Oogoe Diamond

.

.

.

SEVENTEEN (All Members) / Schoolife, Comedy, Bromance / Teen / Chaptered

.

.

Berlari bersama-sama, mengejar kebahagiaan yang menunggu di garis finish. Musim panas akan datang dan menebar semua tawa. Berlari bersama-sama. Dalam perjalanan menggapai berlian ini banyak batu yang harus dilompati, jalan berlubang yang harus dilewati, dan tikungan tajam yang dibuat untuk selalu berhati-hati. Berlari! Terus berlari! Menuju musim panas yang sudah lama diimpikan. Namun, sayang. Mereka ketinggalan bis.

.

.

(Halo semua! Aku membawa cerita bersambung bertema musim panas. Ini HighSchooler!AU (yang aku suka sekali) dan ini tentang musim panas (yang sangat aku cinta) dan ada bromance (yang aku favoritkan) dan ini bersambung (yang sangat aku tunggu-tunggu). Tentang summary-nya, aku memang payah menyusun summary, tapi aku gak pernah payah menyusun kembali hatiku yang hancur berkeping-keping! ._.) Enjoy!

.

.

Chapter 1 : Awal Dari Semua

-Oogoe Diamond-

Ternyata yang namanya Jihoon itu gak setiap saat galak kayak emak-emak yang anaknya ngerengek minta duit buat beli album aja, tapi cowok mungil itu juga punya nurani yang pastinya peduli ke sesama.

Manusia kan makhluk sosial.

Pagi itu pas berangkat sekolah, Jihoon ngelihat ada nenek-nenek yang bawa tas banyak. Awalnya Jihoon biasa aja, tapi begitu posisinya sama nenek-nenek itu udah semakin dekat nenek itu nyamperin Jihoon.

"Permisi, Dek. Nenek mau tanya, Adek tau alamat ini nggak?" kata Nenek itu sambil menyodorkan selembar kertas. Jihoon menerima kertas itu. Ketika Jihoon membaca alamat yang ada di kertas itu si Nenek meletakkan tas-tasnya di jalan. "Saya tahu, Nek. Lumayan jauh tempatnya dari sini," jawab Jihoon sambil senyum.

"Boleh minta tolong antarkan nggak, Dek? Nenek belum paham wilayah Seoul. Nenek dari Busan, mau ke rumah anak Nenek," mendengar kalimat yang diutarakan oleh Nenek itu Jihoon tercengang.

"Busan?" tanya Jihoon. Wajahnya sudah berbinar-binar. Kemudian Nenek itu mengangguk. "Saya juga asal Busan, Nek. Kemudian pindah ke Seoul karena pekerjaan ayah saya. Yasudah, mari saya antar, Nek." Jihoon segera meraih tangan si Nenek. Tak lupa membawakan sebagian bawaan Nenek tersebut.

"Nenek naik bis kota dari Busan ke Seoul, terus naik bis lagi dan berhenti di depan sana. Tadi sempet tanya orang juga, tapi nenek tetep bingung, Dek." Nenek itu memulai pembicaraan. "Seoul memang ribet, Nek. Dulu saya juga kebingungan. Tapi lama-lama terbiasa. Tadi Nenek bilang mau mengunjungi siapa?" tanya Jihoon. "Anak Nenek. Sudah lama Nenek ingin bertemu, tapi Dia sibuk kerja terus, yasudah Nenek saja yang kemari. Kebetulan Dia nggak bisa jemput di Terminal," jawab Nenek.

Jihoon jadi inget neneknya yang di Busan juga. Dulu waktu Jihoon pindah, nenek Jihoon sedih banget, apalagi nenek Jihoon di rumah berdua aja sama kakek. Kalo dulu kan rumah rame, karena ada Jihoon, Ayah, sama Ibu. Akhir tahun nanti sih rencananya, Jihoon pengen pulang ke Busan. Rencananya.

Jihoon melihat jam di tangan kirinya. Gerbang sekolah ditutup 30menit lagi. Jihoon emang biasa berangkat pagi. Udah kebiasaan dari kecil sih, nggak ada alasan khusus.

Alamat yang dituju oleh si Nenek ini adalah komplek perumahan tepat di sebelah komplek perumahan tempat Jihoon tinggal. Tapi ya emang lumayan jauh juga dari tempat mereka bertemu tadi. Alhasil, Jihoon sama aja balik pulang.

"Nek, tadi rumahnya nomor berapa?" Jihoon bertanya ketika mereka sudah masuk ke komplek perumahan. "Nomor A-7, Dek." Jawab Nenek sambil ngelihat kertas tadi. "Untung Blok A, jadi kita gak usah terlalu masuk ke dalem banget, Nek. Karena pasti rumahnya di jajaran depan," Jihoon yang emang tinggal di perumahan, hafal banget sama sistem penempatan rumah di perumahan di Seoul.

"Nah ini rumahnya, Nek."

Akhirnya mereka sampai juga di rumah tujuan si Nenek. Rumahnya gede banget, pagarnya hitam dan cat rumahnya dominan Hitam-Putih.

"Makasih ya, Dek udah anterin nenek sampe rumah. Maaf juga sudah ngerepotin. Mau berangkat sekolah ya?" ucap Nenek itu. Kemudian Jihoon mengangguk sambil senyum dan menggumam "Nggak apa-apa kok, Nek."

Nenek tersebut membuka tasnya dan mengambil sesuatu sebelum Jihoon pamit. Nenek itu memberikan sebuah kotak kepada Jihoon. "Ini buat kamu. Jangan lupa bagi-bagi ke teman-teman mu, ya. Kotak bekalnya bawa aja," ucap Nenek itu.

"Loh, nggak usah, Nek. Itu buat cucu Nenek aja,"

"Kamu juga cucu Nenek, kok. Mulai sekarang kamu cucu Nenek. Kapan-kapan mampir kesini ya, Nenek disini sekitar lima bulan. Sudah sana berangkat. Nanti kamu terlamat loh," Jihoon menerima kotak bekal itu.

Nenek itu mengelus rambut Jihoon sekali. Kemudian menepuk pundak Jihoon sekali. "Belajar yang rajin ya, Lee Jihoon." Seketika Jihoon mengerutkan hidung.

"Kok Nenek tau nama saya?"

"Itu, nametag kamu," jawab Nenek kemudian keduanya tertawa. "Yasudah, saya berangkat ya. Mari, Nek." Jihoon membungkuk hormat kepada Nenek itu. Kemudian melangkah meninggalkan Nenek itu.

"Nek. Jihoon jadi kangen sama Nenek," Jihoon menggumam sambil mengamati kotak bekal itu. Kemudian Jihoon berbalik, melihat Nenek itu sekali lagi. Dilihatnya Nenek itu sudah masuk rumah dibantu oleh seorang perempuan muda. 'Mungkin itu cucunya' pikir Jihoon.

Cowok itu melihat jam tangannya. "Gila! Udah jam segini!"

Jihoon langsung lari setelah memasukkan bekal itu di tasnya.

SEMANGAT YA KAK JIHOON!

"Ma aku berangkat!"

Di kediaman keluarga Kim sedang terjadi rusuh. Memang biasa begitu.

Tuan Kim siap-siap ke kantor. Nyonya Kim sibuk menyiapkan keperluan seperti sarapan, misal. Anak-anak mereka juga siap-siap ke sekolah.

Mingyu dan adiknya.

Tapi hari itu, Mingyu terlihat yang paling sibuk sendiri. Karena dia telat bangun. Nyonya Kim memang sengaja tidak membangunkan Mingyu, karena memang biasa begitu. Mingyu dan Adiknya biasa bangun sendiri, kalaupun mereka kesiangan itu salah sendiri. Nyonya Kim hanya ingin kedua anaknya mandiri. Dan Mingyu kesiangan karena semalem dia nyelesein salah satu tugas pentingnya.

"Udah sarapan belum? Makanya jangan begadang mulu! Jadi repot kan," ucap Nyonya Kim yang saat itu lagi makein dasinya Tuan Kim.

Ah, romantisnya...

"Udah. Semalem aku nugas,"

Nugas itu, bukan typo. Itu emang salah satu kata kerja yang berarti 'mengerjakan tugas' dan itu gak ada di KBBI karena itu akal-akalannya yang nulis cerita aja :'v

"SAMLEKUM!" Teriak Mingyu dari depan rumah.

Kemudian cowok kelebihan kalsium tulang dan gigi itu mengeluarkan motornya.

Namanya juga cowok ganteng, motornya juga ganteng, dong. Kan gengsi kalo bawa motor bebek, apalagi matic. Malu dong sama taringnya yang kinclong.

Sudah seperti Rossi, Mingyu membelah jalanan pagi Seoul dengan motor merahnya yang kinclong dan warnanya ngejreng. Mingyu melaju dengan kecepatan tinggi. Beneran udah kayak Rossi. Mingyu Rossi dengan motor merah dan helm hitam.

KALAU MAU BAYANGIN SILAHKAN BAYANGIN AJA. MINGYU YANG ADUHAI ITU NAIK MOTOR GEDE WARNA MERAH SAMA PAKAI HELM HITAM. TAK LUPA PAKAI JAKET WARNA HITAM JUGA. SEBAGAI PEMANIS, DIBELAKANGNYA LAGI MEMBONCENG CEWEK CANTIK SEKSI YANG DISINYALIR BERNAMA HONEYLILI ;P

SURGA DUNIA ITU NAMANYA...

Ditengah-tengah kesibukannya mengendarai motor, Mingyu tiba-tiba menurunkan kecepatan secara mendadak dan berhenti di pinggir jalan.

"Jihoon! Ayo bareng aja!"

Ternyata ketemu Jihoon.

"Loh, Mingyu. Boleh, deh," kemudian Jihoon naik ke motor Mingyu.

TOLONGIN DONG ITU ANAK KECIL KAGAK NYAMPEK KAKINYA DIA NAIK MOTOR GEDE!

XD

"Bisa naik gak?" tanya Mingyu, ngeledek. Tapi Jihoon diam aja, begitu dia udah naik, dia langsung noyor kepala ber-helm/? Mingyu. "SAKIT, BLOON!" Mingyu langsung teriak, sambil ngelus-ngelus helm-nya/?

Lagi-lagi Jihoon Cuma diam. "Cepet jalan. Jangan ngebut-ngebut, gue kagak pake helm," Jihoon kembali jadi galak.

Apa Jihoon jadi jinak kalau sama Nenek aja ya?

"Pegangan, jan lupa!" ucap Mingyu sebelum cowok aduhai itu membelah jalanan Seoul.

Tenang aja, semua polisi di Korea kenal sama Mingyu, jadi gak masalah kalo dia bawa motor padahal belum ada SIM. Inget ya, kenal sama Mingyu, bukan Bapaknya Mingyu.

HEBAT ANED KAN?!

Selama perjalanan gak ada yang ngomong, karena Mingyu ngebut banget, gimana mau ngobrol coba?

Perjalanan ditepuh oleh motor Asoy punya Mingyu selama 13menit aja. (nanggung amat angkanya) (itukan jumlah member sepentin ;p). Akhirnya mereka sampai juga di sekolah. Haahh leganya... Jihoon udah pucet mau muntah/?

Mingyu markirin sepedanya di bawah pohon. Itu emang tempat langganan Mingyu. Jadi parkiran di sekolah mereka punya sebuah pohon besar banget di sudut, dan Mingyu emang udah langganan parkir disitu sama mbak-mbak penjaga pohonnya, jadi setiap ada orang yang dengan kurangajarnya parkir disitu langsung ditegur sama mbak-mbak itu.

Relasi Mingyu banyak ya, ternyata ;')

Selain itu, Mingyu juga biasa nitip motornya ke mbak-mbak itu. Katanya, 'itu motor mahal. Jadi tolong dijagain ya, mbak. Makasih'

Sungguh sangat hebat sekali kawan kita yang satu ini :')

"Mbak, kayak biasa ya, nitip sepeda, makasih," ucap Mingyu sambil ngerapiin tatanan rambutnya, kemudian ngaca bentar di spion. Jihoon cuma cengo, terus nowel-nowel punggungnya Mingyu. "Lu ngomong ama siapa, tem?" Jihoon berbisik. "Lu gak tau ya?" Sebagai jawaban, Jihoon menggeleng. Kemudian Mingyu menunduk, mendekat ke telinga Jihoon. "Penjaga pohon," bisiknya. Jihoon langsung mukul perut Mingyu begitu denger jawaban tuh cowok Aduhai. Mingyu langsung meringis. "Jangan bercanda lu, tem!" ucap Jihoon. Tapi Mingyu menggeleng. "Rusak nih anak," Jihoon menggumam setelah Mingyu dengan santainya menarik tangan mungil Jihoon. "Gak usah dipikir. Bentar lagi bel masuk," ucap Mingyu sambil merangkul pundak Jihoon. Cowok mungil itu cuma memutar bola mata.

Wonwoo itu sama kayak Jihoon.

Sama-sama hobi berangkat pagi. Kalau Wonwoo sih, karena emang komplek perumahan dia deket banget dari sekolah. Dan dia biasa berangkat sama teman sekelasnya, Minghao, karena rumah mereka cuma beda blok aja. Jadi tiap hari berangkat bareng, naik bis, terus jalan bareng dari halte depan gang sekolah mereka ke sekolah.

Indahnya bersama-sama :D

Pagi inipun begitu. Wonwoo sama Minghao berangkat bareng dan ketika sampe kelas, keadaan masih sepi. Emang biasa begitu.

Jangankan kelas yang sepi, mereka juga sudah biasa dengan hati yang sepi kok :'"""""")

Wonwoo doang sih, Minghao kan udah taken. CIIIEEEE

Satu-persatu temen sekelas mereka pada dateng. Jadi gak terlalu sepi lagi. Kemudian, Jun, teman seperjuangan mereka akhirnya dateng juga.

"Gimana slide Biologi? Kelar?" ucap Jun ketika dia duduk di bangkunya. Kedua temannya mengangguk. "Gue ngebut banget ngerjainnya semalem. Karena gue baru inget pas habis makan kalo ada tugas itu." kata Minghao. "Rasain! Jangan pacaran mulu makanya!" Wonwoo menimpali sambil ketawa. "Lu iri kan? Jomblo sih, makanya, cari dong!" Jun menjawab sambil noyor kepalanya Wonwoo dari belakang. Karena emang Jun duduk dibelakang Wonwoo. "Betewe, Seokmin kok belum kelihatan ya?" Minghao mengalihkan bahan pembicaraan agar kedua temannya ini berhenti tengkar. Yang atu teman yang atu kesayangan, hihiw ;3

"Cabut ah," ucap Wonwoo tiba-tiba sambil berdir. "Mau kemana? Digituin aja ngambek lo, Won," tanya Jun. "Mau ke kamar mandi, ikut?" Wonwoo menjawab, kedua temannya menggeleng. Jadi dia pergi sendiri. Tuhkan sendiri lagi :")

Di perjalanan, Wonwoo ketemu Seokmin di lorong. "WOY BRO!" Seperti biasa, Seokmin selalu heboh dan rusuh. "Oy!" Wonwoo cuma menjawab seadanya. "Kemana? Jun ama Hao udah di kelas belum?"

"Udah, mereka udah di kelas, mau ke toilet gue,"

"Oh, ati-ati, bro!"

"Yoi!"

Duh, cowok, kalo berteman sesuatu sekali yah...

Sepulang dari kamarmandi, Wonwoo sengaja lewat lorong belakang. Karena lebih cepat sampe ke kelas. Pas diperjalanan, cowok itu tiba-tiba berhenti. Matanya tertuju kepada sebuah lapangan parkir. Lapangannya bersih banget, sejuk juga kelihatannya, ada beberapa tempat duduk yang berupa ban yang dimasukkan ke tanah setengahnya, dan ada pohon besar banget di sudutnya. Wonu gak lagi mengamati lapangan parkirnya, tapi sebuah objek yang berada di bawah pohon besar itu.

Mingyu,

sama Jihoon.

Wonu memperhatikan bagaimana Mingyu dengan lihainya menempatkan motor Asoy-nya di bawah pohon. Kemudian sosok dibelakangnya turun, begitupun Mingyu. Wonu terus mengamati ketika Mingyu merapikan rambutnya dan ngaca di spion.

Termasuk ketika Mingyu mendekatkan wajahnya ke wajah Jihoon.

Dan ketika Mingyu menarik Jihoon kemudian merangkulnya.

Wonu paham benar siapa Mingyu dan siapa Jihoon. Mereka teman sekelas, dan sudah sangat akrab sekali. Mereka berdua akrab juga sama Wonu.

Tapi, tetap ada sesuatu yang Wonu rasakan ketika melihat itu semua.

Kayak ada pahit-pahitnya. Cekit-cekiiit, cekit-cekiiiit...

Tapi, Wonu mek iso ngempet.

[Tapi, Wonu cuma bisa menahan]

Sudahlah ya... Wonu cuma pos-think aja, semoga gak ada apa-apa diantara mereka. Tapi, kalo misal ada apa-apa, Wonu bisa apa?

Wonu cuma remahan wafer yang Mingyu makan semalem sambil nugas :"""""""""""))

"OKE KAWAN-KAWAN KITA SEPAKAT BERLIBUR KE PANTAI YAAAAAAA" Itu Seokmin, siapa lagi-,-

Saat itu, mereka semua, iya semua, mulai dari TigaSerangkaiSesepuh Cheol-Shua-Han, kemudian kwartet Jun-Hao-Won-Seok, terus trio Soon-Min-Hoon, dan para precil Boo-Chan-Ver, lagi kumpul di kantin. Dan seperti yang sudah-sudah, mereka menggabungkan 2 meja, sehingga bisa menjadi meja panjang yang cukup ditempati oleh 13 orang.

"Kita ke pantaii Jeju aja pliiisss..." itu Seungkwan.

"Sama aja lo pulang kampung dong," Soonyoung langsung nyaut. Kemudian Seungkwan ngangguk sambil nyegir.

"Kalo urusan pantai ya BUSAN DONG JUARANYAAAAA" Itu Jeonghan, yang kelewat semangat karena dia sudah memimpikan perjalanan fantastis ini sejak kelas sepuluh. Buseeett...

Tiba-tiba Jihoon keinget Nenek tadi. Dan keingat bekal juga.

"TEMAN-TEMAN! AKU KE KELAS DULU AMBIL SESUATU AKU BALIK LAGI KOK BENTAR YA JANGAN KEMANA-MANA!" Jihoon langsung berdiri dan heboh.

"Perlu ditemenin abang, gak?" Soonyoung udah pasang wajah centil sambil naik-naikin alisnya. Jihoon cuma pasang muka datar, "Nggak usah!" Kemudian itu cowon bulet langsung lari ke kelasnya.

Tentu saja mengambil bekal pemberian si Nenek. Dan sebenarnya, sampe sekarangpun, Jihoon gak tau isinya apaan.

Karena kelas Jihoon letaknya di lantai dua, dan tepat di atas kantin, dan tangganya juga deket sama kantin, jadi Jihoon gak perlu waktu lama buat ngambil.

"Cepet banget?" itu komentar Chan.

"Emang kelas lo? Di belakang sana," balas Mingyu, ngeledek.

Ngeledek mulu tuh cowok Aduhai-,-

"Namanya juga masih kelas sepuluh," bales Chan lagi. Tapi Mingyu cuma diem aja. Karena kalo dia gak diem, kagak kelar-kelar urusannya.

"Tadi pagi kan, aku ketemu Nenek-nenek. Dia gak tau daerah Seoul dan mau ke rumah anaknya. Terus minta tolong aku buat nganterin karena kita kebetulan ketemu. Yaudah aku anterin, ternyata rumahnya di perumahan Anggrek, dan aku dikasih ini sebagai balasan. Aku juga gak tau isinya apaan, aniwei, Nenek tadi dari Busan. Jadi tadi aku juga sempet baper sama kampung halamanku," Jihoon cerita panjang lebar, kemudian Jeonghan yang duduk disebelahnya ngelus-ngelus punggung Jihoon. "Nenek tadi berpesan, jangan lupa bagi-bagi ke teman-teman, gitu. Yaudah aku bagi-bagi, Nih,"

Vernon langsung ngebuka kotak bekal itu. Kalo ama makanan mah, Vernon nomor satu.

"WOOOOAAAHHH"

"WOOOWW"

"ASIIKKK"

"ENAK BANGET KELIHATANNYA!"

Ternyata, isinya adalah Kue Beras. Dan isinya lumayan banyak juga.

"Gak usah beli makan lagi deh, ngemil ini aja," ucap Minghao yang matanya udah berbinar-binar.

"Aku ambil ya, Jihoon!"

"Aku juga ya..."

"Makasih loh Jihoon"

"Hmmmmm enak banget,"

"Iya, lumer ya..."

Dan begitulah. Dan begitulah.

"Tadi lo bilang Perumahan Anggrek? Deket rumah Seungcheol, dong" ucap Jeonghan sambil ngunyah kue berasnya. "Masa sih?" balas Jihoon, sama-sama masih ngunyah. Jeonghan ngangguk. "Rumahmu disana kan?" Jeonghan nanya Seungcheol, dijawab anggukan. "Blok A nomor 7." lanjut Seungcheol.

Jihoon Cuma jawab 'ooh' sambil ngangguk-ngangguk.

Tapi kemudian dia tercengang! BLOK A NOMOR TUJUH DIA BILANG?!

Jihoon langsung batuk-batuk. Gak berhenti-berhenti. Kue berasnya ditaruh di meja. Jeonghan langsung nepuk-nepuk punggung Jihoon. Jun langsung nyodorin botol air. Jihoon minum dan menenangkan diri. "Baikan?" tanya Jun, kemudian Jihoon ngangguk.

"Berarti itu Nenek kamu dong, Kak?" Tanya Jihoon langsung. Semua tercengang. Pada ngelihatin Seungcheol sama Jihoon. "Nenekku emang dateng tadi pagi. Tapi, masa beneran Nenekku yang ketemu kamu?" Seungcheol malah balik nanya. Repot nih anak. Jihoon ngangguk mantep banget.

"Waaah, kebetulan yang indah sekali." Itu Mingyu, masih nyomot kue beras.

"Itu Nenek Mingyu kali, dia kan rumahnya di Perumahan Anggrek juga," ucap Wonu yang daritadi diem aja. Ciee tau rumahnya Mingyu ciee.

"Mingyu kan dari Anyang, mana mungkin neneknya dari Busan. Lagian dia blok C, bukan A. Yaudah itu berarti Neneknya Seungcheol," balas Joshua santai, sama-sama sambil nyomot kue beras

Kok tau kalo Mingyu dari Anyang? Kok tau juga rumahnya Mingyu? Kok kayaknya hafal banget tentang Mingyu? Hayoooloooohhh ;333333

"Bener tuh Kak Jo, gue mana punya saudara di Busan?" Mingyu menimpali.

JADI?! Yang tadi dianter Jihoon itu, Neneknya si Seungcheol, seniornya yang punya bulumata manja badai traliliulala itu? SEMPIT SUNGGUH DUNIA INI YA TUHAN ;')

"Yaudah, ayo kita bicarain pantai lagi aja. Kita ke pantai yang deket-deket sini aja lah. Gak usah jauh-jauh apalagi sampe Busan segala." Akhirnya Vernon mengawali jalannya rundingan ini.

"Oke berarti kita pakai kendaraan pribadi ya..."

"Berarti kita berangkatnya pagi-pagi banget ya..."

"Kita berangkatnya pertengahan bulan aja berarti?"

"Gak usah bawa banyak barang gitu dong Kwanie, rempong banget,"

"Yeay! Bakalan pajama party dong?"

"Loh nginep ya?"

Dan sebagainya. Dan sebagainya. Bicarain ini. Bicarain itu. Nyeleweng sana. Nyeleweng sini. Menggok sana. Menggok sini.

"YAUDAH BERARTI INI FIX YA RENCANANYA?" Itu, Seokmin, yang memang secara tersirat/? Digadang-gadang sebagai pengantar rapat.

"FIIIIIXXXX!" Seru semuanya. Setelahnya, mereka pada bersorak-sorai. Lempar confetti segala. Ngapain coba? Tak lupa selfie-selfie, lalu aplot aiji (re:ig). Ditambah kepsyen yang oh sangat alay sekali. Anak zaman sekarang-,-

Jadi, mereka akan berlibur ke pantai Seokcho, naik kendaraan pribadi, yang akan dipinjam oleh Wonwoo dari pamannya, dan yang nyetir (insyaallah) Jeonghan dan Mingyu, dan mereka akan berangkat pagi-pagi banget lalu pulang sore-sore, jadi gak perlu nginep.

Dan mulai hari ini, mereka akan berusaha mengumpulkan uang. Pundi demi pundi. (asik banget bahasa gue hehehew :3). Mereka sudah berunding apa yang akan mereka lakukan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Mereka punya total 4 bulan penuh untuk mengumpulkan uang. Jadi, kalo mereka berusaha banget, bisa banget mereka liburan. Karena emang yang paling banyak butuhin duit itu biaya sewa mobilnya Om nya Wonu.

MEREKA AKAN MEMULAI BISNISSSSSS! HEBAT ANED KAAAAAAANN? EA KAAN?

Mulai hari ini, mereka akan mencari suatu pekerjaan yang akan menghasilkan uang. JUALAN MISALNYA... ATAU JASA POTO KEK... ATO NGAMEN BARANGKALI... Pokoknya gak jual harga diri aja... /?

Karena jam istirahat yang udah abis, jadi mereka kembali ke kelas masing-masing.

Dalam perjalanan menuju kelas, Tiga serangkai sesepuh terlihat sedang jalan bersama bertiga dan sudah terlihat seperti boyband.

"Minggir! Minggir! Beri jalan!"

"Boyband lewat! Boyband lewat!"

"Jangan asal foto dong mbak, enak aja!"

"Jangan ditarik-tarik ya bajunya..."

Ketahuilah bahwa itu adalah segerombol anak cewek di kelasnya mereka yang kebetulan lewat. Totalnya ada 3 orang juga, dan berlagak seperti manager artis. Kemudian mereka ketawa.

"Ada-ada aja lu, Na!" Itu Jeonghan.

"Ya kalian sih, jalan bertiga kayak gitu, yang satu wajahnya galak banget, yang satu cantikan, yang satu kalem banget. Gimana gak kayak boyben coba?" Jawab Nana.

"Au! Mana kalian jalannya begini lagi," Lizzy, teman sekelas mereka juga, jalan sambil membusungkan dada dan sesekali merapikan rambut dan mengarahkannya ke belakang, dengan raut wajah yang dibuat sok-cool. Kemudian mereka ketawa lagi.

"Tapi kalian emang pantes kok kalo misalnya jadi boyben. Dari wajah , sudah oke, dan kalian juga jago nyanyi," Imbuh Raina, teman mereka yang satu lagi.

"Ah, biasa aja," balas Joshua yang emang sejak lahir dan sampai kapanpun akan selalu rendah hati.

"Tapi serius deh, Jeonghan kan pintar nyanyi, terus Joshua pinter main gitar, dan Seungcheol jago rap juga. Kan pas banget kalo kalian jadi musisi. Kenapa gak nyoba casting aja?" Nana bicara panjang lebar. Tapi TigaSerangkaiSesepuh itu cuma senyum aja.

Kalau dipikir-pikir, pertemanan anak SMA yang baru kelas sepuluh sama yang udah sesepuh kayak mereka tuh, beda banget ya. Pertemanan mereka yang udah sesepuh tuh, ada manis-manisnya. Hehe.

"Yaodah, kita mo balik. Lu-lu pada mau kemana coba? Udah bel juga," tanya Jeonghan. Dan di balas oleh Lizzy : "Kantin lah, mau udah bel apa belum kan gak ngaruh, udah gak ada guru ngajar juga,"

"Daaaaahhh." itu Nana.

Duh, jadi seneng liatnya kalo akur gitu... :))))

"Tapi aku masih kepikiran soal Nenekku dan Jihoon," ucapan Seungcheol menghentikan langkah mereka.

"Yang jelas, itu bukan Nenek Mingyu," jawab Joshua kemudian melanjutkan jalannya. Diikuti 2 temannya yang lain. Tuhkan, nyinggung-nyinggung Mingyu mulu, ada apaan si? :3

"Kok bisa ya? Dan kenapa pula Nenekmu tiba-tiba kesini?"

"Bukannya kamu dari Daegu?" Belum sempat pertanyaan Jeonghan terjawab, Joshua sudah menanyakan pertanyaan lain.

"Iya, aku dari Daegu. Itu Nenek dari Ibuku, dan emang udah lama banget kita gak ketemu. Kita juga lama gak ketemu Nenek yang di Daegu. Mungkin Nenek pulang atas kemauan sendiri," jawab Seungcheol.

Mereka sampai di kelas, kemudian berjalan menuju bangku Seungcheol-Joshua. Mereka berdua duduk di bangku, sedangkan Jeonghan duduk di meja Seungcheol.

"Kenapa Jihoon?"

"Apanya?" Jeonghan tidak mengerti dengan apa yang Seungcheol katakan.

"Yang bertemu Nenekku. Kenapa Jihoon? Kenapa bukan orang lain saja,"

Jeonghan dan Joshua saling tatap. Mungkin telepati.

"Mungkin kalian Jodoh." Lalu keduanya tertawa, sedangkan Seungcheol makin kebingungan.

Kok bisa Jihoon ya?

-ooooOOOoooo-

AKU AKAN BALAS REVIEW DISINI :D

Yuzuki Chaeri :"akoeh terhura, narasinta penuh warna :')

#elapingusdibajusunyoung

Kusuka gaya bahasamu #cipok #digampar

Dan wait- Seungcheol lopelope ama Jisoo? Demi? Gue sih berharap SeungHan biar Joshua buat gue HAHAHAHA #ditabok

Qakz, kucintah SoonHoon jd tolong buat mereka bahagia layaknya sejoli kasmaran di tengah ladang bunga :') #woy dan demi ape Si Mungil Liar? Wkakkak

Okay, sudah cukup saya bacotnya, dan rapunzel mau memberi koreksi sedikit ya :3

Yg benar itu : memesona, silakan, dan di sana

Lavlav!

Sign,

슈가의 쿠마몬"

Honeylili :" Makasih Rapunzel, atas koreksinya ;) Tentang seunghan serta soonhoon nya ditunggu aja kelanjutannya okey. Dan jihun memanglah si mungil gumpalan cimol yang liar banget .-. Thankies sudah review :* Lavlav!"

.

Akasuna no Yumi :"Ohoho... seru ceritanyaaaaaa... si Wonu kasian bgt deh, cintanya di gantung ama Mingyu, itu cinta bukan jemuran yg bisa digantung :v. Ini ada momen CheolSoo? YA AMVUUUUUUUUUN AKU SUKA BGT AMA PAIR CHEOLSOO ASDFHFJFLSKABXJSNZIDH /Abaikan :v/
Ohoho... pokoknya ff ini harus dilanjut! Jan lama-lama yah! Semangat nulisnya, aku tunggu lanjutannya!"

Honeylili :"Oke deh, ditunggu loh ya Cheolsoo nya /loh? Kkk~~~ Itu si Wonu udah biasa banget digantung-gantung kayak begitu dan mingyu gak pernah kehabisan tali buat gantung si wonu/? Ini udah apdet :D

.

Kookies :"Syedih ya jadi wonu, di php mulut. Di gantungin, tp diperlakuin seolah2 cinta. Kek gue banget nasib wonu. Kalo gini mah kudu sabar menanti tp kalo yg dinanti gak peka2 tendang ae :v"

Honeylili :"Ayo, aku bantu tendang semua laki-laki tukang php. Gak tau mereka kalo cewek punya tenaga badak super yang mampu nendang cowok tukang pehape kayak Mingyu... Ajakin wonu sekalian! Thankies sudah review, betewe, hehehe :3

.

Bbangssang :"Aduh sering salpok sama lagunya :( Kadang ffn di pc gak bisa, di hp juga gak bisa. Satu satunya jalan adalah opera mini '-' Apalagi yang pakai Fi*st media -_-"

Honeylili :" Kalo di hape aku juga pake opera mini, karena opera mini itu emang akrab banget sama ffn, gak kayak yang lain. Lagunya boleh loh didengerin juga. Itu sekalian rekomendasi lagu asooy /? Thankies review-nya :*"

.

Sherry dark jewel :" hai Li... aq gak mau komen banyak... cuma mau nanya aja. kamu nonton noragami ya? segala ada yato. sekki... itu kepikirannya kesana mulu.
ngebayangin gurunya si yato kampret kan nge troll mulu.
sian seokmin. tapi aq juga nggk mau soonhoon pisah.
kudu eothokke. oke abaikan. keep writing semoga ada lanjutannya lagi. . ."

Honeylili :"Noragami (season 1 dan 2) itu fav ku banget, kak! Jadi aku suka dan kebawa sampe ke ff ini. Nah, si Yato kan pake baju olahraga mulu, dan dulu sebelum jatuh miskin/? dia kan dewa yang tirani, kak. Jadi ini perpaduan antara Yato yang dulu dan Yato yang sekarang, hehe. SoonHoonSeok bersatu aja deh ya?

.

-ooooOOOoooo-

Sudah dibalas ya review-nya :-D

Gak banyak notes, cuma mau ngingetin buat review aja. Reviews are very welcome guys. . .

Pyeong!

Li.