Backfire [13]: Memetik Beri
Sengoku BASARA © CAPCOM
Backfire © Meaaaa
Warning: MasaYuki with slight KojuYuki/MasaSasu, sho-ai, AU, OOC.
Have fun with the story!
.b.
"PULANG-PULANG kok seneng banget sih, mukanya?" tanya Sasuke begitu Yukimura masuk ke rumah. "Pasti habis dibawa makan dango."
Yukimura tersenyum kecil. "Sebenarnya, antara senang dan bete."
"Bete? Kau dibawa kemana tadi?" tanya Sasuke sambil membawakan tas Yukimura.
"Makam…," jawab Yukimura. Sasuke membelalak. Melihat ekspresi kakaknya seperti itu, Yukimura menambahkan. "Makam ibunya. Di sana… aku jadian dengannya."
Nafas Sasuke tercekat. Akhirnya, akhirnya mimpi terburuk itu datang.
Sekarang, sudah tak ada lagi celah yang dapat Sasuke manfaatkan. Kini, kata 'kepemilikan' sudah benar-benar berlaku dan Sasuke tak bisa menyangkalnya. Masamune sudah menjadi milik Yukimura. Dan Yukimura sudah menjadi milik Masamune. Ah… bisa tidak sih mereka biarkan Sasuke berbahagia sedikit?
Contohnya, dengan tidak jadian.
Sasuke menampar dirinya sendiri—bukan dalam artian sesungguhnya. BODOH! BODOH! Kau yang mau menjodohkan mereka tapi kau yang terjerumus seperti ini! Kau yang menginginkan mereka bersama namun nyatanya kau yang mendapat karma atas semua. Kau membuat Yukimura sakit hati karena dikata-katai dan dibuat cemburu. Memang pantas kau mendapatkan ini! Merasakan artian cemburu yang benar-benar nyata di depan mata, di waktu sekarang. Rasakan itu, Sasuke! Rasakan!
"Sasuke?" panggil Yukimura bingung karena Sasuke tak merespon.
"Ah, ya," jawab Sasuke salah tingkah. "Bagaimana kronologinya?"
Yukimura mengangguk sebelum membuka hachimaki-nya. "Dia bilang, dia sudah berhasil memenuhi keinginan ibunya untuk melupakan Mego-dono. Oh ya, dia juga mengucapkan selamat ulang tahun…," jeda sebentar, Yukimura menghela nafas, "enak sekali ya dia, masih bisa mengunjungi makam ibu. Sementara kita tidak bisa."
Sasuke hanya bisa tersenyum masam. "Takdir."
"Dia meminta izin kepada ibunya untuk menjadikanku kekasihnya," lanjut Yukimura. "Dan akhirnya aku ditembak. Dan kami makan di kedai dango sampai puas sebelum pulang. Tadi ada promo lho, di sana. Beli dua porsi gratis satu porsi."
Yukimura tersenyum bahagia mengingat kejadian itu.
"… Lalu, apa yang membuatmu bete? Sudah jadian, dapat promo dari kedai dango pula," tanya Sasuke bingung.
"Dia menguak alasan mengapa ia benar-benar patah hati pada Mego-dono." Yukimura menghela nafas.
Kedua mata Sasuke membulat. "Oh, berminatkah kau menceritakan itu padaku?"
Yukimura mengangguk.
"Ceritakanlah," desak Sasuke.
"Jadi… Mego-dono pindah ke Belanda. Mego-dono tidak mau LDR. Makanya mereka putus. Masamune-dono sih santai-santai saja karena mereka sudah terikat janji bahwa mereka akan tetap saling mencintai, tapi… beberapa bulan kemudian, Mego-dono berpacaran dengan model Jepang yang bertempat tinggal di Belanda. Masamune-dono mengetahui itu dari berita."
Sasuke manggut-manggut. Jadi ini 'beberapa hal yang membuatnya menjadi orang yang begitu tertutup dan suka mabuk-mabukkan untuk menjadi pelampiasannya' yang dijelaskan Katakura dulu.
"Selain itu, Yoshihime-san tidak suka Mego-dono. Katanya, ayah dari Mego-dono adalah mantan kekasihnya," lanjut Yukimura.
"Hah? Seperti kisah sinetron saja," komentar Sasuke.
"Memang," balas Yukimura. "Dan Mego-dono adalah keturunan bangsawan—namanya sebenarnya Megohime. Pasti ayahnya juga keturunan bangsawan, bukan?"
"… Hah?" tanya Sasuke lagi.
Ia mengerjapkan matanya beberapa kali tak percaya.
.b.
"SEMINGGU lagi ulangan kenaikan kelas," celetuk Masamune saat tengah makan bersama Yukimura di kantin. "Belajar bareng, yuk?"
"Eh, ayo-ayo saja," jawab Yukimura. "Bareng Katakura-dono dan Sasuke, ya? Kayaknya mereka dilupakan terus."
Masamune tertawa. "Oke-oke. Di rumahku saja ya? Kemarin sudah merepotkan di rumahmu."
"Iya, ya sudah. Kapan?"
"Hmm… nanti sore bagaimana?" tawar Masamune. Yukimura hanya membalasnya dengan anggukan.
Keduanya pun berbincang-bincang tentang tugas kelompok yang dikerjakan Masamune kemarin. Katanya, kelompok Masamune dipuji-puji karena berhasil menyelesaikan semua itu dalam waktu satu hari. Padahal, kalian tahu sendiri seberapa banyak tugas yang diberikan kepada mereka. 3 tugas kelompok dan 7 tugas individu. Deadline-nya seminggu.
Tapi, semua itu selesai dalam sehari, walau semuanya juga stress.
Rumah Sasuke pun langsung hancur lebur di saat itu juga. Kertas berserakan di mana-mana, buku Biologi pun sampai terlempar oleh Ieyasu dan Mitsunari karena orang mereka sudah sangat panas. Tidak kalah dengan Motochika yang langsung ngacir ke kamar mandi untuk membasahi mukanya sampai leher untuk menyegarkan muka.
Yukimura tertawa mendengar cerita Masamune. Kemarin-kemarin itu ia memang sempat mendengar kegaduhan dari ruang tengah saat ia sedang mengerjakan PR-nya. Ngomong-ngomong, ia sekamar dengan Sasuke, hanya saja tidak dalam satu kasur. Masamune merapikan rambutnya yang terlihat berantakan, kemudian kembali memakan onigiri-nya.
"Pantas saja kemarin gaduh sekali," komentar Yukimura. "Tapi, tugasnya benar-benar sudah selesai, 'kan?"
Masamune mengangguk. "Sudah. Tinggal memersiapkan untuk ulangan kenaikan kelas. Untung saja selesai ya kemarin-kemarin itu… jika tidak, pasti repot sekali membagi waktu belajar dengan mengerjakan tugas."
"Aku setuju," tanggap Yukimura. "Tapi, aku heran deh, kenapa kelasku tidak diberikan tugas seperti itu."
"Harusnya bersyukur," timpal Masamune. "Mungkin karena kelasku anak-anaknya ajib kali, ya."
"Bahasa apaan tuh ajib-ajib." Yukimura menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa kecil.
Masamune melihat ke arah kiri dan mendapati Sasuke yang sedang mengobrol dengan Kojuuro. Ah, diam-diam Masamune jadi ingin menjodohkan mereka. Tapi, itu tidak akan bisa, ya. Sasuke 'kan kakaknya Yukimura dan Kojuuro sepupunya Masamune. Sasuke masih ada hubungan darah dengan Yukimura begitupun Kojuuro.
Akhirnya, Masamune memanggil mereka berdua. Tanpa berpikir panjang lagi, Kojuuro dan Sasuke pun menghampiri Masamune dan Yukimura.
"Kenapa, Date?" tanya Sasuke.
"Ayo makan bareng berempat," ajak Masamune. Sasuke mengernyitkan alisnya.
Yukimura ikut menimpali. "Iya. 'Kan jadi rame. Hemat meja pula."
Hemat meja, Masamune terkekeh mendengarnya.
"Ya sudah. Daripada boros meja, 'kan," kekeh Kojuuro. Ia pun mengajak Sasuke duduk. Kojuuro duduk di sebelah Masamune sementara Sasuke di sebelah Yukimura.
Masamune pun memesankan makanan untuk Kojuuro dan Sasuke. Setelah mengambil makanan, keempatnya pun berbincang-bincang.
Sasuke memperhatikan Masamune yang terus tertawa karena cerita yang dilontarkan maupun oleh Yukimura atau Kojuuro. Dia sangat berubah. Sebelum jatuh cinta pada Yukimura, Masamune adalah sosok laki-laki yang kasar dan emosinya begitu tak tertahankan. Bahkan menjadikan alkohol sebagai pelampiasannya.
Tapi, setelah Yukimura meluluhkan hatinya, Masamune menjadi orang yang begitu lembut dan bukan pemarah. Dan ia cukup senang. Setidaknya… melihat Masamune bahagia itu sudah membuat Sasuke senang meski di bawah kendali rasa sakit hati.
"Ngomong-ngomong, nanti kita ada libur seminggu ya setelah ulangan kenaikan kelas?" tanya Masamune.
Kojuuro mengangguk. "Aku punya kegiatan yang pas yang bisa kita lakukan berempat."
"Hoo, apa itu, Katakura-dono?" tanya Yukimura antusias.
"Kita berempat jalan-jalan ke luar kota," jawab Kojuuro mantap. "Bagaimana menurut kalian?"
Sasuke ikut menatap Masamune dan Yukimura bergantian seolah meminta pendapat. Ia sudah merundingkan hal ini tadi dengan Kojuuro sebelum dipanggil oleh Masamune tadi.
"Aku pastinya setuju!" seru Yukimura dengan mata berbinar-binar. "Pasti seru banget!"
Masamune mengangguk mengiyakan. "Kalau Yuki setuju, aku setuju."
Kojuuro hanya tersenyum pahit. Begitupun Sasuke.
"Oke, nanti biar kuatur semuanya," ucap Kojuuro.
Keempatnya pun tenggelam dalam aktivitas makan masing-masing sampai Yukimura membuka suara.
"Katakura-dono, Sasuke," panggilnya.
"Ya?" tanya Sasuke dan Kojuuro berbarengan.
"Nanti belajar bareng yuk berempat!" ajak Yukimura semangat. "Buat ulangan kenaikan kelas, nih."
Masamune mengangguk. "Di rumah kita, Kojuuro."
"Eh…," kata Kojuuro. "Ya sudah, boleh-boleh saja. Menurutmu bagaimana, Sarutobi?"
"Aku ngikut saja." Sasuke mengangkat bahu.
Tiba-tiba saja, Yukimura tertawa. Masamune, Sasuke, dan Kojuuro langsung melihat ke arahnya sambil mengernyitkan alis. Ada apa dengan bocah yang satu ini?
Beberapa saat kemudian, tawa Yukimura mereda. "Ahaha… tidak, kok. Hanya saja kok aku berpikir kalau Sasuke dan Katakura-dono itu cocok?"
"HAAAH?" toa Sasuke dan Kojuuro. "Yang benar saja!"
Sasuke hanya mencintai Masamune. Kojuuro hanya mencintai Yukimura. Dan perasaan itu takkan berubah, sampai KAPAN PUN. Yukimura saja yang terlalu berkhayal, mungkin karena dirinya ikut tak menyangka bisa dijodohkan dengan Masamune yang awalnya ia kira tak akan bisa akur. Mungkin ia juga memandang Sasuke dan Kojuuro seperti itu.
"Oke, jadi fix 'kan kita belajar bersama nanti sore di rumahku dan Kojuuro. Jangan lupa ya," pesan Masamune. Yukimura dan Sasuke mengangguk.
Keempatnya pun tenggelam dalam pembicaraan.
.b.
"MASAMUNE-DONO! Katakura-dono!" seru Yukimura sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah Masamune dan Kojuuro. Sasuke melihat ke sekelilingnya. Ini kali pertama ia ke rumah Masamune. Dan rumahnya besar sekali! Pasti keluarganya sangat kaya.
Beberapa detik kemudian, Kojuuro membukakan pintu dan menyambut keduanya dengan senyum sumringah. Ia pun mempersilahkan Yukimura dan Sasuke masuk.
"Waa… formasi ruang tamunya ganti?" tanya Yukimura yang menyadari perbedaan pada ruang tamu rumah Masamune dan Kojuuro. "Jadi nggak makan tempat, tuh. Ngomong-ngomong, sofanya baru?"
Kojuuro mengangguk. "Masamune memaksaku membeli yang baru. Tiga hari yang lalu, ada tiga kucing yang sedang bertengkar nyasar ke sini dan mengacak-acak sofa. Nyaris semuanya robek dicakari. Jadinya, yah… begitu."
"Ada-ada saja," komentar Yukimura.
Sasuke angkat bicara. "Date mana?"
"Sedang di dapur untuk menyiapkan makanan. Sepertinya, efek mempunyai kekasih dahsyat sekali, ya. Begitu ia pacaran dengan adikmu, ia langsung rajin sekali memasak. Padahal sebelumnya selalu aku yang memasak," jawab Kojuuro sambil berjalan menuju ruang keluarga. "Mau belajar di sini atau di taman belakang saja?"
"Taman belakang!" seru Yukimura cepat.
"Aku ngikut Yuki saja." Sasuke tersenyum tipis.
"Oke." Kojuuro mengambil buku-bukunya yang sudah disiapkan dari atas coffee table di ruang tengah. "Ayo."
Beberapa lama kemudian, mereka pun sampai di taman belakang rumah Masamune dan Kojuuro rupanya besar sekali! Suasananya juga sangat sejuk. Pohon-pohonnya begitu rindang dan banyak sekali semak-semak beri-berian. Bahkan ada rumah kaca berisi tanaman-tanaman yang Yukimura asumsikan berupa beri-berian. Wah, rupanya Kojuuro suka berkebun.
"Itu rumah kaca milikku, aku yang mengurusnya sejak berumur sepuluh," jelas Kojuuro tanpa diminta. "Sore ini waktunya panen buah stroberi, lho. Kalian mau petik?"
Yukimura langsung menatap Kojuuro dengan mata berbinar-binar. Ah, tatapan itu. Selalu membuat Kojuuro 'jatuh'.
"Yuki sih pastinya mau," celetuk Sasuke. "Sepertinya menyenangkan. Aku jadi tertarik dengan ilmu botani."
Kojuuro tertawa. "Kau bisa belajar padaku."
"Oi-oi, apa yang sedang kalian bicarakan?"
Tiba-tiba saja, Masamune datang membawa nampan berisi empat gelas lemon tea dengan dua piring berisikan dango masing-masing 6 tusuk. Ia menaruh nampan itu di meja kecil.
"Membicarakan tentang tanamanku yang sedang siap panen," jawab Kojuuro. "Kau mau ikut kami untuk memetik buahnya?"
Masamune melirik ke arah Yukimura yang tampaknya berharap. "Hm… ya sudah. Aku ikut."
"Biasanya nggak mau. Giliran ada Sanada baru mau, ya?" sindir Kojuuro.
Wajah Masamune memerah. "Apaan sih, Kojuuro."
"Kalian berdua petik duluan sana. Keranjang sudah tersedia di sana. Aku mau bicara dulu dengan Sarutobi," usir Kojuuro. Yukimura langsung melongo. Melihatnya, Kojuuro mendengus. "Terserah kalau kau menganggap kami OTP-mu, Sanada."
"Hoo, tahu saja!" seru Yukimura dengan semburat jingga yang menjalar di pipinya. "Yuk, Masamune-dono!"
Yukimura pun segera menggandeng Masamune. Mereka berjalan bersama menuju rumah kaca milik Kojuuro. Sementara itu, Sasuke tampak sedang memikirkan sesuatu. Kojuuro penasaran, makanya ia ingin bicara dulu dengan kakak dari pujaan hatinya itu.
"Sarutobi?" panggil Kojuuro. "Kau nggak kenapa-kenapa, 'kan?"
Sasuke menghela nafas. "Aku cemburu."
Tebakan Kojuuro benar.
"Cemburu itu nggak enak banget," lanjut Sasuke. "Rasanya hubungan mereka pengen aku rusakin saja."
"Dasar munafik," kekeh Kojuuro. "Kemarin-kemarin menyalahiku karena jatuh cinta pada Sanada. Sekarang malah kau yang seperti ini. Dikata aku nggak cemburu juga? Yang penting sih bersikap profesional."
Sasuke menggeram kecil. "Iyain aja."
"Lha, aku berkata yang sebenarnya, lho."
"Iyain aja! Sudah ah, capek."
Kojuuro tertawa. "Maaf, deh."
Sasuke mengangguk, bermaksud memaafkan.
"Ya sudah… kita susul mereka, yuk."
Sasuke mengangguk lagi, kemudian berjalan mengikuti Kojuuro.
Sesampainya di rumah kaca, Yukimura dan Masamune begitu romantis saling menyuapkan buah stroberi satu sama lain. Buah itu pasti terasa sangat manis. Sasuke menghampiri mereka berdua, kemudian melirik ke arah isi keranjang yang sudah hampir penuh dengan buah stroberi. Kemudian ia mengalihkan pandangan menuju Kojuuro.
Laki-laki itu sedang mengamati semak-semak blueberry. Sasuke berjalan mendekatinya.
"Blueberry-nya juga siap panen," celetuk Kojuuro begitu tahu Sasuke menghampirinya. "Kau ambilkan nih semuanya."
"Ih, nyuruh-nyuruh." Meski begitu, Sasuke tetap mengambil satu keranjang berukuran sedang yang ada di dekatnya. Kemudian, ia mulai memetiki buah blueberry yang sudah matang-matang.
Beberapa menit kemudian, keranjang mereka berempat pun penuh oleh buah stroberi dan blueberry. Kojuuro pun mengajak keempatnya duduk di kursi-kursi panjang untuk beristirahat sebentar.
"Ternyata menyenangkan juga." Masamune angkat bicara. "Aku sedikit menyesal tidak pernah membantumu berkebun. Memetik saja sudah menyenangkan, bagaimana dengan benar-benar mengurus semua, ya?"
"Tentu saja," jawab Kojuuro. "Aku membesarkan mereka seperti anakku sendiri."
Yukimura tertawa. "Perumpamaannya bisa saja, Katakura-dono."
"Iya dong."
"Habis ini belajar?" tanya Sasuke.
Masamune menepuk dahinya. "Oh iya! Tck, aku lupa kalau aku sudah membuatkan kalian lemon tea dan dango. Kita makan ini sambil belajar saja yuk?"
Yukimura mengangguk mengiyakan. "Aku ingin makan dango buatan Masamune-dono."
Pipi Masamune sedikit memerah mendengarnya.
"Ya sudah, yuk." Kojuuro berdiri. Semua ikut berdiri, kemudian berjalan bersama menuju teras halaman rumah untuk belajar bersama untuk ulangan kenaikan kelas.
To be continued.
.b.
A/N
Maap telat update. Kemaren sebenarnya mau update lewat HP (soalnya ke rumah uti), tapi error terus. Jadinya nunggu on di komputer aja lah.
Gue mau curhat.
Banyak banget orang yang meninggal akhir-akhir ini dan itu bikin gue parno. Inget gak guru yang gue ceritain di A/N chapter 3? Dia meninggal beberapa minggu yang lalu. Gue syok dan bener-bener nggak nyangka. Terus, tetangga gue banyak yang meninggal menjelang Ramadhan tahun ini. Dan kemaren, gue liat di berita UC Browser kalo Christina Grimmie meninggal ditembak (11 Juni 2016). Gue langsung syok banget.
Oke, bilang gue lebay, tapi sebagai Team Grimmie aka fans gue sama sekali nggak nyangka dan cuma bisa bilang, "HA?" dengan dongonya. Dia itu keren banget, kalian musti nonton di YouTube waktu dia di The Voice. Bahkan gue nyimpen banyak cover lagunya dia.
#RIPChristina #PrayForChristina :"( dia akan sangat dirindukan.
Balesan review:
SeijirouSasuke23: Yha kasian… tapi waktu gua baca ulang chapter 12 kok kurang baper ya? Trus chapter ini juga rada absurd… masih baper gara-gara Christina Grimmie :"( maap yah.
Kapten Pelangi: Wadu, gara-gara error ampe kekirim 4 kali? :") dan wkwk saya malah baca KojuSasu jadi keju susu. Ke makam XD awalnya nggak mau kayak gini tapi pengen 'bereksperimen'. XD tau tuh, padahal udah mau UKK juga masih pacaran bae. Terus adik ama bokapnya Masmun... anggap aja Masmun anak tunggal trus bonyok Masmun kecelakaan mobil gitu. /apasih
Thank you all for reading. If you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!
13 Juni 2016
