Chapter 3 (a plan)

My Little Monster

.

.

.

.

.

Pair : NaruHina

Rate : T

Genre : Romance

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warning: abal",gaje,typo bertebaran,banyak pengulangan kata. Dan lain sebagainya, silahkan pencet tombol keluar sebelum terjebak dengan kisah ini.

Don't like huh! Just close your eyes!

~Oo~My Little Monster~oO~

Hinata pov

' Aneh,warna matanya berubah

Dan mata itu seperti mengisyaratkan bahwa tidak ada harapan untuk hidup disana. ' ucapku dalam hati.

Perlahan nampak cahaya di matanya

Shapiernya bertemu dengan Amesthyku.

Yah dia menoleh kearahku, aku seakan terhipnotis dengan mata shapiernya yang indah dan #err wajahnya terlihat tampan entah, kenapa aku baru menyadarinya.

DEG...DEG...DEG

' Kenapa? Ada apa dengan jantungku kenapa jantungku berdegup sangat kencang? Dan kenapa aku tidak bisa mengalihkan perhatianku dari orang ini? ' mataku masih saja menatap mata shapiernya yang menurutku indah wajahku serasa memanas dengan jantung yang berdebar tidak normal.

' Apa aku jatuh cinta? ' Tanyaku pada diriku yang telat mencerna arti dari semua debaran yang berdegup tidak normal ini.

" Kau..." Aku tersentak begitu dia membuka suaranya.

" Siapa?"

*End Hinata pov*

Bagai ditimpa batu besar Hinata merasakan sakit dihatinya mendengar kata yang keluar dari mulut pria yang baru ia lihat.

' Aku baru saja mengenalkan diriku masa dia sudah lupa, setidak penting itu kah aku? '

Merasa tak ada respon dari wanita dihadapannya Naruto pun mengulangi pertanyaannya lagi." Kau siapa? "

" Hyu-Hyuga Hinata. " ucapnya sambil menunduk entah apa yang ia pikir kan.

" emmm pak bisa kah anda melepas tangan saya."Naruto pun melirik kearah tangannya yang menggenggam erat tangan putih susu milik wanita itu, matanya terbelalak kaget dan segera melepas kan genggamannya, dia pun menggaruk tegukan yang tidak gatal dengan canggung.

" Ba-baiklah Hinata-san untuk apa kau kesini? " Tanyanya canggung plus bingung tapi justru pertanyaannya lah yang membuat semua orang bingung.

" Loh? Saya kesini untuk interview dan anda bilang anda menerima saya."Jelasnya dengan ekspresi bingung.

" Inter- "Naruto terdiam sejenak, matanya terbelalak kearah Hinata, perlahan memori yang ia tidak ketahui datang seperti kepingan puzzel yang telah tercerai berai dan disatukan kembali. setelah kepingan itu tersusun dengan lengkap,yah Naruto mengingat semuanya dia mengingat ingatan seseorang yang tadi mengambil alih tubuhnya.

Naruto menunduk dan menjatuhkan kepalanya di atas meja ' Dasar, dia membuat semuanya kacau.' innernya keluar saat memikirkan kembali apa saja yang dilakukannya tadi.

Naruto pun mengangkat kepalanya dan berdiri dari kusi kejayaannya hendak keluar, tapi dia menyadari masih ada satu makhluk hawa didalam rungannya dan pasti ada beratus makhluk lagi di luar sana untuk menunggu masa depan yang cerah bukan sebagai pengangguran.

" Baiklah Hinata-san tadi kau bilang aku menerimamu. "

" Ha'i."

" Kau bisa berkerja sekarang juga? "

Hinata agak ragu menjawab yang ini." Ha-ha'i." tapi dia tetap akan menjawab 'iya' meskipun harusnya hari ini banyak yang harus ia kerjakan dia tidak mau saja membuat kesan pertama yang aneh pada CEO perusahaannya yang akhirnya membuat dia menjadi pengangguran.

" Baiklah aku akan memberimu tugas setelah kau melaksanakan tugas ini terserah apa yang ingin kau lakukan selanjutnya. Bisa kah kau suruh direktur perusahaan untuk menggantikan tugasku sekarang! "Titah nya langsung tanpa ingin menerima penolakan.

Dia pun memutar gagang pintu tapi kegiatannya terhenti karena sebuah panggilan dengan suara lemah lembut.

" Pak,ta-tapi bagaimana jika pak direktur tak pecaya jika bapak yang menyuruh saya? Saya kan baru bekerja disini pak." Tanya Hinata bingung.

" Berikan dia ini! " Naruto pun memberikan sebuah bungkus kecil bermerek yang biasa di makan anak kecil.

Hinata melongo melihat benda yang diberikan Naruto kepadanya ' apa-apa-an ini,ini sih malah membuat dia leeeebbiih tidak pecaya kepada ku.' inner Hinata bingung.

Naruto pun melanjutkan kegiatan yang sempat terhenti dia memegang knop pintu tapi usahanya gagal lagi, yahh hal yang sama terulang lagi

" Ta-tapi pak saya tidak tau di mana letak kontor pak direktur? "Wanita itu memiringkan kepalanya tanda bingung.

" Huft! "Naruto menghela nafas untuk menenangkan amarahnya untung saja pose Hinata berhasil membuat Naruto menahan amarahnya (good job Hinata teruskan pose mu).

" Hinata-san kan kau bisa menanyakan resepsionis di sini, baik lah aku pergi,apa tidak ada lagi yang ingin kau tanyakan? " Tanyanya penuh dengan nada penekanan.

Hinata menggeleng cepat." Iie, arigatou gozaimasu."

Naruto pun berbalik dan memutar knop pintu tapi kegiatan itu terhenti yang ke-3 kalinya karena hal yang sama.

Naruto mulai naik pitam, " pak,bolekah saya setelah ini pulang? "Pertanyaan polos keluar dari bibir peach Hinata dia merinding saat meliahat Naruto memincingkan matanya tajam kearahnya.

" Hn,kau boleh pulang, dan satu lagi jangan tanya apa-apa setelah ini! "Titahnya segera setelah itu dia membuka knop pintu dan membantingnya secara keras.

BRUUK

Hinata kaget masih dengan wajah pucat karena melihat mata tajam yang di berikan Naruto.

.

.

.

.

.

" Sumimasen. "

" Yah,ada yang bisa saya bantu? " uacap sang resepsionis ramah.

" Eto,ruangan pak direktur di mana yah mbak? "

" Oh, mbak dari sini belok kekanan setelah itu ada lift silahkan anda naik kelantai 3 dan setelah itu anda belok kearah kanan lurus saja ada pertigaan dan dari situ anda belok kekiri di situ ruangan pak direktur." Jelas nya PXL dan diakhiri dengan senyuman manis.

Tapi penjelasan itu malah mambuat mata Hinata berputar-putar pusing.

" Anda mengerti nonya. " tanya resepsionis itu.

" Ha'i aku mengerti." Hinata pun pergi kearah yang dijelaskan oleh resepsionis tadi.

Sesampainya ia disana, wanita itu ingin mengetuk pintu tapi keinginanya tertahan karena pintu itu sudah terbuka.

Nampak sosok pria dengan satu ikatan yang menjulang tinggi di belakang kepalanya bak nanas dengan wajah mengantuk dan mulut yang menganga lebar karena menguap pria itu menoleh merasakan kehadiran seseorang disampingnya sedangkan yang ditengok gelagapan.

" P-pak bisa kah saya bertemu dengan pak direktur? "oh ayolah Hinata tidak kah kau melihat dia baru saja keluar dari ruangannya dan diruangannya tidak ada orang lain selain dia. dengan kata lain dia lah sang direktur yang kau cari.

" Yah saya sendiri,ada apa? "

" Ba-bapak disuruh dengan pak- " ' shit,aku tidak tau nama CEO perusahaan ini. '.

" Dengan.." Shikamaru mengulang kata-kata yang diayun oleh Hinata.

" Pak CEO u-untuk segera menggantikan tu-tugasnya,da-dan dia memberikan a-anda ini." Hinata menyerah kan sebungkus permen kepada Shikamaru, nampak perempatan siku di kepala Shika.

' Damn! Narutoooooo. ' teriak inner Shikamaru.

" Baiklah kau boleh pergi! " Shikamaru langsung pergi tanpa melihat ke arah Hinata yang hendak menunduk untuk permisi.

" Wow,dia langsung percaya setelahku beri-permen. " Pikir Hinata

.

.

.

.

.

.

.

Tap..Tap..Tap

Suara langkah kaki yang menggema di koridor rumah sakit.

SRAKK

Pintu putih yang tak berdosa itu pun tiba-tiba terbuka secara kasar dan menampakan sosok astral dengan surai pirang...ehh tunggu dulu itu Naruto bukan makhluk astral, ok Author ulangi, dan menampakan sosok pria dengan surai pirang tengah berdiri di depan pintu.

" NEEJII! " teriaknya langsung, tapi orang yang ia teriaki tidak ada hanya ada seorang suster yang menempel di dinding seperti cicak karena kaget dengan nafas yang terengah-engah menatap Naruto.

Naruto merasa bersalah karena membuat suster itu kaget seperti orang yang ke habisan oksigen.

" Gomen membuat anda kaget,bolehkah saya tau kemana dokter Neji pergi? " Dia pun meminta maaf atas kelakuannya dan tak lupa menanyakan keberadaan orang yang ia cari tersebut.

" Hufth. " suster itu menghela nafas lega sambil mengelus-ngelus dadannya yang terasa berpacu dengan kuat akibat kejutan yang untung saja suster itu tidak mempunyai riwayat sakit jantung, bisa kalian bayang kan jika dia memiliki penyakit jantung,entalah bayangkan sendiri (ye author kok tambah gaje).

" Dokter Neji sekarang sedang berada di taman."Jelas perawat itu SPJ (singkat,padat,dan jelas). Naruto pun langsung melesat ke taman yang di bicarakan perawat itu tak lupa ia berterima kasih dan meminta maaf berulang-ulang kali.

.

.

.

.

Setelah 10 menit menengok kesana kemari (wahh alamat nyanyi alamat palsu nih) akhirnya ia menemukan pria dengan rambut panjang terawat mengalah-ngalahi rambut wanita yang sedang asik mengobrol dengan seorang dokter perempuan,

' Siapa pun kalau melihat Neji dari belakang pasti mengira Neji buakan pria tulen.' Pikir Naruto,dia pun berlari menghapiri Neji.

" Neejiii. " teriaknya yang kira-kira berjarak lima meter dari Neji.

Merasa namanya disebut Neji menoleh ke asal suara dengan raut wajah dingin seperi es kutub.

CKIITT

Kaget dengan raut wajah Neji, Naruto langsung menancapkan rem shingga sepatunya berdecit,

' Siapa pun yang melihat Neji dari depan pasti menarik ucapannya yang mengatakan kalau Neji bukan cowok tulen.' Batin Naruto sambil membelalakan matanya takut.

" Apa! Kenapa kau melihatku seperti melihat hantu? "Tanya Neji dingin.

" Ti-tidak apa-apa aku hanya ingin memberitahu mu tentang kejadian aneh yang ku alami." Terlihat Naruto sekarang bercucuran keringat melihat wajah sangar yang di berikan Neji.

" Oh, nanti saja aku sibuk!" balas Neji tak peduli dengan Naruto, sepertinya Neji belum sadar.

' Apa-apaan dia, bukanya dia yang menyuruhku untuk memberitahukan kepadanya jika ada hal aneh yang terjadi padaku,bilang saja dia tidak ingin diganggu berbicara dengan dokter itu. Huh dasar, kalau seperti ini lebih baik aku pulang ke apartementku.'

Naruto berbalik sambil menendang-nendang batu yang tidak bersalah demi meluapkan rasa kesalnya.

" TUUUNGGUUU! " Terdengar teriakan dari Neji yang membuat manusia seketika tidak bisa mendengar. Tuh kan Neji baru sadar.

" Tadi kau bilang apa?,tadi kau bilang ingin memberitahuku tentang kejadiaan aneh yang kau alami, baiklah ayo ikut aku." masih dengan wajah cengo Naruto mengikuti Neji yang menarik tangannya kearah bangku taman.

" Baiklah ceritakan padaku apa yang terjadi padamu! " Printah Neji.

" Cih,tadi bilang sibuk, sekarang malah aku yang ditarik,aku tidak mau ttebayo! " Naruto berdecih sambil membuang muka sombong.

" Jika kau tidak menceritakannya aku tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu." ucap neji balas acuh.

Naruto terdiam masih dengan posisi membuang mukanya dia berpikir ' bagaimana jika aku kerasukan lagi? ' Akhirnya dia membuang egonya dan mentap Neji dengan tatapan memelas.

" Hey,ada apa dengan tatapan mu kau seperti kucing yang akan menangis." Naruto masih menatap Neji dengan memelas.

" Neeejjiii..hiks.. Bagaimana ini tadi a-aku kehilangan kesadaranku dan..hiks...ada yang mengandalikan tubuhku dia juga bisa berbicara denganku..hiks..." Neji menatap Naruto dengan pandangan jijik, bagaimana tidak, seorang 'cowok' menangis sambil terisak seperti perempuan, oh ya ampun Naruto kau membuat author malu.

' Tunggu tadi dia bilang ada yang mengambil alih tubuhnya?, tidak salah lagi ini pasti- ' pikiran Neji terputus karena tiba-tiba Naruto berteriak.

" Ahh, apa jangan-jangan aku..." Dia mengayunkan kata-katanya.

' Jangan-jangan Naruto tau dia mengidap penyakit apa? ' pikir Neji.

" Yah, Naruto kau mengidap- "

" Neji pasti aku...

kerasukan arwaaahhh, oh kamisama tolong aku, Neji panggilkan dukun yang terkenal disini aku mohon Neji kau tid- "

PLTAAAK

Neji menjitak kepala Naruto dengan keras dan mengusapkan kepalan tangannya di kepala Naruto sampai sang korban merasakan panas di kepalanya.

" Itta, Neji apa yang kau lakukan sakit ttebayo! "

" Kadang aku berpikir bagaimana bisa kau menjadi CEO sedangkan otakmu saja seperti ini, aku sekarang tau apa penyakit mu yang jelas itu-"

" Aku kerasukankan Neji. "

" Diamlah,aku belum selesai menjelaskannya yang jelas itu 'BUKAN' kerasukan, penyakit mu itu adalah- "

" Jika bukan kerasukan apa penyakitku Neji."Naruto mengguncang pelan badan Neji.

" Penyakitmu adalah- "

" Oh,ayolah Neji jangan buat aku menunggu, cepat! katakan penyakitku apa, apa penyakitku parah?,atau penya- "

PLTAAK

Lagi kepala Naruto jadi sasaran empuk bogeman mentah Neji.

" Bagaimana aku menjelaskannya sedangkan dari tadi kau memotong pembicaraanku, sekali lagi kau memotong pembicaraanku akanku jahit mulut mu, dan ku ambil organ tubuhmu setelah itu kujual, dan tubuhmu akan ku buang ke lubang buaya."Ancam Neji dengan memincingkan matanya tajam ke arah Naruto,sedangkan yang di tatap hanya bisa menunduk dengan badan membeku.

" Hah! Kau mengidap penyakit kepribadian ganda. "Jelas Neji dengan helaan nafas yang terdengar jelas.

" AAPAA! "Naruto melongo ke arah Neji

" Kau tidak usah kaget seperti itu."

" Nejii, aku mengidap kepribadian ganda? "Ucap Naruto dengan wajah kaget seolah mengetahui apa yang ia derita.

" Ya,kepribadian ganda."

" Etto,apa itu kepribadian ganda? " Seketika wajahnya berubah seperti orang bodoh.

PLTAAAK

Lagi kepala Naruto di jitak oleh Neji, sekarang Naruto mempunyai tiga benjolan menumpuk di kepalanya.

" Ku kira kau tau ternyata aku tertipu dengan ekspresi sok tau mu itu, baiklah kepribadian ganda adalah salah satu penyakit langka di dunia ini,yang membuat penderitanya memiliki dua sifat pribadi bahkan ada yang lebih. Dan dia bisa mengendalikan tubuh penderitanya sedangkan si penderita kehilangan ini penyakit langka yang hanya sedikit orang yang menderita penyakit ini didunia ini, aku ingin menjadi dokter pribadimu untuk penelitianku tentang penyakit ini. Bagaimana? "

" Tentu saja aku mau ttebayo! Tapi sepertinya aku hanya dijdikan eksperimen buat mu."

" Aku hanya meneliti bagaimana cara sembuh dari penyakit ini, karena sejauh ini belum ada obat untuk penyakit ini. "

" A-apa tadi yang kau bi-bilang t-ttebayo!" Naruto mentap Neji dengan tatapan horor.

" Tenanglah Naruto aku pernah mendengar ada yang sembuh dan aku tau bagaimana caranya, katanya kepribadian itu datang karena dia ingin mewujudkan sesuatu keinginannya yang belum tercapai dan jika sudah tercapai dia akan menghilang dengan sendirinya." jelas Neji seolah tau apa yang dipikirkan Naruto.

" Tunggu dulu Naruto, bukankah tadi kau bilang kau kehilangan kesadaranmu, bagaimana kau bisa kembali? "

" Etoo,seingatku kepalaku terasa sakit dan ada seorang kariawan wanita menggenggam tanganku dan setelah itu sakit itu malah menjalar keseluruh tubuhku dan aku mendengar sesorang berbicara kepadaku tapi setelah itu pandanganku gelap dan akhirnya aku kehilangan kesadaran setelah aku sadar aku menggenggam tangan seorang wanita yang melamar kerja di perusahaanku. "

" Singkatnya, jika kau memegang tangan wanita kepribadianmu akan muncul, dan ketika kau memegang tangan wanita untuk ke-2 kalinya kau akan kembali, apakah seperti itu? "

" Hemm..sepertinya tidak seperti itu Neji karena setelah tangan ku ditarik oleh wanita itu kesadaranku hilang dan setelah itu aku memegang banyak wanita tapi tidak satupun dari wanita yang kupegang tanganya membuat aku kembali tapi anehnya hanya wanita itu yang bisa membuatku kembali. " Naruto tampak berfikir.

" Bagaimana kau tau kalau kau memegang tangan wanita sedangkan kau saja tidak sadar? "

" Entah lah hanya saja aku mengingat apa saja yang tidak ku lakukan, itu berarti ingatn itu adalah ingatan kepribadianku kan Neji."

" Yahh, jika kau bilang seperti itu mungkin saja iya, dan sepertinya gadis yang membuatmu kembali itu ada hubunganya dengan keinginan kepribadian mu itu. Dan berdasarkan penelitianku kau sepertinya tidak boleh berada jauh dari dia."

" Bagaimana caranya agar aku tidak jauh dari dia? "

" Tenang aku mempunyai sebuah rencana,begini caranya... "

Naruto menggeser posisi duduknya agar bisa mendengar rencana yang Neji rencanakan.

Nampak Neji dan Naruto berbisik merencanakan sesuatu nampak sangat penting dan licik semua itu terlihat jelas di wajah mereka yang menampakan smark devile.

" Tapi Neji tidak kah itu seperti aku menculiknya apa lagi di apartementku? "

" Tidak, dia pasti sudah minta izin pada orang tuanya, jadi bagaimana rencanaku? "

Naruto menatap mata lavender Neji dia nampak berpikir ' sepertinya aku pernah melihat mata yang sama seperti Neji dan Hyuga itu kan marga keluarga Neji aku juga merasa pernah mendengarnya,hemmm dimana yah, OH itu dia! ' mata Naruto membulat sempurna kala mendapat ingatannya.

" Neji kau sangat mirip dengan-"

" NEJI! "Teriak gadis dengan cepol dua dan topi suster yang menghiasi rambut coklatnya, tidak salah lagi ia adalah seorang suster.

" Ada apa Tenten." Tenten di ketahui nama gadis itu menatap Neji dengan nafas terengah-engah.

" Neji cepat ada kecelakaan mobil yang membuat pengendara mobil itu mengeluarkan banyak darah kau harus cepat mengoprasinya jika tidak dia akan meniggal! " jelasnya dengan wajah tegang.

" Apa tidak ada dokter lain, jadwal oprasiku sudah berakhir sejak sejam yang lalu."

" Tidak ada Neji,dokter lain sedang menjalankan oprasi, ayolah Neji cepat kau tidak mau membiarkan pasienmu meninggalkan? "

" Baiklah, kau cepat siapkan ruang oprasi. " Neji menatap Naruto." Naruto ingat rencanaku." katanya sambil menjauh meninggalkan Naruto.

Naruto hanya menatap kepergian Neji dengan mulut menganga ingin megatakan sesuatu tapi sudah di potong oleh gadis bercepol tadi.

' Sudahlah melanjutkan ucapanku pun,tidak akan didengar Neji. '

Naruto pun bangkit dan menarik kebawah jas kerja yang ia pakai guna memandang mantap kearah depan dengan senyuman yang tidak bisa di artikan oleh siapa pun.

Dia pun berjalan dengan gagah kedepan dan jangan lupa senyumannya ehh tidak itu bukan senyuman itu lebih bisa disebut seringaian mengerikan yang terpati diwajah tampannya.

" Yosh! Rencana di mulai."

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC/END

Mohon reviewnya yah!.