STILL YOU – Chapter 4
Cast:
Kim Ryeowook (ultimate bias)
Cho Kyuhyun
Cho Haejin
Cho Umma
Kim Harabeoji
Kim Heechul
Kim Hankyung
Etc
Genre & Warning: Yaoi. Romance. Drama. Boys Love. Banyak Typo.
Pariring: RYEOHYUN / WOKKYU (bukan KyuWook)
Author's note:
Hi~ masih ada yang baca ff ini kah? Maaf ya author menghilang berbulan-bulan. Dari awal tahun saya sibuk kuliah gak bisa nafas, bener-bener gak ada break ataupun kesempatan untuk nulis sampai minggu lalu, udah mulai libur terus author sakit.
Cerita ini yang paling ringan jadi paling gampang ditulis. Maafkan ya kalau jelek udah lama gak nulis cerita
Review juseyoo kalau mau lanjut neeee terima kasih!
Ooooo
"Kyuhyun. Jadi bagaimana apa kamu sudah ada rencana untuk pemotretan pre wedding kalian?"
"Ah iya, sudah umma tapi aku tidak yakin apakah Ryeowook hyung akan setuju atau tidak"
"Ah… soal Ryeowook mah gampang. Jadi kamu ada ide kemana? Kalau ke Bali bagaimana?"
"Em… ne aku mau mencari pantai dan laut umma. Tapi tidak ke Bali. Aku rencana mau ke Australia, sebuah kota namanya Port Douglas umma. Disana sepi dan tidak terlalu ramai turis. Tempatnya sangat sangat indah juga"
"Oh yaaaa? Boleh boleh Kyuhyun-ie. selain kesana kamu mau kemana lagi? Sydney bagaimana? Atau Melbourne? "
"Emmm aku mau ke Gold Coast juga umma. Disana juga pantainya bagus. Karna waktu kita tidak banyak, aku tidak ingin memakan banyak waktu dijalan. Kedua tempat itu dekat, dan sepertinya dua kota saja sudah cukup. "
"Yakin? Yasudah kalau begitu Kyuhyun. Kita mulai atur saja ya. Secepatnya umma beritahu Ryeowook agar kita bisa mencari tanggal yang tepat"
"Ne umma gomawooo hehe"
"Sama-sama ne adeul"
Oooo
Satu sore di kediaman Kim, baru saja Ryeowook pulang kerja tiba dirumah orang tuanya, tapi belum sempat naik kelantai dua, langkahnya sudah keburu dicegat duluan oleh sang umma
"Ryeowook.. sini dulu umma mau bicara!" Panggil Heechul kepada putra semata wayang nya ini
"Mwo? Ada apa umma?" Dengan pangkah gontai Ryeowook menepi ruang tengah dulu untuk bicara
"Tadi umma sudah diskusi dengan Kyuhyun... untuk persiapan pernikahan kalian, Kyuhyun mengusulkan untuk pemotretan pre wedding di Australia. Bagaimana menurutmu?" Tanya-nya langsung saat Ryeowook baru saja mendaratkan pantatnya di sofa
"Hah? Ke australia? Tidak mau ah umma. Kejauhan! Kenapa tidak foto di studio saja. Kan gampang.." jawab Wook dengan asal dan bisa ditebak seperti biasa -tipikalnya.
"Ryeowook! Yah beda dong sama foto di studio! Kamu ini bagaimana sih." Heechul pun mulai mengoceh "dan juga ya, awal bulan depan itu hari ulang tahunnya Kyuhyun"
"Iya aku tau… " gumam Ryeowook.
"Ini hari ulang tahun terakhirnya sebelum kalian menikah loh! Sekali-sekali berikanlah sesuatu yang berbekas pada Kyuhyun dong Wook... banyak yang Kyuhyun korbankan untuk pernikahan kalian loh"
Ryeowook hanya bisa memutar matanya keatas mendengar pembelaan ummanya barusan. Hah... ibunya satu ini memang pandai bicara
"Geurae... kapan rencananya umma?" Tidak ingin banyak berdebat akhirnya Ryeowook memutuskan untuk mengikut saja.
"Awal bulan Februari. Saat Kyuhyun ulang tahun, bagaimana. Kalian bisa menghabiskan waktu berdua, bagaimana?"
"Omonim, perusahaan sedang masa audit, aku tidak bisa meninggalkan kantor. Dan aku harus ke Jepang juga untuk kontrol lapangan." Ulang tahun Kyuhyun memang masih dua minggu lagi, tapi jadwal pekerjaan Ryeowook sedang sibuk-sibuknya hingga ia sudah tidak bisa menyempatkan waktu lagi.
"Aigoo... yasudahlah kita bisa atur waktunya lagi. Tapi ingat, kamu harus cuti seminggu ya Ryeowook. Jangan lupa itu"
"Ne... setelah audit selesai ya umma"
"Baiklah umma terima. Oh ya jangan lupa cari kado untuk tunanganmu juga Wook"
"Heeh ummaaa... aku mandi dulu" Merasa sudah selesai pembicaraannya, Ryeowook pun sudah tidak sabar untuk kembali ke kamar tidurnya sendiri dan beristirahat.
Sedangkan, Heechul hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat putra tunggalnya yang selalu menurut ini.
"Iya... Anak pintar…"
Walaupun watak Ryeowook kadang keras, tapi Heechul masih bersyukur setidaknya putranya bukanlah seorang pembangkang. Hanya perlu diocehin sedikittt saja dengan orang yang tepat Heechul percaya putranya itu bisa dikendalikan. Itulah juga yang membuat Heechul menyukai Kyuhyun, karna entah kenapa Heechul merasa Kyuhyun lah satu dari sedikit orang yang bisa mengontrol Ryeowook. Haha, semoga saja memang begitu kebenarannya.
Oooo
"Ryeowook"
"Eung"
"Sabtu depan kita mau kemana? Apa sudah ada rencana?"
"Oh, aku belum memberitahumu ya. Minggu depan aku harus keluar negeri Kyu"
"Keluar negeri lagi? " komplain Kyuhyun karna dia selalu ditinggal-tinggal. Tidak tau apa dia minggu depan hari apa?
"Hanya ke Jepang Kyuhyun"
"Tapi seminggu" keluh Kyuhyun lagi.
"Aku harus langsung kesana untuk kunjungan lapangan. Kalau kita sudah menikah memangnya kamu mau ditinggal-tinggal?" Tanya Ryeowook langsung dengan blak-blakan seperti bisa ditebak
"Ya tidak juga. Tapi kan aku bisa ikut…" gumam Kyuhyun kecil hampir tak terdengar. Karna memang ia idak ingin orang lain mendengarnya, dan juga terutama karna gengsi dan kesal pada Ryeowook yang sangat sangat tidak peka. Zzzz
"Hah? Sudahlah Kyuhyun-ah. Pokoknya nanti kita atur soal jadwal kerjaku lagi oke. Tidak usah khawatir." ujar Ryeowook sambil mengusap puncak kepala Kyuhyun beberapa kali sambil masih fokus menyetir.
TIdak perlu kuatir apanya… Memang tidak tau apa minggu depan hari apa. Huh… dasar tidak peka! Kyuhyun pun hanya bisa terdiam sambil mempoutkan bibirnya sebal menghadapi Ryeowook yang terlampau cuek seperti ini. Hah… menyebalkan.
Sepanjang perjalanan dan hari itu pun Kyuhyun memilih cuek dan berakting seakan tidak ada apa-apa. Kyuhyun berusaha tidak mempermasalhkan hal sekecil ini dan mengalah pada Ryeowook karna ia tidak ingin membuat masalah. Walaupun dalam hati kecilnya tentu saja Kyuhyun kecewa karna Ryeowook tidak pernah ingat hari ulang tahunnya
Ooooo
Tanggal 6 Februari 2017
Selesai ganti baju dan cuci muka Kyuhyun melemparkan tubuhnya di ranjang dan meraih handphonenya.
Hahh... hari yang cukup melelahkan... tapi juga menyenangkan. Hari pertambahan usianya hari ini terasa cukup cepat. Kyuhyun bisa merasakan kehangatan makan pagi bersama appa dan ummanya. Lalu Heechul umma pun berkunjung juga. Lalu banyak teman-teman lainnya yang mengucapkan secara langsung ataupun dan pesan.
Hmm.. dua puluh enam. Angka yang tidak buruk. Tahun ini.. akan menjadi tahun terakhir Kyuhyun melajang. Kalau tidak ada halangan melintang statusnya sudah akan berubah mulai tahun depan. Menyangkut hal ini, bahkan temannya sudah ada yang mulai meledek tentang perubahan statusnya yang akan datang
"Oh ya kamu dapat hadiah apa dari Ryeowook Kyu? Ciee calon pengantin baru"
"Jangan-jangan nanti tahun depan kita bertemu kamu sudah gendong bayi lagi Kyu! Hahahaha"
Komentar yang asal lewat tersebut mungkin tidak terdengar aneh bagi orang lain, tapi terdengar masih sangat jauhhhh kedepan bagi Kyuhyun-nya sendiri. Kenapaa?
Ya gimana mau punya anak kalau calon ayahnya saja sampai saat ini masih entah dimana?! (Loh)
Ya, saat ini Ryeowook sedang tidak berada di Korea makanya mereka belum bertemu sama sekali sampai sekarang. Dimana Ryeowook sekarang?
Ker-ja. Iya, tunangannya satu itu malah mendahului pekerjaannya di Jepang makanya mereka belum bertemu ataupun bicara langsung sampai saat ini juga. Urghh... setiap mengingatnya Kyuhyun hanya bisa meninju-ninju perut teddy besar nya yang duduk manis di sofa dan tidak bersalah.
Walaupun mereka belum lama kenal... walaupun mereka belum terlalu dekat... tetap saja Kyuhyun merasa kesal dicueki oleh tunangannya sendiri seperti ini. Sedikit rasa kecewa terselip didalam perasaan Kyuhyun entah kenapa
Kyuhyun mengulurkan tangan kirinya kedepan sambil tiduran dan menandangi cincin yang terpasang manis di tangan kirinya dengan seksama.
Hah... sebentar lagi cincinnya akan berpindah posisi... ia akan meninggalkan rumah orang tuanya ini... 5 bulan lagi... Kyuhyun mulai menghitung mundur menjelang hari pernikahan mereka.
Ulang tahun kali ini.. Kyuhyun hanya ingin agar... ia diberi kesehatan... umma dan appa diberi kesehatan... pernikahannya bisa berlangsung lancar... keluarga barunya bisa berjalan dengan damai... hehe. Pikir Kyu sambil senyum -senyum sendirian. Oh ya, dan yang terakhir, supaya Ryeowook juga bisa hidup lebih lama, supaya.. Kyuhyun tidak cepat-cepat ditinggal sendirian, hehehe... Amin.. ya Tuhan. Satu permintaannya yang paling tulus dan yang terpenting tahun ini, Kyu hanya berharap agar keputusan yang ia buat untuk menikah dengan Ryeowook. tidaklah salah
Ooo
Kring kring
Setelah bengong sejenak Kyuhyun tiba-tiba dikagetkan dengan handphonenya yang berbunyi nyaring dan menjadi lebih kaget lagi saat melihat tulisan yang tertera di layar handphone nya disana.
Kim Ryeowook facetime call
Mwoo? Tumben dia menelepon
Kyuhyun langsung mengacak rambutnya sedikit lalu ganti posisi tengkurap dan menekan tombol hijau
"Yeoboseyo" jawab Kyuhyun dengan tenang mencoba tidak panik
"Saengil chukka hamnida..." tidak Kyuhyun sangka-sangka. Yang terlihat di layar handphone nya sekarang adalah Ryeowook... yang sedang bergumam kecil menyanyikan sebuah lagu sederhana untuknya
"saengil chukka hamnida... saengil chukkahamnida. Saengil chukka hamnida Kyuhyun-ah!"
Tidak Kyuhyun sangka-sangka, baru ia memulai video call nya, ternyata sudah disambut dengan nyanyian tanpa nada dengan suara datar dari Kim Ryeowook seorang.
Nyanyian singkat tersebut sontak membuat wajah Kyuhyun memerah dan tidak bisa menahan tawanya. Tangan kiri Kyuhyun sontak menutup mulutnya sambil mendengarkan nyanyian Ryeowook yang makin lama makin cepat sambil menahan tawa
"Gomawooo Ryeowook-ahh!" Balas Kyuhyun sambil melambai dadah dadah pada orang diujung sana "ahhh kamsaheyooo" Ryeowook hanya bisa tertawa kecil saja melihat Kyuhyun tersenyum senang seperti itu
"Hahahaha selamat ulang tahun Kyu! Apa aku mengganggumu?" Tanya Ryeowook sambil membenarkan posisinya seperti sedang duduk bersandar disofa sekarang
"Aniyeyo... gomawoyo. Kau dimana? Oediesoyo?"
Dari gambar tidak kelihatan Ryeowook sedang dimana. Apa dia masih diluar makan malam dengan teman-temannya? Atau sedang pergi minum? Atau Ryeowook sedang main kartu? Entah kenapa Kyuhyun merasa begitu penasaran karna bagaimana pun ini sudah malam. Dan melihat penampilannya yang begitu berantakan... dengan rambut acak-acakan...
"Di kamar hotel Kyu. Baru saja pulang aku baru mau mandi"
"Ohhhhhh…" Kyuhyun langsung mengangguk-angguk lega saat mendengar jawaban Wook barusan. Ahh iya dia dikamar. Ada lampu tinggi dibelakangnya. Kyuhyun terus memperhatikan saat lawan bicaranya berganti posisi sejenak
"Kamu sendiri dimana? "
"Emm dikamar"
"Sudah makan?"
"Sudah" jawab Kyuhyun lagi sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Sanbil tengkurap mata bulat Kyu fokus melihat Ryeowook dan juga melihat kotak kecil disudut kiri layar dimana sosoknya lah yang terlihat. Kyu menjaga letak handphonenya agar tidak terlalu dekat tidak juga terlalu jauh. Supaya sang lawan bicara bisa melihat wajahnya dengan jelas dan penuh, dan yang terpenting ia tidak boleh terlihat jelek, hehe.
Ini adalah pertama kalinya.. bagi Kyu dan Wook untuk video call seperti ini. rasanya agak awkward.. tapi juga menarik sebenarnya.
"Geundae... Kamu sudah menerima hadiahku yang dititipkan lewat umma kan?" Sambung Ryeowook lagi melanjutkan perbincangan mereka
"Eunggg? Hadiah apa? Heechul umma tidak memberikan apa-apa!" Tanya Kyu langsung membuat Ryeowook tersenyum tipis melihat perubahan ekspresinya. Wooo Ryeowook menyiapkan hadiah untuknya? Jinjjaa?!
"Umma belum memberitahumu? Hadiah dari aku…" tambah Ryeowookk
"Belum. Hadiah apa Wook... hadiah apa yang dititipkan untukku?" Siapa yang tidak excited kalau tau mereka akan mendapat hadiah.. apalagi kalau orangnya bernama Cho Kyuhyun hahah..
Ryeowook tertawa senang melihat reaksi Kyuhyun yang terpancing oleh ucapannya.
"2 minggu lagi aku sudah mengambil cuti. Kita bisa ke Australia untuk melakukan pemotretan pre wedding itu"
"Whatt hanya itu?" Pekik Kyuhyun langsung kecewa saat mendengar balasan Ryeowook
"Hahahahahahha wae? Kamu mau apa lagi Kyuhyun-ah? Hahahaha" goda Ryeowook iseng
"Ishhh kalau itu sih aku sudah tau sejak pagi! Dasar Ryeowook ssi! Ishhh…." Kyuhyun hanya melegos sebal dan tidak bisa menyembunyikan ekspresi sebalnya lagi dari Ryeowook
"Hahahahahaah kau ini..."
Tentu saja jawaban penuh kesal Kyuhyun sukses membuat Ryeowook tertawa terbahak-bahak dibuatnya
"Serius Wook! Cuma itu hadiahnya?" Kyuhyun masih tidak percaya Ryeowook sepelit itu
"Haha geurae geurae kamu mau apa... akan kukabulkan..." jawab Ryeowook untuk menghibur sang tunangan dari ambeknya
"Ya! Pikirkan sendiri aku maunya apa! Dasar tidak kreatif!" Balas Kyuhyun ketus
"Haish... Kyuhyun.. ayolah aku minta maaf. Yasudah katakan sekarang kamu mau nya apa hem?" Setelah puas tertawa akhirnya Ryeowook kembali bertanya
Aku menginginkanmu... disini... pikir Kyuhyun tanpa sadar jauh didalam lubuk hatinya yang paling dalam
"Ya apa kek. Belikan aku berlian... atau mobil... atau setidaknya ipad baru untuk main game juga boleh..." ujar Kyuhyun asal sambil sedikit manyun, berbalaskan cibiran dari Ryeowook tak lama setelahnya
"Eyyyy kau ini. Dasar matrealistis."
"Biarin matrealistis! Kayak kamu tidak mampu saja!"
Ryeowook hanya mengeluarkan smirk andalannya mendengarkan omongan Kyuhyun yang sudah mulai ngalur kidul seperti biasa
"Wook...! Kapan pulang?" Tanya Kyu langsung karna ia sudah tidak tau harus bicara apa lagi
"Lusa. Nanti aku akan berkunjung makan malam Sabtu malamnya ke rumahmu." Balas Ryeowook sambil mengusap wajahnya sekilas dan menutup mata terlihat sangat lelah
Ini baru hari Rabu... sudah seminggu mereka tidak bertemu...
"Kamu lelah? Tidurlah.. jangan kurang istirahat!" Walaupun masih cemberut, tanpa sadar dan secara tidak langsung Kyuhyun memberikan dukungan moral yang sederhana namun cukup manis untuk diterima ditelinga.
"Emm... kau juga. Tidurlah. Sudah mandi?"
"Su...dah…" jawab Kyuhyun lagi sambil matanya tidak tenang melihat kekanan kekiri. Huuu rasanya awkward sekali membicarakan hal sesepele dan seprivat ini dengan Ryeowook. Atau sebenarnya Ia sendiri yang tersipu karna tumben Ryeowook seperhatian ini padanya?
"ya sudah tidurlah. Aku juga harus mandi" ujar Ryeowook memecah kebengongan Kyuhyun sambil mengnacak rambutnya sendiri lagi nan jauh disana
"Eumm.. em. Sudah malam. Istirahat. Besok kamu masih kerja?"
Wook mengangguk beberapa kali sebagai jawaban
"Eum. Ini kunjungan terakhir. Nanti-nanti aku tidak akan ke luar negeri lagi sampai pertengahan tahun"
Kyuhyun hanya bisa memangku dagu mendengarkan
"Eung, baiklah. Gomawo Wook sudah menelponku. Sudah sana mandi. Annyongg" Kyuhyun kembali melambaikan tangannya mulai dadah dadah lagi untuk menutup percakapan mereka
"Ne. Mian kita tidak bisa bertemu langsung ne. Aku akan langsung berkunjung kerumah hari Sabtu nanti. Janji." Ryeowook lagi membuat Kyu menarik sebelah ujung bibirnya keatas sekilas
"Ne algesoyo. Annyonggg"
"Annyong. Good night Kyuhyun-ah"
"Good nighhhtttt" balas Kyu lalu menekan tombol merah duluan lalu langsung menghempaskan handphone nya ke sisi lain lalu kembali guling-gulingan berbaur jadi satu dengan berbagai bantal.
Huaaaaa 10 menit ini Ryeowook sangat berbedaa! Teriak Kyu dalam hati saat mengingat-ngingat pembicaraan mereka. Dia bahkan minta maaf padaku. Terus, menyanyikan saengil chukka padaku, dan lagi.. yey! Akhirnya Wook bisa cuti untuk foto pre wedding mereka ke Australia! Hehe
Sebenarnya Kyuhyun cukup excited saat mendengar kabar tersebut dari orang nya langsung, hanya karna gengsi saja ia baru mengekspresikannya sekarang.
Waaaa yey. Nanti Ryeowook pulang.. lalu 2 minggu lagi mereka bisa liburan seminggu. Keke, berarti aku bisa mulai memilih tempat tujuan dan tempat tinggal. Huaaa semakin dipikir semakin tidak sabar Kyuhyun jadinya.
Walaupun tidak bisa bertemu langsung…. gomawo sudah menemaniku ngobrol sebelum tidur Ryeowook-ah. Pikir Kyukyu sambil tersenyum saat ia memejamkan mata mencoba terlelap. Setidaknya mereka tidak bertengkar dan Ryeowook tidak bersikap menyebalkan hari ini. Dengan itu saja.. sudah cukup memuaskan bagi Kyuhyun.
Ooo
"Kyu, kita pergi dinner malam Sabtu ini yuk"
"Ho? Dinner? Boleh? Kemana?"
"Aku sudah membuat reservation di N tower. Jam 7 aku jemput dirumah ya"
Wawwww N tower?
"Oke!"
Walaupun sedikit terpukau dan penasaran dalam hati, Kyuhyun hanya menanggapi dengan cool seperti biasa. Tumben Ryeowook mengajak ku nge date di tempat romantis. Biasanya nonton film drama di bioskop aja mesti di tarik-tarik dulu sama Kyuhyun
Dua malam setelahnya; Dan.. disinilah Kyuhyun sekarang. Duduk manis di sebelah kursi pengemudi sedan hitamnya Ryeowook, memandangi langit malam Seoul yang sibuk sembari mereka dalam perjalanan menuju pusat kota menuju restoran yang mereka tuju.
"Selamat datang Tuan. Selamat malam"
Setelah menaiki lift menuju salah satu lantai paling atas di gedung tersebut, akhirnya Ryeowook dan Kyuhyun tiba di restoran mewah atau fine dining yang mereka tuju
"Reservasi atas nama Kim Ryeowook"
"Ya, selamat datang. Silahkan masuk Tuan" sapa sang waitress ramah membimbing keduanya duduk di sisi restaurant yang private dengan pemandangan malam Seoul yang cukup luar biasa. Kerlap kerlip lampu gedung terlihat bersinar hingga ujung sana menemani terangnya bulan. Gangnam, Yeoiudo, semua daerah sentral kota bisa terlihat dari tempat duduk mereka. Kyuhyun sampai tercengo sendiri saat melihatnya. Tubuhnya terus sibuk berputar kekiri daripada memandangi sang lawan bicara, haha.
"Selamat menikmati"
"Terima kasih." Gumam Kyuhyun sopan kepada pelayan yang baru saja menuangkan wine untuk mereka berdua.
Ryeowook spesial memesankan rose wine berkadar alkohol sangat rendah agar Kyuhyun bisa minum juga.
Sambil menikmati makanan pembuka mereka mata Kyuhyun sibuk jelalatan ke atas bawah kiri kanan menikmati suasana restaurant yang sangat tenang, sepi, klasik ditemani musik jazz yang mengalun dengan volume pelan. Penerangan disana pun tidak terlalu terang. Karna Wook dan Kyuhyun duduk disisi jendela, meja mereka secara natural mendapatkan cahaya dari luar. Ditambah lilin yang menyala di meja dan setangkai bunga mawar yang terletak disana.
Uhhh sebenarnya makan malam mereka kali ini setting-annya sangat romantis sekali. Hanya saja sepertinya Kyuhyun belum terlalu menyadari kalau semua suasana sepi, romantis diantara mereka ini tentu saja bukanlah sesuatu yang kebetulan. Ryeowook lah yang sudah mengatur semuanya. Sayang butuh waktu bagi Kyuhyun yang juga kurang peka untuk menyadarinya.
"Bagaimana perjalananmu di Jepang?"
Tanya Kyuhyun sambil menyendokkan sup krim panasnya satu persatu kedalam mulutnya dengan anggun.
"Hem, lancar-lancar saja. Terlalu banyak pekerjaan disana. Sampai aku harus menunda jadwal pesawatku ke malam." Jawab Ryeowook dengan tenang bersambut dengan anggukan kepala Kyuhyun, tanda mengerti.
"Sudah boleh saya angkat piringnya, Tuan?"
"Oh ne" Kyuhyun menangguk lagi saat pelayan membereskan piring kosong makanan pembuka mereka yang rasanya cukup lezat barusan. Sekarang, saat nya menu utama, hehe.
Kyuhyun yang berfikiran sangat polos malah lebih tidak sabar untuk mencicipi makan malam di restoran terkenal tersebut daripada memperhatikan suasana di sekitar dinner mereka malam itu. Ia pikir ini hanyalah makan malam biasa, tanpa Kyuhyun tau kalau Ryeowook sejak tadi selalu memandanginya dengan waspada karna ia hendak mengeluarkan sesuatu.
Agak sulit memang untuk membuat Kyuhyun merasa terkesan. Di ajak candle light dinner romantis seperti ini saja Kyuhyun masih berfikir kalau ini hanya makan malam biasa. Hemm... Ryeowook harus benar-benar mengeluarkan senjata andalannya untuk membuat Kyuhyun sadar kalau hari ini adalah hari yang cukup spesial.
"Kyuhyun-ah."
"Hem?" Kyuhyun yang tadinya sedang memandang keluar langsung menengok kearah suara dan melihat Ryeowook sedang merogoh sesuatu dari saku celananya dibalik meja sana.
Tuk.
"Ini, untukmu" ujar Ryeowook mengeluarkan sebuah boks merah berukirkan merk Cartier lalu disodorkannya kearah Kyuhyun
"Happy Birthday. Bukalah."
Bibir tipis Kyuhyun langsung membuka sedikit saat melihat kotak tersebut.
Wawww apa ini.
"Wahhhhh gomawoyo." Dengan pelan Kyuhyun meraih kotak tersebut dan membukanya.
Omo! Sebuah kalung! Kalung dengan dua cincin yang saling tersematkan dengan, satu sama lain seperti lambang infinity dengan belasan berlian terdapat didalamnya. Kalung tersebut sangat cantik dan bersinar. Membuat mata coklat Kyu membulat sempurna saat melihat hadiah sesempurna ini.
Saat Kyuhyun tercengo sendiri, tanpa ia sadari Ryeowook sudah bangun dari duduknya, menyebrang kesisi Kyuhyun dan mengeluarkan kalung tersebut dari kotaknya.
Dengan telaten Ryeowook membuka kalung itu lalu memakaikannya di leher kekasihnya dari belakang. Membuat bulu kuduk Kyuhyun sempat meremang sempurna karna Ryeowook yang tiba-tiba muncul sedekat ini dibelakangnya. Omo! Tubuh Kyuhyun hanya bisa terduduk tegap dan kaku saat merasakan jari-jari Ryeowook bergerak disekitar lehernya
"Saengil chukkae. Cho Kyuhyun"
Cup. Ryeowook bahkan membungkuk sekilas untuk mengecup puncak kepala Kyuhyun
"RYEOWOOK GOMAAAWOOO" Kyuhyun langsung hendak berdiri berhambur hendak memeluk Ryeowook hanya saja tertahan posisinya yang masih duduk.
Dan.. Ryeowook menyambutnya dengan tangan terbuka tentu saja. Mereka berpeplukan hangat dengan Kyuhyun menenggelamkan wajahnya diperut Ryeowook
"Kamu membeli ini dimana? Terima kasih... lagi..." gumam Kyuhyun karna sudah tidak tau harus bicara apa lagi. Tidak ia sangka Ryeowook akan memberikannya hadiah sebagus ini.
"Haha. Di Jepang. Sebelum aku pulang" jawab Ryeowook santai sambil mengelus pundak Kyuhyun sesekali
"Kamu tidak perlu membelikanku berlian beneran.. aku kan hanya bercanda..." ujar Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya lucu membuat Ryeowook tertawa kecil melihatnya.
"Hahah. Tidak apa-apa... apa kau menyukainya?"
"Eungg!" Kyuhyun langsung menangguk-anggukkan kepala senang sambil memainkan kalung barunya tersebut.
Cup. Dikecupnya sekali lagi kening Kyuhyun sebelum Ryeowook kembali ke tempat duduknya semula.
Tentu saja aku menyukainya. Pikir Kyuhyun sambil cengengesan.
Semalaman itu pun Kyuhyun tidak bisa berhenti tersenyum dibuatnya. Dari makan, sampai pulang, sampai sudah dirumah, dan tiduran. Kyuhyun terus tertawa senang saat mengingat-ngingat pemberian Ryeowook untuknya malam ini.
Gomawo Kim Ryeowook. Saranghaeee hehe
Ooooo
Hari Sabtu depannya di kediaman Cho
"Ryeowook" panggil Kyuhyun saat pria berwajah kecil itu tiba dirumahnya
"Oh. Umma mana?" Tanya Wook merasa kurang lengkap bekum menyapa sang pemilik rumah
"Umma sedang telefon didalam. Duduklah." Undang Kyuhyun lalu Ryeowook pun melepas jaketnya dan duduk bersebelahan dengannya di sofa
"Kau sedang apa?" Tanya Wook melihat Kyuhyun sibuk membulak balik beberapa foto didalam ipadnya
"Em.. ini.. contoh-contoh foto prewedding…" gumam Kyu kecil
"Ohhh seperti untuk photoshoot nanti?"
"Eum." Jawabnya sambil mengangguk
"Memangnya seperti apa sih? Coba aku lihat" pinta Ryeowook karna jujur ia tidak tau sama sekali seperti apa foto-foto pre wed yang ideal itu. Di setiap acara pernikahan biasanya Wook tidak memperhatikan foto para pengantin. Ia langsung lewat saja dan menikmati acara. Hufftt.. bagaimana caranya menghasilkan foto-foto pre wedding ideal yang banyak dibicarakan orang sih
Kyuhyun langsung membagi ipad digenggamannya dengan Ryeowook untuk menunjukkan koleksi yang sedang dilihatnya. Yang ini temanya di Asia. Ada yang di Jepang, China, Bali, atau Thailand
Kyu dan Ryeowook duduk manis berdampingan berdua mengamati foto-foto tersebut.
Eummm... Kyuhyun terus mengamati ekspresi wajah Ryeowook menantikan perubahan disana. Karna beberapa foto adalah foto kisseu terutama di pasangan yang di Bali. Apa yang kira-kira Ryeowook pikirkan melihat foto ini ya? Apa dia tidak kepikiran hal yang sama denganku? Pikir Kyuhyun dalam hati
Tapi... seperti dugaan Kyuhyun, dua jari Ryeowook terus saja lanjut menyentuh layar tablet tersebut untuk melihat foto selanjutnya. Next. Next. Next. Seperti tidak ada masalah..
"Wook..." panggil Kyuhyun saat Ryeowook masih mengamati album itu dengan seksama
"Hemm?"
"Kau tidak lihat... di sesi pemotretannya... ada banyak... nggg... foto ciuman?" Tanya Kyuhyun memberanikan diri saat mata tunangannya masih terpaku kedalam isi tablet tersebut
"Nggg... Iya. Terus kenapa?" Jawab Ryeowook sambil menatap Kyuhyun pause sejenak dari kegiatannya
"Ah.. haha. Aniyeyo... tidak ada apa-apa. Lanjutkanlah, lanjutkan..." jawab Kyu sambil menengguk ludah dan tertawa getir melihat kekasihnya yang sepertinya cool sekali menghadapi ini. Berbanding 180 derajat dengan Kyuhyun.
Bukannya Kyuhyun takut berciuman sih.. tapi masalahnya yang ia takutkan adalah mereka tidak pernah berpengalaman ciuman. Nanti kalau disuruh fotografernya untuk kisseu, pasti aneh jadinya. Masa ciuman pertama didepan kamera! Itulah alasan Kyu merasa nervous dan memberitahu Ryeowook agar mereka bisa latihan (?) tapi kalau dia tidak sadar... ya masa Kyuhyun yang harus meminta duluan. Wook cium aku. Ya kali harga diri Cho Kyuhyun bisa diobral semurah itu..
"Waeyo? Kau tidak mau ada kisseu di foto pre wedding kita?" Tanya Ryeowook balik tak lama kemudian
"Ani... aniyeyo.. sudah lupakan saja, tidak penting, hehheeh"
"Lalu kenapa tadi bertanya? Ohhh aku tau! Kau takut dicium, begitu? Hem?" Dalam lirikannya Kyu bisa melihat ujung bibir Ryeowook mulai terangkat sebelah setelah menyelesaikan kalimatnya tersebut. Uhh... dia itu..
"An... aniyeyo siapa bilang! Siapa juga yang takut" Jawab Kyuhyun langsung mencoba se-percaya diri mungkin, tapi... kenyataannya malah sebaliknya, karna Kyuhyun malah jadi sedikit bergetar saat perlahan namun pasti Ryeowook entah kenapa jadi terus mendekat kearahnya
"Tidak takut? Hem? Yaaakiiiin?"
Ryeowook semakin memajukan tubuhnya kedepan mendekatkan wajah mereka untuk menggoda Kyuhyun, membuat lawan bicaranya secara refleks mencoba mendorong pundak nya untuk menjauh. Tapi.. Ryeowook tentu saja tidak menyerah begitu saja. Sudah diletakkannya ipad itu kesisi lain tergeletak begitu saja. Ryeowook konsenterasi bertatapan dan mengapit Kyuhyun sekarang. Kyu yang tanpa sadar terus kebelakang hingga akhirnya terpentuk ujung sofa, terjepit antara sofa dan... Ryeowook
"Ya.. Ryeowook…" Kyuhyun mulai panas dingin tidak mengerti dan penasaran kenapa Wook yang biasanya sekaku patung tiba-tiba jadi seperti ini
"Wae?"
"Kamu... kamu mau apa?"
Jarak diantara wajah mereka sudah sangat dekat sekarang. Bahkan Kyuhyun bisa mendengar deru nafas Ryeowook dengan jelas sekarang.
Harumnya... sangat khas.
"Aku yang harusnya bertanya. Kamu maunya apa? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Hem? Minta dicium? Kamu mau kita ciuman dulu sebelum memulai sesi photoshoot?" Ngotot Ryeowook masih meminta penjelasan. Ingin rasanya Kyu kabur dari sini sekarang juga. Tapi tangan Wook mencegatnya, tidak hanya tangan bahkan tubuhya juga, membuat Kyu tidak bisa bergerak
"Ani.. ANIYEYO!" Jawab Kyu langsung sambil setengah berteriak saking paniknya secara tidak sadar. Omo. Apa ini. Kenapa dia selalu bisa membaca pikiranku dengan mudah?
"Lalu apa? Apa lagi kalau bukan itu? Kau mau kisseu kan? Ayo kita lakukan sekarang juga"
Ryeowook semakin memajukan wajahnya hampir menmusnahkan jarak diantara mereka kalau saja Kyuhyun tidak menjerit histeris sendirian sebelum Ia bisa mengambil lankah lebih lanjut
"Ani! Yaa... tidak mau. Ryeowook! Menjauh!" Sekuat tenaga Kyuhyun menjulurkan tangannya mendorong dada Ryeowook, membuat Wook menunda action nya sambil terus terkekeh senang
Sedangkan Kyuhyun sudah seperti kepiting rebus sekarang. Wajahnya merah sempurna karna malu. Kenapa Wook harus selalu menggodanya seperti ini sih?!
"Kau mau kisseu? Hem hem?" Sebagai calon pasangan yang akan menikah, ciuman bukanlah hal yang aneh bagi Ryeowook. Ayolah, mereka sudah bertunangan! Orang pacaran saja sudah sering lebih intim daripada ini. Saat Kyuhyun menanyakannya ia baru sadar juga jadinya, dari dulu mereka belum ada kesempatan untuk skinship lebih dekat, makanya Ryeowook pun tidak takut untuk memulai.
Heyy tapi lihatlah tunangannya ini. Kyuhyun malah bertingkah seperti ikan mau dipotong klepek-klepek dibawah kungkungan Wook, membuat Ryeowook semakin suka untuk menggodanya.
"Huahahhah cup." Karna sudah terlanjur, akhirnya Ryeowook menutup dengan satu ciuman di pipi halus Kyuhyun
Dan cup. Satu lagi di keningnya. Lalu mengacak puncak kepala Kyu sekilas baru setelahnya menarik diri untuk menyudahi permainan mereka
"Hahah, dasar anak kecil"
Kyuhyun terbengong sejenak sambil masih menutup mata saat merasakan kecupan itu mendarat di wajahnya dengan cepat. Omo dia dekat sekali! Tapi entah kenapa ciuman ringan seperti ini malah membuat Kyuhyun gemetar dengan sukses secara sekilas. Whuahh skinship terdekat mereka!
Disaat Kyuhyun terkesima sendirian, disisi lain Ryeowook hanya bisa cengar cengir sendiri melihat tingkah laku tunangannya yang sok berani namun selalu ciut di akhir pada akhirnya seperti ini. Haha dasar Cho Kyuhyun... baru kisseu saja takut, apalagi nanti kalau kita sudah menikah Kyuhyun... kekeke pikir Ryeowook dalam hati
Oooo
Hari demi hari pun berlalu seperti biasa menjelang persiapan pernikahan mereka. Kyuhyun menemukan fotografer yang cocok dan membuat appointment untuk keberangkatan mereka selama seminggu ke Australia. Tiket pesawat, hotel, dan rencana perjalanan mereka pun segera lengkap dalam waktu relatif singkat. Tapi tentu saja, tugas Kyuhyun tidak berhenti di situ saja. Masih banyak persiapan yang harus Kyuhyun urus lainnya. Meeting sana, meeting sini. Ditambah cuaca yang tidak menentu, setelah beberapa hari merasa tidak enak badan, Kyuhyun terserang batuk pilek dan mulai tumbang pada akhirnya. Hanya beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan mereka.
Oooo
Mendengar kabar Kyuhyun sakit, begitu pulang kantor Ryeowook pun langsung berkunjung ke kediaman Cho untuk menjenguknya
"Annyonghaseyo omonim. Aku datang untuk menjenguk Kyuhyun. Ini aku bawakan buah juga" sapa Ryeowook saat ia baru saja tiba di kediaman Cho sore menjelang malam itu.
"Oh Ryeowook. Kamsaheyo… Kyuhyun baru selesai makan malam, mungkin ia sudah terlelap dikamarnya. Kamu naik saja gih" sambut Cho umma dengan ramahnya.
"Ah algesemnida omonim. Kyuhyun sakit sejak kapan omma, kalau aku boleh tau?" Tanya Ryeowook sedikit khawatir
"Demamnya mulai pagi ini. Kemarin-kemarin hanya flu ringan batuk dan pilek. Tapi Kyuhyun memang kalau sudah sakit seringnya berbarengan semua seperti sekarang ini. Badannya ngilu sejak pagi, malanya Kyuhyun bedrest seharian hari ini"
Ryeowook menangguk pelan dan termenung sendirian saat mendengarnya. Hmmm kasihan anak itu
"Tapi Kyu sudah kedokter kan umma?"
"Ne sudah. Tadi pagi kami ke dokter. Ada baiknya Kyuhyun istirahat dulu seminggu ini sampai sembuh katanya"
"Ahh aku mengerti. Baiklah, aku naik dulu ummaa"
"Ne Ryeowook. Nanti umma menyusul ya"
"Nee"
Ryeowook pun langsung naik kelantai dua dan menuju kamar Kyuhyun yang pintunya sedang tertutup rapat.
Ooooo
Tok tok
Setelah mengetuk dua kali Ryeowook memasuki kamar yang dingin tersebut dan melihat Kyuhyun sedang terlelap di balik selimut.
Ryeowook menunduk sebentar untuk memegang dahi nya yang terasa panas dan jadi merasa semakin khawatir dibuatnya. Sekilas dipinggirkannya poni Kyuhyun dan dikecupnya kening itu sekilas. Sebuah kecupan tulus. "Cepat sembuh Kyuhyun-ah" lalu Wook kembali merapatkan selimutnya lagi dan membelai lengan Kyuhyun sesekali lagi sembari duduk di bangku kecil disamping ranjang.
Hah... Ryeowook sungguh tidak tega melihat dia yang menggigil seperti ini.. rasanya pasti tidak enak sekali kalau sedang sakit seperti ini. Sekitar 15 menit Ryeowook terdiam disana mengamati Kyuhyun yang tertidur cukup pulas. Sesekali tubuh Kyu terus bergulat gelisah, dan berkeringat. Membuat Wook hanya bisa menepuk-nepuk tubuhnya pelan agar kembali tidur setiap Kyuhyun tanpa sadar mengigau
"Emmm u...mmaa..."
"Ssstttttt jaljja" Ryeowook lanjut mengelus selimut yang membungkus Kyuhyun pelan. Memastikan ia beristirahat dengan benar walaupun ia sendiri pun cukup lelah juga.
Sekitar pukul 8, setelah Kyuhyun berhenti mengigau barulah Ryeowook hendak berpamitan karna bagaimanapun ia juga harus kembali kerumahnya sendiri juga.
"Jaljja Kyuhyun. Cepatlah sembuh." Cup. Satu kecupan kembali mendarat sebelum Ryeowook hengkang dari sana.
Ya, secuek-cueknya Ryeowook. Bohong kalau ia tidak perduli dan tidak menyayangi Kyuhyun seiring dengan berjalannya waktu seperti ini.
Ooooo
Sore Esok harinya di kediaman Cho
Tok tok
Ryeowook mengetuk dua kali lalu langsung masuk ke dalam kamar tidur ber AC tersebut
Ditemukannya Kyuhyun sedang duduk menyandar diranjang, dengan baju tidur kotak-kotak lengan panjang, rambut coklatnya yang agak berantakan, wajah polos dan kedua tangannya konsenterasi main game lewat ipad di genggamannya
"Annyong"
"Oh annyong"
Kyuhyun langsung menutup ipadnya saat melihat Ryeowook datang. Ah iya sudah jam 6 saja, cepat sekali waktu berjalan kalau ia habiskan dengan main game
"Sudah baikan?" Sebelum mengambil duduk Ryeowook menghampiri Kyuhyun dan meletakkan punggung tangannya di dahi Kyu sekilas untuk mengecek keadaannya
"Eung. Sudah jauh lebih baik" jawab Kyuhyun dengan patuh.
Kyuhyun tau benar ini hari apa dan tanggal berapa. Ia sudah minum obat dengan rajin agar bisa secepatnya sembuh. Karnaa..
"Kita tidak jadi berangkat lusa. Ditunda saja liburannya Kyuhyun-ah" belum sempat Kyuhyun menyelesaikan pikirannya, tiba-tiba Ryeowook sudah membuka perbincangan mereka dengan sesuatu yang sangat tidak mengenakkan buat Kyuhyun.
Apa katanya? Ditunda? Ditundaa?!
"Whatt waee? Wae Ryeowook-ah waee?" Pekik Kyuhyun langsung sungguh kesal dan mulai naik kekepala semua rasa kesalnya tersebut.
Aku kan sudah tidak sabar untuk berangkat! Kenapa dia tiba-tiba membatalkannya begitu saja?!
"Kamu masih tanya kenapa? Kamu masih sakit Cho Kyuhyun. Jidatmu masih panas begini. Kita tunda saja keberangkatannya" jawab Ryeowook dengan tegas, sudah tidak bisa ditolak lagi, membuat lawan bicaranya yaitu Cho Kyu langsung cemberut dan merasa sangat sangat kesal
"Andweyooooooo" mulailah rengekan Kyuhyun mulai terdengar lagi
"Waeeeee?" Ryeowook ikut-ikutan menjawab dengan panjang menjawabi Kyuhyun yang bernada sangat manja terdengar menyebalkan ditelinganya
"Kalau tidak jadi kita perginya kapan? Kamu pasti sibuk; tidak bisa cuti lagi!" Nada Kyu mulai meninggi dan seperti sebelum-sebelumnya mereka mulai bertengkar karna hal sesepele ini lagi
"Bisa ditunda sampai kapan saja Kyu.. yang penting kamu sembuh du..."
"Tidak mauuu!" Potong Kyuhyun langsung membuat Ryeowook semakin maju dan duduk dipinggir ranjang itu langsung berhadap-hadapan dengan tunangannya ini
"Kenapa sih tidak mau?! Susah banget sih kamu mau diatur...?!"
"Shireoo! Kalau lusa batal kita pasti tidak jadi. Kamu pasti sibuk.. meeting lah.. audit lah... apa lah…" tungkas Kyuhyun lagi dengan cepat
"Aku akan sempatkan waktu Kyu.."
"Bohong!" Jawab Kyuhyun langsung berbalaskan dengan Wook yang hanya bisa menghela nafas panjang sudah hampir menyerah
"Bohong apa? Kamu itu masih sakit. Aku hanya tidak mau menyiksamu…" kesabaran Ryeowook benar-benar diuji setiap menghadapi calon istrinya ini.
"Bohong, kamu pasti sibuk Wook. Pekerjaanmu banyak. Ini lah itulah. Mana sempat kamu meluangkan waktu untuk photoshoot kita lagi!"
"Bisa! Aku bosnya disini. Kalau kubilang bisa ya bisa" jawab Ryeowook ngotot masih berusaha meyakinkan Kyuhyun yang sangat grr…
"Ya tapi buktinya kamu saja tidak bisa meluangkan waktu untuk berada disini saat aku ulang tahun, iya kan?!" Ujar Kyuhyun keceplosan tanpa sadar mulai membuat wajahnya jadi memerah sedikit demi sedikit. "Pokoknya aku tidak percaya padamu! Pokoknya kita harus tetap berangkat lusa aku tidak mau tau!" Ulang Kyuhyun terus menerus masih tidak mau kalah.
Kyuhyun hanya tidak mau hari yang sudah dinanti-nantikannya ini terbengkalai. Ia tidak bisa percaya begitu saja dengan perkataan Ryeowook. Kyu sudah menghabiskan energinya merancang sesi liburan dan photoshoot mereka dengan sempurna. Kalau semuanya tidak berjalan sampai hari H mereka. Sama saja dengan semua mimpi Kyu terbuang sia-sia
Sedangkan.. bagi Ryeowook; Pria ini juga tertegun sejenak saat Kyuhyun mengatakan ia tidak ada di sini saat hari ulang tahunnya.
Ucapan Kyuhyun tersebut menyadarkan Ryeowook kalau hal itu sangatlah berarti bagi tunangannya ini. Benar juga kata Donghae. Meskipun ia sudah minta maaf. Tapi sepertinya itu belum cukup untuk meyakinkan Kyu kalau ia tidak akan melakukannya lagi.
.
Hal seperti ini cukup mengagetkan sekaligus tidak terduga bagi Ryeowook. Bukan hanya Kyu yang kecewa. Hati kecilnya Ryeowook pun kecewa pada dirinya sendiri saat ia tau kalau Kyuhyun masih mengingat kejadian itu sampai sekarang.
"Baiklah terserah apa katamu. Pokoknya kalau kamu masih flu dan kita tidak diperbolehkan masuk Australia. Itu masalahmu." Ujar Ryeowook ketus tak lama setelahnya lalu bangun dan angkat kaki dari kamar tersebut.
Walaupun terdengar kejam dan ketus, sebenarnya Ryeowook tidak benar-benar serius dengan ucapannya barusan, tentu saja. Itu hanyalah ancaman belaka. Karna Ryeowook hanya ingin Kyuhyun benar-benar fit agar bisa menikmati liburannya dengan enak. Apalagi mereka juga ada kewajiban, ia hanya tidak ingin anak itu semakin sakit dan semakin drop keadaannya. Sudah. Sesederhana itulah yang Ryeowook inginkan. Tapi sulit sekali bagi Kyuhyun untuk memahaminya
Brak. Setelah pintu kembali tertutup rapat Kyuhyun hanya bisa memeluk bantalnya erat dan kembali menenggelamkan tubunya di balik selimut. Bibirnya kembali maju sedikit karna cemberut. Perasaan Kyuhyun bergumuruh karna lagi-lagi Ryeowook bersikap seperti itu. Dingin, ketus, jahat. Ya, dia sangat jahat! Kyu hanya terus memaki-maki nama Kim Ryeowook sendirian dalam hati sampai ia bosan sendiri selama beberapa menit setelahnya.
oooo
1 jam kemudian…
Ceklek
Sayup-sayup Kyuhyun bisa mendengar suara pintu terbuka lau tertutup lagi tidak lama kemudian. Tidak hanya itu, setelah pintu tertutup rapat ada juga suara langkah kaki yang mendekat kearahnya. Bukan langkah kaki ibunya... bukan juga pelayan. Kyuhyun bisa menebak ini langkah kaki siapa..
"Masih belum selesai ngambeknya, hem?" Sapa suara menyebalkan tersebut dari luar selimutnya membuat Kyuhyun semakin meninju perut tedy yang tiduran disampingnya, mengeluh kesal dalam diam.
"Kyuhyun... ayo bangunlah.. ini sudah waktunya makan malam" panggil suara itu lagi dengan nada datar mencoba merayunya beberapa kali, hingga akhirnya membut Kyuhyun menyerah, membuka selimutnya dan bangun dari posisi tiduran tengkurap.
Setelah bangun, benar saja kan tebakannya. Siapa lagi yang berani bicara seketus itu pada Kyuhyun. Cuma Ryeowook lah orannya
Suasana kamar dingin tersebut tiba-tiba hening sejenak karna baik Ryeowook ataupun Kyuhyun tidak ada yang bicara.
Ryeowook masih berdiri tegap dengan nampan di genggamannya. Sedangkan Kyuhyun masih memasang aksi diam setengah duduk dengan rambut acak-acakan
"Hahh..." Ryeowook menghela nafas panjang dan mulai menata meja kecil untuk Kyu bisa makan diranjang lalu meletakkan nampan berisi bubur yang dibawanya dengan hati-hati
"Makanlah. Lalu minum obat." Bukan hanya itu, Ryeowook juga menata bantal sebagai ganjalan Kyuhyun dengan dashboard agar tidak pegal. Tapi, semua sikap manis Ryeowook itu malah membuat Kyu bingung. Tumben dia baik? Ada apa ini?
Masih memasang aksi irit bicara, Kyuhyun pun akhirnya memutuskan untuk patuh saja dan mulai menyendokkan makan malam yang sudah dihidangkan untuknya itu. Ryeowook seperti biasa duduk dengan tenang disampingnya. Kadang mengecek handphone, kadang juga hanya memandanginya makan dengan pandangan kosong, tidak tau mau melakukan apa karna mereka berdua sama-sama terdiam.
"Pokoknya aku tidak mau kita batal pergi!" Ujar Kyuhyun dengan nada serius memecahkan hening diantara mereka sekitar lima menit setelahnya
"Iya... habiskanlah makananmu dan minum obat makanya" jawab Ryeowook pelan membuat mata bulat Kyuhyun sedikit membesar saat mendengarnya
"Kamu setuju? Tidak jadi batal?" Sekarang malah Kyu lagi yang balik bertanya kan..
Ryeowook hanya melihat Kyu dengan tatapan santai dan datar seperti biasa sebagai balasan
"Geureom. Itu yang kamu maukan."
Whuahhhh Kyuhyun tidak percaya ia bisa membuat Ryeowook tunduk secepat ini! Heheheh
"Ryeowook-ah… go… mawo…. hehehe" senyum lebar langsung tercipta di wajah mulus itu, ekspresi wajah Kyu langsung berubah 180 derajat dalam sekejap. Bahkan Kyu mengucapkan kalimat tersebut dengan nada malu-malu, ingin rasanya Kyuhyun memeluk calon suaminya itu saat ini juga. Tapi sayang gerakannya terbatas karna meja kecil didepannya. Yang Kyu bisa lakukan hanyalah menoel noel lengan Wook karna kesenangan, hahaha.
"Istirahatlah. Kalau keadaanmu tidak membaik dari hari ini. Kita tidak jadi pergi." Tambah Wook lagi dengan tatapan aneh sedikit ngeri melihat Kyuhyun bertingkah manja seperti ini.
Hah... kali ini harus benar-benar ia yang mengalah..
"Iya Wook... aku pasti akan baikan dua hari lagi. Jangan lupa packing yaa! Ingat kita perginya 6 malam 7 hari... hehehehe" tambah Kyu sambil terus cengengesan sembari mengelap mulutnya dengan napkin.
Huaaaa akhirnya rencana liburan mereka tidak akan tertunda. Kyu jadi semangat menelan obat dan banyak minum air mulai sekarang, agar ia bisa sembuh secepatnya, agar mereka bisa menikmati musim panas di Australia.
Hehe.. gomawo Ryeowook-ah sudah mengerti kemauanku. Pikir Kyu dalam hati. Selesai makan, Kyuhyun bahkan asik guling-gulingan sendiri sambil memeluk teddy nya di tempat tidur saking senangnya.
Tidak salah memang Ryeowook memberikan mister teddy sebagai hadiah. Kalau dia sedang kesal. Habis boneka besar itu ditinju Kyuhyun. Kalau ia sedang senang, habis juga si teddy di belai belai dipeluk Kyu dengan erat. Haha... nasib mister teddy benar-benar bergantung pada sikap dan kelakuan Ryeowook sekarang.
Oooo
2 hari kemudian, akhirnya hari yang sudah dinanti-natikan Kyuhun pun tiba juga. Pagi-pagi Kyu sudah bangun dan siap-siap berangkat ke bandara untuk mengejar pesawatnya. Walaupun belum sembuh benar setidaknya sekarang batuknya sudah baikan. Kyu memakai masker untuk mencegah virusnya tersebar ataupun bertambah parah.
"Ummaa aku berangkat dulu yaaa"
"Ne hati-hati ya Kyuhyun. Ryeowook.
Ryeowook, umma titip Kyuhyun ya. Kalian baik-baik dijalan kalau sudah sampai kabari kami ne"
"Ne umma algesemnida" Ryeowook membungkuk sopan sebelum membukakan pintu untuk Kyuhyun naik kemobil dan mereka berangkat bersama.
Ryeowook diantar supir menjemput Kyuhyun untuk berangkat ke bandara berdua saja. Di airport sanalah baru mereka akan bertemu dengan tim foto untuk berangkat menuju Australia.
"Sudah baikan? Batuknya?"
Tanya Ryeowook sembari mereka di perjalanan
"Ehhmmmm ne sudah mendingan kok" Kyuhyun berdehem dalam mencoba meyakinkan kalau dia baik-baik saja.
Karna, walaupun masih batuk pilek, Kyuhyun harus meyakinkan Ryeowook kalau ia baik-baik saja agar aktivitas mereka bisa berjalan seperti biasa.
"Selamat jalan Tuan. Hati-hati dijalan"
"Nee gomawoyo ahjussi nim"
Supir menurukan dua koper berukuran sedang milik Kyu dan Ryeowook dan Wook langsung menyeret keduanya tanpa perlu disuruh lagi tanpa Kyuhyun duga. Woww. Baik sekali dia.
Memasuki gedung terminal keduanya pun langsung menuju counter untuk check in dan meng-drop bagasi
"dua orang penumpang atas nama Kim dan Cho menuju Cairns ya. Ini tiket dan passport nya. Boarding pukul 12 kurang 15."
"Ne. Kamsahamnida." Dengan senyum Kyuhyun mengangguk sambil menerima kembali passport beserta boarding pass mereka.
"Kyu. Mau minum apa? Duduklah. Aku pesankan" tanya Ryeowook saat keduanya memutuskan untuk duduk di kafe sejenak sebelum masuk kedalam, sambil menunggu tim fotografer untuk tiba juga
"Emmm green tea panas satu Wook"
"Oke. Itu saja? Mau yang lain juga tidak?"
Kyuhyun langsung menggeleng pelan sebagai jawaban
"Aniyeyo. Gomawo"
"Em. Tunggu ya"
Membawa tas punggungnya, Kyuhyun pun mengambil meja dan duduk manis menunggu pesanannya untuk datang.
Hah.. akhirnya.. semoga perjalanan mereka kali ini bisa terlewatkan dengan menyenangkan. Walaupun tentu saja Kyuhyun deg-degan tapi ia masih tetap semangat dan tidak ingin menyia-nyiakan momen ini begini saja. Kyu hanya bisa berharap ini akan menjadi liburan yang menyenangkan bagi mereka berdua. Jangan sampai mereka bertengkar konyol lagi,, hehe
Tidak lama kemudian saat Kyu masih sibuk dengan pikirannya sendiri, datang lah Ryeowook membawa kan teh pesanannya dengan agak terburu-buru
"Kyu. Minwoo hyung dan lainnya sudah didepan sedang check in. Aku temui mereka dulu ya. Kamu tunggu disini, gapapa kan?" Tanya Ryeowook dengan nada datar seperti biasa
"Em, oke. Aku tunggu disini ya"
Sebenarnya jarak antara counter dan kafe tempat mereka duduk tidaklah jauh, hanya ribet saja kalau mereka harus membawa minuman panas kemana-mana jadi Ryeowook menyuruh Kyuhyun untuk menunggu disini saja.
"Nih, untukmu. Tunggu ya, aku akan segera kembali"
Sebelum pergi lagi, Ryeowook menyodorkan sebuah kantung plastik kecil berlabelkan toko farmasi sebelah pada Kyuhyun yang menerimanya dengan bingung. Hemm apa ini?
Saat membuka dan melihat kedalamnya, baru Kyuhyun tau isinya apa dan hanya bisa terbengong melihatnya.
Ini... Ryeowook membelikan 2 pack obat batuk hisap untuk melancarkan tenggorokan. Bersama dengan 4 pack tissue dan 2 pack vitamin C juga.
Bibir kecil Kyuhyun lagi-lagi terbuka sedikit, sangatlah tidak menyangka kalau Ryeowook bisa-bisanya melakukan hal sekecil dan sesepele ini.
"Agar kamu tidak batuk dan pilek dipesawat" sekarang Kyuhyun baru mengerti gumaman tidak jelas yang Ryeowook ujarkan tadi saat memberikan ini.
Ahhh tiba-tiba dada Kyuhyun terasa hangat melihat sisi Ryeowook yang seperti ini. Hal yang sangat sangat sederhana namun juga sangat berkesan dan berharga, karna Ryeowook ternyata sangat perduli dan mengkhawatirkannya. Kyaaaaa. Ingin rasanya Kyuhyun memeluk erat teddy bear mereka kalau ia sedang berada dirumah sekarang
"Kyuhyun-ah. Minwoo hyung sudah tiba nih"
Tidak lama Kyuhyun masem masem sendirian, beberapa menit setelahnya Ryeowook sudah tiba kembali kearahnya bersama beberapa orang pria lainnya yang adalah tim fotografer mereka.
"Oh. Annyonghaseo Hyungnim. Cho Kyuhyun imnida"
Kyuhyun membungkuk sopan dan menjulurkan tangan untuk berkenalan. Selama seminggu nanti Ryeowook dan Kyuhyun akan memakai jasa fotografer bernama Lee Minwoo ini untuk foto pre-wedding mereka. Jadi mereka berangkat bersama hari ini.
Beruntung Lee Minwoo ssi ini sepertinya adalah sosok yang ramah dan menyenangkan walaupun mereka baru berkenalan. Semoga sesi photoshoot mereka bisa berjalan dengan lancar nantinya.
"Semuanya sudah check in kan? Bagaimana kalau kita langsung masuk kedalam? Teh mu apa sudah habis Kyu?" Tanya Ryeowook melanjutkan perbincangan setelah mereka semua sudah saling memperkenalkan diri dengan satu dan yang lainnya.
"Eung. Sudah kok. Ayo kita masuk"
"Geurae. Ayo." Kyuhyun pun meraih kembali tas punggungnya dan mengikuti yang lainnya di belakang.
"Wookkkk" panggil Kyuhyun langsung mencegat langkah Ryeowook agar tidak meninggalkannya sendirian
"Gomawoyoo hehe" tanpa sadar Kyu langsung menggaet lengan Ryeowook mesra dan menyenderkan kepalanya dipundaknya saking senang nya. Sudah seperti koala menempel pada pohonnya; Membuat Ryeowook hanya terkekeh melihatnya.
"Waeyo?"
"Aniyeyo. Hehe" jawab Kyu malu-malu menenggelamkan wajahnya lagi dilengan Ryeowook.
Keduanya pun terus berjalan bergandengan mesra menuju pintu yang dituju dan segera berangkat ke Australia untuk memulai liburannya. Semogaaa persiapan pernikahan keduanya bisa terus berjalan dengan lancar ya.
Gomawo sudah memperhatikanku Kim Ryeowook. Ujar Kyuhyun dengan tulus dalam hati
TBC!
