Flashback Chapter 4

"Suna no Tate." Ucap Gaara disaat peluru itu akan meluncur kearah kami, tiba-tiba munculah sebuah dinding yang terbuat dari pasir didepan kami. Tapi ternyata dinding itu tidak terlalu kuat untuk menahan serangan dari Sukaku dan mengakibatkan dinding itu hancur dan serangan Sukaku mengenai kami semua. Sebagian orang di kelompok kami mati karena serangan tersebut, sedangkan sisanya kehilangan setengah dari HP yang dimilikinya. Aku sendiri hanya memiliki sisa HP seperempat, sedangkan Minako sepertinya dia kehilangan setengah dari HPnya.


NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

NINJA ART ONLINE © SHERRYSAKURA99

INSPIRED by SWORD ART ONLINE

COVER © SHERRYSAKURA99


Warning: OC, Typo, OOC, jika ada kesalahan atau anda tidak mengerti dengan jalan ceritanya mohon dimaklumi, karena saya dalam tahap belajar.

Genre: Adventure, Friendship, Romance, Humor (mungkin, walau humornya agak garing)

Rate:T


Chapter 5: Shukaku


01/01/2031

-10th Floor, Wind State: Big Boss Room-

"Minako-chan kau tidak apa-apa?." Tanyaku pada Minako yang sekarang ini berada dibelakangku.

"Aku tidak apa-apa Naruto-kun, Eh Naruto-kun HPmu tinggal seperempat." Minako mendekatiku lalu meletakan tangannya diatas dadaku karena posisiku sekarang setengah tidur seraya berucap.

"Heal." Seketikah terdapat cahaya putih yang muncul dari tangannya dan HPku bertambah.

"Sejak kapan kau punya skill penyembuh?."

"Waktu itu aku menemukan lagi Secret Mission di lantai 5, dan hadiah dari misi itu adalah jurus ini, tapi jurus ini hanya bisa di pakai beberapa kali karena aku bukan ninja tipe medis, dan juga jurus ini lebih banyak menghabiskan SP sih." Minako berdiri lalu mengulurkan tangannya dan membantuku berdiri.

"Kita kehilangan banyak anggota, perkiraanku mungkin anggota kita hanya tinggal 20." Ucap Minako sambil memandang sekelilingnya.

Aku juga ikut memandang sekelilingku, ini benar-benar tidak bagus, jumlah kita sedikit dan belum ada yang berhasil mengurangi HP Big Boss ini. Sial apa yang harus aku lakukan. Tanpa sadar aku mengepalkan tanganku kuat-kuat.

"Na-naruto-kun, apa ki-kita akan berhasil?." Ucap Minako, terdengar dari suaranya dia cukup ketakutan. Aku mencoba menenangkannya dengan cara menggenggam tangannya kirinya, dan itu berhasil membuatnya sedikit tenang.

"Jangan takut, kita pasti bisa mengalahkannya." Ucapku memandang lurus kedepan dimana Shukaku sedang duduk dengan santainya sambil melihat kearah kami dengan tatapan meremehkan.

"Ha'i." jawab Minako, terlihat dia memasang seulas senyum diwajahnya.

"Bagaimana sekarang Gaara-san?, apa yang harus kita lakukan?." Tanyaku pada Gaara yang berdiri tidak jauh dari kami berdua.

"Aku tidak menyangka kalau, monster itu bisa mengeluarkan jurus seperti tadi, Minako apa kau sudah menemukan kelemahannya?."

"Belum, kosentrasiku buyar gara-gara serangan tadi, tapi kalian tidak sadar dari tadi dia tidak menyerang kita setelah serangan itu berakhir?."

"Maksudmu?." Tanyaku.

"Maksudku, jika dia bisa mengeluarkan jurus seperti itu, kenapa dia tidak menyerang kita langsung setelah jurus tadi di keluarkan, setidaknya 2 kali dia mengeluarkan jurus itu tanpa henti, dia bisa menghabisi kita semua sekaligus kan?."

"Benar juga, kenapa dia tidak melakukannya, malah berdiam diri seperti itu, apa jangan-jangan, Minako bisa kau lihat dengan kemampuan analisamu apa yang sedang dia lakukan?." Perintah Gaara yang langsung dijawab anggukan kepala dari Minako.

Minako mengaktifkan kemampuan analisanya dan melihat kearah Shukaku.

"Dia seperti sedang istirahat."

"Istirahat?."

"Seperti sedang mengumpulkan tenagannya."

"Mungkinkah mengeluarkan jurus seperti tadi menghabiskan banyak tenagannya?." Komentarku begitu mendengar jawaban dari Minako.

"Bisa jadi dan dia akan mengeluarkan jurus tadi ketikah tenagannya sudah terisi penuh, itulah kesempatan kita menyerangnya, Minako coba kau perkirakan kapan tenaganya terisi kembali?."

"Ha'i, hmm kira-kira 5 menit setelah dia mengeluarkan jurus itu."

"Kita tidak punya banyak waktu lagi, semuannya cepat serang monster itu dengan sisa tenaga kalian, dan Minako tetaplah mencari kelemahannya."

"Baik Gaara-san." Minako berjalan kebelakangku dan mulai mengaktifkan kemampuan analisannya, bersama dengan Hanabi dan juga Hiashi. Sedangkan aku dan yang lainnya mulai menyerang Shukaku yang terlihat kelelahan karena jurus tadi.

"Cih… sepertinya kalian mau memanfaatkan pengisian energiku untuk menyerangku ya, tapi percuma saja kalian tidak akan bisa mengalahkanku."

"Kita lihat saja." Ucapku lalu membuat segel tangan.

"Kagebunshin No Jutsu." Aku mengeluarkan 5 cloneku yang sudah siap dengan rasengan di tangan masing-masing.

"Rasengan." Ucap kami bersamaan dan mengarahkannya pada Shukaku.

"Heh aku bisa menghindarinya dengan mudah bocah."

"Jangan harap kau bisa kabur, Sabaku Sooso." Ucap Gaara, seketikah pasir disekitar Shukaku bergerak seolah-olah menghisapnya dan membuatnya tidak bisa bergerak bebas. Aku beserta kelima kloneku langsung menyerangnya dengan rasengan dan berhasil, serangan itu menguragi satu HPnya. Kamipun tidak menyia-yiakan kesempatan itu, sisa anggota kami mulai menyerangnya.

"Katon: Goukakyuu No Jutsu." Ucap beberapa orang dari tim kami yang memiliki elemen api.

Merekapun mengeluarkan api dari mulut mereka dan mengarah kearah Shukaku. Karena masih belum bisa bergerak, dia terkena jurus itu dan menghilangkan satu lagi HPnya.

"Serang terus, jangan beri dia kesempatan." Teriak Gaara memberi mereka semangat.

"Ck… kalian terlalu meremehkanku, kebetulan sekali tenagaku sudah terisi, terimalah ini, Fuuton: Mugen sajin daitoppa." Serangan angin muncul dari dalam mulutnya dan membuat kami semua terpental kebelakang begitu juga dengan Gaara. Karena serangan tadi 5 orang dari tim kami tewas didepan mataku sendiri.

"Sial, dia memang kuat, Minako-chan apa masih lama?." Tanyaku pada Minako yang tak jauh dari tempatku jatuh.

"Sedikit lagi Naruto-kun, dan aku mohon berhati-hatilah karena dia sudah selesai mengisi tenagannya, bisa saja dia menggunakan kembali jurus itu."

"Hahaha kau membaca pikiranku bocah, aku memang akan menggunakan jurus itu dan menghancurkan kalian semua, bersiaplah." Shukaku menghirup udara disekitarnya, memenuhi rongga mulutnya dengan udara tersebut.

"Gawat, kalian cepat menghindar sebisa kalian." Komando Gaara pada kami semua.

Aku berdiri dari jatuhku, dan mencoba menjauh dari serangan Shukaku. Tapi terlambat ketika aku ingin berlari Shukaku sudah mengeluarkan jurusnya.

"Fuuton: Renkuudan." Ucapnya dan keluarlah peluruh pasir dari dalam mulutnya.

Sial aku tidak bisa menghindar bagaimana ini, aku menutup mataku bersiap menerima serangan dari Shukaku. Tiba-tiba saja aku mendengar suara yang sangat familiyar bagiku dari arah belakang.

"Suiton: Suijinheki." Ya kira-kira seperti itulah yang aku dengar. Aku membuka mataku, hal yang pertama kali aku lihat adalah dinding yang terbuat dari air. Dan tiba-tiba saja badanku sudah ditarik menjauh dari dinding air itu. Serangan dari Shukaku tetap mengenai kami karena dinding air itu tidak melindungi kami semua, tapi anehnya kekuatan serangannya sedikit berkurang dari serangan pertama tadi. Aku melihat siapa yang telah menarikku, dan ternyata Minakolah yang telah menyelamatkanku.

"Mou, Naruto-kun kau membuatku panik, jangan lakukan itu lagi." Omelnya dengan wajah yang menunjukan kalau dia benar-benar cemas.

"Sumimasen Minako-chan, tapi arigato karena sudah menyelamatkanku."

"Tidak masalah kitakan partner." Ucapnya sambil tersenyum yang juga aku balas dengan senyuman diwajahku.

"Ne Naruto-kun, aku sudah tau kelemahannya."

"Benarkah?."

"Ya kelemahannya adalah elemen air, itu artinya kami yang memiliki elemen air harus menyerangnya."

"Tapi bagaimana?, tim ini hanya tinggal 12 orang termasuk kita."

"Naruto-kun pernah bilang kalau kita pasti bisa mengalahkannya kan?, karena itu kita tidak boleh menyerah."Aku tertegun dengan ucapan dari Minako, benar aku tidak boleh menyerah, sebelum HPku berubah jadi nol, aku tidak boleh menyerah.

"Kau benar Minako-chan, kita tidak boleh menyerah, Gaara-san apa kau mendengar percakapan kami?."

"Sangat jelas Naruto, baiklah kalian yang punya elemen air maju menyerang sedangkan sisanya ikut membantu."

"Ha'i." Jawab kami bersamaan.

*End Naruto Pov*


*Minako Pov*

Aku mengambil posisi tak terlalu jauh dari Shukaku dan membuat segel tangan.

"Suiton: Teppodama No Jutsu." Ucapku dan peluru-peluru air keluar dari dalam mulutku yang mengarah pada Shukaku. Shukaku menangkisnya dengan tangannya serta berlari kesana kemari menghindari seranganku.

"Sial, dia cepat juga, Gaara-san."

"Aku tau, Sabaku Soo-."

"Heh… aku tidak akan terjebak untuk kedua kalinya." Seketikah dari dalam tubuhnya keluar kabut pasir yang pernah dia keluarkan waktu pertama kali bertemu dengannya.

"Damn, aku tidak bisa melihatnya, Hanabi, Hiashi."

"Dia ada di-kyaa." Tiba-tiba saja tubuh Hanabi terpental kebelakang dan menghantam tembok dibelakangnya.

"Hanabi-aarrgghh." Tubuh Hiashi juga ikut terpental kesebelah kiri dan menghantam tembok.

"Hiashi-san, kurang ajar kau rasakan ini, Rasengan." Ucap Naruto lalu mengarahkan rasengan itu kearah depannya yang sayangnya hanya mengenai udara kosong didepannya.

"Cih… Minako-chan?." Teriak Naruto padaku.

"Dia ada di atasmu Naruto-kun, cepat pergi dari situ."

Terlambat Shukaku sudah turun dan menimpa Naruto yang berada dibawahnya. Aku membulatkan mataku dan menutup mulutku dengan kedua tanganku, berharap kalau kejadian ini hanya mimpi. Tiba-tiba saja terdengar suara tepat ditelinga kiriku, suara yang sangat familiyar bagiku.

"Yang tadi nyaris saja." Segera aku menoleh kebelakang dan mendapati Naruto berdiri dibelangkangku dengan wajah yang cukup kelelahan. Tanpa pikir panjang aku langsung memeluknya.

"Mou kau selalu membuatku cemas Naruto-kun."

"Mi-Minako-chan, su-sudahlah yang penting aku tidak apa-apakan?."

"Tapi bagaimana kau bisa menghindar." Tanyaku yang sekarang sudah melepas pelukanku pada Naruto.

"Tentu saja dengan jurus pengalihan tubuh."

"Jangan-jangan, yang ada dibawah Shukaku itu…"

"Yap, itu cuma dahan pohon."

"Heh… kau pintar juga bocah, tapi aku masih belum selesai." Ucap Shukaku, lagi-lagi dia mengeluarkan kabut pasir dari dalam tubuhnya.

"Naruto-kun aku akan menolong Hiashi dan Hanabi dulu."

"Aku mengerti, berhati-hatilah Minako-chan." Aku menganggukan kepalaku sebagai jawaban lalu berlari kearah Hanabi dan juga Hiashi.

"Apa kalian tidak apa-apa?." Tanyaku pada mereka berdua.

"Aku tidak apa-apa Minako-san, bagaimana dengan Hiashi-kun?."

"Aku juga tidak apa-apa kok." Jawab Hiashi yang telah berdiri dari posisi jatuhnya. Aku segera membantu Hanabi berdiri dan sedikit mengisi HPnya dengan skill penyembuhku.

"Arigato Minako-san." Ucap Hanabi.

"Iie daijoubu, panggil saja aku Minako, dan bolehkan aku memanggilmu Hana-chan?."

"Tentu saja, dan aku akan memanggilmu Mi-chan."

"Baiklah kalau begitu, Hana-chan tolong kau lacak dimana letak Sukaku sementara aku akan mencoba menyerangnya dengan elemen airku."

"Ha'i, berhati-hatilah Mi-chan."

"Tenang saja Hana-chan, dan Hiashi kau tolong lindungi Hana-chan ya?."

"Tanpa perlu kau minta juga aku pasti akan menjagannya."

"Bagus, mari kita mulai." Aku mulai berlari ketempat Naruto dan lainnya yang sedang menghadapi Shukaku, walau kebanyakan dari serangan mereka meleset karena tidak dapat melihat kedepan.

"Mi-chan, Sukaku berada depanmu arah jam 12." Teriak Hanabi padaku, segera aku membuat segel tangan dan mengeluarkan jurusku.

"Gufuu Suika No Jutsu." Ucapku dan muncullah pusaran air di tangan kananku. Jurus ini hampir mirip dengan rasengan mirip Naruto, hanya saja ini terbuat dari air. Aku segera mengarahkan kedepanku dan berhasil mengenai Shukaku sebelum dia kabur. Seranganku barusan mengurangi seperempat HPnya, ya lumayanlah daripada tidak mengenainnya sama sekali. Aku langsung melompat kebelakang sebelum Shukaku menyerangku dengan tangan kanannya.

"Kalian benar-benar merepotkan, padahal aku ingin cepat-cepat mengakhirinya." Shukaku kembali menghilang ditelan oleh kabut pasir yang berada disekitar kami.

"Mi-chan, dia ada di atas kalian." Segera aku melihat keatas dan mendapati Shukaku berdiri disana dengan seringai diwajahnya. Dia lalu melompat turun ditengah-tengah kami dan membuat tanah dibawahnya sempat bergetar. Kami langsung menyerangnya, aku melempar beberapa kunai yang sudah kuberi kertas peledak begitu juga dengan Naruto yang berada disebelahku. Ledakan terjadi disekitarnya dan aku sempat melihat HPnya berkurang sedikit.

Setelah asap dari ledakan itu menghilang, Shukakupun juga ikut menghilang, tapi aku masih bisa merasakannya disekitar sini.

"Mi-chan dia ada dibelakangmu." Teriak Hanabi panik. Aku melihat kebelakang, dan disana Shukaku sudah siap dengan jurus yang akan keluar dari mulutnya.

"Fuuton: Renkuudan." Ucapnya lalu mengeluarkan peluru angin dari mulutnya.

Gawat aku tidak bisa lari karena dia tepat berada di belakangku, ah benar juga jurus pengalihan tubuh, ta-tapi ini terlalu mendadak dan aku tidak punya kesempatan.

"MI-CHAN/MINAKO." Teriak Hanabi dan Gaara bersamaan, aku yang tidak tau harus apa hanya bisa diam terpaku. Takut itulah pertamakali yang aku rasakan, a-aku tidak ingin mati disini. Tiba-tiba saja aku merasakan ada yang menarikku dan menjauhkanku dari serangan Shukaku.

"Kau masih bisa mendengarku Minako-chan, aku tidak akan membiarkanmu mati ingat itu, jadi jangan menyerah." Ucap Naruto padaku, ya Narutolah yang telah menarikku menjauh dari serangan Shukaku hingga tidak mengenaiku. Iie tetap kena kok hanya saja tidak fatal karena jarakku sudah jauh dari Shukaku. Dan serangan itu menghilangkan seperempat HPku, ah jika seperempat HPku hilang lagi aku akan mati.

"Kau tidak apa-apa Minako-chan?." Tanya Naruto, ada nada cemas dari pertanyaannya tersebut.

"Aku tidak apa-apa kok Naruto-kun, arigato karena sudah mau menolongku."

"Kita partner, kau sendiri kan yang bilang begitu." Aku tersenyum mendengar jawaban dari Naruto dan dibalas senyuman olehnya.

"Mi-chan kau tidak apa-apa?." Teriak Hanabi.

"Aku tidak apa-apa kok Hana-chan, bagaimana denganmu?."

"Aku baik-baik saja kok."

"Bagaimana sekarang Gaara-san?."

"Entahlah Naruto apa kau punya ide?."

"Aku benar-benar bingung." Teriak Naruto frustasi. Aku terdiam sejenak, aku rasa kemarin selain skill penyembuh aku juga dapat satu jurus baru, kalau tidak salah.

"Naruto-kun sebenarnya kemarin aku juga dapat jurus baru."

"Eh jurus apa Minako-chan?."

"Namanya kalau tidak salah Suiryudan No Jutsu."

"Naga air?, bagaimana kalau kau coba saja?."

"Tapi jurus itu menghabiskan setengah SPku, dan kalau aku lakukan, aku hanya bisa menggunakan dua kali."

"Souka, kalau begitu terserah kau mau menggunakannya atau-."

"Aku akan menggunakannya Naruto-kun."

"Tapi kau bilang hanya bisa menggunakan dua kali kan?."

"Karena itu aku akan menggunakan sebaik-baiknya."

"Kalau begitu aku percayakan padamu Minako-chan."

"Ha'i." Jawabku sambil tersenyum lalu mengambil pil penambah SP dari storage milikku dan memakannya.

"Lebih baik kita menyerang Shukaku sebelum dia menggunakan jurus mematikan itu lagi."

"Aku mengerti, Hana-chan."

"Ha'i, dia sekarang sedang berhadapan dengan Gaara-san."

"Arigato Hana-chan, ayo Naruto-kun kita kalahkan Sukaku."

"Dengan senang hati." Naruto segera mengambil suriken dari tas kecil dipinggangnya. Kami berlari kearah Shukaku dan Naruto melempar shuriken yang telah dialiri elemen angin seraya berucap.

"Kagebunshin Shuriken No Jutsu." Seketikah ribuan shuriken muncul dan mulai menyerang Shukaku. Shukaku mencoba menghindar dari serangan Naruto tapi dengan cepat Gaara membuat segel tangan.

"Jangan harap kau bisa kabur, Sabaku Sooso." Pasir disekitar Shukaku mulai menghisapnya, membuatnya tak bisa bergerak bebas, dan itu membuat shuriken yang dilempar Naruto mengenai Shukaku. Aku juga tidak tinggal diam, segera aku membuat segel tangan seraya berucap.

"Suiryudan No Jutsu." Seekor Naga berukuran sedang muncul dibelakangku lalu menyerang Sukaku dan menghilangkan satu HP milik Sukaku. Bagus tinggal satu setengah HP lagi kita bisa mengalahkannya.

"Bagus Minako-chan kau berhasil." Puji Naruto padaku.

"Kita tidak bisa senang dulu Naruto-kun, masih ada 1 ½ HP lagi sebelum kita benar-benar menang."

"Kau benar Minako-chan, ayo kita serang lagi."

"Ha'i."

"Ne aku punya ide bagaimana kalau kita menggabungkan dua jurusmu dengan rasengan milikku."

"Dua jurus?, maksudmu?."

"Jurus bola air dan juga naga air milikmu."

"Memangnya bisa?."

"Kita coba saja."

"Tapi kita harus bisa mencari kesempatan, lagipula jurus naga air itu bisa aku gunakan satu kali lagi."

"Kalau begitu gunakan disaat-saat terakhir."

"Aku mengerti Naruto-kun."

"Ayo kita mulai Minako-chan." Naruto segera membuat segel tangan begitu juga denganku dan mulai mengeluarkan rasengan di tangannya, sedangakan aku mengeluarkan pusaran air di tangan kananku.

"Rasengan/Gufuu Suika No Jutsu." Ucap kami berdua bersamaan, kamipun menggabungkan kedua jurus itu. Pergabungan dari kedua jurus kami menghasilkan sebuah pusaran air yang cukup besar karena ditambah dengan rasengan milik Naruto.

"Hyaaa." Kami berlari kearah Shukaku yang masih tidak bisa bergerak, dan menghantamkan pusaran air tersebut ketubuhnya. Terjadi ledakan yang cukup besar dan membuat pasir berterbangan disekitar kami.

"Berhasilkah?." Gumanku. Asap dari ledakan itu mulai menipis dan tampaklah Shukaku dengan wajah yang sudah sangat kesal dan terlihat tinggal satu kotak HP lagi yang tersisa.

"Kalian tidak akan ku maafkan rasakan ini." Shukaku menyerang kami berdua dengan tangan kanannya. Kami segera melompat kebelakang menghindari serangannya. Tiba-tiba saja dia dapat bergerak dari pasir hisap yang dibuat oleh Gaara, dan melompat kearah kami. Karena aku yang paling dekat dengannya, dia menyerangku dengan kuku-kukunya yang tajam. Melihat hal itu aku langsung mengambil katana di pinggangku dan menangkis serangannya dengan katana yang sudah di aliri oleh cakra airku. Aku melompat keatas dan dibelakangku sudah ada pengguna elemen api yang sudah siap dengan jurusnya masing-masing.

"Katon: Endan." Peluru-peluru api mulai bergerak menuju Shukaku, tapi dapat ditangkis oleh Shukaku dengan tangan kanannya. Shukaku sepertinya mulai mengamuk, terlihat dia langsung menyerang dengan membabi buta dan tidak membiarkan kami istirahat. Dia semakin mendekat kearah Hanabi dan Hiashi yang berada di belakang kami.

"Sial, Hanabi cepat berlindung di belakangku." Perintah Hiashi pada Hanabi yang langsung dituruti olehnya. Shukaku menyerang Hiashi dari kanan dengan tangannya, segera Hiashi membuat segel tangan dan memunculkan dinding yang terbuat dari tanah tapi tidak berhasil menahannya, akibatnya Hiashi terkena serangan itu dan terpental sampai menabrak dinding dibelakangnya.

"Hiashi-kun." Teriak Hanabi begitu melihat Hiashi jatuh ketanah. Shukaku tidak tinggal diam, diapun mulai mengarahkan cakarnya ke Hanabi.

"Hana-chan awas." Aku langsung berlari kearah Hanabi dan menahan serangan Shukaku dengan katana yang masih dialiri dengan cakra airku. Hanabi yang tadi sempat menutup matanya kini telah membuka matanya dan melihat kearahku.

"Mi-chan arigato." Ucapnya begitu tau kalau aku yang menyelamatkannya.

"Aku masih belum selesai bocah." Tiba-tiba saja dia menggunakan tangan Kirinya untuk menusukku dengan kuku-kukunya yang tajam itu. Ketikah dia akan menusukku, Hanabi yang berada dibelakangku langsung melindungiku dengan tubuhnya, hingga akhirnya dialah yang tertusuk. Aku melebarkan mataku melihat Hanabi yang telah menolongku.

"Ha-hana-chan?."

"Mi-chan, menangkan pertarungan ini ya, aku percaya kau pasti bisa melakukannya, dan arigato karena kau orang pertama yang memanggilku Hana-chan."

"Ha-hanabi?."

"Hiashi-kun, arigato karena selama ini telah melindungiku, walau terlambat aku ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu." Seketikah tubuh Hanabi menjadi kepingan-kepingan hologram dan menghilang dari hadapanku.

"Hana-chan, HANA-CHAN." Teriakku histeris disertai isak tangis yang keluar dari mulutku.

"Berikutnya kau bocah." Shukaku mengarahkan tangan kirinya kepadaku, yang segara aku hadang dengan katana yang sempat lepas dari tanganku.

"Aku-aku tidak akan mati, aku berjanji pada Hana-chan akan mengakhiri semua ini." Teriakku, aku melompat keatas dan mengarahkan katanaku kearah Shukaku dan menebasnya dengan membabi buta. Shukaku tidak tinggal diam, dia juga mulai menyerangku dengan tangannya. HPku semakin lama semakin berkurang begitu juga dengan Shukaku, tapi berkurangnya HPku lebih cepat, mungkin perbedaan kekuatan kami terlalu besar hingga membuat HPku lebih cepat berkurang dan juga aku tidak bisa berpikir jernih ketikah menyerangnya hingga aku sama sekali tidak menggunakan skill ninjaku.

"Akan ku akhiri bocah, Fuuton: Mugen sajin daitoppa." Ucap Shukaku dan mengarahkan angin itu padaku. Dengan cepat Naruto menarikku kedalam pelukannya dan menjauhkanku dari Sukaku.

"Minako-chan apa kau bodoh, menghadapi Shukaku sendirian?." Omel Naruto begitu kami menjauh dari Sukaku.

"Ta-tapi."

"Aku tau kau marah tapi cobalah berpikir jernih, jangan sampai kau sia-siakan pengorbanan Hanabi." Aku tertegun mendengar ucapan Naruto dan mencoba memikirkan baik-baik perkataannya. Benar aku tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan Hanabi, aku harus berpikir jernih untuk mengalahkannya. Aku mulai menghapus air mata yang sudah keluar sejak tadi dari kedua mataku.

"Aku mengerti Naruto-kun, gomene karena aku tadi sedikit emosi."

"Syukurlah kalau kau sudah mengerti."

"Baiklah ayo kita gunakan kombinasi serangan kita yang kedua sebelum serangan mematikan itu datang lagi."

"Wakatta." Jawab Naruto yang sekarang sudah membuat segel tangan.

*End Minako Pov*


*Naruto Pov*

Aku mulai membuat segel tangan begitu juga dengan Minako. Seperti dugaan kami Shukaku sudah siap dengan jurus mematikannya.

"Gaara-san aku butuh pasir hisapmu." Pintaku pada Gaara yang masih menghadapi Shukaku bersama anggota yang lain.

"Aku mengerti jangan kecewakan aku Naruto, Minako, Sabaku Sooso." Seketikah pasir disekitar Sukaku mulai menghambat pergerakannya.

"Tenang saja ayo kita mulai Minako."

"Ha'i, Suiryudan No Jutsu." Ucap Minako dan keluarlah Naga air berukuran sedang di belakangnya. Dengan cepat aku mengeluarkan rasengan dan menggabungkannya dengan Naga air milik Minako. Naga yang semula berukuran sedang sekarang menjadi lebih besar, bahkan seukuran dengan Shukaku. Aku langsung mengarahkannya kearah Shukaku yang kini telah mengeluarkan jurus mematikan itu.

"Fuuton: Renkuudan."

"Rasakan ini, Kyosuiryudan No Jutsu." Teriakku. Naga itu meluncur kearah Shukaku, dan menghancurkan peluru pasir miliknya. Setelah menghancurkan jurus peluru pasir itu, Naga itu menyerang Shukaku dan membuatnya hancur menjadi keping-kepingan digital. Terdapat tulisan yang muncul setelah Shukaku menghilang.

Congratulations

Kau mendapatkan Jug OfSand


To Be Continue


Akhirnya chapter 5 update. Semoga saja tidak ada yang kecewa dengan chapter ini. Ok saya akan membuka sesi jawab Review.

(JENG…JENG…JENG…JENG) *Sound effect*

Readerr, Hn, Igniel. Saikari, dan Altadinata: Saya memang berencana seperti itu, ups saya malah buka kartu nih, tapi gak apa-apa deh, terima kasih sudah mau mereview.

Fizan Shikato: Entah saya tidak kepikiran nulis seperti itu, hehehe gomenasai, semoga chapter ini tidak mengecewakan.

Kuzuri Reiketsu: Untuk hal itu sudah terjawab di chapter ini, dan siapa yang mendapatkannya, mungkin akan terjawab di chapter mendatang.

Arc-kun: Kalau kesamaan cerita, saya juga tidak tau, karena cerita ini murni dari hasil perasan otak dan imajinasi liar saya, lalu soal Rasenshuriken tentu saja Naruto akan punya jurus itu, tapi tidak sekarang, dan ya waktu didunia game dan dunia nyata sama.

Xiaooo: Arigato semoga chapter ini tidak mengecewakan.

Kuroki Kaze-san: Kalau itu sudah terjawab dichapter ini.

Dark Namikaze Ryu: Tentu saja saya akan mencoba untuk membuat game ini cukup sulit dilewati, tapi jujur saya kurang bisa bikin cerita yang Hurt, tapi kalau mystery atau romance saya mungkin masih bisa sih, tapi saya akan usahakan biar feelnya dapet #halah bicara apa sih#, hehehe arigato atas sarannya dan semoga chapter ini tidak mengecewakan.

Agung. F. Yanto: Ini udah lanjut kok, semoga tidak mengecewakan ya.

Rizqifa09151384: Hahaha maafkan saya, karena sudah bikin anda penasaran, untuk hewan kuchiyose saya memang akan memasukannya, tapi tidak sekarang.

Arigato bagi yang sudah memfollow atau memfavoritkan cerita saya, saya juga menerima kritik dan saran, tapi keritiknya jangan yang pedas-pedas ya, karena saya tidak punya penawarnya, hehehe.

Special thanks to my big brother, yang telah memberi saya saran dan masukan untuk cerita ini :D.

REVIEW Please…!


Next Chapter


"Aku akan mengajarimu cara memasak dan memberimu resepnya juga, tapi kau harus mencari sendiri bahan-bahan yang ada didaftar ini."

"Eh… benarkah?."

.

"Serahkan semua barangmu gadis manis."

"Hei, lepaskan dia."

.

"Siapa namamu?."

"Na-namaku Hinata."


Ninja Art Online, Chapter 6: Lesson


"Masakanmu masih buruk, coba ulangi lagi dari awal."

"Hee, ini sudah yang kesepuluh kalinnya, kau menyuruhku mengulang masakanku."