Me and My Idol
Main Cast : Oh Sehun
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Xi Luhan
Kim Jong-in a.k.a KAI
Do Kyungsoo
And Other
Main pair : HUNBAEK [SEHUN X BAEKHYUN]
Chap 8
Seorang gadis dengan tatanan rambut yang acak-acakan akibat ulahnya sedari tadi, masih terus duduk di samping jendela kaca besar café itu dengan terus menghintung menggunakan kalkulator dan juga sambil menyeruput minumannya.
"aaiiish…"
"heh baek kau ini kenapa hu?" Tanya minseok yang kembali mebawakan minuman untuk rekan kerjanya ini, dia memesan minuman lagi, itu tidak masalah bagi minseok karena café juga belum buka.
"ya amoun unni kau tidak bisa menaikan gaji ku apa, aku ingin cepat kemabli ke china unni" ucapnya sambil terus mengacak rambutnya.
"kau ini sudah jelas bukan aku pemilik tempat ini kau meminta ku begitu" ucap minseok membalas
"aaissh aku ingin kembali ke china kalau aku tidak kemabali tidak ada komik yang akan dilun-" baekhyun menghentikan omonannya hampir dia keceplosan.
"maksud mu baek?" Tanya jongdae yang ikut nimbrung obrolan kedua wanita itu.
"ah begini kan pekerjaan ku adalah bagian penerbitan jadi kalau aku tidak pulang mungkin semua pekerjaan ku disana akan berantakan kan?" ucapnya mencari alasan, jongdae dan minseok hanya menganggguk paham
"hei apa kau tidak nyaman di korae?" Tanya minseok lagi ingin tahu.
'bagaimana mungkin, aku tidak nyaman sementara aku tinggal dengan idola ku yang paling aku sangat sukai, astaga aku manusia paling beruntung asal unni tahu, memasakan makanan untuknya, bisa melihatnya di pagi hari, tertawa bersama, sarapan bersama, mungkin aku yang menganggap kami sudah menjalani kehidupan berumah tangga, astaga nikmat tuhan mana lagi yang ingin ku dustakan.' Batin baekhyun hanya tersenyum membuat minseok menyeritkan dahinya dan bergumam kalau baekhyun aneh.
"yak.. dasar aneh, bukannya menjawab malah senyum-senyum tidak jelas" ucap minseok
"haha tidak unni aku sangat nyaman tinggal di kore, malah aku senang tapi aku juga banayak kebutuhan kalau aku tidak kembali aku tidak punya uang unni, aku kan juga harus membayar sewa tempat tinggal ku" 'ya walaupun sehun tidak pernah memintanya' lanjut baekhyun dalam hati
"atau jaangan-jangan orang yang menyewakan mu itu galak sampai kau tertekan begini baekhyun-ah" ucap jongdae sambil meletakan tissue di setiap meja café
"haha tidak oppa malah di sangat baik dan manis" senyum baekhyun membuat dia meronakan pipinya sendiri membayangkan betapa mainsnya sehun selama 3 bulan ini, ya sehun dan baekhyun sudah tinggal selama 3 bulan dan banyak mengalami momen manis bersama tanpa di ketahui oleh siapapun termasuk menager seghun sendiri.
"siapa yang manis noona? Aku ya?" ucap seorang namja memasuki café, membuat yang lain mngarahkan pandangan kea rah pintu masuk café
"kim jongin-shi"ucap baekhyun kaget.
"kau datang kai-ya? Ini lebih cepat di banding perkiraan ku" sindir minseok
"unni kau mengenalnya?" Tanya baekhyun
"iya baek dia juga pelayan disini, dia shift malam menggantikan mu, tapi karena ada orang baru juga yang ingin shift malam maka dia tukar kai tukar shift baek"jelas minseok
"apa kau tidak bekerja di supermarket lagi kim jongin-shi?" Tanya baekhyun
"aku bekerja tapi nanti malam noona, aku harus banyak mencari pekerjaan paruh waktu untuk menambahi modal terjun ke dunia entertainment noona, dan jangan panggil nama ku kim jongin, panggil aku kai, aku akan menjadi artis noona" ucap kai bangga, dan membuat baekhyun senyum tipis minseok yang mendengarkan itu hanya tersenyum.
"baiklah kai, selamat bekerja" ucap baekhyun bangkit dan ingin melanjutkan beres-beres cafenya yang sempat tertunda karena dia menghitung gajinya, dia ingin kembali ke china.
'huh berapa tahun lagi aku harus bekerja agar bisa pulang ke rumah' batin baekhyun tapi seketika dia diam terlintas ucapan sehun saat merayakan ulang tahun sehun beberapa minggu yang lalu dan di habiskan minum anggur dan mereka mabuk bersama.
Flashback.
Hari ini begitu sulit di lalui oleh sehun dia memasuki appartemennya dalam keadaan gelap, dia baru sajapulang syuting drama terbarunya dengan chanyeol dan kyungso dan artis lainnya, dan sialnya di hari ulang tahunnya perasaannya tidak enak setelah melihat kejadian luhan yang datang ke lokasi syuting dan bermesraan di hadapannya, bukannya cemburu hanya saja itu makin memperburuk perasaan hatinya, karena ulah gadis yang tinggal bersamanya ya siapa lagi kalau bukan baekhyun sudah dua hari baekhyun menghindari sehun, belum lagi baekhyun berangkat kerja pagi pagi sekali, dan ketika malam hari saat sehun belum pulang dia sudah terlelap, sehun wajar mungkin gadisnya itu kelitihan bekerja, tapi sehun tidak suka baekhyun yang tidak bisa di temui dan kalau sehun boleh jujur, sehun sangat merindukan baekhyun yang selalu ada waktu untuk bersamannya, bukan dengan note kecil yang sering gadis itu tinggalkan di lemari pendingin, dia merindukan baekhyun dan hatinya kosong saat tidak melihat gadis itu, dan bagaimana nanti jika gadis itu meninggalkannya ke china, ini yang sedari tadi membuat sehun sedih dan memiliki perasaan yang buruk di tambah lagi luhan dan chanyeol yang sengaja memanasinya dan sumpah demi apapun dia tidak peduli dengan adegan keromantisan mereka terlihat menjijikan di mata sehun.
Dia memasuki apartemennya dalam keadaan tidak bersemangat, semua lampu sudah mati, dia tahu baekhyun pasti sudah tidur dan kelelahan tapi tiba-tiba
Pintu kamar baekhyun terbuk dan memunculkan seseorang yang membawa kue tart dihiasi dengan banyak lilin, beberapa cahaya lilin dapat menjelaskan siapa yang membawa kue itu dan siapa lagi kalau bukan baekhyun.
'Hei itu baekhyun ku, dia membawakan kue? Dia ingat ulang tahun ku?' batin sehun terdiam dia sungguh terharu apalagi saat baekhyun menyanyikan lagu ulang tahun dengan suara merdunya dan masih membawa kue ultah ke hadapannya.
"selamat ulang tahun oppa"
"baek…" ucap sehun terdiam entah kenapa semua hal yang di lakukan baekhyun membuat hatinya merasa tergelitik dan dia merasakan perasaaan itu terlalu banyak ketika baekhyun ada untuknnya, perasaan bahagia yang membuat jantung sehun terus berdebar dan pikirannya menjadi kosong dia benar benar sangat dan teramat bahagia saat ini, ah bukan saat ini sudah di bilang sehun selalu bahagia setiap baekhyun ada di dekatnya.
Sehun mengalirkan air mata bahagianya, dia amat sangat terharu dan merindukan gadis itu- baekhyun.
"oppa silahkan tiup lilinnya, dan jangan lupa untuk berdoa"
Sehun tidak menjawab perasaan bahagi itu membuat dia tidak mampu berkata-kata, semua seakan tercekat di tenggorokan dan hanya ingin dia lampiaskan oleh air mata harunya, dan tentu baekhyu tidak bisa melihat hal itu.
'tuhan, aku tidak kenapa kau pertemukan aku dengannya, tapi aku sungguh sangat bersyukur dan sangat berterimakasih, aku mohon jangan kau hilangkan kebahagiaan ku sekarang dan untuk selamanya, jangan kau hilangkan dia yang menjadi sumber kebahagiaan ku, Byun Baekhyun, TUHAN AKU RASA AKU SUDAH JATUH CINTA KEPADA SALAH SATU MALAIKAT INDAH YANG KAU KIRIMKAN KEPADA KU TUHAN, AKU MOHON JANGAN HILANGKAN DIA, BUAT DIA SELALU BERSAMA KU' sehun lalu meniup lilinnya.
Baekhyun meletakan kue di atas meja, dengan penerangan samar-samar baekhyun berjalan menuju saklar lampu dan menghidupkan lampunya, di tersenyum melihat sehun yang masih berdiri disana.
Baekhyun mendekati tubuh sehun dia hanya tersenyum lalu detik berikutnya dia trediam dan berhenti melihat air muka sehun.
'sehun oppa menangis? Kenapa?' batin baekhyun sambil meraih tangan sehun, sehun balas melihat baekhyun yang kebingungan.
"oppa kenapa menagis? Apa salah ku oppa? Apa aku membuat oppa terluka?" ucap baekhyun smabilterus menatap, sehun yang malu karena dia menangis memeluk tubuh itu sebenarnya sedari tadi dia ingin memeluk gadis itu, karena sumpah demi apa pun dia sangat merinduka baekhyun.
Dan baekhyun hanya terkejut lalu detik berikutnya di tersenyum maklum sambil mengusap punggung sehun lembut.
"kau salah baekhyun-ah. Kau salah dan aku membenci kesalahan mu" setelah tenang sehun muali berbicara, tapi baekhyun terkejut mendengar ucapan sehun yang masih memeluknya tapi malah menyalahkannya, apa kesalahannya.
"oppa apa kesalahan ku hiks" baekhyun tidak bisa menahan kesedihannya, disalahkan oleh sehun padahal selam ini, dia berjuan mengumpulkan uang agarsecara cepat agar dapat merayakan dan membelikan kado yang tepat di hari ultah sehun.
"hei kenapa kau yang menangis heum?" Tanya sehun sambil mengelus pipi baekhyun sayang, dan dia terpaksa melepaskan pelukannya pada baekhyun
"karena hiks oppa menyalahkan ku, apa kesalahan ku oppa?" ucap baekhyun masih terisak
Sehun yang mendengar itu tersenyum tampan lalu memeluk tubuh gadis kecintaannya lagi
"hmm karen kau memang salah baekhyun-ah, kau salah besar membuat oppa merindukan mu selam dua hari, kau tidak terlihat di bangun dan ketika mata oppa ingin terlelap, kau menyiksa oppa, oppa merindukan mu baekhyun ah"ucap sehun sambil mengelus rambut belakan baekhyun, setelahnya di melepaskan pelukannya pada baekhyun ingin melihat wajah gadis itu.
Baekhyun terkejut mendengar semua kesalahannya, ternyata dia membuat sehun merindukannya, itu membuat dadanya terasa penuh seperti ada banayak kupu –kupu kebahagiaan di dalam hatinya.
'astaga merindukan ku dia bilang, ya tuhan beruntung atau memang aku lahir di baptis dengan air yang teramat suci, kenapa ada banayak kebahagiaan di dalam kehidupan ku, astaga my idol miss me, aaaajvliugf;oifhvihj, berkah sekali hidup ku' batin baekhyun girang
"oppa merindukan ku?" Tanya baekhyun
"iya sehun merindukan baekhyun-nya"
'apa dia bilang sehun merindukan baekhyun-nya? Baekhyun-nya? BAEKHYUN NYA? NYA? Apa akus sudah jadi miliknya sekarang kyaaaa asshgsahs,jhfjyfsv' baekhyun terus membantin dalam hati omongan sehun tadi membuat pipinya memerah dan merona dia teramat malu dan bahagia di katakana milik sehun secara tidak langsung.
Melihat keterdiaman baekhyun dan rona di wajahnya sehun tersenyum sangat manis tanpa di ketahui gadis itu, sehun tahu kalau dia bersikap manis nanti baekhyun akan canggung dari itu dia ingin kembali terlihat menyebalkan. Dia membuat senyum menyeringai di wajahnya.
"iya kau membuatku merindukan mu, aku rindu menghancurkan rambut mu, aku rindu melihat kau bekerja membarsihkan rumahku"ucap sehun santai lalu berjalan menuju sofa itu membuat baekhyun kaget astaga dia sudah bahagi malah sehun merindukannya sebagai pembantunya.
"dan sebagai hukumannya mala mini temani aku minum-minum" lanjut sehun
"tidak besok aku bekerja nikmati saja kue dan minum lah yang banayak" ucap baekhyun mau berjalan, tapi tangan sehun menahan tangannya, menariknya kuat hingga baekhyun terduduk di pangkuan sehun, itu membuat baekhyun tidak bisa bernafas barang sedetik pun hingga akhirnya sehun berkata lagi
"apa baekhyun-nya sehun tidak ingin menemani sehun-nya?"ucap sehun penuh penekanan nya untuk menganggu baekhyun. Dan yah ini slah satu kebahagian sehun lagi menganggu si gadis, dia juga merindu kan wajah kesal baekhyun yang entah kenapa memang imut.
"berhenti menggunakan bahasa yang seperti itu, itu menjijikan asal kau tahu" ucap baekhyun bangkit tapi di tahan oleh sehun yang mencengkram bahu baekhyun untuk tetap bertahan seperti posisi.
"tidak akan ku biarkan kau bangkit kalau perlu kau dan aku tidur dalam posisi begini satu malaman" ucap sehun di telinga baekhyun yah dengan tujuan yang jelas menganggu baekhyun hehe
"apa mau mu hu?" Tanya baekhyun sinis, dia benar-benar unmood lagi.
"temani aku minum, ayolah ini hari ulang tahun ku, kau tidak ingin mengfabulkan permintaan ku"
"baik, tapi aku tidak mau seperti ini duduknya"
"iya aku akan membiarkan kau duduk di samping ku, asala jangan menggunakan tipuan"
Aku tidak akan menipu mu oppa tampan" ucap baekhyun penuh penekanan
Mereka bersulang dan minum bersama, baekhyun hanya minum sedikit sekali, dia tahu tubuhnya sangat lemah terhadap alcohol, sehun yang sudah banyak minum dia masih setengah sadar lalu berkata
"anggur itu hanya berwarna merah" ucap sehun ngelantur sambil berusaha menegakkan tubuhnya yang sempoyongan. Baekhyun hanya diam bekhyun tidak mabuk dia masih sepenuhnya sadar karena dia hanya minum sedikit. Hanya seteguk ketika mereka bersulang tadi.
"sementara kau baekhyun-ah kau gadis cantik yang memberikan banyak warna di hidup ku.." ada jeda sedikit di kalimat sehun dia menggeleng gelengkan kepalanya.
"kau seperti pelangi ku, setelah badai ku berlalu" ucap sehun mengecup singkat dahi baekhyun, baekhyun hanya terdiam dan sehun melanjutkan ciumannya ke bibir baekhyun, bibir yang selama ini ingin sehun lumat dan gigit, bibir yang selama ini ia harapkan dapat ia rasakan manisnya.
Sehun melumat lembut bibir baekhyun, mencurahkan semua emosi yang ada di hatinya, dia ingin baekhyun tahu perasaannya di baik ciuman mereka, sehun melanjutkan ciumannya dengan terus menyalurkan perasaannya dengan banyak cinta kepada baekhyun.
Baekhyun hanya diam dan akhirnya ikut membalas lumatan sehun, dan bisa baekhyun rasakan dari balasan ciumannya sehun tersenyum di tengah ciuman hanagat mereka, bagi baekhyun ini semua terasa indah dan manis seperti candunya pada semua hal hal manis, dan bibir sehun setelah ini dan seterusnya juga akan menjadi daftar list hal pertama paling manis di dunia yang menjadi kegemaran dan candunya.
"jangan pergi kemana pun, jangan tinggalkan aku" ucap sehun setelah melepaskan ciuman mereka
"bisakah kau jadikan ini rumah mu baekhyun, jangan pulang ke rumah lain, anggaplah ini rumah mu, agar kau hanya punya tujuan pulang kemari, bisakah sayang?" ucap sehun dia khiri oleh ciuman kemabali tentunya sehun duluan yang memulai. Sehun menyudahi ciumannya dan memandang gadis itu dengan tersenyum lemah namu tetap indah, baekhyun yang melihat itu sadar sehun sedang memohon padanya ya walaupun dalm keadaan mabuk tapi sehun menampilkan raut wajah yang sedih. 'apa permohonan ini tulus?, apa dia benar benar tidak mau kehilangan ku?' batin baekhyun bertanya lalu di kejutkan oleh kecupan-kecupan kupu-kupu sehun di bibirnya yang hampir bengkak karena dari tadi tidak henti-hentinya di cium oleh sehun.
Baekhyun terdiam, hal yang di lakukan sehun semakin membuat hatinya terasa benar benar membesar dan menghangat, bagaimana lagi baekhyun melukiskan keahagiaanya, dia amat bahagia di perlakukan semanis ini oleh sehun.
Sehun benar –benar sudah menyudahi kecupan-kecupannya tapi tidak bisa di pungkiri detak jantung keduanya sama –sama belum kembali normal, terutama baekhyun saat sekarang memandang wajah tersenyum seorang Oh Sehun
"jangan kembali ke china" ucapnya sambil tersenyum sedih.
"tidak oppa aku harus kembali, aku punya kewajiban disana, tapi akan ku pastikan aku akan kembali karena aku sudah menentukan kalau bukan apartemen ini rumah ku.." ada jeda di jawaban baekhyun itu mebuat hati sehun turun naik, dia serasa naik role coaster
"tapi hati mu oppa yang menjadi rumah ku, pasti dan tentu aku akan kembali ke sisi mu" ucap baekhyun mengecup bibir sehun singkat dan sehun tersenyum singkat setelahnya dia tumbang tidak sadarkan diri
"aku tidak akan meninggalkan mu oppa, walaupun kau tidak ingat pernah memintaku sepeti tadi, aku tidak akan meninggalkan mu" ucap baekhyun yang melihat sehun tidak sadarkan diri kerna dia sudah tertidur.
Flashback off
"hei noona masih saja melamun, melamuni ketampanan ku ya"
"astga kai hitam kenapa berbicara percaya diri sekali?" ucap minseok yang melintas begitu saja, kai yang mendengar kulit eksotiknya dihina hanya menghadiahi tatapan tajam kepada noona berpipi bakpau itu.
"noona ingat perjanjian kita saat bertemu pertama sekali?"
"perjanjian apa kim ah kai?"
"kalau aku akan tahu nama mu setelah kita bertemu untuk kedua kalinya"
"ah begitu, baikalah namaku…"
Ting
Bunyi bel yang menandakan ada yang masuk toko
"ah bos datang" ucap jongdae
'hah bos, ah pemilik café ini siapa dia'
"selamat datang bos" ucap minseok dan jongdae membungkuk diikuti kai dan baekhyun
"mm ya terimakasih" ucapnya membuka kaca mata
Deg
'itu kan..'
.
.
. TBC
huwaaa up up alhamdulillah gak jadi di hapus ni ff, eh canda deng bukan pengen di hapus deh tapi pengen di hiatusi aja karena gak tau kenapa bener-bener ilang aja feel nya waktu nulis ni ff udah ada 3 kali buka ni ff di laptop buat lanjut ngetik cuma yagh lagi dangkal inspirasi sebaek tapi..
thank banget buat yang selalu setia nungguin ff ini dan makasih banget buat SESEBAEK yang udahngingetin buat lanjut ff ini terus, dan aku cuma mau bilang aku pasti bakal nyelesain ini ff kok, dan buat shiper SEBAEK HUNBAEK yang ngerasa punya ff SEBAEK , kita harus tetap semangat nulis ya jangan sampe kita berhenti nulis cuma gara gara kita mino kali yah?
semangat buat yang lain ya.. sebaek shiper juga yah... hwaiting saranghae:*
