Wah terimakasih banyak atas semua kritik dan sarannya, terimakasih juga untuk yang sudah follow dan review fict gaje ini ^^
Yap, kita lanjut ke chapter 3 yaaaa XD
Braaakk(lagi)
"Aduh.." lagi – lagi Momoi menabrak orang, Tetsuna heran dengan teman barunya yang terlalu bersemangat ini.
Momoi melihat orang yang Ia tabrak.
"Daijobu desuka?" Tanya orang yang Momoi tabrak tadi.
"Da..daijobu" jawab Momoi, lalu Ia menatap Tetsuna dengan tatapan- menabrak- orang- itu membawa- berkah-loh- mau- coba?
Tetsuna hanya bergidik ngeri melihat tatapan temannya itu, siapa lagi yang ditabraknya kali ini?
'Tinggi, bersurai kuning, beiris madu, dan bermata lentik(?), tunggu... lentik?' batin Momoi
"Chotto matte, err..Kichan?" tanya Momoi
"Eh? Momocchi? Berhentilah memanggilku seperti itu, tidak adakah yang lebih bagus-ssu?" rengek Kise.
"Mou, Kichan, kemana saja kau? sejak upacara kelulusan SD aku sama sekali tidak mendengar kabar darimu?" berbagai pertanyaan Momoi menghujani Kise.
"Gomen ne Momocchi, setelah upacara kelulusan SD aku pindah ke Amerika dan melanjutkan sekolah disana." Lalu Kise melihat seseorang di belakang Momoi.
"Heee, ada kurokocchi juga? Kawaii." Pelukan peremuk tulang(?) Kise pun dihadiahkan untuk Tetsuna. Tapi sebelum itu terjadi..
Buaagh..
"Ittai Kurorkocchi." Sambil memegang perutnya yang terkena ignite pass Tetsuna.
"Sumimasen Kise-kun namaku Kuroko Tetsuna, bukan Kurokocchi. Kau tau namaku dari mana?" tanya Tetsuna datar.
"Anu... ng..etto.. da..dari.. oh iya tadi aku melihat dari agenda daftar hadir yang mengikuti rapat OSIS hari ini, dan dari perwakilan X-2 adalah Momoi Satsuki dan Kuroko Tetsuna. Jadi aku tau namamu dari situ He..he.." jawab kise sambil menggaruk belakang kepalanya yang sudah bisa dipastikan tidak gatal itu.
"Oh, hai." Sebenarnya jawaban itu sangat meragukan, tapi Tetsuna abaikan saja. Ia tidak terlalu memperdulikannya.
"Kau juga menjadi perwakilan kelasmu, Tetsuna?" tanya suara di belakang Kise, suara itu adalah suara orang yang tadi pagi menolongnya.
Lalu Akashi berjalan mendekat.
"Hai."jawab Tetsuna. Ia sangat senang, namun lagi – lagi itu bisa tertutup sempurna dibalik ekspresi datarnya.
'menarik.' batin Akashi.
"Ne..ne kalian sudah saling kenal-ssu?" Tanya Kise antusias.
"Apa itu penting Ryouta?" pertanyaan Kise di jawab dengan pertanyaan, Kise langsung menggeleng cepat.
"A..Akashi-kun, Tetchan, Kichan sebaiknya kita masuk ke ruangan sekarang, sepertinya Midorima sensei akan kesini sebentar lagi" ajak Momoi memecah keheningan.
"I..itu ide yang sangat bagus Momocchi" ucapan terimakasih tak kasat matapun tersirat dari tatapan Kise.
'Huh, lebih baik aku pindah kelas agar tidak sekelas dengan Akashicchi.' Batin Kise memelas.
Disaat itu juga tanpa sengaja tangan Akashi menyentuh tangan Kise.
"Apa kau berniat pindah kelas,Ryouta? Aku bisa membantu proses perpindahanmu jika itu diperlukan"
Glek
Kise mematung di tempat. Setelah Akashi menjauh. 'Ternyata memang benar apa yang dia bilang, mereka memang ada disini-ssu.' Batin Kise lagi.
Hasil rapat tanggal 18-08-2xxx
Pembimbing OSIS : Midorima Shintarou sensei
Ketua OSIS : Kise Ryouta
Wakil : Akashi Seijuurou
Sekertaris : Kuroko Tetsuna
Bendahara : Momoi Satsuki
'Kenapa aku jadi terbawa –bawa disini, harusnya aku tidak mengikuti ajakan Momoi.' Tetsuna menghela nafas dengan malas.
"Seriuslah saat menulis, Tetchan. Tulisanmu tidak seperti biasanya" kata – kata Momoi sukes membuat Tetsuna kaget.
"Momoi-san, bisakah kau muncul dengan wajar?"
"Eh? Bukankah itu kebiasaanmu? Aku juga sudah dari tadi disini, Tetchan." Momoi mengikuti alasan Tetsuna, padahal Ia juga baru sampai di kelas.
Tetsuna memegang pundak Momoi.
"Kau bohong, Momoi-san" jawab Tetsuna datar.
"Mou, Tetchan, bagaimana kau tau?"
"Kau tidak pandai berbohong, hanya itu" padahal Tetsuna hanya merasakan apa yang Momoi rasakan, Ia tak ingin banyak orang yang tau tentang ini. sambil melihat Tangannya.
"Apa kau tau? Klub basket disini lumayan bagus loh. Dan yang aku dengar, manajernya sudah kelas dua belas jadi kemungkinan dekat-dekat ini akan mengundurkan diri. Sedangkan kelas sebelas tidak ada yang mengajukan diri sebagai manajer." mendengar penjelasan dari Momoi, Tetsuna sudah mengerti ke arah mana pembicaraan ini akan berakhir.
"..." Tetsuna sengaja diam, Ia ingin mendengar kelanjutan dari cerita panjang sang teman yang hipperaktif ini.
"Nah, kupikir kita akan bisa membagi waktu dengan baik jika bekerja sama. Jadi aku sudah mendaftarkan kita untuk menjadi manajer. Dan besok kita akan dihubungi kalau diterima."
Ini lebih buruk dari yang dibayangkan Tetsuna.
"Momoi-san setidaknya kau bertanya dulu padaku jika ingin mendaftarkan aku." Anehnya Tetsuna tidak marah, Ia terlihat tenang.
"Gommen ne Tetchan, aku rasa kau sangat menyukai basket. jadi kau takkan keberatan jika aku mendaftarkanmu." Ucap Momoi lirih, Ia merasa bersalah.
"Baiklah, tapi aku hanya membantumu saja." jujur sebenarnya Tetsuna kaget karena bagaimana Momoi tau padahal Ia belum bercerita apa-apa tentang kecintaannya pada basket. dan terlebih lagi Momoi tau tentang Tetsuna tanpa menyentuhnya.
"Wah, terimakasih Tetchan. Ternyata dugaanku tidak salah, kau sahabatku yang paling baik." Seraya ingin memeluk sahabatnya tapi segera diurungkan niatnya itu.
'Jangan sampai Ia tau sekarang, belum saatnya. Gommen ne Tetchan.' batin Momoi.
Tetsuna hanya tersenyum kecil, walau dalam hatinya Ia meyakini bahwa ada sesuatu yang tidak beres disini.
"Belum pulang juga? Apa yang kau lamunkan Tetsuna?" Tiba – tiba suara itu membuyarkan lamunan Tetsuna.
"Ah, Akashi-kun. Tidak, aku hanya belum ingin pulang" jawab Tetsuna. Momoi sudah pulang duluan karena ada urusan, sedangkan yang lain bahkan tidak menyadari bahwa Tetsuna masih dikelas. Ia malas pulang kalau kaasan belum pulang dari kerja, sejujurnya Tetsuna hanya tidak ingin merasakan kesepian.
"Apa hanya karena orang tuamu sedang tidak ada dirumah sampai kau malas untuk pulang?" tanya Akashi sambil menepuk pelan puncak kepala Tetsuna.
Mata Tetsuna membulat sempurna, Akashi tau tentang keluarganya padahal Ia tidak pernah cerita apapun pada Akashi. Ini sangat aneh, dari Kise yang mati – matian mencari alasan untuk menjawab dari mana Ia tau nama Tetsuna padahal agenda hari itu masih di pegang Midorima sensei, lalu Momoi yang tiba – tiba mendafatarkan Ia dan Tetsuna menjadi manajer klub basket karena Momoi tau Tetsuna menyukai basket padahal Ia tidak pernah cerita apapun tentang basket. ya, ini sangat aneh ditambah dengan tiga orang yang tau sebagian dari dirinya. Tetsuna berharap ini hanya kebetulan yang tidak disengaja.
"Bukan Akashi-kun, kau salah. Aku punya alasan tersendiri" jawab Tetsuna yang sudah kembali berekspresi datar seperti biasa.
"hmm? Baiklah jika aku salah" "Bagaimana jika aku mengantarmu pulang. Ini juga sudah mulai sore, sebaiknya kita segera pulang." lalu Akashi mengulurkan tangan pada Tetsuna untuk membantunya berdiri.
"Hai, terimakasih Akashi-kun. Aku bisa pulang sendiri, rumahku tidak jauh dari sini. Dan aku bisa berdiri sendiri, Akashi-kun." Ia ingin membalas uluran tangan Akashi yang membantunya berdiri, tapi Ia masih curiga kalau Ia menyentuh Akashi maka akan ada yang diketahuinya lagi.
Tetsuna berharap bahwa dirinya hanya takut yang berlebih saja.
"Baiklah tidak apa-apa." Sampai Tetsuna berdiri tangan Akashi masih setia menggantung di sana, lalu dengan cepat Ia menuntun Tetsuna keluar dari kelas tanpa izin orang yang akan Ia antar pulang.
"Tapi aku akan tetap mengantarmu pulang, Tetsuna. Tidak ada yang bisa menolak ajakanku (baca : perintah).
'Kau tidak bisa berbohong Tetsuna, aku selalu benar baik dengan bukti seperti ini ataupun tanpa bukti'
"Kau berlari terlalu cepat, Akashi-kun." Kata Tetsuna menyamakan langkah Akashi, Ia tidak sadar bahwa tangannya dipegang Akashi.
Dari kejauhan..
"Jangan memeberi mereka cara yang sulit-ssu."
"aku setuju dengan Kichan, jangan terlalu tega bermain dengan mereka walaupun mereka cerdas. Aku tau kau bermaksud baik, tapi kami tidak tega jika harus berbohong begini."
"Percuma jika pisau terbuat dari bahan yang bagus tapi tidak diasah dengan benar. Aku tidak bisa menjanjikan keinginan kalian..."
'Kita lihat saja nanti.'
.
.
.
TBC
Maafkan author yang nggak bisa bikin cerita menarik ini minna T^T
Tapi author usahakan semoga chapter berikutnya bisa lebih baik dari yang ini ^^
Review please minna ^^
