Backfire [6]: Debat Rasa
Sengoku BASARA © CAPCOM
Backfire © Meaaaa
Warning: Crack pair, random antara MasaYukiKojuSasu. Sho-ai, AU, sedikit OOC (terutama Sasuke).
Shotout: Makasih banget-nget buat yamuwright alias Purunyaa yang udah ngasih banyak masukan buat cerita ini (di BBM). LOPYU IDA NENE.
Have fun with the story!
.b.
BERADA di satu meja ternyata membuat mereka berempat saling canggung untuk berbicara.
Sebenarnya, mulut Sasuke sudah gatal untuk mencerocos. Tapi, melihat tidak ada yang membuka suara, ia jadi malas bicara. Sementara Yukimura hanya merasa sedikit salah tingkah karena yang duduk di depannya saat ini adalah Masamune. Dan ia tidak tahu harus bicara apa. Siapa tahu, nanti ia salah bicara dan membuat Masamune kesal lagi.
Tapi, bagi Sasuke, ini adalah kesempatan besar untuk melihat perkembangan hubungan Masamune dan Yukimura secara langsung! Apalagi dalam radius di bawah 1 meter. Juga, cukup mengejutkan Masamune mau diajak makan bersama berempat. Padahal, Masamune adalah musuh—sebenarnya pernyataan musuh cukup berat. Mungkin lebih cocok rival—Sasuke, dan Yukimura adalah orang yang pernah dibencinya. Apalagi, ada Kojuuro.
Masamune saja tidak tahu Kojuuro dekat dengan Sasuke. Sepupu maupun rivalnya tidak berbicara apa-apa soal itu. Dan ia sendiri masih bingung kenapa Kojuuro bisa dekat dengan Yukimura. Ia tahu mereka sekelas. Hanya saja… Kojuuro sebenarnya tipe orang yang tidak mau ambil pusing dan nerd—nyaris sama seperti Masamune, walau ia tidak nerd. Dan sifat-sifat itu tidak cocok dengan Yukimura walau dalam sisi lain saling melengkapi.
Ia sangat curiga ada apa-apa di balik semua ini. Apalagi, dikait-kaitkan dengan rasa suka dan cemburu yang Sasuke dan Kojuuro ungkapkan tadi… jangan-jangan ia sedang dijodohkan dengan Yukimura.
Tapi, itu aneh.
"Ruwet? Kau suka adikku, ya?"
"Kau cemburu, mungkin?"
Atau mungkin Masamune saja yang terlalu peduli akan ini.
Sementara Yukimura… ia hanya takut akan diapa-apakan oleh Masamune. Ia mulai tidak peduli dengan perjodohan itu. Apalagi… sekarang ia mulai menyetujui perjodohan itu diam-diam dan menyukai Masamune. Dan ia tidak tahu apakah perasaan itu terpaksa atau tidak… yang pasti Yukimura merasa sedikit tidak nyaman karena merasa sangat diawasi.
Kenapa sih, kakaknya dan sahabat barunya itu sangat ingin ia jadian dengan Masamune? Sebenarnya, apa motif khusus di balik semua ini? Tidak mungkin bila hanya merasa cocok, hanya karena Masamune dingin, tidak bertele-tele dan Yukimura polos juga berapi-api. Mereka saja tidak pernah dekat. Kenal saja karena insiden ketumpahan jus.
Jangan-jangan, dirinya dijadikan bahan taruhan. Tapi, taruhan macam apa?
Yukimura memperhatikan Masamune yang sedang menyeruput jus alpukatnya. Jus alpukat, mengingatkannya pada kali pertama ia dan Masamune saling mengetahui satu sama lain. Insiden ketumpahan itu… cukup sakit ia rasakan karena lontaran kalimat-kalimat pedas Masamune.
Itu sudah lama sekali. Tapi, Yukimura tetap ingat itu. Sebego-begonya ia, rupanya ingatannya cukup kuat.
"Nostalgia."
Perkataan Masamune membuat Yukimura tersenyum kecil. Rupanya, Masamune juga berpikir yang sama. Sasuke dan Kojuuro hanya saling melempar pandang, ikut tersenyum akan hal itu.
Mereka sama-sama mengingatnya. Dan itu manis, walau kenangan yang buruk.
"Aku masih merasa bersalah untuk itu…," ucap Yukimura kemudian menyeruput jus jeruknya.
Masamune tersenyum kecil. "Setelah kupikir-pikir, rupanya hal itu sangat sepele. Aku terlalu membesar-besarkan."
Yukimura tertegun.
"Atau, aku sedang PMS."
Dan Yukimura tertawa kecil.
Kojuuro dan Sasuke saling melempar pandang lagi. Saling memberikan kode, apakah sebaiknya mereka membiarkan Masamune dan Yukimura berdua saja? Mereka tampak akur sekali, dan sibuk dalam dunia mereka berdua sampai-sampai Kojuuro dan Sasuke dilupakan.
Nggak usah, Kojuuro berkata tanpa suara. Dan Sasuke hanya mengangguk.
"Kalian kenapa?" tanya Yukimura sambil mengernyitkan alisnya pada Sasuke dan Kojuuro.
"Oh, nggak. Hanya berfikiran untuk mengajak Katakura ke diskotik," jawab Sasuke asal, yang langsung dibalas oleh tatapan tajam oleh Kojuuro.
"Eh, ngomongnya. Aku saja tidak pernah ke sana."
Masamune tertawa kecil. "Kojuuro memang orang baik-baik, makanya tidak pernah."
"Memangnya Masamune-dono pernah?" tanya Yukimura, mengalihkan pandangannya pada Masamune.
"Tentu saja. Kau harus coba yang ada di ujung kota. Di sana enak-enak sekali, lho."
Sasuke mendecih. "Enak saja! Awas kalau adikku sampai kau pengaruhi apalagi kau ajak. Tidak akan kumaafkan."
"Eh, aku serius. Di sana enak-enak."
"DATE!" tegur Sasuke kesal. Dan Masamune hanya tertawa keras melihat ekspresi kesal Sasuke.
Dan hati Yukimura sedikit memanas.
Cemburu, mungkin?
"Minum-minum itu nggak baik lho, Masamune-dono…," ucapnya menasihati Masamune. Sukses membuat Kojuuro tersenyum melihatnya.
"It's different, Sanada. Aku minum bukan untuk kesenangan. Itu semua hanya pelampiasan," balas Masamune.
"Nggak harus minum juga 'kan, Masamune-dono? 'Kan bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, teman-teman, atau kekasih."
Masamune menggeleng. "Mereka hanya menambah masalah."
Kojuuro mendecak. "Jadi, menurutmu aku hanya menambah masalah?"
"Kau buta, Kojuuro?" Masamune tertawa dengan ekspresi yang tidak bisa Yukimura definisikan. Tapi, di dalamnya tersirat rasa sakit. "Dia pergi, Kojuuro. Dia pergi! Dan semua orang menyuruhku melupakannya. Tapi, nyatanya apa? Aku tidak bisa! Sampai sekarang, aku masih sangat mencintainya. Aku…."
Masamune tertegun begitu menyadari sekarang semua orang di kantin memperhatikannya. Mereka saja masih bingung kenapa Masamune dan Yukimura bisa duduk satu meja. Sekarang ini, menambah rasa bingung mereka.
"Sialan," umpat Masamune. "Aku bicara terlalu frontal."
Yukimura syok mendengarnya. Masamune masih mencintai seseorang? Dan seseorang itu pergi? Ia tidak tahu pergi dalam definisi apa. Tapi, yang jelas, perasaannya tak berbalas.
Dan sepertinya permainan perjodohan Sasuke dan Kojuuro perlu kerja tambahan untuk membuat Masamune berpaling darinya ke Yukimura.
"Aku pergi dulu."
Yukimura berdiri, meninggalkan kantin, juga mereka bertiga yang juga masih mencerna kejadian ini.
Aduh… apalagi ini? Sasuke hanya membatin pasrah.
"Kenapa itu anak?" tanya Masamune.
Sasuke mengangkat bahu. "Kau susul dia saja sana."
"Untuk ap…." Masamune tiba-tiba seperti teringat sesuatu. "Oh. Oke."
Dan Masamune berlari mencari Yukimura.
"Dia… punya seseorang di masa lalu?" mulai Sasuke.
Kojuuro mengangguk. "Ini maksud dari yang sebenarnya yang tadi kuceritakan. Jadi, selain karena aku ingin membuatnya luluh, aku ingin dia move on."
"Kita cepat selesaikan makan kita, lalu kita bicarakan ini di taman belakang. Bagaimana?" tawar Sasuke.
Kojuuro mengangguk. "Ide bagus. Menceritakan hal ini di tempat ramai seperti ini merupakan ide yang buruk."
.b.
"JADI… sebenarnya ada apa?"
Kojuuro mendesah. "Masamune…."
"Dia kenapa?" desak Sasuke antusias.
"Aku tidak mau menceritakannya terlalu detil. Yang jelas, dulu saat SMP, Masamune putus dengan kekasihnya dan beberapa hal membuatnya menjadi orang yang begitu tertutup dan suka mabuk-mabukkan untuk menjadi pelampiasannya.
"Dan sifat-sifat Sanada sedikit mirip dengan perempuan itu. Apalagi polosnya. Makanya, aku ingin menjodohkan mereka. Aku ingin membuat Masamune melupakan perempuan itu. Apalagi Masamune jadi trauma dengan perempuan. Makanya itu, kujodohkan dengan laki-laki juga…."
Sasuke mengernyitkan alisnya. "Segitu cintanya ia pada perempuan itu?"
Kojuuro mengangguk. "Ia laki-laki yang sangat setia."
"Kalau Yukimura berhasil mendapatkannya, ia akan sangat beruntung."
"Ya. Sangat beruntung."
"Apa sih, Masamune-dono? Nggak usah ikutin aku!"
Sasuke dan Kojuuro menoleh ke arah sumber suara. Itu Yukimura, dan terlihat Masamune yang cemas sedang berusaha berbicara dengannya. Sasuke tertegun. Hatinya cukup tersentuh mendengar cerita Kojuuro barusan, apalagi melihat Masamune khawatir pada Yukimura seperti itu. Semoga saja, Masamune cepat move on….
"Sanada," panggil Masamune. "Ada apa denganmu? Mengapa kau terlihat begitu marah?"
Yukimura menunduk dengan raut wajah kesal. Dan itu… jadi terlihat manis. "Aku nggak apa-apa! Nggak usah peduli."
"Gara-gara ceritaku tadi?" tebak Masamune.
"Uhm." Pipi Yukimura memerah karena tebakan Masamune benar. Dan itu berarti, Masamune akan tahu perasaannya.
Perasaan bahwa ia cemburu.
"Jadi itu benar," kata Masamune. "Kau cemburu?"
Yukimura hanya terdiam.
"Kau gay?"
Yukimura kembali terdiam. Dan ia merasakan penyesalan; keterpaksaan; kebingungan yang tercampur menjadi satu.
Rupanya, ia menyukai Masamune dengan alasan yang terbagi-bagi, walau dominan karena paksaan dari permainan Sasuke dan Kojuuro. Dan itu benar-benar tidak nyaman. Tapi, mengapa rasa cemburu itu begitu… nyata? Begitu menyakitkan?
Apakah… Yukimura tulus?
"Masamune-dono tidak mengerti!" seru Yukimura.
"Understand what, Sanada?" tanya Masamune bingung.
Yukimura memalingkan wajahnya. "Dari waktu kita berbaikan kemarin… aku merasa panas. Aku merasa hangat. Dan aku tidak tahu kenapa! Dan saat kau bilang kau masih mencintai orang dari masa lalumu itu… aku merasa… ah, aku tidak tahu lagi."
"Ya ampun, kau benar-benar menyukaiku."
Sasuke menepuk jidatnya. Semua ini terlalu cepat! Benar-benar terlalu cepat. Semoga saja Yukimura tidak keceplosan tentang perjodohan itu.
"Tapi, maaf, aku tidak bisa membalas perasaanmu."
Yukimura sudah tahu akan ini. Ia hanya terdiam.
"Aku masih sangat mencintainya. Dan aku tidak bisa mengubah diriku yang straight menjadi gay. Maaf, Sanada."
"Aku… uh."
Sementara itu, Sasuke menatap Kojuuro khawatir.
"Katakura, bagaimana ini?"
"Kita suruh Sanada modus."
Sasuke membelalakkan matanya. "Hah? Anak itu mana bisa modus."
"Bisa. Nanti kita ajarkan. Selain itu, ia masih bisa 'perhatian', 'kan. Omong-omong, ia sedikit berlebihan. Apakah ini pertama kalinya ia jatuh cinta?" tanya Kojuuro.
Sasuke mengangguk. "Iya! Makanya itu, aku agak takut."
"Aku baru tahu kalau kau ini penakut," ledek Kojuuro. Sasuke hanya membalasnya dengan umpatan.
Masamune menaruh tangan kanannya di pundak Yukimura, berusaha membuatnya tenang. Sementara itu, Yukimura hanya menunduk, tidak tahu harus bereaksi apa. Ia kesal, sedih, dan senang karena diperlakukan seperti ini. Tapi, tetap saja. Ini masalah perasaan.
Dan pertama kalinya ia mencintai seseorang.
Seperti apa sih, perempuan itu sebenarnya? Sampai-sampai Masamune-dono cinta sekali seperti itu? Yukimura membatin kesal.
Maksudnya, jika kejadian itu sudah lama sekali, harusnya ada di pikiran Masamune untuk move on. Tapi, sekalinya pun tidak. Yukimura penasaran, apakah mereka sudah terikat suatu 'janji'? Janji seperti yang orang-orang ungkapkan saat akan berpisah. Apalagi, bila alasannya hanya karena tidak mau LDR. Berarti, sebenarnya perasaan cinta masih ada, 'kan?
Diam-diam Yukimura juga pintar menganalisa, walau ia belum pernah mencintai seseorang.
"Sanada, dengarkan aku."
Yukimura menggeleng.
"Sanada, tolong."
"Semuanya sudah jelas, Masamune-dono. Aku suka kau, tapi kau tak suka aku. Kau suka orang lain. Apa lagi yang perlu dijelaskan?" tanya Yukimura pelan.
Masamune menggeleng. "Maksudku… jika kau masih ingin mengobrol denganku, akan kuperbolehkan."
Dari jauh, Sasuke menghela nafas lega. Bagus jika Masamune masih memperbolehkan Yukimura dekat. Itu artinya, semua ini akan lebih mudah.
Yukimura hanya mengangguk kecil, walau ia tak tahu apakah ia akan masih berani berbicara dengan Masamune setelah ini. Mungkin masih, namun Yukimura takut dengan segala kecanggungan yang akan terjadi….
"Mau kuantar ke kelas?"
"Uhm…," gumam Yukimura, membuat Masamune menunggu jawabannya. Pada akhirnya, ia mengangguk. "Bo-boleh."
Kemudian, mereka berjalan bersama ke kelas Yukimura.
.b.
"BUTUH kerja ekstra ya, Sasuke?"
Yukimura bertanya sambil menikmati makan malam bersama Sasuke. Dan Sasuke hanya tersenyum kecil.
"Bukan. Memang dari awal alasannya begini," jawab Sasuke.
Yukimura mengernyitkan alis. "Maksudnya?"
"Gini, lho, Yuki." Sasuke menatap Yukimura dalam. "Alasanku menjodohkanmu dengan Date itu hanya karena sifat kalian saling melengkapi dan karena nego-nego sama Katakura juga. Sementara Katakura… dia sebenarnya sedikit 'memanfaatkan' sifatmu."
Yukimura menaikkan satu alisnya tidak mengerti.
"Perempuan itu… sifatnya mirip kau." Sasuke tersenyum. "Dan Katakura ingin membuat Masamune move on dengan menjodohkanmu dengannya."
"Mirip… aku?" tanya Yukimura pelan.
Sasuke mengangguk. Ia mengambil tasnya yang ada di dekatnya dan mengeluarkan alat perekam suara yang pernah dipakainya untuk mencari informasi dari Masamune.
"Er, Sasuke?" tanya Yukimura ragu.
"Apa?" tanya Sasuke. "Dengarkan saja."
"Kau punya pacar nggak?"
"Nggak."
"Kriteria pacar?"
"Aku suka pacar yang rada manja. Romantis, cemburuan, dan nggak suka ngejar-ngejar aku. Ditambah, nggak begitu humoris dan pastinya baik. Bisa ngerti sifatku yang seperti ini."
"Ooh."
Yukimura tertegun mendengarnya.
"Kau dengar itu? Semua sifat itu ada padamu, dan yang pasti ada pada perempuan itu. Kalau kau bisa membuat Masamune lupa dengannya, lambat laun dia pasti akan mencintaimu juga."
"Nggak, Sasuke." Yukimura menggeleng. "Masamune-dono pasti akan melihatku sebagai dia."
"Justru itu!" cetus Sasuke. "Kau harus membuka matanya. Kau harus membuatnya melihat dirimu sebagai kau, bukan dia."
Yukimura menghela nafas. "Aku tidak tahu caranya, Sasuke…."
"Tenang saja, Yuki." Sasuke mengusap-usap kepala Yukimura. "Aku dan Katakura akan membantumu."
"Tapi, aku merasa sangat diawasi…," ucap Yukimura jujur. "Aku merasa harus menyukai Masamune-dono. Aku merasa tidak bebas, karena kehendakmu dan Katakura-dono menyuruhku dan Masamune-dono bersatu. Tapi… kami tidak bisa, Sasuke."
"Jangan berbicara dulu sebelum pasti," nasihat Sasuke.
Tapi, tetap saja Yukimura merasa tidak nyaman. Melihat ekspresi adiknya seperti itu, mau tak mau Sasuke merasa bersalah juga. Apakah ia dan Kojuuro terlalu memaksakan hal ini? Apa ia mengekang adiknya dan mengharuskan ia untuk suka pada orang yang hatinya masih untuk orang lain?
"Oke… sekarang begini saja," celetuk Sasuke. "Bagaimana kalau sekarang kita menganggap perjodohan ini tidak pernah ada? Kau mendekati Date dengan tulus, tanpa ada paksaan dari siapapun."
Yukimura mengerang. "Tidak bisa, Sasuke. Tetap saja aku merasa tidak nyaman."
"Kau seterpikir itu ya…," keluh Sasuke. "Maafkan aku, Yuki. Aku tidak bermaksud membuat semuanya seperti ini."
Yukimura menggeleng. "Mungkin aku hanya ingin membuatmu senang, Sasuke. Tapi, rasa cemburu itu… nyata. Maksudku, rasa bersalah karena tidak berhasil membuat Masamune suka padaku itu ada. Atau ini hanya nafsuku saja? Ah, semua ini terlalu memusingkan. Aku saja tidak tahu perasaanku sendiri bagaimana, atau bahkan rasa cemburuku ini nyata atau tidak."
Dan Sasuke hanya terdiam, tidak mampu membantah.
To be continued.
.b.
A/N
Ah, Masmun tau… btw terkuak kan tu alasannya xD padahal tadinya maunya ngasihtau di akhir cerita.
Padahal gue bikin soal diskotiknya ngasal banget loh. Tapi abis itu ide mengalir lancar banget dan dalam satu jam (pas malem-malem) kebikin 1,4 words. REKOR! Terus besok paginya gue selesein he he jadinya ini chapter kelar tanggal 9 Mei. (oke, ga penting….)
SASU HEHE maapin Masmun ye. Abis ngatain, terus baikan, terus sekarang jadi begini… kesian Yuki. mungkin Masmun emang lagi PMS makanya labil banget. #MasmunMinumKiranti #telatlu
Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!
12 Mei 2016 (Besok harpitnas huwek)
