Chapter 2 (meet you)
My Little Monster
.
.
.
.
.
Pair : NaruHina
Rate : T
Genre : Romance
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning: abal",gaje,typo bertebaran,banyak pengulangan kata. Dan lain sebagainya, silahkan pencet tombol keluar sebelum terjebak dengan kisah ini.
Don't like huh! Just close your eyes!
~Oo~My Little Monster~oO~
Naruto pov
" Sir,jelas anda tidak baik-baik saja, ayo ikut saya ke ruangan saya,disana ada obat penenang rasa sakit." ucap wanita di hadapanku yang di ketahui bernama Shion tersebut. Tapi karena sangkin sakitnya kepalaku ini aku tidak mendengar apa yang diucapkan Shion kepadaku.
" Pak,jika anda tidak ingin menderita seperti ini tolong anda ikut saya ke ruangan saya." Lagi wanita itu terus berucap tapi aku hanya memperdulikan rasa sakit di itu memegang tanganku.
.
.
.
DEG!
.
.
.
Seketika rasa sakit yang tadi hanya terasa di kepalaku,kini menjalar ke seluruh tubuhku tapi anehnya aku tidak bisa mengerang kesakitan. Suara ku seperti tercekat, dan aku tidak bisa mengendalikan tubuh ku.
' Hay,Ohisashiburi desune,Naruto.' sebuah suara bariton yang hampir mirip dengan suaraku sedang menyapa dan entah mengapa aku bisa mendengar suara itu berada dalam diriku.
' Siapa kau? dan kenapa aku bisa mendengar suara mu? Dimana kau?.' Sederet pertanyaan langsung kutanyakan pada suara yang berada didalam diriku
' Owhh,owhh, jangan buru-buru sudah lama kita tak bertemu, ayolah! Setidaknya kau menanyakan bagaimana kabarku yang terkurung didalam tubuhmu?, karena kau yang telah membuangku begitu saja.' Ucapnya pelan namun menyindir.
' Apa...apa yang kau maksud?.' Tanyaku pada suara yang hadir didalam diriku.
' Come on!, kau tidak perlu berpura-pura tidak tau kan?.'
' Aku tidak menger- 'belum sempat aku mengeluarkan pertanyaan suara itu sudah memotongnya.
' BRENGSEK,'teriaknya bersamaan dengan nafasku yang terasa tercekat seperti di cekik.
' KUSOO, kau masih berpura-pura tidak. tau,baiklah akan ku beritahu!,tapi dengan cara kau merasakan bagaimana pedihnya itu! '
Tiba-tiba tanganku bergerak memegang tangan putih wanita di depanku dan mencengkramnya dengan kuat sampai-sampai perempuan itu menjerit kesakitan,tapi itu bukan aku, aku saja tidak bisa mengeluarkan suara apalagi menggerakkan badanku.
' Tunggu ada apa ini kenapa tiba-tiba gelaaap...'
*End Naruto Pov*
" Hai nona ada yang bisaku bantu?"Tanyanya seperti akan memakan mangsa yang ia dapat hidup-hidup.
" Pak apa anda sudah tidak apa-apa? Bisakah anda melepaskan tangan anda?" Cicit Shion karena merasakan sakit di pergelangan tangannya.
" Oh,gadis yang manis."ucapnya sambil melagkah maju mendekati gadis itu.
" P-pak."Shion menelan salivatnya dengan susah payah,merasa jarak pria itu semakin dekat, Shion pun perlahan mundur,tapi Kamisama sedang tak berpihak kepadanya dia tak bisa mudur lagi karena dinding besar yang menghalangi rencananya untuk kabur.
' Oh shit, siapa yang menaruh dinding disini.' Pikiran yang tidak masuk akal dari Shion.
" Pak,bisakah anda mundur!"ucapan Shion tak di dengarkan oleh makhluk tampan namun mengerikan di didepannya itu, dia malah semakin maju hingga Shion bisa merasakan deru nafas pria itu.
" Tenang sayang ini tidak akan sakit."Pria itu mengoles bibir Shion dengan ibu jarinya secara perlahan membuat sang wanita lemas ketakutan.
Wanita itu membelalakan matanya bergetar dan tanpa pikir panjang Shion berteriak tapi tertahan karena mulutnya di bekap pria didepannya.
" HEI,JANGAN BERTERIAK!"ucapnya membentak wanita itu, tapi Shion tidak takut dengan bentakan itu dia lebih memilih memikirkan cara keluar dari situasi ini.
Sebuah ide pun terlintas di otak Shion dia menggigit tangan tan yang masih setia membekap mulutnya dengan sekuat tenaga.
" Arghh, brengsek!" umpatnya sambil melepas bekapan di mulut wanita itu, Shion pun mengambil kesempatan itu untuknya.
" Pak,jika anda seperti tadi saya akan memanggil satpam."Ancam Shion dengan kaki yang gemetar.
" Oowh, aku takut!, baiklah nona silahkan pergi."Ucapnya sambil memperagakan ekspresi pura-pura takut setelah itu dia membukukan badannya seperti supir yang mempersilahkan sang majikan turun di red carpet.
Shion pun lari dengan wajah yang pucat pasi seperti melihat kuntil anak di siang hari bolong.
Setelah melihat Shion lari dengan sisa tenaganya pria itu hanya terkekeh melihat hiburan yang sudah lama tak ia dapatkan.
" Heehh, jadi kau tidak pernah bermain perempuan huh?"Tanya nya pada Naruto yang asli.
" Apa-apan ini gaya rambut mu jelek sekali." sifat itu mengacak-acak rambut blond naruto yang rapi (yah meskipun tidak terlalu rapi karena memang sudah dasarnya rambut kuning kesayangan naruto itu jabrik kalo mau tanya,tanya sama om MK dehh kenapa tuh rambut jabrik.)Dia mengacak-acaknya sedikit dan yahh sekarang bisa author akui Naruto lebih tampan dengan rambut acak-acakan seperti itu.
" Hey Naruto, kau jangan kabur! Ini tanggung jawabmu, dasar merepotkan!" Teriak seseorang dibelakang. Spontan Naruto ehh RALAT sifat yang sekarang mengendalikan tubuh Naruto pun berbalik.
" Ahhh si 'Kepala Nanas' ohisashiburi, kau banyak berubah yah." Menurut sifat itu dia tersenyum manis tapi menurut pandangan kita sih. Seperti seringaian licik sang pelaku pembunuhan.
" Heh? Kau baru saja meninggalkanku di ruangan mu beberapa menit yang lalu dan kau bilang sudah lama tak bertemu,dan apa-apaan senyumu itu for God's sake kau membut iblis pun berlari ketakutan. Cih..aku jadi lupa tujuanku, Naruto cobalah kau selesaikan urusanmu aku malas dan ingin tidur siang sebentar hoamm...semoga sukses jaa~"Shika pun berbalik hendak pergi sebelum tangan besar menahannya.
" Apa lagi? " Tanyanya merasa ada yang menghentikan dirinya melakukan hobinya.
" Etto nee nanas, urusan apa itu? " Tanyanya polos nggak bisa dibilangin polos sih karena wajahnya mengerikan tapi perlu di ingat dia masih memancarkan ketampanannya.
" Ckk.. tadi kan aku sudah bilang, kalau aku membuka lowongan kerja di bagian administrasi, kau aneh sekali hari ini? Sudah lah aku tak peduli, laksanakan tugas mu dengan baik!" Laksana bos Shika memerintah kepribadian Naruto yang sedari tadi nyegir dengan lampu neon 250 watt yang menyala di kepalanya.
Shikamaru pun pergi meninggalkan pria itu sendirian.
" Kau memang sahabat terbaikku nanas."Katanya dengan senyum umum yang di pakai oleh para penjahat yang mendapat kan ide jahatnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tok..tok..tok
Suara pintu di ketuk menandakan ada seseorang di luar ruangan itu
" Masuk." Ucap pria dengan surai blond jabrik seraya mengecek setumpuk kertas yang di terimanya dari para pelamar kerja.
" Permisih,pak." ucap seorang wanita yang tadi mengetuk pintu, sembari berjalaan Mendekati kursi yang di sediakan untuk para pelamar kerja.
Wanita itu manis dengan rambut di atas pinggangnya , dan make up yang menghiasi wajah ayu nya degan baju formal yang dipakai untuk melamar kerja dan di padukan dengan rok mini yang berwarna pink. Membuatnya semakin Naruto dia pasti tampak biasa saja melihat wanita didepannya ini tapi berbeda dengan kepribadiannya ini, sekarang saja dia sudah menatap wanita itu dengan tatapan serigala yang lapar.
" Kau diterima!"Ujarnya to the point mana mungkin dia melepas cewek cantik di depanya ini secara, dia adalah kepribadian naruto yang terkenal dengan sifat 'bermain dengan wanita'.
" Anda serius pak?" Ucap wanita itu terkejut tat kala karena bosnya ini langsung menerimanya tanpa melihat bibit-bobot nya dulu.
" Yahhh, aku serius, kau bisa mulai bekerja besok. Ok kau bisa pergi sekarang, jangan lupa besok kau harus berkerja dan satu lagi bibir mu ini kau harus mempersiapkannya besok!" Katanya sambil menaroh ibu jarinya di bibir tipis gadis itu sembari mengelapnya secara perlahan.
Wanita itu blushing melihat sang bos perusahaannya sangat dekat dan dia mengakui kalau bosnya itu sangat tampan apa lagi dia memegang bibirnya, rasanya dia mau pingsan,tubuhya pun sudah lemas tak dia segera membangkit kan kesadarannya yang mulai hilang tadi, memang tubuhnya masih lemas sekarang saja dia masih menompang tubuhnya yang sedang berdiri di pegangan kursi agar dirinya tidak jatuh terduduk lagi.
" Ba-ba-baikalah saya akan pergi,pe-permisih p-pak."ucapnya terbata-bata sambil menunduk agar wajah merah padamnya tak terlihat oleh sang bos. Dia pun pergi setelah membungkuk sembilan puluh derajat.
" Huuh, gampang sekali aku mendapatkanya!" Katanya dengan senyum meremehkan.
" NEXT!" teriaknya menyuruh pemndaftar berikutya.
" Permisi." terdengar saura berat yang menandakan bahwa dia adalah seorang laki-laki.
Mendengar suara itu kepribadian naruto tidak tinggal diam saja.
" Tidak, kau tidak di terima!"Teriaknya langsung,karena mengetahui jenis kelamin makhluk didepannya itu.
" Tapi pak, bapak bahkan belum meng-interview saya."Protes pria itu yang kini berdiri di depan meja sang CEO.
" Jika aku bilang tidak yah tidak!."Suara bariton itu terdengar meninggi yang labih tepatnya membentak.
" Anda tidak bisa seperti it-"
BRAAK
Suara gebrakkan meja yang membuat ucapan pria itu terpotong karena kaget dan menoleh pada tangan tan sang pelaku yang mengebrak meja tersebut. Dengan gerakan patah-patah pria itu membranikan diri menatap sang bos, tapi apa yang dilihatnya sekarang membuat nyalinya ciut.
" Aku tidak menerima pembantahan!" Naruto pun maju selangkah demi selangkah mendekati pria yang melamar kerja di tempatnya tersebut dan membuat pria itu mundur hingga akhirnya dia terpojok di sebuah dinding besar.
"Jika kau masih membantah..." Naruto sengaja mengayunkan kata-katanya.
DUAGGHH
Pria berambut blond itu meninju dinding kokoh yang tepat di samping pria itu membuat dinding itu retak dan menjatuhkan retakan dinding kelantai, sedangkan sang korban terlihat pucat pasi dan mematung.
" Akan ku bunuh kau." ancamnya yang sempat di potongnya tadi, sekarang wajah naruto benar-benar sangat,sangat,sangat mata orange yang melotot yang mengeluarkan urat-urat matanya, dan taring yang keluar, naruto sekarang ini mirip dengan rubah membuat nyali orang yang melihatnya seketika menciut.
Tanpa basa-basi pria itu berlari keluar dengan sekuat tenaga menahan kaki yang sudah gemetaran sedari tadi. Pria itu keluar dengan wajah pucat membuat orang yang melihat bertanya-tanya.
" Huh, akhirnya pergi juga,NEXT!"Teriaknya sambil mengatur nafanya yang tadi terengah-engah menahan emosi yang meluap.
Pasti kalian bertanya-tanya kenapa dia menolak pria tadi?.itu karena ini adalah rencanya menerima setiap wanita cantik tak peduli bibit-bebet-bobotnya dan menolak para kaum adam meskipun IQ di luar batas normal sekali pun, rencana licik yang dipikirkannya dari awal pertemuannya dengan Shikamaru.
" Sumimasen."Terdengar suara lemah lembut membuat pria itu tenang dengan mata berbinar.
" Silahkan masuk!"Naruto mempersilhkan wanita itu masuk dengan suara yang lembut tidak seperti tadi.
Nampak seorang gadis bermata lavender dengan surai indigo yang panjang dan di biarkan tergerai indah tanpa ikat rambut yang mencapai pinggang ramping nya itu, dia tidak menghiasi wajah ayunya tapi dia menggunakan lip gloss pink rasa strawberry menghiasi bibir mungilnya, meskipun begitu wajahnya terlihat natural dan sangat,sangat cantik,aroma lavender pun keluar dari tubuh wanita itu. dia mengenakan high heels berwarna pink muda dan baju dengan paduan rok yang berwarna ungu muda selaras dengan manik lavendernya.
Sedangkan Naruto hanya bisa mangap dengan mata yang membulat sempurna melihat wanita didepannya 'yaa ampun,apa dia dari kayangan' pikirnya.
" Maaf pak, ada yang salah." katanya berusaha menyadarkan bosnya yang menatapnya dengan kagum.
' Ya ampun suaranyaaa...indah sekali.'
" Pak!" Katanya lagi berusaha menyadarkan makhluk di depannya yang sekarang berpikiran mesum.
" Ehh,ah.. Siapa nama mu?"Tanyanya sambil menggaruk kepalanya yang author yakin tidak gatal.
" Ahh..hajimemashite watashi Hyu-"ucapan wanita itu terputus karena pria bermata rubah tersebut.
" Kau diterima."katanya tanpa basa-basi.
" HAH! Anda yakin pak bahkan bapak belum meng-interview saya."ucapan bosnya itu sukses membuatnya membulatkan matanya dengan sempurna sehingga menampilkan lavender bak rembulan yang indah di malam hari.
" Hem,saya serius."Ucapnya meyakinkan wanita didepannya ini.
" Terima kasih pak."wanita itu tampak senang dan langsung menjabat tangan tan yang berada di atas meja.
.
.
.
.
DEG
.
.
.
.
" Arrghhh!"
" Pak,Daijoubu?"Tanya wanita itu penuh dengan nada khawatir tetap dengan memegang tangan tan tersebut.
" Hai, Daijoubu, KUSO...TEME, aku tidak menyangka akan secepat ini akhh..." Erangnya kesakitan.
" Si-akkhh siapa na-nama mu?"Ucapnya sambil menahan rasa sakit.
" Hyuuga Hinata desu." jawabnya cepat dengan masih menggenggam erat tangan bosnya yang terasa sangat dingin.
" Oke,Hinata, Dengarkan ini dan tatap mataku!"Perintahnya sambil menggenggam balik tangan mungil itu.
" INGAT! ini Hinata, jika kau melihat orang yang sama seperti aku tapi dengan warna mata yang berbeda...INGAT! itu bukan aku. Tatap mataku dan lihat baik-baik warna mata ku. Ingat itu Hinata."
.
.
.
.
DEG
.
.
.
.
Pria itu membelalakan matanya tapi setelah itu matanya menutup secara perlahan dan lambat laun pun kepalanya ikut menunduk, Hinata yang melihat itu panik setengah mati, bagaimana tidak panik, pria itu seperti orang yang nyawanya baru di cabut tepat di depan mata gadis di depannya.
" P-pak."takut-takut hinata memanggil dengan menggoyangkan sedikit tangan yang masih dipegangnya itu.
' A-aduh bagaimana ini? A-aku pasti di kira pembunuh.' pikir Hinata yang sudah ngelantur kemana-mana.
Hinata hendak kabur dengan mengubur orang itu (kejaamm) tapi dia terhenti merasa genggaman tangan orang itu mengerat.
Pria itu perlahan mengangkat kepalanya ke depan dengan mata yang masih tertutup, perlahan dia membuka kelopak mata yang menyembunyikan mata shapier nan indah itu. Tatapannya kosong, cahaya kehidupan pun tak tampak di mata shapiernya yang terlihat seperti langit yang sedang mendung.(Taukan klu anime lgi sedih,dihipnotis ato apa gitu pasti cahaya matanya hilang,nah seperti itu nauto)
Perlahan cahaya mucul di shapier indah naruto,hinata yang melihat itu seakan terhipnotis dengan mata yang sekarang terlihat cerah, secerah langit biru di luar.
Dia melihat kearah hinata membuat gadis didepanya yang entah mengapa merasa Doki-doki.
"Kau..." ucapnya gantung yang akhirnya membuka suara.
"Siapa?"
.
.
.
.
.
TBC/END
Special tahnk's :
LuluK-chan473,BrotherHeart,Salsabilla12,Andri4437,Uzumakisrhy,vi2NHL,Arie Hd,Dorothy9413,Fushimi Yuuna,tsukihime4869,didiksaputra.
Minna NH-chan datang lagi. NH gak bakal ngomong banyak NH Cuma mau bilang terima kasih banyak untuk yang review aku senang banget kalian review fic abal2 gaje ini dan buat yang nge follow sama yang jadiin favorit terimakasih juga yahh. Baik aku mau transport dulu ke duniaku jaa nee~
Mohon reviewnya yah!
