Author : Heh, akhirnya bisa juga update chapter ini. Sorry tlabet soalnya author baru keluar dari rumah sakit akibat kecelakaan. Oke langsung aja enjoy this chapter.
Warning : K+ rate, gaje, aneh dan bahasa labil
No pairing
Genre : Adventure/Friendship/Horror/Humour
Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto
The Ghost
Chapter 3
( The mischievous ghost )
.
.
Pagi itu sangat cerah, seperti biasa Naruto dan Konohamaru membantu Iruka membuka kedai mie ramen. Setelah mereka selesai membuka kedai tersebut, Iruka menyuruh Naruto untuk mengambil beberapa bahan yang tertinggal.
"Naruto paman lupa membawa tepung dan lobak. Bisakah kau kembali dan mengambilnya untuk paman?" Tanya Iruka kepada Naruto.
"Siap kapten," jawab Naruto sambil memberi hormat.
Naruto bergegas kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, Naruto mengambil bahan – bahan yang tertinggal tadi. Namun, pandangannya berubah saat melihat sebuah botol di dekat gudang.
"Botol apa ini?" Tanya Naruto dalam hati.
Naruto menghampiri botol itu dan mengambil botol itu. Karena penasaran, Naruto membuka tutup botol itu. Tak lama kemudian dari dalam botol keluarlah segumpal asap tebal.
"A apa yang ter terjadi?" Tanya Naruto sambil membuang botol tersebut.
Tak lama kemudian, perlahan namun pasti asap tebal itu menghilang dan mulai nampak sebuah bayangan anak kecil.
Naruto memberanikan diri untuk mendekati sosok tersebut. Tak lama kemudian, asap tersebut benar – benar menghilang dan menampilkan sosok tersebut. Sosok itu berwujut seperti anak kecil, berkepala botak dan berkulit coklat.
"Heh, akhirnya bebas juga aku," kata sosok tersebut.
"Si siapa kau?" Tanya Naruto sambil ketakutan.
"Oh, jadi kau yang membebaskanku. Perkenalkan, Namaku Hagi," kata sosok tersebut yang mengaku bernama Hagi.
"Bagaimana kau bisa berada di dalam botol ini?" Tanya Naruto yang sepertinya sudah bisa menenangkan diri.
"Itu karena masyarakat mengira aku sebagai makhluk yang berbahaya, sehingga Iruka menangkapku dan mengurungku ke dalam botol itu," jawab Hagi. "Tapi sekarang aku sudah bebas, aku akan mengganggu masyarakat di desa ini lagi," lanjut Hagi dan kemudian sosoknya melesat keluar rumah.
Naruto ingin mengejar sosok Hagi, namun dia teringat dengan bahan – bahan yang tertinggal di rumah. Dia memutuskan untuk mengantarkan bahan – bahan tersebut.
Kedai mie ramen Iruka
Setelah Naruto memberikan bahan – bahan yang tertinggal tadi, Naruto menceritakan pengalaman hari ini.
"Paman, paman tau tentang hantu bernama Hagi?" Tanya Naruto kepada Iruka.
"Darimana kau tau tentang hantu Hagi?" Tanya Iruka. Dia belum menjawab pertanyaan dari Naruto dan malah balik bertanya.
"Tadi tanpa sengaja, aku menemukan sebuah botol di dalam gudang. Setelah aku buka, muncul hantu Hagi tersebut," jawab Naruto.
"Astaga, ini gawat," kata Iruka kawatir.
"Memang ada apa paman?" Tanya Naruto.
"Hantu Hagi adalah arwah penasaran seorang anak kecil. Semasa hidupnya dia tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Setelah dia meninggal karena tertabrak sebuah truk, dia menjadi arwah penasaran dan suka mengganggu penduduk desa. Jika dia bebas, maka dia akan kembali membuat ke onaran seperti dulu lagi," jawab Iruka.
Tak lama kemudian, Sasuke dan Sakura datang.
"Paman Iruka, ada hantu sedang mengamuk," kata Sakura sambil mengatur nafasnya.
"Dimana?" Tanya Iruka.
"Di tengah desa," jawab Sasuke.
"Kalau begitu, kita harus menangkapnya lagi seperti dulu," kata Iruka.
Naruto, Sasuke, Sakura, Iruka dan Konohamaru langsung menuju ke desa.
Di desa
Kekacauan sedang terjadi, hantu Hagi benar – benar membuat kerusuhan di desa. Naruto dan yagn lain sangat terkejut saat melihat keadaan desa porak poranda karena ulah si hantu Hagi.
"Astaga, lihat kerusuhan yang diperbuat oleh hantu Hagi," kata Konohamaru.
"Kita harus menangkap hantu Hagi sebelum dia membuat keonaran lebih parah lagi," kata Iruka.
"Kalau begitu, kita berpencar saja untuk mencari hantu Hagi," kata Naruto member usul.
"Sebelumnya, kalian memerlukan ini," kata Iruka sambil mengeluarkan empat jaring dan empat botol.
"Untuk apa jaring dan botol ini paman?" Tanya Naruto.
"Jaring dan botol ini bukanlah benda sembarangan. Jika ada hantu yang terperangkap jaring ini. Maka dia tidak akan bisa bebas lagi. Sedangkan botol ini akan memenjarakan hantu tersebut," jawab Iruka.
Mereka mengangguk mengarti. Mereka mengambil jaring dan botol tersebut. Tak lama kemudian, mereka berpencar.
.
.
30 menit kemudian,
Mereka sudah mencari. Namun hasilnya nihil.
"Kalian sudah menemukannya?" Tanya Naruto. Sasuke, Sakura dan Konohamaru hanya menggelengkan kepala mereka.
Tak lama kemudian, terdengar teriakan suara orang meminta tolong. Naruto, Sasuke, Sakura dan Konohamaru langsung menuju ke arah datangnya suara tersebut.
Di dalam hutan
Terlihat ada dua orang petani yang sedang dikejar – kejar oleh hantu Hagi. Namun karena tidak berhati – hati, kedua petani tersebut terjatuh.
"Hehehe, mau lari kemana kalian," kata hantu Hagi.
Saat hantu Hagi ingin menyerang kedua petani tersebut, Sasuke sudah bersiap dengan jurusnya.
"Katon Kokaiyo no jutsu," kata Sasuke. Kokaiyo no jutsu adalah sebuah jurus yang penggunanya dapat mengeluarkan beberapa api dari dalam mulutnya. Hantu Hagi yang menyadarinya langsung menghindar.
"Dasar kurang ajar! Berani kau menyerangku!" kata hantu Hagi yang mulai marah.
"Wah, itu sangat luar biasa Sasuke," kata Naruto yang takjub melihat jurus milik Sasuke barusan.
"Hei, berani kalian tidak menghiraukanku!" kata Hantu Hagi. Namun Naruto, Sasuke, Sakura dan Konohamaru tetap tidak menghiraukan si Hantu Hagi.
Terbentuklah empat sudut di pelipis hantu Hagi. Dia langsung menyerang Naruto dan yang lain.
"Dasar kalian! Terimalah ini!" kata Hantu Hagi. Dia mengeluarkan sebuah kunai raksasa dan dia melemparnya ke arah Naruto dan yang lain.
"Hei semuanya awas," kata Naruto memperingatkan teman – temannya.
Berkat Naruto, Sasuke, Sakura dan Konohamaru dapat menyelamatkan diri dari kunai raksasa tersebut. Tak lama kemudian, Sakura mengeluarkan jurusnya.
"Sanaroo," kata Sakura. Dia melompat ke udara dan mengarahkan tinjuannya ke arah Hantu Hagi. Namun hantu Hagi berhasil menghindar sehingga tinjuan Sakura mengenai tanah dan menyebabkan tanah tersebut menjadi hancur.
Tak lama kemudian, Konohamaru mengeluarkan sebuah tongkat. Tongkat tersebut dapat memanjang dan mengenai si Hantu Hagi. Hal itu tidak disia – siakan oleh Sasuke. Dia mengeluarkan jurus Kokaiyo no jutsunya lagi dan berhasil mengenai si Hantu Hagi.
"Dasar kalian!" kata Hantu Hagi yang mulai marah. Dia mengeluarkan beberapa gangsing. Gangsing – gangsing itu mengarah ke arah Sasuke, Sakura dan Konohamaru yang berada di posisi paling depan. Tak lama kemudian, gangsing – gangsing tersebut meledak.
Sasuke yang berhasil menghindar dan melompat ke atas. Dia ingin mengeluarkan jurus Kokaiyo no jutsunya lagi namun gagal karena Hantu Hagi telah mengeluarkan beberapa kartu ke arah Sasuke. Kartu – kartu tersebut dapat menyeyat Sasuke sehingga Sasuke mengalami luka gresan akibat kartu – kartu tersebut.
Kemudian, Sakura yang tiba – tiba sudah berada dibelakang Hantu Hagi ingin menyerangnya dengan jurus Sanaroo miliknya. Namun tiba – tiba saja, Hantu Hagi sudah mengeluarkan sebuah tali dan menggantungkan Sakura diatas pohon dengan posisi terbalik. Sekarang tersisa Naruto seorang yang belum terkena serangan milik Hantu Hagi.
"Sekarang, kau bisa berbuat apa bocah?" Tanya Hantu Hagi sambil mengeluarkan seringai.
Naruto nampak berpikir dengan serius sedangkan si Hantu Hagi sedang memandang Naruto dengan tatapan waspada.
"Ayo kita berlomba," jawab Naruto. Mendengar jawaban dari Naruto, si Hantu Hagi jadi swedrop.
"Lomba seperti apa?" Tanya Hantu Hagi.
"Kita kan berlomba lari dari sini sampai ke desa. Siapapun yang kalah akan menjadi anak buah yang kalah selama sebulan. Bagaimana?" kata Naruto menantang si Hantu Hagi.
"Aku setuju," jawab Hantu Hagi.
.
.
Mereka telah bersiap untuk melakukan perlombaan itu. Sakura dilepaskan oleh Hantu Hagi untuk menjadi wasit.
"Bersedia, Siap….., Go," kata Sakura. Naruto dan Hantu Hagi langsung berlari menuju ke arah desa. Kecepatan lari mereka sama, namun ditengah jalan, Hantu Hagi mulai kelelahan, dia mulai melambat. Hal ini tidak disia – siakan oleh Naruto. Dia langsung berlari untuk mendahului si Hantu Hagi.
"Astaga, dia cepat sekali," kata Hantu Hagi. Hantu Hagi yang melihat Naruto sudah berada jauh didepannya langsung mengeluarkan sebuah papan seluncur dan berhasil mendahului Naruto.
"Hai, itu curang!" kata Naruto kesal.
Pada saat hampir sampai di gerbang desa, Hantu Hagi mulai melambatkan papan seluncurnya. Namun tiba – tiba, Naruto terbang ke udara sambil mengendarai sebuah sepada dan berhasil mendahului si Hantu Hagi.
"Darimana kau mendapatkan sepada itu? sial…..," kata Hantu Hagi. Dia langsung menambah kecepatan papan seluncurnya. Kecepatan Naruto dan Hantu Hagi kembali seimbang.
Di Desa
Para warga melihat ada kepulan asap dari arah hutan.
"Hei liaht apa itu?" kata salah seorang warga.
"Itu adalah Hantu Hagi dan Naruto. Mereka sedang berlomba kemari," jawab Iruka.
.
.
Naruto dan Hantu Hagi saling kejar – kejaran. Melihat Naruto dan dirinya seimbang, hantu Hagi mengambil sebuah kayu dan memukulkan kayu tersebut ke arah Naruto. Naruto langsung membalas dengan mengambil sebuah kayu dan mengarahkan kayu tersebut ke papan seluncur milik Hantu Hagi. Hantu Hagi terjatuh dan membuat Naruto berhasil menyusulnya. Naruto menjadi pemenang.
"Astaga, aku kalah," kata Hantu Hagi.
"Sekarang, masuklah ke botol ini Hagi," kata Iruka sambil mengarahkan mulut botol ke arah Hantu Hagi.
"Jangan paman, biarkan dia bebas," kata Naruto mencegah.
"Kenapa? Kenapa kau mencegahnya?" Tanya Hantu Hagi.
"Karena, itulah gunanya teman. Teman sejati akan membantu kalau temannya dalam kesusahan," jawab Naruto.
"Teman ya," kata Hantu Hagi. Kemudian Hantu Hagi memeluk Naruto dan menangis. Sejak saat itu, Naruto dan Hantu Hagi menjadi teman.
TBC
Author : Sorry tlabet untuk update chapter ini dikarenakan saia seang sakit. Oke chapter ini saia bikin saat saia sakit. Jadi, kalau ceritanya aneh saia minta maaf ya.
Thank udah baca fic saia yang jauh dari kata sempurna ini.
