I'M PERFECT BECAUSE I'M IS A GENOID
wanna be friend?
add me on FB : Michelle Arnetha / BBM :: 797F30B4
Balasan review :
QueenChan15 = Thanks yaa udah review, maaf baru dibales :D hehe iya masih bingung ini mau jadi DaeJae / Daelo :D nanti dichapter nyaris-nyaris ending , bakal diadain voting, makanya , baca terus yaa sampe ending :D
Ruka17 = Thanks yaa udah review :D , hehe iya makanya baca terus yaa ceritanya, kalo reviewnya banyak, pasti bakal cepet-cepet diupdate kok xD
Guest : haha makasihh yaa :D baca terus yaa , jangan lupa review jg kalo udah baca :D
Noon : astagaa aku lupa, makasihh banget udh ingetin , huuuf aku gak kepikiran x_x soalnya aku Cuma ngambil Genoidnya doang, ceritanya sama sekali gak,apalagi cast nya xD , makasih yaa udah ingetin, baca lagi yaa lanjutannya Jjangan lupa review ;) Thanks..
Jdhyjyjy : haha okee deh, DaeJae shipper ya? Iya nanti aku tambahin partnya mereka *hormat ,
THANKS YAA UDAH BACA + REVIEW,
AKU HARAP SIDERS SEMAKIN BERKURANG, YANG UDAH BACA, REVIEW YA :P SUPAYA CEPET-CEPET DINEXT MAKANYA REVIEW xD
.
.
Oh iya, ini FF terinspirasi –Genoidnya dari Novel D'Angel nya Luna torashyngu, tapi Cuma genoidnya doang,sebagian aku ambil dari buku Biologi -_- ,dan yang lain murni dari otak ku, plot,alur,cerita,typos dan yang lainnya murni milik-ku , Thanks ;)
.
.
.
Prev chapt
*Flashback*
Eodironga nareul tteonabeorin.. Cheonsa gateun neo..
I NEED YOU..
*B.A.P – 1004 (angel)
Zelo mengangkat ponsel nya yang bordering memutar lagu favoritnya,
"Annyeong-seyoo"
"Annyeong, Zelo-ah?" kata seorang diseberang sana.
"ah-ne.. mian, neo, nugu-ya?"
"Yoo Young Jae imnida.."
DEG.
Zelo teringat sesuatu, Yoo Young Jae. Ya, Youngjae, nama yang di ukir di kalung favorit Daehyun – yang selalu dipakai nya,sampai saat ini,Daehyun bilang, Yoo Young Jae adalah nama Adik tirinya yang telah meninggal. Lalu? Kalau memang benar sudah meninggal, tidak mungkin dia menghubungi Zelo saat ini.
"emm,Annyeongg? Apa kau masih disanaa? " kata youngjae lagi.
"eh, nde..nde.. mianhae-yo..ada perlu apa kau menghubungi ku?"
"nde..sebelumnya, aku ingin memperkenalkan diriku dulu, atau , kau sudah mengenal ku?"
"engg, kata Daehyun oppa-, kau.. adik tirinya yang telah meninggal. Apa kau arwah? Apa kau hantu? " Tanya zelo polos, dengan nada sedikit takut di kalimat terakhirnya.
"hahahahaha, tentu saja tidak, hahaha kau ini polos sekali. Aku Yoo YoungJae, Mantan kekasih Daehyun."
DEG
'Mantan..kekasih? jadi, Daehyun membohongi ku selama ini?
Bahkan sampai kita telah berhubungan pun, Daehyun masih mengenakan kalung berukiran nama mantan-nya. Lalu Daehyun ini menganggap ku apa? '
Zelo tanpa sadar meneteskan air matanya.
'Daehyun oppa..teganya kau'
"Annyeongg? Kenapa kau diam saja? Apa aku salah bicara?"
"…"
.
.
.
.
*ZELO POV*
"Zelo ya?"
"ehh, nde..nde.. ada apa ,eonni?" jawab Zelo sambil sekuat tenaga menahan tangisnya.
"Apa kau bersama Daehyun sekarang?" Tanya Youngjae, sambil mengembangkan senyumnya mendengar suara Zelo yang kedengaran hampir menangis.
"Tidak, mungkin Daehyun dirumahnya, mengapa kau tidak menghubungi-nya saja langsung? Dan..dari mana eonni mendapatkan nomor ponsel-ku?" Suara Zelo mulai lemas , malas sekali harus berbicara dengan Youngjae—yang notabene mantan kekasih pacarnya.
"Dari ponsel Daehyun." Jawab Youngjae singkat
DEG. Jadi? Apa maksudnya? Daehyun masih sering menemui Youngjae? Tidak mungkin,jika mereka tidak bertemu secara langsung—dan Youngjae membuka ponsel Daehyun, tidak mungkin Youngjae mendapat nomor ponsel ku dari ponsel Daehyun.
"Hahaha, kenapa kau diam,Zelo-ah? Jangan berfikir macam-macam, kemarin aku hanya tidak sengaja bertemu Daehyun ditempat karaoke, lalu kami karaoke-an bersama. Itu saja ;) " lanjut Youngjae.
'Menyanyi—Bersama—Matan—Kekasih. Itu yang kau katakana "hanya" ? apakah kau tidak tahu aku ini kekasihnya ? ' Batin Zelo.
Tunggu- ,jadi kemarin, Daehyun tidak jadi menemuinya di Coffee shop karena karaoke-an bersama Youngjae? Jadi itu yang Daehyun sebut tugas Biologi? Ahh jinjja..
"Benarkah?" namun hanya itu kata yang dapat dikatakan Zelo, bukan umpatan dan makian seperti yang ada dihatinya.
"Nde.. Suaranya sangat bagus, kau tau? Kau kekasihnya sekarang, tentu kau mengenal suara Daehyun dengan baik,bukan?"
Zelo bahkan belum pernah bernyanyi bersama Daehyun.. apalagi dinyanyikan sebuah lagu oleh Daehyun. "Ne.. suaranya memang sangat bagus. ehmm, lalu, apa tujuanmu menghubungi ku hanya untuk menanyakan keberadaan Daehyun?"
"opps, mian zelo ya.. aku sering lupa jika sudah membicarakan tentang Daehyun.."
Hah? Apa maksudnya dia berbicara seperti itu?
"sebenarnya , aku hanya ingin meminta ijin pada-mu.."
"ijin apa?"
"ijin untuk merebut Daehyun dari-mu." Satu kalimat yang sukses membuat Zelo menganga lebar, belum sempat Zelo menjawab, sambungan telefon telah diputus.
*FLASHBACK END*
Tidak terasa, aku telah sampai di Taman tempat biasa ku merenung saat ada masalah. Aku duduk dipinggir danau taman tersebut, kulempar batu kekolam , berharap genangan air dikolam tadi adalah wajah Yoo Youngjae.
Yoo Youngjae sialan.
Yoo YoungJae brengsek.
Yoo Youngjae!
Berani-beraninya ingin merebut Daehyun dariku, huuuhh
Lalu aku harus bagaimana? Menjauhi Daehyun? Sama saja merelakan Daehyun untuk Youngjae.
Menempel dengan Daehyun? Jelas tidak mungkin, mana bisa aku bersikap seperti itu, ditinggal lari oleh Daehyun saja jelas aku sudah kalah jauh & tidak bisa mengejarnya. Padahal kaki ku lebih panjang dari Daehyun. Daehyun memang aneh. terlalu sempurna.
"Annyeong, oppa. Kau datang juga" terdengar suara dari belakangku, huuh, mengganggu saja, aku kan sedang bergalau disini, kenapa kau berpacaran disitu sih.
Aku tidak menghiraukan pasangan yang berkencan dibelakangku, tetap melanjutkan aktifitasku—melempari kolam dengan batu disekitarku.
"Nde, Youngjae-ah..mian,Zelo meninggalkanku jadi aku harus mencarinya dulu, tapi tidak ketemu juga.."
DEG.
Youngjae? Dan itu.. suara Daehyun, ya suara Daehyun, Daehyun mencariku?
Aku melirik jam tangan biru-ku, 15.30 , baru kurang lebih 15menit aku keluar dari sekolah, mendahului Daehyun, tapi sekarang Daehyun sudah berhenti mencariku dan menemui Youngjae, pacar macam apa itu. Aku masih belum membalikan badanku. Kenapa Daehyun tidak mengenali ku? Bukankah aku masih mengenakan seragam yang sama seperti yang Daehyun kenakan? Huuhh dasar tidak perhatiaaann –"
"Ani-ya, tidak apa-apa Daehyun-ah.. sini duduk,aku ingin berbicara sesuatu padamu."
"Apa?"
"kau harus mengakhiri hubunganmu dengan Zelo"
"Mwo? Kau ini bicara apa?" Daehyun berdiri dari bangkunya.
"jangan berkata yang tidak-tidak,youngjae-ah!" lanjut daehyun.
YES! Daehyun membela-ku =D
"walaupun aku masih mencintaimu,bukan berarti aku tidak mencintai Zelo dan dengan mudah memutuskan-nya" suara Daehyun melirih
DEG
Apaa? Apa aku tidak salah dengar?
Uuhh Jung Daehyun, kau barusaja menerbangkanku tinggi dengan cara membelaku, dan tiba-tiba kau menjatuhkan ku dengan kalimat yang—sungguh—sangat menyakitkan untuk kudengar disini,saat ini.
Aku berdiri dan membalikan wajahku, sekuat tenaga menahan tangis yang hampir tumpah.
"Apa yang kau katakan,Daehyun-ah" kataku mengagetkan Daehyun.
"ehm.. ehh Zelo-ya.. mengapa kau ada disitu?" kata Daehyun gugup.
"jadi..kau masih mencintai Youngjae-unnie? Baiklah, maaf mengganggu kalian." Kataku lalu pergi dari hadapan mereka. Membalikan badanku dan memecahkan tangis yang daritadi kutahan sekuat tenaga.
"Zelo-ya.." dalam waktu sepersekian detik, Daehyun sudah mencekal tanganku dan menahannya.
"AAAAAAA! DAEHYUN OPPA LEPASKAAANNN, SAKIT SEKALI" teriak-ku. Sungguh , tangannya pada pergelangan tanganku sanget kencang, baru sekali aku merasa sesakit ini.
"mwo? Aku hanya memegangmu seperti biasa,zelo-ya"
"tidak kah kau sadar kalau kau mempunyai kekuatan super mu itu? Kau sedang menggunakannya pasti. Kau menyakitiku Daehyun". Entah kemana amarahku tadi.
Eh? Ya, Daehyun sudah dua kali menyakitiku. Tadi, dengan ucapan-nya, dan sekarang dengan tangannya. Memanfaatkan kesempatan beberapa detik saat Daehyun melongo , aku berlari secepat mungkin, walaupun aku tahu jika Daehyun melesat 5 menit setelah aku lari-pun, Daehyun tetap dapat menyusulku.
Tapi nyatanya tidak, Youngjae menahan tangan Daehyun, dan Daehyun menuruti-nya.
"Sudahlah Daehyun-ah.. "
*ZELO POV END*
.
.
.
.
.
Daehyun dan Youngjae sampai pada sebuah café yang cukup mewah dikawasan Gangnam-gu, cukup sepi sehingga mereka dapat berbicara dengan tenang.
"Apa alasanmu berkata seperti itu? Kau sudah benar-benar sukses membuat hubunganku dan Zelo berantakan,kau tau?" kata Daehyun menahan emosi.
"Kau akan tau setelah ini." Kata Youngjae sambil mengeluarkan map kuning berisi setumpuk kertas dan alat putih kecil yang Daehyun ketahui sebagai alat pengukur tingkat keasaman (pH)
"hah? Untuk apa kau membawa alat seperti itu? Lalu, ini berkas apa? Kenapa kau membawanya saat kita ingin kencan,huh?" Tanya Daehyun bertubi-tubi
"mana tanganmu." Bukannya menjawab pertanyaan Daehyun, youngjae justru meminta tangan Daehyun.
Daehyun mengernyit bingung, tetapi tetap memberikan satu tangannya ke tangan youngjae.
Tiba-tiba Youngjae menusuk jari daehyun dengan jarum sehingga mengeluarkan darah.
"YA! Apa yang kau lakukan?!" teriak daehyun yang mengundang perhatian seluruh pengunjung café.
"sstt diam-lah" . youngjae meneteskan darah Daehyun kealat tadi, dan alat tersebut menunjukan angka '9.4' .
"GILA! INI GILA, Alat ini pasti rusak, tidak bisa kah kau membawa alat yang masih berfungsi dengan baik untuk mengetes darahku?" Daehyun kembali mengomel.
"tenanglah Daehyun-ah.."
"kau tau Youngjae-ah? Jika pH darah seseorang diatas 7,8, artinya darah orang tersebut terlalu bersifat basa. Itu menyebabkan organ dalam-nya rusak. Dan kau lihat? 9.4 ! jika memang benar, aku pasti mati saat ini."
"Tidak, karna kau..
Kau, bukan manusia normal,Daehyun ah.."
"apa maksudmu? Kau berkata aku ini tidak normal,begitu?"
"ya, tentu saja, tidak kah kau pernah berpikir dengan otak jenius mu itu, kau jauh lebih sempurna dari mereka?"
"emm,, ya, memang nya kenapa?"
"ya itu karna kau ini…. GENOID"
.
.
.
TBC
After Read, PLEASE REVIEW.
Mau ff ini cepet di next kah? Penasaran-kah? Review makanyaaa :D
Maaf author baru, newbie, jadi masih bad author -.- dan masih sangat perlu review buat semangat :D
Haha *Maksa banget minta review.
Thanks :D
