Backfire [4]: Sebuah Pelukan
Sengoku BASARA © CAPCOM
Warning: Crack pair, random antara MasaYukiKojuSasu pokoknya. Sho-ai, AU, sedikit OOC terutama Sasuke yang di sini bakal jadi agresif (atau lebay?). Dan Koju yang bakal manggil Masmun dengan nama langsung, juga Sasu yang bakal manggil Yuki dengan nama langsung.
Have fun with the story!
.b.
"I'M home."
Yukimura terkejut. Sangat terkejut. Pasalnya, orang yang pernah membentaknya itu pulang. Dan sampai jam lima sore, Yukimura masih berada di rumah Kojuuro. Secepat kilat, Yukimura membereskan tasnya.
"Aku mau ngum—"
"Sepertinya aku mengenalmu."
Atau Yukimura memang tak diberikan kesempatan untuk bersembunyi.
"UNTUK APA KAU KE RUMAHKU?!" bentak Masamune sambil menarik kerah Yukimura. "Aku tidak mau melihatmu lagi. PERGI DARI RUMAHKU!"
Masamune menjatuhkan Yukimura ke lantai dengan kasar. Terkejut, Kojuuro langsung menghampiri Yukimura yang tengah mengusap bokongnya. Ia mengalihkan pandangannya pada sepupunya itu yang tiba-tiba saja marah.
"Sebegitu bencinya kau pada Sanada?!" tanya Kojuuro kesal. "Ayolah, peristiwa tumpahan jus itu sudah lama sekali! Dan kau masih dendam padanya. Berlebihan sekali kau ini!"
"KAU membelanya?" Mata kiri Masamune memicing. "Kau membela bocah sialan ini?! Bocah tolol yang selalu haus akan perhatian?!"
Hati Yukimura sakit mendengarnya. Sakit… sekali. Ia tahu, harusnya ia tidak mendengarkan perkataan Masamune dan langsung pergi dari rumah ini dan pulang ke rumahnya. Kepalanya menunduk menahan rasa sakit di hatinya yang bergejolak.
Ia tidak tolol. Ia tidak haus akan perhatian. Kalau memang ia tidak melakukan hal yang disebutkan Masamune tadi, harusnya ia tidak marah. Namun, pandangan Masamune kepadanya… sungguh tidak terbayang. Semua ini hanya ketumpahan jus alpukat yang tidak disengaja!
Masamune-dono berlebihan sekali, sih..., batin Yukimura sambil berusaha berdiri dengan tangan bergetar.
"Sudah, aku mau pulang juga. Terima kasih Katakura-dono sudah memperbolehkanku berkunjung," ucapnya. Kojuuro tahu laki-laki itu sakit hati. Maka, ia segera menggamit lengan Yukimura.
"Aku antarkan."
Mata Masamune kembali memicing.
"Rumahku tidak jauh dari sini. Tidak perlu sampai naik kereta," timpal Yukimura. "Permisi."
Dan Yukimura pergi begitu saja.
Kojuuro diam.
Masamune menggertakkan giginya.
"Jangan bilang kau suka padanya," ucapnya dingin.
Kojuuro menggeleng. "Dia hanya berkunjung. Dan kau tiba-tiba saja membentaknya."
Masamune mendecak. "Karena itu kau perhatian padanya?"
"Ya." Kojuurou melipat tangannya. "Jaga ucapanmu itu. Dia sudah minta maaf padamu dulu."
"Kau suka padanya."
Kojuuro menggeleng. "Tidak, aku tidak menyukainya. Kau ini kenapa sih?"
Tidak tahu bermaksud menjawab atau mengalihkan pembicaraan, tiba-tiba saja Masamune mengeluarkan HP-nya yang masih sedikit basah. "HP-ku jatuh ke ember berisi air."
"Yang benar saja."
"Aku akan membeli HP yang baru."
Kojuuro membelalakkan matanya. "HP-mu itu umurnya baru dua minggu."
"Ya, dan aku tambah kesal karena itu. Dan penyebab rusaknya juga sama." Masamune mendecak lagi. Ia pun pergi ke kamarnya. Ia sempat berhenti, kemudian berjalan lagi.
Sialan. Bentou yang kupesan dari Matsu-san lupa kuambil.
.b.
YUKIMURA yang baru saja datang langsung disambut dengan jeweran Sasuke. Mengaduh, Yukimura pun meminta maaf. Untung saja ada kunci cadangan yang ditaruh di dalam pot. Kalau tidak, bagaimana Sasuke bisa masuk?
Tapi, Yukimura sudah mengubah pandangannya terhadap Sasuke. Ia masih berfikir, mengapa ia tega menjodohkannya dengan Masamune yang sudah jelas membencinya.
Maka itu, saat Sasuke masih mengomelinya, tiba-tiba saja ia menceletuk.
"Kenapa Sasuke tega menjodohkanku dengan Masamune-dono?"
Sasuke terdiam.
Yukimura terdiam.
"Jadi, Katakura-san sudah memberitahumu."
Yukimura mengangguk. "Kenapa, Sasuke? Aku tadi bertemu Masamune-dono di rumahnya. Dan dia memarahiku lagi, padahal aku tidak berbuat apa-apa. Kenapa kau menjodohkanku dengan seseorang yang seperti itu?"
"Uh... kita bicara di dalam saja, ya," balas Sasuke sambil menarik Yukimura masuk ke dalam rumah.
Date masih marah sama Yukimura? Bukannya kejadian itu sudah 8 bulan yang lalu?
Sasuke pun duduk di kursi tamu bersama Yukimura yang kini sedang melepas ikat kepala merahnya. Kemudian, Yukimura menatap Sasuke—menunggu jawaban yang akan diberikan oleh kakaknya itu.
Sasuke menghela nafasnya.
"Cepat jawab, Sasuke," desak Yukimura.
"Aku tidak menyangka reaksimu akan jadi seperti ini," mulai Sasuke jujur. "Aku minta maaf, Yuki. Aku dan Katakura hanya ingin menjodohkan kalian berdua. Kalian benar-benar terlihat cocok. Dicoba dulu, ya? Kalau kau dan dia benar-benar tidak bisa akur, aku dan Katakura akan batalkan semua ini."
"Tidak Katakura-dono, tidak kau... perkataannya sama saja," tukas Yukimura, kemudian ia berdiri dan pergi ke kamarnya, meninggalkan Sasuke sendirian di ruang tamu.
Aku salah? batin Sasuke.
Sasuke terdiam di tempat selama beberapa menit, memikirkan tentang keputusannya untuk memperbolehkan Kojuuro memberitahu Yukimura. Apakah itu... salah? Sasuke kira, Yukimura akan bersikap biasa saja, atau malah terpacu untuk ikut menaklukkan hati Masamune. Rupanya tidak sama sekali. Sasuke menelungkupkan wajahnya malu.
Tangannya bergerak menuju saku seragamnya yang berisi HP. Setelah membuka kuncinya, ia memutuskan untuk menelepon Kojuuro, meluruskan masalah yang belum apa-apa tapi sudah datang ini.
"Ya?"
Sasuke menghela nafasnya. "Kau kasihtahu Yukimura soal itu?"
"Katanya boleh." Jawaban di seberang membuat Sasuke mendecak.
"Dia mengadu padaku tadi kalau kau memberitahunya," ucap Sasuke.
"Ya bukan salahku juga tapi 'kan…."
"Ah, soal itu nanti biar aku saja deh yang meluruskan. Tinggal disogok dango paling dia juga luluh. Omong-omong, tadi ia bertemu Date di rumahmu?"
"Mhm," jawab Kojuuro.
"Dia ngapain Yukimura tadi?"
"Aku jadi sedikit sangsi. Tadi, kerah SAnada langsung ditarik olehnya dan ia dijatuhkan ke lantai. Ia juga dikatai bocah tolol yang haus akan perhatian. Sementara itu, aku dapat lihat tubuh Sanada—bahkan suaranya—bergetar, pasti ia sakit hati sekali mendengarnya. Maafkan Masamune, ya? Aku juga tidak menyangka dia akan bertindak seperti itu. Apalagi perkataannya."
Sasuke menggertakkan giginya. "Yukimura sensitif dengan perkataan tolol. Sepupumu itu benar-benar lepas kendali."
"HP-nya jatuh di ember?" tanya Kojuuro mengalihkan pembicaraan.
"Apa maksudmu mengalihkan pembicaraan seperti itu?" tanya Sasuke kesal. "Kesannya seperti kau membela sepupumu yang kurang ajar itu."
"Loh, sumpah demi Tuhan, enggak!" bantah Kojuuro.
"Hm. HP-nya jatuh di ember berisi air. Padahal dia yang salah, tapi aku yang dimarahi. Aneh memang." Sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ya sudah, jadi... kita akan melakukan apa lagi?"
"Enggak tahu. Nanti aku SMS kau kalau aku ada ide, oke?"
Sasuke kembali menghela nafasnya.
"Oke."
.b.
"KALI ini, perhatianku tak boleh teralihkan lagi," tekad Sasuke sambil berjalan memasuki kelasnya. "Tidak ada lagi komik atau hal-hal lainnya."
Semalam, Sasuke dan Kojuuro sudah menyusun rencana untuk mendekatkan mereka berdua. Sekarang, mereka memutuskan untuk mendekatkan mereka dengan perlahan saja. Mendengar suara Yukimura yang bergetar saat bertanya pada Sasuke kemarin membuat hati Sasuke iba.
Begitupun Kojuuro.
Jadi, mereka memutuskan untuk mengulangi rencana kemarin saja. Lagipula, bila dipikir-pikir, sebenarnya itu salah Sasuke yang mengajak Masamune untuk duel di saat jam kosong, yang pasti akan didatangi oleh si kepsek karena Masamune dan Sasuke gemar membuat ulah. Jika Sasuke dan Masamune tidak lupa—dan duel—saat itu, tentu mereka tidak akan dihukum membersihkan toilet—juga pelajaran tambahan pada pulang sekolah—dan Yukimura tidak akan berkunjung ke rumah Kojuuro karena masih merasa takut pada mimpinya.
Tapi, bagi Sasuke, itu salah kepseknya karena seenaknya memberikan hukuman. Yah, walau bila dilihat dari sisi positifnya, Sasuke mendapatkan informasi-informasi yang cukup vital untuk perkembangan hubungan Masamune dan Yukimura nantinya.
Sasuke melihat Yukimura yang melangkah masuk ke kelasnya dengan riang. Seperti yang Sasuke duga, bocah itu memang langsung luluh bila disogok dango. Jadi, mereka sudah tak mempermasalahkan hal kemarin. Sasuke pun langsung berjalan ke kelasnya sambil menghayalkan rencananya.
"Date, tanding lagi yuk!" ajak Sasuke begitu melihat Masamune yang sedang memainkan HP-nya, dilihatnya itu permainan Clash of Clans. "Idih, mainnya begituan."
"Protes saja kau ini," tukas Masamune. "Ayo lah. Tapi, jangan di saat jam kosong. Aku tidak mau lagi dihukum seperti kemarin."
Sasuke mengangguk.
"Gara-gara itu juga, aku lupa mengambil bentou pesananku," tambah Masamune.
"Ambil nanti saja 'kan bisa," kata Sasuke.
"Enak saja. Sudah basi, tahu. Kau membuatku menghabiskan uang saja."
Sasuke mendengus.
Sementara itu, di kelas Yukimura dan Kojuuro…
Terlihat Yukimura yang sedang meyapu kelas dibantu oleh teman-temannya yang lain. Piket, seperti biasa. Melihat raut wajah Yukimura yang begitu fokus membersihkan kelas, Kojuuro tersenyum kecil.
Waifu yang baik untuk Masamune. Walau sebenarnya Masamune orangnya neat, sih.
Kojuuro menaruh tas di kursinya. Sebenarnya, ia sedikit memikirkan soal perkataan Masamune dan Sasuke kemarin. Bocah tolol yang haus akan perhatian. Bahkan Masamune belum pernah memanggil orang dengan sebutan tolol—baru kemarin kepada Yukimura. Entah apa yang ada di pikiran Masamune sampai-sampai ia masih kesal kepada Yukimura yang sebenarnya sudah tidak memiliki salah apa-apa lagi pada laki-laki itu.
"Sanada? Aku mau bicara denganmu."
Yukimura pun menoleh. "Bicara apa, Katakura-dono?"
Dalam hati, Kojuuro tersenyum miring. Bocah itu sudah tidak digandrungi rasa sakit hati lagi.
Atau memang iya, namun ia menutupi.
"Nanti kita makan bareng lagi, yuk?" ajak Kojuuro. Mendengarnya, Yukimura menjadi bersemangat.
"Ayo! Katanya, Sasuke ingin battle bersama Masamune-dono lagi."
Atau mungkin Yukimura memang sudah tidak sakit hati lagi.
Kojuuro mengangguk.
.b.
Waktu istirahat.
Sasuke pun makan bersama Masamune dan Kojuuro makan bersama Yukimura untuk yang kedua kalinya. Dalam hati, Sasuke dan Kojuuro sangat berharap bahwa kejadian kemarin tidak terulang lagi. Walau yah… tidak bisa dipastikan seratus persen.
"Jadi, aku harus bayar lagi? Kemarin aku lupa mengambilnya," protes Masamune kepada Matsu.
"Untuk kali ini, tidak apa-apa kau tidak membayarnya," jawab Matsu. "Karena kau kemarin lupa. Maka, tidak ada alasan untuk menyuruhmu tetap membayarnya."
Masamune tersenyum senang. "Arigatou."
Matsu mengangguk. Kemudian, Masamune pun menyusul Sasuke yang sudah duluan membeli makanan ke tempat duduk.
"Iih! Aku duluan! Katakura-dono nanti saja! Aku sudah la… UGH!"
Dan bocah Sanada itu menabraknya hingga bentou itu jatuh.
Berserakan.
Masamune menggertakkan giginya. Untuk yang kedua kalinya Sanada berbuat seperti ini.
Dan pandangannya hanya menusuk dalam ke dalam iris hitam Yukimura.
"A-ah… sumimasen, Masamune-dono," ucap Yukimura takut-takut. "A-aku ganti b-bentou-nya."
"TOLOL! JALAN ITU LIHAT-LIHAT! TIDAK USAH SOK KEKANAK-KANAKKAN!"
Dan Yukimura menangis.
Begitu saja.
Kojuuro menarik Yukimura menjauh. Memberi mereka jarak.
Sasuke yang terkejut langsung menghampiri Masamune. Sial, rencana mereka gagal lagi. Kalau begini caranya, akan tambah sulit membuat mereka dekat. Rasanya… Sasuke ingin menyerah saja. Ia kasihan pada adiknya yang begitu malang dikasari oleh calon jodohnya itu.
Sementara Kojuuro langsung memberi Yukimura sebuah pelukan hangat. Ia tahu, Yukimura akan meledak sebentar lagi. Maka, ia memberikan pelukan sepuluh detik untuk menenangkan Yukimura yang lagi-lagi sakit hati.
Tapi, laki-laki itu tersenyum pahit.
Dan hati Kojuuro mencelos.
"Aku yang salah," ucap Yukimura tiba-tiba seraya terisak. "Aku yang membuatnya marah. Katakura-dono tidak perlu merasa bahwa Masamune-dono lah yang salah karena membuatku sakit hati. Ini salahku."
"Tapi, aku peduli," elak Kojuuro, menghapus air mata Yukimura yang masih mengalir.
Yukimura tersenyum masam. "Nanti aku akan datang ke rumah Masamune-dono, meminta maaf padanya dan membawakannya makanan. Katakura-dono tidak usah kepikiran, ya?"
Sialnya, darimana Yukimura tahu kalau ia kepikiran?
Besok, aku harus mempersiapkan diri untuk ini, batin Kojuuro.
Sementara itu, Sasuke yang kesal segera memarahi Masamune.
"Kau itu apa-apaan?!" semburnya. "Dia sensitif kata tolol, Bodoh! Dia tidak bisa menerima kata-kata seperti itu! Dan kau telah mengatainya tolol dua kali! Kenapa kau tidak berfikir?!"
Masamune hanya menatap Sasuke datar.
"Kau menyakitinya. Mungkin ini berlebihan, tapi kau tidak mengerti dia!"
"Untuk apa juga aku mengertinya?" tanya Masamune acuh.
Sasuke menggeram. "Terserah."
Dan Sasuke meninggalkan Masamune sendirian, di tengah kerumunan siswa-siswi yang kini tengah menatapnya dengan pandangan aneh. Ia menggertakkan giginya kesal, kemudian ikut pergi meninggalkan kantin yang sejenak hening dilanda rasa terkejut dari ulah mereka bertiga—kecuali Kojuuro, karena ia tak berperan.
To be continued.
.b.
A/N
KASIAN SAMA YUKI. Btw jadi rajin update kan gara-gara schedule.
Pendek ya, cuma 1,7K words bersihnya. Dan kayaknya ini porsi dialog sama narasi jadi 80:20 ya. Ih Mea rada lemah sama deskripsi….
Halo lagi Sasu. Gws buat HP-nya…
Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!
5 Mei 2016
