Backfire [21]: Epilog
Sengoku BASARA © CAPCOM
Backfire © Meaaaa
Warning: MasaYuki with slight KojuYuki/SasuMasa, sho-ai, AU, OOC.
Have fun with the story!
.b.
"K-KATAKURA-DONO… a-aku…." Kepala Yukimura perlahan menunduk, tangannya masih menyandar di dada Kojuuro.
Kojuuro menurunkan tangan Yukimura, kemudian perlahan mengecupnya lembut di punggung tangan. Ia bukan melakukan ini sebagai memanfaatkan celah yang ada, ia hanya ingin membiarkan sesak di dada pergi, dengan menyalurkan kasih sayang seperti pada kecupan hangat ini. Kini Kojuuro menyadarinya, seberapa besar ia mencintai dan peduli pada Yukimura selama ini. Rasanya begitu hangat, walau Kojuuro sedikit menyesal, takut pertemanannya dengan Yukimura akan kandas setelah ini.
Tapi… walau hangat dirasakannya, jauh begitu 'meraih'nya. Seperti ada yang menarik dirinya, seperti ada yang menghilangkan perasaannya, seperti ada yang menghapus semua penglihatan 'berbeda'-nya pada Yukimura, seperti air kotor yang mengalami filtrasi dan menjadi jernih kembali.
Perasaan apa ini?
Kojuuro menghapus air matanya yang sempat jatuh ke pipi, kemudian mengangkat wajah Yukimura dan menatap matanya dalam. Baru pertama kali ia sedekat ini dengan pujaan hatinya. Dan Kojuuro tahu mengapa ia jatuh cinta. Mata Yukimura memancarkan kepolosan yang mampu membuatnya luluh. Kelakuannya yang begitu hiperaktif diselingi celetukan polos-polos manja membuatnya gemas dalam hati. Dan wajahnya yang manis, semanis dango kesukaannya membuatnya jatuh cinta setiap hari.
Ia menghela napas panjang, kemudian merapikan rambutnya.
"Maaf ya, Sanada. M-mungkin sekarang kau ingin aku menjauh. Aku mengerti."
Namun, Yukimura menggeleng.
"Tidak perlu," ucapnya. "Jangan menjauh, Katakura-dono. Kau sahabatku, aku tidak mau persahabatan kita berakhir hanya karena masalah sini.
Kojuuro tersenyum. "Baiklah. Aku tidak akan menjauh."
Tapi Kojuuro merasa… hambar.
Ya. Hatinya bukan mengatakan Yukimura.
.b.
"YUKI, makan lagi dong. Masa hanya segini?" Masamune berusaha membujuk Yukimura yang tidak mau sarapan, malah bergelung di balik selimut. "Yuki, kau masih dalam masa pemulihan."
"Aku tahu! Tapi aku tidak mau," tolak Yukimura kesal.
Masamune menghela napas. "Nanti kau dimarahi ayahmu."
"Bodo amat."
"Kau kenapa, sih?"
"Nggak apa-apa."
"Yuki."
"Masamune-dono."
"Jangan seperti ini. Kau membuatku bingung."
"Emang aku pikirin."
Kesal, tangan Masamune mencengkram dengan refleks. Namun, mengingat ia harus sabar dengan Yukimura yang hari ini terlihat begitu badmood, ia mengurungkan niatnya untuk marah-marah.
"Maaf kalau aku salah. Tapi, kau harus makan, Yuki. Kumohon, lima suap lagi."
Yukimura menggeleng kekeuh. "Aku ngantuk."
"Kau mau tidur?"
Yukimura kini mengangguk.
"Kau baru saja bangun tidur. Tapi ya sudah, aku tinggal dulu ya?" Setelah Yukimura mengangguk, Masamune pun membereskan bubur dan meja kecil yang berada di sebelah kasur Yukimura, kemudian melangkah keluar kamar.
Namun, di luar kamar…
Tanpa sengaja Masamune hampir menabrak Shingen yang ternyata menunggu di depan kamar. Langsung saja Masamune meminta maaf, permisi ingin menuju dapur. Namun, tangan Shingen menahan lengannya, dan Masamune agak terkejut, sedikit merinding entah kenapa.
Masamune menunduk, tidak berani menatap Shingen.
"Date," mulai Shingen. "Kau sayang sekali Yukimura, ya?"
Sontak, Masamune mengangguk. "S-Shingen-san daritadi memperhatikan kami?"
"Ya," angguk Shingen. "Matamu mengatakan kejujuran dan ketulusan, Date. Kalau saya putuskan untuk mengizinkan kalian pacaran lagi, bagaimana?"
Masamune ber-hah, tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.
"Satu kesempatan lagi, dan jika kau menyakitinya, semuanya berakhir. Bagaimana? Deal?"
Langsung saja Masamune mengangguk bahagia. "Deal!"
Yukimura yang mendengarkan dari dalam—yang bersiap-siap tidur, tersenyum bahagia, dan tanpa perlu dikonfirmasi lagi dirinya sudah kembali berpacaran dengan Masamune semudah itu. Rasanya puas sekali.
"Kalau begitu saya permisi mau ke dapur," pamit Masamune sopan. Tumben ya.
"Ya, silakan." Shingen memberi jalan pada Masamune.
Ini fantastis. Dirinya kembali mendapatkan Yukimura semudah itu. Untung saja ia tidak langsung menyerah dan meninggalkan Yukimura, namun tetap peduli tanpa sedikitpun niat untuk pamer kepedulian di depan Shingen. Semua murni karena ia benar-benar peduli dan sayang.
Setidaknya, Masamune pun merasa mantap. Ia tidak mungkin menyakiti Yukimura—mungkin nanti, namun kemungkinannya kecil karena sekarang ia sudah tahu kehadirannya saja bisa membuat Yukimura bahagia, dan ia dapat merasakan kenyamanan begitu kedua tangannya melingkar di bahu Yukimura.
Happy ending, huh?
"Sarutobi…."
Langkah Masamune terhenti begitu mendengar suara itu. Suara Kojuuro. Karena penasaran, ia pun memepetkan diri ke tembok dan mulai menguping.
Sementara itu…
Kojuuro tahu kemana ia harus melangkah, semalam penuh ia berpikir tentang perasaan aneh yang menyelimutinya setelah menyatakan perasaan pada Yukimura—ya, dia memang tidak tidur semalaman. Dan ia tahu, hatinya memerintahkannya untuk melangkah ke sini, ke dapur dan di sinilah ia berdiri bersama Sarutobi yang hendak mengambil minuman.
Dan kesimpulannya… Kojuuro melepaskan Yukimura.
"Aku tidak menyadari ini, tapi… kurasa selama ini aku mencintaimu, Sarutobi."
Sasuke membeku, matanya mengerjap-ngerjap tidak percaya. "Kau… apa?"
"Maaf," ucap Kojuuro pelan. "Kita sama-sama tahu kalau kau mencintai Masamune dan aku mencintai Sanada, namun… entah kenapa setelah aku menyatakan perasaan pada Sanada kemarin, rasanya hambar sekali. Rasanya seperti semua bebanku hilang, dan perasaanku padanya hilang begitu saja, walau masih sedikit berbekas.
"Entah kenapa hatiku menyuruhku untuk melangkah ke sini, memberitahukan hal-hal tentang dirimu, dan dari situ aku tahu kalau aku sebenarnya mencintai kau, Sarutobi. Aku memang tulus mencintai Sanada, tapi aku tidak berusaha apa-apa untuknya, Sarutobi. Beda denganmu, aku justru merasa ingin melindungimu agar kau tidak kenapa-kenapa, agar kau tidak menangis. Makanya aku selalu galak padamu, mungkin karena itu."
Sasuke menunduk salah tingkah. "Tapi, kau 'kan mendonorkan darahmu padanya…."
"Iya sih… tapi itu juga karena terdesak."
"Jadi…?"
"Jadi…?" Kojuuro malah bingung.
Sasuke menggeleng. "Aku tidak bisa melepaskan Date. Aku masih sangat mencintainya, Katakura. Aku tidak bisa…."
Sebelum Sasuke menangis, Kojuuro sudah memeluk Sasuke duluan, menenangkannya. "Aku akan membantumu move on, Sarutobi. Aku janji. Asal kau pun berniat untuk melupakan segala kenangan dengannya. Kau pasti bisa."
"Katakura."
"Ya?"
"Aku… ingin belajar mencintaimu."
Dari balik tembok, Masamune ingin ber-fanboy sebenarnya. Tapi, ia masih kaget dengan pernyataan kalau ternyata selama ini Kojuuro mencintai Yukimura. Tapi… ia sudah move on kelihatannya. Ia mengambil HP di sakunya, kemudian memosisikan kamera video yang mengarah tepat ke arah mereka.
Iseng, dasar.
"Aku akan membantumu, Kresek."
"Sialan. Katanya melupakan kenangan."
Kojuuro terkekeh, kemudian mencium kening Sasuke lembut—mengabaikan perkataan Sasuke sekarang. "Sekarang kau milikku."
Dan Masamune benar-benar ber-fanboy, membuat Kojuuro dan Sasuke menoleh, langsung mengamuk mengetahui Masamune merekam mereka dengan kamera video.
"DATE!"
"MASAMUNE!"
"HAHAHA, I KNOW RIGHT, KALIAN AKAN JADIAN!"
Lalu Masamune kabur ke kamar Yukimura, menghindari amukan Kojuuro dan Sasuke sambil tertawa puas.
The end.
.b.
A/N
Waw terkesan buru-buru banget ini. Udah ngantuk bat si gue wkkwkw maaf gak memuaskan banget epilognya :(
Makasih banget yaa yang udah baca dan review cerita ini! Akhirnya ada ff multichap Mea yang kelar wkwkwk. Yaudah, abis ini mampir ke ff Asa ya wkwkw, Yukimura x Reader :v
Kalo kalian ngerasa ini gantung nanti bakal dibuat sekuel wkwk, tapi kayaknya enggak usah ya he he
Balesan review:
HosokawaHinaru: Aku juga suka banget KojuSasu! Wkwk kasian ya sama Masmun XD tapi jadinya happy ending kok… ah? Dealova? Aku belom denger deh. Nanti aku coba denger ya XD jadi kepo mendadak. Nggak apa-apa kok, aku aja juga suka SKSD :v
Jo Hikari Yoru Seinaru: Tadinya padahal gak ada putus-putusan dan pernyataan Koju bukan di kamar, tapi di dapur. Terus KojuSasu jadiannya di lapangan supermarket(?), lah alur sedikit ngubah mendadak. Kuat laa, kan happy ending wkwk. Iya nih gara-gara PR dan tugas jadwal update jadi berantakan gini. Makasih!
Shadow0Reader: Bagian di restoran itu paling gak jelas, serius XD tak kasih dangdut aja biar keren(?). Kenapa nyiapin batin kan happy ending hehehe (buat fangirling kali Me… #sotoy)
Syntax Error 404 503: NGAKAK OYAKUTU WKKWW XDD Engga kok, Koju nggak nembak… Koju kan dah diarahin sama hatinya buat nembak Sasuke… (kok Mea jadi menjijikkan ya) wkwkw, makasih yaa!
Chacha Rokugatsu: Putus tapi happy ending kok... hehe. Nggak nembak kok, cuma nyatain perasaan hehe. ini udah dilanjutt
Thank you all for reading. If you wanna join all of my series, you can move on to the next fanfiction or chapter, or even follow me to be notified of the future fictions. Good bye!
1 September 2016
PUBLISHED: APRIL 24, 2016
FINISHED: SEPTEMBER 1, 2016
STATUS: COMPLETED
