Backfire [11]: Manis

Sengoku BASARA © CAPCOM
Backfire © Meaaaa

Warning: MasaYuki with slight KojuYuki/MasaSasu (finally revealed hewhew), sho-ai, AU, OOC.

Have fun with the story!

.b.

SORE ini, Masamune berkunjung ke rumah Sasuke—dan Yukimura—bersama Ieyasu, Mitsunari, dan Motochika untuk mengerjakan tugas kelompok. Agar tidak ribet, mereka berlima membentuk satu kelompok untuk semua tugas kelompok akhir semester ini. Dan itu artinya, mereka berlima akan menghabiskan sore bersama di rumah Sasuke, karena benar-benar akan menghabiskan tugas bersama hari ini juga.

Mungkin sampai malam, kalau benar-benar tidak selesai. Dan Sasuke juga menawarkan mereka berempat untuk menginap di rumahnya. Untuk Masamune sih… pasti ia mau. Modus begitu kepada gebetannya, Yukimura. Namun, Mitsunari menolak dengan alasan ia tak boleh pulang di atas jam enam.

Seperti perawan, ya.

Saat ini, mereka berlima sedang berdiskusi bersama di ruang tengah, membahas tentang tugas presentasi Biologi. Sementara itu, Yukimura sedang membuatkan mereka semua minuman.

Tidak lama kemudian, Yukimura datang membawa nampan berisi lima gelas besar jus jeruk. Melihatnya, Ieyasu bersorak. Laki-laki itu memang sangat menyukai jus jeruk. Masamune sempat berpikir, kenapa Yukimura tidak membuatkannya jus alpukat, ya? Ah, mungkin stok alpukatnya sedang habis atau memang agar tidak repot.

Duh, kok, Masamune jadi berpikiran seperti ini sih. 'Kan kasihan jika Yukimura harus dipaksa membuat jus alpukat hanya untuknya.

"Ini minumnya…," ucap Yukimura sambil meletakkan nampan di meja dan menaruh gelas-gelas jus itu di situ. "Masamune-dono, jus jeruk tidak apa-apa, 'kan?"

Masamune mengangguk.

"Tunggu…," celetuk Motochika, si penggemar film bajak laut yang hanya memiliki mata satu seperti Masamune, namun mata butanya letaknya di kiri. "Kau ini Sanada Yukimura 'kan?"

"Eh, iya… kenapa?" tanya Yukimura salah tingkah sambil menggaruk tengkuknya.

"Ooooh! Jadi ini gebetannya si Dokuganryuu?!" seru Motochika sambil menepuk pundak Masamune keras. "Betul 'kan?"

Masamune hanya berdeham kecil.

"Oh! Sanada Yukimura dari kelas sebelah? Gebetannya si Masmun?" Ieyasu ikut nimbrung. "Tahu nggak, sih?! Tadi, pas masuk kelas, dia senyum-senyum sendiri! Terus, pas lagi belajar, dia ngegumam-gumam 'Yuki… Yuki…' terus!"

"Oi. Dasar pembuka aib orang." Raut wajah Masamune berubah masam. "Lagipula, apa-apaan itu Masmun?"

Ieyasu tercengir. "Namamu itu kepanjangan. Makanya kupanggil kau Masmun. Sama seperti kau memanggil Sanada dengan sebutan Yuki, 'kan?"

"Enak saja. Yuki mah panggilan sayangku," tukas Masamune. "Ya sudah… mulai sekarang, kupanggil kau Tisu."

"Kok Tisu?!" protes Ieyasu.

"Ieyasu, I dan Su, ditambah T. Jadinya Tisu."

"Isut, lah," balas Mitsunari santai.

Semua pun terbahak.

"Tapi, Date, gebetanmu ini manis juga," celetuk Mitsunari sambil melirik ke arah Yukimura yang kini hanya memperhatikan teman-teman Masamune dengan polosnya seperti biasa. "Coba dia cewek, sudah kugebet mungkin. Habisnya manis banget."

"Suri bisa apa sih?" ledek Masamune.

"GILA, DIKATAIN SURI!" seru Mitsunari sambil mengelus dadanya.

Yukimura tertawa kecil menanggapinya. "Aku ke kamar dulu ya, semuanya."

"Eh, Yuki, sini saja!" sergah Masamune.

Yukimura menggeleng. "Aku ada tugas. Dan aku nggak mau menggangu kalian, juga aku nggak mau diganggu…."

Masamune manggut-manggut paham. Akhirnya, Yukimura pun pergi ke kamarnya untuk mengerjakan tugas. Sementara itu, di lain sisi, Sasuke hanya terdiam sedari tadi. Hanya memperhatikan mereka yang begitu bahagianya saling meledek yang awalnya dari penyebutan bahwa Yukimura itu manis.

Hah… hatinya sakit.

Sasuke hanya bisa diam. Bahkan ia sama sekali tidak memiliki hak untuk memberontak. Rasanya perih sekali. Jatuh cinta kemudian dibuat patah hati… rupanya keluhan perempuan-perempuan di sekolahnya itu berdasarkan rasa sakit yang seperti ini. Ditambah mereka semua yang juga mengandalkan perasaan, yang pastinya akan 2 kali lebih sakit dari yang Sasuke alami saat ini.

Oke, ini terdengar sangat berlebihan dan Sasuke yang biasanya bukanlah yang seperti ini, yang melankolis hanya karena pujaan hatinya terlihat begitu manis dan serasi bersama adiknya daripada bersamanya sendiri. Huh, backfire. Sama seperti Kojuuro yang kini mulai tak rela Yukimura digebet oleh sepupunya sendiri.

Memang salah mereka dengan seenaknya menjodohkan. Tapi, bukan salah mereka juga karena tak sengaja jatuh cinta. Dan itu unik. Keduanya bersilangan. Kojuuro dengan Yukimura dan Sasuke dengan Masamune. Sepertinya, mereka berdua harus memutarbalikkan rencana dan membuat twist.

Ah, jangan. Itu terlalu kasar. Jika nanti Sasuke dan Kojuuro malah berniat untuk memisahkan mereka berdua lagi… akan terpandang sangat laknat di mata keduanya. Apalagi, Yukimura mengetahui perjodohan itu. Walaupun tidak dengan Masamune… tetap saja Masamune sedikit curiga dengan Kojuuro yang terus membela Yukimura dan mengiranya pacaran dengan laki-laki itu.

Atau jangan-jangan Kojuuro suka Yukimura juga karena didasari oleh dugaan itu. Dugaan kalau mereka berpacaran.

"Down to earth, Kresek," tegur Masamune yang seketika membuyarkan lamunan Sasuke.

Mitsunari membulatkan matanya. "Kresek?"

"Hahaha! Itu panggilanku padanya, karena dia begitu rese," jawab Masamune santai. Sasuke menghela nafas. Panggilan itu panggilan khusus padanya. Dan itu sedikit membuat Sasuke merasa berharap.

"… Terserah deh. Ya sudah, jadi kita bagi-bagi aja tugasnya biar cepat, ya? Aku dan Ieyasu buat presentasi Biologi. Kau dan Sarutobi buat makalah Fisika. Dan Motochika buat presentasi Bahasa Jepang," simpul Mitsunari sebelum meminum jus jeruknya. "Segarnya…."

Bareng dia, batin Sasuke.

"Okay. Yang penting, kita mulai kerja saja biar malam ini bisa selesai." Masamune menyalakan laptopnya.

"KOK… AKU SENDIRIAN, SIH?!" protes Motochika.

Ieyasu tertawa. "Bagus lah, jadinya bisa mikir sendiri dan nggak usah repot-repot debat."

Motochika masih memberengut. "Terserah deh… omong-omong, aku lapar. Ada makanan nggak, Sarutobi?"

Yang benar saja.

"Hanya ada dango buatan adikku di dapur. Tapi, itu hanya bisa menjadi miliknya. Jadi… tidak ada makanan matang," jawab Sasuke sambil mengambil LKS Biologi. "Beli sana. Ada tukang kebab di depan."

"Yaaah, nggak suka kebab," gerutu Motochika. "Sukanya babek."

"Seriously, dude, what are you talking about?" tanya Masamune kesal. "Kerjakan sana presentasimu."

"Iya-iya," jawab Motochika sedikit kesal. Akhirnya ia menyalakan laptopnya dan mulai membuka buku paketnya.

.b.

"YUKI?" panggil Masamune sambil mengetuk pintu kamar Yukimura.

Malam itu, jam 7. Dan Masamune dkk masih belum menyelesaikan tugas. Karena semuanya stress, jadi Sasuke menawarkan untuk makan malam dahulu. Dan sekarang ia sedang memasak dan menyuruh Masamune untuk memanggil Yukimura ke kamarnya.

Beberapa saat kemudian, Yukimura pun keluar kamar.

"Kenapa, Masamune-dono?" tanya Yukimura dengan mata setengah mengantuk. Masamune sedikit tersentak. Sekarang baru jam 7!

"Eh, Sasuke menyuruhku memanggilmu. Kita semua akan makan malam," jawab Masamune sambil menggenggam pergelangan Yukimura.

Mendapat perlakuan seperti itu, pipi Yukimura sedikit memerah. "Oke."

Setelah menutup pintu kamar, keduanya pun berjalan menuju ruang makan bernuansa harimau itu. Di sana, sudah ada Ieyasu dan Motochika (Mitsunari sudah pulang) yang kini sedang bermain dengan sendok dan garpu.

"Masamune-dono, aku ke dapur dulu ya!" cengir Yukimura.

Masamune mengangguk.

"Oi, Masmun, sini dong. Ikut main," panggil Ieyasu yang kini sedang memainkan sumpit.

"Ngapain coba?" tanya Masamune sedikit risih. "Aneh banget."

"Cuma lagi bersantai ria sambil mainin garpu-sendok," jawab Motochika sambil membetulkan eyepatch-nya. Masamune hanya menghela nafas lelah.

Sekitar 10 menit kemudian, Sasuke dan Yukimura telah selesai memasak dan kini mereka sedang menata makanan-makanan di meja makan. Kali ini, tidak ada dango untuk Yukimura karena sudah dimakan oleh Motochika yang diam-diam ke dapur Sasuke karena kelaparan. Hanya ada ramen instan yang sengaja distok oleh Sasuke jika bahan makanan benar-benar sekarat atau jika ada kerja kelompok seperti ini dan mereka minta makan.

Sebenarnya, ini memang sudah jam makan malam.

Melihat wajah Yukimura yang begitu fokus mengerjakan 'tugas'-nya, Masamune tersenyum. Wajah itu jadi terlihat sangat manis. Dan ia jadi terlihat… bagaimana ya? Mandiri, dan bisa menjadi waifu yang baik.

… apa yang Masamune pikirkan barusan?!

Yukimura mengambilkan dua gelas air putih untuk mereka berlima—Sasuke juga mengambilkan tiga—kemudian duduk di samping Masamune, mengambil satu pasang sumpit dan siap untuk makan. Sementara itu, Masamune masih memperhatikannya. Yukimura yang menyadari itu hanya bisa memalingkan wajahnya.

"Lho… pacaran tapi malu-malu gitu," celetuk Ieyasu.

Baik Masamune maupun Yukimura, keduanya menunjukkan semburat merah di kedua pipi mereka masing-masing.

"W-we're not in a relationship yet…," tukas Masamune sebelum meneguk airnya.

Yukimura mengangguk. "Ya… itu benar," jawabnya menimpali.

"Ooh, kukira sudah jadian. Lagian, sweet banget." Ieyasu mengusap-usap dagunya dengan jari telunjuk.

Yang bisa Sasuke lakukan hanyalah terdiam.

Mau menangis, tapi tak bisa.

Mau marah, tapi tak berhak.

Mau mengabaikan, tapi kepikiran.

Sasuke lelah. Dirinya hanya melanjutkan makan dengan sedikit melirik-lirik keduanya. Sebenarnya, ia kesal pada dirinya karena tak henti-hentinya mencuri-curi pandang. Sudah tahu itu membuatnya sakit hati, namun tetap dilakukan. Sudahlah, lebih baik Sasuke berkhayal, memikirkan komik baru yang akan dibuatnya.

"Sasuke kok diam saja?" tanya Yukimura khawatir.

Sasuke tergelak.

"Tahu, tuh. Dari tadi, ia sama sekali tak banyak bicara," timpal Motochika. "Kau 'kan adiknya, coba tanya dan hibur."

"Aku tidak apa-apa kok." Sasuke tersenyum tipis.

"Bohong! Kau kelihatan sedang memikirkan sesuatu!" ucap Yukimura dengan nada yang meninggi. "Kau… ada masalah?"

Sasuke menggeleng. "Bukan apa-apa, Yuki. Hanya memikirkan komik…."

Yah, tidak sepenuhnya kebohongan juga.

Yukimura menatap Sasuke dengan pandangan curiga. Yang benar saja, bukan dari tadi saja kakaknya bertingkah seperti ini. Sudah dari kemarin-kemarin, terutama beberapa lama setelah insiden debat Kojuuro dan Sasuke. Apa Sasuke seperti ini karena masih bertengkar dengan Kojuuro? Tapi, Sasuke tidak pernah bercerita padanya.

Ngomong-ngomong Kojuuro, tampaknya ia juga marah pada Yukimura. Sebenarnya ada apa sih ini? Yukimura tidak mengerti. Apa salahnya? Kenapa Kojuuro tiba-tiba saja marah? Semua ini tidak masuk akal…

Ah, Masamune 'kan sekarang sedang di sini. Jadi, mungkin ia bisa bertanya.

"Masamune-dono?" panggil Yukimura.

"Ya?"

"Katakura-dono marah sama aku, ya?"

Masamune mengangkat bahu. "Entahlah. Aku juga bingung. Tadi di rumah aku sempat bertanya padanya namun diabaikan. Mungkin dia sedang ada masalah, namun tak mau diganggu."

Yukimura manggut-manggut tanda mengerti. "Sasuke, kau seperti ini karena bertengkar dengan Katakura-dono, ya?"

Sementara itu, Ieyasu dan Motochika yang sama sekali tidak mengerti tentang pembicaraan ini hanya berbisik-bisik sendiri. Melihatnya, Sasuke ingin tertawa. Namun, ia tahan itu.

"Bertengkar dengan Katakura? Oh… yang waktu itu ya." Sasuke menghela nafas. "Bukan… sudah kubilang, bukan apa-apa."

Kojuuro marah pada Yukimura? Sasuke tahu penyebabnya. Kojuuro jatuh cinta pada Yukimura dan cemburu padanya. Sementara dirinya? Ia pun sama. Jatuh cinta pada Masamune, kemudian merasa cemburu padanya. Yah, sama. Dan itu sama sekali tak pernah ia sangka sebelumnya.

Masalah ini semakin rumit. Bagaimana Sasuke dan Kojuuro akan menyelesaikan masalah ini tanpa diketahui Masamune dan Yukimura sendiri…? Mereka harus move on, 'kan? Tapi, bagaimana caranya move on bila setiap hari mereka bertemu dan selalu dilanda rasa cemburu?

Sasuke menghela nafas panjang.

"Terserah deh…." Yukimura ikut-ikutan menghela nafasnya. "Ya sudah, ayo makan."

Kelimanya pun makan bersama.

.b.

"KATAKURA."

"Ya?"

"Yuki dan Date mengetahui kalau aku banyak diam akhir-akhir ini. Dan Yuki menanyakanmu tentang 'kemarahanmu' padanya."

"Oh… itu. Ya, aku sempat mengacuhkannya. Dan aku marah."

"Katanya, kau tidak berhak berkoar atas rasa cemburumu."

"Aku tidak berkoar. Nyatanya, aku diam, 'kan?"

"Tapi kentara di mata Yuki."

"Kau sendiri juga banyak diam 'kan? Berarti kentara juga."

"Aku bingung, sebenarnya apa yang sedang kita bicarakan?"

"Aku tidak tahu."

"Ya sudah… begini saja deh. Bagaimana kalau kita 'menyembunyikan' dan melupakan perasaan kita sementara? Kita benar-benar lihat mereka sebagai pasangan. Misi perjodohan ini sudah selesai, 'kan?"

"Kalau kita melihatnya sebagai pasangan, justru akan semakin sakit, kau tahu? Sudahlah, ini sudah jam sepuluh malam. Aku tutup dulu teleponnya."

"Oke. Oyasumi nasai."

"Oyasumi nasai."

To be continued.

.b.

A/N

Update-nya Selasa, Kamis, sama Minggu aja. Udah kebiasa Kamis-Minggu soalnya XD dan ini jam 3 pagi. Dan gue blom tidur sama sekali.

Kok ke sini-sini gue makin nggak puas, nggak suka, dan nggak nyaman sama narasinya yang panjang dan detil kayak gini ya. Jadi, mulai chapter depan, narasinya didikitin lagi hehe. Tapi, kalo emang pada suka yang begini, ya narasinya tetep begini :3

Btw gue jadi parno sama Snapchat. Pas gue pake effect yang anjing itu, masa pas gue arahin dikit ke kiri ada yang kedeteksi pas di sebelah pundak gue. Ada yang bisa jelasin…? ._.

Balesan review:

SeijirouSasuke23: OOC banget si Masmun… gedekin! Pengennya sih nembak Yuki pas di scene maap2an itu, cuma yha… you'll see!

iben: "cari aman" :v GORAN GORAN YO ANO POLARISU WOOO—ohok ((gila as always…))

Oichi: Iya dong Masmun gitu lho. Romantisnya belum seberapa :V nanti tunggu konflik kedua bakal lebih greget lagi *udah ngefly ngebayangin*

Dissa Chavalliana: He-eh, ganti penname soalnya kangen masa-masa newbie :'3 DAN WATDEEE? Ente De ChaChi? Pantes pas baca gua ngerasa familiar… T_T DAN MAKASIH FAV-NYA

Jo Hikari Yoru Seinaru: Nangis? Kenapa? :'3 tapi makasih deh air matanya (juga fav-nya). Ah, baru pertama kali nyobain konsisten di ff panjang begini :" ini udah update :D

Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!

7 Juni 2016