Backfire [5]: Jatuh Cinta

Sengoku BASARA © CAPCOM

Warning: Crack pair, random antara MasaYukiKojuSasu. Sho-ai, AU, sedikit OOC.

Have fun with the story!

.b.

KOJUURO gelisah.

Sasuke gelisah.

Setelah pergi dari kantin, Sasuke langsung mencari Kojuuro. Rupanya, ia sedang menenangkan Yukimura yang masih memikirkan hal tadi. Sasuke pun menghampiri mereka berdua, dan Yukimura langsung memeluk Sasuke.

Sasuke jadi tidak tega.

"Sasuke…."

"Aku tahu, Yuki. Aku tahu," ucap Sasuke sambil mengusap-usap kepala Yukimura.

"Kalau saja aku tidak terlalu bersemangat mengambil bentou duluan, Masamune-dono tidak akan mengataiku tolol seperti tadi." Yukimura tersenyum pahit. "Sasuke, izinkan aku ke rumah Masamune-dono nanti untuk meminta maaf dan membawakannya makanan."

Sasuke menatap Yukimura cemas. "Aku ikut, ya? Aku tidak mau kau dikata-katai lagi."

Yukimura menggeleng. "Tidak perlu. Aku berjanji tidak akan lemah lagi."

Tapi, tetap saja Sasuke cemas.

Kojuuro menatap Sasuke, memberikan kode. Sasuke yang mengerti segera mengangguk.

"Aku titipkan adikku padamu ya, lebih-lebih saat aku nggak bersama dia. Terima kasih banyak sebelumnya, Rekan Kerja."

Kojuuro tersenyum, apalagi saat Sasuke memanggilnya Rekan Kerja. "Sama-sama. Tenang saja, aku akan menjaganya."

"Kalian seperti orangtuaku saja…," komentar Yukimura. Sasuke yang mendengarnya terbahak, begitupun Kojuuro. Langsung saja Sasuke mengacak rambut Yukimura seraya tersenyum.

"Aku balik dulu ya ke kelas. Repotin aja itu Katakura. Oke?"

Yukimura hanya tertawa kecil menanggapinya.

.b.

YUKIMURA mengetuk pintu rumah Masamune dengan sedikit rasa takut. Tapi, masalah ini harus ia selesaikan. Apalagi, Masamune adalah calon jodohnya. Tunggu, kenapa Yukimura jadi berfikir ke situ? Dan kenapa ia harus peduli?

Tidak lama kemudian, Kojuuro membukakan pintu, tersenyum sumringah pada Yukimura dan menyuruh laki-laki itu masuk. Yukimura mengangguk, kemudian duduk di ruang tamu. Seketika, ia flashback tentang kemarin. Ia jadi tersenyum miris mengingatnya.

"Aku buatkan Masamune-dono dango paling enak buatanku sendiri." Yukimura tercengir sambil menunjukkan rantangnya. "Dan beberapa lauk lain yang tidak kalah lezat dengan dango itu sendiri."

Kojuuro mengangguk. "Terima kasih banyak ya, Sanada. Aku panggilkan Masamune dulu."

"Kalau Masamune-dono tahu aku yang datang kemari, ia tidak akan mau menemuiku. Lebih baik aku yang menemuinya," ucap Yukimura. "Bo-boleh kan?"

Kojuuro mengangguk, lagi. "Tentu saja."

Kemudian, Kojuuro mengantarkan Yukimura pada kamar Masamune. Kojuuro mengetuk pintu kamar Masamune tiga kali. Masamune sempat mengumpat sebelum membuka pintu. Mungkin, ia sedang tidak ingin diganggu.

"Aku tinggal dulu, ya? Selesaikan masalah kalian." Kojuuro pamit, kemudian meninggalkan mereka berdua.

Hanya berdua, membuat Yukimura menggigit bibir.

"I-ini, Masamune-dono. Aku membuatkanmu makanan sebagai tanda maaf," ucap Yukimura sedikit takut sambil menyerahkan rantang itu.

Dan Masamune menerimanya.

Secepat itu.

Semudah itu.

"Sanada," panggil Masamune.

Bahu Yukimura menegang. Masamune memanggilnya dengan nada biasa saja. Tidak ada bentakan, nada dingin, ataupun mengintimidasi… semua itu… tidak ada.

Sama sekali.

"Y-ya?"

"Maaf, ya."

Dan perkataan lembut dari Masamune itu membuat seluruh beban yang ada di pundak Yukimura meluruh. Hilang begitu saja. Yukimura tersenyum bahagia.

"E-er, a-aku yang salah," lirih Yukimura.

Masamune mengacak rambut Yukimura. "Aku yang salah."

"Kok…."

Satu air mata jatuh ke pipi Yukimura. Perasaan ini tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata. Hatinya menghangat seketika. Rasanya… bahagia sekali.

Benar-benar bahagia.

Mengapa jantungku berdetak seperti ini? tanya Yukimura dalam hati. Aku… tidak mungkin jatuh cinta, 'kan?

"Jangan nangis." Masamune menghapus butiran-butiran air mata Yukimura yang mengalir.

Yukimura hanya mengangguk kecil.

"Jadi, aku dimaafkan?" tanya Masamune.

Yukimura kembali mengangguk.

"Terima kasih. Aku mau melanjutkan mengerjakan tugas kelompok yang seharusnya dikerjakan bersama kakakmu. Kau kalau mau masuk ke kamarku, boleh. Aku tidak mau kau menganggapku mengusirmu."

Tapi, rasa bahagia itu tersapu oleh rasa bingung; mengapa tiba-tiba saja Masamune menjadi baik kepadanya. Sangat berbeda dengan Masamune yang tadi. Membentaknya… menatapnya tajam…

"Oke."

Yukimura pun masuk ke kamar Masamune—seketika takjub pada isinya. Begitu rapi dan bersih. Bertolak belakang dengan Masamune yang suka membuat onar—walau itu tidak identik, dan bisa saja itu Kojuuro yang membersihkan. Tapi, tetap saja. Suasana biru ini… membuat hati Yukimura tenang.

Perlahan, Yukimura merebahkan tubuhnya di kasur Masamune yang ternyata sangat empuk. Refleks, Yukimura berguling-guling di atasnya kemudian membentuk bintang besar. Melihatnya, Masamune tersenyum kecil.

Ah, kenapa ia diam-diam tahu kelemahanku secara tidak langsung? tanya Masamune dalam hati. Ngomong-ngomong, ia manis dan lucu juga, ternyata.

"Masamune-dono bilang itu tugas yang seharusnya dikerjakan bersama Sasuke?" Yukimura menceletuk.

"Ya. Tapi, aku memutuskan untuk mengerjakan sendiri," jawab Masamune. "Karena aku tidak mau bertemu kau di rumahnya—dan rumahmu, karena aku merasa bersalah sudah membuatmu menangis tadi."

Yukimura tersenyum.

"Boleh kubantu?" tawarnya.

"Memangnya kau bisa?"

Yukimura memberengut sambil mengampiri Masamune. "Jangan meremehkanku. Sini, biar kubantu…."

Dan mereka akur pada hari itu.

.b.

"SASUKEEEEEE!"

"Aduh… apaan sih?"

"Tadi aku baikan sama Masamune-dono! Dia juga ngacak-acak rambutku! Sama dia merasa bersalah karena sudah membuatku menangis! Sama dia tadi ngapusin air mataku! Rasanya… seneng bangeeeeeeet! Dan…."

"Kenapa?"

"Aku jatuh cinta."

Sasuke membelalakkan matanya. "Serius?"

Yukimura hanya membalasnya dengan anggukan—tak ayal pipinya memerah.

Loh, loh, kok bisa? Sasuke mengernyitkan alisnya bingung. Bukan, bukan tentang bagaimana Yukimura bisa jatuh cinta kepada Masamune. Tapi… tentang 'baikan'-nya mereka. Ini sangat aneh. Tiba-tiba saja, Masamune bisa mengacak-acak rambut Yukimura dan menghapus air matanya tepat beberapa jam setelah mereka bertengkar di sekolah…

Sebenarnya, cukup masuk akal. Hanya saja, ini Masamune. Pendendam yang freak gitu. Sasuke tidak mengerti lagi dengannya.

Tapi, Yukimura sudah suka dengan Masamune. Dan tinggal menunggu Masamune yang menyukai. Tapi… ada satu hal yang Sasuke khawatirkan. Bagaimana kalau baiknya Masamune hanya sesaat? Bagaimana jika setelah ini Masamune kembali jahat pada Yukimura?

Mengapa Sasuke merasakan firasat tidak enak terhadap ini?

Rasanya… Sasuke ingin terus mengawasi adiknya. Walaupun sudah ia titipkan pada Kojuuro, tapi ia harus tetap menjaga adiknya. Apalagi Yukimura sensitif… dan cukup ceroboh.

"Sasuke."

Sasuke menoleh.

"Jadi, permainanmu dan Katakura-dono sudah selesai?"

"Permainan ap—oh." Sasuke tertegun. "Jangan anggap itu permainan. Aku merasa sudah memanfaatkanmu walau nyatanya tidak."

Yukimura menggeleng. "Kau senang 'kan aku sudah suka pada Masamune-dono? Lalu tinggal menunggu Masamune-dono menyukaiku? Setelah itu, kalian akan membebaskanku dan dia."

"Apa maksudmu, Yuki?" tanya Sasuke bingung.

"Seandainya ia mengecewakanku dengan kembali berbuat kasar…." Yukimura berdiri memunggungi Sasuke. "Aku tidak akan memaafkan kalian berdua yang seenaknya menjadikanku mainan."

Perkataan itu menohok hati Sasuke. Sangat.

Yukimura melenggang menuju kamarnya dengan perasaan campur aduk antara senang, kesal, dan bingung. Atau mungkin kecewa? Yukimura tidak tahu. Yang pasti, lima puluh persen di antaranya dikuasai oleh rasa bingung. Tapi, ia akan melihatnya besok, apakah rasa bingung ini akan terjawab atau tidak.

Jadi ini rasanya menyukai seseorang….

Yukimura menghempaskan dirinya di kasur dan membentuk bintang besar. Perlahan, bibirnya menyunggingkan senyum kecil.

Aku suka Masamune-dono.

Dan semuanya berjalan secepat itu.

Semudah itu.

.b.

"Seandainya kau menyesal di kemudian hari… janganlah sungkan meminta maaf. Aku akan selalu memaafkanmu."

Masamune menggeleng kuat. Bayangan itu. Suara itu. Sangat-sangat familiar samar-samar Masamune lihat dan dengar. Begitu mirip….

Tidak mungkin.

Masamune melihat murid-murid Basara High School yang mulai berdatangan. Dirinya mengetuk-ngetuk jendela dengan jari telunjuknya karena bosan seraya berfikir. Ah… Masamune tidak mengerti lagi.

"Sebenarnya, aku sedikit menyesal sudah membuat bocah itu menangis. Tapi, aku juga menyesal sudah meminta maaf padanya. Bagaimana kalau dia malah mencoba dekat denganku? Akan semakin ruwet nantinya."

Kalau saja Yukimura membuat Masamune tidak tahan dan kembali menyakitinya lagi, misalkan.

Masamune tertegun. Kenapa ia harus peduli? Yukimura bukan siapa-siapa.

"Ruwet? Kau suka adikku, ya?"

Masamune terkejut mendengar Sasuke yang tiba-tiba saja menceletuk. Rupanya, Sasuke hanya memperhatikan Masamune yang sedang melihat ke luar jendela kelas dari belakang. Dan Masamune tidak menyadari itu sama sekali. Diam-diam Masamune mengumpat.

"Idih. Apa nyambungnya, coba?"

Sasuke mengangkat bahu. "Mungkin, kau takut adikku akan dekat denganmu dan kau malah jatuh hati nantinya."

"Yang benar saja. Omong-omong, kemarin itu masakan adikmu sendiri?"

"Ya! Lezat, bukan? Diam-diam juga ia pandai memasak. Walau ia lebih suka mengandalkanku sebagai koki rumah."

Masamune menyipitkan mata kirinya. "Siapa?"

"Aku."

"Yang nanya."

Sasuke mengumpat. Melihat wajah rivalnya seperti itu, Masamune tertawa.

"Begitu saja kesal. Sudah, aku mau ke kelas Kojuuro sebentar."

Sasuke langsung membelalak.

"Kenapa? Oh. Tenang saja, adikmu tak akan kuapa-apakan," kata Masamune sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana—bergaya layaknya cowok cool.

Memang dia cool, sih.

"Semoga," ucap Sasuke dingin.

Masamune tidak menghiraukan Sasuke lagi. Ia berjalan menuju kelas sebelah yang kini sedang rusuh. Rupanya, pagi itu, Yukimura mengajak teman-teman sekelasnya main kena-kenaan sapu.

Terlihat seru sekali. Apalagi, Kojuuro juga ikutan.

Padahal, Kojuuro jarang mau bermain permainan seperti ini.

Mendadak Masamune berfikir. Tiba-tiba saja, Kojuuro menjadi sangat dekat dengan Yukimura. Bahkan Yukimura dibelanya. Dan setiap hari ini mereka menjadi selalu bersama… Masamune sedikit khawatir mereka ada chemistry.

Apa Kojuuro suka bocah itu? Atau lebih parahnya, mereka sudah pacaran selama ini? Ah, kok Kojuuro homo gitu, sih.

"Eh, ada Masamune-dono!"

Dengan suara sedikit ngos-ngosan, Yukimura berseru. Membuat semua melihat ke arah Masamune. Sementara Masamune hanya terdiam, bersedekap di bibir pintu.

"Cari Katakura-dono ya?" tanya Yukimura sambil berjalan mendekati Masamune.

Masamune menatap Yukimura, membuat Yukimura menegang seketika.

"Ya."

Tapi, setelah itu, Yukimura tersenyum lebar. "Akhirnya, Masamune-dono baik sama akuuu! Katakura-dono, dicariin tuh sama Masamune-dono!"

Aku sejahat itu? tanya Masamune dalam hati. Ah, sebenarnya, buat apa juga aku peduli.

"Ada apa, Masamune?" tanya Kojuuro yang kini sudah berada di hadapan Masamune.

Masamune menarik Kojuuro ke lorong kelas. Untung saja sedang sepi.

"Kau jadian ya dengan bocah itu? Sejak kapan?"

Kojuuro terlihat terkejut, tiga detik kemudian ia tertawa. "Hah? Serius? Aku dengannya hanya bersahabat! Mungkin kau saja yang berlebihan."

"Kau tidak pernah mau bermain seperti itu sebelumnya, apalagi lebih membela orang lain dibandingkan aku. Jelas kau suka padanya." Mata kiri Masamune memicing.

Kojuuro menggeleng kuat. Ia tidak suka pada Yukimura sama sekali. Ini merupakan amanah dari Sasuke untuk menjaga adiknya, sekalian masih pada mengorek-ngorek informasi. Ngomong-ngomong tentang mengorek informasi, sepertinya Kojuuro sama sekali belum melaksanakan itu. Tapi, ia dengar dari Sasuke kemarin di telepon kalau Yukimura sudah suka pada Masamune. Jadi, sepertinya mengorek informasi sudah tidak dibutuhkan lagi.

"Kau cemburu, mungkin?" cengir Kojuuro. Masamune langsung menatap Kojuuro aneh.

"Kau ini… mengada-ada saja."

"Kalian!"

Terlihat Sasuke yang berjalan menghampiri mereka. Masamune mengernyitkan alisnya, begitupun Kojuuro.

"Apaan sih?" tanya Masamune sedikit kesal. Ia sudah tahu Sasuke akan menanyakan apa. Kenapa sih, Sasuke tidak bisa percaya dengannya?

"Kau benar tidak apa-apakan adikku?" tanya Sasuke khawatir.

Masamune mendelik kesal. "Bisa nggak sih percaya padaku sekali saja?"

"Nggak bisa," jawab Sasuke gamblang, dengan nada bicara paling menyebalkan yang pernah Masamune dengar.

"Kresek, aku nggak apa-apakan adikmu. Kau bisa tanya Kojuuro. Sudah ah, aku mau ke kantin."

Dan Masamune pergi, meninggalkan Sasuke dan Kojuuro yang terdiam.

"Jadi… Date benar?" tanya Sasuke.

Kojuuro mengangguk. "Sepertinya, Sanada berhasil membuat Masamune luluh. Benar-benar pas seperti yang aku harapkan. Sesuai dengan tujuan utamaku menjodohkan mereka. Walau belum seratus persen berhasil…."

"Ya, mungkin kita sudah berhasil. Tinggal menunggu Date jatuh hati dan saling mengungkapkan rasa. Apa kita harus ikut campur lagi tentang ini?"

"Yah, kau tidak tahu yang sebenarnya, sih. Ya, kita harus tambah mendekatkan mereka. Nanti kita makan berempat saja, kalau kau mau."

"Yang sebenarnya? Rahasia apa lagi yang kau tutupi?" tanya Sasuke heran.

Kojuuro menggeleng. "Ini privasi Masamune. Sebaiknya jangan bertanya, apalagi kepadanya. Aku tidak yakin ia akan menyukainya bila kau tahu."

"Oke…." Sasuke sedikit kecewa. "Idemu itu cukup gila. Tapi boleh lah. Apa jadinya jika kita berempat ada di satu meja? Pasti… akan seru."

"Dan rencana ini cukup bagus karena Masamune sudah tidak ada masalah apa-apa lagi dengan Yukimura. Semoga saja berjalan lancar."

Sasuke mengangguk. "Semoga."

To be continued.

.b.

A/N

Alasan kenapa mereka jodohin MasaYuki masih rahasia ehehe mungkin chapter depan bakal terkuak. Btw Masmun jadi diem-diem perhatiangitu AAAA akhirnya. Gue nggak mau bertele-tele di cerita ini sih soalnya konfliknya panjang dan agak ruwet he he.

Eniwei Sasu makasih ya review-nya. Waktu gue baca ulang gue juga ngerasa sakit hati sendiri XD tapi gitulah Masmun yang berlebihan di sini(?).

Silent readers muncul dong he. OIYA YG MAU UN SEMANGAT YAAAA!

Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!

8 Mei 2016