ke toko bunga Yamanaka dan menemui Ino yang kebetulan sedang berjaga di tokonya.

"Arigato, ini bayaran kalian karena telah membantuku memetik bunga ini." Ucapnya, seketikah terdapat tulisan didepan kami yang berisi pemberitahuan selesainya misi dan juga beberapa EXP.

"Sama-sama."

"Apa kalian sepasang kekasih?." Tanya Ino kepada kami.

"Bu-bukan kami hanya teman kok, be-benar kan Naruto." Jawab Minako yang bisa kulihat wajahnya memerah, mungkin hampir sama denganku.

"I-iya kami hanya teman kok."

"Hehehe, kalian lucu sekali." Ucap Ino sambil tertawa.

"Mou Ino-san hidoi." Minako menggembungkan pipinya tanda dia tidak suka dengan jawaban Ino.

"Hehehe aku hanya bercanda kok."

Aku memutar bola mataku bosan dan melihat tokoh bunga itu, tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah poster dengan gambar bunga Anggrek berwarna putih. Karena penasaran aku bertanya bunga jenis apa itu pada Ino.

"Itu bunga jenis apa Ino-san?." Ino melihat kearah yang aku tunjuk lalu mulai menjawabnya.

"Itu bunga anggrek putih langkah yang hanya tumbuh setahun sekali tepatnya hanya saat malam natal saja, bunga itu tumbuh di hutan tandus lantai 7 bagian barat, ah bagaimana kalau aku memberikan misi pada kalian?."

"Misi apa?." Tanya Minako dengan antusias.

"Tentu saja Misi untuk mengambil bunga itu."

"Sepertinya cukup mudah, kami hanya mengambil bunga itu tepat di malam natal kan." Komentarku.

"Misi ini cukup sulit karena kau harus melawan penjaga dari bunga ini."

"Penjaga?, maksudmu monster?." Tanya Minako.

"Betul, aku dengar bunga ini dijaga oleh serigala besar berwarna putih disana, tapi aku juga tidak tau pasti sih."

"Menarik, baiklah aku terima misi ini." Jawabku dengan antusias.

"Oke aku hanya butuh satu bunga dan akan membayar kalian sebesar 150000 col untuk bunga itu."

"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu ya Ino-san." Pamit Minako pada Ino.

"Ha'i, berhati-hatilah." Jawab Ino.

Kami meninggalkan toko itu menuju ke penginapan yang kami pesan tadi, dan mengistirahatkan tubuhku yang lelah.


~Ninja Art Online~


25/12/2030

-7th Floor, Wind State: West Area-

Malam ini sesuai rencana, kami pergi ke wilayah barat lantai tujuh, tepatnya disebuah hutan tandus yang tidak ada daunnya sama sekali dan anehnya hutan ini ditutupi salju. Kami terus berjalan memasuki hutan itu, tiba-tiba saja ada cahaya dari depan kami. Aku menajamkan pengelihatanku dan melihat kearah datangnya cahaya itu, ternyata cahaya itu berasal dari bunga Anggrek yang tubuh disana. Aku segera berlari kearah bunga itu tapi ditahan oleh Minako.

"Tunggu Naruto-kun, aku merasa kalau ada sesuatu disini." Minakopun segera mengaktifkan kemampuan sensornya dan aku hanya diam memperhatikan Minako. Tiba-tiba dia menarikku kebelakang reflek aku mengikutinya.

"Ada apa Minako-chan?." Belum sempat Minako menjawab pertanyaanku, ada monster yang melompat kearah kami. Untung saja Minako cepat menarikku kebelakang, kalau tidak bisa hancur tubuhku tertimpa monster itu.

Aku melihat kearah monster ini, namanya Wolfy, memiliki tiga kotak HP dan dia seekor serigala. Tapi dia tidak mirip srigala, lebih mirip kekucing sih, karena dia memiliki tiga kumis diwajahnya, lalu hidungnya kecil dengan mata yang sipit, bulunya yang lebat mirip seperti kucing angora milik sepupuku, mungkin yang mirip dengan serigala hanya ada pada gigi dan kukunya yang panjang serta postur tubuhnya yang besar.

"I-ini kucing atau serigala, tapi lebih mirip kekucing." Komentar Minako yang sweetdrop dengan monster itu.

"Aku rasa pergabungan dari dua hewan itu."

"Mattaku kenapa harus kucing lagi."

"Sudahlah lebih baik kita kalahkan saja dia dan selesaikan misi ini."

"Ha'i."

Wolfy mulai menyerang dengan kuku di kakinya, melihat hal itu kami langsung melompat kedahan yang berada dibelakang kami.

"Minako-chan kau kemarin baru dapat kemampuan analisa kan?." Tanyaku pada Minako.

"Ha'i, tapi aku butuh waktu untuk menganalisanya."

"Kalau begitu aku akan mencoba mengalihkan perhatiannya, dan kau menganalisanya ok."

"Baik." Minako melompat kedahan yang lebih tinggi dan mengaktifkan kemampuan analisanya, sedangkan aku mencoba mengecohnya dengan melemparinya kunai yang sudah diberi kertas peledak.

"Aku sudah menemukan kelemahannya, coba kau serang di bagian belakang kepalanya." Teriak Minako yang sudah kembali keposisi semula.

"Baiklah tolong bantu aku ya, sekalian aku ingin mencoba jurus baruku."

"Aku mengerti." Minako melompat keatas dan melempar suriken yang telah dialiri cakra air miliknya kearah Wolfy lalu membuat segel tangan.

"Kagebunshin Suriken No Jutsu." Ucapnya, seketika ribuan suriken muncul dan menyerang Wolfy secara terus menerus hingga Hpnya berkurang satu, belum selesai serangan itu, Wolfypun menangkisnya dengan mengeluarkan angin tornado dari dalam mulutnya dan membuat semua suriken itu menghilang serta membuat Minako terpental dan menabrak salah satu pohon yang berada di belakangnya. Melihat Minako yang tidak berdaya, Wolfy berlari kearahnya lalu menyerang Minako dengan salah satu tangannya yang berkuku tajam, karena terlambat menghindar, Minako pun terkena serangan Wolfy dan terlempar ke sisi sebelah kanan serta menabrak pohon yang berada di depan Minako. Akibat serangan itu HP Minako berkurang setengahnya.

"Minako-chan kau tidak apa-apa?." Tanyaku padanya dengan nada yang cemas.

"Ukh, aku tidak apa-apa kok Naruto-kun." Minako mencoba berdiri dari posisi jatuhnya lalu melompat ke belakang sebelum monster itu kembali menyerangnya.

"Bagaimana kalau kita bertukar."

"Tidak usah Naruto-kun, aku masih bisa melawannya."

"Baiklah, tapi kalau kau kenapa-kenapa kita langsung bertukar."

"Ha'i, hei kucing jelek apa kau bisa mengindar dari jurus ini?, Sensatsu Suishou." Ucap Minako, tiba-tiba muncul jarum-jarum yang terbuat dari air dan mengarah ke Wolfy dan menyerangnya, jurus Minako tadi mengurangi satu lagi kotak HPnya.

Melihat hal itu aku langsung membuat segel tangan dan mengaktifkan jurus yang baru saja aku dapatkan, lalu bertukar posisi dengan Minako.

"Fuuton: Rasengan." Tiba-tiba munculah pusaran angin di tangan kananku, aku langsung melompat kearah Wolfy dan menyerang belakang kepalanya. Wolfy tak bisa menghindar dan terkena jurusku. Karena seranganku ini Wolfypun musnah.

Congratulations

Kau mendapatkan White Robe

Itulah tulisan yang aku dapatkan ketikah kami berhasil mengalahkan Wolfy.

"Itu tadi jurus yang keren Naruto-kun." Puji Minako yang mendekat kearahku.

"Ya sepertinya aku menyukainya." Aku membuka menu barku lalu mengambil item berupa pil yang bisa menambah HP dari inventoryku, dan memberikannya pada Minako.

"Minumlah agar HPmu bertambah." Ucapku, Minako menjawab dengan menganggukan kepalanya lalu meminum pil yang aku berikan.

"Dan ini untukmu saja, karena lebih pantas jika kau yang memakainya." Aku menyerahkan jubah putih yang merupakan item dari monster itu pada Minako.

"A-arigato, aku akan memakainya sekarang." Minako segera mengaktifkan jubah itu pada pakaiannya.

"Bagaimana Naruto-kun, pantas tidak?." Aku hanya tersenyum sambil mengacungkan jempolku sebagai tanda kalau dia pantas memakainya, dan dia hanya membalas dengan senyuman diwajahnya.

"Kalau begitu, ayo kita segera mengambil bunga itu biar cepat selesai." Usul Minako yang mendapat tanda anggukan setuju dariku.

Kami berjalan menuju cahaya dari bunga Anggrek tersebut, tapi ternyata bukan hanya satu, melainkan ada beribu tanaman Anggrek di tempat ini, bahkan tempat ini jadi sangat terang karena sinar dari tanaman tersebut.

"Cantik sekali." Guman Minako.

"Kau benar, baiklah aku akan mengambil satu bunga ini."

"Naruto-kun aku boleh mengambil satu lagi untuk kenang-kenangan?."

"Tentu saja."

"Arigato." Minako mengambil salah satu Anggrek itu begitu juga denganku, lalu kami menyimpannya di inventory milik masing-masing.

Setelah selesai kami memutuskan untuk kembali dengan jalan kaki, Minako bilang ingin menikmati suasana malam natal sambil menikmati bintang yang bertaburan di langit.

"Ne Naruto-kun, apa kau merindukan keluargamu?."

"Tentu saja aku sangat merindukan mereka."

"Pasti sangat menyenangkannya bisa merayakan natal dengan keluarga."

"Ya aku merindukan saat-saat itu."

Tiba-tiba Minako berhenti berjalan dan itu membuatku heran dengan sikapnya yang berubah serius.

"Ada apa Minako-chan?."

"Ssttt, kau yang berada di pohon sebelah sana, cepat tunjukan wajahmu." Teriak Minako sambil menunjuk pohon yang berada di sebelah Kiriku.

Keluarlah seorang anak perempuan kecil berambut coklat jabrik dan memakai baju musim dingin berwarna coklat, dia melihat kami dengan takut-takut, dan sepertinya dia seorang NPC.

"Hah aku kira kau orang jahat, sedang apa kau disini adik kecil?." Tanya Minako pada anak itu.

"A-aku se-sedang mencari bu-bunga Anggrek putih yang langkah itu." Jawabnya dengan nada ketakutan.

Melihat anak itu ketakutan, aku mendekat kearahnya dan mengelus rambutnya agar dia tidak takut lagi.

"Siapa namamu adik kecil." Tanyaku padanya sambil tersenyum.

"A-Ageha."

"Boleh aku memanggilmu Ageha-chan?." Tanya Minako pada Ageha.

"Emm, Tentu saja oneechan."

"Untuk apa kau mencari Anggrek itu Ageha-chan?."

"Aku ingin memberikannya pada ibuku yang sudah meninggal, karena hari ini ulangan tahunnya."

"Begitu ya, daripada kau berjalan jauh kesana, kau bisa mengambil punyaku." Minako membuka menu utamanya dan mengeluarkan Anggrek yang tadi dia petik.

"Bukannya kau bilang itu untuk kenang-kenangan?." Tanyaku pada Minako yang heran karena dia memberikan bunganya pada Ageha.

"Tidak apa-apa kok Naruto-kun, aku lebih suka bunga ini berguna untuk orang lain daripada hanya sebagai pajangan." Jawabnya dengan senyuman diwajahnya.

"Ini Ageha-chan, berikan ini pada ibumu ya." Minako memberikan bunga itu pada Ageha.

"Be-benarkah ini untukku oneechan?."

"Tentu saja Ageha-chan." Jawabku sambil tersenyum.

"Arigato oneechan, oniichan." Ageha mengambil bunga itu dari tangan Minako, dia terlihat sangat bahagia sekali.

"Ah karena kakak sekalian sudah memberikanku bunga ini, aku akan menggantinya dengan dua barang ini, dan kalian harus menerimanya ya." Ucap Ageha yang memberikan kami sebuah syal berwarna orange dan juga sarung tangan berwarna hitam.

Aku menerima dua benda itu dan mengucapkan terima kasih pada Ageha.

"Kalau begitu aku pergi dulu ya oniichan, oneechan, jaa." Ucapnya dan berlari menjauh dari kami berdua.

Setelah Ageha pergi, aku memandangi kedua benda itu, dan menelitinya.

"I-ini." Ucapku yang kaget dengan kedua benda itu.

"Ada apa Naruto-kun?."

"Item ini bahkan belum terdaftar."

"Eh benarkah, tapi bagaimana bisa anak kecil itu memilikinya?."

"Jangan-jangan anak kecil itu…"

"Termasuk bagian dari misi rahasia?." Ucap kami bersamaan, dan tiba-tiba terdapat tulisan di depan kami.

Congratulations

Kau berhasil menyelesaikan Secret Mission

Kau mendapatkan Orange Syal Type B and Black Gloves Type B

"Jadi ini ya yang namanya secret mission, baru kali ini ya kita mendapatkannya."

"Ya kau benar Minako, jadi kau mau ambil yang mana?."

"Emm, aku ambil yang syal saja, kau bisa ambil sarung tanganya."

"Baiklah." Aku memberikan syal itu pada Minako yang langsung di terimanya, sedangkan aku sendiri memakai sarung tangan hitam itu.

Aku melihat kearah Minako yang tampak kesulitan mengikat syalnya, aku tersenyum tipis lalu membantunya mengikat syal itu agar rapi dilehernya.

"Cantik." Gumanku tanpa sadar ketikah aku selesai merapikan syalnya.

"Apa yang kau katakan Naruto-kun?."

"Bu-bukan apa-apa, ayo kita kembali dan menyerahkannya pada Ino-san."

"Kau benar Naruto-kun, ayo."

Kami kembali ke lantai 10 dan menyerahkan Anggrek itu pada Ino. Ino langsung gembira begitu mendapatkan bunga yang langka itu dan langsung memajangnya. Sedangkan kami menikmati malam natal dengan melihat pesta kembang api di alun-alun desa Sunagakure.

26/12/2030

Besoknya kami kembali mendatangi kakek Hiruzen untuk meminta misi.

"Aku hanya punya misi ini untuk kalian." Kakek Hiruzen melempar gulungan kertas berisi misi itu pada kami.

Aku dan Minako langsung membuka gulungan itu dan membaca misinya, setelah selesai membacanya baik-baik Minako langsung menatapku dengan tatapan horor.

"A-ada apa Minako-chan?."

"Kau tidak akan menerima misi ini kan?."

"Tapi hanya ini misi yang tersedia untuk hari ini."

"TIDAAAKK, aku tidak mau berhadapan dengan kucing lagi." Teriak Minako histeris yang membuatku sweetdrop.

Ya benar misi itu adalah mencari kucing milik salah satu penduduk yang hilang, hah sepertinya ini akan menjadi misi yang panjang."


To Be Continue


JENG…JENG…JENG…JENG *Musik Efek*

Author: Sekarang waktunya sesi jawab review yeeyy *teriak ala Minions*

Minako: Baiklah review yang pertama dari Guest

Sepertinya Author-san lupa deh, terima kasih karena sudah mengingatkan dan maaf jika masih banyak kesalahan dari Author-san.

Naruto: Selanjutnya dari Reffast1000cc

Arigato karena sudah mau mendukung Author, dan semoga chapter ini tidak mengecewakan.

Author: Selanjutnya dari Fazrulz21

Waah maafkan saya, saya memang tidak terlalu teliti dengan tulisannya, tapi saya akan mencoba memperbaikinya, dan arigato karena sudah mau mendukung saya.

Nina: Selanjutnya dari Igniel. Saikari dan Rahmatz

Awalnya Author-san tidak tau siapa itu Yui?, tapi setelah melihat keseluruhan cerita SAO, akhirnya Author-san mengambil kesimpulan bahwa aku berbeda dengan Yui, karena Yui itu makhluk immortal dalam game, sedangkan aku adalah seorang player karena aku masih punya HP dan punya tanda sebagai player, sedangkan Yui tidak diketahui asalnya.

Naruto: Selanjutnya dari Altadinata

Kalau masalah Update itu menunggu Author kita sedang mood atau tidak, tapi diusahakan secepatnya kok. Kalau tidak sibuk loh.

Author: Selanjutnya dari KyuunoAmaterasu

Ah maaf yang benar itu Madara, saya kemarin salah ketik jadi maafkan saya, disini OCnya untuk sementara hanya ada tiga, dan chapter ini semuannya memakai karakter dari Naruto, tentu saja kecuali Minako, dan terima kasih karena sudah mendukung saya melanjutkan cerita ini.

Minako: Selanjutnya dari Kuroki Kaze-san dan Leontujuhempat

Ini sudah lanjut, arigato karena sudah mau mendukung Author-san.

Naruto: Selanjutnya dari Dark Namikaze Ryu

Kalau soal Dungeon tentu saja nanti akan di buat oleh Author, tapi itu masih dirahasiakan, di chapter ini sudah dikasih contoh seperti apa Secret Mission tersebut, lalu kalau masalah Item juga sudah di contohkan di chapter ini, dan terima kasih karena sudah mendukung Author.

Author: Yang terakhir dari Rizqifa09151384

Banyak sekali ya angkanya, saya berterima kasih karena sudah mendukung saya melanjutkan cerita ini, dan semoga anda menyukai kelanjutannya.

Oh ya setelah sesi ini berakhir, saya akan mengupdate data jurus milik Naruto dan Minako.

Minako: Karena itu yang terakhir kita langsung tutup saja sesi jawab review ini.

Naruto: Untuk terakhir kalinya REVIEW PLEASE…!


Update Jurus Naruto:

-Fuuton: Rasengan

.

Update Jurus Minako:

-Kagebunshin Suriken No Jutsu

-Sensatsu Suishou


Next Chapter


"Aku tau dimana tempatnya."

"Benarkah?."

.

"Untuk sekali ini saja bagaimana kalau kalian bergabung dengan kami."

"Bagaimana menurutmu Naruto-kun?."


Ninja Art Online, Chapter 4: First Big Boss


"Mu-musang?."

"Aku ini bukan musang tapi Tanuki bodoh."

"E-eh dia bisa bicara?."