A/N : Hola hola, minna.. Sekian lama karena sibuk dengan urusan menumpuk, dan akhirnya sudah Update kan Chapter 3. Mungkin ini chapter terakhir, dan saya bikin cerita kedua yang judulnya 'Drabble Of SasuNaru', Nah cerita yang kedua ini sangat berbeda dari yang lainnya. Oke tanpa banyak omong lagi, mari kita balas review nya.
Naruto : ya ya, hm ini dari Mifta Cinya: memang dasar Sasuke cap PanYam (Pantat Ayam), Cemburu tau,. Sakura juga, pake cium-ciuman segala #Ngambek#, ya kalo Sasuke mutusin gue, gue mungkin sama Kiba saja.
Honami : jadi kamu mau sama Kiba?
Naruto : yang punya naskah kan elo, bukan gue.
Honami : iya sudah.. terserahku yoo kalo kamu sengsara atau tidak #Smirk#
Naruto : Gue bakal me-Rasengan perutmu hingga berlubang #siap-siap# kalo Loe bikin gue celaka dan bikin gue mati!
Honami : ya ya, gak bakal ko.. ('tau darimana tuh Naruto?' batin Author) Oke, sekarang GUEST(?) (Belum login kah?) : hehehe,Hontou ni arigatou,ne.. sudah dikasih saran..ya kalo saya bikin cerita tuh kadang-kadang melenceng sedikit dari alur ceritanya #gakadayangnanya# makasih juga atas pujiannya :).. iya saya tuh sebenarnya Fujoshi.. tapi saya usahain membuat cerita B.L ko :) .. Ha'i :D
Naruto : sekarang Aidillah . azzahra: iya ini dipanjangin ko sama Honami-chan.. semoga aja cepat selesai..
Honami : iya, semoga cepat selesai. Oke, minna, tanpa banyak omong lagi, Hajimemashou ka!
Title : Sayonara
Fandom : Naruto
Dicslamier : Masashi Kishimoto
Genre : Friendship,Hurt/Comfort,dll (Kayaknya genrenya agak melenceng)
Pair : SasuNaru Slight SasuSaku, KibaNaru.
Rating : T (T akau K ya? Yang aman sajalah..)
Summary : Sungguh sakit hati Naruto yang telah mengetahui bahwa Sasuke telah berselingkuh di belakangnya. "Sungguh sakit hati ini." /"Kuucapkan Sayonara, Sasuke-kun."/"Aku tak percaya."/Please RnR.
WARNING : OOC, Hancur, Abal, EYD tak Sempurna, No Hentai, Gender Yang Berbeda,dll
Don't Like Don't Read
Don't Review Don't Read #plakk
HAPPY READING, MINNA.
(FLASHBACK STILL ON)
"Jadi, Neji.. Memangnya tugas apa lagi sih yang belum selesai?" tanya Kiba. "Oh iya, nih ada setumpuk karangan yang harus kau selesaikan." kata Neji sambil menyodorkan tumpukan kertas. "Ya ampunn.. Banyak sekali pekerjaanku." gerutu Kiba. "Hm. Kiba-kun? Boleh aku membantumu?" kata Naruto sambil memandangi setumpuk kertas tersebut. Sebelum Kiba membalas omongan Naruto, Neji menarik Naruto dan berkata, "Kiba, aku perlu bicara sama Naruto, kamu kerjakan sendiri." kata Neji yang sukses membuat Kiba melongo. Sedangkan Naruto langsung menarik tangannya dan berkata " Hei, aku kan cuman membantu, masa dia harus mengerjakannya sendiri sih?! kan kasian Kiba-kun." kata Naruto sambil memerhatikan sahabatnya. "Dan kau bicara apa padaku?" tanya Naruto. 'Gadis yang berbeda dari sebelumnya, sangat tegas.' batin Neji. "Aku ada perlu padamu sebentar, dan kamu bisa membantu Kiba menyelesaikan tugasnya." kata Neji. "Hhh~ baiklah. Kiba-kun, aku pergi sebentar ya." kata Naruto sambil menoleh kearah Kiba. "Ya Naru-chan." jawab Kiba. Dan kemudian Neji dan Naruto mulai berjalan ketempat yang sepi (tentunya dirumahnya Neji.)
.
.
.
"Sebenarnya, Neji-kun. Kamu mau bicara apa sama aku?" tanya Naruto sesampai di taman dibelakang rumah Neji. "Aku suka padamu, maukah kau menjadi pacarku?" kata Neji to the point, "hm... boleh ko." kata Naruto sambil tersenyum. Dikira Naruto itu pacaran itu seperti sepasang sahabat. Ya ampun Naruto. Kamu itu benar-benar bodoh atau polos banget sih.
"Arigatou." kata Neji sambil mencium bibir Naruto. "itu apa? Apa yang Neji-kun lakukan?" tanya Naruto. "itu Ciuman." singkat Neji. "Ciuman? Aku gak ngerti." jawab polos Naruto, dan Neji menyeringai lebar melihat makhluk polos bin bodoh ini. " Kau tak perlu tau, nanti kamu tau sendiri." kata Neji. "Oh baiklah." kata Naruto. 'Selamat datang di Neraka, Naru-chan.' batin Neji sambil menyeringai Iblis.
.
.
.
Lalu ditempat Kiba.
'Ko aku merasa dapat firasat buruk ya?' batin Kiba. Namun ia tak terlalu memikirkannya dan melanjutkan tugasnya.
.
.
.
====================SKIP TIME===================
.
.
.
Di perjalanan pulang.
"Hm.. Naru-chan. Tadi Neji bicara apa sama kamu?" tanya Kiba. Dan langkah kaki Naruto berhenti. Kemudian Naruto kini menoleh kearah Kiba dan berkata. " Tadi Neji bilang suka sama aku, jadi aku terima." kata Naruto yang sukses membuat Kiba melongo dan Speechless. "Kau menerimanya?" tanya Kiba. "iya." kata Naruto. Kibapun menepuk jidatnya 'Ya ampun, ko bisa dirimu polos dan bodoh disaat yang bersamaan sih?!' batin Kiba. "Kamu tau artinya pacaran itu?"tanya Kiba. Narutopun mengangguk dan berkata "iya, pacaran itu seperti sepasang sahabatkan?" kata Naruto. Kiba pun langsung Sweatdrop tingkat medium(?).. "Kamu polos atau bodoh sih?" kata Kiba. Naruto menggeleng kepalanya, "Tidak ko. Memangnya Kiba-kun tahu arti pacaran itu?" tanya Naruto. Kibapun memang harus menahan amarahnya. Jika tidak, maka Kiba akan tau akibatnya.
"Gini ya,Naru-chan. Pacaran itu lebih dari sepasang sahabat, maksudnya pacaran itu kayak hubungan lebih. Ah tau ah..susah juga jelasin ke kamu,Naru-chan." kata Kiba sambil frustasi dan mengacak-acak rambutnya. Sedangkan Narutopun mengembungkan pipi nya yang chubby.
"Memangnya kenapa sih?"tanya Naruto.
"Hhh~ asal tau saja ya,Neji itu adalah seorang playboy. Dia itu suka mempermainkan perasaan perempuan lain,dia itu Iblis,Naru-chan." kata Kiba panjang lebar.
"Playboy?! kayak satu cowok tapi beribu-ribu cewek?" tanya Naruto.
"Yap." singkat Kiba. Dan Naruto mulai berpikir, apa itu playboy.
Loading
0%
.
10%
.
30%
.
50%
.
70%
.
90%
.
100%
.
Complete.
"Aku gak ngerti, Kiba-kun."kata Naruto.
GUBRAK
Sedangkan Kiba ber-gubrak ria, sambil ber-3S (Shock,Sweatdrop,and Speechless).
"Sungguh aku tak tau,Kiba-kun." jawab Naruto polos.
Lalu Kibapun berdiri kembali dan menghadap Naruto. "Hhh~ gini saja. Kamu bilang sama Neji "Aku minta putus padamu." nah kalo dia nolak putus sama kamu, kamu bilang saja " Putuskan aku atau kau akan kukutuk menjadi shampo." ... gitu,Naru-chan." kata Kiba..
(Honami : Pfftt... ahahahahaha, dikutuk menjadi shampo? baru denger... hahahahahaha..)
(Kiba : kan ini naskah elo, Honami.. )
(Honami : bikin ketawa aja.. hahahahhahaha)
(Kiba : dah.. daripada denger Honami ketawa tiada ujungnya, silahkan kalian semua melanjutkan membaca ceritanya ..)
#Abaikanyangdiatas#
Oke, lanjut!
"Oh gitu,.tapi baru denger kalo orang bisa ngutuk seseorang jadi shampo."ucap Naruto.
"Hahh..Sudahlah.. Gak usah bahas shampo lagi deh, Naru-chan. yang ada malah terobsesi sama shampo." canda Kiba.
"Iya deh..jadi aku nolak Neji jadi pacar aku.." kata Naruto,
"Iya, terus?"
"terus aku akan terus mencari cara agar menolak Neji?" tanya Naruto.
"hahaha..pintar kau,Naru-chan. Tumben otakmu cepat sekali berpikir." sindir Kiba sekaligus bercanda.
"Jangan begitu donk, Kiba-kun. Ayo kita pulang." kata Naruto.
"Em." jawab Kiba. Namun mereka tak menyadari bahwa bahaya akan segera dimulai. "Hoo... menolakku, ya?" "awas saja ya, kau akan menderita lebih, Naruto, Kiba." jawab sosok tersebut. Tentu kalian tau kan siapa yang mengawasi Naruto dan Kiba?..
.
.
.
Beberapa minggu kemudian...
Setelah Neji dan Naruto menjalin hubungan cukup lama, dan juga semakin lama semakin Kiba tau, bahwa Neji hanya mempermainkan Naruto, tepat seperti dugaannya, seperti Naruto yang hanya dijadikan bahan taruhan oleh Neji dan teman-temannya, menyuruh Naruto yang gak bener (Note : Ingat! ini bukan Rate M.) misalnya mencuci sepatu Neji yang kotor, mencium kakinya sembari meminta maaf pada Neji,dll. (kayak pelayan gitu ==" kasian Naru-chan #dihajarFansNaruto#)
Ya ampun. Naruto kini Sangat tersiksa.
Kiba sangat menyesal, sangat menyesal sekali.
===Kembali ke 4 jam yang lalu===
Dan sekarang Naruto sedang berlari secara membabi buta. Ia menangis mengeluarkan air mata yang menyiratkan kesakitan yang mendalam. Kini ia sedang mencari sahabatnya, Kiba. Entah kenapa kini Kiba sulit ditemukan oleh Naruto.
"Hiks..hiks...Kiba-kun, tolong Aku!...Hiks...Hiks..." kata Naruto sambil terisak-isak sambil berlari.
Sedangkan Kiba, kini ia sedang menuju perpustakaan, dan disaat yang bersamaan, Naruto yang berlari semakin cepat dan meneriakan nama sahabatnya, sontak Kiba menoleh kearah sumber suara, belum sempat menghindari akhirnya mereka bertabrakan.
BRAKK! BRUK!
"Aduh.." serempak mereka berdua.
"Naru-chan. Kenapa kamu berlari membabi buta begitu? Ada masalah?"tanya Kiba. Yang ditanya hanya diam seketika.
"Naru-chan?"
"..."
"Oi, Naru-chan?"
"..."
"Naru-" belum sempat Kiba menyelesaikan perkataannya,
BRUK
Dan Naruto memeluk sahabatnya, badannya bergetar,menahan tangisannya.
"Naru-chan? Kenapa kamu menangis? Apa jangan-jangan gara-gara Neji?" tanya Kiba.
"Ya." satu kata membuat Kiba membatu seketika. Neji? Melukai sahabatnya? tepat seperti firasatnya. Seharusnya Kiba tak boleh membiarkan sahabatnya terluka, bahkan ia telah berjanji akan menjaga Naruto. Kini ia mengikari janjinya yang seharusnya ia pegang. Namun kini...
"Hiks...Hikss...Kiba-kun... Sakit.." isak Naruto.
"Tenang Naru-chan, aku berjanji akan melindungimu." kata Kiba.
"Eh? Benarkah?"kini tangisan Naruto mulai berhenti.
"Yap! Kita kan Sahabat. Sahabat harus melindungi sahabatnya sendiri kan?" kata Kiba.
"Hontou ni desu ka?" tanya Naruto berharap.
"Iya, Naru-chan. Dan kita selesaikan urusanmu antara kamu dan Neji." kata Kiba. 'dan aku akan berjanji untuk melindungimu.' batin Kiba dalam Hati.
"Iya." kata Naruto dengan senyumnya yang menawan hati.
.
.
.
Setelah Naruto dan Kiba menyelesaikan masalah mereka dengan Neji, dan diakhiri dengan Kiba dikeroyok oleh teman-teman Neji dan Neji mulai meng(-) Naruto, dan kini mereka akhirnya menyelesaikan masalah mereka. Untung saja ada salah satu penjaga sekolah yang tanpa sengaja melihat Kiba dan Naruto disiksa, segera penjaga tersebut memanggil polisi dan polisi pun menangkap Neji dan teman-temannya.
Dan sekarang Kiba berada diruang UKS, dan tak lupa luka-luka Kiba diobati oleh Naruto.
"Adududuhh... sakit."rintih Kiba.
"Sakit? Gomenne, Kiba-kun." kata Naruto menyesal.
"Tak apa, ini tak seberapa ko sakitnya."kata Kiba sambil tersenyum.
"hehehe Arigatou ne telah menyelamatkan aku" kata Naruto.
"Em. Daijobu yo, Naru-chan." kata Kiba.
Dan kini mereka tertawa bersama. Mereka telah melupakan masalah mereka yang tadi.
===Ke waktu yang sekarang===
"Ayo pulang, Kiba-kun." ajak Naruto.
"Hm.. ayo." kata Kiba sembari menggandeng tangan Naruto. Menurut orang-orang/ siswa-siswi yang melihat sepasang sahabat tersebut, Naruto dan Kba pantas di sebut sepasang kekasih daripada sepasang sahabat.
FLASHBACK IS OFF NOW.
.
.
.
Kini Sasuke sedang mengendarai mobilnya yang super keren. Dan kini Sasuke sedang mengikuti seseorang, kalau orang-orang tau bahwa Sasuke Uchiha sedang mengikuti seseorang,hancurlah pamornya sebagai Uchiha. Lagian, kan Sasuke orangnya sangat dingin, tak mungkin dia tertarik pada seseorang.
Ohh..
Ternyata Sasuke sedang mengikuti pacarnya, Naruto.
(Note : Naruto masih pacarnya Sasuke, jadi mereka belum putus.)
Kini ia melihat pacarnya sendirian pulangnya. Ia hendak menawari pacarnya pulang bersama,tapi ia teringat kamera CCTV Versi Mini di dalam mobilnya, apalagi sebenarnya sih,tunangannya a.k.a Sakura yang memasangnya, Jadi Sasuke tak bisa bersama pacarnya.
"Dobe." gumam Sasuke. Wajahnya yang entah kenapa memperlihatkan rasa sedih dan bersalah yang sangat. Dan jauh dari lubuk hatinya, ia menolak pertunangannya dengan Sakura, dan hendak melamar Naruto setelah ia menamatkan kuliahnya.
"Dobe." Gumam Sasuke lagi.
Sedangkan, dari kejauhan, yang mengawasi Sasuke, sedang menyeringai lebar.
"Hihihihi, mudah sekali kau ditipu, Uchiha Sasuke."kata sosok tersebut.
"Aku tak percaya, otakmu sangat bisa di manipulasi hanya karena melihat wajahku,sungguh hebat mantra ini." lagi kata sosok tersebut sambil melihat isi kertas tersebut, dan kini sosok tersebut menampakkan dirinya.
Ternyata, yang manipulasi Sasuke adalah Sakura Haruno. Sebenarnya Sakura bukan tunangannya Sasuke, melainkan fansnya. Ia sangat tergila-gila pada Sasuke. Ia hanya Gila karena Sasuke. Dulu, Karena Sasuke dulu menolak cintanya Sakura saat SMP. Ia menjadi Paranoid sediri dan menjadi gila. Tapi ia hanya gila karena Sasuke, bukan yang lainnya. Dulu,Mendengar Sasuke yang menolaknya membuatnya sakit hati, apalagi Sasuke adalah cinta terakhirnya. Ia kira semua pengorbanan mendapatkan Sasuke sia-sia.
Setelah bertahun-tahun terpisah oleh Sasuke, ia mendapat kabar bahwa Sasuke kini berpacaran dengan seorang wanita yang imut, Naruto. Mendengar kabar tersebut, ia menjadi marah. Entah mendapat dorongan darimana, ia menemukan idenya yang sangat licik. Dan sangat mudah mendapatkan Sasuke.
Rencana liciknya, ia pindah ke sekolah tempat Sasuke bersekolah, Kemudian ia menggunakan mantra rahasia sebelum bertemu Sasuke (yang sekarang), lalu menyapanya seperti biasa dan ingatan Sasuke mulai berubah. Ya seperti dihipnotis melalui tatapan mata. Lalu ia sengaja kerumahnya Sasuke, dan ia mulai menyapa kakaknya Sasuke, kemudian ibunya Sasuke, dan terakhir ayahnya Sasuke. Dan semakin lama, semuanya semakin percaya bahwa Sakura sebenarnya adalah tunangan Sasuke.
Mantranya sangat mudah diingat, apalagi mantra tersebut hanya diketahui oleh Sakura. Bahkan Honami pun gak tau apa itu mantranya.
Setelah ia melakukan rencananya, tinggal waktulah yang menentukan, Naruto atau Sakura yang akan Sasuke pilih?
.
.
.
"Oi, Naru-chan." panggil Kiba.
"Ya, ada apa, Kiba-kun?" tanya Naruto.
"Mending kamu putus sama Sasuke." kata Kiba.
"Hmm... Entahlah Kiba-kun, aku akan mengurusi masalah ini." kata Naruto mantap.
"Oke, iya kalo kamu bisa." ucap Kiba.
"Tentu saja aku bisa, Kiba-kun. Aku kan bukan seperti yang dulu," Kata Naruto.
"Ya ya..."
"Ya sudah... Jam pelajaran sebentar lagi dimulai, aku pergi dulu, Jaa mata ashita ne, Kiba-kun." kata Naruto.
"Ya. Jaa."kata Kiba.
=====SKIP TIME=====
Kini saatnya pulang sekolah. Banyak anak-anak berhamburan menuju gerbang sekolah. Terlihat Naruto sedang menunggui pacarnya, Sasuke. Sebelum jam pelajaran dimulai, ia menelpon Sasuke dan menyuruhnya untuk pergi ke taman sekolah, dijawab Sasuke dengan 'hn, aku akan kesana.'.. Dan tak lama kemudian, datang Sasuke sambil berlari pelan.
"Hn. Ada apa,Dobe?" tanya Sasuke.
"Teme,kau tak mencintaiku lagi kan?" kata Naruto sambil menatap Sasuke. Dan Sasuke melihat di mata Naruto,err seperti hampa dan kosong, tidak ada warna dimata Naruto tersebut.
"Hn. Entahlah."jawab Sasuke.
"Jika kau tidak mencintaiku lagi, maka putuskanlah aku sekarang."kata Naruto.
"..."
"Teme?"
"..."
"..."
"..."
"Oke,jika kau diam maka artinya 'iya'. Aku pergi, Uchiha Sasuke." kata Naruto dingin sembari meninggalkan Sasuke. Namun Sasuke menahan Naruto.
"Tunggu,dobe."jawab Sasuke.
"Apa maksudmu, Uchiha." kata Naruto datar.
"Tolong..."
"Hm?"
"Jangan tinggalkan aku." kata Sasuke datar, dan mengeluarkan air mata.
"Sa-sasuke?"tanya Naruto."Kenapa kau menangis." tanya Naruto sambil mengusap pipi Sasuke. Terlihat dari mata Sasuke menandakan rasa sedih dan bersalah. Hati Narutopun luluh seketika.
"Aku tak mau kau pergi." kata Sasuke. Membuat Naruto terkejut.
"Padahal kau kan sudah ada tunanganmu." kata Naruto sambil menahan air mata sekaligus masih ragu.
"Sakura bukan tunanganku."kata Sasuke.
"!?"
"Ya, Sakura bukan tunanganku, dia telah menghipnotis semua orang, termasuk kita." kata Sasuke.
"Tapi jika Sakura menghipnotis kita semua, kenapa kau sadar?"
"Karena efeknya hanya 8 jam saja." kata Sasuke.
"Tau darimana.?"
"Entahlah, tapi sebelum aku sadar, aku hendak menemui Sakura, dan aku samar-samar mendengar Sakura berbicara dengan orang lain,jika kita dihipnotis olehnya, efeknya hanya 8 jam. Tapi jika sang sasaran mendengar pembicaraan mereka, maka sasaran tersebut selamat dari pengaruh hipnotisnya." panjang lebar Sasuke.
"Oh gitu." Kata Naruto.
"Hn."
"Ya sudah.. Aku pergi dulu."
"Tunggu dulu, dobe." Sasuke sambil menarik lengan Naruto dan memeluk Naruto.
"A-apa?!" kata Naruto sambil memerah saking malunya.
"Tolong..."
"?"
"Beri aku kesempatan sekali lagi." kata Sasuke sambil mengeluarkan air . Tangisan Sasuke bukan main-main, mengingat ia Uchiha yang tak pernah menangis, kini ia menangis.
"Sasuke-kun." Kata Naruto sambil menolehkan kepalanya kearah Sasuke dan menghadap Sasuke.
"Naruto.." Lirih Sasuke.
"Sasuke-kun... Hiks...Hikss..." isak Naruto, lama-lama tangisan Naruto mulai terdengar keras.
"Cup...cup... Dobe.. Maafkan aku ya."Kata menurunkan sedikit harga dirinya.
"Sasuke-kun.. Jangan tinggalkan aku ya." kata Naruto sambil menaikkan jari kelingking nya.
"Ya. aku berjanji." kata Sasuke sambil menautkan jari kelingkingnya juga.
"We Always Together, Forever."ucap mereka berdua.
"Jadi, bisa kita ulang dari awal?" Kata Sasuke.
"Ya, teme. Pasti." kata Naruto.
Dan dari kejauhan, terlihat Kiba sedang melihat adegan romantis SasuNaru.
"Semoga kau bahagia,Naru-chan." kata Kiba dan meninggalkan SasuNaru dengan perasaan tersakiti.
.
.
.
5 tahun kemudian...
.
.
.
Kini, Naruto,Kiba,dan Sasuke sedang berada di aula mereka senang sekali,terlihat dari raut muka mereke.
"Akhirnya, kelulusan Kuliah telah selesai. Senangnya." kata Naruto sambil bersenang-senang.
"Iya Naru-chan. Akhirnya dah lulus kuliah." kata Kiba.
"Hn."kata Sasuke.
"Dasar kau Sasuke,selalu dingin." ucap Kiba sambil menepuk bahu Sasuke.
"Hn."Sasuke sambil berjalan.
"Hei, Naru-chan nanti menikah ya sama Sasuke." goda Kiba.
"Huss!Diamlah Kiba-kun." teriak Naruto saking malunya. Dan terjadilah aksi kejar-mengejar diantara Naruto dan Kiba. Sedangkan Sasuke hanya diam menatap Naruto dan Kiba.
SLENK(?) (Honami : suara apaan ya itu?)
Sontak Sasuke terkejut mendengar suara itu. Menurut Sasuke itu adalah suara senjata, entah itu pisau, pistol ataupun bazooka. (waduh.. ngeri amet.. pake bazooka segala==")
"Hm? Teme,kenapa mukamu serius begitu?" tanya Naruto sambil menatap Sasuke.
"Hn. Tidak ada apa-apa." kata Sasuke.
"Oh." Naruto hanya ber-oh ria.
"Hai,semuanya." kata sosok tak dikenal.
Kiba,Naruto,dan Sasukepun terkejut mendengar suara tersebut.
"S-sakura-chan?/Sakura?/Hn?" kata Naruto,Kiba, dan Sasuke.
"Hai...oh iya,nih aku kasih hadiah buat kelulusan kalian, selamat ya." kata Sakura sambil menyodorkan 3 buah bingkisan, pertama berwarna hijau tua,kedua berwarna kuning cerah, dan ketiga berwarna biru tua dongker.
"Hn? ini bukan jebakan kan, Sakura?" tanya Kiba waspada.
"Mana ada. Aku itu kesini buat kalian ngasih hadiah ko, tenang aku gak dendam sama kalian." kata Sakura.
"Oh ya sudah." kata Kiba.
Kemudian Sakura menyodorkan bingkisan hijau tua kepada Kiba, lalu bingkisan kuning cerah kepada Naruto, dan ketiga bingkisan biru tua dongker kepada Sasuke.
"Silahkan dibuka."kata Sakura. 'dan ucapkan selamat tinggal pada kalian.' Batin Sakura dalam hati. "Aku pergi dulu ya, Jaa minna."kata Sakura sambil tersenyum {Menyeringai} sembari berlari terburu-buru.
"Ya, Sakura-chan. Hati-hati kalo berlari." kata Naruto sambil hendak membuka bingkisan tersebut.
"Ya!" teriak Sakura menyahuti Naruto.
Tik...Tik...Tik..Tik...Tik...Tik...
Suara itu berbunyi dengan cepat, sehingga otomatis Sasuke mengambil bingkisan punya Kiba dan Naruto dan hendak melemparnya, Namun sudah terlambat. Ledakan yang besarpun terjadi di Universitas Konoha.
Ternyata suara tersebut adalah suara bom.
Banyak nyawa yang berguguran dan banyak yang luka-luka disekujur tubuh pada orang yang berada didalam gedung Universitas Konoha. Juga Kiba,Naruto,dan Sasuke, langsung dibawa ke rumah sakit Konoha. Untung saja mereka terselamatkan, meski ada banyak luka bakar ditubuh mereka. Ini semua gara-gara Sakura. Sungguh Sakura jahat sekali.
"Bawa mereka keruangan UGD sekarang!" perintah dokter muda yang bernama Tsunade, dan suster-susternya mengagguk mengerti dan segera membawa mereka keruang UGD.
=====SKIP TIME=====
Setelah Kiba,Naruto,dan Sasuke dibawa ke UGD, keluarlah seorang dokter yang bernama Tsunade.
"Bagaimana keadaan anak saya, dok?" tanya Kushina.
"Anda harus bersabar dulu, kita belum mengetahui keadaan anak ibu sekarang."Kata Tsunade sambil memasuki ruangan UGD lagi.
"Sabarlah Kushi-chan." kata Minato sambil mengusap pundak Kushina.
"..."sedangkan Kushina hanya diam.
Dan datanglah keluarga Sasuke Uchiha dan Kiba Inuzuka secara terburu-buru karena mendapat kabar buruk, anak mereka kecelakaan karena isi bom yang berada ditangan anaknya.
"Kushi-chan, bagaimana keadaan anakku?" tanya Mikoto khawatir.
"Entahlah Mikoto-chan. Aku juga tak Tahu."Kata Kushina sambil memeluk Minato dan mulai terisak-isak.
Sedangkan Mikotopun mulai menangis pelan, Fugaku mulai menghibur istrinya. Dengan membelai pundak Mikoto.
TINGGKK (suara lampu UGD)
Dan kini pemeriksaan telah selesai. Tsunade kini keluar dari ruang UGD.
"Bagaimana, dok?" tanya Kushina.
"Apakah anda adalah ibunya Namikaze Naruto?"tanya Tsunade. Kushina mengangguk cepat.
"Dan anda ibunya Uchiha Sasuke?"Tsunade sambil menoleh kearah Mikoto.
"Iya,saya Ibunya."jawab Mikoto.
"Dan anda ibunya Inuzuka Kiba?" tanya Tsunade sembari menoleh kearah ibunya Kiba.
"Ya, saya ibunya Kiba." kata ibunda Kiba.
"Baiklah, untuk Anda, Kushina-san." kata Tsunade sambil menoleh kearah Kushina.
"?"
"Anak anda baik-baik saja. Kini ia hanya perlu istirahat."kata Tsunade."Syukurlah." kata Minato menghela nafas lega.
"Untuk anda, ibunya Kiba."kata Tsunade.
"ya?"
"Anak anda juga baik-baik saja. Kini ia hanya butuh istirahat." kata Tsunade, ibunda Kiba menghela nafas lega,begitu juga bapaknya Kiba.
(Note : hehhe..Maafkan saya, saya tak tahu siapa nama orang tua nya Kiba #garukKepala##dikeroyoksamakeluargaInuzuka#)
"Dan untuk anda, Mikoto-san." kata Tsunade.
"?"
"Maafkan saya, dengan menyesal saya mengatakan bahwa Sasuke telah meninggal dunia, ia terbakar habis dan tubuhnya sudah tak hidup lagi." kata Tsunade dengan menyesal.
Dan Mikoto mulai mengeluarkan air matanya dan mulai menangis keras, sedangkan Fugaku memilih diam sembari bersikap tegar dan menghibur istrinya,sedangkan Itachi mulai menangis pelan. 'mengapa kau pergi duluan, heh? Otoutou? Padahal kau belum bahagia bersama Naru-chan.' batin Itachi sambil menangis.
.
.
.
Kini keluarga Uchiha diselimuti kedukaan. Mikoto terus menangis, Fugaku yang susah menenangkan istrinya, dan Itachi menatap lantai kosong.
'Semoga kau bahagia disana, Otoutou.' batin Itachi.
.
.
.
Dan kini Hari Pemakaman Sasuke telah dilaksanakan, semua keluarga Uchiha, dan sahabat-sahabat Sasuke, semuanya menangis. Mereka tak rela Sasuke dibawa pergi, Namun Tuhan sangat sayang Sasuke sehingga Sasuke dikembalikan keAtas.
"Semoga kau bahagia disana ya, Sasuke." Kata Mikoto sambil menangis.
"Ayo Kaa-san, kita pergi, biar Sasuke tenang disana."kata Itachi sambil menghibur ibunya.
"Ya." kini Mikoto berdiri dan meninggalkan tempat terakhir Sasuke.
Terdapat Nama yang berada dibatu tersebut.
.
.
.
Sasuke Uchiha.
.
.
.
6 bulan Kemudian...
Dan kini Akhirnya Naruto telah sadar dari komanya,begitu juga Kiba yang sudah sadar. Keluarga Namikaze dan Inuzuka sangat senang. Sungguh mereka sangat lega karena anak mereka kini baik-baik saja.
Dan sekarang, Mereka sedang bercanda gurau, ada yang ketawa sampai guling-guling lantai,sehingga dimarahi susternya, Hingga Naruto berkata,
"Kaa-san,dimana Sasuke-kun?"tanya Naruto karena sempat mengira ada yang hilang.
"..."Kushina terdiam..
"..."Semuanya ikut terdiam.
"Aree? Nande? mana Sasuke-kun?" kata Naruto setengah memaksa.
"Nanti kau bakal tau, Naru-chan."kata Kiba.
"?"Naruto kini bingung.
"Iya, kamu bakal tau ko, sayang."kata Kushina sambil mengusap kepala Naruto.
"Aku mau menemui Sasuke-kun,kaa-san"kata Naruto.
"Tapi tunggu kamu sembuh, Naru-chan."kata Minato.
"Kenapa tou-san?"tanya Naruto.
"Ya, supaya Sasuke senang kalo kamu sudah sembuh." kata Kiba.
"Oh..." jawab Naruto.
.
.
.
4 hari kemudian...
.
.
.
Kini, Kiba dan Naruto sedang mengunjungi rumah Sasuke, sekedar menyapa saja. Kan mereka belum ketemu sejak dimulainya insiden ledakan tersebut.
to...tok...tok...
Kreett
Dan dibukakan pintunya oleh salah satu maid dirumah Uchiha.
"Anda Inuzuka Kiba dan Namikaze Naruto?benar?"tanya Maid tersebut.
"Yap!" kata Naruto. Dan sang maid kini mempersilahkan KibaNaru masuk dan kini mereka sudah sampai diruangan keluarga Uchiha.
"Hai Naru-chan." kata Mikoto.
"Hai juga, bibi Mikoto."kata Naruto.
"Jangan panggil bibi, panggil kaa-san atau Mikoto-san, gak papa ko." kata Mikoto.
"Dan kamu Inuzuka Kiba kan?" tanya Mikoto kepada Kiba.
"Iya." singkat Kiba.
"Sasuke ada menitipkan surat untuk kalian, sebelum insiden ledakan tersebut Sasuke memberikan surat ini kepada ibu."kata Mikoto sambil menyodorkan 1 surat kepada Naruto dan Kiba.
"Oh,..Arigatou, Mikoto-san." kata Naruto sambil membuka surat tersebut.
Dan Kiba yang penasaran segera menengok surat tersebut.
Untuk Dobe dan Kiba.
Hai, apa kabar kalian? Kalian baik-baik saja kan setelah insiden ledakan tersebut?
Kuharap kalian baik-baik saja.
Maaf aku meninggalkan kalian dengan mendadak.
Aku menulis surat ini sebelum ledakan itu terjadi.
Aku tak mau kalian celaka.
Aku ingin kalian selamat dari insiden tersebut.
Aku tak mau kalian terluka,
Jadi, untuk Kiba.
Tolong jaga Naruto baik-baik ya.
Dan untuk Dobe-ku tercinta,
Maaf aku membuatmu tersiksa, maaf kan aku bila aku sering bersikap dingin padamu,
Tapi..
Aku sangat mencintaimu,Dobe...bahkan selamanya..
Jadi, semoga kalian bahagia,
Sayonara, Naru-chan,Kiba..
By : Uchiha Sasuke.
For : Namikaze Naruto and Inuzuka Kiba.
Tes...Tes...
Air mata Naruto kini telah berjatuhan. Ia tak menyangka, bahwa Sasuke kini meninggalkannya. Kini,memang, ia harus memilih Kiba. Mencintai Sasuke dan Kiba. Namun Sasuke telah meninggalkannya. Sedangkan Kiba ikut menangis. Bagaimanapun juga, Sasuke adalah cinta terakhir Naruto. Ia tak mau membuat sahabatnya sedih.
"Sabar ya Naru-chan. Bibi tak menyangka akan seperti ini terjadi." Kata Mikoto sambil membelai kepala Naruto pelan.
"Ya, Mikoto-san."Jawab Naruto.
Kemudian, setelah mereka berbicara, Naruto dan Kiba segera meninggalkan kediaman Uchiha dan singgah ke tempat dimana ada Sasuke, Untuk yang terakhir kalinya.
.
.
.
"Sasu-Teme, semoga kau bahagia disana ya. Aku akan selalu mengingatmu, dan mencintaimu, untuk selamanya."kata Naruto sambil mengusap batu nisan tersebut.
"Ayo, Naru-chan. Kita pulang." kata Kiba.
"Ya." Naruto segera berdiri dan segera meninggalkan tempat tersebut.
"Ya,Dobe. Aku juga.." kata sosok diatas.
Omake.
Kini Naruto dan Kiba telah menikah, tak ada yang menyangka bahwa pasangan Inuzuka-Namikaze sangat cocok. Banyak yang berdecak kagum melihat pasangan tersebut menikah..
"Naru-chan. Ayo kita tepati janji kita kepada Sasuke."
"Ya, ." kata Naruto mengusap wajah Kiba.
"Aishiteru mo, Naru-chan." kata Kiba sambil mencium bibir Naruto mesra. Semua yang hadir di pernikahan Kiba dan Naruto bertepuk tangan, bahkan banyak yang memberi selamat kepada mereka. Kini Kiba dan Naruto sah menjadi suami-Istri.
Dan mereke juga akan menepati janji mereka, untuk Sasuke.
OWARI..
Bagaimana,minna? Puaskah?
Ya atau Tidak?
Panjang atau tidak?
Semua jawaban terserah kalian, saya mengucapkan terima kasih banyak telah membaca fic pertama saya. Saya harap kalian tidak kecewa lagi. Maaf telat Update nya.
Terima kasih yang sudah membaca fic saya.
Terima kasih yang telah me-review, mem-favorite, dan mem-follow cerita saya.
Arigato ne, minna.
Honami Fukushima.
See you on next story..^^
