Chapter 4 (what's you'r answer)
My Little Monster
.
.
.
.
Pair : NaruHina
Rate : T
Author:NH-Chan
Genre : Romance
Disclaimer : Masashi Kishimoto
WARNING!: abal",gaje,typo bertebaran,banyak pengulangan kata,AU,OOC,bikin muntah Dan lain sebagainya, silahkan pencet tombol keluar sebelum terjebak dengan kisah ini.
.
.
.
Don't like huh!, Just close you'r eyes!
.
.
.
~Oo~My Little Monster~oO~
Hinata pov
Aku membuka pintu kamarku dan langsung mengistirahatkan tubuhku di ranjang sederhana yang kumiliki "hah! Akhirnya selesai juga pekerjaanku yang menumpuk." aku memejamkan mata lavenderku, rencananya sih ingin tidur tapiiii...!
Drreettt...drrreettt...drreettt
Smartphoneku bergetar membuatku menampilkan kembali lavenderku 'bisakah aku beristirahat sebentar saja.' Gumamku, aku mengambil Hp ku yang terletak di atas nakas. Aku meihat sekilas tidak ada nama yang tertera di layar handphoneku hanya ada sebuah Nomor yang tidak di kenal dan aku yakin itu hanya orang iseng yang kurang kerjaan karena aku sendiri seperti itu hihihihi. Aku menggeser tombol merah dan meletakkan smartphoneku di samping bantal yang ku tiduri.
Ting!
"Demi om mikio ikemoto yang membuat semua gambar Naruto jadi aneh,tidak bisakah aku tidur sebentar?"
Aku megambil ponselku dan membuka isi pesan yang tidak di ketahui dari siapa,sepertinya ini nomor yang menelpon ku tadi.
NO:085XXXXX...
HYUGA HINATA jika kau tidak mengangkat telphonku, akanku pastikan besok kau akan menjadi pengangguran.
Salam hangat
CEO Uzumaki crop
Mataku terbelalak kaget saat melihat pesan terakhir yang ku baca tak lama ponselku bergetar lagi.
Drrttt
Dengan kecepatan kilat aku menggeser tombol hijau di ponselku.
"Moshi-moshi Hinata-san?"
"Ha'i dengan saya sendiri."
"Kenapa tadi kau tidak mengangkat teleponku?"
Skakmat dah lo.. Tidak mungkinkan aku bilang 'karena aku kira bapak adalah orang iseng!' Aku yakin jika aku menjawab seperti itu aku di PHK didepan kantor. Aku memutar bola mataku untuk mencari alasan tepat untuk menjawab pertanyaan ringan bagi sebagian orang tapi tidak bagiku,
AHA aku punya ide!
"Ah maaf pak tadi adik saya sedang main HP saya, dan dia tidak sengaja menggeser tombol merah di ponsel saya." Tidak ada jawaban di sebrang sana yang membuatku berkeringat dingin seperti lagi di introgasi.
"Ohh begitu baiklah" 'huft' aku menghela nafas lega mendengar jawbannya tapi itu hanya sementara...
"Hyuga Hinata datanglah ke cafe island cofe dijalan senju 2, dalam waktu 5 menit di mulai dari sekarang..."
Tuuuttt..tuuttt
*End Hinata pov*
Tuutt..tuuttt
Begitu telpon diputuskan, Hinata masih berusaha mencerna kata-kata yang baru saja ia dengar.
1 detik...
2 detik...
Ting!
Tanda bahawa sebuah pesan masuk. Hinata membuka pesannya dan membaca secara seksama. Matanya membulat menampilkan utuh bola matanya, dia segera berlari handphone nya dibiarkan begitu saja di kasur.
NO:085XXXXX
Jika kau Terlambat see...dee...tiiik saja. Kau ku pecat.
Salam hangat,
CEO Uzumaki crop. ;)
(Oh lihat emoticon itu)
Begitulah isi pesan yang membuat Hinata lari terbirit-birit,entah phobia apa yang dideritanya? Setiap mendengar atau melihat kata pecat, seketika itu juga otaknya berjalan encer.
"Tadaima!" Salam Neji ketika pulang.
3 detik...berlalu tidak ada yang membukakan pintu untuknya dan Tidak ada respon didalam . Aneh? Tentu saja karena biasanya setiap kali Neji pulang selalu ada sang adik yang menyambutnya sambil berkata 'okaeri Neji-nii' tapi kali ini dia dibiarkan menunggu didepan pintu dan mendengar suara langkah kaki yang sedang berlari-lari.
Neji pun melayani dirinya sendiri dengan cara membuka pintu yang tertutup itu. Di dalam ia di kejutkan dengan Hinata yang berlari-lari tidak jelas.
"Hinata kenapa kau berlari-lari seperti itu?"
"Oh Neji-nii okaeri, oh yah neji-nii mana kunci motor ninja mu?"
"Ini, memangnya Kenapa?" Kata Neji sambil mengoyang-goyangkan kunci motornya.
"Aku ingin meminjamnya!"
"Tidak kau tidak bole-"
SEETTT
Dalam sekali tarikan kunci itu sudah berpindah ketangan Hinata. Gadis itu berlari menuju motor ninja warna merah milik Neji dia memakai helem yang ter-gantung di kaca spion. Sedangkan Neji? Dia masih shock dengan kejadian tadi, tak biasanya kunci motor yang berada ditangannya di rebut orang dengan mudah,apa lagi itu Hinata, adiknya yang lemah lembut itu.
' ternyata selama ini Hinata menyimpan tenaga dalamnya.' Pikir Neji.
BRUMM...BRUMM...NGENGNGGGG..
Neji tersadar dari lamunanya dia segera keluar rumah untuk mendatangi Hinata tapi tak disangka Hinata sudah menghilang dibelokan yang berjarak sekitar 330 meter dari rumahnya wow Neji tercengang, kemana sifat anggun Hinata? Dia bahkan mengendarai motor 'ninja' dengan kecepatan kilat.
"Ada apa dengan dia?" Tak sadarkah dirimu Neji, kau yang membuat adikmu menjadi seperti itu karena rencanamu sendiri. Neji pun melangkah masuk kerumahnya dan menutup pintu.
Sementara itu tokoh utama wanita kita...
NGEENGG...TIIITTT...NGEENGG...TIITIITT
Tak henti-hentinya wanita itu memencet klakson motornya, dia mengendarai motornya dengan kecepatan diluar batas normal,yah Hinata saat ini sebelas,dua belas sama Valentino Rossi.
'Ayolah cepat! tinggal 3 menit lagi' WHAT author tercengang Hinata baru mengendarai motor selama 2 menit dan sekarang dia sudah hampir sampai ketempat tujuannya, dan sekarang author semakin yakin dia akan menang dikejuaraan balapan motor sedunia.
Akhirnya Hinata sampai ke kafe itu dalam waktu 4 menit lewat 37 detik, dia segera masuk tanpa peduli penampilannya yang sudah acak-acakan karena ada acara perlombaan yang hanya dia pesertanya.
Dia langsung mencari atasan yang menurutnya menyebalkan, entahlah karena dia juga suka degan atasannya itu. Mungkin antara cinta dan benci (ganti judul aja thor sekalian.).
Matanya berputar ke segala penjuru ruangan dan akhirnya dia menemukan pria yang ia yakini bosnya itu tengah melambai kearahnya. Dia pun menuju tempat itu.
"Wow,kau cepat juga."
"Hosh...hosh..hosh" dia hanya menjawabnya dengan senyuman yang sangat terpaksa dan nafas yang terengah-engah. Di balik senyumnya ternyata ada sumpah serapah yang ditunjukan kepada bos tercintanya hanya kamisama dan kalian para reader yang tau,' ini semua gara-gara kau kepala dureeen! ' ucap inner Hinata.
" Baiklah silahkan duduk! " Hinata mengikuti printah Naruto untuk duduk.
"Jadi...ada apa bapak memanggil saya?"Tanyanya langsung tanpa ingin basa-basi.
"Aku hanya ingin bilang kau besok harus sudah bekerja" jawabnya santai sambil menyeruput jus jeruk yang sudah dipesanya tadi.
'Jangan bilang aku disuruh kesini dalam waktu 5 menit hanya untuk memberitahuku hal yang sudah ku ke tahui?.' Gumam Hinata dengan tatapan datar
'golok mana golok aku ingin membunuh pria ini sekarang juga!' Pria itu terus saja meminum jusnya tanpa menyadari aura hitam yang menyebar disekitarnya.
"Tapi..."Pria itu menggantungkan kata-katanya. Tiba-tiba wajah pria itu berubah menjadi serius dan tentu saja ketampanannya juga bertambah, Hinata menunduk dengan wajah bersemu merah,dia mengurungkan niatnya yang ingin mencari golok tadi.
"Aku ingin kau jadi sekertaris dan asisten pribadiku."
"HAH?"
"Iya kau maukan?"
Hinata mengalihkan pandangannya kearah lain dia berpikir.'Aku sih mau saja, tapi bagaimana nasib sekertaris lamanya?'
"Tapi bagaimana sekertarismu yang sekarang?" Dia pun menyuarakan isi hatinya.
"Entahlah,mungkin akanku buang." jawabnya sekenanya.
' Tidak aku bukan orang yang sejahat itu, mengambil posisi orang yang sudah berusaha keras selama bertahun-tahun untuk mendapatkan posisi itu, tidak aku tidak mau, aku...aku bahkan belum bekerja disana sedangkan dia-dia pasti sudah bertahun-tahun dengan susah payah untuk mendapatkannya.'
'Tidak, saya tidak mau pak, saya tidak ingin mengambil hak sekertaris bapak yang bahkan berkerja keras demi mendapatkan gelar itu.' Naruto memandang Hinata dengan tatapan salut 'sebaik itukah Hinata' pikirnya saat ini karena biasanya orang tidak peduli dengan orang lain dalam posisi merebut gelar, bahkan biasanya ada yang bermain curang, tapi Hinata dia memikirkan usaha dan kerja keras orang lain.
Merasa urusannya sudah selesai Hinata pun berdiri. "Jika hanya ini yang anda ingin katakan saya permisih pak."Hinata pun pergi meninggalkan Naruto yang terlihat berfikir sambil menunduk.
"5 kali lipat." teriak pemuda itu membuat Hinata yang sudah berjalan 6 meter dari meja itu pun berhenti.
'Apa maksudnya 5 kali lipat?'Pikir Hinata.
Naruto berjalan ke arah Hinata yang berdiri mematung memunggunginya. Dia memegang kedua bahu Hinata dan memutarnya agar berbalik menghadapnya.
"Aku akan menaikan gajihmu lima kali lipat." Lanjutnya lagi, Hinata mendongakan kepalanya keatas agar dapat melihat wajah bosnya yang notabene lebih tinggi darinya.
"A-"Naruto memotong pembicaraan Hinata dengan cara menaroh telunjuknya dibibir peach Hinata
"Aku ingin kau menjawabnya besok, di tempat dan jam yang sama. Aku harap kau tidak mengecewakanku nee HI-NA-TA-Chan" dia pun mengedipkan satu matanya sebelum akhirnya pergi meninggalkan Hinata yang mematung dengan wajah merah padam karena malu.
"Da-dasar."
.
.
.
.
Naruto pov
Aku berjalan keluar meninggalkan dia yang masih menuju ke arah parkiran yang menyembunyikan mobil sport mewahku. Aku melaju di jalanan sambil tersenyum, entah dari tadi aku tidak bisa menahan senyuman ini.'Ku kira aku akan berubah jika menyentuhnya ternyata tidak.'Gumamku,
'dia boleh juga'.
*End Naruto Pov*
The Next Day.
Di sebuah cafe di tokyo terdapat dua orang berbeda genre yang saling menatap. Yang cowok menatap dengan yakin,sedangkan sang gadis menatap dengan hati yang penuh bimbang.
"Jadi apa jawabanmu?"
.
.
.
.
.
TBC/END
Wahh akhirnya chap 4 selesai juga, maaf yah NH bru ngetik segini, habisnya NH bener-bener ngga mood untuk nulis, tapi setiap baca review-an kalian semangat aku kembali lagi dan akhirnya selesai meskipun tambah ngawurr.
Sedikit bocoran: di chap ini baru sebagian dari rencananya, rencana sebenarnya ada di syarat kerja sama yang akan di TTD oleh Hinata, stay read yah!
Special tahnk's :
LuluK-chan473, BrotherHeart, Salsabilla12, Andri4437,Uzumakisrhy, vi2NHL,
Arie Hd, Dorothy9413, Fushimi Yuuna, tsukihime4869, didiksaputra, Nao Vermillion, dedek dwipayana 2, sellameilia, afika chia, Neko no Kitsune, Aan817, Etrama D Raizel, Nafika piko, law03
Review kalian NH balas di PM, ok ;)
Mohon Review yah!
