STILL YOU – Chapter 2

Cast:

Kim Ryeowook (ultimate bias)

Cho Kyuhyun

Cho Haejin

Cho Umma

Kim Harabeoji

Kim Heechul

Kim Hankyung

Etc

Genre & Warning: Yaoi. Romance. Drama. Boys Love.

Pariring: RYEOHYUN / WOKKYU (bukan KyuWook)

Author's note: Cerita hanyalah fiktif belaka.

~Makasih untuk semua yang sudah review dengan baik. Maaf tidak balas satu-satu ne. Tiap buka twitter akhir-akhir ini timeline penuh foto abang Kyuyuuun. Jadi nih author tambahin cerita Kyuyun biar tambah rame, haha. Jangan lupa review ne.

Baiklan, maaf untuk typo dan banyak pengulangan. Selamat Membaca!

OooO

"Kyunnie... bagaimana makan siangnya dengan Ryeowook? Ryeowook hyung baik kan orangnya?" Tanya Cho umma saat menlihat kedatangan Kyuhyun yang baru saja kembali dari makan siangnya.

"Huh... baik apanya umma.. orangnya biasa saja. Aku tidak mau lagi bertemu dengannya" keluh Kyuhyun langsung

"Mwoo?! Kenapa?"

"Dia terlalu blak-blakan umma. Terus menanyaiku macam-macam. Inilah, itulah, memangnya aku sedang diinterogasi polisi apa."

"Yah namanya juga orang baru kenalan Kyu sayang..." sang umma mencoba mengingatkan

"Ya tapi tidak begitu juga umma.. aku tidak suka deh pokoknya"

"Hadeuh.. yasudah gak usah dibawah serius gitu ah, jangan manyun begitu Kyuhyun-ah"

"Ne umma..." jawab Kyuhyun sambil mengikuti saran umma ya membuang jauh-jauh semua memori tentang Ryeowook itu.

Duh.. untung saja mereka bukan sepupu kandung... mana tahan aku punya sepupu kayak begitu... pikir Kyuhyun dalam hati

"Geurae umma kalau begitu aku keatas dulu ya, mau istirahaat" ujar Kyuhyun kembali bangkit berdiri hengkang dari ruang tengah rumah mereka

"Eum. Istirahat lah Kyu nanti sore temani umma belanja ne"

"Neee umma..."

OooO

Beberapa hari kemudian hari-hari Kyuhyun pun berjalan seperti biasa. Kyu bertemu dengan teman-temannya, kadang kekantor menyusul appa nya dan memperhatikan suasana berkerja disana. Tapi, Kyu belum merasa sreg akan departemen apapun diperusahaan tersebut, jadi dia pun belum memasuki posisi apapun dan belum berkerja full time di perusahaan.

Maka itu tanpa Kyuhyun ketahui jugalah kalau beberapa hari terakhir ini sudah beberapa kali Ryeowook bertemu dengan sang appa. Ryeowook mengajak pamannya makan siang dan mengobrol santai berdua, dan setelah satu dua pertemuan, tepat seminggu setelah Kyuhyun dan Ryeowook bertemu, Rabu malamnya Ryeowook bertamu ke kediaman Cho sekitar pukul 7 setelah makan malam

"Siapa yang sedang datang sih bibi?" Tanya Kyuhyun mencoba mengintip kelantai bawah mendengar appa nya sedang bicara dengan seseorang, tapi ia tidak tau itu siapa

"Ah ne. Ada Tuan Kim sedang datang berkunjung Tuan" jawab bibi Kim yang adalah pelayan senior dirumah tersebut

"Hemm? Tuan Kim? Hankyung ahjussi maksudnya? Atau Kim harabeoji?"

"Tuan Kim Ryeowook tuan, sekitar 15 menit yang lalu Tuan Ryeowook tiba dan sedang mengobrol dengan Tuan dan Nyonya besar"

"Oh yaa?"

"Iya. Nyonya berpesan kalau Tuan Kyuhyun mau, anda bisa bergabung dibawah"

"Hem? Bergabung? Ogah ah!" balas Kyuhyun langsung. Ngapain juga ketemu Ryeowook itu lagi..

"Baiklah Tuan"

"Geurae; gomawoyo informasinya bibi"

"Nee tuan…"

Kyuhyun sambil menggenggam secangkir teh hangat pun lansung masuk kembali kekamarnya dan guling-gulingan sendirian di kamarnya tersebut.

Ahh siapa juga yang mau ketemu dia lagi. Eh ngapain ya kira-kira Ryeowook kesini? Kemarin mengajaknya makan, sekarang mengobrol dengan appa. Hmm Kyu jadi curiga pria bermata sipit itu benar-benar punya niat yang tidak baik bagi keluarganya...

Lain diatas, lain juga dilantai bawah. Kalau dikamarnya Kyuhyun sedang guling-gulingan seperti omlet telur yang hendak didadar, diruang tengah pria imut ini malah sedang menjadi bahan pembicaraan serius oleh Ryeowook dan orang tuanya

ooo

Ryeowook sedang bicara empat mata dengan Cho umma dan appa dilantai bawah..

"Ahjussi, seperti yang sudah ketahui, minggu lalu aku sudah sempat bertemu dengan Kyuhyun langsung dan berkenalan dengan putra ahjussi"

"Ne Ryeowook-ah"

"Dan aku kira... Kakek juga sudah memberitahu tentang ide ini kepada ahjussi dan ahjumonim, iya kan?"

"Iya betul, tapi jujur kami masih merasa terkejut Ryeowook-ah. Karna tiba-tiba sekali datangnya rencana seperti ini"

"Ne. Aku juga setuju kalau ini memang mendadak Ahjussi. Tapi.. aku akan langsung jujur saja, setelah bertemu Kyuhyun langsung kemarin pun aku secara pribadi sudah turut setuju dengan pilihan kakek dan orang tuaku, ahjussi dan ahjumonim"

"Oh ya..? Apa yang membuat kamu berpikiran seperti itu Ryeowook-ah" Cho appa merasa cukup terkejut dan jujur sedikit penasadan

"Kyuhyun sepertinya adalah pria yang baik dan polos, aku menyukainya. Kami memang belum mengenal satu sama lain begitu baik.. tapi aku rasa masalah seperti itu akan bisa teratasi dengan baik ahjussi, ahjumonim" jawab Ryeowook sambil memasang senyum mautnya.

"Ne..."

"Aku datang kesini untuk memberi tahukan secara langsung dan membawa niat baikku kerumah ini. Kalau ahjussi dan ahjumonim setuju, aku kira tidak ada yang perlu ditunda lagi karna pihak keluarga kami pun sudah setuju semua"

"Ah, baiklah Ryeowook-ah.." Cho appa dan umma hanya bisa meangguk-anggukkan kepala mendengarkan.

"Aku akan datang lagi esok-esok hari ahjussi, ahjumonim. Aku mengerti tentu saja yang anda perlu waktu untuk berdiskusi"

"Ne, terima kasih Ryeowook-ah"

"Ne baiklah, kalau begitu, aku ijin pulang dulu kalau begitu, ahjussi. Kalau tidak keberatan Jumat malam nanti aku akan datang lagi, bolehkah?"

"Ne tentu saja Ryeowook-ah. Datanglah saat jam makan malam kita makan malam bersama ne"

"Baiklah ahjussi, ahjumonim. Aku permisi"

"Nee"

OoooO

Hari Jumat- nya di kediaman Cho

"Kyuhyun, ayo turun sudah waktunya makan malam…." Panggil Cho umma memanggil Kyuhyun yang sedang berada dilantai dua

"Ne umma"

"Kyu…. pakailah sweater mu. Kita akan kedatangan tamu malam ini"

Kyuhyun yang tadinya turun hanya dengan mengenakan kaus oblong saja langsung naik lagi meraih sweater kuning kecoklatannya yang berwarna senada dengan warna rambutnya

"Oh.. tamu siap umma? Teman kerja appa?"

"Bukan. Hanya Ryeowook yang datang kok Kyu, bukan teman appa"

"HAH? Ryeowook?" Kyuhyun yang sudah berada dibawah langsung merasa ingin kabur keatas sekarang juga. Tapi… nasi sudah menjadi bubur, di ruang tengah sudah terdengar suara grasak grusuk tanda kehadiran seseorang sebelum Kyuhyun sempat kabur.

Tak lama kemudian, Cho appa memasuki ruang makan bersama orang itu lagi.. iya, siapa lagi kalau bukan Kim Ryeowook..

"Annyong, Kyuhyun-ah" sapa Ryeowook.

"Oh, annyong"

Kyuhyun hanya tersenyum kaku saat Ryeowook menyapanya dengan senyum seperti itu. Entah mengapa Kyuhyun belum terbiasa untuk dekat-dekat dengan Ryeowook ini. Ya iyalah mereka baru ketemu sekali. Tapi bukan hanya karna itu saja, alasan lainnya adalah karna entah mengapa Kyuhyun merasa Ryeowook selalu memandanginya dengan pandangan tidak wajar. Smirk nya itu loh. Apa sih maksudnya?

Selagi sibuk ngedumel dalam hati, Kyuhyun pun hanya mengikut saja mulai makan malam bersama orang tuanya dan Ryeowook juga.

Pria ber-rambut cokelat ini kebanyakan hanya mendengarkan malam itu. Karna appa dan ummanya banyak meng servis tamu mereka dan Kyu menganggapnya wajar. Ryeowook banyak cerita tentang keluarganya, harabeoji, tentang bisnis, politik, dan lain lain lainnya sampai satu jam terlewat tanpa kerasa.

Kyuhyun melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul 8. Hore…. Saatnya tamu mereka pulang, iya kan?

"Baiklah ahjussi... Aku permisi dulu. Gomabsemnida untuk makan malamnya. Hidangannya saat enak, ahjumonim" pamit Ryeowook dengan sopan

"Ne. Sama-sama Ryeowook-ah. Tidak perlu sungkan lah! Berkunjung lah lagi kapan-kapan ne"

"Ne, aku akan berkunjung lagi dalam waktu dekat ahjussi. Aku permisi dulu."

"Neee hati-hati dijalan Ryeowook-ah.."

Kyuhyun hanya bisa memasang senyum datar melepas kepergian Ryeowook di pintu depan bersama orang tuanya sambil melipat sebelah tangannya.

Hahah.. berkunjung lagi dalam waktu dekat? Dia pasti bercanda kan? Ya iyalah paling basa-basi saja.. Ngapain juga datang kesini lagi sering-sering. Memangnya apa yang dia perlukan dari rumah ini... pikir Kyuhyun sambil melangkahkan kakinya naik kembali ke lantai 2. Hehe, tidak tau saja apa yang sebenarnya Ryeowook cari disana Kyuhyun ssi, haha.

OoooO

Seminggu kemudian, Jumat malam Kyuhyun berada dirumah sendirian malam itu. Appa dan ummanya sedang menghadiri acara dan sudah berangkat sejak pukul 6, dan diperkirakan baru akan pulang sekitar pukul 10.

Kyuhyun seperti biasa berada di kamarnya malam ini. Guling gulingan sambil main game. Dia bukanlah tipe anak muda yang banyak main. Lebih bisa dibilang anak rumahan. Kyuhyun tidak pernah clubbing ataupun lainnya. Mungkin karna ia belum punya terlalu banyak teman di Seoul juga.

Tepat pukul 7, tiba-tiba seorang pelayan datang mengetuk kamarnya.

Tok tok

"Tuan muda.." panggil bibi Jang kepada Kyuhyun

"Ne bibi?"

"Ada tamu datang mencari anda Tuan"

"Hem? Siapa?"

Siapa yang mencarinya malam malam begini….

"Tuan Kim Ryeowook... menunggu dibawah" ujar sang bibi menjelaskan.

"Hah? Ryeowookkk?" Kyuhyun benar-benar kaget saat mendengar berita seperti itu.. Ryeowook LAGI?

"Iya tuan. Tuan Ryeowook ingin bertemu dengan anda. Ia menunggu diruang tamu."

"Andwae! Bibi! Bilang aku sedang tidak ada dirumah!" ujar Kyuhyun langsung.

"Hemm? Kami sudah terlanjut mengatakan kalau Tuan Cho sedang berada dikamarnya.."

Kyuhyun langsung merasa panik, sedikit bengong, sampai mengjedotkan kepalanya sekilas ke dashboard ranjang

Astagaaa ia sedang malas sekali meladeni tamu saat ini. Rambutnya sedang acak-acakan.. Kyuhyun belum mandi sejak pagi... dan ia sunggu sedang malas basa-basi dengan siapapun itu apalagi Ryeowook!

"Aduh bibi.. bilang pada Ryeowook aku sedang sibuk ya.. tolong …jebalyo"

"Ba.. baiklah Tuan kalau itu yang anda inginkan" bibi Jang walaupun sedikit bingung tapi ia hanya bisa menuruti perintah

"Er... bilang.. aku sedang sibuk..! Sibuk ngobrol dengan temanku lewat video call!" Kyuhyun langsung memutar otak untuk mencari akal

"Bibi berikan dia teh saja.. terus kalau dia mau pulang, biarkan saja pulang ya Bi.."

"Baik Tuan."

"Bilang.. aku harus melakukan sesuatu selama satu jam! Bibi sampaikan, aku berpesan tidak perlu menunggui, biarkan dia pergi saja ya… ya…"

"Algesemnida tuan muda"

"Geurae, kabarkan aku kalau dia sudah pulang ya bibi!"

"Baik tuan…"

"Ne. Gomawoyo bibi."

"Neeee"

Ceklek. Bibi Jang pun kembali menutup rapat pintu dan menghilang kebawah sana.

Kyuhyun menghembuskan nafas keluar dan berharap Ryeowook akan pulang dalam waktu cepat.

Kenapa dia kesini malam jumat? Apa mencari appa dan umma? Ahh.. kalau tau appa sedang pergi Ryeowook pasti akan pulang juga.

Iya pasti begitu!
Kyuhyun pun melanjutkan gamenya sambil menunggu kehadiran bibi Jang untuk mengabarkan kalau Ryeowook sudah pergi nanti.

10 menit, 20 menit, 40 menit terlewat dan Kyu terus melirik jam setiap menitnya. Kenapa bibi belum naik-baik juga? Apa dia belum pulang? Kyu mulai penasaran

Pukul 8 tepat, Bibi Jang mengetuk pintu dan Kyuhyun langsung menyambutnya dengan meriah.

"Bibi! Bagaimana Ryeowook sudah pulang kan?!"

Tidak disangka sangka, Bibi Jang masih belum membawa kabar yang terlalu menggembirakan bagi Kyuhyun.

"Belum tuan, tuan Kim masih menunggu dibawa. Ia bilang beliau akan menunggu anda sampai selesai."

"Ini sudah pot teh ke 4 yang kami sediakan Tuan, Tuan Kim hanya duduk dan sibuk dengan handphone-nya dilantai bawah"

"Apaaaa? Dia tau kalau appa dan umma sedang tidak dirumah kan bi?" Kyuhyun kaget dan mulai memasuki tahap hampir tidak percaya.

"Iya tuan, tapi tuan Kim ingin bertemu anda…"

"Waeeee?" pekik Kyuhyun

"Saya kurang tau, Tuan"

Ohmygodddd Kyuhyun semakin tercengo sendirian sambil masih bergulat diranjang. Tidak mungkin. Apa yang dia inginkan sebenarnya? Kenapa jadi seperti ini? Ini awkward sekali. Kenapa Ryeowook terus menghampirinya seperti ini? Jangan-jangan... andwae! Tidak mungkin Kyuhyun..

Kyu langsung membuat ide yang bahkan belum terlontar tersebut jauh-jauh dan masih ngotot untuk memasang posisi bertahan.

"Bibi.. aku tidak mau bertemu dengannya. Bilang aku masih lama saja ne.."

"Anda yakin tuan?"

"Heeh..." Kyuhyun menangguk lemah memasang wajah imutnya

"Bibi isikan lagi tehnya dan beri dia snack saja..."

"Semua snack sudah kami keluarkan tuan, tapi Tuan Kim hanya ingin bertemu Tuan muda saja.."

Ohmygod semakin disebut semakin Kyuhyun ingin mengigit bantal rasanya.

"Hemm.. setengah jam deh bi! Setengah jam lagi.. kalau sampai jam 9 kurang 15 dia belum pulang. Aku akan turun kebawah! Janji!" Kyu akhirnya membuat keputusan setelah melihat jam dinding. Sekaranng pukul 8 lima belas. Kalau setelah ini Ryeowook pulang, Kyu tidak perlu ketemu dengannya

"Baiklah tuan.."

"Tapi kalau dia mau pulang silahkan ya Bi. Sampai kan maafku padanya! Bilang nanti aku akan SMS dia sebagai permintaan maaf!"

"Algesemnida Tuan"

"Gomawoyo bi!"

"Neee.."

Bibi Jang pun akhirnya turun kebawah lagi dan Kyuhyun masih memilih diam atau posisi bertahan. Andwe.. dia tidak mungkin menungguku sampai 2 jam.. tidak mungkin tidak mungkin... Kyu terus meyakinkan dirinya sendiri berharap Ryeowook akan pulang.

Tapi... setengah jam kemudian bibi Jang belum naik juga! Membuat Kyu desperate dan akhirnya mengganti baju tidurnya dengan jumper, menyisir rambutnya sedikit lalu baru melangkah kebawah. Mulai dari mengintip, dan menemukan Ryeowook disana, duduk disofa sibuk dengan handphone-nya memasang wajah datar

"Annyong.." sapa Kyuhyun saat ia tiba diujung tangga sambil memasang cengiran tidak bersalah. Ryeowook sedikit tergesiap dan langgsung bangkit berdiri melihat kedatangan sang tuan rumah.

"Oh. Annyong Kyuhyun-ah."

"Ryeowook-ah mianhaeee aku sedang video call dengan temanku di Australia. Tidak enak kalau diputus begitu saja, aku baru selesai, maaf membuatmu menunggu lama ya. Jeongmal mianhaeyooo" Kyuhyun mulai berakting senatural mungkin seakan dia benar benar benar menyesal untuk menutupi kesalahnya membuat Ryeowook menunggu 2 jam seperti ini. Lagian kenapa dia harus nunggu sih? Kyu masih tidak mengerti tapi ia masih punya tata krama dan tidak mungkin mengusir Ryeowook begitu saja dari sini.

"Ah gwenchanayo.. aku mengerti. Salahku juga yang tidak bilang-bilang dulu mau datang kesini." Balas Ryeowook. Bukan hanya Kyu yang berakting, Ryeowook pun mulai membalasi dengan akting bersikap sesopan mungkin juga pura-pura polos. Hah.. memang aku tidak tau sekaran jam berapa apa di Australia... tidak perlu berusaha sekeras itu untuk mengelabuiku Kyuhyun-ah. Pikir Ryeowook dalam hati

"hehe.. gomawoyo.. silahkan duduk.." suasana diantara keduanya pun dari awkward tiba-tiba berubah menjadi lovey dovey an. Kyu yang akting maaf dengan aegyonya diladeni dengan Ryeowook sebagai pria yang sabar dan malu-malu ngapel kerumah kekasihnya. Tanpa disadari keduanya masuk kedalam plot yang sama sekali tidak terduga seperti ini

"Ne... bagaimana kabarmu?"

"Baik.. bagaimana kabarmu juga Ryeowook-ah? Sibuk?"

"Ne aku juga baik. Sibuk.. lumayan, tapi belum terlalu karna masih belum banyak proyek baru."

"Ohh..."

Kyu dan Ryeowook membuka pembicaraan mereka dengan sama-sama basa basi dan Ryeowook pun kembali memimpin pembicaraan dan mereka ngobrol tenang ini, itu, ini dan itu. Kyu meladeni obrolan Ryeowook dengan santai sambil memeluk bantal. Ia menjawabi dan kadang tertawa sekilas, suasananya diantara mengalir dan Kyu masih menutupi rasa penasarannya yang sampai sekarang belum terpecahkannya sebenarnya.

Sebenarnya apa maksudnya dia kesiniii?

Mengobrol berdua malam-malam seperti ini.. dan Ryeowook pun sejak tadi tidak mengarahkan perbincangan mereka ke topik apapun yang terlalu spesifik. Membuat Kyu semakin curiga. Beneran dia hanya ingin mengenalku saja? Untuk apa? Memangnya mereka sedang dalam tahap pdkt apa? Kenapa feel nya jadi terasa seperti ini..
Omo..

Kyu hanya memasang poker face dan terus meladeni obrolan Ryeowook sampai akhirnya perbincangan mereka terpotong karna kepulangan Cho appa dan umma pukul setengah 10an.

Ternyata orang tua Kyu pun juga tidak menyangka Ryeowook akan datang hari ini. Mereka cukup terkejut melihat Ryeowook sedang mengobrol dengan Kyu malam malam begini.

"Yaampun Ryeowook sudah sejak jam berapa disini?" Cho umma terlihat lebih senang dari biasanya melihat kehadiran Ryeowook dirumahnya malam ini.

"Sudah sejak pukul 7 ahjumonim, hehe" jawab Ryeowook dengan sopan

"Jam 7? Wahh kalau begitu sudah lama sekali ya kalian ngobrol berdua..." ujar Cho umma dan baik Kyu maupun Ryeowook hanya bisa tersenyum awkward menanggapinya.. Hahaha..

"Yaampun untung saja kita pulang yeobo kalau tidak Ryeowook tidak selesai-selesai ngobrolnya dengan Kyuhyun... hahaha" Cho umma masih lanjut berasumsi Ryeowook betah ngapel dirumah ini sampai malam-malam. Belum tau saja kalau belum satu jam Kyu dan Ryeowook mengobrol sampai akhirnya mereka pulang. Lagi, Ryeowook dan Kyu hanya bisa tertawa mengikuti arah pembicaraan sang umma.

"Eh tapi kalau kalian masih mau ngobrol tidak apa-apalah loh Ryeowookie Kyuhyunie, silahkan kami tidak menyuruhmu pulang kok"

Kyuhyun hanya bisa menutup mata sekilas menanggapi sikap umma nya yang sudah terlewat bersemangat.

Ohmygod kenapa mereka seakan sedang benar-benar dalam masa pendekatan sekarang.. padahal Kyu masih tidak tau benar apa maksud Ryeowook sebenarnya

"Aniyo ahjumonim, aku akan pulang secepatnya. Tidak enak sudah malam, menangganggu istirahat semuanya" Ryeowook mundur diri dengan sopan.

"Aigoo... baiklah kalau begitu..."

Cho appa umma dan Kyuhyun pun kembali mengantar kepergian Ryeowook sebelum mereka beristirahat kekamar masing-masing malam itu.

Kyuhyun hanya bisa menghembus nafas lega saat Ryeowook sudah menghilang dari pandangannya. Omo apa maksud dia sebenarnya..? Kyuhyun sungguh penasaran... dan sama sekali tidak mengerti lagi. Kenapa dia harus selalu kesini dan menanyai aku?

Sepertinya sudah harus secepatnya orang tua Kyuhyun menjelaskan semuanya agar putra mereka semakin tidak penasaran, iya penasarannya cuma digantikan dengan serangan jantung mendadak, hahaaha

OoooO

"APA? Dijodohkann?"

Oke sekarang semuanya menjadi jelas sekarang. Jadi ini maksud orang tuanya mengenalkan mereka? Dan ini juga kenapa Ryeowoook terus berkunjung kerumah mereka selama seminggu terakhir? Omo Kyuhyun sungguh dibuat tercengo tidak percaya.

"Tapi aku kan tidak mau menikah muda umma!" Kyu masih ingat pada prinsip nya sendiri untuk tidak menikah sampai usia 28 tahun. Tapi... tiba-tiba ada apa ini. Surprise surprise baru beberapa bulan ia pulang ke Seoul, sudah ada pria yang siap melamar atau dijodohkan dengannya begitu saja.

"Ryeowook sendiri yang memintamu langsung kepada appa loh Kyuhyun... tanpa perwakilan ayah atau umma nya. Berarti niatnya sangat baik, iya kan? Dia menyukaimu katanya.."
ujar sang umma mencoba meyakinkan Kyuhyun lagi dan lagi

Menyukai aku? Apa? Dia tidak bercanda kan? Otak Kyuhyun semakin panik semakin mendengar semua ucapan yang dituturkan oleh orang tuanya. Semua keinginannya langsung tergoyahkan dan terancam dengan keberadaan Ryeowook seperti ini. Pertama Kyuhyun tidak kenal dengannya. Kedua Kyuhyun tidak menyukainya. Ketiga Kyuhyun tidak mau menikah muda tapi... tapi Ryeowook ini.. dan orang tuanya sudah serius sekali membicarakan perjodohan.

"Kamu pendekatan dulu lah dengan Ryeowook... tidak mungkin appa menolak perintah harabeoji Kyu, mengertilah" tambah Cho appa lagi.

Iya Kyuhyun ngerti kalau tidak enak mereka menolak perintah harabeoji. Tapi bukan berarti kalau ia harus mengorbankan kebahagiaanya sendiri demi orang lain, iya kan? Duh... kenapa Harabeoji bisa-bisa nya punya ide menjodohkan aku dengan cucunya sih?
Semakin dipikir semakin Kyuhyun tidak mengerti. Dan…. Setelah perdebatan panjang malam itu, kesimpulan akhirnya tetap berujung pada Kyuhyun yang masih keras kepala seperti biasa.

"Tapi aku tetap tidak mau dijodohkan dengannya appa. Titik! "

Itulah kesimpulan yang keluar dari mulut Kyuhyun malam itu. Tidak mudah memang meyakinkan pria seperti Kyuhyun. Apalagi kalau cuma orang tuanya yang melakukannya. Sekeras apapun itu, Kyuhyun pasti berusaha menolak. Tapi.. kalau sudah bukan orang tuanya yang turun tangan, bagaimana hayo? Bagaimana Kyuhyun bisa kabur, ya?

ooo

Malam malam selanjutnya Ryeowook terus bertamu ke kediaman Cho setiap malam, membuat para pelayan masam-masam sendiri, apalagi Nyonya Cho yang senang sekali setiap melihat Ryeowook datang. Seperti menunjukkan pada putranya: "Kyuhyun lihat nih, orang yang kami pilihkan langsung turun tangan sendiri untuk mengubah pikiranmu secara langsung loh"

Kalau ini rumahnya sendiri, tidak usah disiruh dua kali pun Kyuhyun tentunya tidak akan mau meladeni Ryeowook yang datang bertamu. Tapi.. setiap malam Umma nya tidak akan bisa diam sampai Kyukyu turun untuk mengobrol dengan Ryeowook dibawah sana berdua. Iya, Ryeowook datang hanya untuk ngobrol saja, tidak lebih. Kyuhyun masih tidak mengerti dengan pria ini sebenarnya. Jaman gini ngobrol memang tidak bisa lewat handphone apa? Textingan, atau telfonan, saja gitu? Duh kenapa harus ketemu langsung. Kyuhyun masih terus ngedumel tapi ia tidak bisa menhindar. (Kyu gak ngerti arti pacaran)

Tapi... tenang saja. Sejak Kyuhyun tau kalau ia dijodohkan seperti ini, baik ia dan Ryeowook sudah tidak berakting lagi dengan satu sama lain. Tidak ada lagi suasana awkward atau lovey dovey palsu sebagai bentuk basa basi. Kyu lagsung menyapa Ryeowook dengan datar dan Ryeowook pun kembali ke tabiat aslinya. Pria ini pandai bicara dan menusuk disetiap perkataannya.

"Ihhh kalau mau berdebat ngapain menghampiriku kesini sih, sudah tidak usah datang lagi besok-besok!" Balas Kyuhyun setelah mereka berbeda paham dan Kyu kalah berdebat saat mereka membahas suatu hal

"Ya, kau sedang mencoba mengusirku ya?!"

"Siapa yang mengusir! Aku bilang besok tidak usah datang lagi. Daripada kita berantem terus, aku capek berdebat denganmu!"

"Aku juga tidak mau berdebat denganmu Kyu, makanya sudah kubilang kan ikutlah denganku berkunjung kerumah akhir pekan ini"

"Tidak mauuu... aku belum siap bertemu orang tuamu. Memangnya aku pernah menjawab iya atas perjodohan ini apa?!" cecar Kyuhyun langsung.

Ck. Ryeowook hanya memutar kedua bola matanya karna obrolan mereka sejak tadi terus berputar di poin yang sama itu-itu saja.

"Ck. Cepat atau lambat pun kamu harus menerimanya Kyuhyun"

"Eh, seenaknya aja kalau bicara. Kenapa kamu bisa seenaknya menilai begitu?"

"Karna memang begitu kenyataannya!"

"Tidak mau! Aku juga punya hak bicara tau! Memangnya aku boneka bisa dioper begitu saja kepadamu!" Kyuhyun masih ngotot.

"Memang apa yang bisa kamu lakukan? Seperti saat ini, kamu juga tidak mau bertemu denganku tapi akhirnya turun juga kan? See, Kyuhyun, sudahlah jangan buang buang..."

"Kalau aku mau bertemu denganmu bukan artinya aku mau dijodohkan denganmu! Urghhh" potong Kyuhyun sambil mereka duduk berhadap-hadapan dengan semakin mendekat tanpa sadar karna perdebatan yang intens ini.

"Lalu? Kamu masih mau menolak?" Ryeowook masih menjawabi dengan tenang sambil menatap mata Ryeowook tajam-tajam

"Iyalah! Tentu saja! Aku tidak mau menikah dalam waktu cepat"

"Yasudah, selamat menjelaskan dan meyakinkan pada orang tuamu kalau begitu" Balas Ryeowook dengan gampangnya

"Yaa! Ryeowook! Aku bicara denganmu agar kamu juga bisa menolaknya"

"Kalau aku tidak mau?" Balas Ryeowook langsung

"Hah?"

"Aku tidak mau menolak…"

"Tapi aku tidak setuju!"

"Kalaupun kamu tidak setuju tidak berarti aku harus menolak juga kan."

"Yaaa!" Emosi Kyuhyun sudah benar-benar memuncak naik ke ubun ubun, rasanya ingin Kyu cabik hidup-hidup saja pewaris tunggal keluarga Kim yang ada dihadapannya ini

"Sudahlah jangan gegabah Kyuhyun. Kuingatkan sekali lagi padamu. Jangan menyesal setelah membuat keputusan bulat-bulat nanti"

"Aku tidak akan menyesallll!"

"Yakin?" Balas Ryeowook sambil menaikan kedua alisnya dengan tatapan angkuhnya seperti biasa

"Yaaa! Ryeowookkk! Sudah ah aku mau naik saja. Silahkan bicara sama tembok sendirian sana!" balas Kyuhyun yang sudah kelewat kesal. Titik kesabarannya sudah mencapai level maksimum sekarang.

"Kamu naik ya aku pulang, apa susahnya"

"Ishhhh…."

Ryeowook masih mendengus sendiri tidak merasa terancam atau tergubris dengan ucapan Kyuhyun sama sekali

"Besok jangan datang-datang lagi! Aku tidak mau bertemu denganmu lagiii!" Balas Kyuhyun

"Mau datang atau tidak itu pilihanku. Lebih baik kamu memikirkan cara yang lebih cerdik agar bisa menolak suruhan ibumu daripada mengkhawatirkan aku"

Ohmaigadddd! kalau Ryeowook itu bukan cucunya Kim harabeoji, sudah ingin Kyuhyun cakar hidup-hidup rasanya wajah pria dihadapannya ini

"Sudah ah aku duluan. Annyong. Sampai bertemu besok malam Kyuhyun-ah"

Ryeowook dengan enaknya melenggang pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih kesal dari ujung rambut keujung kaki. Uhhhh menyebalkan menyebalkan menyebalkannnn! Cuma satu kata jtu yang bisa Kyu terus ulang-ulang didalam kepalanya. Tanpa Kyu tau sebenarnya apa yang menyebalkan.

Bertemu dengan Ryeowook yang menyebalkan? Atau kenyataan kalau ia tidak pernah bisa membalasi omongan Ryeowook yang jadi menyebalkan? Semuanya mungkin.

ooo

"Kyuhyun... ayo kebawah Ryeowook sudah datang"

"Tidak mau omma... aku tidak enak badan.. suruh dia pulang saja…"

"Kyuhyun..."

"Umma aku beneran sakit... tidak mau diganggu kumohon mengertilah..."

Tok tok tok tok tok

Tok tok tok tok tok

Tok tok tok tok tok

Kyuhyun memutar bola matanya mendengar ketukan pintu yang tidak berhenti terdengar sejak tadi.

Siapa sih?!

"Umma kan sudah kubliang aku tidak mau kebawah…."

Tok tok tok

Tok tok tok

Tok tok tok

Akhirnya Kyuhyun menyerah dan terpaksa menarik diri dari tempat duduk untuk membuka pintu

"Aigoo gamjakkiya!" Berapa kagetnya Kyuhyun saat melihat Ryeowook berada tepat dihadapannya saat ini

"Kenapa kamu disini?!" Pekik Kyuhyun langsung

"Untuk bertemu denganmu lah. Apa lagi?!" Tanya Ryeowook datar karna tangannya sudah pegal mengetuk ngetuk pintu itu sejak tadi. Tapi tentu saja bukan Ryeowook namanya kalau cepat menyerah. Dan, benar saja kan. Akhirnya anak ini membukakan pintunya juga

"Ya! Ngapain? Kamu tidak boleh masuk kesini. Ini kamar pribadiku tau. Privasi!" pekik Kyuhyun langsung

"Ibumu sendiri yang menyuruhku naik." Jawab Ryeowook langsung "Sudahlah aku mau masuk, pegal tau daritadi berdiri terus"

"Tidakk!" Kyuhyun langsung menutup pintu rapat rapat dan hanya menjulurkan kepalanya saja

"Kyuhyun..."

"Ini kamar tidur, bukan ruang tamu! Enak saja masuk-masuk sembarangan!"

"Dari kemarin kamu tuh bawel banget ya, tidak ada hentinya berbicara..." Ryeowook mulai kesal lagi dan lagi

"Iya! Memang kau bawel.. terus kenapa?!"

"Kyuhyun, ibuku mengamati kita dibelakang pundakku. Jadi jangan, jangan berdebat lagi dan persilahkan aku masuk sekarang, oke? Semudah dan sesimple itu saja Cho Kyuhyun"

"Tidak mauu! Ngapain sih masuk-masuk!"

"Kyuhyun..."

"Kamu tuh gak tau tata krama ya. Mana ada tamu masuk masuk kamar orang!"

"Kyuhyun..."

"Pokoknya tidak! Biarin umma lihat pokoknya tempatmu diluar... yaaaa!"

Ryeowook yang dari mendengarkan sampai memijat pelipisnya akhirnya mengambil action mendorong pintu itu sedikit paksa, membuat Kyuhyun terbelalak dan Ryeowook lagsung menyelip kedalamnya dan menutup kembali pintu rapat-rapat.

"Yaa! Siapa yang mengininkanmu masuk kesini! Dasar pemaksa!"
Kyuhyun berteriak didepan muka Ryeowook langsung. Setidaknya pintu sudah tertutup rapat jadi sang nyonya rumah tidak bisa menguping pembicaraan mereka. Ryeowook sudah jengah dan merasa tidak enak sejak tadi, 5 menit ia menunggu tidak dibukakan pintu, kalau Kyuhyun masih berhasil mengusirnya, mau ditaruh kemana wajahnya didepan Cho ahjumma? Wook tau sejak tadi ummanya Kyuhyun menontoni mereka dari jauh. Jadi tidak enak kalau ujungnya ia masih gagal untuk hanya melewati sebatas pintu ini saja.

Tidak perduli dengan keluhan Kyuhyun, Ryeowook hanya melenggang santai menuju sofa setelah menyebar pandangan keseluruh penjuru kamar itu sekilas

"Umma mu sendiri yang menyuruhku naik kesini Cho Kyu.."

"Apa? Tidak mungkin ah! Umma tidak mungkin menyuruh orang asing masuk kekamarku!" Pekik Kyuhyun masih menolak untuk percaya

"Sampai ahjumma yang minta bagaimana? Cho ahjumma bilang.. kamu sedang tidak enak badan. Aku cuma mengidekan, oh.. kalau begitu aku yang naik saja kita bicara diruang tamu lantai dua, lalu ibumu langsung membalasi. 'Ohh tentu saja! Langsung masuk saja kekamarnya Kyuhyun ya Ryeowookie...'" Ryeowook mengopi nada bicara Cho ahjumma yang halus dan lembut sebelum kembali lagi ke nada bicara biasanya lagi

"Langsung Kyuhyun. Langsung. Garis bawahi itu! Bagus aku tidak langsung masuk kekamarmu sebelum mengetuk pintu.."

Sambil ngedumel dengan tangan dilipat didada Ryeowook berjalan menuju sofa dan duduk manis disana.

"Ishhhh kau inii!" Kyuhyun hanya bisa ngedumel kesal. Sekujur tubuhnya rasanya gemas ingin mencekik Ryeowook tapi sayangnya ia tidak bisa.

"Lagian apa yang perlu disembunyikan sih dari kamarmu seperti ini. Perasaan biasa saja..." Ryeowook masih memandangi sepenjuru kamar sekilas seperti inspektor saja. Kamar Kyuhyun memang terbilang polos. Hanya ada tempat tidur, dan meja yang ditaruh laptop tempat ia bermain game disana

Kyuhyun saking kesal sendiri sampai sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi

"Aishhhh…" pria imut ini cuma bisa ngedumel dalam hati sumpah serampah mengatai Ryeowook yang selalu... Garis bawahi SELALU seenaknya sendiri.

"Sudah ah, aku kesini hanya untuk menyampaikan pesan kepadamu"

"Pesan apa?" Cibir Kyuhyun langsung

"Sabtu nanti. Datanglah kerumah. Umma mengundangmu makan siang"

"Whatt? Tidak mau!" Pekik Kyuhyun

"Waeeyo?"

"Ya gak mau saja. Memangnya kita apa." Kyuhyun masih menggeleng gelengkan kepalanya sendiri menghindari kenyataan

Ryeowook hanya bisa berdecak melihatnya

Ck.. masih mencoba untuk menghindari kenyataan oh?

"Kita ini calon tunangan Cho Kyuhyun..." jawab Ryeowook untuk kesekian kalinya dengan tegas

"Ya! Shireo! Kenapa selalu meng klaim sepihak!" Lagi dan lagi pertemuan Ryeowook dan Kyu tidak pernah jauh dari keributan

"Sudahlah Kyu. Ini bukan mauku. Ini undangan umma dan harabeoji. Perlu aku bilang pada ibuku kamu menolak agar dia menghubungimu sendiri? Iya? Ancam Ryeowook lagi.

Kyuhyun menenggak ludah sambil memasang wajah poker facenya. Benar juga, kalau Heechul imo yang menghampirinya langsung akan lebih tidak enak lagi untuk menolak

"Perlu aku yang membawa ibuku dan harabeoji kemari hanya untuk menemuimu? Iya?!"

"Ahhhh geurae geurae aku akan datang!"

Ck. Ryeowook berchuckle sekilas melihat Kyuhyun akhirnya menyerah juga

"Tapi dengan satu syarat!" Tambah Kyuhyun langsung

"Apaa?"

"Mulai besok jangan datang lagiii! Dan bukan berarti aku sudah menerima perjodohan kita ya!"

Ryeowook hanya tersenyum masam mendengarnya

"Sudah kubilang aku mau bertamu kesini atau tidak itu pilihanku Cho Kyu.."

"Kamu sebegitu obsesinya denganku sampai seniat itu ya? Kyuhyun tiba-tiba kepikiran cara cerdik membalasi Ryeowook

Pintar juga dia...

"Siapa yang obsesi denganmu. Memangnya aku kesini hanya untuk bertemu kamu saja? Aku mau bicara dengan Haejin sukbu dan ahjumonim tau. Lihatlah sekarang siapa yang kegeeran menunggu kunjunganku heh.." tapi secerdik cerdiknya Kyuhyun, masih lebih cerdik Ryeowook pastinya..

"Yaaaa Kim Ryeowook!"

"Aku berkunjung kesini itu bisa karna berbagai alasan Kyuhyun. Jadi jangan melarangku bertamu, kalau besok aku tidak datang juga kamu yang jadinya kangen"

"Ehhhhh!" Wajah Kyuhyun sudah memerah tanpa ia sendiri sadari sekarang. Ditambah dengan asap mengebul diatas kepalanya malah kalau bisa

"Sudah ah, urusanku sudah selesai, aku harus pulang kalau begitu"

Ryeowook masih benarasi sendirian meninggalkan dan mencueki Kyu yang masih murka dan hanya bisa terus mengeluh kesal

"Senang kan kalau aku sudah pulang, selamat melanjutkan game starcraft mu ne, annyong!" Ryeowook melangkah keluar dengan enaknya dan Kyuhyun pun tidak bergerak sedikitpun karna ia masih gengsi tentu saja.

Ishhh kalau dia bukan cucunya harabeoji.. sudah Kyuhyun ingin jambak jambak rambutnya sejak tadi rasanya. Ohmaigad Ryeowook dan semua ucapannya itu selalu menguras emosi Kyuhyun tujuh harian. Rasanya lelah sekali hanya dengan berhadapan dengan dia saja.

OoooO

Esok harinya Kyuhyun sibuk sendiri memutar otak bagaimana untuk menghadapi Ryeowook kalau dia datang lagi. Kyu benar-benar tidak ingin bertemu dengan Ryeowook kali ini. Seratus persen, Kyu mengeraskan hatinya seperti anak kecil. Tapi tentu saja ia tidak bisa menolak karna appa dan umma nya terus menyuruh Kyu untuk mendekatkan diri lagi pada Ryeowook. Tanpa mereka tau daja Ryeowook aslinya seperti apa. Dia ketus, sangat blak-blakan dan menyebalkan. Bagaimana caranya agar Kyuhyun bisa kabur dari genggaman orang tuanya serta Ryeowook disaat bersamaan ya? Hemmm

Sore harinya, setelah muter-muter dikamar seharian, akhirnya Kyuhyun mengeluarkan koper kecilnya dan mengepak beberapa pakaiannya. Menulis sebuah pesan singkat disecarik kertas, lalu pergi berangkat ke sebuah hotel bintang lima. Kyu juga menon aktifkan handphone nya. Setibanya dihotel ia memesan kamar suite dan langsung check in. Memutuskan untuk menyendiri sementara waktu sebagai bentuk protes agar umma appa maupun Ryeowook tidak akan memaksanya lagi.

Agak nekat? Iya. Lebay? Sangat. Kyuhyun memang kadang berlebihan, dari dulu ia tidak mau, tidak bisa dipaksa, tapi lihatlah sekarang. Hmmm.. Kyuhyun berputar haluan dan bersikap seenaknya. Walaupun ini adalah pertama kalinya ia melakukan ini, harapan Kyuhyun simple saja: ia berharap saat ia kembali orang tuanya tidak akan ngotot menjodohkannya dengan Kim Ryeowook lagi. Iya... hanya harapan sih sepertinya..

"Yeobo! Kyuhyun belum pulang juga sampai sekarang..." Malam itu kediaman Cho digencarkan karna berita kaburnya Kyuhyun yang hanya meninggalkan secarik kertas berisikan ia ingin mencari ketenangan karna tidak mau dijodohkan dengan Ryeowook. Sudah, itu saja.

Hingga pukul 10 Cho umma yang tadinya kira putra semata wayangnya hanya bercanda pun akhirnya mulai merasa sesikit panik dan melapor pada suaminya

"Haduh… Coba hubungi handphonenya Kyuhyunie"

"Mati yeobo! Kyuhyun benar benar pergi dari rumah!" dan nyonya Cho pun mulai panik

"Tentang lah yeobo, Kyuhyun pasti pergi ketempat yang aman. Kita tau sendiri Kyuhyun itu seperti apa.."

"Yeobo.."

Kyu sudah dewasa. Dia bisa bertanggung jawab akan apa yang dilakukannya. Biarlah ia tenang dulu, nanti secepatnya juga putra kita akan kembali" Cho appa tau benar Kyuhyun itu seperti apa, dan sedikit banyak bisa menebak isi pikiran Kyuhyun yang seperti itu.

"Apa kamu yakin yeobo?!" Tanya nyonya Kim lagi untuk memastikan dengan suaminya ini

"Iyaaa… Tenanglah, tidak usah panik. Kyuhyun pasti baik-baik saja. Berilah ia waktu beberapa hari untuk berfikir yeobo. Jangan ditekan terus... "

"Baiklah yeobo aku percaya padamu." Ujar Nyonya Cho menurut pada sang suami pada akhirnya.

Dan... jadilah semua asumsi awal Kyuhyun pun tidak berlaku hari itu. Orang tuanya tidak panik sama sekali -setidaknya appa nya tidak panik. Seakan bisa membaca isi pikiran Kyuhyun, Cho appa bersikap santai dan membiarkan Kyuhyun untuk masa tenang sejenak. Malam nya Kyu tertawa setan sendirian membayangkan orang tuanya pasti panik dan saat Ryeowook datang, lalu Ryeowook akan lebih panik lagi dan merasa menyesal. Lalu mereka akan mencari Kyu kemana-mana dan mencabut rencana perjodohan mereka, iya pasti begitu! Haha

Nyatanya.. Ryeowook pun tidak berkunjung ke kediaman Cho malam itu. Entah karena untuk menuruti Kyuhyun, atau karna memang sedang malas saja, Ryeowook tidak datang, jadi teori Kyuhyun pun tidak berlaku sama sekali. Orang tuanya tidur sama tenangnya malam itu dan esok harinya pun masih begitu.

Setiap Cho umma khawatir suaminya akan menenangkan, meyakinkan kalau Kyu pasti baik-baik saja diluar sana. Kalaupun mereka ingin mencari putranya mereka tidak menyuruh orang dan akan bisa menemukan jejak Kyuhyun dalam sekejap.

Hari Jumat siangnya, Ryeowook makan siang bersama Cho ahjussi setelah sebuah meeting bersama. Ryeowook membawa topik malam itu ia akan bertamu untuk bertemu Kyuhyun lagi dan meminta ijin pada ahjussi. Barulah Tuan Cho memberitahu pada Ryeowook kalau sudah 2 hari Kyuhyun "kabur" dan belum kembali kerumah

"Apaa? Kaburr?" ulang Ryeowook lagi benar-benar tidak percaya akan hal yang baru saja didengarnya tersebut. Waw drama apalagi ini

"Iyaa... kami sudah menyuruh orang untuk mencari tau, katanya Kyuhyun menginap dihotel. Malam ini kami akan menjemputnya pulang Ryeowook-ah" ujar Tuan Cho sambil membersihkan mulutnya dengan napkin.

"Aniyo... tidak. Ahjussi.. eh, maksudku, abeonim. Abeonim tidak perlu turun tangan, biar aku saja yang menjemput Kyuhyun langsung appa" Ryeowook terlihat sangat serius, meyakinkan calon mertuanya agar ia yang mengambil alih kasus ini saja.

Dan juga.. iya, dalam dua minggu saja, sudah sebegitu dekatnya Ryeowook dengan keluarga Cho sampai ia mulai membiasakan diri memanggil Tuan dan Nyonya Cho dengan sebutan abeonim omonim tanpa pengetahuan atau kesadaran Kyu sama sekali. Setiap berkunjung kerumah Cho, sembari menunggui Kyuhyun yang lama, tidak berarti Ryeowook membuang waktunya begitu saja. Ia semakin dekat dengan calon mertuanya ini dibelakang punggung Kyuhyun sendiri. Cerdik kan?

"Aniyo.. tidak perlu Ryeowook-ah.." Cho appa tentunya merasa sedikit tidak enak

"Gwenchanayo abeonim. Aku yang membuat Kyuhyun kabur, jadi aku juga lah yang harus bertanggung jawab membawanya kembali pulang"

"Eyy tidak perlu bicara seperti itu" tungkas Tuan Cho karna ia tau ini sama sama sekali bukan salah Ryeowook. Kyuhyun-nya saja yang sedikit lebai. *eh

"Tidak apa-apa abeonim. Aku akan mencari tau keberadaan Kyuhyun siang ini. Sore nanti aku akan menjemputnya pulang kembali ke rumah" ujar Ryeowook dengan sigap

"Baiklah kalau begitu. Gomawo Ryeowook-ah" yeoksi calon menantunya memang sangat bisa diandalkan

"Tidak sama sekali abeonim" Ryeowook menunduk singkat dan sopan sebelum mereka berpisah jalan kembali ke kantor masing-masing

oooo

"Hyungsik-ah. Cari keberadaan Kyuhyun saat ini juga. Aku perlu nama hotel dimana dia menginap, nomor kamar nya, dan semua transaksi terakhir kartu kredit pemberian ayahnya"

"Ne sajangnim."

"Laporkan padaku juga dia sedang berada dimana sore ini. Pastikan saat aku kesana dia sedang berada dikamarnya"

"Ne sajangnim."

"Sudah itu saja, gomawo"

"Algesemnidaaa"

Sekretaris Ryeowook kembali ke meja nya sendiri dan Ryeowook melepas jasnya lalu kembali duduk manis untuk berkerja dikantornya. Ck… jujur dalam hati Ryeowook merasa sedikit kesal saat mendengar cerita dari Haejin sukbu yang merangkap calon mertuanya barusan. Kaburr? Kyuhyun kaburr?

Benar-benar memang anak itu.. ada saja akalnya seribu satu cara untuk kabur darinya. Padahal Ryeowook sudah berbaik hati tidak menyiksa Kyuhyun dengan bertamu selama dua malam ini. Baru dikasihani sedikit, eh Kyuhyun sudah duluan ingin mencegat pergerakannya seperti ini.

Huh.. tidak akan bisa Kyuhyun-ah… lihat saja nanti… akan kulakukan apapun untuk membuat kamu menerima perjodohan ini.

Dengan kaburnya Kyuhyun membuat Ryeowook merasa tertantang dan semakin semangat untuk menaklukan Cho satu ini. Kalau kemarin niatnya baru 50, sekarang tekad Ryeowook sudah berganti 3 kali lipat. Selamat ya Kyuhyun sudah membangunkan jiwa kompetitif seorang Kim yang sebenarnya.

Setengah hari itupun berlalu dengan cepat, dan walaupun Ryeowook sudah cukup penat berkerja dikantor, tapi hari ini ia masih mempunya satu tugas tambahan lainnya, yaitu: menjemput tuan muda Cho Kyuhyun dari tempat pengungsiannya.

Dalam waktu 2 jam anak buah Ryeowook sudah bisa mengecek keberadaan Kyuhyun dengan mudahnya. Seperti bisa ditebak, Kyukyu menggesek kartu kredit pemberian appanya untuk memesan sebuah kamar suite di hotel bintang lima di pusat kota Seoul.

Informan Ryeowook memberikan details aktivitas Kyuhyun selama 2 hari terakhir, nomor kamarnya dan menjamin kalau orang yang dicarinya sedang berada dikamar tersebut.

Dari kantor Ryeowook pun langsung menyetir ke hotel tujuan, dan langsung naik ke lantai dimana Kyuhyun berada. Kalau kemarin Ryeowook masih hanya bercanda menggoda Kyuhyun, kali ini ia sudah tidak main-main lagi. Wook sungguh jengah melihat reaksi Kyuhyun yang menurutnya berlebihan ini.

Memang segitu buruknya aku apa sampai ada yang bisa-bisanya kabur dari genggaman seorang Kim Ryeowook? Cih, lihat saja apa konsekuensinya nanti Cho Kyuhyun.

OooO

"Baiklah, aku permisi dulu abeonim, omonim. Selmat malam" Ryeowook membungkuk hormat saat berpamitan pada Cho appa dan umma yang melepas kepergiannya ke lobi rumah malam itu.

Setelah makan malam dan ngobrol sebentar, Ryeowook pamit karna malam sudah larut dan ia harus kembali kesini lagi esok hari untuk menjemput Kyuhyun. Eh, membawa Kyuhyun lebih tepatnya. Ke rumahnya untuk makan bersama umma dan harabeoji.

"Nee… hati hati dijalan Ryeowook-ah" Cho appa dan umma melepas kepergian calon menantu mereka dengan senyum sedangkan dibelakang, Kyuhyun hanya bisa menonton sambil tersenyum masam saja.

Huh… lihatlah sekarang orang tuanya saja sudah disabotase oleh Ryeowook juga..

"Kyuhyun, appa dan umma perlu bicara denganmu" panggil Cho umma sebelum Kyuhyun sempat kabur duluan keatas.

"Apalagi umma…." seperti biasa Kyu pun langsung cemberut dan memasang ekspresi innocent menolak disalahkan

"Jangan seperti ini lagi dong Kyuyun, kamu bukan hanya membuat kami khawatir, tapi juga membuat Ryeowook repot loh.."

Siapa juga yang menyuruhnya repot-repot… batin Kyuhyun tapi tentu saja tidak diungkapkannya secara langsung.

Kyuhyun hanya mendengarkan sembari berjalan naik kekamarnya mendengarkan wejangan sang umma.

"Kamu ini maunya apa sih... Berkerja belum siap... Menikah juga tidak mau... Maunya apa Cho Kyuhyun" sang nyonya rumah memulai wejangannya dengan sangat serius kali ini.

"Habisnya… kalau aku akhirnya hanya menikah saja, buat apa aku sekolah tinggi-tinggi omma..." Kyuhyun masih berusaha mengelak

"Kyuhyun...coba pikirkan baik-baik. kamu kira Ryeowook mau menikahi seorang lulusan SMA saja? Tidak mungkin keluarga Kim memilih menantu dengan reputasi sembarangan Kyu..
Justru karna mereka tau semua pengalamanmu, background edukasimu, kelurga Kim makanya mereka memilihmu Kyuhyunie..
Ryeowook dan keluarganya juga tidak bodoh Kyu, mereka tidak akan memasukkan menantu yang materialistis, ber pendidikan rendah dan berpandangan sempit. Karna kamu kebalikan dari tiga hal itu makanya kamu yang dipilih"

Ya, umur memang tidak bisa berbohong. Walaupun moto hidup Kyu yang sudah mulus adalah take our time atau santai saja, tapi pribadi pria ini sudah matang dengan sendirinya. Walaupun tidak sukses di pendidikan dan pekerjaan, Kyu mendapatkan nilai lebih karna pandangannya yang luas dan sudah hidup mandiri diluar negeri, dia juga tau etika, tampan, dan sopan.

"Kelurga Kim tidak mencari dokter ataupun arsitek Kyu, atau pewaris perusahaan raksasa lainnya dinegeri ini. Tapi kamu tau apa yang lebih sulit daripada mencari kekayaan dan kesuksesan?"

"Menjaga kesuksesan itu sendiri." Jawab Kyuhyun dengan taat mendengarkan wejangan sang umma

"Nah benar. Begitu juga dengan keluarga kita Kyuhyun. Umma dan appa tidak memikirkan hartaaa juga terus menerus. Uang tidak dibawa mati, yang penting adalah agar masa depanmu jelas, terjaga. Dan ini adalah tawaran yang bagus disaat yang tepat. Kamu juga bingung mau melakukan apa, lalu ada harabeoji yang mengusulkan mu dan keluaga Kim juga menyukaimu, cocok kan semuanya"

"Iya sih umma, tapi..."

"Kyuhyun, dengarkan umma. Banyak orang berfikir menikah adalah sesutu yang mudah, apalagi kalau menikah dengan orang yang sederajat atau sama sukses nya dengan kamu. Tapi sebenarnya, pernikahan itu tidak pernah ada yang mudah, bahkan itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak bisa kamu temukan di tempat lain selain takdirmu sendiri.
Menikah itu bukan sekedar melayani suamimu ne adeul, menikah bukan sekedar memenuhi perintah mertua, kakek, menjadi pasangan yang dipuji san dianggap ideal oleh banyak orang, bukan itu. Pernikahan adalah bagaimana kalian berkerja sama membantu satu sama lain dalam keadaan apapun." Cho umma masih terus menjelaskan

"Dengan kamu menjadi istri Ryeowook, tugasmu membimbing suamimu untuk tetap dijalan yang benar, mendukungnya saat ada yang tidak enak, menyemangati nya untuk menjaga keutuhan keluarga kalian. Nah sebagai gantinya, tugas suami adalah melindungimu, dan menafkahi mu. Tapi semua keputusannya juga kembali dari pribadi dan sikapmu sendiri. Umma percaya dibalik pria sukses ada pasangannya yang mendukungnya senantiasa. Dibalik keluarga yang harmonis ada ibu yang berkerja keras. Dibalik pasangan yang bertahan lama ada istri yang mengalah dan cerdas; karna mereka tau apa dan kapan ia harus melakukan sesuatu. Menjadi istri bukanlah sesuatu yang mudah, itulah tanggung jawabmu sekali kalian mengucapkan janji pernikahan. Kyunnie.. Jadi jangan kecil hati menganggap hidupmu selesai dengan menikah. Banyak hal lainnya yang bisa kamu raih setelah bersanding dengan Ryeowook. Kamu akan mengerti sendiri nantinya. Umma percaya keluarga Kim memilihmu bukan tanpa pertimbangan. Sayang kalau kamu menolaknya Kyu, umma cuma bisa bilang sayang.. Banyak miliader lainnya tapi jarang ada yang seperti Ryeowook. Ambillah waktu sejenak untuk mempelajari calon suamimu Kyu, oke? Umma mohon…"

"Ne umma aku mengerti…." Kyuhyun menangguk mengerti menurut pada sang umma kali ini.

ooooo

Wejangan sang umma membuat Kyuhyun berfikir panjang sebelum terlelap malam itu. Semua ucapan umma memang ada benarnya sih. Oke, mari kita mulai, berpikirlah dengan bijak Cho Kyuhyun. Selama ini Kyuhyun tidak mau menikah muda karna ia tidak ingin terburu-buru memasuki jenjang pernikahan yang menurutnya sakral -prinsip Kyu sejak kecil. Sejak dulu memang Kyu tidak pernah ingin hidupnya berjalan dengan terburu-buru, tidak seperti orang lain yang berlomba-lomba lulus cepat, kerja cepat, lalu menikah muda, Kyuhyun malah sebaliknya.

Tumbuh di keluarga lebih dari berkecukupan, dengan limpahan kasih sayang seperti tanpa beban membuat Kyu tidak sekalipun menyesal dan tidak mau menyesal akan apa yang terjadi dalam hidupnya. Rapi… Hal seperti ini belum pernah terpikir didalam skenario hidupnya sebelum Kyuhyun kembali ke kampung halamannya, makanya itulah yang membuat Kyuhyun merasa sangat sangat shock sekarang. Rencananya dulu adalah menikah di usia 29-30.

Memang sih… ternyata sekarang realita nya di Seoul dan termasuk di kalangan teman pergaulannya, menikah muda sebelum berkerja lagi bukanlah sesuatu yang tidak wajar. Beberapa temannya bahkan sudah menggendong anak sekarang, karna ya itu, pacar mereka sama kaya dan mapannya dengan mereka, jadi tunggu apa lagi untuk menikah?

Disudutkan didalam situasi seperti ini, tidak membuat Kyuhyun menyerah dan meraung-raung meratapi nasih begitu saja. Setelah dipikir, saat ia melihat temannya hidup mereka juga tidak terlalu buruk setelah menikah. Mereka tidak berkerja, hanya mengurus keperluan suami dan mengisi waktu dengan apapun yang mereka suka. Bukan dalam arti mereka tergantung suami, kalaupun bercerai, mereka juga akan tetap mendapat bagian dari harta sang suami karna pernikahan mereka sah dan legal di mata hukum.

Hmm Kyuhyun mulai memutar otak dan berfikir cerdik. Geurae, kalau aku tidak dibolehkan bebas dalam arti single lagi, setidaknya aku berarti aku tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Coba kita lihat siapa yang dijodohkan dengnanya ini. Kim Ryeowook, kaya? Iya. Mapan? Iya. Single? Sepertinya iya. Keluarganya pun baik dan sudah menerima Kyuhyun dengan tangan terbuka. Meskipun Kyuhyun tau Ryeowook itu tidaklah ramah dan bukan orang yang berfikir dulu sebelum bicara, Kyu pribadi tidak sedikitpun takut pada Kim Ryeowook itu.

Geurae kalau kamu mau menikahiku, kalau begitu aku juga akan mendapat dan menggunakan hak ku sebaik-baiknya sebagai menantu keluarga Kim, kemungkinan hasilnya adalah Kyu sudah tidak perlu dibiayai orang tuanya lagi, ia juga bisa mengenal lebih banyak orang seperti kolega dan pasangan kolega calon suaminya ini.

Kyuhyun tersenyum tipis sambil terus berfikir. Ya, kalau sekarang keluarga Kim menginginkan aku, bodoh kalau kamu menolak Cho Kyuhyun! Terima tawaran mereka dan gunakan sebaik-baiknya! Siapa juga yang takut dengan menikah. Kyuhyun mencoba membangun rasa kepercayaan dirinya dalam hati.

Heechul ahjumma juga baik dan tidak cerewet, sayang lagi kepadaku. Setidaknya aku tidak akan mendapatkan mertua yang cerewet! Fiuuhh...
Satu ketakutan Kyuhyun yang terbesar sudah bisa terlewatkan. Dari dulu ia memang paling tidak suka kalau punya mertua yang cerewet. Percuma kalau ia bisa menaklukkan suaminya tapi suaminya itu masih tunduk pada ibunya sendiri. Dan kalau mertuanya itu cerewet dan menyebalkan? Sama saja ia tidak dapat apa-apa...

Mertua baik? Cek. Bagaimana dengan calon suaminya sendiri? Hemm... Orang itu... Kim Ryeowook bukanlah tipe yang pandai bicara, Kyuhyun tau itu. Kecuekkannya, ke-ketusannya, ketegasannya, dan kata-katanya yang straight to the point dan kadang menyakitkan. Semuanya kurang lebih bisa mencerminkan pribadi Ryeowook yang sebenarnya. Selama ini Kyu tidak pernah mendengar kabar miring tentang kehidupan percintaan Ryeowook. Sepertinya ia juga menjalani hidup yang standar seperti Kyu sendiri. Walaupun mereka sering berdebat mulut, tidak sekalipun perdebatan tersebut berakibat fatal atau dimasukkan ke hati masing-masing. Kyu tau itu.

Kalau Ryeowook mengetusinya, selalu Kyu balas baik sampai salah satu dari mereka sudah tidak bisa membalasi lagi (walaupun kebanyakan Ryeowook yang menang sih), karna ia tidak takut dengan Ryeowook, jadi ya kalau aku menikah dengannya juga tidak ada masalah sih. Dan juga, di situasi seperti ini ia tidak boleh menolak dan lari dari Ryeowook. Kalau dia yang meminta aku jadi istrinya, siapa takut?! Kalau aku menolak malah dibilangnya aku yang bernyali kecil. Cih.

Pokoknya kalau dia berani macam-macam, sampai selingkuh dibelakangku atau apapun itu. Awas saja... Aku akan minta cerai dan mendapatkan setengah dari aset pribadimu, camkan itu..

Kyuhyun bukanlah tipe yang bisa submissive sepenuhnya kepada satu pihak. Pria ini berfikir kedepan dan sudah cukup matang atau dewasa didalam, hanya saja jarang orang lain tau akan hal tersebut. Kalaupun ia harus menjadi submissive kepada satu pihak, contoh suaminya. Bukan berarti Kyuhyun akan jadi istri yang taat begitu saja dan akan siap diperlakukan semena-mena. Ck... Kuterima pinanganmu Kim Ryeowook. Antara kamu menyesal atau bersyukur menikah dengaku, itu pilihanmu…. Pikir Kyuhyun sebelum terlelap malam itu.

TBC! Jangan lupa review~ gomawoo.