STILL YOU – Chapter 1

Cast:

Kim Ryeowook (ultimate bias)

Cho Kyuhyun

Cho Haejin

Cho Umma

Kim Harabeoji

Kim Heechul

Kim Hankyung

Etc

Genre & Warning: Yaoi. Romance. Drama. Boys Love.

Pariring: RYEOHYUN / WOKKYU (bukan KyuWook)

Author's note: Cerita hanyalah fiktif belaka.

HALO! Akhirnya update juga setelah berabad abad hehe. Maafkan author yang udah lama gak update cerita ini ne. Karna lanjut MLFY dulu kemarin-kemarin, dan ada cukup banyak perubahan di chapter ini dibanding draft awalan jadi perlu waktu untuk mengubahnya.

Terima kasih untuk review dan respons yang baik dari kalian semua. Agak bikin author takut mengecewakan ekspetasi kalian sebenernya, tapi ya udah dicoba aja deh, hehe. Entah bagaimana rekasi nya, untuk kritik dan saran silahkan review ya ^^ Mungkin chap. Ini masih agak boring karna baru narasi. Tapi memang FF ini konsepnya ringan aja haha biar ketawa obat kangen gak ada Ryeowook hehe.

Baiklan, maaf untuk typo dan banyak pengulangan. Selamat Membaca!

(mungkin kalian udah lupa ini cerita apa, bisa dibaca lagi Prolog chapter sebelumnya, HAHA (karna udah kelamaan, jangan timpuk author XD) )

OooooO

Tale as old as time

True as it can be

Barely even friends

Then somebody bends

Unexpectedly

OooooO

Disatu pagi yang damai dikediaman Cho

"Pagi appaaa ummaaa"

"Pagi sayang. Ayo sini sarapan Kyuhyun-ah" Cho umma langsung dengan sigap menyodorkan roti yang sudah dioleskan selai dan segelas teh hangat kepada Kyuhyun saat putra semata wayangnya yang baru saja tiba duduk manis di meja makan.

"Hehe gomawoyo umma" Kyuhyun menerima dengan senang hati dan keluarga kecil itu pun menyantap makan pagi mereka dengan damai.

"Kyu, kamu tidak ada acara akan Sabtu ini. Ingat ya kita ada janji makan siang bersama Harabeoji."

"Heeh. Aku ingat kok umma" ujar Kyuhyun sambil menggukan kepalanya. Akhir pekan ini mereka sekeleuarga akan diundang makan siang bersama ayah angkat nya Cho appa, yaitu Kim harabeoji yang juga adalah pendiri pemimpin keluarga sekaligus semua perusahaan kelurga Kim.

Minggu ini bukan minggunya Chuseok memang, hanya sedang ada acara spesial saja yaitu ulang tahun nya Kim Harabeoji makanya mereka diundang untuk makan bersama.

"Duhh kalau bukan karna ulang tahun Harabeoji.. Aku tidak akan mau datang deh ke acara tersebut..." keluh Cho umma sekilas mengingat persiapan yang harus segera dilakukannya demi acara satu itu. Bukanya tidak senang bertemu dengan ayah mertua nya, tapi Nyonya Cho merasa kurang nyaman dengan kehadiran saudara iparnya disana.

"Sabarlah yeobo... Hanya makan siang saja, paling cuma beberapa jam.. Jangan dianggap serius lah..." Sang appa mencoba menenangkan suasana, sedangkan Kyuhyun... Putra pasangan tersebut hanya diam saja mendengarkan sambil terus mengunyah.

"Iya sih yeobo.. Malas saja, kalau bertemu dengan istrinya Jongwoon, dia pasti akan membangga-banggakan prestasi anaknya lagi! Cih.. Menyebalkan.. Saudara iparmu, tuh!" Ujar sang umma menodong sembari menyikut lengan Cho Haejin, suaminya selama 30 tahun terakhir.

Kyuhyun hanya mengangguk-angguk mendengarkan lagi.

"Tetap saja, mengertilah.. Kalau bukan abeonim yang mengundang aku juga tidak akan mengajakmu dan Kyuhyun" jawab sang appa sambil bergantian mengunyah.

"Nee. Aku juga menghagai abeonim saja.. Kalau tidak sih... Ck" tambah sang umma dengan nada malas dan kesal.

"Pokoknya minggu depan kita harus tampil keren ya! Kamu juga Kyu, keluarkan kemeja dan sepatu terbagusmu, kalau perlu beli yang baru nih pakai kartu umma. Kita tidak boleh kalah keren dari keluarga nya Jongwoon!" Susul sang nyonya rumah lagi dengan ber api-api.

Kyuhyun yang mendengarkan dengan patuh hanya bisa mengangguk angguk. "Algesseo ummaaa" gumamnya singkat. Tidak perlu pamer pun Kyuhyun sudah cukup pede dengan gaya nya sendiri sih.. Tapi kalau umma nya menyuruh lagi.. Baiklah, tentu saja Kyu akan menurut dan tampil maksimal di pertemuan keluarga mereka nanti.

Hahh... Tidak Kyuhyun sangka, acara reuni keluarga tidak langsung-nya minggu depan ternyata akan menjadi sesuatu yang cukup menegangkan...

Padahal dari luarnya ini hanyalah sebuah pertemuan biasa.. Kim harabeoji, kakek tidak langsung Kyuhyun dari pihak ayahnya ber ulang tahun ke 80 maka tahun ini mereka rencananya akan untuk berkumpul bersama.

Walaupun keluarga Cho sudah seperti bagian dari keluarga inti keluarga Kim, namun sebenarnya Cho appa bukanlah anak kandung dari Kim harabeoji. Terlihat dari marga mereka yang masih berbeda, iya kan?

Ya, Cho Haejin dan adiknya memang sudah yatim piatu sejak usia remaja. Ayah mereka adalah pengusaha yang adalah sahabat Tuan Kim. Saat anak-anak nya masih kecil, mendiang ayah Cho Haejin tiba-tiba meninggal karna serangan jantung membuat kedua anak itu jadi sebatang kara tanpa relatif dekat di Seoul. Di Seoul waktu itu, angkatan Kim harabeoji dan teman-temannya adalah para perantau ke ibukota mencoba peruntungan, jadi para Cho kecil tidak punya relasi lainnya yang mampu untuk menjaganya.

Jadilah saat itu, puluhan tahun yang lalu Cho Haejin dan Jongwoon diangkat secara informal oleh Taehyun dan mendiang istrinya. Walaupun tidak berganti marga dan secara ekonomi Jongwoon dan Haejin tidaklah bergantung pada keluarga Kim, tetap mereka pun tumbuh bersama, dan Kim harabeoji lah yang menyimpan semua warisan ayah Keduanya selama menunggu anak itu besar, menyekolahkannya, dan barulah setelah itu melepas mereka untuk bertumbuh mandiri masing-masing.

Jadi, selain anaknya sendiri, Kim Taehyun yang adalah seorang pembisnis ulung ikut membesarkan dua putra lainnya yang untungnya sekarang pun sudah sukses dengan caranya masing masing.

Walaupun tidak sekaya keluarga Kim, secara informal kedua Cho sudah tergolong sukses dan masih didukung penuh oleh Taehyun, maka itu hubungan persaudaraan mereka pun masih terjalin dengan sangat baik dan tidak pernah putus.

Jongwoon dan Haejin sama-sama punya anak laki-laki. Semuaa cucu Kim Taehyun laki-laki, ia sendiri juga tidak mengerti kenapa.

Putra Cho Jongwoon dan Youngwoon adalah Cho Siwon dan Cho Kibum. Sedangkan Haejin, putra semata wayangnya tidak lain tidak bukan diberi nama Cho Kyuhyun.

Jadi, begitu lah perkenalannya..

OoooO

Minggu depannya, acara makan bersama untuk memperingati ulang tahun Kim Harabeoji pun tiba juga.

Pria yang masih gagah walaupun rambutnya sudah memutih semua tersebut datang bersama Hankyung dan Heechul yang tinggal satu rumah bersamanya. Keluarga Cho pun semuanya hadir, lengkap bersama istri dan putra masing-masing.

Senang rasanya semua bisa berkumpul lengkap lagi, karna biasanya mereka semua hanya bertemu setahun sekali saja, yaitu saat Chuseok atau tahun baru. Itupun tidak pernah lengkap karna Kyuhyun selalu absen atau berhalangan hadir.

Genap 10 orang duduk manis siap menyantap makan siang mereka hari itu. Kim Taehyun, Kim Hankyung, Kim Heechul, dan 7 orang dari keluarga Cho.

Ada yang nanya cucu kandungnya Kim harabeoji sendiri kemana?

Yap.. Diantara 4 cucu,sayang sekali cucu kandungnya Taehyun sendiri yaitu Kim Ryeowook yang harus absen hari itu. Karna... Ryeowook sedang sakit mag akut hingga harus dirawat dirumah sakit.

Flashback,

Sedikit mundur 2 minggu yang lalu:

Awal bulan depan adalah hari ulang tahun ayah mertuanya yang ke-80. Sebagai menantu yang baik, Kim Heechul sudah menandakan hari spesial ini baik-baik, dan sudah berniat untuk bertanya pada ayahnya sendiri secara langsung pagi ini, bagaimana beliau mau merayakan hari jadi spesial nya tahun ini.

"Abeonim..." Panggil Heechul pagi itu saat Kim Harabeoji sedang berjemur pagi diteras.

"Ye?"

"Dua minggu lagi kan appa akan berulang tahun ke 80, appa ingin merayakannya dengan cara apa? Mau mengundang kolega? Atau kita makan bersama keluarga besar saja?" Tanya Heechul dengan pelan kepada sang ayah yang sudah berumur, namun untungnya masih cukup sehat ini.

"Oh ya? Tahun ini... Ulang tahunku yang ke 80 ya...?" Tanya Taehyun balik, sudah tidak mengingat usianya sendiri lagi.

"Ne abeoji..." Heechul masih menjawabi degan sabar. Sangat wajar kalau mertuanya sudah mulai pikun.

"Aigoo... Usiaku sudah 80 tahun... Tapi kalau dipkir-pikir aku masih belum juga punya cicit juga..." Gumam Kim harabeoji pelan sambil terlihat berfikir, tapi jadinya malah menyimpang dari pertanyaan awal. Nah loh ditanya apa jawabnya apa...

"Dulu... Jaehoon, beberapa tahun yang lalu... Saat dia meninggal... Cicitnya sudah berentetan lebih dari lima, iya kan?"

Heechul mengangguk mengiyakan dan mendengarkan cerita sang appa dengan sabar. Puluhan tahun tinggal bersama mertuanya, Heechul sudah tau benar sifat sang appa yang kadang memang suka bercerita dan hanya perlu didengarkan.

"Padahal.. Waktu itu usianya baru 70... 75 ya? 70 berapa Heechul-ah, saat Jaehoon meninggal?"

"78 tahun appa" jawab Heechul dengan taat, mengingat-ingat upacara pemakaman kepala keluarga salah satu relasi keluarga mereka tersebut.

"Nah.. Iya. Aku... Tahun ini sudah menginjak kepala 8.. Tapi masih.. Belum punya cicit juga." Ujar Kim Taehyun dengan tenang sambil menggelengkan kepalanya, dan Heechul pun hanya bisa terdiam saja mendengarkan.

Isu ini sudah pernah dibahas sebenarnya sebelumnya. Kim harabeoji cuma orang satu putra dan satu cucu. Jadi kalau mau memiliki penerus selanjutnya ya... Harapannya hanya kepada Ryeowook seorang.

"Aish… Ryeowookie itu... Berapa usia Ryeowook tahun ini, Heechul-ah?"

"28 appa"

"Dua puluh delapaaan?" Ulang sang kakek dengan cukup kaget.

Heechul sedikit panik melihat reaksi ayahnya tersebut. Ada apa dengan 28?

"Panggil.. Panggil Ryeowookie kesini!" perintah Kim Harabeoji dengan jelas kepada salah satu pelayan, dan tanpa perlu di instruksikan dua kali pun sang pelayan langsung memanggil Tuan Muda Ryeowook untuk turun dari lantai atas untuk bergabung dengan mereka disana.

Semenit kemudian, seorang pria ber-rambut hitam dengan mata sipit tiba di teras dimana ibu dan kakeknya sedang duduk-duduk berdua

"Selamat pagj harabeoji... Umma... " Sapa Ryeowook dengan sopan. Tentu saja sebagai anggota keluarga termuda Ryeowook harus selalu bersikap sopan saat berada dirumah, terutama saat didepan sang harabeoji.

"Ryeowook... Ibumu bilang usiamu 28 tahun ini" ujar sang kakek langsung tanpa basa basi.

"Ne.. Itu benar harabeoji. Waeireyo?" Ryeowook sama bingung nya dengan sang umma saat ditanyakan mengenai umur secara tiba-tiba seperti ini.

"Aigoo... Apakah kamu sudah punya pacar?"

"Eumm.. Be... Lum. " Jawab Ryeowook dengan setengah ragu harus antara jujur atau bohong.

"Belum?! Aigooo... Kapan.. aku bisa punya cicit..." Kim harabeoji langsung menghela nafas panjang kecewa dan menundukkan kepalanya seperti menahan sakit saat mendengar berita tersebut. Heechul dan Ryeowook langsung sedikit kelebekan merasa bersalah melihat reaksi kakek yang seperti itu.

"Appa.. appa tidak apa apa kan? Aku dan Hankyung sudah menasehati Ryeowook agar segera menikah kok.. Semoga Ryeowook bisa segera menikah secepatnya ya... Agar appa bisa segera punya cicit... Tapi jangan terlalu dipikirkan lah appa…" Heechul mencoba menenangkan ayah mertuanya dengan sebaik mungkin. Ryeowook sendiri pun jadi terdiam seribu bahasa tidak tau harus melakukan apalagi hanya bisa berdoa dalam hati. Bukannya apa, Heechul maupun Wookie hanya takut harabeoji terkena serangan jantung!

"Aigoo... Anak jaman sekarang... Memang kadang susah kalau disuruh menikah... Mereka itu.. Sibuukk dengan kehidupan masing-masing. Sampai tidak perduli tentang kebutuhan akan orang lain, iya kan, Ryeowookie?!"

Heechul maupun Ryeowook merasa sedikit lega saat Kim harabeoji sudah banyak bicara lagi akhirnya

"Ne harabeoji" Ryeowook hanya mengangguk patuh

"Kalian ini... Menganggap enteng arti menikah... Sampai nanti sudah terlalu tua.. Sudah 30 tahunan... Dan jarak orang tua dengan anak terlalu senggang... Kau tau." Kim Taehyun memulai kembali wejangan dan ceritanya seperti biasa.

"Kamu juga Ryeowookie... Dulu, jaman harabeoji dan ayah mu, kami itu masih susah,, cari uang untuk makan saja susah. Makanya kami berdua tidak buru-buru menikah Tapi kalian itu generasi muda.. Sudah sekarang hidup nyaman.. Aman.. Tidak ada perang. Tunggu apa lagi untuk menikah?!" Ryeowook maupun Heechul masih mendengarkan dengan seksama dan hanya bisa terdiam sambil sesekali menganggukan kepala tanda mendengarkan.

Heechul dalam hati merasa sedikit bersalah saat mendengar ayahnya harus bicara seperti ini. Niatnya mengingatkan hari bahagia, malah menghasilkan beban pikiran.

Dan juga... Saat ayah nya mengeritik Ryeowook. Tentu saja Heechul pun merasa bersalah. Sebagai umma ia juga yang lalai tidak mengingatkan putra semata wayang nya ini untuk segera menikah.

Heechul tau track record pacaran Ryeowok, dan memang sudah beberapa bulan lewat sejak terakhir Ryeowookie putus dari pacar terakhirnya. Entah apa yang membuat anaknya ini belum juga menemukan pasangannya sampai sekarang.

Kim harabeoji pause sejenak untuk mengalemkan emosinya sekaligus terlihat berfikir serius tentang sesuatu.

"hft…. Kalau sudah begini.. hmmm. arratta! Kalau kamu memang sulit menemukan jodoh, bagimana kalau dijodohkan saja, Ryeowookie?!" Pria yang sudah memiliki banyak sekali pengalaman dalam hidup tersebut dengan cukup tiba-tiba langsung kedapatan satu ide dan langsung melontarkan nya secara blak-blakan.

"Supaya kamu cepat menikah dan punya anak sebelum harabeoji meninggal... Ada baiknya kalau kami... Kakek dan orang tuamu yang akan mencarikan pasangan atau istri... Untukmu Ryeowookie!" Ujar Kim Taehyun dengan semangat.

Ekspresi terkejut lagi-lagi sedikit tercetak dari wajah Heechul umma maupun Ryeowook walaupun hanya sekilas saja. Keduanya tidak menyangka kalau Kakek tiba-tiba menjurus semakin jauh hingga membawa topik perjodohan seperti ini. Tapi, kedua ibu dan anak tersebut masih bersikap tenang dan hanya mengiyakan permintaannya untuk sekarang.

"baiklah kami mengerti Abeonim.. Sudah tidak usah dipikirkan lagi ya.. Kita berdoa saja supaya Ryeowook bisa menikah tahu ini Abeonim" Heechul mulai memijat ringan pundak Taehyun agar ayah mertuanya tidak merasa khawatir lagi.

"Aku serius loh, Heechul-ah. Mulai sekarang kita harus mulai mencarikan calon yang cocok untuk Ryeowook." Ujar Kim harabeoji lagi dengan lantang.

"Iya appa…. Aku mengerti. Akan segera kucarikan calon untuk Ryeowook ya.. Appa tenang saja.." balas Heechul dengan patuh dan tentu saja serius mengikuti permintaan Taehyun yang satu ini.

"Sudah Ryeowook-ah, kembali ke kamarmu gih. Kita lanjut membicarakan rencana perayaan ulang tahun ya appa"

Ryeowook yang sejak tadi hanya berdiri diam pun menghela nafas lega, akhirnya dia bisa bebas juga

"em baiklah, kalau begitu aku permisi Umma, Harabeoji" Ryeowook membungkuk hormat lalu melangkahkan kakinya menjauh sambil tersenyum sarkasme lebar-lebar.

Hahah.. dijodohkan.. Ryeowook yang sekarang sudah tidak terlalu merasa terkejut saat mendengar istilah tersebut. Perjodohan bukanlah sesuatu yang baru bagi kehidupan pribadinya. Harabeoji bukanlah orang pertama yang ribut menyuruhnya menikah. Setahun dua tahun lalu ibu nya sendiri pun tidak jauh dari pemikiran Harabeoji saat ini. Dan solusi perjodohan jugalah yang dipakai oleh sang umma. Tapi.. mencari calon yang cocok pun tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ryeowook tau betapa pemilihnya mereka sekeluarga.

Tidak Kakek, tidak appa, tidak umma, tidak juga dirinya sendiri. Semuanya pemilih. Terlalu banyak kualifikasi yang harus dicapai oleh calon pendampingnya nanti. Heechul umma pernah giat menjodohkannya dengan beberapa orang tapi tidak satupun lolos ke tahap kedua. Ada yang ternyata tidak sopan tindak tanduknya, ada yang keterlaluan materialistis dan sangat penjilat, sedangkan yang lainnya antara masih dibawah umur, sudah menikah, atau sudah punya mantan suami/istri sebelumnya. Keluarga Kim tentu saja tidak mau menerima 'barang bekas', ataupun menyuruh anaknya jadi semacam fedofilia. Haha, pokoknya susah deh mencari pasangan di jaman sekarang. Maka itulah Ryeowook tidak pernah takut akan istilah "perjodohan". Kalau orang tuanya mau mencarikan calon untuknya bagus malah, jadi ia tidak harus usaha. Kalau, kalau sudah bisa ditemukan orang yang tepat ya. Ulang Ryeowook lagi dalam hati.

Flashback ends

Kembali ke masa sekarang.

OoooO

"Ahh Kyuhyun-ah.. Lama tidak bertemu, ya!" Ujar Yougwoon ahjuma yang adalah istrinya Cho Jongwoon membuka pembicaraan sembari menunggu makanan datang. Semua anggota keluarga duduk melingkar disatu meja besar saat ini. Berderetan dari keluarga Kim, Cho Haejin lalu Cho Jongwoon.

"Ne. Annyonghaseyo ahjumonim, ahjussi" Kyuhyun membungkuk lagi dengan sopan kearah paman dan bibirnya tersebut saat ia disapa lagi secara langsung.

"Sudah sejak kapan Kyuhyun kembali ke Seoul, Eunhwa ssi? Sepertinya belum terlalu lama ya..." tanya Youngwoon kepada saudara iparnya yaitu umma nya Kyuhyun langsung.

"Sudah sejak September kemarin.. tapi Kyuhyun memang masih agak jarang keluar rumah. Dia masih adaptasi sejak kembali ke Korea."

"Ahhh.. Arratda... Berarti belum genap dua bulan ya?! Kalau begitu kamu masih perlu belajar banyak lagi dari ayahmu ya Kyu... Supaya bisa secepatnya masuk kantor.. Hahah" ujar nyonya Cho lagi.

"Tidak seperti anak-anak ku ini.. Kibum maupun Siwon.. Mirip seperti Ryeowook.. Sudah bertahun-tahun membantu appa nya di perusahaan... Jadi Jongwoon dan aku bisa banyak bersantai dan liburan keluar negeri tiap tahunnya melepas pekerjaan.. Haha.. Beruntungnya ya punya anak-anak yang bisa diandalkan Eunhwa ssi." Sindir Cho Youngwoon sembari membanggakan kedua putranya sendiri.

Kyuhyun memang baru lulus S1 saat usianya 25 tahun, yaitu tahun lalu, sangat telat dibanding teman-teman seumurnya karna satu dan dua hal. Dan satu fakta ini lah yang sering membuat Bibinya ini memandang Kyuhyun sebelah mata. Kyu memang sejak dulu tidak terlalu menonjol dalam bidang akademia seperti kedua sepupunya, tapi... Tidak berarti juga nyonya Cho yang satunya lagi tidak bisa membalas omongan pedas yang ditujukan secara tidak langsung kepada keluarganya tersebut.

"Aniyo.. Aku dan Haejin sih sejak dulu santai saja Youngwoon ssi.. Tanpa bantuan Kyuhun pun kami memang rutin jalan-jalan kok sejak dulu mengunjungi Kyuhyun, suamiku bukan tipe workaholic yang terlalu obsesi berkerja dan mengejar pendapatan perusahaan untungnya.." Balas nyonya Cho tidak kalah pedas.

"Dan juga.. Kami memberikan Kyuhyun pilihan dia mau melakukan apa.. Makanya kalau Kyuhyun sudah merasa siap nanti, baru ayahnya akan menyuruh masuk kantor.. Kami tidak pernah memaksa Kyu mau kuliah apa dan kerja dimana.. Agar anak kami pun juga tidak merasa tertekan."

Akhirnya pembalasan panjang lebar tersebut pun selesai juga. Keluarga Kim dan harabeoji pun hanya mendengarkan saja kedua nyonya rumah ini membela keluarga masing-masing..

Semua orang tau benar kalau Kibum dan Siwon putra mereka sejak dulu dikekang masuk sekolah apa dan harus berkerja dimana. Umma nya Kyuhyun tau jelas Youngwoon ssi boleh saja membanggakan kinerja dan prestasi kedua putranya itu, tapi tidak berarti juga kalau hanya anaknyalah yang paling sempurna didunia, karna.. Putra kami pun tidak kalah cemerlang kok prestasinya. Persaingan yang cukup sengit tidak pernah selesai dari dulu sampai sekarang diantara kedua saudara ipar ini, memang.

Nyonya Kim yang sedari tadi tidak berkomentar pun akhirnya mencoba mengalihkan topik pembicaraan untuk mengademkan keadaan.

"Ahhh.. Tidak terasa, anak-anak sudah besar ya... Youngwoon ssi, Eunhwa ssi.. Ryewook, Siwon, Kyuhyun dan Kibum.. Semuanya sudah dewasa dan sibuk dengan karir masing-masing.. Tinggal menunggu hari untuk kita segera bisa menimang cucu sepertinya, ya? Ahhahaahh"

"iya betul.. cepat ya waktu berlalu itu" ujar Youngwoon setuju.

"iya unni, waktu berlalu begitu cepat. Tau nya anak-anak sudah besar saja"

"duh senang ya putramu sekarang sudah begitu mapan Heechul unni. Jadi kapan nih kita dapat undangan pernikahannya Ryeowook?" sambung Youngwoon mulai menjamah topik pernikahan

"iya betul unni… Ryewook harus duluan menikah, baru mungkin setelahnya Siwon, Kyuhyun dan Kibum menyusul punya pacar juga"

Para ibu-ibu mulai bergosip ria..

"aduh.. jangankan bicara pernikahan. Ryeowook masih single sampai sekarang…"

"oh yaa?"

"Iya.. Kalau anakku mah memang susah.. Kalian tau sendiri Ryeowook seperti apa.. Aku belum melihatnya dekat dengan orang lain lagi sejak ia putus dengan mantan terakhirnya" ujar Heechul berkeluh kesah sendirian.

"Yaampun… Ternyata Ryeowook tidak jauh berbeda dengan Siwon, ya Heechul unni. Putraku juga.. Setiap kali ditanya kapan menikah, jawabannya selalu hanya belum ada calon yang cocok saja! Padahal tahun demi tahun kan lewat dengan cepat ya!"

"Nee benar" Heechul dan Eunhwa menanggukan kepala 100 persen setuju.

"Si bungsu juga, selama hyungnya belum menikah ia pun jadi menghindar, selalu jawabnya tunggu Hyung dulu menikah. Aigooo... Entah kapan kami bisa dapat menantu"

"Iya benar sekali! Bagaimana denganmu Eunhwa ya, apakah Kyuhyun sudah punya pacar?" tanya Heechul bergantian.

"Aniyo.. Kyuhyun juga masih single, unni... Kyu banyak pindah-pindah, dan dia baru beberapa bulan juga kembali ke Korea.. Temannya belum banyak..." Jawab Cho Eunhwa dengan cepat menjelaskan.

Objek yang dibicarakan yaitu Choi Siwon, Kibum dan Cho Kyuhyun walaupun ada disana pun tidak banyak komentar dan hanya bisa mendengarkan dalam diam saja. Biarlah umma umma mereka mau berkata apa.. Saat kumpul keluarga memang sudah secara tidak langsung sama saja dengan sesi bergosip ria.

OoooO

Sembari membicarakan hal tersebut Kim harabeoji pun hanya mendengarkan sambil memperhatikan wajah cucu-cucu angkatnya ini satu persatu.

Siwon.. Kibum.. Lalu Kyuhyun.. Dan entah kenapa berhenti di Kyuhyun.

"Kyuhyunie.. Sekarang tampan dan sudah terlihat matang sekali Haejin-ah. Pasti putramu ini banyak yang suka, ya? Hahaha…" tiba-tiba Kim harabeoji juga ikut angkat bicara langsung terarah pada Cho Kyuhyun seorang.

"Animnida.. Sama saja seperti yang lainnya abeonim... Kyuhyun masih perlu banyak belajar untuk mendapatkan pengalaman dalam berkerja dulu" jawab Cho Haejin tentu saja tidak langsung menjawab iya, sambil sedikit merendahkan diri walau memang kenyataannya keimutan wajah Kyuhyun memang sangat menonjol. Putra nya satu ini cukup awet muda.

"Ahhh.. Sayang sekali kalau begitu... Tapi berkerja terus tidak pentinglah... Dalam mencari jodoh itu juga penting loh! hahhhaha" Sambung Kim Harabeoji lagi

"Usia Kyuhyun juga sepertinya tidak jauh dari usia Ryeowookie, iyakan?" Gumam Kim harabeoji sendirian, membuat Kim Hankyung dan Cho Haejin hanya bisa tersenyum-senyum sendiri menghadapi ayah mereka yang sudah mulai lupaan.

"Hankyung-ah, berapa usia Ryeowook tahun ini?"

"28 tahun appa"

"Nah, Kyuhyun, berapa usiamu tahun ini?" Tanya harabeoji langsung bertatapan dengan Kyuhyunie

"26 harabeoji" jawab Kyuhyun dengan sopan

"Aigoo.. Kan, Kakek sudah tebak.. usia mu sudah 26, pasti teman-teman seusiamu sudah pada ber-keluarga, iya kan?!"

Lagi, isu pernikahan pun kembali terulang, hanya saja kali ini diangkat oleh Kim harabeoji langsung dan beliau kali ini hanya tertarik dengan Kyuhyun saja, entah mengapa dan kenapa.

Kyuhyun mengangguk dan menjawab dengan sopan.

"Ne harabeoji.. Beberapa dari mereka sudah menikah, tapi aku.. merasa belum siap untuk menikah.. hehe" jawabnya dengan lugas sambil sedikit cengengesan.

"Waeyo?"

"Pernikahan itu bukanlah hal yang mudah. Kita harus bertanggung jawab akan keluarga yang kita bangun, apalagi kalau sudah mempunyai anak dan membesarkan mereka... Tugas yang ditanggung sama sekali tidak mudah" jawab Kyuhyun dengan polos dan tenang mengutarakan opininya secara langsung kepada para anggota keluarga besarnya tersebut.

"Hahahahahahaha" Kim harabeoji hanya bisa menganggapinya dengan tertawa lepas mendengar jawaban cucu angkatnya yang sangat polos tersebut.

Usia memang tidak bisa dibohongi, wajah Kyuhyun terlihat sudah cukup matang walaupun masih banyak orang yang tidak menyangka kalau ia sudah berusia lebih dari 25 tahun. Tapi ya itu, mungkin karna Kyuhyun belum terlalu banyak terjun di dunia profesional, jadi pikirannya masih belum terlalu ribet ataupun berat.

"Tapi Kyuhyun sepertinya sudah terlihat cukup dewasa lohh untuk berpacaran" susul Heechul, iseng dan sedikit gemas dengan Kyuhyun yang sangat sopan ini.

"Hehe, aniyo ahjumonim, aku belum mau menikah.. Hehe" Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sendiri merasa malu karna semua mata tertuju padanya saat itu juga. Haduh.. Kenapa jadi aku yang menjadi pusat perhatian seperti ini.. Batin Kyuhyun.

Ooo

Setelah buah-buah keluar, sembari masih menyantap hindangan pencuci mulut, tidak disangka Kim harabeoji masih menaruh perhatian lebih pada Cho Kyuhyun lagi. Saat Kyuhyun berjalan melewati sang kakek, hendak kembali ke tempat duduknya semula, sang harabeoji mencegat Kyuhyun sejenak.

"Kyuhyun-ah, apakah kamu pernah pacaran sebelumnya?" Tanya beliau tiba-tiba membuat Kyuhyun merasa kaget dan terdiam seribu bahasa. Loh, kenapa kakek nya tiba-tiba menanyakan hal seperti ini?

Kyuhyun merasa sedikit kebingungan mau jawab apa.

"Hahaha jujur saja sama Kakek, cerita saja, kakek cuma ingin tahu kok" ujar Kim harabeoji dengan ramah melihat wajah Kyuhyun yang sedikit memerah.

"Hehe, sudah kek" jawab Kyuhyun jujur

"Ahh.. baiklah. Tapi kalau saat ini, apa Kyuhyun sudah punya pacar?" Tanya sang kakek lagi dengan cepat

Kyuhyun refleks langsung menggelengkan kepalanya

"Aniyo. Kenapa kek?" Tanya Kyuhyun

"ohh.. baiklah tidak apa-apa. Geurae, kembalilah duduk di tempatmu"

"Neee.. aku permisi kek" Kyuhyun pun akhirnya dengan patuh langsung kembali ke tempat duduknya di meja seberang.

OoooO

Setelah acara makan mereka selesai, ketiga keluarga itu pun kembali berpisah jalan di lobi utama hotel menunggu mobil masing-masing.

Sembari menunggu mobil mereka, Kim Taehyun atau sang harabeoji iseng memanggil menantunya lagi untuk mendekat.

"Heechul-ah"

"Ne appa?"

Kim harabeoji terlihat menimbang-nimbang sesuatu sebentar sebelum berbicara

"Cho Kyuhyun... Sepertinya cocok yang untuk Ryeowook, ya? Bagaimana menurutmu?" ujar Tuan Kim sedikit berbisik-bisik dengan menantu kesayangannya ini.

"Hahah, appa ini bisa saja." Heechul sontak tertawa kecil mendengarnya, ia kira ayah mertuanya ini hanya bercanda "tapi iya sih... Kyuhyun sepertinya anak baik-baik kok. Dia sangat polos dan sopan" jawab Heechul dengan jujur setelah dipikir-pikir lagi.

"Appa, mobilnya sudah tiba, ayo kita naik" Belum sempat harabeoji bicara lagi perbincangan mereka harus sudah dipotong saat itu juga untuk sementara.

OoooO

Keesokan harinya~

Pagi harinya setelah menyantap sarapan bersama, sebelum Heechul berangkat kerumah sakit untuk menjenguk putranya, lagi-lagi Kim Appa memanggilnya untuk bicara berdua lagi.

"Heechulah"

"Ne abeoji"

"Tentang Ryeowookie.. Bagaimana kalau kita menjodohkan dia dengan putranya Haejin?" ujar Tuan Kim langsung melontarkan idenya secara blak-blakan.

"Cho Kyuhyun maksud appa? Apa appa beneran yakin?" Heechul menyiapkan teh dan duduk menemani ayah mertuanya untuk mengobrol berdua.

Kalau Kim harabeoji sudah membahas sesuatu lebih dari dua kali, artinya ini pasti sudah serius sekali.

"Iya, Kyuhyun. Anak itu sangat tampan, wajahnya masih polos tapi juga terlihat dewasa..." Sambil menyesap teh hangat Kim harabeoji masih saja terus mengulang-ulang memuji Kyuhyun sejak kemarin. Entah kenapa Kyuhyun jadi seperti cucu favoritnya sekarang.

"Hemm. Aku cukup setuju sih appa. Tapi aku masih perlu mencari tahu lebih dalam lagi sebenarnya" ujar Heechul yang jadi ikut-ikutan mulai mempertimbangkan seperti ayah mertuanya ini.

"Tidak perlu dicari tahu lagi lah… Haejin kan masih putraku sendiri.. Sopan santun nya Kuyuhyun juga baik, dan wajahnya itu cerah, cocok kalau didampingkan dengan Ryeowookie."

Heechul hanya bisa tersenyum mendengar ucapan ayah nya barusan. Tidak ia sangka selama makan kemarin Kim harabeoji benar-benar memperhatikan satu persatu cucu angkatnya yang mana yang cocok untuk dilegalkan menjadi cucu mantu.

"Ne appa aku cukup setuju... Aku suka wajah Kyuhyun yang memiliki aura cerah, dia juga terlihat nyaman tidak berpura-pura... Sepertinya Kyuhyun memiliki sifat yang baik, ya appa" ujar Heechul mengeluarkan pendapatnya juga.

Tidak bisa ia pungkiri memang, ayah mertuanya ini memang memiliki mata yang bagus dalam melihat orang. Semua yang dikatakan ayahnya itu benar, tidak ada subjektivitas ataupun mengada-ada.

"Tapi kalau mereka tidak saling menyukai bagaimana, ya abeonim? Sulit untuk dipaksakan kalau mereka tidak menyukai satu sama lain..." Heechul masih realistis. Ia tau seberapa besar kepala putra semata wayang nya itu dan ia takut Ryeowook jadi memiliki niat yang tidak baik kalau terlalu ia kekang.

"Ani... Pertemukan lah mereka dulu... Kita lihat bagaimana perkembangannya... Kalau cocok, baru kita nikahkan mereka berdua, ne?" Ujar Kim harabeoji dengan bijak langsung memberikan solusi tercepat

"Baiklah, algesemnida appa" jawab Kim Heechul

"Kapan Ryeowook bisa pulang?"

"Besok siang appa. Malam ini malam terakhir Wookie dirawat inap."

"Ah, baguslah. Cepat beritahu kan kabar ini pada putramu ya, Heechul-ah"

"Ne aku mengerti appa"

Tuan Kim seperti sudah tidak sabaran sekali untuk melihat Ryeowook menikah, ditambah sejak melihat Kyuhyun kemarin. Hemm... menarik juga kalau Kyu bersanding dengan Ryeowook, pikir Nyonya Kim dalam hati.

Mengikuti perintah sang appa, selama di perjalanan menuju rumah sakit pun jadinya Heechul sudah benar-benar mulai merencanakan dengan matang, tentang kira-kira apa saja yang harus ia lakukan untuk bisa mengenal Kyuhyun dan keluarganya dengan lebih baik lagi. Hmmm… Entah kenapa perasaannya hari ini jadi mendadak selaras dengan pikiran Kim Haraeboji. Kyuhyun dan Ryeowook, siapa tau kalau mereka memang beneran jodoh, oh?

OoooO

Tidak lama kemudian Heechul pun tiba untuk menjenguk putra semata wayangnya itu dirumah sakit. Ryeowook sakit mag akut sejak 2 hari lalu sehingga harus dirawat inap. Tidak terlalu serius sebenarnya, tapi pas sekali bertepatan dengan ulang tahun Kakek nya; Membuat seisi rumah agak ribet kemarin karna Heechul jadi harus bulak balik kerumah sakit sebelum menghadiri acara makan siang perayaan ulang tahun Tuan Kim di satu hotel mewah di Seoul kemarin itu.

Setibanya di kamar rawat inap, Heechul langsung repot sendiri mengganti vas bunga bunga yang sudah layu, lalu membereskan meja nakas yang cukup berantakan antara tumpukan majalah, novel, jurnal, laptop, chargeran, dan handphone putranya semua jadi satu disana.

Ruangan VVIP itu tidak lah berantakan sebenarnya, tapi namanya juga ibu-ibu seperti Heechul. Hal sekecil apapun juga harus rapih. Dan bagi pria cuek seperti Ryeowook, ditinggal sehari pun jadinya sudah seperti ini lah kamar rawanya, bertransformasi dalam seketika.

Sembari Ryeowook sedang makan siang sambil baca buku, Heechul pun mulai bercerita tentang apa saja yang terjadi di pertemuan kelurga mereka kemarin. Gosip terbaru, tentang berita berita terbaru, walaupun sebagian besar Ryeowook tidak terlalu perduli akan isinya, tapi ia pun hanya mendengarkan dengan baik.

"Oh ya, Ryeowook. Karna makan siang kemarin harabeoji sedang mempertimbangkan sebuah keputusan besar yang cukup penting bagi masa depan kamu juga loh"

"Oh ya? Apa itu omma?" Tanya Ryeowook penasaran saat mendengar hal tersebut. Ada apa dengan masa depan? Kakek mau mencoret namaku dari daftar ahli warisnya?

"Harabeoji mengidekan, untuk mengjodohkanmu dengan Kyuhyun."

"Hmmm... Kyuhyun..?" Ryeowook jadi pause sebentar sambil masih memegang sendok ditangan kanan. Errr... rasanya ia kenal nama itu.. tapi… siapa yaa?

"Iya..." Nada bicara Ryeowook tadi sebenarnya mengandung banyak tanda tanya dan harapan atau permintaan untuk umma nya menjelaskan identitas siapa Kyuhyun itu, tapi… sepertinya pesan tersebut tidaklah tersampaikan dengan baik kepada ibunya. Heechul hanya bergumam saja dan akhirnya duduk manis setelah semua pojok ruangan sudah rapih.

"Kyuhyun siapa omma?" Tanya Ryeowook lagi dengan ekspresi bingung tanpa dibuat-buat sedikitpun. Sungguh, ia tidak kenal siapa Kyuhyun itu.

"Kyuhyun putranya Haejin sukbu, adik ayahnya appa, ingat kan?"

"Emmmm" Ryeowook mengerutkan dahinya seperti berusaha keras untuk bisa nyambung dengan umma nya saat ini. Kenapa susah sekali ya?

"Kyuhyun yang sepupu jauhmu sendiri Wook. Putra tunggal nya Haejin sukbu!" Heechcul terus mendesak agar Ryeowook berkata 'oh iya aku ingat' karna jelas jelas mereka pernah bertemu beberapa kali dulu.

"Ohhhhh... iya.. aku ingat!" Setelah satu dua menit Ryeowook baru membalas lagi.

Akhirnya ya Tuhan ... Heechul menghela nafas lega sejenak.

"Ahhh. Aku tau sekarang. Kyuhyun yang sejak dulu kuliah tapi belum lulus-lulus itu kan?" Ceplos Ryeowook dengan santainya tanpa nada berdosa sama sekali. Karna, hal pertama dan satu-satunya yang ia tau dari Kyuhyun cuma itu.

"Ryeowook!" Tegur Heechul langsung untuk ke sepuluh ribu kalinya mengingatkan putra semata wayang nya ini untuk menjaga bicaranya. Untung saja sekarang mereka sedang berdua saja; Kan tidak enak kalau didengar orang lain ia berkata seperti itu dimuka umum. Mulut Ryeowook itu memang perlu dipasang rem kadang, ibunya sendiri saja sudah gregetan dengan sifat Ryeowook yang sangat blak blakan dan tidak pernah berfikir dua kali sebelum berkata sesuatu.

"Eyyy…. Memang begitu kenyataan nya kan umma?! Dimana dia kuliah terakhir? Hmmm Australia?" Tanya Ryeowook lagi.

Heechul hanya bisa menmijat pelipisnya sendiri saat ini. Reaksi Ryeowook benar-benar jauh dari harapan awalnya.

"Bukannya tidak lulus-lulus Ryeowook-ah. Hanya saja memang Kyuhyun sekolahnya lama, dan baru sekarang selesainya.."

Ryeoook hanya memutar bola matanya sedikit malas saat mendengar pembelaan sang umma. Hah.. sama saja. Ya ya, ia ingat sekarang. Kyuhyun, satu dari tiga sepupu angkatnya, selain Siwon dan Kibum.

Kyuhyun itu.. yang Ryeowook ketahui sudah sejak dulu sekolah di luar negeri, Australia ya.. Atau dimanakah itu ia tidak tau. Tapi setiap tahun dan setiap chuseok Kyuhyun belum pulang-pulang juga sampai tahun kemarin. Orang tuanya selalu bilang ia masih kuliah atau belajar, entah kuliah apa sampai lama begitu, jadi yang ada dipikiran Ryeowook adalah, lama sekali anak ini sekolahnya. Antara dia kebanyakan main, atau... Terlalu bodoh tapi ngotot. (Ryeowook jahat emang)

Tapi, selain fakta tersebut Ryeowook tidak tau apa-apa lagi tentang Kyuhyun Kyuhyun itu. Mereka sudah lama sekali tidak bertemu. Dulu saat bertemu mereka semua -Ryeowook dan sepupu sepupunya masih baru memulai remaja itupun mereka ber empat sama sekali tidak dekat. Tidak aneh kalau Ryeowook sudah lupa wajah Kyuhyun seperti apa -hanya ada bayang sekilas wajah putih Kyuhyun kecil yang singgah sedikit dipikiran Ryeowook. Dan Ryeowook pun tidak pernah merasa penting untuk mengenal sepupunya itu, sampai tiba-tiba saat ini ibunya tiba-tiba membawa kabar yang cukup menggemparkan seperti ini.

Dijodohkan? Dengan Kyuhyun itu? Benarkan aku tidak salah dengar? Cih...

Ryeowook hanya menanggapinya dengan santai sambil tersenyum setan

"Iya.. Sama saja sih omma..." balas Ryeowook dengan malas dan masih dengan nada meremehkan.

"Ryeowook... Berhentilah menilai orang seenakmu seperti itu. Tidak selau seseorang harus dinilai hanya dari kepintarannya saja, tau!"

"Algesemnida umma..." Ryeowook hanya mengjawab mengerti saat Heechul umma menegurnya dengan tegas barusan. Yah... Memang tidak ada salahnya juga sih ucapan ibu nya ini, tapi tetap saja penjelasan Heechul itu masih tidak bisa memperbaiki impresi Ryeowook tentang Kyuhyun itu -barang secuil pun.

"Umma akan mendekati keluarga Cho dulu, dan juga mengenali Kyuhyun lebih dalam lagi, kalau semuanya cocok, barulah saatnya kamu yang berkenalan langsung dengan Kyuhyun ya Ryeowook"

"Hohh...? Ini beneran jadinya? Yakin? Baiklah umma" balas Ryeowook dengan santai sambil mengelap mulutnya dengan serbet sudah selesai dengan makanannya.

"Ya tentu lah beneran! Mana pernah umma bercanda kepadamu! Kalau kamu juga setuju, kita langsung laksanakan saja perjodohan dan pertunangan kalian. Tidak perlu ditunda-tunda lagi.." tambah Heechul lagi menekankan untuk sedikit terburu-buru walaupun Ryeowook sendiri tidak mengerti kenapa, tapi pria ini masih menanggapinya dengan santai. Memang apa salahnya kalau ia belum menikah juga sampai tahun depan, coba? haha (baru dimarahin kemarin, hari ini udah lupa, dasar Ryeowook)

"Algesemnidaaa ummaaa." Walaupun belum sepenuhnya setuju, Ryeowook sebagai anak baik hanya bisa menurut semua ucapan ummanya. Doa orang tua memang baiknya di Aminkan, iya kan? Soal terlaksana beneran atau tidaknya, itu baru urusan belakangan, haha.

Walaupun menerima kabar yang cukup mengejutkan seperti itu, Ryeowook masih menanggapinya dengan sangat santai dan seperti tidak terpengaruh sedikitpun, karna... ia tau sang umma adalah orang yang sangat sangat pemilih apalagi dalam memilih menantu. Ini bukan kali pertama ia ingin dijodohkan, setiap kali sudah ada kandidat, selalu ada saja yang umma nya tidak sukai dari kandidat tersebut, yang akhirnya membuat rencana tersebut gagal sendiri tanpa perlu Ryeowook menolak lebih jauh.

Jadi, bisa dibilang kalau baru memasuki tahap seperti ini, Ryeowook masih menanggapinya dengan sangat tenang. Kalau dia sudah bisa melewati standar dan kualifikasi umma yang cerewet, baru Ryeowook akan memikirkannya kembali. Haha. Mari kita lihat Kyuhyun itu bisa lolos atau tidak.

OoooO

Tepat 2 minggu kemudian, saat Ryeowook sudah sehat dan kembali ke aktivitasnya seperti biasa, di satu pagi yang cerah Heechul membawa sebuah kabar yang cukup mencenangkan saat membangunkan putra semata wayangnya itu untuk segera bangun dan pergi kerja.

"Ryeowook... banguunn... sudah pagi!"

Heechul menerobos masuk dan membuka gorden lebar-lebar membuat sinar matahari pagi menembus kamar tidur tersebut langsung kearah tempat tidur Ryeowook.

Si empunya kamar yang baru kembali kedalam alam sadarnya keluar dari selimut sambil masih mengucek ngucek matanya sekilas.

Rambut berantakan dan muka kucel, satu pagi lagi yang Ryeowook harus lewati. Hfttt.

"Ayo bangun Kim Ryeowook! Sebelum kamu kekantor kita harus bicara berdua Wookie. Umma punya kabar bagus untukmu"

"Euunnggg kabar apa sih umma?" Komplain Ryeowook sambil menguap lebar-lebar karna tidak biasanya ibunya membangunkannya secara langsung seperti ini. Ada apa sebenarnya?

"Ini mengenai jodoh dan masa depanmu, juga mengenai masa depan keluarga kita. Umma sudah mencari tahu semuaaa tentang Kyuhyun. Dan umma sangat menyukainya!"

Tunggu.. Kyuhyun... ? Kyuhyun yang itu lagi maksudnya? Kepala Ryeowook masih belum berfungsi dengan benar. Ia masih tiduran disofa mendengarkan perintah dari sang umma

"Jadii. Singkat cerita. Umma sudah setuju agar kalian dijodohkan. Dalam seminggu ini kamu atur pertemuan dengan Kyuhyun ya. Kalian harus bertemu dan berkenalan! Kyuhyun pasti akan senang bertemu denganmu ne adeul.. aigoo..." Heechul mengacak rambut putranya yang masih berantakan disaat Ryeowook terbengong sendirian.

Apa? Setuju? Beneran setuju? Bagaimana bisa Kyuhyun melewati semua klasifi...

"Kyuhyun itu pribadi yang sangat baik loh Ryeowook. Perilakunya sangaat terpuji. Bibit bebet bobotnya juga baik, kemarin umma sudah beberapa kali bertamu langsung ke kediaman Cho dan bertemu Kyuhyun disana. Dia sangat polos, tapi wajahnya cerah benar, kata Kakekmu. Yaampuunn benar kata appa, Kyuhyun memang calon yang tepat untukmu, hahahaha" Heechul asik benarasi sendirian "tau begini mah dari dulu umma tidak usah pusing-pusing memikirkannu Wookie, ternyata calon menantuku sangat dekat didepan mata tapi baru sekarang ditemukan, hahahahah"

Ryeowook masih selonjoran disofa bed mencoba mencerna semua ucapan ummanya yang tidak bisa diam kesana kesini sambil terus becerita.

Jinjja? Jinjja Kyuhyun bisa melewati kualifikasi umma nya? Selama ini belum ada satu orangpun yang bisa melakukannya. Wawww... daebak. Baru sekarang Ryeowook mulai merasa kalap. Kalau kemarin sih dia masih santai santai saja

"Umma.. umma yakin menyukai Kyuhyun itu? Umma tidak salah pilih?"

"Apa maksudmu Ryeowook?" Tanya Heechul sambil mengoper bunga layu kepada pelayan dan menggantinya ke yang baru atau yang masih segar.

"Ya maksudku.. umma yakin penilaian umma tidaklah terlalu subjektif, hanya karna Kyuhyun itu putranya.. eung... Haejin sukbu?"

"Tentu saja tidak, sayang!" Jawab Heechul dengan yakin dan lantang. "Kedekatan keluarga Haejin sukbu dengan Kakek dan ayahmu tidak ada sangkut pautnya. Umma menilai Kyuhyun seperti orang biasa lainnya kok. Tapi memang Kyuhyun itu spesial... dia akan sangat serasi denganmu. Perasaan umma yang sangat kuat mengatakan kalau Kyuhyun itu sangat bisa mengendalikan dan melayanimu. Pendapat kakek juga begitu"

Hmmm... kalau sudah bawa perasaan jangan-jangan ada yang main pelet untuk mempengaruhi isi hati ummanya.. Ryeowook masih belum bisa 100 percaya kalau Kyuhyun adalah calon pilihan yang disodorkan oleh keluarganya

"Pokoknya umma tidak mau tau ya Ryeowook. Segera. Ingat, segera kalian harus bertemu. Perkenalkan lah dirimu pada Kyuhyun, supaya dia tidak kagok nantinya saat kita datang melamar nanti"

Uhuk. Ryeowook yang sedang minum air langsung tersedak sendiri saat mendengar ucapan ummanya barusan.

Melamar? Aigoo sudah jauh sekali pembicaraan mereka sekarang. Mungkin 5 menit lagi sang umma sudah akan mulai membahas tempat lokasi bulan madu mereka nantinya. Ckck.

"Tunggu umma, setelah tahap ini aku harus setuju dulu kan baru kami dijodohkan? Aku harus kenalan dengan Kyuhyun dulu. Tidak bisa langsung berjalan begitu saja umma" Ryeowook membawa pembelaan memperjuangkan hak bicaranya sebagai anak

"Iyaaa... kalian kenalan dulu sana. Umma yakin kamu pasti setuju dengan pilihan kami. Duh Kyuhyun itu sangat imut sekali Wook... umma sampai gemas, sudah tidak sabar ingin membawanya pulang!"

Ryeowook hanya bisa memutar kedua bola matahya keatas mendengar ucapan sang umma yang mulai lebay. Hadeh, boneka teddy bear apa memangnya, bisa langsung dibawa pulang.

"Geuraeyo, aku mandi dulu umma..." dengan lunglai Ryeowook melangkah ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri sambil berfikir sendirian. Antara percaya tidak percaya ummanya bisa-bisa nya membuat keputusan seperti ini. Hemm apa yang spesial dari Kyuhyun itu ya?

Benarkah dia se 'bagus' yang umma bilang? (Barang apa bagus -_- ) kalau tidak, bagaimana? Bagaimana aku harus menolaknya, coba? Ryeowook langsung memutar otak memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Satu: kalau Kyuhyun ternyata memang sebaik deskripsinya, oke mereka bertunangan. Dua, kalau Kyuhyun ternyata tidak sebaik yang dibicarakan, Ryeowook harus berfikir dua kali dan benar-benar berhati-hati mulai sekarang. Tiga, kalau ia benar-benar tidak sreg dengan Kyuhyun ini, berarti Ryeowook benar-benar harus memutar otak untuk memutuskan perjodohan ini. Hah.. 3 kemungkinan. 3 kemungkinan yang sudah dipersiapkannya.

Ryeowook adalah orang yang rasional, didalam otaknya segala hal bisa diprediksi dimuka. Tapi, sebagus-bagusnya prediksi seseorang, semua itu hahyalah teori, karna kenyataannya.. tidak pernah ada yang menyangka kalau Kyuhyun, adalah tipe orang yang... (isi sendiri menurut kalian)

Dan sepertinya tidak akan Ryeowook bisa tebak dengan mudah seperti akan jadi apa nantinya kehidupan pertunangannya mereka nanti. Hemm, cukup menarik, kan?

OooO

Beberapa hari kemudian di Kediaman Cho

"Kyuhyun sayaaang, kamu hari Jumat ini ada waktu lenggang kan?" tanya Cho umma pada Kyuhyun yang baru saja menangkat sumpitnya siap untuk menyantap makan malam mereka.

"Hemm? hari Jumat? Coba kulihat jadwalku dulu umma" #Kyuhyunsoksibuk #padahalpengangguran

"Hehe, iya aku sepertinya tidak ada jadwal apa-apa, umma. Kenapa, kita mau belanja ya?! Atau ke Hong Kong?" Tanya Kyuhyun sedikit excited saat ummanya mengajak sesuatu di akhir pekan. Travelling? Kuliner? Belanja? Waaw aku mau semuanya!

"Tidak, Kyunnie. Ini... Heechul imo mengajakmu ketemuan.. makan siang" ujar Cho umma sembari menambahkan lauk ke piring suaminya.

"Ohh... Heechul imoo?!" Tanya Kyuhyun kaget mendengar kabar tersebut. Ada apa lagi Heechul imo sampai memminta ketemu dengannya? Rasanya baru kemarin beliau bertamu kesini dan ngobrol panjang lebar dengan umma..

"Heeh. Dia mengusulkan kalau kamu berkenalan dan makan siang dengan Ryeowook. Karna, kemarin kan Ryeowook sedang sakit jadi kalian belum bertemu"

"Ryeowookk?" ulang Kyuhyun langsung tanpa jeda sedikitpun saat ummanya baru saja selesai berbicara.

"Iya, Kim Ryeowook…"

"Ryeowook siapa umma. Aku sepertinya tidak punya teman yang namanya Ryeowook..?" Saat mendengar ide makan siang berdua dengan orang asing tersebut entah kenapa tiba-tiba langsung membawa firasat tidak enak bagi Kyu sendiri. Kenapa tiba-tiba ia harus janjian dengan orang asing?

"Ya memang kalian bekum kenal Kyunnie, makanya kenalan." Ujar Cho umma lagi menjelaskan.

"Hanya berdua? Umma dan Imo tidak ikut?! "

"Iya hanya berdua sayang. Kalian kan anak muda dan sudah dewasa, untuk apa kami ikut-ikutan. Pergi ya Kyu. Temui sepupu mu dong sekali sekali" Cho Eunhwa atau Cho umma terus mencoba meyakinkan Kyuhyun untuk pergi karna ia tahu putra semata wayangnya ini memiliki kepribadian yang sangatlah introvert. Kyuhyun tidak mudah menambah teman dan beradaptasi dengan orang lain, makanya Cho umma pikir ini adalah ide yang bagus untuk Kyu mengenal Ryeowook secara lebih personal lagi.

"Ahh... tapi maksudnya apa sih umma, tiba-tiba seperti ini. Aku malas ah kalau tidak ada yang jelas..." ujar Kyuhyun sambil mengoyak ngoyak isi mangkuk nasinya sendiri.

"Jelas kok Kyunnie, kalian kan hanya perlu makan siang bersama dan berkenalan, sudah itu saja"

"Sudah itu saja? Umma yakin?" Kyuhyun mulai mempoutkan bibirnya maju beberapa centi

"Iya Kyunnie.."

"Kalau ternyata dia berniat macam-macam bagaimana. Kalau dia... punya niat buruk padaku bagaimana? Masa hanya makan berdua?" Cho umma langsung menggelengkan kepalanya saat mendengar putranya sudah mulai mengarang gak jelas lagi seperti ini.

"Kyuhyun. Ryeowook itu cucunya harabeoji. Umma dan appa kenal dia dengan baik. Ryeowook itu sibuk setiap hari, dia kerja dan meeting sana sini. Kalau Ryeowook mengajakmu makan siang barang 1 jam yang diterima dong sayang. Umma percaya Ryeowook pasti tidak ada niatan apa-apa"

"Kalau dia mau mengancamku untuk mengembalikan harta dan perusahaan appa pada kakek, bagaimana? Kalau aku diapa-apakan bagaimana?" Kyuhyun masih beralasan menggunakan imajinasi tingkat dewanya kembali mulai berhalusinasi ala sinetron lagi; Membuat Nyonya Cho saja sampai lelah sendiri dan akhirnya menoel suaminya untuk angkat bicara meyakinkan putra mereka lagi

"Kyuhyun, Ryeowook tidak akan membicarakan hal seperti itu... ini hanya acara personal. Hanya pertemuan teman pribadi saja. Mungkin Ryeowook ingin menjamu mu makan karna kamu baru pulang dari luar negeri setelah sekian tahun lamanya" ujar Cho Appa dengan tenang.

"Nah, benar kata appa!" Dukung sang umma dengan semangat.

Sedangkan.. Kyu masih terus berfikir matang-matang sendirian.

"Hemmm yasudah deh aku mau" dan akhirnya Kyuhyun pun sudah tidak punya pilihan

"Ryeowook itu orangnya seperti apa umma? Ciri-ciri fisiknya seperti apa?"

"Ryeowook itu tinggi dan sangat tampan Kyu.. rambutnya hitam dan berpakaian rapi. Saat kamu tiba disana pasti kamu akan langsung mengenalinya"

Errr.. tampan, rambut hitam, dan berpakaian rapi? Pelayan restoran juga banyak yang bisa dideskripsikan seperti itu kali umma... pikir Kyuhyun dalam hati

"Tanya appa mu nih, appa sudah sering bertemu dengan Ryeowook dikantor, iya kan?"

Tuan Cho berdehem sebentar ditengah proses makannya

"Heeh. Ryeowook... ya memang seperti itulah." Gumam Cho appa singkat "Dia baik kok Kyuhyun, kamu tidak perlu khawatir, oke?"

Cho umma langsung tersenyum senang mendengar dukungan suaminya ini.

"Hemm... baiklah umma. Akan kusempatkan Jumat ini untuk bertemu dengannya"

Dengan berat hati hari Jumat itu pun ditetapkan sebagai hari pertemuan pertama Cho Kyuhyun dan Kim Ryeowook. Pertemuan yang mungkin akan merubah hidup keduanya 180 derajat mulai dari… sekarang.

OoooO

Hari Jumat berikutnya

Ryeowook tiba 20 menit lebih awal di restoran yng sudah dijanjikan. Ia mengambil tempat duduk yang cukup strategis di restoran mewah tersebut. Dekat kaca depan dengan pemandangan yang menyegarkan mata, tapi juga cukup dekat dari pintu masuk jadi ia bisa mengawasi siapa saja pengunjung yang akan datang nantinya.

Sambil menyanggah dagunya Ryeowook duduk tenang dan memasang ekspresi datarnya seperti biasa. Hah... menyebalkan sekali ide umma nya ini. Kenapa kalau disuruh bertemu seseorang ia tidak boleh melihat foto nya sih? Kalau ia salah bertemu orang bagaimana? Kan tidak lucu nanti jadinya.

Umma nya ngotot tidak memberi deskripsi Kyuhyun secuil pun karna menganggap Ryeowook seharusnya ingat Kyuhyun seperti apa karna bagaimana pun mereka masih "saudara". Tanpa pertimbangan kalau sudah ber abad abad mereka tidak bertemu sama sekali. Lebih dari 5 tahun?! Dalam 1 tahun saja wajah orang bisa berubah drastis karna operasi plastik, apalagi 5 tahun? Duh, Ryeowook lebih khawatir ia tidak sempat bertemu dengan Kyuhyun daripada khawatir pertemuan mereka akan seperti apa nantinya.

Kalau ia pulang dengan tangan kosong pasti umma nya akan memarahinya habis-habisan lagi. Itulah satu-satunya alasan Ryeowook menantikan dengan sabar kehadiran Cho Kyuhyun ini. Soal hasilnya bagaimana itu urusan nanti. Setidaknya ia sudah memenuhi permintaan umma dan kakek supaya tidak ditelan hidup-hidup saat pulang kerumah nanti. Hiuhhh.

Pukul 12 kurang 10 menit mata Ryeowook menangkap seorang pria tinggi ber rambut brunnette yang celingak celinguk mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru restaurant saat ia baru saja melangkah masuk. Pria itu seperti orang kehilangan arah, seperti anak hilang yang terpisah dari keluarganya, haha. Orang seperti ini lah yang ditunggu Ryeowook. Ia tebak ini pasti Kyuhyun. Bukan karna penampakannya karna Ryeowook tidak ingat secuil pun Kyuhyun seperti apa, tapi karna gerak gerik orang ini mencari kehadiran seseorang disana.

Ryeowook bangun dari duduknya dan melangkah mendekati orang tersebut. Dengan penuh percaya diri seperti biasa ia menghampiri pria tersebut dan mengajaknya bicara berdua

"Cho Kyuhyun?"

Pria ber mata coklat tersebut balas menatap Ryeowook dan matanya membulat sempurna saat mendengar namanya disebut.

"Ah.. ne.. i.. itu aku" gumamnya pelan sebagai jawaban.

Ryeowook tau ia pasti sedang gugup, tapi disembunyikan dengan cukup baik oleh orang ini. Wook memandangi Kyuhyun dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan cepat, hanya dalam hitungan detik, lalu langsung mengulurkan tangannya duluan; Bersikap sesopan mungkin dan memperkenalkan dirinya secara langsung, tentu saja.

"Aku Kim Ryeowook. Putranya Hankyung Sukbu."

Kyuhyun menyambut jabatan tangan tersebut dengan cepat dan ikut memperkenalkan diri juga.

"Oh. Aku Cho Kyuhyun."

Ryeowook tersenyum, menyeringai tipis lebih tepatnya.

"Senang bertemu denganmu Kyuhyun ssi"

"Ah ne, senang bertemu denganmu juga"

"Ayo kita duduk, aku sudah memesan meja disana"

"Oh, geurae."

Ryeowook pun menggiring (kambing apa digiring -_- ) Kyuhyun kembali ke meja nya semula duduk berhadap-hadapan. Pelayan membawakan menu dan keduanya langsung memesan makanan masing-masing, baru setelahnya mulai membuka percakapan normal. Percakapan normal antara dua orang yang baru saja berkenalan.

Ryeowook menanyakan pekerjaan Kyuhyun, kabar orang tuanya, latar belakang pendidikannya, tinggi badan, golongan darah, riwayat orang tua, total harta pribadi dan pertanyaan standar lainnya (haha) Begitu pun juga dengan Kyuhyun. Keduanya mencoba mengimbangi percakapan dengan baik. Setelah Kyuhyun menjawab giliran Ryeowook juga yang bercerita, dan terus berlanjut sampai semua pertanyaan dasar tentang satu sama lain sudah terjawab semuanya.

Percakapan mereka berjalan dan mengalir dengan cukup baik, lebih baik dari yang diharapkan malah. Ryeowook dan Kyuhyun sama-sama menikmati momen perkenalan mereka didalam satu sesi makan siang tersebut. Keduanya mengobrol santai seperti teman dan lainnya, sampai perlahan mulai berpindah ke topik selanjutnya..

"Kyuhyun-ah apa kamu pernah berpacaran sebelumnya?" Tanya Ryeowook sembari keduanya menyantap makan siang mereka.

Kyuhyun menjawab dengan perlahan, bersikap sesopan mungkin karna ia sedang mengunyah disaat yang bersamaan.

"Emm pernah." Jawabnya santai

"Berapa kali?"

"Satu"

"Dengan orang korea?"

"Aniyo"

"Lalu?"

"Orang..." Kyuhyun hendak menjawabi tapi ia memiringkan kepalanya sedikit sambil mengelap mulutnya dengan napkin sekilas. Tanpa bermaksud kasar Kyuhyun menginterupsi sebentar "hey.. kenapa jadi kamu yang meng-interogasi aku seperti ini sih" ujar Kyuhyun dengan sedikit blak blakan. Kalau tadi sih masih wajar bertanya tentang ini dan itu. Tapi kalau sudah membawa hubungan personal. Kok rasanya... hem..

Kyuhyun diam sejenak tapi pria dihadapannya ini menanggapi dengan sangat sangat santai. Ryeowook masih lanjut makan dan menjawab

"Aku hanya bertanya. Kalau kamu mau bertanya pertanyaan yang sama padaku juga boleh kok, silahkan"

Kyuhyun pun akhirnya mengikuti Ryeowook, balik bertanya karena penasaran, atau.. mungkin hanya karna ia tidak mau kalah lebih tepatnya.

"Geurae, Kamu pernah pacaran?"

"Pernah"

"Berapa kali?" Kyu jelas-jelas mencoba mengopi cara Ryeowook menginterogasi nya seperti tadi.

"5, semuanya orang Korea. Nah sekarang giliranmu menjawab."

Kyuhyun memutar bola matanya sekilas dan akhirnya menyerah saat Ryeowook kembali meng kik balik arah percakapan mereka. Baiklah, aku ikuti saja maunya.

"Emm... Orang Rusia." Jawab Kyuhyun sambil mengigit bibir bawahnya sedikit malu dan nervous. Bukannya malu karna apa, tapi banyak temannya yang menggodanya pernah pacaran dengan orang asing, dan hal ini adalah sesuatu yang dianggap tabu di Korea. Padahal kan memang sejak SMA ia sudah tinggal diluar negeri, teman-temannya berasal dari seluruh pelosok dunia. Jadi seharusnya tidak aneh kan kalau ia pernah pacaran dengan orang bule?

Kyuhyun harap Ryeowook tidak akan menganggapnya aneh karna ia sendiri pun punya pengalaman tinggal diluar negeri juga. Sudah, se-simple itu sebenarnya harapan Kyuhyun saja.

"Waaaa jinjja?" Tapi Ryeowook langsung berubah antusias saat mendengar jawaban tersebut.

"Wae?" Kyuhyun yang tadinya sedang menunduk memainkan jari-jarinya jadi mendongak lagi. Apa artinya ekspresi seperti itu tadi? Dia mau menggodaku lagi karna pacaran dengan orang bule? Huh...

"Wow.. Orang Rusia kan kerjaan nya party, clubbing dan merokok tiap hari? Jadi kamu pasti juga suka berpesta ya?!" Ujar Kim Ryeowook langsung tanpa pause dengan blak blakan membuat Kyuhyun langsung meruncingkan mata sipitnya.

"Aniyooo!" Ujar Kyuhyun langsung tanpa ragu, menolak dengan cepat saat di cap seperti itu seenaknya oleh orang yang baru saja ia kenal. Apa-apaan sih orang ini sebenarnya?! Kyuhyun jadi makin berhati-hati dengan Ryeowook mulai saat itu juga.

"Aku tidak merokok! Aku juga tidak suka party! Hanya memang dia suka clubbing tapi aku tidak ikut-ikut, tau!" Jawab Kyu langsung dengan jujur; Bukan untuk mengesankan siapa-siapa, tapi lebih untuk membela dirinya sendiri karna memang begitulah kenyataannya

"Ok, baiklah... Lalu, kalian pacaran berapa lama?"

Ryeowook menyengir sekilas melihat Kyuhyun sempat kelabakan, lalu langsung berpindah ke topik selanjutnya

"Hemm... 1 setengah.. Tahun?" Kyu mencoba mengingat-ingat.

"Kamu tidak takut dia selingkuh di club?" Tanya Ryeowook lagi. Tanpa mereka sadari obrolan mereka benar-benar sudah melenceng dari topik utama sekarang.

"Tidak.. Kami masih sama-sama muda.. Bukan berarti kami akan menikah atau apapun itu.. Jadi untuk apa aku takut." Pipi Kyuhyun semakin memerah saat menjawab. Tapi dia tidak bisa juga kalau tidak menjawabinya. Enak saja dicap murahan.. dia bukan orang seperti itu. Dan orang lain juga harus tau akan hal itu.

"Hahaha algesso." Ryeowook tertawa kecil dan memangku dagunya dengan kedua tangan karna sudah selesai dengan makanannya. "Tapi berarti selama 2 tahun.. Kamu sudah banyak disentuh oleh dia dong ya?"

Strike terakhir Kim Ryeowook membuat wajah Kyuhyun semakin menjadi-jadi merah padam dan emosinya langsung memuncak dalam seketika saat ia mengerti arti kata "disentuh" yang dilontarkan Ryeowook tersebut.

"Tidak kok!" Tolak Kyu langsung "kami tidak pernah berbuat macam-macam, tau!" Ujarnya dengan nada tinggi "Kamu saja... Mesum!" Tambah Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya ditemani tatapan menyebalkan pada lawan bicaranya satu ini.

Kalau tadi Kyuhyun masih menahan diri untuk bersikap sopan, sekarang ia sudah benar-benar kesal. Apa apaan dia menanyakan masalah pribadi seperti ini dan menyinggung kebiasaan minum, merokok,party, bahkan kehidupan seksualnya. Mereka baru pertama bertemu, camkan itu!

Ryeowook hanya terkekeh melihat reaksi Kyuhyun yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus, dengan bibir mem pout sempurna dan ekspresi kesal. Hahah iya Ryeowook masih sadar kok salahnya sendiri juga membuat lawan bicaranya ini sedikit kesal dan tersinggung. Tapi tidak ia sangka juga kalau balasan Kyuhyun ternyata sepolos ini, malah menjadi sesuatu yang lucu dan membuatnya berusaha keras menahan tawa sejak tadi. Haha..

"Hahaha iya. Mianhae.. Aku hanya iseng bertanya kok" jawab Ryeowook sambil menyelipkan kartu kredit nya di buku bill untuk segera di proses kepada pelayan.

Memang semua orang yang pacaran dengan orang luar negeri harus free sex apa.. Ck.. Dalam hati Kyuhyun masih terus menggerutu sendirian. Ia sudah tidak perduli lagi untuk menatap Ryeowook. Mood nya sudah benar-benar rusak. Tapi orang ini sepertinya masih saja penasaran akan kisah cintanya tersebut.

"Lalu, kenapa kalian putus?"

"Hah?" Kyu yang sedang melamun tidak mendengarkan dengan jelas

"Kenapa kalian putus?" Ulang Ryeowook dengan pelan dan sabar.

Yaampun dia masih benar-benar ingin tau?

"Aku harus kembali ke Seoul untuk berkerja.. Kita tidak bisa pacaran jarak jauh. Lalu putus.." gumam Kyuhyun antara rela tidak rela untuk terus meladeni cecaran Kim Ryeowook ini. "Eh, kenapa kamu terus sih yang bertanya kepadaku? Kamu sendiri, kenapa putus dengan mantan pacar mu?" Kyuhyun akhirnya balas bertanya juga, tidak mau kalah

"Kami tidak cocok, sering bertengkar dan dia terlalu posesif. Putus deh!" Tapi... Ryeowook selalu bisa menjawab semua balasan Kyuhyun dengan mudah dalam hitungan detik. Berbanding terbalik dengan keadaannya tadi.

"Ooo" Kyuhyun hanya bergumam kecil sebagai jawaban dan tidak menjawabi apa-apa lagi. Ia sibuk melayangkan pandangannya keluar agar Ryeowook tidak bertanya apa-apa lagi selagi menunggu pelayan memproses bill mereka.

Semenit dua menit Kyu dan Ryeowook sama-sama terdiam. Kyu sedikit menggerutu dalam hati dan bersumpah ia tidak akan mau kalau disuruh bertemu dengan Ryeowook lagi untuk kedua kalinya. Bukannya orang ini sangat buruk atau apa, tapi sejak tadi Ryeowook terus mendominasi pembicaraan dan seperti sedang menginterogasinya. Pria dihadapannya ini benar-benar pandai bicara... Selalu bisa meng kik balik semua perkataannya. Mereka juga sepertinya tidak ada nyambung dalam hal apapun.. Jadi wajar kan kalau jujur Kyu tidak berminat untuk bertemu dia untuk kedua kalinya?!

"Kyuhyun" Panggil Ryeowook lagi saat Kyuhyun sedang terbengong sendirian lagi. Kyu sudah sedikit lebih kalem setelah mengademkan pikirannya sendiri tadi.

Huh.. tenang... tenang Cho Kyuhyun.. ini akan segera berakhir kok.. Hanya sebentar lagi..

"Hem?"

"Aku ingin bertanya satu hal lagi" pertanyaan terakhir.. Tenanglah.. tidak perlu takut begitu… hahah.. kekeh Ryeowook dalam hati menyadari ekspresi Kyuhyun yang terlihat kurang nyaman dengannya.

"Ne?"

"Apa kamu bisa menerima jika pasanganmu bersifat posesif?" Ryeowook bertanya lagi ingin menguji jawaban Kyuhyun. Kyu nya saja sejak tadi tidak sadar kalau ia sebenarnya sedang melalui proses seleksi seperti ini.

"Hem... Posesif..?" Kyuhyun berfikir dengan sangat hati-hati tapi cukup tertarik akan topik tersebut "eung.. Sepertinya biasa saja sih.. Aku suka jika ada orang yang melindungku.. Dan kalau itu termasuk..."

"Silahkan tuan dicek kembali kartu anda"

Belum sempat Kyu menyelesaikan kalimatnya, sang pelayan sudah kembali lagi, mengembalikan kartu pembayaran beserta bukti pembayaran makan siang mereka kepada Ryeowook.

Percakapan mereka pun jadi terpotong, dan karna makan siang mereka sudah selesai, Kyu pun jadi tidak jadi melanjutkan dan langsung memakai kembali jaketnya saja; tidak lama kemudian kedua pria ini pun siap-siap berdiri dan segera keluar dari restaurant tersebut untuk kembali ke mobil masing-masing.

"Geurae Kyuhyun-ah, gomawo sudah mau makan siang denganku ya"

"Eung, sama-sama. Senang bisa bertemu denganmu" ujar Kyuhyun sambil tersenyum tipis lalu langsung masuk kedalam mobilnya sendiri dengan cepat.

"Hati-hati dijalan!' Ryeowook melambai sekilas lalu mobil Kyu pun melejat pergi dalam hitungan menit.

Hahah.. Cho Kyuhyun... Ryeowook jadi tertawa sendiri sembari berjalan menuju mobil nya diujung parkiran lainnya.

Saat sudah duduk manis dimobilnya, Ryeowook langsung menulis sebuah pesan singkat kepada umma nya

Heechul umma:

Umma aku mau dijodohkan dengan Kyuhyun

Setelah menulis pesan tersebut barulah Ryeowook menyetir kembali ke kantor juga.

Selama makan siang yang cukup singkat namun padat tersebut; Kyuhyun memang tidak terlalu menyadarinya tapi mata tajam Ryeowook selalu memperhatikan gerak gerik pria ini secara detil.

Semua jawaban Kyuhyun, cara ia menjawabnya, jujur atau tidak, wajahnya yang memerah saat ditanya beberapa hal tertentu, dan gestur tubuh Kyu yang sangat polos dan sopan. Ryeowook memperhatikan semuanya dengan sangat sangat seksama.

Selama kurang dari satu jam itu Ryeowook mengevaluasi semuanya dengan semangat. Secara fisik Kyuhyun duduk dengan tegap, wajahnya terlihat cukup polos, tidak ada polesan berlebihan dan dari style berpakaiannya. Hemm bolehlah... Dia memiliki taste yang bagus: memadukan kemeja polos dengan sweater sedikit corat klasik dan coat coklat yang cukup unik.

Ryeowook sendiri pun sebenarnya sudah menyiapkan rentetan pertanyaannya dimuka, jadi dia sudah tidak pusing berfikir lagi, hanya fokus memperhatikan Kyu saja. Ya, semuanya sudah Ryeowook persiapkan dengan sangat sangat baik untuk menilai Kyuhyun. Bukan menilai sih, tapi untuk mengenal Kyuhyun lebih tepatnya (ya sama aja -_- )

Uniknya, Kyuhyun sama sekali tidak menyadari lawan bicaranya yang selalu memandangi pria manis ini dari awal hingga akhir, menandai kalau memang benar sepertinya sudah cukup lama Kyuhyun sejak ia terakhir punya pacar. Dari jawabannya pun Ryeowook merasa cukup tertarik dengan Kyuhyun ini sih. Semua ucapannya sesuai dengan isi data informasi yang ia dapat, tanpa ada yang ditutup tutupi ataupun dilebih-lebihkan sama sekali. Kyuhyun juga terlihat sangat rileks, menandakan kalau ia adalah orang yang cukup terbuka dan mempunyai kontrol pembawaan diri yang cukup baik.

Haha, dan jangan lupa saat membicarakan mantan-nya sendiri yang orang Rusia.. Ryeowook hampir saja kelepasan tertawa terbahak bahak saat Kyuhyun dengan polosnya berkata "kamu saja mesum!"

Mata coklat itu,, dan bibir merahnya itu.. hahahahh...

Aigoo kyeopta...

Ryeowook yang sedang menyetir jadi dibuat tertawa kecil sendiri saat mengingatnya lagi.

Hemm baiklah..

Wajah yang lumayan tampan. Check.

Keluarga terpandang dan berpendidikan. Check.

Sopan santun dan wibawa. Check.

Polos dan baik. Hemm sepertinya oke.

Approval dari orang tua termasuk kakek. Check.

Oke.. Tidak Ryeowook sangka, ternyata tidak buruk juga ya ternyata rekomendasi umma nya. Tidak pernah Ryeowook kira sebelumnya kalau proses mencari istri ternyata bisa se instan ini, hahah. Baiklah… apalagi yang seorang Kim Ryeowook mau cari?

Geurae Cho Kyuhyun, kau akan menjadi milikku mulai saat ini. Klaim Ryeowook seenaknya.

TBC!

Next author akan update Join Hands karna saya kesel liat Kyuhyun udah mau konser lagi. Jadi tadi pagi kepikiran, dalam seminggu harus update Join Hands sebelum Kyu keluar album lagi -_- hahahah maaf lama menunggu ne. Jangan luppa review. Annyong!

(ini capek banget sampe subuh editnya, please review! Bye~)