NARUTO SARUTOBI PUTRA SANG HOKAGE
Chapter 2 : Keluarga Baru dan Pertemuan
Author Notes :
Terima kasih kepada semua pereview untuk reviewnya. Juga terima kasih kepada semua pembaca yang menempatkan saya atau cerita ini untuk favorit mereka, dan juga semua yang mengikuti cerita ini.
Dalam fanfiction ini Naruto akan godlike atau super power dengan beberapa kekei genkai. Dan pairingnya sekarang belum ada dengan rating M biar aman.
Fanfiction ini di inspirasi oleh beberapa fanfiction yang menjadi favorit saya jadi mungkin ada kemiripan.
Disclaimer : Naruto adalah milik Masashi Kishimoto, saya hanya meminjam karakternya saja.
"Putra Sang Hokage" : Orang berkata
'Putra Sang Hokage' : Orang berpikir
"Putra Sang Hokage" : Dewa atau Summon berkata
'Putra Sang Hokage' : Dewa atau Summon berpikir
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxx Kediaman Sarutobi xxx
Pagi tiba sangat cepat bagi Naruto Sarutobi, si pemuda pirang telah bangun sebelum anggota keluarga yang lain terbangun. Naruto ingin melakukan sesuatu bagi keluarga barunya ini, sehingga tidak heran jika setelah cuci muka dan menyegarkan diri dia mulai sibuk di ruang dapur.
Ingat perkenalannya dengan Asuka Sarutobi gadis kecil yang berusia sekitar empat tahun dan Asira Sarutobi yang berusia sekitar dua tahun membuat Naruto tersenyum. Tadi malam kedua Sarutobi kecil itu sangat senang dengan kehadiran seorang kakak. Bahkan tadi malam mereka bagaikan gula dengan semut selalu berada di dekat sang kakak, bahkan mereka sampai tertidur dikamar Naruto.
"Tidak kusangka kau juga pandai memasak, Naruto-kun" terdengar suara Biwako yang melangkah memasuki dapur dan melihat putranya sedang bekerja dengan sangat lincah seolah koki profesional.
"Hanya sekedar hobi saja, Ka-san" jawab Naruto sambil menyelesaikan masakannya yang terakhir dan menatanya di meja ruang makan yang berada disebelah dapur. Saat itulah Hiruzen memasuki ruang makan dan melihat semua masakan itu, lalu sang Hokage berkata "Apa kau masak semua ini untuk merayakan kedatangan Naruto-kun, Biwako-chan?"
"Bukan aku tapi Naruto-kun yang memasak semua ini, Hiruzen-kun" jawab sang istri tersenyum bangga dengan kemampuan putra barunya ini.
"Horee.. Aniki yang masak!" terdengar teriakan si kecil Asira berlari masuk ruang makan. "Wah.. Aniki hebat, pasti enak!" terdengar ucapan gadis kecil berambut coklat dibelakang Asuma. Kedua Sarutobi kecil ini langsung menyapa sang kakak "Selamat pagi, Aniki" sambil memeluk kaki Naruto.
'Wah gawat sepertinya Naruto-kun telah mengambil perhatian semuanya, bahkan aku diabaikan mereka hihihi.. Tapi aku agak kasihan padanya, rencana apa saja ya yang telah dibuat Biwako-chan. Pasti sudah sampai ke perjodohan segala' pikir sang Hokage ketika melihat sang istri begitu memperhatikan Naruto dan kedua anaknya yang masih kecil langsung menyapa kakak mereka, bukan dia sang ayah.
"Selamat pagi, Tou-san" sapa Naruto kepada sang ayah sambil tersenyum ketika kedua adiknya mulai menariknya ke meja makan.
Begitulah interaksi keluarga paling bahagia di Konoha ini. Selama sarapan itu kedua Sarutobi kecil tak henti-hentinya bertanya ini dan itu kepada Naruto, sehingga membuat Hiruzen dan istrinya menertawakannya. Bahkan mereka merengek untuk ditemani jalan-jalan oleh sang kakak, mereka sepertinya tidak mau menerima alasan kalau Naruto akan ikut pertemuan dewan desa yang menurut perkiraan Hiruzen dan Naruto pasti akan segera diadakan.
Akhirnya semua senang ketika Biwako mengatakan akan ikut dengan Naruto menemani Asuka dan Asira jalan-jalan, sehingga jika memang ada pertemuan itu Naruto bisa langsung pergi. Memperhatikan keluarganya, khususnya putra barunya ini Biwako jadi sibuk dengan pikirannya sendiri 'Para istri ketua klan itu selalu bicara membanggakan anak-anak mereka, lihat saja ketika mereka mengetahui tentang putraku dan melihat kehebatannya kukuku..'.
xxx Jalanan Konoha xxx
Kabar tentang kedatangan putra sang Hokage sepertinya telah menyebar dan diketahui hampir semua penduduk desa. Buktinya ketika sang Sandaime berjalan menuju menara Hokage tempat kantornya berada, semua orang memperhatikannya seolah-olah ingin mencari kebenaran kabar itu dari ekspresi sang pimpinan desa. Banyak orang yang berpikir mungkin kabar itu benar ketika melihat senyuman gembira diwajah sang Hokage.
Sepanjang perjalanan santai menuju kantornya, banyak orang yang menyapa dan mengharap kebaikan untuk sang Hokage karena selama ini sang Sandaime terlihat agak tertekan, mungkin oleh beban pekerjaannya.
xxx Gedung Hokage / Kantor xxx
Begitu pimpinan Konoha ini sampai di gedung Hokage, tampak semua petugas sudah datang, bahkan para anggota dewan desa sudah mulai berkumpul disana. Tanpa merasa bersalah sang Hokage memasuki bangunan oranye itu dan langsung menuju ruangan kantornya untuk mulai bekerja.
Ketika Hiruzen sedang berhenti sejenak dari pekerjaanya dan menikmati menghisap pipanya, saat itulah kedua teman satu timnya datang menghadap. Mereka berdua adalah Homura Mitokado dan Koharu Utatane yang sekarang juga menjadi penasehat sang Hokage.
"Ada apa, Homura, Koharu?" tanya sang Hokage walaupun sebenarnya dia sudah bisa menebak keperluan kedua temannya ini.
"Seluruh anggota dewan dan pengurus desa telah berkumpul untuk mengadakan pertemuan, Hokage-sama. Jadi kami harap anda bisa ikut hadir" jawab Homura menjelaskan tujuan kedatangan mereka.
"Baiklah. Aku akan segera kesana, Homura" jawab sang Hokage setelah menghisap pipa kemudian menghembuskan asap dari mulutnya.
"Kalau begitu kami duluan kesana. Jangan terlalu lama, Hokage-sama" ucap Koharu. Kemudian dia dan Homura segera meninggalkan ruangan kantor Hokage itu. 'Dasar Hiruzen dia masih pura-pura juga' pikir kedua orang ini keasal.
xxx Gedung Hokage / Pertemuan xxx
Saat sang Sandaime Hokage memasuki ruangan pertemuan dia melihat telah hadir kedua teman satu timnya Homura dan Koharu serta saingan abadinya Shimura Danzo, para anggota dewan ninja yang terdiri dari para ketua klan, komandan tiap divisi ninja termasuk ketiga murid sang Hokage, bahkan para dewan sipil yang terdiri dari para pengusaha yang biasanya jarang datang kini juga hadir.
Melihat kehadiran mereka semua membuat Hiruzen menyeringai dan berkata "Rupanya sekarang tingkat kehadiran sudah meningkat seratus persen ya..", perkataan itu membuat semua dewan sipil tertunduk malu sedangkan anggota dewan ninja dan para komandan divisi ninja tersenyum.
Begitu sang Hokage telah duduk di antara kedua penasehat yang juga adalah temannya dia kembali berkata "Baiklah kalau semuanya sudah hadir, pertemuan ini dimulai" berhenti sejenak untuk memperhatikan semua yang hadir. "Tapi sebenarnya apa yang akan kita bahas dalam pertemuan ini? Karena pertemuan rutin kita baru beberapa hari yang lalu dan tidak ada keadaan darurat yang baru terjadi" ucap sang Hokage seperti tanpa dosa saja.
Mendengar perkataan sang Hokage, semua yang hadir jadi saling pandang satu dengan yang lainnya. Saat semua orang menatap kedua penasehat sang Hokage, dengan menarik napas panjang Koharu lalu berkata "Sudahlah jangan pura-pura lagi, Hiruzen. Kau tahu pertemuan ini akan membahas tentang apa?"
"Benar kau pasti sudah tahu. Semua ingin tahu tentang putramu Naruto-kun, Hokage-sama" tambah Homura kesal dengan kepura-puraan temannya ini yang menurutnya sangat konyol itu.
Mendengar perkataan rekan-rekannya dan melihat raut muka dongkol mereka semua yang menurut sang Hokage merupakan hal yang sangat langka. "Oo ini tentang Naruto-kun rupanya. Baiklah, ANBU cari Naruto-kun dan minta dia kemari" perintah Hiruzen dalam mode Hokagenya.
xxx Taman Konoha xxx
Walaupun hari sudah mulai beranjak siang, taman Taman Konoha masih tetap ramai pengunjungnya. Dengan kondisinya yang indah dan memiliki sarana permainan tak salah jika mereka yang berada disini sangat bergembira.
Disinilah Naruto dan sang ibu menemani kedua adiknya bermain. Biwako sendiri tampak sedang mengobrol dengan dua orang wanita. jika diperhatikan salah satu wanita ini sepertinya berasal dari klan Hyuga terlihat dari matanya yang putih Byakugan, sedangkan wanita satunya tidak bisa diterka dari klan mana.
Naruto sendiri tampak duduk di kursi taman sambil mengawasi kedua adiknya yang bermain pasir dengan beberapa anak lainnya, sesekali penduduk yang lewat didepannya menyapa sang pemuda yang dibalasnya dengan ramah.
Naruto sendiri hanya tersenyum mengingat sepanjang perjalanan ketaman ini tadi. Semua orang yang melihatnya berjalan bersama istri sang Hokage tersenyum dan menyapa mereka lalu bertanya siapa dia kepada sang ibu.
"Ada apa, ANBU-san" ucap Naruto begitu merasakan kehadiran ninja ini, suatu keuntungan menjadi jinchuriki Juubi adalah mampu merasakan dan membedakan cakra seperti sensor mode sennin.
"Anda dipanggil menghadiri pertemuan di Gedung Hokage, Naruto-sama" jawab ninja ANBU itu yang sedikit terkejut dengan kepekaan Naruto terhadap kehadirannya, walaupun ekspresinya tidak terlihat karena topeng harimau ysng dikenakannya.
"Jadi sudah dimulai rupanya" gumam Naruto cukup keras sehingga terdengar oleh sang ANBU. "Baiklah, aku akan segera kesana" jawab Naruto sambil berdiri dan mendekati ibunya, sedangkan sang ANBU segera menghilang dari tempatnya.
"Maaf, Minna-san" ucap Naruto menyela obrolan sang ibu dengan kedua temannya itu. Setelah sang ibu menoleh, dia berkata lagi "Aku dipanggil menghadiri pertemuan itu sekarang, Ka-san"
"Baiklah, Naruto-kun. Biar ibu yang menemani kedua adikmu" jawab Biwako. Setelah mendengar perkataan ibunya Naruto melangkah menuju Gedung Hokage, meninggalkan ketiga perempuan itu.
Naruto yang memang baru dengan desa Konoha yang sekarang memilih berjalan kaki menuju Gedung Hokage sekaligus mengenal kembali desa ini pikirnya.
Sepanjang perjalanan itu orang-orang yang belum tahu siapa dia memandangnya heran dan ada yang malah berbisik-bisik satu sama lain. Sedangkan ada juga yang menyapanya setelah melihatnya bersama keluarga sang Hokage dan menyimpulkan siapa Naruto.
xxx Gedung Hokage / Pertemuan xxx
Setelah cukup lama dan kesal menunggu akhirnya para peserta pertemuan mendengar ketukan di pintu ruang pertemuan itu. Setelah dibukakan pintu dan dipersilakan masuk ternyata benar dia adalah Naruto Sarutobi.
"Apa yang membuatmu begitu lama, Naruto-kun" tanya sang Hokage begitu putranya itu telah duduk di tempat yang telah di sediakan.
"Maaf, Minna-san. Aku kesini jalan kaki, Tou-san" jawab Naruto apa adanya tanpa merasa bersalah telah membuat semua orang menunggu cukup lama.
"Mengapa kau tidak menggunakan shunshin no jutsu. Tidak mungkin kau tidak tahu atau tidak bisa ninjutsu kan, Naruto-kun?" tanya Homura heran dengan jawaban si Sarutobi muda tadi.
"Bisa juga sih. Tapi itu agak merepotkan, Homura Oji-san" jawab Naruto yang membuat Shikato Nara mengangkat kepalanya dari meja sedangkan peserta pertemuan lainnya memandang ketua klan Nara itu dengan pandangan aneh dan rasa kesal yang mendadak muncul.
"Karena Naruto-kun sudah ada di sini. Jadi apa yang ingin kalian ketahui?" tanya Hiruzen yang masih tersenyum, senang melihat Naruto berhasil membuat para peserta pertemuan kesal. Biasanya sang Hokage yang dibuat kesal oleh tingkah dan tuntutan mereka.
Melihat semua hanya terdiam. Sakumo Hatake yang merupakan komandan jonin segera berkata "Bagaimana kalau memperkenalkan dia terlebih dulu dan dimana dia berada selama ini, Hokage-sama"
"Baiklah. Ini adalah Naruto Sarutobi putra pertamaku, dia berusia sembilan belas tahun. Dan dia baru saja datang dari Tori no Kuni" jawab sang Hokage mulai menerangkan siapa Naruto sesuai rencana yang mereka buat ketika Naruto baru tiba tadi malam.
Kini semua orang memandang Naruto yang berdiri dengan tinggi 6 kaki 2 inchi, rambut pirang panjang sebahu dengan sebagian mengapit wajahnya, mengenakan hitai-ate Konohagakure di dahinya. Sekarang dia mengenakan kaos lengan panjang hitam dibawah rompi jonin hijaunya, dan memakai celana panjang. Diatas pakaian ini dia mengenakan jubah putih dengan motif api ditepian bawah, di punggungnya tergambar lambang Sarutobi klan. Tangannya mengenakan sarung tangan tanpa jari dengan plat metal juga memakai sepatu boot ninja warna hitam.
Tiba-tiba terdengar teriakan Koharu "Cukup, Hiruzen. Bagaimaina mungkin kau merahasiakan hal besar semacam ini dari kami, temanmu sendiri!". Rupanya teman satu tim Hiruzen ini sudah tidak bisa menahan diri lagi rasa kecewanya terhadap teman lamanya yang sudah seperti saudara baginya.
"Benar Sensei, apakah selama ini Sensei sama sekali tidak mempercayai kami?" tanya Tsunade yang sejak tadi malam merasa sedih karena merasa sang guru tidak mempercayai dia dan kedua temannya satu timnya.
"Tenanglah, Koharu, Tsunade-chan" ucap sang Hokage dan setelah kedua orang ini bisa menguasai diri, sang Hokage melanjutkan ucapannya "Kalian pikir ini semua kemauanku dan Biwako-chan. Ini semua atas perintah Shodaime dan Nidaime Hokage"
Semua peserta rapat menarik napas. 'Pantas saja atas perintah Shodaime Hokage, Nidaime Hokage dikenal sebagai ahli strategi terbaik. Jika dia yang telah menyembunyikan anak ini, tidak akan ada yang bisa mengetahuinya. Bahkan dia sendiri tak akan bisa' pikir Danzo.
"Atas perintah Sensei?" tanya Homura merasa heran dengan jawaban sang Sandaime Hokage.
"Biwako melahirkan pada waktu perang yang lalu. Kalian tahu waktu itu aku berperang di garis depan dan jadi target utama musuh. Jika mereka tahu aku memiliki seorang putra kalian pasti tahu sendiri akibatnya. Jadi atas usulan Tobirama-sensei maka Hashirama-sensei memutuskan agar putraku dilahirkan dan dibesarkan jauh dari Konoha untuk keselamatannya, di tempat Biwako-chan berasal dan pulang jika telah dilatih dengan baik dan siap bergabung dengan Konoha. Sebenarnya kami sebagai orang tua tidak senang, bahkan Biwako-chan sampai protes keras, Tapi pada akhirnya kami pasrah karena resikonya terlalu besar" ucap Hiruzen dengan wajah sedih, sedangkan Naruto dalam hatinya kagum dengan akting sang ayah.
Mendengar ucapan pimpinan mereka membuat semua yang hadir tertunduk malu dan ikut sedih. Mereka merasa kasihan dengan sang Hokage dan istrinya yang harus terpisah dari putra pertama mereka untuk kepentingan desa. Sedangkan sang Hokage hanya tertawa dalam hati.
"Jadi, seberapa kuat dia sekarang? Jika dia sudah pulang dan sudah memakai hitai-ate desa kita berarti dia sudah siap bergabung dan menjadi ninja Konoha kan?" tanya Danzo ingin tahu hal yang paling penting dan ingin diketahui semua orang. Hal ini membuat semua orang memasang perhatian.
"Aku tidak tahu pasti, karena selama ini dia belum pernah bertarung dengan lawan yang seimbang. Yang jelas aku sendiri merasa kesulitan menghadapinya, jika dia sudah serius" jawab sang Sandaime membuat semua yang hadir terbengong dengan mulut terbuka.
Semua ketua klan dengan kekei genkai yang menganggap klan mereka yang terkuat merutuk. Bagaimana mungkin anggota klan biasa seperti Sarutobi bisa sekuat itu. Danzo sendiri menggeram dalam hati, dengan adanya Hiruzen saja dia sudah sulit untuk menguasai desa, bagaimana jika anak ini benar-benar sehebat itu. Sedangkan para pimpinan divisi ninja merasa senang sebab akan mempunyai rekan yang kuat.
Berhasil menguasai rasa terkejutnya, Koharu segera berkata "Aku tidak mengatakan kau berbohong, Hiruzen. Tapi pengakuanmu ini sulit untuk bisa dipercaya"
Melihat sang Hokage hanya diam, Sakumo berkata "Tapi jika ucapan Sandaime memang benar, bayangkan apa akibatnya pada perang ini. Kurasa itu sebabnya kau menyuruhnya pulang sekarang, Hokage-sama?" sambil si Shiroi Kiba ini memandangi sang pimpinan.
Hiruzen mengangguk dan berkata "Benar, Sakumo-san. Lagipula Biwako-chan pasti akan membunuhku jika menunda kepulangannya lebih lama lagi"
"Kita harus menguji kemampuanya sebelum menentukan tingkat dan kedudukannya di pasukan kita, Hokage-sama!" terdengar ucapan Kagami Uchiha, ketua klan Uchiha yang juga adalah sahabat Hiruzen. Semua peserta pertemuan mengagguk setuju dengan usulan ini.
"Saya setuju" jawab Hiruzen Sarutobi membuat semua yang hadir terkejut, tadinya mereka berpikir sang Sandaime Hokage akan menolak karena ini menyangkut putranya sendiri.
"Benarkah kau setuju, Hokage-sama?" tanya Koharu belum yakin dengan kata-kata teman lamanya ini.
"Tentu saja, bukankah itu biasa. Kita selalu melakukan pengujian saat kita menerima shinobi baru yang bukan dari akademi kita" jelas Hiruzen. "Lagi pula aku yakin Naruto-kun bisa mengatasi apapun ujian yang akan diberikan padanya" sambung sang Hokage sambil tersenyum bangga.
Setelah semua yang hadir hanya diam, Hiruzen kemudian bertanya kepada Naruto "Bagaimana menurutmu, Naruto-kun?"
"Baiklah, Tou-san. Walaupun ini agak merepotkan tapi sebaiknya pilih baik-baik siapa yang akan menjadi lawanku kalau kalian berharap untuk melihat kemampuanku yang sebenarnya" jawab sang anak yang lagi-lagi membuat Shikato Nara mendapat pandangan aneh dari yang lainnya.
"Kalau begitu ujian ini akan diadakan besok siang di lapangan latihan 3. Lawannya akan ditentukan besok" ucap sang Sandaime Hokage memutuskan.
"Mengapa lawannya harus ditentukan besok? mengapa tidak sekarang saja, Hiruzen" ucap Danzo curiga dengan keputusan sang rival.
"Itu karena yang akan memutuskan siapa yang menjadi lawan putraku adalah kalian bertiga, Homura, Koharu dan kau Danzo. Aku tidak mau ini terjadi rumor tentang ketidak adilan karena dia putra seorang Hokage" ucap sang Sandaime Hokage yang cukup mengejutkan peserta pertemuan. Sepercaya itukah pimpinan mereka pada kemampuan putranya ini sehingga berani memberikan wewenang kepada orang lain walaupun dua diantaranya adalah temannya sendiri.
"Jadi siapapun yang ingin ikut berpartisipasi atau mau mencoba kemampuan Naruto-kun sendiri. Silakan menghubungi mereka bertiga" tambah sang Hokage ketika melihat peserta pertemuan hanya terdiam. Dalam hatinya Hiruzen Sarutobi membatin 'Apa kalian merasa penasaran, Sakumo, Orochimaru, Jiraiya'.
Setelah semua yang hadir mengangguk mengerti, pimpinan Konoha ini kembali berucap "Kalau tidak ada pertanyaan lagi, pertemuan ini selesai. Aku dan Naruto-kun harus pulang untuk makan siang". Setelah berbicara begitu Hiruzen Sarutobi segera melangkah meninggalkan ruangan itu dan segera di ikuti oleh sang putra.
Tinggal para peserta pertemuan yang saling ribut sendiri satu sama lain. Kemudian satu persatu mereka meninggalkan ruang pertemuan itu. Dalam pikiran mereka semua akan mengusulkan siapa untuk menguji Naruto Sarutobi, terutama para ketua klan yang merasa bahwa anggota klan mereka adalah yang terkuat dan elit.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sebenarnya saya tidak menyangka banyak yang menyukai cerita Naruto Sarutobi Putra Sang Hokage ini karena awalnya cuma coba-coba. Tapi ya akhirnya chapter kedua selesai juga. Saya harap saya mengerjakannya dengan cukup baik.
Kritik dan saran selalu di terima, jadi silakan beri review sesukanya sebab fanfiction ini telah diinstal dengan fire prooping.
O iya, boleh kasih saran siapa yang bakal jadi penguji atau lawan bertarung Naruto. Jika alasannya cukup bagus mungkin akan menarik.
Sayonara...
