STILL YOU – Chapter 3
Cast:
Kim Ryeowook (ultimate bias)
Cho Kyuhyun
Cho Haejin
Cho Umma
Kim Harabeoji
Kim Heechul
Kim Hankyung
Etc
Genre & Warning: Yaoi. Romance. Drama. Boys Love. Banyak Typo.
Pariring: RYEOHYUN / WOKKYU (bukan KyuWook)
Author's note:
Heheheh.. udah berapa abad kah gak update cerita ini?
Author lagi sibuk kuliah, dimohon kesabarannya ya readernim. *bow. Review kalau mau lanjuutt please kalau gak di review author gak ada semangat buat nulis hahahah. Kamsahamnida ~Selamat Membaca!
OoooO
Satu hari lainnya di Seoul
Menepati tagihan janjinya Heechul ummanya sejak kemarin, satu minggu sejak Kyuhyun bersedia untuk "dijodohkan" pun akhirnya Ryeowook berhasil juga membawa Kyuhyun untuk berkunjung kerumah keluarga Kim hari itu. Pertemuan ini adalah pertemuan pertama Kyuhyun sejak status baru mereka; baru beberapa hari yang lalu orang tuanya Kyuhyun mengkonfirmasi kepada Kakek dan juga Kim appa dan Kim umma, yang tentu saja disambut oleh rasa gembira oleh keluarga besar mereka.
Walaupun masih agak awkward dan belum sepenuhnya nyaman… tapi akhirnya Kyu mengalah juga memberanikan diri untuk berkunjung secara pribadi ke kediaman orang tua nya Ryeowook lagi, bukan lagi sebagai keponakan lagi; tapi sekarang.. Kyuhyun tiba dengan status yang berbeda.. yaitu calon menantu keluarga Kim.. haha
"Annyonghaseyo ahjumonim, Apa kabar " Kyuhyun memasang wajah polos dengan senyum 150 waat membungkuk dengan sopan saat ia berdampingan dengan Ryeowook menapaki ruang tengah rumah yang cukup luas tersebut
"Aigoo Kyuhyunnn. Apa kabarnya ne adeul? Ayo masuk masuk masuk" Heechul langsung menyambut dengan senyum sumrigah tentu saja, seperti biasa memeluk Kyuhyun dengan hangat tanpa sungkan sungkan.
"Aigooo... sudah lama kita tidak bertemu ya? Kamu semakin tampan saja Kyu... aduh.. makasih yaa sudah mau datang memenuhi undangan makan bersama kami..." Heechul langsung menggaet dan menggiring Kyuhyun dengan akrab selayaknya anak sendiri. Kyuhyun pun hanya bisa cengar cengir sendiri melihatnya. Hehe... sejak dulu ia memang sudah menjadi favorit Heechul imo.
"Aniyo gwenchanayo imo. Imo perlu apa? Apakah ada yang bisa aku bantu?"
Menanggapi sang nyonya rumah, Kyuhyun pun bersikap tidak kalah sopan sebagai balasan. Bukan hanya untuk menunjukkan tata krama saat bertamu, tapi sekaligus juga untuk menarik perhatian sang calon mertua. Hehe, memangnya Ryeowook saja yang bisa merebut perhatian orang tuanya.
"Aniyo.. sudah selesai kok semua memasaknya, tidak perlu repot-repot. Sini duduk yuk Kyunnie, kita ngobrol sambil menunggu ayahnya Ryeowook pulang ya"
"Ne ahjumonim" Kyuhyun tertawa kecil dengan sopan menunjukkan lesung pipinya yang membuat Heechul semakin gemas.
Disisi lain, setelah tugasnya selesai menggiring Kyuhyun kerumah, Ryeowook pun daritadi sudah kabur duluan keatas tanpa babibu lagi. Heechul dan Kyu saja sampai tidak sadar kapan Ryeowook menghilangnya. Ck.. anak itu memang dasar… pikir Heechul dalam hati saat baru menyadari putranya sudah tidak bisa ditemukan disana. Wook tau benar watak ummanya ibunya pasti akan sibuk sendiri haha hihi dengan calon mantu (kesayangannya) satu itu, jadi buat apa aku lama-lama disini.. pikir Ryeowook asal.
Dan.. memang benar sih tebakan Ryeowook yang seperti itu. Baik Heechul dan Kyu tidak ambil pusing, mereka langsung lanjut asik mengobrol berdua dengan akrab selama beberapa menit kemudian diruang tengah. Heechul dan Kyuhyun bisa akrab dengan sangat mudah; tidak ada habisnya percakapan mereka terus mengalir, mulai dari membicarakan aktivitas, hobi, adaptasi Kyu kembali ke Seoul, dan tentu saja.. hubungannya dengan Ryeowook tentunya.
"Bagaimana Kyu, kemarin kamu jadi nonton dengan Ryeowook?"
"Hem? Nonton? Tidak imo Ryeowook hyung hanya berkunjung kerumah seperti biasa" jawab Kyuhyun langsung dengan jujur.
"Ohh... Wookie tidak jadi mengajakmu nonton? Duh anak itu, katanya mau mengajakmu keluar kalau sempat" keluh Heechul langsung
Kyuhyun hanya bisa menyengir dan tertawa getir "hehe.. tidak imo, kami hanya ngobrol dirumah" balas Kyuhyun lagi
"Oh begitu... tapi bagaimana Kyu. Hubungan kalian baik-baik saja kan? Bagaimana pendapatmu tentang Ryeowook? Ayo, jujur saja sama Imo..."
"Heheheh baik imo... Ryeowook hyung... ya begitu saja... kami masih dalam tahap saling mengenal..." Kyu mencoba menjawab sesopan mungkin tapi juga menghindari bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tidak mungkin kan ia harus cerita kalau mereka lebih banyak berantemnya daripada bercandanya?
Kyuhyun masih butuh support dari Heechul, ia tidak ingin sendirian saja dalam menghadapi Kim-Ryeo-Wook itu, hahah.
"Hahah Aigoo kwiowoyo, calon menantu umma yang satu ini, bisa saja... Mulai sekarang jangan sungkan-sungkan kalau kamu mau melakukan apapun dirumah ini ya Kyu, di keluarga kami juga. Kamu kan akan segera bergabung dirumah ini, jadi tidak perlu takut. Kalau kamu bisa secepatnya merasa nyaman malah lebih baik" ujar Heechul dengan lugas membuat Kyu tersenyum lebar saat mendengarnya.
"Hehe baiklah Imo..." jawab Kyuhyun sambil tersenyum malu, lalu tiba-tiba ia teringat sesuatu "Heechul ahjumonim… Ryeowook hyung… akhir-akhir ini sudah memanggil orang tuaku dengan sebutan abeonim.. dan omonim bukan Sukbu (paman) lagi… kalau boleh.. mungkinkah aku menyebut imo dengan… omonim juga? Hehe"
Sejak Ryeowook menyabotase orang tuanya, misi Kyuhyun sejak hari pertama ia menerima ide perjodohan mereka adalah… untuk menyabotase orang tuanya Ryeowook juga, tentu saja.. hehe (balas dendam jilid satu)
Heechul yang mendengar pertanyaan polos dari Kyuhyun tersebut, seperti bisa ditebak langsung tersenyum lebar dan mengangguk senang tanpa perlu berfikir dua kali lagi.
"omo, tentu saja Kyunnie! Geuromyeon… umma malah senang kalau kamu sudah merasa nyaman… Ne.. karna secepatnya nanti kan kita semua juga akan menjadi keluarga…. Jadi tentu saja kamu boleh memanggil imo dengan sebutan umma … iya kan?" jawab Heechul sambil memegang tangan calon menantunya yang selembut bayi, lalu berbalaskan Kyuhyun yang hanya bisa menyengir dan menangguk malu-malu mendengar setiap pujian dan dukungan dari Heechul umma –nya satu ini.
"hehe… iya umma"
Yes! Memangnya Ryeowook saja yang bisa menyebut orang tuaku dengan sebutan umma… hehehe… pikir Kyuhyun dalam hati.
"Oh ya kamu belum pernah melihat sekeliling rumah ya? Mau keatas tidak Kyu kita lihat-lihat yuk. umma bisa sekalian menjelaskan isi rumah ini kepadamu" ajak Heechul juga tidak lama kemudian.
"Oh. Boleh umma, aku mau!" Kyuhyun pun langsung semangat bangun, dan mengekor Heechul diantar melihat seisi rumah mewah tersebut. Heechul umma adalah nyonya rumah yang sangat rapi dan tertata. Sifatnya kurang lebih sama dengan sifat umma kandungnya, membuat Kyu kagum dan secara tidak langsung ingin menjadi istri yang teladan seperti mereka berdua ini juga (ehem ehem)
Heechul pun langsung menggaet Kyu akrab sembari mereka berjalan berdampingan, lalu menjelaskan seisi rumah mereka yang di desain sangat nyaman untuk ditinggali. Mulai dari lantai bawah, hingga seantero dilantai dua, dan akhirnya tiba diruangan terakhir yang perlu mereka kunjungi: kamarnya..
"Nah ini kamar Ryeowook. Nanti kalau kalian sudah menikah, kamar ini akan jadi kamar kamu juga Kyu..."
Tok tok Heechul mengetuk dua kali dan mendorong pintu kayu yang tidak tertutup sempurna tersebut lalu melenggang masuk.
Dimeja kerjanya, terlihatlah Ryeowook sedang sibuk dibalik layar laptopnya entah mengerjakan apa; Ummanya Ryeowook pun sampai tidak terlalu perduli lagi. Ia langsung menyeret Kyuhyun untuk masuk dan membawa-nya berkeliling melihat seantero kamar tersebut.
Waawwww besarnya….. Mulut Kyuhyun sampai terbuka sedikit saat memasuki kamar tersebut. Sangat luas, modern dan rapi. Ini sih lebih dari cukup untuk dua orang (mengingat ia akan tinggal disini juga, eh!) ruang tengahnya sangat besar dilengkapi sofa dan karpet serta tv besar, dan ranjangnya pun juga sangat besar.
"Kamar ini masih sangat polos ya Kyu, ya maklum lah Ryeowook tidak ingin yang terlalu ruwet. Tapi nanti kamar ini bisa di dekor ulang sesuai selera kamu kok... supaya lebih hidup. Ryeowook pasti tidak keberatan..! Wookie itu terlalu cuek orangnya..." ujar Heechul menjelaskan sembari menarik Kyuhyun untuk terus mendekat kepada Ryeowook.
Wajah Kyuhyun hanya bisa memerah sempurna setiap Heechul umma sudah mulai membicarakan pernikahan. Omo, rasanya sudah sangat dekat sekarang. Haruskah secepat ini? Tapi Kyuhyun sendiri pun tidak bisa mengingkari juga, kalau sekarang saja ia sudah seringkali merasa penasaran sendiri tentang bagaimana kalau ia sudah benar-benar menjalani kehidupan rumah tangganya dengan Ryeowook nanti. Hmm jadi apa ya keluarga kecil mereka nantinya..
"Ryeowook… sedang ada Kyuhyun disini..! Kim Ryeowook!" tegur Heechul umma setengah berteriak pada sang empunya kamar selesai menjelaskan beberapa bagian secara general kepada tamu mereka.
Alasan Heechul umma menegur putranya, karna.. sejak mereka tiba, tidak sedikitpun Ryeowook bangun atau sedikitpun melirik kearah mereka. Seperti tidak orang saja..Sangat tidak sopan sekali sih Ryeowook ini, pikir Heechul umma; padahal Kyuhyun yang adalah tunangannya sedang berkunjung dan mengamati seluruh isi kamar tersebut dengan cermat, loh!
Yah.. padahal sebenarnya maklum sih, karna.. kalian tau sendiri Ryeowook itu orangnya se-cuek apa.
"waee ummaa?" Ryeowook akhirnya melepaskan pandangannya dari layar laptop dan melengos malas kearah mereka berdua: Kyuhyun dan ummanya.
"ada Kyuhyun, Ryeowook. Sini dong berdiri, sapa tunanganmu dong.. haduh…"
"kan aku yang menjemputnya kesini umma…." Keluh Ryeowook sambil bergumam kecil merasa ribet dengan banyaknya peraturan atau formalitas yang ummanya selalu elu-elukan.
Ayolah…. Seperti mereka semua baru bertemu sekali saja?!
"ya tetap saja Ryeowook… atau setidaknya telfon appa mu ke kantor sekarang juga tolong. Kenapa belum pulang juga? Padahal umma sudah bilang Kyuhyun akan makan malam dengan kita malam ini juga.. haduh…" tegur Heechul lagi, malah kali ini malah membawa masalah lain yaitu suaminya yang belum pulang-pulang untuk menuntaskan tegurannya pada Ryeowook. Hehe... maklum ,ibu-ibu….
Sementara, Kyuhyun yang sejak tadi berdiri agak jauh dari sana tidak terlalu mendengarkan percakapan Ryeowook dengan ibunya. Pria berpipi chubby ini termenung sendirian menikmati pemandangan dari pinggir tempat tidur Ryeowook tepat didepan jendela langsung. Kyuhyun juga tiba-tiba kepikiran sendiri karna sudah berada di kamar ini, hmmm apa rasanya ya kalau nanti ia akan bangun pagi dan melihat pemandangan seperti ini setiap harinya.
Pemandangan taman belakang yang asri, tapi bukanlah lagi milik rumahnya sendiri.. Bangun di kamar tidur yang sama luasnya, tapi bukan miliknya sendiri lagi…. Hahh…. Sebelumnya Kyuhyun tidak pernah kepikiran bagaimana hal sesederhana ini tentu saja harus berubah; sangat kecil memang, tapi juga sangat penting baginya. Tidak Kyuhyun sangka dengan hanya pernikahan, akan banyak sekali hal yang harus berubah didalam hidupnya.
"Kyuhyu.. kenapa melamun hem? Kamu sedang memandangi apa?" Heechul yang melihat Kyu sedang bengong sontak langsung menghampiri calon menantunya tersebut.
"an… aniyo umma, tidak sedang memikirkan apa-apa kok.. hehe" jawab Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya dengan manis membalasi dengan senyum lebar. Ia sedang sedikit sentimental saja, hehe..
"geurae, baiklah kalau begitu. Kita kan sudah disini, kalau umma tinggal bagaimana Kyu, kamu ngobrol disini berdua sama Ryeowook ya" usul Heechul
"ehhh? Jangan!" tapi.. baru 3 detik kalimat itu terucap, ternyata langsung bersambut dengan penolakan dari Kyuhyun nya sendiri secara langsung, hahah.
"emm.. jangan umma! Aku ikut turun saja.. Aku kan bisa bantu menghangatkan makanan… hehehe"
Kyuhyun langsung menolak mentah-mentah untuk ditinggal disini berduaan dengan Ryeowook bukan karna apa sebenarnya.. Tapi lebih karna ia masih merasa sedikit awkward untuk berada dengan Ryeowook lagi berduaan saja, mentalnya belum siap… hahah. Apalagi harus di kamar pribadinya seperti ini juga. Grrr… entah kenapa Kyuhyun tidak punya feeling yang terlalu baik kalau harus ditinggal berdua di kamar ini…
"ah.. yakin? Yasudah kalau begitu kita turun lagi yuk"
Tidak lama setelahnya, baru Ryeowook mau meraih telefon genggamnya, taunya suara klakson dua kali yang cukup khas sudah terdengar dari gerbang rumah
Tin Tin…
"ahh.. itu appa mu pulang! Duh,panjang umur sekali. Ryeowook, ayo turun sekarang juga, kita makan malam bersama!" perintah Heechul umma mutlak pada putranya sudah tidak bisa ditolak lagi pada akhirnya.
OoooO
Proses pertunangan Ryeowook dan Kyuhyun berlangsung dengan lancar dan sederhana. Tidak lama sejak perkenalan, seluruh keluarga Kim datang untuk melamar dan bertukar cincin dengan prosesi yangterbilang sederhana juga. Sesuai kesepakatan keluarga, kedua belah pihak memang memutuskan untuk langsung fokus ke acara pernikahan saja.
Setelah dua cincin itu terpasang di jari masing-masing, maka mulai sekarang sudah resmilah dimulai proses persiapan pernikahan Ryeowook dan juga Kyuhyun. Mulai dari sekarang hubungan diantaranya bukanlah sesuatu yang main-main lagi, karna ini sudah bukan saja tentang mereka saja tapi juga sudah membawa nama keluarga besar Kim dan keluarga besar Cho juga.
ooo
Di satu hari lainnya di kediaman Kim lagi~
"ummaa…. Aku pulang!" Sekitar pukul setengah tujuh malam hari itu, Ryeowook yang baru saja pulang kantor melangkah dengan santainya memasuki rumah mereka dan hendak langsung naik kelantai dua seperti biasa.
"Ryeowook.. Ada Kyuhyun sedang disini loh.."
Tapi.. langkahnya kali ini sedikit terhambat karna ucapan balasan sang umma hari ini yang cukup tidak biasa. Wookie yang tadinya sudah hampir menaiki anak tangga jadi berhenti sejenak, dan melirik keruang tengah.
Eh.. iya. ada dia juga ternyata disana.. pikir Ryeowook langsung saat melihat sosok ber-wajah familiar itu sedang duduk manis disamping ibunya .
"Oh. Annyong" sapa Ryeowook dengan singkat dan santai.
"Annyong~" balas Kyuhyun dengan malas juga –karna menurut Kyuhyun.. Ryeowook menyapanya dengan malas-malasan.
"Ryeowook sini dong jangan dari jauh. Apa susahnya sih kesini" tegur Heechul lagi membuat Ryeowook akhirnya menyerah dan mengikuti perintah sang nyonya rumah berjalan mendekat kearah mereka.
"Tumben aku tidak harus bertamu untuk bertemu denganmu." Ujar Ryeowook dengan penuh penekanan sambil memasang senyum sarkasme dihadapan Kyuhyun yang sontak membuat Kyukyu merasa semakin geram saja.
Ia mengerti dengan baik sindiran Ryeowook itu, biasanya harus Ryeowook yang menghampiri Kyuhyun kerumahnya menunggu berjam-jam hanya untuk menemui Kyuhyun saja. Atau selalu dia yang menjemput duluan untuk Kyu datang kesini. Ini adalah pertama kalinya Kyuhyun kesini tanpa dijemput. Urghhh… dasar Kim Ryeowook!
"Ryeowook...!" untungnya, Heechul umma yang mengerti sindiran iseng Ryeowook tentu saja ikut turun tangan secara langsung.
"Haha. Bercanda umma." Ryeowook langsung berubah memasang wajah polos saat ditegur Heechul umma
"Kok tumben Kyuhyun sedang disini?"
"Sejak siang Kyuhyun menemani umma belanja, lalu kita sedang menyiapkan makan malam berdua. Kyuhyun sangat pandai memasak loh…" ujar sang umma lagi, diikuti senyum lebar Cho Kyu yang sudah menjadi calon menantu kesayangan di rumah tersebut
"Ohhhh"
Kyuhyun hanya tersenyum penuh arti saat Heechul umma lebih memperhatikan dan membelanya daripada membela Ryeowook sendiri. Hahah. Lihatlah... Kyuhyun juga tidak bodoh, dalam waktu singkat ia bisa memikat perhatian sang calon mertua dengan selalu ber sikap yang benar.
Tapi sayangnya, Ryeowook pun masih terlihat tidak terlalu terkesan oleh pujian umma nya barusan; Pria berwajah kecil ini hanya mendengus sekilas lalu langsung berlalu pamit begitu saja.
"Geurae kalau begitu aku naik dulu ya umma. Aku perlu mandi! Umm... Annyong!"
Setelah pamit Ryeowook yang cuek langsung kabur kembali ke kamarnya sendiri lagi dalam sekejap meninggalkan Kyuhyun sendirian.
"Duh... anak itu, bukannya disini dulu! Haish.. Sabar ya Kyu. Ya sudah kita mulai memasak bagaimana"
"Gwenchanayo omonim. Hehe ayo kita mulai!" jawab Kyuhyun dengan senyum lebar seperti biasa berusaha tidak tergubris oleh semua sikap Ryeowook barusan.
Terserah dia maunya apa, pokoknya aku tetap tidak akan kalah~ haha. Itulah prinsip Kyuhyun saat ini..
OooO
"Ryeowookkkk makan malam sudah siap, ayo turun!" Panggil Kim umma kesekian kalinya sekitar satu jam kemudian sampai akhirnya sibungsu Kim ini kembali muncul juga di lantai dasar juga untuk makan malam bersama-sama. Kali ini formasi mereka lengkap; ada Kim appa, umma, Wook, dan Kyuhyun tentunya.
Selama proses makan malam yang damai itupun keempatnya berbincang santai mengenai banyak hal, termasuk lebih banyak berbicara tentang rencana pernikahan Ryeowook dan Kyuhyun juga, pastinya.
Dari membicarakan tanggal baik untuk menikah, daftar tamu, tema acara, konsep, bulan madu, dan lain-lainnya tidak bosan-bosannya Kim umma berdiskusi ringan dengan Kyuhyun sambil memberitahukan suaminya tentang ide-ide tersebut sembari menyantap makan malam mereka yang sangat lezat tersebut.
"Ehhmmm.. enak sekaliya yeobo supnya. Hidangan yang ini dibuat langsung oleh Kyuhyun sendirian loh yeobo.. Ryeowookie.."
Heechul yang sejak tadi melihat Wookie diam saja akhirnya mulai memancing putranya untuk ikut angkat bicara disana.
Kyuhyun tersenyum senyum sendirian merasa cukup tersanjung sejak tadi dipuji puji terus oleh Heechul umma. Hahah.. Ryeowook pasti tidak bisa bicara apa-apa lagi kali ini! Pikir Kyu dalam hati.
Padahal... Ryeowook hanya mengernyitkan dahinya sekilas saat mendengar informasi dari ibunya tersebut lalu menyendokkan satu sendok sup lagi untuk mencicipinya ulang
"em… supnya asin! umma..." ujar Ryeowook dengan nada datar sebagai respon yang sama sekali tidak enak untuk didengarkan ditelinga. Respon yang lebih terdengar seperti sindiran sebenarnya~
Bugg! sontak Kyuhyun yang duduk disebelah Ryeowook tentu saja tidak cuma diam. Satu tinju langsung mendarat di lengan kanan Wookie membuatnya mengeluh kesakitan.
"Awww..." lihatlah, Ryeowook sampai meletakkan sumpitnya dimeja untuk mengelus lengannya yang baru saja mendapat hukuman dari calon istrinya ini.
"Ryeowook!" Tegur Heechul umma juga langsung menambahkan
"Kamu ini bicara tidak sopan sekali sih... Kyuhyun baru belajar memasak masakan Korea akhir-akhir ini... Baru beberapa hari tapi dia sudah jago loh..! Hargai sedikit dong ne adeul." Tegur Heechul lagi
Sedangkan… Ryeowook dan Kyuhyun masih diam-diaman saja, hanya Kyuhyun yang terus memandangi Wook begitu tajam seakan memberikan pesan: kalau disini sudah tidak ada orang tuamu, sudah habis kamu Kim Ryeowook!
"Ya memang asin umma... Bukannya tidak enak.. Aww! " satu tamparan kembali mendarat di lengan Ryeowook lagi, hasil perkerjaan tangan tajam Kyuhyun, tentu saja.
Kyuhyun reflex langsung sedikit cemberut dan semakin memandangi Kim Ryeowook dengan tajam lagi; membuat Wookie sampai sudah tidak tau lagi apakah itu hanyalah akting atau memang beneran anak ini ngambek lagi.
"Kyuhyun... Sup nya enak kok. Jangan dengarkan kata Ryeowook, dia memang kadang suka ngaco" ujar Tuan Kim pada akhirnya berusaha menengahkan keadaan diantara mereka dengan membela Kyuhyun pastinya, Hehe..
Ryeowook langsung menaikkan sebelah alisnya saat mendengar ucapan sang appa barusan sedangkan Kyuhyun hanya tertawa kecil mendengar perkataan ahjussi barusan.
Hahah… Ia benar-benar beruntung mendapatkan calon mertua yang sangat baik seperti ini. Tuh kan benar dianya saja yang ngaco! Huh dasar! Keluh Kyu habis-habisan, hanya saja cuma bisa dipendamnya sendirian.
Sedangkan… Ryeowook yang mendengarkan semakin tidak mengerti kenapa harus orang tuanya harus terus memuja Kyuhyun dengan berlebihan seperti ini. Hah... Masakan buatan Kyuhyun memang enak sih. Aku kan hanya bilang asin! Bukan tidak enak! Dia nya saja yang sensitif seperti orang sedang pms. Batin Ryeowook.
OoooO
Hari demi hari terus bergulir.. Selagi menunggu semuanya diproses (menuju hari H), Ryeowook pun seperti biasa rutin mengunjungi Kyuhyun lalu mereka bisa keluar berdua setiap minggunya. Kadang nonton bioskop, atau kadang makan malam bersama salah satu pihak keluarga, antara keluarga Kim atau kadang di kediaman Cho.
Tapi.. kalau dipikir-pikir lagi, sampai saat ini Ryeowook dan Kyu belum terlalu banyak menghabiskan waktu berduaan saja. Kalau ke mall mereka hanya nonton dan kebanyakan diam, mentok-mentok diskusi tentang film-nya.. Kalau makan malam bersama keluarga apalagi, jangan ditanya. Pasti jatuhnya antara mereka semua sibuk diskusi persiapa pernikahan bersama-sama.. Atau, Kyuhyun dan Ryeowook sibuk menjilat atau meminta perhatian calon mertua masing-masing sebagai bentuk "balas-balasan" yang tidak pernah berakhir. Kalau didepan Cho umma dan appa Ryeowook yang caper… kalau didepan Kim appa dan umma Kyuhyun yang caper… hahah..
ooo
Di satu Sabtu pagi hari itu, Ryewook menjemput Kyu lebih awal dirumahnya untuk membawanya bertemu Kim umma, lalu rencananya pukul 11 mereka akan berangkat ke butik bersama untuk bertemu dengan designer membicarakan konsep pakaian keduanya di acara pernikahan mereka nantinya.
Tiba di kediaman Kim, setelah turun dari mobil Kyu dan Ryeowook melangkah masuk bersamaan keruang tengah, lalu langsung tanpa diminta lagi Kyuhyun refleks mengambil duduk dengan nyaman karna sudah lebih dari hitungan jari ia berkunjung kerumah ini. Rasanya sudah seperti rumah kedua, Kyu sudah tidak merasa aneh lagi, haha..
"ummaaaa….. Kyuhyun sudah disini nih!" panggil Ryeowook langsung mencari-cari ibunya.
"Tuan.. Nyonya besar sedang bicara di telefon dengan temannya. Nanti setelah selesai baru Nyonya akan turun, begitu katanya" seorang pelayan datang menghampiri Ryeowook dan memberikan kabar.
"ohhh.. begitu bi? Baiklah, gomawoyo!" jawab Ryeowook.
"ne tuan.."
Mendengar berita tersebut, akhinrya Ryeowook pun kembali ke ruang tengah dan ikut duduk tidak jauh dari dimana Kyuhyun berada. Hah…. Sembari menunggu pukul 11 juga, ia sedang lenggang tidak ada kerjaan.
Selama 2 menit setelahnya Ryeowook dan Kyu sama-sama terdiam saja di ruangan yang senyi senyap tersebut sampai Kyuhyun mulai merasakan sesuatu yang tidak enak.
Setelah berfikir sejenak, Kyu akhirnya mendekat dan menoel Ryeowook sekilas. Meminta perhatian Tuan Kim yang tadinya sedang asik main HP nya ini.
"Ryeowook ssi" panggil Kyuhyun.
"Hem.."
"Bukannya kita perlu bicara ya. Jangan diam terus!"
"eh.. Bicara apa?" Wook tadinya hanya melengos sekilas, tapi ia melihat ekspresi Kyuhyun yang sepertinya agak serius dengan ucapannya kali ini, ekspresi yang akhirnya membuat ia jadi ikut merasa penasaran juga.
"Geurae, ayo kita mulai. Apa yang kamu mau bicarakan denganku, hem?" Ujar Ryeowook sambil langsung berbalik badan berhadap-hadapan dengan Kyu langsung sambil menatap mata lawan bicaranya dalam-dalam; dan entah kenapa... kok malah membuat Kyuhyun merasa nervous ya? Hehehe
"Eungg... bagaimana kalau kita mulai dengan memperkenalkan kebiasaan masing-masing? Aku kan tidak tau apa-apa tentangmu, begitu juga dengan.."
"Ok ok aku mengerti. Geurae, mulailah duluan. Beritahu aku tentang dirimu." Potong Ryeowook langsung sebelum Kyu selesai berbicara.
Kyuhyun merengut kecil karna omongannya sudah dipotong duluan lagi. Hffft tapi ya sudahlah, ia sedang tidak mood mempermasalahkan hal kecil seperti ini juga.
"Eung... aku.. tidak bisa berenang ataupun bersepeda. Jadi jangan mengajakku melakukan keduanya" ujar Kyuhyun membuka topik pembicaraan.
"Oke…." Jawab Ryeowook dengan santai.
"Aku tidak suka keramaian. Tidak suka gelap, tidak suka keluar malam karna malam itu menakutkan bagiku. Aku tidak suka ketinggian atau hal apapun yang memacu adrenalin. Oh ya, terakhir, aku juga tidak suka alkohol juga jadi jangan terlalu sering mengajakku minum... oke? Hehe" ujar Kyuhyun dengan lugas menjelaskan semuanya dalam sekali bicara.
"Mwo? Jadi kamu takut keluar malam, takut ketinggian dan tidak suka alkohol?"
Tanya Ryeowook lagi mencoba memastikan.
"Heeh" balas Kyu sambil mengangguk-angguk.
"Kamu yakin usiamu sudah 25 Kyuhyun-ah? Bukan 18? Aku tidak salah informasi kan?" Ujar Wook dengan wajah serius sekaligus datar yang sontak membuat Kyuhyun sedikit merasa kesal saat mendengarnya.
"Ya iyalah usiaku sudah 25! Kenapa? Wae? Apa ada yang salah?" Balas Kyuhyun dengan galaknya
"Kau sudah dewasa, lalu kenapa masih takut gelap dan tidak bisa minum? Ani... aku tidak berniat menyinggungmu. Justru aku ingin tau saja kenapa.. hehe" balas Ryeowook menjelaskan setelah membaca ekspresi Kyuhyun yang sudah mulai mempoutkan bibir majunya. Kelihatan jelas sekali kalau Kyuhyun sudah mulai kesal lagi karna tutur katanya barusan, dan Ryeowook sedang tidak ingin cari masalah kali ini… jadi dia berusaha menjelaskan dimuka duluan, hahah..
"Soal tidak bisa minum... aku juga tidak tau kenapa!" Sebelum berubah jadi merasa semakin kesal, akhirnya Kyuhyun bersedia untuk menjawabi juga.
"Setiap minum aku cepat mabuk jadi aku sering diolok-olok temanku.. jadi aku minum semakin sedikit dan akhirnya menemukan batas limitku"
"ohh. Sampai berap botol memang biasa-nya limitmu?" tanya Ryeowook penasaran
"Satu botol cider. Lalu aku akan mabuk"
"Hfffttt…." Ryeowook tidak bisa menahan tawanya sendiri setengah kaget dan tercengang mendengar cerita Kyuhyun barusan.
Serius cider saja sudah mabuk? Cider itu kan kadar alkoholnya rendah sekali! Yaampun...
pikir Ryeowook sambil tertawa geil dalam hati.
"Ya! Jangan menertawaiku babo! Huh,, dasar...!" Kyuhyun hanya bisa memukuli lengan Wook lagi melihat pria ini tertawa lepas diatas penderitaan atau fakta yang ada pada dirinya ini.
"Hahahahahahahah mi... mian Kyuhyun-ah.. oke oke hehe"
Setelah satu menit Ryeowook tertawa, barulah ia bisa mengatur nafasnya menjadi normal lagi.
Seperti bisa ditebak,1 Kyuhyun semakin merajuk kesal melihat reaksi Wook yang seperti itu. Duhhh orang ini, dasarr!
"Oke oke… lanjutkan lah Kyuhyun-ah. Kenapa kau takut gelap, oh?" tanya Wook kembali mencoba serius pada akhirnya.
Tapi.. Kyu masih diam sejenak, merajuk tidak berniat menjawabi karna Ryeowook sejak tadi masih saja tertawa-tawa kecil sendirian, yang ia tau tentu saja –menertawakan kelemahannya.
"Ayolah... tidak usah ngambekan seperti itu.." goda Wook dengan serius benar-benar ingin melanjutkan perbincangan mereka ke jalur yang benar seperti semula.
"Aku bukannya takut gelap juga sih... tapi lebih takut keluar malam saja sebenarnya... seperti tidak nyaman lebih tepatnya" jawab Kyuhyun lagi pada akhirnya.
"Waeyo?"
"Molla. Tidak suka saja. Apalagi kalau ditempat yang tidak banyak penerangan. Atau yang terlalu ramai. Apalagi sendirian. Pokoknya aku tidak akan keluar sendirian kalau sudah malam! Kalaupun sudah gelap, aku lebih suka yang terang seperti yang banyak lampu jalan dipusat kota. Ta... tapi aku tidak suka keramaian juga! Harus ada yang menemaniku kalau keluar malam! Makanya aku tidak suka musim dingin karna gelapnya akan lebih cepat, begitu!"
Sembari mendengarkan taunya Ryeowook kali ini sudah berganti pose, sambil mengganjal dagunya dengan sebelah tangan dibantal, Wook hanya bisa menangguk angguk mendengarkan semua ocehan tunangannya ini barusan.
Wahh aneh sekali orang ini. Sudah tidak bisa minum alkohol.. takut gelap... takut sendirian.. tapi juga tidak suka tempat ramai.. lah maunya apa coba? Pikir Ryeowook dalam hati secara reflex.
Melihat ekspresi Ryeowook yang setengah bingung, setengah terkesima, dan setengah heran, akhirnya Kyuhyun lanjut menjelaskan lagi "Aku... masih bisa keluar malam kok. Tapi tidak nyaman saja kadang-kadang, mungkin kar.. karna aku jarang keluar rumah sejak dulu!
A... aku lebih suka dirumah.. ya.. begitu!"
"Ohhh... begitu" berbeda dari sebelumnya, kali ini Ryeowook mendengarkan dengan diam, seperti sangat menghormati lawan bicaranya yaitu Kyuhyun seorang. Sangat berbeda sekali dengan sebelumnya; uhhh orang ini cepat sekali sih berubahnya! Keluh Kyuhyun dalam hati
"Iya aku tau aku memang orang yang membosankan kok…" tambah Kyuhyun lagi setelah keheningan sejenak mengisi ruang diantara mereka berdua.
Entah kenapa dia tiba-tiba jadi diam? Kyuhyun saja tidak tau kenapa.
"Siapa yang bilang kamu membosankan?" tanya Ryeowook menyahuti.
"Teman temanku! Habis aku tidak bisa minum, tidak suka keluar malam juga"
"Itu mah mereka belum mengenalmu dengan baik saja…" ujar Ryeowook langsung dengan nada datarnya seperti biasa, diikuti Kyuhyun yang kembali berbalik melihat kearahnya setelah mendengar kalimat tersebut terucap.
"Hey. Apa maksudnya? Jadi menurutmu aku tidak membosankan, begitu?" tanya Kyu untuk memastikan. Ia tidak salah dengar kan?!
"Ya enggaklah. Kamu terlampau bawel begitu sejak tadi, tidak adaaa hentinya bicara dari A sampai Z. Mungkin akan bosan, tapi belum sekarang."
"Yaa! Kim Ryeowook! Neo jinjja... zzzz" Plakk. Satu tamparan lagi-lagi kembali mendarat di lengan Ryeowook hari ini.
Kyuhyun tentu saja langsung mengeluh kesal setelah mendengar jawaban Ryeowook barusan. Duhh… Padahal ia sudah berharap banyak! Dasar Kim Ryeowoook! Keluh Kyuhyun hampir menyumpah serampah dalam hati.
Hah.. memang benar-benar, untuk apa juga ia berharap Ryeowook bisa sekali saja menanggapi semua ucapannya dengan serius, bukan dengan kontra lagi kontra lagi.
"Awww tuh kan. Bawel, galak lagi!" oceh Ryeowook secara spontan yang malah membuat Kyuhyun semakin memukuli lengan Ryeowook lagi beberapa kali untuk mengekspresikan semua kekesalannya.
"Ihh serius tau!"
"Ya serius.. Menurutku tidak masalah menjadi orang yang membosankan. Bagaimana pun sifat dan kelakuan kita, kalau memang benar teman ya teman saja. Tidak perlu ikut ikutan gaul atau bagaimana untuk jadi orang yang menyenangkan!" Jawab Ryeowook sambil menaikkan kedua alisnya dan melirik kearah Kyuhyun sesekali.
"Lebih patetik kalau kamu berpura pura jadi orang lain hanya untuk dapat teman. Lebih baik membosankan tapi punya sedikit orang yang bisa diandalkan, daripada harus merubah dirimu sendiri hanya untuk menyenangkan orang yang belum tentu perduli padamu, Cho Kyu…. Ingat itu… ok?"
"Wawww kamu tau sekali! Jangan-jangan kau juga orang yang sama membosankan nya seperti aku ya Ryeowook ah makanya tau banget, hahahah…" balas Kyuhyun lagi dengan sama cepatnya.
"Enak saja. Aku itu gaul tau! Aku bisa minum, merokok dan bisa party. Gak kayak kamu, boring, week!" Ryeowook yang tidak terima menerima tuduhan seperti itu langsung membela diri bahkan menjulurkan lidahnya diakhir kearah Kyuhyun; Tanpa sadar ikut-ikutan bersikap seperti anak kecil seperti lawan bicaranya ini, hehe.
"Yaaa! Boring boring begini calon istrimu tau! Biarin.. lihat saja Ryeowook. Setelah menikah nanti kamu akan terjebak selamanya dengan orang yang membosankan seperti ku. Tidak akan kuijinkan kamu keluar rumah barang sedikitpun nanti kalau kita sudah tinggal seatap!"
"Wawww ckck.. sudah bisa mengancamku ternyata sekarang" balas Ryeowook santai dengan tertawa sarkasme nya seperti biasa.
"Akuu seriusss Ryeowook menyebalkan!"
"Geurae. Aku terima tantanganmu. Kita lihat nantinya seperti apa. zzz Kyuhyun bawel!"
"Week!"
"Week!"
"Aiggoo Kyuhyun.. Ryeowook… jangan bertengkar terus dong..."
Perdebatan dua pria dewasa yang sedang adu mejulurkan lidah masing-masing ini akhirnya bisa dihentikan juga oleh kehadiran ibu peri diantara mereka… hehe.. Kim Heechul tentunya.
"Ummaaa... Ryeo.. Ryeowook hyung meledeki aku terusss..." seperti biasa Kyuhyun secara refleks langsung meminta perlindungan pada calon mertuanya; membuat Ryeowook hanya bisa mendengus seperti biasa setiap melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang langsung berubah 180 derajat menjadi seperti malaikat seperti itu dalam sekejap di momen-momen seperti ini.
"Ryeowook... jangan cek cok dengan tunanganmu terus dong. Untung saja ini dirumah. Kalau diluaran bagaimana, tidak enak dilihat orang.."
"Duh... memangnya umma bisa percaya bulat bulat semua perkataan Kyuhyun barusan?!"
"Ryeowookkk...!" tegur Heechul lagi karna bukannya menurut, putra semata wayangnya ini malah berani menyahuti.
"Kami tidak cek cok umma, hanya ngobrol biasa. Memang begitu cara kami bicara.. hehe" jawab Ryeowook pada akhirnya, membuat Heechul memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah ini lagi pada akhirnya.
"Baiklah. Kyuhyun... kamu kosong tidak Rabu depan? Ikut umma yuk menghadiri pembukaan wedding fair tahun ini. Yang menyelenggarakan itu anak teman arisannya umma.. jadi kami semua serombongan akan datang"
"Hari Rabu? Ne… aku kosong umma!" jawab Kyu langsung sambil tertawa girang.
"geurae.. kalau begitu kita berangkat bersama minggu depan ya Kyunnie…"
Karna Heechul umma sudah tiba disana..Jadilah Kyuhyun dan Heechul kembali rumpi berdua, membuat Ryeowook kembali sibuk dengan handphone-nya sendirian lagi seperti biasa.
ooo
Saat waktu sudah menunjukkan pukul 11, Ryeowook yang paham akan situasi dan tujuan awal mereka datang kesini mulai mengingatkan Kyu untuk memintanya berangkat menuju tempat janji yang mereka harus hadiri siang itu.
"Kyuhyun, sudah jam sebelas, ini. Ayo kita berangkat!" panggil Ryeowook dengan pelan pada awalnya.
"ishh.. bentar Wook.. aku sedang ngobrol sama umma.." keluh Kyuhyun menyuruh pria ini untuk menunggu 5 menit.
Tapi.. bukan Kim Ryeowook namanya kalau bisa sabar dan menuruti kemauan Kyuhyun..
"Cho Kyuhyun. Ayo kita jalan.. ini sudah jam 11..." ajak Ryeowook lagi, masih dengan sopan dua-tiga menit setelahnya; mencoba memotong percakapan ummanya dengan anak ini yang sejak tadi tidak ada habis-habisnya.
"bentar Wook.."
"Kyuhyun.. ayo kita jalan…." Lagi-lagi ia masih tidak dicueki dan diabaikan.
"Kyu, ini sudah lewat sepuluh menit" keluh Ryeowook terus menerus tapi tidak terlalu didengarkan.
"Sebentar Wook! Iya.. yang ini bagus sekali ya umma cincinnya! Duh... tapi yang ini cut diamond nya lebih halus loh umma..."
Kyuhyun sedang sibuk diskusi menimang nimang jenis berlian untuk cincin pernikahan mereka sedang tidak ingin diganggu gugat hanya karna harus berangkat cepat-cepat. Duh, Wook tidak tau saja ia dan Heechul umma sedang tanggung berdiskusi…
Disamping itu, Kyuhyun juga tau kalau janji yang mereka buat itu pukul setengah dua belas. Ayolah... Mereka masih ada waktu untuk menyelesaikan ini dulu kan…? Setidaknya pikiran seperti itulah yang ada didalam pikiran Kyukyu tentunya.
Satu kali, dua kali Ryeowook dicueki.. Sudah cukup bagi pria yang cukup keras kepala ini akhirnya setelah mencoba beberapa kali. 10 menit kemudian, seperti bisa ditebak Kim Ryeowook sudah tidak bisa bersabar lagi.
"Kyuhyun. Aku harus berangkat sekarang. Kita sudah appointment jam setengah dua belas. Kalau kamu masih belum mau berangkat juga. Aku duluan dan kau menyusul dengan supir saja, oke? Umma aku pergi dulu ya" ujar Ryeowook sepihak pada Kyuhyun dan ummanya lalu langsung melenggang santai meninggalkan Heechul dan Kyuhyun terbengong berduaan disana begitu saja.
"Yaaa Kim Ryeowook! Ryeowook hyungg!" panggil Kyuhyun dengan pekikan khasnya langsung saat melihat Ryeowook berniat meninggalkannya seperti itu. Apa apa in sih dia ninggalin aku begitu saja? Memangnya aku barang apa bisa ditinggal tinggal! Duh!
Tetapi... yang dipanggil namanya pun sama keras kepalanya. Tidak sedikitpun Ryeowook berhenti walaupun ia dengar pekikan Kyuhyun yang jelas-jelas menusuk kuping.
"Ahh. Umma... a.. aku berangkat dulu ya. Kami ada janji di butik. Umma lihat sendiri dia tidak sabaran..." Setelah melihat respon Ryeowook, Kyuhyun akhirnya menyerah dan ikut bangkit berdiri berpamitan pada Heechul.
"Ne ne Kyu, berangkatlah. Kejar Ryeowook sana. Hati hati ne.."
"Nee annyoghigaseyo ummaa." Kyuhyun membungkuk dengan ceria lalu berjalan cepat menuju keluar untuk mengejar si mister perfeksionis keras kepala satu itu diluar sana
"Yaaa! Kenapa kamu selalu meninggalkanku sih? Tidak gentle banget jadi orang! Kenapa tidak bisa sabar menunggu sebentar saja. Aku sedang berdiskusi dengan ibumu tau!"
Brak.. Semprot Kyuhyun saat ia baru saja memasuki mobil lalu memasang seat belt dengan asal-asalan karna sedang kesal dengan sikap Tuan Kim disebelahnya satu ini
"Aku sudah mengingatkanmu berapa kali. Kalian yang masih asik sendiri kan? Kita ada janji dan aku tidak mau kita telat, Kyuhyun. Atau setidaknya AKU tidak telat." Ujar Ryeowook dengan penuh penekanan tidak mau kalah pada ocehan Kyuhyun "Makanya aku berangkat duluan, kamu bisa menyusul dengan supir saja, bawel!"
"Yaaaa! Sudah kubilang berapa kali berhenti memanggilku bawel!" Teriak Kyuhyun makin kesal saat disebut bawel untuk kesekian kalinya hari ini. Belum 1 jam mereka bertemu tapi Ryeowook selalu memanggilnya seperti itu. Bagaimana ia tidak tersinggung, coba?!
"Oh my god Cho Kyuhyun kau benar-benar bisa membuat gendang telingaku pecah dalam waktu dekat!" balas Ryeowook dengan frustasi hampir menjambak rambutnya sendiri mendengar semua ocehan Kyuhyun ini barusan.
Sedangkan Kyuhyun sendiri… seperti biasa, bibirnya sudah mulai manyum maju 5 centi kalau keadaannya sudah seperti ini.
"Sudahlah, sudah ya. Kita tutup semua perdebatan kita disini. Kita harus benar benar berangkat sekarang atau malah akan jadi telat juga ujung-ujungnya oke?!"
Kyuhyun diam tidak membalas dan Ryeowook mulai menyalakan mesinnya dan menyetir dengan lancar kearah bukit tujuan mereka.
Selama perjalanan mereka Kyuhyun masih ngambek dan sibuk dengan pikirannya sendiri berfikir dalam hati. Ini nih sifat nya Ryeowook yang tidak pernah bisa ditembus atau dilonggarkan sedikit saja, Kyuhyun sudah tau walaupun belum terlalu lama mereka kenal. Dia itu sangat tepat waktu! Sekali janji ya janji. Mau ada hujan badai apapun dia pasti akan datang tepat waktu. Beda dengan sifat Kyuhyun yang cenderung santai dan merasa 5, 10 menit telat itu wajar. Hey, ini Seoul. Banyak faktor yang bisa membuat telat. Macet; jadwal yang padat; keasikan ngobrol kelamaan; dan lain lain lainnya.
Tapi kalau ia jalan sama Ryeowook pasti harus tepat waktu sampai ke detik detiknya. Duh. Kayaknya kalau orang ini telat sekali saja pohon duren bisa runtuh kali. Keluh Kyuhyun dalam hati.
OoooO
Sifat Kyuhyun dan Ryeowook memang seperti air dan api; seperti kucing dan anjing juga malah kadang, tidak pernah ada habisnya mereka berdebat tentang hal kecil. Kehidupan keduanya pun tidak banyak berubah sejak resminya pertunangan keduanya. Ryeowook tetap melanjutkan aktivitasnya sedangkan Kyuhyun bersama kedua orang tuanya mulai sibuk mempersiapkan segala kebutuhan pernikahan mereka tahap demi tahap.
Tapi tenang… tidak selamanya Ryeowook dan Kyuhyun cek cok terus kok.. Kadang walaupun masih sering adu mulut kecil, Tapi Kyuhyun pun tidak bisa tidak merasa terkesan dan tersentuh juga dengan hal-hal kecil tidak terduga yang Ryeowook bawakan padanya..
Seperti ini contohnya.. hehe..
OoooO
"Kyuhyunnn turun dong… ada Ryeowook datang mengunjungimu nih" panggil Cho umma dari lantai dasar di satu sore pukul enam lewat setengah jam.
"Iya ummaaaa"
Kyuhyun yang tadinya sedang asik main game dikamarnya pun jadi pause sejenak penasaran kenapa mahluk yang bernama Ryeowook ini tiba-tiba datang tanpa diundang lagi kerumahnya. Hemmm…. Ada apa sebenarnya?!
Setelah melapisi kaus tidurnya dengan sweater seperti biasa, Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar dari kamar tidurnya dan turun kebawah. Lalu, tidak lama kemudian…
"Annyong" sapa Kyuhyun sekilas sebelum membawa apa yang Ryeowook bawa.
"Hi" Setelah Wook berbalik badan kearaahnya, barulah mata Kyuhyun sontak membesar saat melihat apa yang ada di pelukan Ryeowook saat ini juga.
Apa itu? Ohmygod boneka teddy bear yang sangat besaaarrrr. Tingginya setinggi manusia dengan tubuh tambun dan mata segaris! Aigoo kwiowoyo.
"Kamu bawa apa itu?" Tanya Kyuhyun langsung pada Ryeowook. Mencoba terkesan cuek untuk menyembunyikan rasa ingin tahunya.
"Nih, untukmu"
Ryeowook menyodorkan boneka teddy tersebut kepada Kyuhyun langsung tanpa basa-basi lagi dengan cepat. Aigoo… halusnya.. pikir Kyunnie dalam hati.
"Ya! Kenapa kamu memberikanku dia tiba-tiba? Ingin menimbunku hidup-hidup?" Keluh Kyuhyun langsung karna ternyata saat memeluknya, baru ia sadar juga kalau si teddy ini ternyata sangatlah.. be... rat.
"Hey aku baru saja memberikanmu hadiah. Balasan seperti itukah yang harus kamu berikan pada orang yang memberikan sesuatu?!" balas Ryeowook tidak kalah ketus membuat Kyuhyun akhirnya mempoutkan bibirnya dalam diam.
"Sini kubantu bawa kekamarmu" Tanpa banyak bicara lagi akhirnya Ryeowook sendiri yang mengambil alih bonekanya lagi dan menggeretnya naik menuju kamar Kyuhyun di lantai dua.
Ryeowook melenggang masuk ke kamar Kyuhyun dengan santainya, lalu di-duduk-kannya lah si teddy di sofa, diikuti Kyuhyun yang langsung berangsur memeluk boneka barunya.
"Wuaa kwiowoyo. Tubuhnya bulat sekali...!" Gumam Kyuhyun sambil memeluk meluk meremas remas sekujur tubuh si teddy raksasa ini. Tingkahnya persis seperti anak kecil, membuat Ryeowook hanya bisa tertawa kecil saat melihatnya, haha.
"Jadi... kenapa kamu tiba-tiba memberikanku hadiah seperti ini?" Tanya Kyuhyun lagi setelah kembali ke alam sadarnya, duduk berhadapan dengan Ryeowook disana.
"Tidak ada apa-apa, iseng saja" jawab Wook sambil menaikkan kedua alisnya santai.
"Eyyyy" Kyu tidak bisa dengan mudahnya percaya pada alasan seperti itu.
"Habis kulihat kamu sering kesal kan setiap berdebat denganku. Daripada kesal dan tidak bisa mengekspresikannya. Kuberikan dia sebagai penggantiku. Kamu bisa memukuli mencubitinya kalau sedang kesal denganku" ujar Ryeowook menjelaskan pada akhirnya.
Ryeowook tau Kyuhyun adalah orang yang sangat ekspresif; Setiap mereka berdebat mulut, pasti sekujur tubuh dan tangannya sudah gatal untuk bergerak seperti ingin mencabik nya hidup-hidup; tapi tidak pernah Kyuhyun lakukan, tentu saja. Haha..
Makanya… saat melihat boneka ini di etalase, Ryeowook teringat akan hal tersebut dan memutuskan untuk membawa pulang satu, untuk… Kyuhyun.
"Jadi kamu memintaku menganggap dia seperti kamu? Boneka ini 100 kali lebih imut darimu tau.."
"Ya...!" Ryeowook benar-benar kehilangan akal bagaimana caranya bisa membungkam mulut Kyuhyun satu ini. Sudah diberikan hadiah saja masih komplain, oh?
"Lagipula kamu memberikanku ini agar aku tidak akan mencakarmu dan hanya memukuli mister teddy ini, oh? Alasan yang pintar agar aku tidak merusak wajah tampanmu itu..." tambah Kyuhyun lagi membuat Ryeowook hanya menyeringai sekilas saja. Sok tau sekali calon istrinya ini, hoh..
"Kalau kamu mencakar atau meninjuku, kamu sendiri juga yang akan rugi, Cho Kyuhyun... apa kau rela wajah tampan suamimu ini tercoreng begitu saja oh?"
Errrr… Ryeowook memang benar-benar pandai bicara. Tidak akan ada habisnya kalau ia terus meladeni satu orang ini terus-terusan.. pikir Kyuhyun dalam hati menyerah dan memutuskan untuk tidak membalasi lagi.
"Aigoo... teddy ssi... perutmu tambun sekali oh..." Kyuhyun pura-pura tidak mendengarkan dan hanya mengelus ngelus mainan barunya ini saja. Aigoo, empuk sekaliiii fluffy besar dan benar-benar seperti manusia beneran. Bohong kalau Kyuhyun tidak senang diberi boneka sebesar ini. Aigoo.. kwiowoyo.. semenit dua menit Kyuhyun sibuk memeluk teddy ssi dan mencueki Ryeowook sendirian disana.. sampai…. baru beberapa saat kemudian Kyuhyun mulai menyadari sesuatu.
Ryeowook bilang… ia memberikan teddy ini agar ia bisa tinju pukul pukul seenaknya saat ia sedang kesal dengan Ryeowook dan agar emosinya tersalurkan, iya kan? Berarti… ini Ryeowook dong?! Berarti… dari tadi ia memeluk meluk Ryeowook dong?
Ahhh shirreoo! Kyu tiba tiba langsung menjauh saat pikirannya tiba kepada hal tersebut. Haha… Seperti biasa, saat Kyuhyun sibuk dengan pikirannya sendiri; Wook disana hanya bisa menontoni semua perubahan ekspresinya saja sambil mengeluarkan smirk khasnya tidak melepaskan pandangannya dari Kyu sejak tadi barang sedikipun.. hahah.. dasar anak ini…
OoooO
Atau… dengan gestur-gestur sederhana yang Ryeowook tunjukan pada Kyuhyun di kesempatan lainnya..
ooo
"Silahkan Kyuhyun ssi. Red wine 1999 langsung dari Prancis. Rasanya sangaat manis; Dan ini favoritnya Ryeowook loh, disamping champagne. Aku rasa selera kalian pasti mirip mirip, iya kan?" ujar Tuan Lee sambil menyodorkan botol tersebut dengan senyum sumrigah kearahnya
Kyu pun menangguk ramah mendengarkan sambil menerima tuangan wine dari Tuan Lee tersebut dengan senyum lebarnya seperti biasa. Sebagai tamu tentu saja ia harus menghormati yang empunya pesta, tentu saja..Tapi, baru 5 detik gelas wine tersebut bertengger ditangan Kyuhyun, tiba-tiba seseorang sudah mengambi alih gelasnya dengan cepat begitu saja.
"Aniyo… Kyuhyun tidak bisa minum alkohol, ahjussi… Cheosongheyo, jadi dia belum bisa menyicipinya" jawab Ryeowook langsung menginterupsi dengan sopan.
"Ohh yaa? Ohhh sayang sekali kalau begitu. Ahh tapi tidak apa kok Ryeowook, Kyuhyun ah. Santai kok.. ini kan hanya simbol saja sebagai... bentuk sambutan ku kepada kalian hahahaha"
Ryeowook dan Kyuhyun membungkuk sopan pada Tuan Lee dan Ryeowook menyesap winenya sedangkan pelayan membawakan segelas orange juice bagi Kyuhyun sebagai pengganti wine nya.
Ingat juga dia kalau aku tidak bisa minum alkohol… pikir Kyuhyun dalam hati sambil terus tersenyum berpamitan pada Tuan Lee sambil Ryeowook menggiringnya ketempat lain.
"Ishh… Tidak sopan tau menolak jamuan tuan rumah seperti itu Ryeoowok. Jangan diulangi lagi.. kamu membuatku malu!" Bisik Kyuhyun saat mereka berdua menjauh kembali ke ballroom utama pesta. Tangan kanan Ryeowook tidak lepas dari pinggang Kyuhyun. Menuntunnya melewati orang orang disekitar mereka.
"Tidak ada yang tidak sopan... Lebih baik kita menolak diawal daripada ujungnya kamu tidak bisa minum juga" jawab Wook dengan berbisik juga
"Issh.. aku bisa minum tau! Kata ahjussi rasanya manis kok!"
"Bisa... tapi setelah itu kamu mabuk dan mau menyusahkanku, iya? Jangan menambah masalah Kyuhyun. Dan berhentilah berpura-pura. Apalagi kalau sedang bersamaku." Balas Wook dengan tegas membuat Kyuhyun sempat termangu sejenak mendengarnya.
Tadinya Kyukyu sudah ingin membalasi lagi, tapi ia batalkan saat Ryeowook berkata dengan tegas menyuruhnya berhenti berpura-pura. Adu mulut mereka kali ini tentu saja dilakukan dalam volume yang relatif singkat; Keduanya hanya saling bergumam agar tidak didengar orang.
Ryeowook memang seperti biasa ketus beralasan agar Kyu tidak merepotkannya..Tapi, alasan lainnya juga adalah ia tidak ingin Kyuhyun harus berpura-pura hanya untuk menyenangkan pasangannya ataupun orang lain yang mereka hargai seperti Tuan Lee saat ini.
Kyuhyun mengerti akan maksud ucapannya yang sebenarnya.. dan entah kenapa potongan kalimat tersebut jadi terasa seeperti angin segar bagi Kyuhyun. Ryeowook dengan sopan menolak dan menyelamatkan Kyuhyun agar ia sendiri pun tidak tersiksa. Kyu hanya terdiam dan menerima kali ini karna Ryeowook secara tidak langsung sudah membelanya... atau memeperhatikannya? Hemm apa ya istilah yang tepat…?
Ya, pokoknya begitulah. Diam diam Kyu cukup senang melihat Ryeowook yang mengingat cerita sambil lalunya beberapa minggu lalu. Ia kira Ryeowook hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri setiap dia bercerita. Tapi ternyata... hem..
Kyuhyun dan Ryeowook pun lanjut berkeliling bersosialisasi dan menyapa teman-temannya yang juga turut hadir disana malam itu. Kebanyakan memberi selamat pada keduanya dan sudah tidak sabar untuk menerjma undangan tiba di kediaman mereka masing-masing. Pertunangan mereka setelah beberapa minggu berjalan pun tentu saja sudah tergolong menjadi rahasia umum dikalangan kolega kedua belah pihak keluarga.
Selama semalaman penuh itupun juga Kyuhyun terus digandeng dan bersandar pada pundak atau dada Ryeowook secara tidak langsung, sebenarnya cukup tidak disengaja diawal, dan malah kebablasan jadi seperti menunjukkan intimasi mereka semalaman. Baru kali ini Kyuhyun punya pasangan di pesta yang terus melindunginya kemanapun ia berjalan; Dan ternyata ini tidak buruk juga rasanya!
Walaupun malam ini adalah pertama kalinya bagi Wook dan Kyu untuk jadi sedekat ini. Hanya sedikit kagok Kyu rasakan diawal saat Ryeowook terus menggiringnya. Sisanya selama 2 jam kemudian sepenuhnya Kyu sudah bisa santai untuk menggandeng lengan Ryeowook juga, menyelipkan wajah dilengannya saat mereka harus menembus kerumunan masa untuk menyingkir ke toilet, dan jangan lupa saat Kyu bersandar di dada bidang Ryeowook saat ia tertawa dan menahan malu saat ada yang memuji keserasian mereka malam itu. Hahh…
Untuk pertama kalinya Ryeowook dan Kyuhyun tidak harus cek cok malam itu. Dan keduanya jujur cukup lega saat malam ini bisa terlewatkan dengan cukup baik.
Ryeowook senang karna Kyuhyun sangatlah disukai banyak orang, dan juga bisa menjaga sikapnya dengan baik walaupun ia tahu menjelang 1 jam terakhir Kyuhyun sudah merasa ngantuk dan cukup lelah berada ditengah kerumunan orang banyak seperti itu. Disisi lain, Kyu juga senang Ryeowook selalu menemaninya dan menungguinya dengan sabar, memperkenalkan dirinya kepada orang banyak dan membantu menolak dengan halus setiap ada yang menawarkan mereka wine atau toast bersama.
Agak kagok memang rasanya diawal, tapi keduanya tidak bisa lebih lega daripada ini karna first public date mereka bisa berjalan dengan sangat sangat lancar.
Kyuhyun tidak bisa berhenti tersenyum saat ia menutup mata ditempat tidur setiap mengingat belasan pasang mata yang memandanginya dengan kagum, sedikit iri, dan kesan kesan lainnya saat melihat mereka melihat Kyuhyun berjalan disamping Kim Ryeowook sepanjang malam di acara ulang tahun Tuan Lee tersebut. Kyuhyun tau mereka pasti bingung ada apa bisa-bisanya aku yang menjadi tunangan Ryeowook dalam sekejap. Hahah... Sambil tertawa kecil sendirian Kyuhyun benar-benar merasa seperti pemenang kali ini... Baik secara langsung… juga tidak langsung sekaligus.
Yang pertama, secara langsung saat banyak sekali kolega Ryeowook memuji ketampanannya, kesopanannya dan kecocokannya dengan Ryeowook. Sedangkan yang kedua.. tidak langsung saat Ia menyadari tatapan orang -orang yang terpaku dan memandangi penuh kagum kearah cincin berlian yang bertengger di jari manis kirinya ini. Ya, diamond cukup besar yang memukau dan simbol pernikahan nya dengan Ryeowook yang akan dilangsungkan dalam waktu secepatnya.
Hehehe... belum jatuh cinta pada Ryeowook saja hidupnya sudah bisa seenak ini dengan menjadi calon menantu keluarga Kim. Apalagi kalau semuanya bisa berubah nanti. Hah... Kyuhyun benar-benar merasa tinggi di awang saat ini.
OoooO
1 minggu kemudian~
Di satu siang, di rumahnya hari itu Heechul umma datang berkunjung ke rumah Kyuhyun untuk kembali berdiskusi bersama membicarakan hal-hal apa saja yang diperlukan menyangkut persiapan acara pernikahan Ryeowook dan Kyuhyun yang tanggalnya sudah mulai ditetapkan tersebut.
Mempersiapkan pernikahannya seperti ini… tentu saja kadang masih terasa setengah nyata bagi Kyuhyun. Tapi setiap dipikir lagi.. Kyuhyun pun jadi belajar menguatkan dirinya sendiri dan tidak akan berubah pikiran lagi. Apa yang dipilihnya sudah terjadi; Tidak ada waktu untuk dia mundur lagi, yang ia bisa lakukan sekarang hanyalah untuk mempersiapkan semuanya dengan baik. Walaupun bohong kalau Kyuhyun tidak merasa takut sama sekali akan setiap membayangkan apa yang bisa terjadi nantinya: kalau ia sudah menikah dengan Ryeowook.
Untuk mempersiapkan acara, dan juga mempersiapkan mentalnya untuk memasuki tahapan yang selanjutnya, Kyu pun jadi banyak membaca majalah... artikel.. dan bertanya kepada teman-temannya tentang bagaimana perasaan mereka saat baru memasuki masa pernikahan.
Setelah mendengar saran dari mereka, barulah Kyuhyun merasa jauh lebih baik, karna... dari semua sumber pun mengatakan kalau merasa bimbang atau nervous itu bukanlah sesuatu yang tidak wajar. Apapun kondisinya, saat kita akan menikah, pastinya kedua mempelai akan merasa takut dan grogi.
Bagi Kyuhyun sendiri, ia terjebak antara rasa penasaran, tapi ingin tau juga; takut, tapi tidak ingin mundur juga. Ani... kembali ke prinsip awal! Kamu harus menjalaninya Kyu! Apapun yang akan terjadi nantinya... ayo kita hadapi dengan senyum... hehe pikir Kyuhyun
Jari-jari lentik Kyuhyun sejak beberapa menit yang lalu tidak berhenti mengetik di laptop mengupdate agenda pribadi miliknya tentang apa saja yang harus ia lakukan hari ini dan dihari-hari berikutnya.
Undangan.. fitting.. lokasi.. makanan.. EO.. tanggal... daftar tamu... tradisi keluarga.. pakaian untuk keluarga... hffftt... tidak Kyuhyun sangka banyak sekali yang harus ia atur untuk mewujudkan satu acara pernikahan yang sederhana tapi juga sempurna ini.
Ya, impian Kyuhyun tidaklah muluk-muluk, ia hanya ingin acara pernikahan yang sederhana tapi juga sempurna dalam artian berjalan dengan lancar, tentu saja karna ini adalah momen pertama dan terakhir dalam hidupnya.
Kyuhyun tidak ingin konsep yang terlalu mewah.. ia hanya ingin semuanya bisa berjalan lancar. Pemberkatan, resepsi, dan acara tradisional. Setelahnya, selesai!
Tapi… tidak terbesit di pikiran Kyu sebelumnya kalau jauh lebih buanyak hal lainnya yang ia perlu lakukan agar bisa mencapai kemauannya satu itu.
Apalagi mengingat background keluarganya dan Keluarga Kim yang mempunyai banyak sekali kolega. Huffftt... daftar tamu undangan mereka sampai panjangg sekali list-nya membuat kepala pria imut ini semakin pening setiap melihatnya.
"Bagaimana Kyuhyun.. kira-kira apalagi ya yang ketinggalan? Ermmm... kalau tempat bulan madu kalian bagaimana? Apa kamu sudah tau mau pergi kemana bersama Ryeowook, Kyunnie?" tanya Heechul
"Eung? Bulan madu..? Belum umma... sepertinya.. itu nanti saja deh umma tidak usah buru-buru. Kita mempersiapkan acaranya saja dulu... hehe" jawab Kyuhyun menolak halus ide Heechul umma yang berniat baik, tapi sepertinya hanya akan menambah keriwetannya lagi saja, jadi Kyuhyun lebih memilih untuk mengesampingkannya dulu.
Nyonya Kim dan seorang asistennya yang ditugaskan membantu Kyuhyun tersenyum penuh pengertian dan mengerti akan jawaban Kyuhyun barusan. Mereka mengerti kalau Kyu pasti merasa sedikit stress saat harus menghadapi hal sebanyak ini sekaligus.
"Baiklah Kyu.. kami mengerti kok" balas Heechul sambil menyentuh pundak calon menantunya ini sekilas.
Eh tapi.. ngomong-ngomong soal bulan madu.. tiba-tiba Kyuhyun jadi teringat akan sesuatu juga..
"Eumm tapi umma. Sepertinya akhir-akhir ini banyak pasangan yang menjalani prewedding photoshoot ya….?" tanya Kyuhyun kepada Heechul dan Eunji ssi yang bertugas membantunya.
"Oh iya sayang, tentu saja! itu sudah masuk didaftar kok... mana tunjukkan sini, Eunji-ya" Heechul umma diikuti Eunji langsung mencari-cari file berisikan beberapa lembar kertas details acara prewedding photoshoot yang harus dilakukan dimuka tersebut
"Ini Kyuhyun ssi, kira-kira bayangan kasar tentang proses keseluruhannya" Kyuhyun file tersebut kedalam genggamannya dan kembali terpukau saat melihat semua isi dokumen itu.
"Waaww banyak juga ya sesinya..." gumam Kyuhyun dengan polos.
Baru Kyu tau foto prewed itu harus sebanyak ini…. Dari yang kasual, tradisional, indoor, outdoor, hingga dengan konsep tertentu. Untuk paket yang lengkap, harus mencakup semuanya. Membuat Kyu terngaga kecil saat membayangkan prosesnya akan jadi sepanjang apa nantinya.
"Iya Kyuhyun ssi... biasanya pasangan pada umumnya mengambil durasi yang lebih panjang dengan berbagai konsep agar fotonya bervariasi. Soal lokasi itu sangat bebas tergantung kemauan klien. Perusahaan ini bisa menyediakan fotografer ke berbagai negara, kita bisa atur dan negosiasikan tentang tanggal, waktu, dan harganya" ujar Eunji menjelaskan
"Wawww aku bisa prewed photoshoot dimana saja umma?" Tanya Kyuhyun sedikit semangat setelah mendengar penjelasan Eunji barusan.
"Ne, tentu saja Kyu. Iya ya kita belum sempat membicarakan ini! Kamu ada ide photoshoot kemana? Kita bisa atur jadwalnya ne" ujar Heechul meyakinkan
"Jinjja umma? Wawww" Kyu semakin tersenyum sendirian semakin ia membayangkannya, heheheh.. Sejak dulu... photoshoot seperti ini adalah salah satu impian polos Kyuhyun sejak ia memasuki jenjang kedewasaan. Setiap datang ke resepsi nikah dan melihat foto para pasangan yang sangat romantis.. membuat Kyu jadi ingin mempunyai versi sendirinya juga... Dan tentu saja saat yang tepat untuk mewujudkannys adalah saat ia akan menikah seperti ini.. hehe
"Iya, tentu saja dong Kyunnie…"
"Tapi... apa Ryeowook hyung akan bersedia umma? Kalau sesi photoshoot nya diluar negeri kan... akan memakan waktu yang lama"
"Minimal 7 hari kalau pemotretan diluar negeri, Kyuhyun ssi" susul Eunji memberikan informasi
"Nah, tuh kan umma. Kalaupun aku ingin diluar negeri, apakah Wook Hyung akan mengijinkan? Dia kan harus berkerja di kantor..."
Kyuhyun tau benar sifat Ryeowook seperti apa. Tidak akan mudah untuk menyeretnya keluar dari negara ini hanya untuk photoshoot saja, makanya Kyuhyun langsung mencurahkan kekhawatirannya agar Heechul umma bisa membantunya.
"Soal Ryeowook, tenang saja Kyunnie.. nanti umma yang akan bicara padanya kalau dia tidak mau, ne? Akan umma bantu bicara agar Wookie pasti berangkat bersamamu! Kamu tinggal pikirkan saja baiknya kalian sesi photoshoot dimana, oke?" jawab Heechul langsung tanpa perlu berfikir lagi.
"Hehe okay, gomawo ummaaa" balas Kyuhyun dengan girang sambil memeluk Heechul umma nya sekilas.
"Eunji ssi apakah kamu membawa beberapa contoh untuk diperlihatkan pada Kyuhyun?"
"Ohh.. iya Nyonya Kim, Kyuhyun ssi. Ini.. kita diberikan beberapa contoh hasil foto dari beberapa fotografer tertentu.. silahkan anda bisa lihat"
Setelah menerima album itu di pangkuannya, Kyuhyun dengan semangat mulai membuka lembar demi lembar album besar tersebut satu persatu dengan cermat.
"Kalau anda suka dengan hasil karya tertentu, nanti kita bisa menggunakan jasa fotografer yang sama, Kyuhyunssi"
Kyuhyun hanya menangguk-angguk mendengarkan karna ia sendiri pun sudah tidak tau harus berkata apa lagi.
Wawww bagus sekali foto-fotonya! Ada yang di pantai.. di tengah salju.. di Eropa... di Jeju... ada juga yang didalam studio tapi hasil fotonya sangat sangat menarik..! pikir Kyu excited sambil tersenyum lebar melihat semua hasil karya tersebut
Wawww sambil membulak-balik halaman demi halaman, Kyuhyun terus memandanginya dengan pandangan terpukau selama beberapa menit. Sangat menyenangkan melihat foto-foto seperti ini! Hehe..
Sampai... tidak lama setelahnya.. tiba-tiba Kyuhyun menyadari sesuatu yang familiar setelah melihat hasil pemotretan lebih dari 5 pasangan berbeda disana.
Chakaman. Omo, kenapa banyak sekali pose kisseu disetiap sesi foto?
Satu, dua, tiga, empat. Empat kisseu di setiap set yang berbeda! Omo! Wajah Kyuhyun tiba-tiba memucat sekaligus memerah berbarengan saat menyadari pose yang familiar di semua pasangan yang hendak menikah itu.
Pose mereka... kenapa kebanyakan sangat intim.. ani.. maksud Kyu, sangat dekat!
Kalau tidak kisseu, keduanya pasti bersentuhan wajah, pipi, atau saling tatap satu sama lain.
Tiba-tiba tanpa diminta otak Kyuhyun bergerak cepat membayangkan situasinya dan Ryeowook yang akan berada di set tersebut. Omo! Mereka kan tidak pernah ciuman! Aku dan Ryeowook... kan tidak pernah berciuman! Ulang Kyuhyun lagi dalam hati sambil mempertahankan ekspresi wajahnya dengan datar, karna ia tidak ingin Heechul umma ataupun Eunji ssi menyadarinya tentu saja.
Omo bagaimana kami harus melakukannya? Bagaimana mereka harus menghasilkan foto-foto sebagus ini untuk pernikahan mereka nanti?
Bayangan photoshoot yang tadinya sangatlah manis bagi Kyuhyun tiba-tiba... berubah seratus delapan puluh derajat dalam waktu sekejap.. hahah
Bayangan wajah Ryeowook yang mendekat kearahnya tiba-tiba membuat Kyuhyun merasa panas dingin sendirian tanpa diminta saking nervous-nya. Hah... tamatlah riwayatmu Kyuhyun.. keluhnya dalam hati. Kyuhyun tidak pernah menyangka kalau perkembangan hubungan mereka harus berjalan secepat ini. Hiks.
TBC!
