Author : Sorry saia tlabet, mudah – mudahan para reader gak bosen nungguin. Sepertinya saia bakalan telat update terus karena saia mau mempersiapkan diri buat ujian kenaikan kelas. Oke lah, enjoy this chapter.

Warning : K+ rate, gaje, aneh dan bahasa labil

No pairing

Genre : Adventure/Friendship/Horror/Humour

Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto


The Ghost

Chapter 4

( ghost bridge watchman )

.

.

Waktu menunjukkan pukul 02.00, Naruto dan Konohamaru baru saja selesai membantu Iruka berjualan. Sekarang, mereka sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Iruka untuk istirahat.

"Heh, Naruto senpai. Rasanaya aku sangat mengantuk sekali," kata Konohamaru.

"Kau piker hanya kau saja yang merasa mengantuk, aku juga," kata Naruto.

Mereka terus berjalan didalam kegelapan malam dan hanya mengandalkan cahaya rembulan dan bintang – bintang yang berada dilangit beserta lampu – lampu yang berada di pinggir jalan. Setelah mereka berada dipersimpangan, Naruto malah berhenti.

"Naruto senpai, kenapa berhenti?" Tanya Konohamaru. KOnohamaru sudah mengambil jalan yang berada disebelah kanan mereka.

"Bukannya jalan sebelah kiri adalah jalan tercepat menuju rumah paman Iruka?" Tanya Naruto.

"Iya, memang kenapa?" jawab Konohamaru.

"Kita lewat sini saja," kata Naruto mengajak Konohamaru untuk pulang lewat jalan sebelah kiri.

Tak lama kemudian, Hagi keluar dari botol yang dibawa oleh Konohamaru. Sekarang, Hagi bisa bebas keluar masuk ke dalam botol selama dirinya mau merubah sikapnya yang buruk.

"Jangan lewat sana, Naruto!" kata Hagi memperingatkan Naruto.

"Memang kenapa?" Tanya Naruto.

"Menurut kabar yang aku dengar, disana ada sebuah jembatan tua yang sudah tidak dipakai yang dijaga sebuah makhluk besar, berbulu lebat hitam, Berambut pendek warna merah, memakai kaos warna hijau, dan celana pendek warna merah," jawab Hagi.

"Masudmu genderuwo?" Tanya Konohamaru.

"Ya, begitulah," jawab Hagi.

"Halah, masa bodoh dengan genderuwo atau apalah. Yang penting ayo kita pulang," kata Naruto. Dia berjalan ke jaln sebelah kiri.

"Hadeh, ini anak gak bisa dibilangin," kata Hagi sambil geleng – geleng kepala.

"Sudah, ayo kita ikuti Naruto senpai," kata Konohamaru. Mereka berdua akhirnya mengikuti Naruto.


Jembatan tua

Mereka bertiga sudah sampai di jembatan tua yang dimaksud oleh Hagi.

"Jadi, ini jembatannya?" Tanya Naruto. Dia melihat – lihat sekeliling. "Tak ada yang aneh. Hanya sebuah jembatan tua yang sudah lama tidak dipakai," lanjut Naruto.

Naruto langsung melanjutkan langkahnya menuju jembatan tua tersebut. Tak lama kemudian, terjadi fenomena yang aneh. Angin berhembus sangat kencang. Tak lama kemudian, terdengar suara oerang tertawa cukup keras. Beberapa menit kemudian, dari bawah jembatan muncul asap tebal yang akhirnya membentuk sesosok makhluk yang dikatakan oleh Hagi.

"Siapa yang berani dating ke kediamanku?" Tanya makhluk tersebut.

"Eee, boleh kami lewat pak genderuwo?" Tanya Naruto sambil mengangkat tangannya.

"Hahaha, ternyata hanya dua orang bocah dan satu tuyul yang tidak berguna," kata sang genderuwo.

"Jangan menghinaku makhluk buruk rupa!" kata Naruto yang terpancing emosinya.

"Namaku adalah Garui dan siapa kau yang berani memanggilku seperti itu?" Tanya sang genderuwo yang mengaku bernama Garui.

"Namaku Uzumaki Naruto dan aku ingin lewat jembatanmu," jawab Naruto.

"Jika kau ingin melewati jembatanku, kau harus melawanku dulu bocah," kata Garui.

"Kami selalu siap," kata Naruto.

Naruto, Konohamaru dan Hagi sudah bersiap untuk mengeluarkan kekuatan mereka. Sementara Garui mulai mengeluarkan asap hitam pekat yang mengaluarkan dan Hagi menyerang terlebih dahulu. Namun saying, asap yang mengeluarkan kilat tersebut langsung menyambar mereka berdua hingga mereka berdua terpental.

Naruto pun maju. Dia mengambil beberapa batu dan melemparnya ke arah Garui. Namun hal itu juga tidak membuahkan hasil. Kilat – kilat itu melindungi Garui.

"Hahaha, kalian tidak ada apa – apanya," kata Garui. Tak lama kemudian, Garui melakukan handseal. "Raiton : Kokunomi no jutsu," kata Garui. Tak lama kemudian, kilat – kilat tersebut merambat dari dalam tanah dan menyambar Naruto yang berada paling depan. Naruto langsung terjatuh ditempat.

"Cih, kilat itu melindunginya," kata Naruto sambil berusaha untuk bangkit.

"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Konohamaru.

"Kalau begitu, kita serang bersama – sama," jawab Naruto.

Mereka bertiga menyerang Garui secara bersamaan. Hagi mengeluarkan gangsing – gangsingnya. Konohamaru mengeluarkan tongkatnya dan melemparkan tongkat tersebut ke arah Garui. Sedangkan Naruto melempar beberapa batu ke arah Garui. Namun, hal itu tidak membuahkan hasil. Lagi – lagi, kilat – kilat itu melindungi Garui.

"Hahaha, hanya seperti itu kemampuan kalian. Kalau begitu, rasakan ini," kata Garui. Lalu, dia melakukan handseal. "Raiton, Sobukoito no jutsu," kata Garui. Tak lama kemudian, kilat – kilat tersebut, berkumpul membentuk sebuah naga.

"Astaga, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Hagi yang mulai takut.

"Hahaha, matilah kalian," kata Garui. Naga petir tersebut langsugn menukik dari atas menuju ke arah Naruto dan yang lain. Tiba – tiba saja, Naruto maju ke depan.

"BERHENTI," kata Naruto. Garui yang terkejut langsung menghentikan gerakan naga petirnya.

"Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin menyerah?" Tanya Garui.

"Tidak, aku hanya berpikir untuk apa kita bertarung. Itu hanya akan membuat tenaga kita terkuras," jawab Naruto.

"Kau memang benar. Aku telah merasa lelah," kata Garui menimpali. "Lalu, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Garui.

"Bagaimana kalau kita bermain teka – teki? Jika aku menang, aku dan teman – temanku boleh melewati jembatanmu. Tapi jika aku kalah, kau boleh melakukan apapun kepadaku," jawab Naruto.

"Baiklah, aku setuju," kata Garui setuju.

"Baiklah, begini pertanyaanya. Benda – benda apa bila belum mendapatkannya bakalan dicari tapi kalau sudah dapat akan dibuang?" Tanya Naruto. Garui Nampak berpikir sangat keras.

"Apa ya? Hah, jadi pusing memikirkannya," kata Garui sambil memegangi kepalanya yang mulai panas.

"Sudah ketemu belum jawabannya?" Tanya Naruto.

"Pas," jawab Garui.

"Jawabannya adalah upil," kata Naruto.

"Itu berarti, kita boleh lewat," kata Konohamaru.

"Heh, baiklah kalian boleh lewat. Lain kali, aku yang akan memberikan pertanyaan kepadamu," kata Garui.

Naruto, Konohamaru dan Hagi akhirnya bisa lewat jembatan tersebut.

TBC


Author : Heh, akhirnya selesai juga chapter ini. Sorry kalau ceritanya gak menarik end gak terlalu panjang. Satu lagi, saia tidak bisa update cepat karena saia harus mempersiapkan diri untuk ujian kenaikan kelas. Oke, yang mau kirim saran, kritik dan pertanyaan, silakan review atau PM saia langsung.

Thanks udah membaca fic saia yang jauh dari kata sempurna.