Backfire [10]: "Backfire"

Sengoku BASARA © CAPCOM
Backfire © Meaaaa

Warning: Crack pair, random antara MasaYukiKojuSasu. Sho-ai, AU, sedikit OOC.

Shotout: Makasih buat Iben yang udah nyepamin review aneh jam 1-2 malem.

Have fun with the story!

.b.

"OH. Jadi, sekarang kau suka Yuki? Ha, kita setimpal berarti."

"Sarutobi, aku tidak bermaksud seperti itu."

"Sekarang kau ikut-ikutan menambah masalah."

"Tapi aku tidak tahu kalau akan terjadi seperti ini. Tolonglah mengerti."

"Munafik, dasar."

"SARUTOBI!" Dengan kesal, Kojuuro menggebrak meja kantin yang ada di hadapannya. "Itu bukan munafik. Kemarin itu aku sama sekali tidak punya perasaan pada Sanada. Tapi, melihat mereka begitu mesra kemarin… itu membuatku merasa 'direbut'," jelasnya pelan, takut orang-orang akan mengupingnya karena barusan berteriak.

Sasuke mengedikkan bahunya tidak peduli. "Ya sudah, senjata makan tuan, berarti."

"Ngaca!" desis Kojuuro.

"Apa sih, Katakura?" tanya Sasuke mulai kesal.

"Ya sudah, kita sama-sama menambah masalah. Jadi, selanjutnya bagaimana? Aku tidak mengerti lagi. Aku benar-benar tidak mau jika 'perasaan'-ku dibawa-bawa," tukas Kojuuro.

Sasuke hanya menghembuskan nafasnya panjang, berpikir bagaimana ia dan Kojuuro harus lakukan setelah ini. Dan sepertinya masalah ini akan semakin panjang, seandainya saja mereka membawa perasaan mereka di depan Masamune dan Yukimura. Masalahnya, tujuan utama itu; menjodohkan. Dan jika ingat itu, Sasuke benar-benar pias.

Tapi, jika perasaan ini dibiarkan, lambat laun akan semakin dalam. Sasuke pernah merasakannya, saat ia jatuh cinta pada seorang perempuan di SMP-nya dulu. Saat perasaan itu dibiarkan, malah tumbuh menjadi semakin dalam tanpa disadari. Bagaimana jika perasaannya pada Masamune semakin besar? Sasuke takut adiknya akan sakit hati. Sasuke takut adiknya akan merasa bahwa ia mengkhianatinya. Ia takut itu.

Dan di sisi lain…

Kojuuro baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Dan ini terasa… begitu menggelitik. Semua rasa berdebar yang dirasakannya, semua rasa senang jika bersama, juga rasa cemburu yang begitu tidak mengenakkan. Baru tahu ia kalau rasanya seperti ini. Jadi, saat Yukimura cemburu, rupanya ini yang dirasakan….

Lebih sakit dari yang diduga.

Pantas saja, beberapa hari yang lalu Yukimura benar-benar terlihat hancur, saat mengetahui bahwa Masamune belum move on, atau bahkan memanggil dirinya dengan nama perempuan itu. Walau dapat 'merasakan' dari raut wajah atau getaran di sekujur tubuhnya, Kojuuro tetap tidak tahu rasa yang sebenarnya.

Untung saja, Kojuuro tidak melihat Masamune mencium pipi Yukimura kemarin.

"… Oh ya, Katakura."

Kojuuro mengangkat wajahnya—sedari tadi, ia melamun sembari menundukkan wajah dan memperhatikan meja kantin yang hanya terisi dua botol teh dingin. "Ada apa?"

"Kita harus tahan," ucap Sasuke. "Mau bagaimanapun juga."

"Eh… aku sih bisa-bisa saja menyembunyikan, hanya saja khawatir denganmu," balas Kojuuro mengedikkan bahunya. "Waktu itu saja… gara-gara baper kau memarahiku, padahal aku tidak salah apa-apa."

Pipi Sasuke mulai menunjukkan semburat merah. "Saat itu, aku sangat merasa tidak nyaman, tahu."

"Tapi, kau tidak melihat mereka bermesraan, 'kan?" Kojuuro tertawa. "Memangnya aku? Melihat mereka suap-suapan, mengusap pipi, dan mengucap kalimat-kalimat manis secara langsung. Aku lebih sakit."

Sasuke menunduk. Kojuuro benar.

"Dan aku hanya bisa diam, karena aku memang TIDAK punya hak untuk cemburu bahkan berkoar atas rasa cemburu itu." Lagi-lagi, perkataan Kojuuro menohok hati Sasuke. Uh, mengapa omongan orang ini selalu pedas, sih?

"Jahat banget sih."

"Kok jahat?"

Sasuke memutar kedua bola matanya. "Omonganmu itu bener, tapi pedes banget. 'Kan aku jadi gimana gitu dengernya."

Kojuuro tertawa keras. "Cie, kesindir ya."

"Sialan," umpat Sasuke.

.b.

MASAMUNE heran.

Kenapa tugas-tugas terakhir di semester akhir sungguh banyak dan menumpuk? Satu guru saja bisa memberikan 4 tugas kelompok. Dan itu membuat Masamune stress. Padahal, tidak lama lagi, ia akan mengikuti Ujian Kenaikan Kelas. Harusnya tidak memforsir seperti ini—walau sebenarnya juga niatan baik untuk mengasah otak, tapi ini menyiksa.

Dan pastinya akan menguras waktu istirahat.

Bayangkan saja, dalam satu hari itu Masamune diberi tugas kelompok sebanyak 3 dan tugas individu 7 dari guru yang berbeda-beda. Dan deadline-nya minggu depan. Gila? Banget. Makanya, waktu istirahat ini lebih baik Masamune gunakan untuk mengerjakan tugas-tugas itu daripada pacaran bersama Yukimura.

Eh, lebih baik mengerjakan tugas ditemani Yukimura. Sambil mengerjakan, bisa sambil pacaran, gitu.

Tunggu.

Masamune 'kan belum resmi jadi pacarnya Yukimura.

Sambil menampar dirinya sendiri, Masamune meringis mengetahui fakta itu. Nyatanya, dia memang belum mau pacaran karena belum siap. Nyatanya, dia yang memberi cinta namun tak mau diusik. Nyatanya, ia yang memberi harapan namun menggantungkan di saat yang bersamaan. Dan itu benar-benar plin-plan. Hei, harusnya, laki-laki seperti Date Masamune ini mempunyai komitmen.

Masamune berjalan sambil membawa tas laptopnya menuju kelas Yukimura yang kini sedang ramai seperti biasanya—tahu lah, jam istirahat. Namun, melihat Yukimura yang sedang berusaha mengajak Kojuuro berbicara tanpa dipedulikan oleh Kojuuro sendiri, membuat alis Masamune bertaut. Ada apa dengan mereka?

Sementara itu, di lain sisi…

Kojuuro hanya merasa sakit hati. Namun yah… tidak sepatutnya juga ia sakit hati karena kejadian kemarin. Maka dari itu, ia berusaha menjauhi Yukimura agar perasaannya ini cepat hilang. Tapi, Yukimura sungguh peka dan malah terus-terusan bertanya apakah Kojuuro ini ada masalah. Dan bagi Kojuuro, itu sangat mengganggu.

"Ayolah, Katakura-dono. Jawab dong." Yukimura terus mendesak sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kojuuro. "Aku ada salah ya? Maafkan aku."

Kau salah, Sanada. Kau membuatku jatuh cinta karena kepedulianku padamu.

Peduli.

Sasuke lah yang memintanya untuk menjaga Yukimura. Meski sebelumnya juga karena rencana perjodohan itu, dan fakta yang mengatakan bahwa ia sekelas dengan Yukimura juga Sasuke yang sekelas dengan Masamune, membuat keduanya akan saling mengorek informasi dari dua orang yang bersangkutan itu, bersilangan antara saudara masing-masing. Dan itu adalah takdir.

Nyatanya, bukan Yukimura yang salah. Dan bukan Kojuuro yang salah. Tapi, perasaan 'cinta' yang selalu datang tiba-tiba dan tak disangka-sangka… semua ini membuat kepala Kojuuro sakit. Atau frustasi? Seperti inikah rasa frustasi yang dialami Masamune tempo hari?

Kalau iya, Kojuuro sedikit merasa bersalah karena tidak membela laki-laki itu. Tapi, jika ia tidak menegur Masamune, tentu Masamune akan tenggelam di masa lalunya dan tetap tidak mau bangkit. Rasanya… hah, pusing. Ini semua terlalu ribet. Di satu sisi, ia ingin Masamune bersama Yukimura. Namun, di sisi lain, ia menginginkan Yukimura yang manis itu.

"Katakura-dono, jangan marah padaku… aku salah apa?" tanya Yukimura pelan.

Kojuuro menatap Yukimura yang kini memasang wajah ingin menangis. Oh, segitu pedulinya kah Sanada padanya? Rasanya, Kojuuro ingin terbang.

Tapi, Kojuuro tahu peduli itu hanya sebagai teman.

"Tidak ada, Sanada," jawab Kojuuro akhirnya. "Aku mau sendiri dulu."

"Oke…." Yukimura merasa kecewa. "Tapi, kalau ada apa-apa, cerita ya?"

Bagaimana caranya aku bisa menceritakan soal rasa cemburuku? gerutu Kojuuro dalam hati. "Ya. Eh, ada Masamune tuh. Manggilin kau kayaknya."

Nada bicara Kojuuro sangat tidak enak didengar Yukimura.

"O… ke. Aku ke Masamune-dono dulu ya." Yukimura berucap hati-hati kemudian berjalan riang menuju Masamune.

Sepertinya, aku menyesal sudah menjodohkanmu dengan Masamune, Sanada.

"Masamune-dono!" sapa Yukimura sambil tersenyum lebar.

"Yuki," balas Masamune sambil mengacak rambut Yukimura. "Temani aku ngerjain tugas, yuk."

Kedua mata Yukimura membulat. "Ha?"

"Kok ha-ha? Takutnya nanti aku stress, terus kalap di kantin kayak aku yang dulu. Kalau ada kau yang manis itu 'kan, aku nggak bakal bisa stress."

"A-apa sih?!" Yukimura yang salah tingkah langsung memukul lengan Masamune keras.

Masamune tertawa keras mendengarnya. Meninggalkan Kojuuro yang hanya menatap mereka berdua dengan penuh rasa sakit. Hah… perasaan ini menyebalkan. Kojuuro harap, ia bisa secepatnya move on dari Yukimura agar tidak menganggu hubungan mereka berdua—sebenarnya belum menjadi hubungan sih—juga agar tidak 'baper'.

Akhirnya, Masamune berjalan beriringan dengan Yukimura ke kantin. Syukurlah, kantin tidak terlalu ramai. Mereka langsung dapat tempat duduk dengan mudah.

"Mau makan apa, Yuki? Aku pesankan."

"Aku aja, deh," ucap Yukimura sambil kembali berdiri. "Masamune-dono kerjakan saja tugasnya. Biar aku pesankan apa makanan yang ingin Masamune-dono makan."

Masamune tersenyum. Calon pacarnya ini memang pengertian. "Heh, okay. Pesankan aku sushi saja."

Setelah itu, Yukimura pun berjalan hendak memesan makanan itu.

Masih sambil tersenyum, Masamune mengeluarkan laptopnya dari tas dan menyalakannya. Wi-Fi di kantin ini kencang sekali. Aneh ya, memasang Wi-Fi sekolah di kantin. Sebenarnya, di perpustakan dan laboratorium komputer juga ada, namun di sinilah yang terkencang. Jadi, sambil mengerjakan tugas atau sekedar berselancar di internet pun bisa sambil menikmati masakan di kantin ini yang lezat.

Berterima kasihlah pada Kepsek Fudanshi itu dan Matsu, kawan.

Tidak lama kemudian, Yukimura kembali membawa nampan berisi sepiring sushi, dua piring dango, jus alpukat dan iced lemon tea. Masamune hanya memperhatikan Yukimura yang sibuk dengan nampannya.

"Masamune-dono, aku lupa menanyakan minuman apa yang ingin kau pesan. Jadi, kupesankan saja jus alpukat karena aku tahu kau sangat menyukai itu. Tidak apa-apa 'kan?" tanya Yukimura sambil menata piring-piring itu.

"Tidak apa-apa," ujar Masamune, melirik ke arah dango-dango yang dipesan Yukimura. "Kau memesan dua porsi?"

Yukimura tercengir lebar.

"… Kau suka sekali dango, ya?" tanya Masamune.

"Ya! Dango itu manis banget. Aku suka rasanya. Apalagi, warna-warnanya begitu beragam… belum lagi sausnya! Slurp… mantap!" cerocos Yukimura sambil memakan tusukan pertama dango-nya.

"Dasar tukang cerocos," cibir Masamune.

"Eh, bukan apa-apa kok," balasnya sambil terus memakan dango-nya. "Masamune-dono ngerjain tugas apa, sih?"

"Makalah Bahasa Inggris," jawab Masamune sambil memakan sushi-nya.

Keduanya pun diselimuti keheningan. Yukimura tidak mau mengganggu Masamune yang sedang fokus mengerjakan tugas pertamanya. Pasti Masamune memilih mengerjakan Bahasa Inggris terlebih dahulu karena memang dia sangat jago di pelajaran itu. Sementara Yukimura… apa kabar dengan pelajaran itu? Tertinggi saja dia hanya mendapat nilai 7.

Mungkin Yukimura bisa minta diajari Masamune, berhubung Sasuke juga tidak pintar dalam pelajaran Bahasa Inggris. Maka dari itu, Yukimura tidak bisa meminta diajarkan Bahasa Inggris oleh kakaknya sendiri.

"Yuki?"

Yukimura hanya menatap Masamune, bertanya apa dengan naikan alisnya.

"Kok diam saja?"

"Iya…." Yukimura menjawab lembut sambil tersenyum. "Nggak mau ganggu Masamune-dono."

Masamune menghela nafas. "Nggak usah sampai diam banget, Yuki… mending duduk di sebelahku saja, sini. Kayaknya nggak enak banget kau ngeliatin aku dengan penasarannya."

Akhirnya, Yukimura pun duduk di samping Masamune, memperhatikan bagaimana Masamune mengerjakan tugas-tugasnya sembari mengobrol dengan Yukimura. Hah… rasanya mengerjakan tugas tidak pernah serileks ini. Masamune merasa senang sekali.

Tinggal cari waktu yang pas untuk nembak Yuki, batin Masamune sambil terus mengetik.

To be continued.

.b.

A/N

NGAKAK AMA JUDULNYA. Backfire [10]: "Backfire" XDDDDDD

Besok puasa ya? Berarti gue (insya Allah) bakal update 3x seminggu yaitu hari Rabu, Jumat, Minggu. Juni ini kudu kelar.

Btw gue gedek banget deh ini semuanya OOC! Gue soalnya soal sifat menyesuaikan alur cerita. Jadi, Masamune itu emang labil ya, di sini. Tapi itu karena emang dia yang… apa sih? Gak suka Yukimura terus kebayang-bayang Mego gitu (TETEP AJA LABIL ME). Terus Yukimura itu polos, manja, lembut. Sementara kalo di aslinya dia itu semangat berapi-api dan keras kepala! Trus Sasuke. Ini bocah rada melankolis terus lebay. Kebawa plot lama yang tadinya gue bikin Sasuke itu cewek (Yuki juga). Terus, kayaknya cuma Kojuuro yang IC. Omongannya pedes ni orang satu. Terus dia nggak suka perasaanya dibawa-bawa.

Oke, semoga itu jelas. Takutnya pada nanyain ini kenapa OOC banget… dan bikin sudut pandang dari 4 orang sekaligus itu ribet! Ah sudahlah, mari bales review.

SeijirouSasuke23: YOI GAAN :V pengen menjajaki tingkat romantis selanjutnya gua ceritanya(?) /eh

Oichi: Baper? Hehe. Makasih ya udah baper :V

De ChaChi: iiii ngakak bacanya. Kirain malah ga ada typo samsek taunya ada (banyak malah) :( btw ada kesalahan teknis tu, di prolog itu 'halaman belakang' pas di ch selanjutnya 'kelas 11-4' kan gembel :")

stalker, mea haters, doi, troubblemaker: Idih… malem-malem jam 2 ngasihtau gua di bbm lu nyepamin review… mending kalo lu baca ih Iben :"V btw, doi gua kan lu sendiri gembleng.

((KENAPA YANG REVIEW ANON SEMUA HUAA /ngaistembok))

Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!

5 Juni 2016 (kemaren akun FFN Meaaaa ultah ke-2 lho wkwk)