Minnie Chwangie Presents

CONFUSED

Cast : Shim Changmin, Jung Yunho, Choi Siwon, Choi Se7en, and others

Genre : Drama, School Life

Lenght : Chaptered

Disclaimer : Para cast adalah milik Tuhan, agensi, dan diri masing-masing. Saya hanya meminjam nama dan ide cerita murni dari kepala saya

Warning! : Typo bertebaran, Yaoi, membingungkan

Ide cerita berasala dari pengalaman pribadi pas SMP walau banyak permak sana-sini.

Hope u enjoy ^^


Chapter 3

"Hhhh... aku mengantuk.."

Changmin membenamkan kepala pada lipatan tangannya, memejamkan mata bambinya.

Ia bosan.

Sekarang pelajaran Bahasa Inggris.

Changmin bisa dibilang sudah lebih dari mengerti tentang materi mereka sekarang, jadi jangan heran kalau namja manis ini bosan sekarang.

'Bagaimana kalau kita... tidur bersama? Hmm?'

"!"

Secepat kilat Changmin kembali menegakkan tubuhnya, meggeleng-gelengkan kepala keras.

Hell! Bagaimana mungkin dia bisa teringat mimpi itu lagi?

Dengan gerakan yang patah-patah, Changmin menoleh ke belakang dan mendapati namja bermata musang itu sedang memperhatikan papan tulis.

Hhh... untung saja.

Buru-buru Changmin menolehkan kepalanya lagi ke depan, berusaha menenangkan dirinya.

Sial! Gara-gara mimpi semalam dia jadi sedikit takut pada Yunho. Apalagi senyuman Yunho tadi pagi sama dengan yang dimimpinya. Membuat yang tadi malam terasa begitu nyata.

'Ahhh... bukan itu yang harusnya aku pikirkan'

Menarik napas panjang, akhirnya Changmin memilih ikut fokus pada papan tulis. Walaupun hal itu saaaaaaaangat membosankan. Berharap dalam hati gurunya itu akan tiba-tiba kerasukan setan membuat pelajaran segera berakhir.

Yeah, jika hal itu sungguh terjadi pasti akan sangat menyenangkan.

'Oh setan, dimanapun kau... tolong rasuki guru itu...'

Jangan heran dengan harapan Changmin, dia hanya bosan.

.

.

Pulang sekolah

Bruk!

Sesampainya dirumah, setelah makan siang Changmin langsung mengecek ponselnya dikamar. Siapa tau ada balasan dari nomor tak dikenal tadi pagi.

Apa itu Yunho?

Kalau iya dari mana dia dapat nomornya?

Setelah melihat ponsel, ternyata memang ada satu pesan baru dari nomor tersebut

From : xxxxxxxx

Orang

.

.
CSW, XI.2

Changmin terdiam

Ini bukan Yunho

Sudah jelas ini Siwon, siapa lagi?

Dengan cepat dia langsung memberi nama kontak itu, dan mengetik sebuah balasan

To : Siwon

Iya aku tau kali kalau ini orang. Ini Siwon, kan?

Changmin membuang ponselnya sembarangan dan beranjak ke kamar mandi. Ternyata setelah keluar, ada balasan

From : Siwon

Iya, kamu lagi ngapain? Udah makan?

Changmin naik ke atas kasurnya dan tiduran disana sambil mengetik balasan sms

To : Siwon

Udah

Baru saja Changmin ingin meletakkan poselnya, balasan sudah muncul

From : Siwon

Sekarang lagi ngapain?

Dengan tenang Changmin membalas pesan itu

To : Siwon

Lagi ngebalas pesan kamu

Itu kenyataan bukan?

From : Siwon

Selain itu lagi ngapain?

Changmin agak tidak menyangka ternyata Siwon itu orangnya banyak tanya, sebal juga jadinya.

To : Siwon

Kamu kepo banget..

Sempat ragu, akhirnya Changmin tetap mengirim pesan itu.

Kata-katanya tidak terlalu kejam, kan?

From : Siwon

Maaf deh kalau aku kepo :(

Ternyata kata-kata tadi memang kejam! Buru-buru Changmin mengetik balasan agar suasana kembali normal.

To : Siwon

Peace! Aku becanda kok ^^

Harap-harap cemas Changmin menunggu balasannya

From : Siwon

Peace? Damai?

Entah kenapa senyum otomatis terkembang dibibirnya membaca balasan itu

To : Siwon

Iya damai ^^

Changmin mulai bosan... dia pun menggapai laptopnya dan menghidupkan benda itu. Sedikit heran kenapa balasan dari Siwon lama.

Setelah beberapa saat, akhirnya datang juga

From : Siwon

Kenapa damai? Kenapa tidak sayang?
Atau c.i.n.t.a :*

Mata Changmin otomatis terbelalak "Apa-apaan..."

To : Siwon

Apaan sih... -_-"

Changmin memilih fokus pada laptopnya, bermain game yang ada disana. Di abaikannya balasan dari Siwon ketika ponselnya berbunyi, namun saat kalah main akhirnya dibuka juga

From : Siwon

Sori, bajak. Orang gila itu tadi

Changmin tak tau ia harus senang atau sedih sekarang.

Tidak, Changmin tak boleh senang atau sedih

Kesal

Ya, Changmin hanya boleh kesal sekarang. Seenaknya sekali orang yang melakukan bajak itu, dan kenapa Siwon membiarkan orang lain membajak ponselnya? Uuh... Changmin bukanlah tipe yang mudah menyalahkan orang lain, tapi Changmin jujur dia marah sekali sekarang.

Kenapa ya?

To : Siwon

Ooh...

Entah kenapa Changmin tak lagi berselera main game.

Dengan malas dia meletakaan lapopnya di nakas dan memutuskan untuk tidur siang. Entahlah, hari ini terasa begitu melelahkan

.

.

.

.

Makan malam

"Sepertinya mulai besok Appa akan pergi keluar kota."

Perhatian seluruh orang dimeja makan teralihkan pada Kangin

"Untuk berapa lama, Appa?" Changmin bertanya dengan nada gusar. "Appa belum tau." Jawaban itu membuat Changmin terdiam.

"Tidak apa, Minnie. Kan masih ada kami." Changmin tersenyum mendengar kalimat penghibur dari Minho. Kangta merangkul adiknya itu sayang "Minnie tak sanggup ditinggal Appa, eoh? Aigoo... apa kata orang jika tau hal ini hmm? Ternyata kau manja pada Appa.."

"Hyuuuung..."

Semuanya tertawa mendengar rengekan Changmin, Kangta langsung melepaskan rangkulannya.

"Jangan sedih lagi, Appa pasti akan pulang." Changmin tertawa dan mengangguk.

"Dan Eomma mulai sekarang menjadi direktur Rumah Sakit." Apa sudah diberitahu sebelumnya jika Leeteuk adalah seorang dokter? Yap, Leeteuk adalah seorang dokter. Dan Kangin adalah seorang Konsultan jika kalian bertanya.

Changmin kembali murung seketika mendengar itu.

"Apa itu artinya bagus, Eomma?" Tanya Minho. "Bukankah itu membuat Eomma sibuk?" Tambah Kangta.

"Itu bagus, memang Eomma akan sibuk. Tapi JM nya 50 juta."

Mata ketiga namja muda seketika melebar mendengar nominal yang tidak sedikit itu.

"Kalau seperti itu tidak apa-apa deh, Eomma." Tanggap Changmin cepat. Eits, jangan kira Changmin itu mata duitan atau apa ya, hanya saja dia itu hanya sedikit lebih menyukai uang. Siapa sih yang ga suka uang? Changmin juga manusia kali, dan dia suka uang.

Ya, sedikit banyak dia suka uang.

"Karena Appa akan pergi pagi, dan Eomma sudah mendapat sopir, Minnie pergi sekolah dengan Eomma ya?"

"EH?! Tapi kami juga mau mengantar Minnie!"

Changmin sungguh berharap telinganya tidak tuli sekarang. Apa-apaan kedua Hyungnya ini?! Jarak mereka satu sama lain saja tak sampai satu meter, dan haruskah berteriak sekeras itu?

"Tidak, kalian harus fokus kuliah."

Dan jawaban tegas Kangin sudah cukup membuat dua namja itu tak bisa melawan, rasanya Changmin ingin menertawai mereka berdua.

.

.

.

Keesokan harinya

"Jadi nanti pulang sekolah Minnie ke RS saja ya?"

"Ne Eomma, gomawo Ahjussi."

Blam

Dengan langkah yang terburu-buru Changmin memasuki pekarangan sekolah. Tak ingin buang-buang waktu melihat sekitar karena dia hampir terlambat, uuuh... besok dia akan pergi duluan saja, tak perlu menunggu Eommanya yang agak lama berdandan.

Buat apa lagi berdandan? Padahal udah cantik kok

Beberapa langkah lagi menuju kelas, Changmin menemukan Siwon, Yunho, dan beberapa teman sekelasnya yang lain sedang mengobrol. Tapi sepertinya baru saja selesai, terbukti dengan Yunho yang langsung memasuki kelas.

Siwon yang menyadari kehadiran Changmin langsung melambai sambil tersenyum tampan, yang dibalas Changmin dengan senyum manisnya.

Ya, Changmin sudah melupakan kejadian bajak ponsel kemaren. Dia bukan tipe pendendam, lagipula Changmin merasa hal itu tidak lagi penting untuk dipermasalahkan.

"Changmin-ah! Aku lihat PR MTK!"

Dan ketika baru memasuki kelas, teriakan Kyuhyun menyambutnya.

"EH?! Ada PR?!"

Tapi setelah sadar apa yang diucapkan Kyuhyun, mata Changmin langsung terbelalak.

"Hyaaa... aku lupa bikin!" Berlari menuju kursinya, Changmin segera meletakkan tasnya dan mengeluarkan buku PR matematikanya, langsung berkutat pada soal yang ada dibuku tersebut.

Aish! Seharusnya dia tidak tidur siang kemaren!

"Ini, lihat punyaku saja." Mata Changmin mengerjab beberapa kali mendapati sebuah buku tiba-tiba terletak diatas mejanya. Kemudian menatap sipelaku, agak lama.

"Sebentar lagi bel akan berbunyi." Sadar, Changmin buru-buru kembali fokus mengerjakan PR-nya.

"Gomawo Yunho-ya..."

Tak butuh waktu lama bagi Changmin untuk menyalinnya. Diletakkannya buku itu keatas meja pemiliknya.

Yunho mengangguk, berjalan selangkah lebih dekat pada Changmin kemudian mendekatkan mulutnya pada telinga lebar menggemaskan namja ramping itu.

"Balasannya ciuman?"

Tubuh Changmin menegang untuk beberapa saat, ditambah tengkuknya yang bergidik ngeri akibat nafas Yunho.

'Yunho apa-apaan...'

"Hey, kalau pacaran jangan dikelas!"

Hhh... untuk kali ini rasanya Changmin benar-benar bersyukur atas sorakan Heechul.

"Siapa yang pacaran!?"

Menjauh cepat-cepat dari Yunho, Changmin berusaha menanggapi Heechul sebiasa mungkin. Ahh... apa sudah dibilang juga sebelumnya kalau Homin itu Official couple di kelas? Jangan salahkan Changmin, Heechul dan Kyuhyun yang membesar-besarkan hal itu.

Changmin sudah capek menyangkal dan Yunho terlalu cuek untuk peduli.

Namja paling jangkung dikelas XI.1 itu segera bergabung bersama teman-temannya.

"Ngapain kamu buru-buru bikin PR MTK? Pagi ini kan kita IPA dulu." Bahu Changmin seketika melemas pasca ucapan Jonghyun. "Oh iya ya... kok aku bisa lupa sih..." Changmin memukul kepalanya sendiri pelan.

Tau begini dia bisa saja membuatnya saat jam istirahat, dan tak perlu menyalin buku Yunho yang membuat namja mata musang itu berbisik padanya seperti tadi kan... apa hari ini hari sial Changmin?

.

.

.

Kursi dikelas XI.1 adalah kursi single untuk satu orang, tapi hari ini Pak Kepala Sekolah datang dan mengatakan mulai hari ini saat jam pelajaran kecuali ujian, meja harus disatukan.

Artinya, mereka akan mempunyai teman sebangku.

Changmin beruntung dia menyatukan mejanya dengan milik Minho. Dan ternyata Yunho dibelakangnya sekarang duduk dengan Hojun, termasuk sahabat dekat Yunho juga.

"Minho, kita tukaran tempat yuk."

"Boleh."

Changmin bersyukur Minho langsung menyetujui permintaannya, dengan begini Yunho tidak lagi duduk dibelakangnya.

"Jika sudah selesai, kita lanjutkan lagi pelajaran. Hari ini kita belajar tentang cahaya."

Changmin mulai fokus pada Kim Sonsaengnim didepan.

"Nah, kalian sudah tau cahaya kan? Coba bayangkan bagaimana jika tidak ada cahaya, gelap bukan?" Sebagian besar murid membenarkan perkataan guru tersebut.

"Min, Changmin."

Merasa namanya disebut, Changmin menoleh kebelakang. Mendapati Hojun yang memanggilnya sedang nyengir gaje.

"Apa?"

Hojun menoleh kesampingnya membuat Changmin melakukannya juga.

"Yunho minta kertas, catatannya habis."

"Kau, aku minta kertasmu, pabbo!"

Hojun menangkis pukulan main-main Yunho sambil tertawa kecil. Sedang Changmin memperhatikan buku Yunho dan ternyata memang benar bukunya habis. Iya juga, kemaren Changmin juga sempat melihat Yunho hanya memakai kertas untuk mencatat saat pelajaran IPA.

"Kertas ya." Changmin merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah buku yang memang khusus untuk menyobek kertas. Meringis kecil mendapatinya hanya tertiggal satu kertas terakhir.

"Benar kan Yunho? Jika tidak ada cahaya-

"Nih." Changmin menyobek kertas itu dan memberikannya pada Yunho. Tak sempat mendengar lanjutan kalimat Kim Sonsaengnim.

"Cieeeeeee!"

Kening Changmin berkerut bingung. Teman-temannya menyoraki siapa? Kenapa?

"Kenapa sih?" Changmin menoleh pada Minho dan namja bermata kodok itu hanya tertawa sambil enggeleng-gelegkan kepala.

"Hey, kenapa?" Kali ini tatapannya berpindah pada Kyuhyun yang duduk tak jauh darinya, tangannya masih menyodorkan kertas pada Yunho.

"Tadi Sonsaengnim bilang pada Yunho kalau ga ada cahaya, tu gak bisa Yunho ngeliat kamu. Ah! Kamu ngasih kertas ke Yunho! Buat aku?"

Changmin hanya fokus mendengar bagian pertama dan itu membuatnya sadar sesuatu merambat kepipinya membuat sensasi geli dan ingin tersenyum, tapi ia tak tau apa dan kenapa. Kertas ditangannya sudah diambil oleh Yunho.

"Ah, aku nggak bawa beras hari ini, buat apa sama kamu beras?"

"Kamu ini! Aku bilang aku juga mau kertas! Bukan minta beras, dirumahku banyak kali, beras!" Changmin seolah baru sadar akan apa yang dikatakannya tadi.

"Eh, jadi kamu minta kertas? Aduuuh... aku ini kenapa sih!?" Changmin memegangi kepalanya dengan kedua tangan "Kertasku habis, besok saja ne?" Kyuhyun cemberut ditempat duduknya "Jadi kamu lebih milih Yunho daripada aku!"

Ekspresi Changmin seketika berubah jadi tak terima

"Hey, Yunho minta kertas karna buku catatannya habis."

"Eh? Habis buku catatan Yunho? Oh ya udahlah.." Rasanya Changmin ingin menjitak kepala Kyuhyun sekarang juga.

"Changmin, gomawo." Kepala Changmin kembali menoleh ke belakang

"Iya, sama-sama."

.

.

.

"Aku cinta pulang cepat!"

Keadaan kelas sekarang sepi, ya, dari perkataan Changmin saja kita sudah bisa menebak bahwa hari ini mereka pulang cepat. Berterimakasih kepada rapat guru!

Dan karena hari ini piket, Changmin harus tetap tinggal melaksanakan kewajibannya, namun dia tetap senang karena hari ini pulang cepat.

"Jadi sainganku 'pulang cepat', ya?"

Eeh.. Changmin hampir saja melupa eksistensi lain di dalam ruang kelas.

"Hey, memang ada yang gak cinta pulang cepat?"

"Ada, aku, aku kan cinta padamu."

Blush

Dengan pipi memanas, Changmin mempercepat gerakannya menghapus papan tulis, rasanya dia makin ingin cepat pulang. Menghiraukan Yunho yang menutup jendela.

"Hey."

Puk

Changmin terlonjak dari posisinya saat merasakan sebuah tepukan ringan dipundaknya, menoleh horor kebelakang.

"A-apa?" Sejak kapan Yunho ada dibelakangnya?

Tubuh Changmin sudah sepenuhnya menghadap Yunho sekarang.

Namja ini terlalu dekat, terpaksa dia mundur sedikit sampai punggungnya menempel pada papan tulis

Brak

Lagi-lagi tubuh Changmin terpaksa terlonjak kaget ketika kedua tangan Yunho tiba-tiba beradu dengan permukaan papan tulis menimbulkan bunyi yang tidak kecil.

"Yunho?"

Dan Changmin baru sadar kedua tangan Yunho itu sekarang mengurungnya! Oh tidak, hanya ada Changmin dan Yunho saja dikelas ini sekarang. Dengan panik, Changmin menatap wajah tampan Yunho yang balas menatapnya.

"Yunho?" Ulang Changmin lagi kali ini dengan suara yang lebih pelan tapi mengandung rasa panik yang kental. Kenapa Yunho diam saja?

"Aku ingin balasanku, Changmin..." Changmin membeku ditempat, kemudian panik kembali mendera kali ini lebih besar ketika ia sadar wajah Yunho semakin mendekat ke wajahnya.

"Yu, Yunho. Berhenti bercanda! Aku mau pulang..." Changmin berusaha menjauhkan wajahnya tapi kepalanya sudah menempel juga pada papan tulis.

Akhirnya Changmin hanya bisa pasrah saja.

Dipejamkannya kedua mata bambinya erat dan...

.

.

TBC

Mind to review?

Salam, Minnie Chwangie yang cinta damai ^^V

Salam, Homin Shipper!