Chapter 3: Meet You Again

.

.

Eysha CherryBlossom presenting

.

.

CRAZY for YOU

.

.

Fic ini terinspirasi dari sebuah drama Korea berjudul "The Heirs" dengan beberapa ide milik saya jadi NO PLAGIAT dalam bentuk apapun

.

DISCLAIMER :

Dari awal pembuatan Naruto sampe sekarang sih masih Om Masashi Kishimoto

.

STORY :

RATE : T (Belum berani bikin rate M XD)

.

GENRE:

Romance, Hurt/Comfort with lil bit humor maybe

.

PAIRING :

Sasuke x Sakura x Gaara, slight Sasuke x Matsuri

.

WARNING :

AU, OOCness, gaje, EYD amburegul, dapat menyebabkan mual, muntah dan gangguan kehamilan pada janin #plaaak

.

DLDR

(DON'T LIKE DON'T READ)

.

If You Like Then Give Me Your Review Or Concrit, Flames Will Be Avoided

.

.

Happy Reading ^_^

.

.

.

Sebuah mobil mewah berhenti di depan gerbang sekolah elite KHS. Pintu mobil terbuka dan keluarlah dua sosok orang berbeda gender. Mereka berjalan beriringan menuju gedung sekolah KHS.

"TEMEEEEEE." sebuah teriakan menghentikan langkah dua sosok itu.

"Ohayou Teme dan Matsu-chan," ujar Naruto setelah tadi berteriak memanggil Sasuke.

"Hn."

"Ohayou Naruto," balas Matsuri, gadis berambut coklat sepundak yang tadi berjalan bersama Sasuke.

"Wah, kalian berangkat bersama hari ini? Benar-benar pasangan serasi," ucap Naruto.

Sang gadis tersipu mendengar pujian temannya itu, sedangkan Sasuke hanya memasang raut wajah datar. Mau bagaimanapun, ini sudah kewajibannya sebagai tunangan dari Matsuri.

Ya. Sasuke dan Matsuri sudah bertunangan. Mereka bertunangan dikarenakan keluarga kedua belah pihak yang menjodohkan mereka. Apalagi kalau bukan karena alasan bisnis. Awalnya, Fugaku menawarkan Sasuke untuk bertunangan dengan Matsuri. Sasuke pun tidak menolak pertunangan ini karena ia telah berteman sejak kecil dengan Matsuri.

Jadi ia berpikir bahwa, karena ia terbiasa dengan keberadaan Matsuri maka lama-lama akan timbul cinta. Walaupun sampai sekarang rasa itu belum juga ada di antara mereka.

Matsuri pun hanya menerima saja pertunangan ini, walaupun ia menyukai pemuda lain yang merupakan sahabatnya dan Sasuke dari kecil bahkan berpacaran dengannnya. Tetapi, karena suatu hal ia memilih bertunangan dengan Sasuke ketika dijodohkan. Menyebabkan retaknya hubungan persahabatan mereka ketika mengetahui jika ia dan Sasuke bertunangan.

"Ngomong-ngomong Teme, apa kau tahu bahwa 'dia' kembali hari ini?" tanya Naruto.

"Hn. Aku sudah tahu dari Neji," jawab Sasuke sekenanya, meskipun dalam hati ia gelisah menantikan seseorang yang dulu pernah hadir di kehidupan mereka.

Matsuri pun tak kalah gelisah mendengar berita kedatangan 'dia' yang dibicarakan Sasuke dan Naruto. Melihat Matsuri yang gelisah, Sasuke mengenggam tangan Matsuri seolah menyatakan bahwa ia akan selalu di sisinya. Matsuri hanya tersenyum kepada Sasuke akan tindakan yang Sasuke lakukan.

.

.

.

.

Di sebuah apartemennya yang sederhana, Sakura sedang memperhatikan penampilannya di depan sebuah kaca besar. Hari ini ia akan memulai harinya sebagai siswa baru. Ia memperhatikan detail seragam sekolah yang dikenakannya dan penampilannya.

Sakura mengikat rambutnya dengan gaya pony tail dan memakai jepit rambut bermotif kelopak bunga Sakura. Ia memakai kemeja putih panjang dan rok bermotif kotak-kotak berwarna merah tua, juga rompi senada dengan rok, dilengkapi blazer berwarna hitam dan dasi berbentuk pita berwarna merah.

Di dadanya sebelah kanan terdapat lambang KHS dan juga emblem berbentuk S yang tersemat di atas dada sebelah kiri yang menunjukan bahwa dia murid kelas spesial. Terdapat dua jenis kelas di KHS, yaitu kelas spesial dimana para siswa-siswi yang memiliki bakat masuk kelas ini. Dan kelas regular untuk siswa-siswi biasa.

Walaupun dibilang biasa, mereka sama seperti siswa-siswi di kelas spesial yang membedakan hanya pada bakatnya. Jika kelas spesial selain pintar, mereka juga memiliki bakat, maka kelas regular tempatnya siswa-siswi yang berprestasi di bidang akademik.

Seragam sekolah elite KHS juga di bedakan dari warna seragam tiap tingkatan. Warna hijau tua untuk kelas X, warna merah tua untuk kelas XI dan biru tua untuk kelas XII.

.

Sakura's POV

Yosh~ Aku sudah siap. Saatnya berangkat.

Aku turun dari kamar menuju ruang makan, mengambil selembar roti panggang dengan selai strawberry untuk sarapan dan meminum segelas susu.

Hmm~ jam 7 ya. Aku harus bergegas.

Setelah selesai, Aku menyambar ransel yang ku letakkan di kursi dan segera memakai sepatu dan mengunci pintunya.

Haaah~ Udara pagi yang segar. Ohayou dunia!

Aku mengangkat kepalan tanganku ke atas dan tersenyum.

Sakura's POV End

.

.

Sakura berjalan sembari memainkan smartphonenya, membalas beberapa email dari nenek juga ibunya. Sejak memutuskan untuk tinggal sendiri tanpa Chiyo-baasan yang mengurusnya sedari kecil, sang ibu dan neneknya selalu mengiriminya email menanyakan keadaannya.

.

.

.

Sebuah mobil Porsch berwarna merah berhenti di depan gerbang sekolah elite KHS. Kedua pintu penumpang terbuka, menampilkan dua orang sosok pemuda dengan surai merah. Salah satu dari pemuda itu menyeringai begitu keluar dari mobil, menatap sekolah barunya, atau bisa dibilang sekolah lamanya.

"Akhirnya. Aku tidak sabar bertemu kalian teman-teman," gumamnya seraya menampilkan seringai seksi di wajahnya yang membuat beberapa siswi yang berlalu lalang merona.

Pemuda satunya lagi hanya memutar bola matanya, menatap sang pemuda dengan mata hazelnya yang sayu.

"Kau jangan berbuat macam-macam ya. Aku tidak mau dimarahi ji-san jika kau membuat masalah di sini," peringatnya kepada sang pemuda bertato 'Ai' yang bersurai sama dengannya.

"Kau tenang saja, aku tidak akan membuat masalah. Setidaknya belum."

"Terserah kau saja," ujarnya malas lalu berjalan ke gedung sekolah di ikuti pemuda bertato 'Ai' itu.

Mereka berjalan dengan tenang tanpa menghiraukan teriakan-teriakan gadis di sekitar mereka melihat ketampanan yang dimiliki mereka.

"Berisik seperti biasa ya, Gaara," ujar suara baritone yang terdengar di belakang kedua pemuda itu.

"Hn. Neji," balas pemuda bernama Gaara ketika membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan seorang pemuda berparah cantik dengan rambut coklat panjang, sang Ketua OSIS, Hyuuga Neji.

"Hisashiburi, Gaara," ujar Neji tersenyum tipis menyambut Gaara.

"Aa."

"Kau tidak mau menyambutku, Neji?" tanya sosok satunya lagi dengan mata sayunya.

"Hn. Sasori-senpai," ujar Neji.

Sasori hanya memasang wajah kesal akan sapaan singkat dari Neji yang kelihatan imut di wajah baby facenya menyebabkan beberapa fansnya pingsan.

.

.

Sasuke, Matsuri dan Naruto berjalan melintasi halaman sekolah KHS dan terhenti ketika Naruto berteriak dengan kencang.

Sasuke dan Matsuri yang mendengar suara Naruto memanggil seseorang, menegang apalagi melihat sang pemilik nama berbalik dengan seringai di wajahnya.

Tetapi mereka tetap melangkah dan berusaha untuk menyembunyikan ekspresi wajah mereka. Apapun yang terjadi, mereka akan menghadapinya.

"GAARAAA!"

Perbincangan antara Gaara, Neji dan Sasori terhenti lantaran suara cempreng yang memanggilnya. Gaara menoleh melihat orang yang memanggilnya. Ketika berbalik, ia melihat sosok pemuda bersurai pirang berlari ke arahnya diikuti dua sosok di belakangnya yang berjalan pelan. Gaara menyeringai melihat kedua sosok itu.

'It's show time,' batinnya.

"Yo! Gaara, Hisashiburi. Kau semakin tinggi saja," celoteh Naruto ketika ia sampai di tempat Gaara berdiri, menampilkan senyum lebarnya kepada teman lamanya.

"Hn," jawab Gaara singkat.

"Kau tidak berubah ya, Gaara. Masih irit kata," ujar Naruto.

"Kau semakin cerewet ya Naruto."

"Huh. Dasar panda," ejek Naruto.

Gaara mengacuhkan Naruto dan memandang dua orang di belakang Naruto.

"Wah wah wah. Ini dia pasangan kita. Lama tidak bertemu teman," sapa Gaara kepada kedua sosok yang telah sampai di tempatnya seraya berseringai.

"Atau mantan teman," lanjutnya.

"Hn. Lama tidak bertemu. Ku kira kau tidak akan pulang, Gaara," balas Sasuke dingin. Sementara Matsuri hanya menundukan kepala, tidak berani menatap Gaara.

Menyadari situasi yang tidak mengenakan ini, Naruto mencoba mencairkan suasana.

"Hey, kalian berdua hentikan ini! Kita sudah lama tidak bertemu, seharusnya kita saling berpelukan. Bukannya saling bertatapan dingin seperti ini." Naruto merengut melihat sikap kedua temannya itu.Merasa tidak berhasil, Naruto kembali bersuara.

"Oh ya, Gaara kau masuk kelas mana?" tanyanya. Gaara hanya mendengus pelan.

"Kau masih tetap saja bodoh ya Naruto. Apa kau tidak lihat emblem di seragamku?" ujarnya tanpa mengalihkan perhatiannya pada Sasuke. Beberapa siswa memperhatikan mereka, penasaran akan apa yang terjadi.

"Eh?" Naruto hanya ber-eh ria menyadari kebodohannya.

.

.

.

Sakura berjalan memasuki halaman sekolah. Ia menaikan sebelah alisnya melihat siswa-siswi sedang berumpul melingkari sesuatu. Karena penasaran, ia pun mendekati kumpulan siswa-siswi itu, mencoba melihat ada apa di sana dengan membelah kumpulan orang-orang.

Tanpa sengaja, seorang siswa mendorong tubuhnya. Karena tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya, ia terdorong ke depan menubruk seorang pemuda berambut pirang bahkan menimpanya.

"I – ITTAI."

Sakura nampak kesakitan, ia pun merubah posisinya menjadi duduk tapi masih belum menyadari keadaan sekitar. Ia mengelus sikutnya yang sakit sambil menundukkan kepala.

"Dobe, kau tidak apa-apa?"

Sebuah suara menyadarkan Sakura, ia pun segera mengangkat kepalanya lalu menatap sekitar. Kegiatannya mengusap-usap sikutnya terhenti ketika emerald-nya bersiborok dengan sepasang onyx tajam.

"KAU!?"

Ia pun segera bangkit dengan tergesa-gesa dengan mata membelalak tanpa memperhatikan sekitarnya, sehingga menabrak seseorang di belakangnya. Ia pun membalikan tubuhnya bermaksud meminta maaf, tetapi di urungkan niatnya ketika melihat orang itu yang teryata adalah Gaara.

"Yo! Nona gulali," sapa Gaara sambil menyeringai seksi padanya.

Sakura hanya menunjuk Gaara dengan telunjuknya seolah tak percaya.

"Ugh..."

"Naruto, kau tidak apa-apa?" tanya Matsuri sambil membantu Naruto berdiri

"Ya, aku tidak apa-apa Matsu-chan Arigatou," jawabnya sambil mengelus pantatnya dan membersihkan seragamnya.

"Memangnya siapa sih yang menimpa ku?" tanyanya.

"Ano, gadis itu," jawab Matsuri sambil menunjuk seorang gadis

"Eh?"

"EH?"

"Sa – sakura-chan!?"

Sakura yang merasa terpanggil pun mengalihkan pandangannya dan menatap Naruto tak percaya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan segera menghambur memeluk Naruto.

Naruto yang tak siap hampir saja terjungkal, jika ia tak langsung menyeimbangkannya.

"Ini benar-benar kau, Sakura-chan?"

"Aku tak menyangka kita akan bertemu lagi," lanjutnya ketika merasakan Sakura mengangguk dipelukannya.

Sementara itu, beberapa murid yang ada di sana hanya memandang aneh mereka berdua kecuali dua orang yang memandang mereka kesal. Tepatnya hanya pada satu orang saja.

"Dobe. Kau mengenalnya? Penyusup ini?" tanya Sasuke.

"Tentu saja aku mengenalnya, dia ini temanku semasa kecil. Eh? Penyusup?"

"Hn. Dia ini penyusup yang kemarin."

"Tidak mungkin dia penyusup. Dia kan cucu dari Se––

.

PLAAK

Ucapan Naruto terpotong ketika Sakura menamparnya, menyebabkan Naruto tak sadarkan diri. Terang saja, tamparan Sakura tidak bisa dibilang pelan. Sedangkan Sakura mencoba tersenyum dengan sudut bibir yang berkeduk, dan menunjukkan sesuatu di smartphonenya kepada Sasuke.

'Ada nyamuk di wajahnya ^^'

Sasori yand sedari tadi hanya menonton mereka, memandang curiga pada Sakura, sedangkan orang-orang yang melihat hanya sweatdrop.

"Hey, Pinky! Kau ingat akan apa yang kau lakukan kemarin?" tanya Sasuke.

Sakura mengerjapkan matanya beberapa kali. Seolah ingat akan sesuatu, ia tersenyum lebih tepatnya meringis.

'Mati aku,' batin Sakura.

"Sepertinya kau ingat," ujar Sasuke.

Matsuri memandang bingung tunangannya dan gadis berambut pink itu.

Sasuke mendekat ke arah Sakura. Sakura telah bersiap-siap menerima kemunginan-kemunginan yang akan diterimanya dari pemuda pantat ayam ini. Ia bersiap-siap akan menutup matanya ketika melihat Sasuke mengangkat tangannya.

"Apa yang akan kau lakukan, Sasuke?" tanya Neji.

"Aku hanya ingin membalas atas apa yang dia lakukan padaku kemarin."

Sasori mengerutkan keningnya bingung.

"Memangnya apa yang dia lakukan?" tanya Sasori.

Sasuke mendengus ketika lagi-lagi suara mengintrupsi apa yang akan di lakukannya pada gadis itu.

"Dia memukulku. Kau tidak lihat lebam di wajahku ini?" tanya sasuke geram seraya menunjuk bekas pukulan sakura.

"Jangan macam-macam Sasuke. Dia murid baru dan juga seorang perempuan," cegah Neji.

"Pffft. Hahaha." sebuah tawa mengintrupsi mereka.

"Apa yang kau tertawakan, PANDA?" tanya Sasuke dengan penekanan pada kata 'panda'.

"Lucu sekali. Seorang Uchiha Sasuke dipukul oleh seorang wanita," ujar Gaara ringan.

Sasuke hanya menggeram kesal mendengar ejekan Gaara. Sedangkan Neji dan Sasori, hanya memutar mata bosan melihat kelakuan mereka berdua.

"Ini semua gara-gara kau Pinky. Gara-gara kau, aku harus menerima ini semua. Ini sama saja dengan penghinaan. Aku akan membalasmu," ujar Sasuke mengacuhkan Gaara dan berjalan menuju Sakura dengan jari teracung.

Ketika jarak Sasuke sudah dekat dengannya, Sasuke mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan jarinya ke arah dahi sang gadis.

Untuk sesaat, Sasuke terpaku melihat ekspresi yang ditampilkan wajah Sakura. Mata yang menutup rapat dan mengkerut dengan bulu-bulu mata lentik dan panjang, juga bibir bawah yang digigit. Benar-benar ekspresi menggemaskan.

.

CTAAAK

'eh?'

Sakura membuka matanya ragu. Ia merasakan rasa panas dan sakit di dahinya walaupun tak seberapa. Dia mengira bahwa sang pemuda berambut pantat ayam akan membalas memukulnya.

"Tsk. Sebenarnya itu saja tidak cukup akan pukulan yang kau berikan. Tapi aku bukanlah orang brengsek yang akan memukul wanita," ucap Sasuke menyadari ekspresi heran di wajah Sakura.

"Cih. Menggelikan," sahut Gaara menimpali ucapan Sasuke.

"Kenapa? Kau berharap aku akan memukulnya? Aku bukan pria brengsek seeprti dirimu," balas Sasuke.

Mata hijau susu Gaara menatap tajam mata onyx Sasuke. Lalu ia maju mendekat ke arah Sakura dan mengangkat tangannya. Sasuke tercekat melihatnya, ia berpikir Gaara akan menyakiti sang gadis, mengetahui watak Gaara yang tidak segan-segan kepada siapapun baik wanita atau pria.

Naruto yang baru bangkit dari kematiannya(?) melirik Gaara dan seketika membelalakan mata sewarna saphire miliknya.

"Gaara." Naruto mencoba menghentikan Gaara. Namun hal yang tak diduga terjadi, membuat beberapa orang terkejut.

Gaara memegang pundak Sakura dengan tangan kanan dan mendekatkannya pada tubuhnya. Ia menundukkan kepalanya dan berbisik di telinga sang gadis, membuat Sakura terpaku.

"Cukup Gaara. Lebih baik kau masuk ke kelasmu," ucap Sasori mencoba menghentikan sepupunya.

Gaara melepaskan Sakura dan berbalik menuju Sasori, berjalan meninggalkan mereka semua.

Sakura masih tetap terpaku, jika saja tidak ada Naruto yang menyadarkannya.

"..ra"

"Sakura.."

"Sakura-chan," panggil Naruto dengan wajah khawatir.

"Kau tidak apa Sakura-chan," tanyanya.

Sakura menggerakkan jarinya membentuk kata-kata setelah sadar dari keterpakuannya.

"Benar?" tanya Naruto tidak yakin, tetapi Sakura menganggukkan kepalanya mencoba meyakinkan Naruto dan tersenyum manis.

Sasuke yang melihat interaksi Naruto dan Sakura hanya mengernyit heran.

'Dia tidak bisa bicara? Apa dia bisu?' batinnya heran Memikirkan bahwa gadis itu tidak bisa bicara membuat dadanya sedikit sesak, entah karena apa.

"Ayo Matsuri," ajaknya kepada gadis bersurai coklat yang sedari tadi diam tak bersuara.

"A–ah iya." Matsuri menjawab sembari berlari kecil menyusul Sasuke.

"Dobe, kau mau masuk atau tidak? Sebentar lagi pelajaran Ibiki-sensei akan dimulai," ujar Sasuke.

"Aku akan menyusul Teme," balas Naruto.

"Emm...ngomong-ngomong Sakura-chan, kau siswa kelas spesial juga ya?" tanya Naruto begitu melihat seragam yang dipakai Sakura dan dibalas anggukan oleh Sakura.

"Yokatta. Kalau begitu kau di kelas berapa?" tanyanya lagi.

Sakura menggerakan jarinya membentu angka sebelas dan angka satu.

"Benarkah? Wah, kita sekelas Sakura-chan," ujarnya senang.

Sakura hanya tersenyum dan bernapas lega setidaknya dia telah mempunyai teman di sekolah barunya.

"Tapi, kenapa kau mencoba merahasiakan nama keluargamu," tanya Naruto.

Sakura hanya menghela napas dan kembali menggerakkan tangannya.

'Aku hanya ingin hidup mandiri tanpa nama klanku dan membuat mereka bangga, jadi ku mohon untuk merahasiakannya. Dan lebih baik kau masuk kelas, sebentar lagi bel'

"Ah~ kau benar, aku harus ke kelas sekarang. Jaa~ Sakura-chan akan ku tunggu di kelas dan selamat datang di KHS," ujarnya seraya tersenyum lebar. Sakura hanya tersenyum melihatnya.

Ia memandang punggung Naruto yang mulai menghilang dan kembali melangkahkan kakinya menuju ruang guru.

.

To Be Continued

Author's Cuap-Cuap Area:

Holla minna~ ^_^ meet me again, hari ini cepet2 pengen update dikarenakan saya menggila gegara sop iler sasusaku canon dimana-mana beneran bkin ngiler tuh sop iler alias spoiler, yg tdnya males2an buat edit jd semangat, ga sabar buat baca chap terbarunya hari ini. Savers yg lain jg kan? Ok ini saatnya balas review-review semuanya,,,

hanazono yuri: Di chapter ini mereka udah ketemuan. Ini udah lanjut, arigatou :)

mantika mochi: Iyaa ini udah lanjut, arigatou udah mampir :)

Aerizna Yuii: Gomen gomen kalo kelamaan. Ini udah update, review lagi?

Kazama Sakura: Iyaa sengaja dbkin punya kelebihan n kekurangan XD soal hubungan mereka ntar terungkap d chapter yg akan datang

HazeKeiko: Iya dia bisu. Emang beberapa chara d buat OOC sbg tuntutan peran XD soal identitas Sakura nanti akan terungkap. Arigatou udah review, review lagi?

motoharunana: Iyaaa Sakura sengaja d buat kyak gitu XD arigatou buat reviewnya, soal A/N d tengah cerita ga bakal d temuin lg XD

Floral White: Yosh ini udah update XD arigatou atas koreksinya.

Subarashii Shinju: Arigatou buat koreksinnya, iya ntah knapa aku males buat ngecek lg habisnya d laptop sih ga bsa d cek smbil guling2an #plaak Arigatou udah review.

tomatceri7810: Iyaa arigatou atas koreksinya, ini udah lanjut

miikodesu: Iya buka Naruto, soal siapa itu bocah kayaknya kamu tau d lihat dr ciri-ciri n cara bicaranya :D dan Gaara emang badboy. Arigatou udah mau mampir.

Yo! Minna-san arigatou yang udah baca, ngereview, foll atau fav. Arigatou jg buat silent readers. Chapter 3 udah update, silahkan d baca n review again?

Palembang, 6-11-2014