Chapter 4: Trouble Maker
.
.
Eysha CherryBlossom presenting
.
.
CRAZY for YOU
.
.
Fic ini terinspirasi dari sebuah drama Korea berjudul "The Heirs" dengan beberapa ide milik saya jadi NO PLAGIAT dalam bentuk apapun
.
DISCLAIMER :
Dari awal pembuatan Naruto sampe sekarang sih masih Om Masashi Kishimoto
.
STORY :
RATE : T (Belum berani bikin rate M XD)
.
GENRE:
Romance, Hurt/Comfort with lil bit humor maybe
.
PAIRING :
Sasuke x Sakura x Gaara, slight Sasuke x Matsuri
.
WARNING :
AU, OOCness, gaje, EYD amburegul, Typos dimana-mana, dapat menyebabkan mual, muntah dan gangguan kehamilan pada janin #plaaak
.
DLDR
(DON'T LIKE DON'T READ)
.
If You Like Then Give Me Your Review Or Concrit, Flames Will Be Avoided
.
.
Happy Reading ^_^
.
.
.
Chapter 4: Trouble Maker
Sasori dan Gaara berjalan menuju kelasnya masing-masing. Tidak ada suara di antara mereka. Yang ada hanyalah suara ketukan sepatu mereka yang beradu dengan lantai koridor.
"Apa yang tadi kau lakukan, Gaara?" tanya Sasori membuka perbincangan diantara mereka.
"Hn. Tidak ada." Gaara menjawab Sasori tanpa mengalihkan pandangan matanya yang lurus menatap ke depan.
Sasori menatap Gaara bingung. Wajah baby face miliknya yang menunjukan raut bingung membuatnya semakin imut.
"Jangan berbohong. Aku tahu kau melakukan sesuatu padanya, ku lihat wajahnya ketakutan."
"Apa yang kau katakan padanya?" lanjut Sasori.
"Hanya memberi salam," jawab Gaara sambil menyeringai.
Sasori hanya mengangkat bahu pasrah medengar jawaban dari sepupunya. Ia tak mau ambil pusing mengenai masalah ini, ia pun tak dapat memaksa Gaara. Sepupunya satu ini sangat keras kepala.
Ia membiarkan Gaara berbuat sesukanya, asalkan tidak menimbulkan masalah. Ia tidak ingin pamannya marah padanya gara-gara tidak dapat mengawasi Gaara.
Langkah kaki Sasori berhenti ketika ia sampai di depan ruang guru. Gaara pun ikut menghentikan langkahnya.
"Masuklah! Temui wali kelasmu. Aku harus segera kembali ke kelas. Ingat, jangan membuat masalah!" ancam Sasori.
"Tsk. Iya iya, aku bukan anak kecil lagi yang harus kau awasi." Gaara berdecak kesal mendengar ancaman Sasori, seolah-olah ia adalah seorang anak kecil yang suka berbuat ulah.
"Kau memang bukan anak kecil, tapi kau memiliki sifat seperti anak kecil," ujar Sasori lalu membalikan tubuhnya meninggalkan Gaara sendirian di depan ruang guru.
Gaara hanya menatap datar kepergian sepupunya, lalu menatap pintu di depannya dan membukanya.
.
.
.
.
Sakura merapikan peralatannya setelah sang guru keluar kelas, meninggalkan para murid yang bersorak senang. Bel berbunyi tiga kali menandakan bahwa ini waktu istirahat.
Ia memperhatikan sekitarnya. Teman-temannya mulai keluar kelas untuk pergi ke kantin. Ia hanya menghela napas.
'Seperti yang aku duga. Tidak ada yang mau berteman denganku,' batinnya.
Sasuke memperhatikan Sakura dari kursinya, lalu ia bangkit melewati meja Sakura.
"Matsuri, Ayo!"
"Ah...tunggu sebentar Sasuke-kun."
"Hn."
Sasuke menunggu Matsuri membereskan buku-buku miliknya, lalu ia melirik Naruto.
"Dobe, kau tidak ke kantin?" tanyanya.
"Kau duluan saja Teme, nanti aku menyusul," jawab Naruto seraya tersenyum lebar.
Matsuri dan Sasuke berjalan keluar kelas setelah Matsuri selesai.
"Sakura-chan, apa kau mau ke kantin?" tanya Naruto.
Sakura menatap Naruto sebentar lalu mengangguk seraya tersenyum.
"Ah, tapi sebelum itu kita mampir dulu ya ke kelas XI-B," ujar Naruto sambil tersipu malu.
Sakura menggerakan tangannya membentuk beberapa kata.
'Memangnya kau mau menemui siapa?' tanyanya.
"Err...aku mau menemui seseorang," balas Naruto kikuk.
Sakura lalu tersenyum kembali lalu bangkit dari kursinya. Ia menganggukan kepalanya seolah berkata 'ayo'.
Mereka pun berjalan menuju kelas XI-B yang berada di sebelah kelas mereka.
Naruto dan Sakura berhenti di depan kelas XI-B. Lalu Naruto menengok ke dalam kelas mencari sosok seseorang. Ketika menemukannya, ia masuk ke kelas menghampiri sosok itu meninggalkan Sakura sendiri di depan kelas.
Sakura menunggu Naruto menemui seseorang itu, ia memperhatikan para murid yang berlalu lalang di depannya. Mereka saling bersenda gurau bersama teman-temannya.
Melihat hal ini, membuat Sakura ingat akan masa lalunya ketika ia bersama teman-temannya dan 'dia' bermain bersama, bercanda bersama.
Lamunannya buyar ketika ia merasa sebuah tepukan di pundaknya. Ia pun menoleh, melihat sang pelaku. Ia melihat Naruto tersenyum lebar padanya.
"Ah! Sa–sakura-san." Sebuah suara memasuki gendang telinganya, lalu ia menoleh, menatap seseorang yang memanggilnya.
"Lho? Kau mengenal Sakura-chan, Hinata?" tanya Naruto.
'Naruto, Hinata kemarin membantuku menemukan ruang administrasi,' jelas Sakura dengan menggerakan tangannya.
Hinata memandang heran Naruto dan Sakura.
"Kata Sakura, kau yang membantunya menemukan ruang administrasi kemarin," ujar Naruto membantu menerjemahkan gerakan tangan Sakura.
"H–ha'i. Kemarin aku membantunya. Aku tidak menyangka akan bertemu lagi secepat ini." Hinata berucap dan menatap Sakura sembari tersenyum. Rona kemerahan tampak di wajahnya yang putih.
"Hinata, dia ini teman masa kecil ku yang aku katakan tadi," ujar Naruto.
"A–ah...salam kenal Sakura-chan, bolehkah aku memanggilmu begitu," tanya Hinata.
Sakura mengangguk dan tersenyum kepada Hinata, lalu menggerakkan tangannya kembali.
"Dia bilang salam kenal juga," ujar Naruto.
"Sakura, Hinata ini pacarku," lanjutnya seraya tersenyum kikuk. Hinata pun semakin merona mendengar perkataan Naruto.
Sakura hanya tertawa tanpa suara melihat mereka berdua. Sedangkan Naruto dan Hinata terpaku melihat Sakura tertawa. Mereka berpikir bahwa Sakura sangat cantik ketika tertawa, walaupun tanpa suara.
Sakura pun menghentikan tawanya karena merasa heran kedua orang di depannya sedari tadi diam. Ia pun tersipu malu ketika sedang diperhatikan oleh kedua orang itu.
"A–ah...sebaiknya kita ke kantin sekarang sebelum waktu istirahat selesai." Naruto membuka suara dan menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.
Mereka bertiga pun berjalan menuju kantin bersama-sama.
Naruto mengedarkan pandangannya ke sekeliling kantin, lalu ia menarik Hinata dan Sakura ke sebuah meja yang sudah di tempati oleh Matsuri dan Sasuke.
"Yo! Teme, Matsu-chan," sapanya.
"Kau lamban, Dobe," geram Sasuke.
"Gomen gomen, aku menjemput Hinata dulu."
Sasuke mengacukan Naruto, lalu ia menatap Hinata dan seseorang yang tidak ia duga akan diajak Naruto.
"Kenapa kau mengajaknya, Dobe?" tanyanya mengangkat alis heran.
"Memangnya kenapa Teme? Sakura juga kan temanku."
"Hn. Terserah."
"Kalian berdua duduk disini. Aku akan pesankan makanan."
"Ah! Sakura-chan kau mau pesan apa? Bagaimana kalau ramen saja? Ramen disini enak sekali," ujar Naruto memberikan rekomendasi ramen yang menurutnya enak.
Sakura hanya menganggukan kepalanya kikuk. Ia merasa kikuk, karena ia mendengar ucapan Sasuke tadi. Tapi ia berpura-pura tidak mendengarnya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan pesan ramen dan jus strawberry kesukaanmu," ucap Naruto lalu berlalu menuju salah satu stand makanan.
"Sa–sakura-chan, ayo duduk!" ajak Hinata.
Sakura ikut mendudukan diri di sebelah Hinata. Saat ini ia duduk berhadapan dengan Sasuke, sementara Hinata berhadapan dengan Matsuri.
Situasi ini terlihat canggung bagi Sakura. Ia tidak tahu harus melakukan apa. Ia hanya memperhatikan Hinata dan Matsuri yang mengobrol.
Dan situasinya semakin canggung, apalagi ketika emerald Sakura tanpa sengaja mengarah ke Sasuke. Ia mendapati bahwa pemuda itu sedang menatapnya, lalu mengalihkan pandangannya ketika tertangkap basah menatap Sakura.
"Ah! Aku sampai lupa." Matsuri berucap, membuat Sakura mengalihkan pandangannya pada Matsuri.
"Haruno-san gomen aku belum memperkenalkan diri. Aku Matsuri, salam kenal," ujar Matsuri memperkenalkan diri, ia tersenyum kepada Sakura.
Sakura lalu mengeluarkan smartphone miliknya dan mengetik sesuatu lalu menunjukannya pada Matsuri.
'Salam kenal, Matsuri-san. Panggil saja Sakura,' tulisnya disertai emo tersenyum.
"Baiklah, Sakura. Dan ini Uchiha Sasuke, tunanganku," lanjut Matsuri.
Sasuke hanya berekspresi datar ketika Matsuri mengenalkannya pada Sakura, dan entah kenapa ia merasa kesal ketika Matsuri mengatakan bahwa ia tunangannya. Padahal selama ini ia biasa saja, jika Matsuri mengatakan hal ini.
"Sasuke-kun!" panggil Matsuri.
"Sasuke-kuun!" Matsuri kembali memanggil Sasuke dengan wajah cemberut, ketika Sasuke tidak meresponnya.
"Hn," ujar Sasuke sembari menatap Sakura.
"Gomen ne, Sakura. Sasuke memang sedikit dingin dan irit kata," tukas Matsuri. Sakura hanya tersenyum menanggapinya.
.
.
.
Gaara melangkahkan kakinya dengan malas. Sejujurnya ia sangat malas untuk pergi ke kantin, tapi ia merasa lapar. Salahkan sepupunya yang baby face itu yang mengajak ke sekolah pagi-pagi tanpa membiarkan ia sarapan. Alhasil ia kelaparan, apalagi ia cuma menyantap ramen instan semalam.
Gaara tiba di kantin lalu menuju salah satu stand makanan untuk memesan satu porsi nasi kare dan segelas jus jeruk.
"Tumben kau ke kantin, Gaara."
Gaara menoleh ke belakang, melihat Neji sedang membawa nampan berisi dua porsi ramen dan dua gelas ocha.
"Hn. Sasori tidak membiarkanku sarapan tadi," balasnya.
"Mau makan bersama?" tanya Neji.
"Hn," balas Gaara setelah mengambil pesanannya dan membayar.
"Wooi Neji! Tunggu aku!" Naruto berjalan cepat sembari membawa nampan yang isinya sama dengan Neji hanya saja dengan segelas jus jeruk dan jus strawberry.
"Kau lamban Naruto. Jika tidak cepat, bisa-bisa Hinata kelaparan," ujar Neji.
Naruto hanya menggerutu sebal, lalu ia menatap Gaara.
"Yo! Gaara," sapanya.
Gaara hanya menganggukan kepala lalu berjalan mengikuti Neji yang sudah berjalan duluan, diikuti Naruto di belakangnya.
Awalnya Gaara membatalkan rencana makan bersama Neji, ketika melihat sosok yang dibencinya. Tetapi melihat seorang gadis bersurai merah muda, ia pun menyeringai dan mempercepat langkahnya bahkan hampir saja nampan Naruto tersenggol olehnya.
"Wooy, Gaara–
"Hyuuga, bisakah kau pindah? Aku mau duduk di sebelahnya," ujarnya kepada Hinata mengacuhkan Naruto yang akan memprotesnya.
"H–ha'i." Hinata pun pindah ke kiri, menyisakan satu kursi di antara dia dan Sakura. Lalu Gaara menempati tempat duduk yang tadinya di tempati Hinata.
Jadi posisinya sekarang, Sakura duduk di ujung sebelah kanan berhadapan dengan Sasuke, lalu Gaara duduk di sebelahnya berhadapan dengan Matsuri.
Situasi terasa mencekam akan posisi keempat orang itu. Sakura membeku di tempat, begitupun dengan Matsuri. Berbeda dengan Sasuke yang tampak kesal dan memandang Gaara dingin. Sedangkan Gaara? Ia bersikap santai seolah tak terjadi apa-apa.
"Ini pesananmu Sakura-chan," ujar Naruto meletakan semangkuk ramen dan segelas jus, lalu ia duduk di sebelah Hinata.
"Hinata."
"A–arigatou, Neji-nii. Tapi kenapa Neji-nii yang membawanya," tanya Hinata heran pada Neji yang membawakan pesanannya setelah Neji duduk di sebelah Matsuri.
"Aa. Aku hanya takut jika si bodoh ini menumpahkan makan siangmu, Hinata," ujar Neji tenang tanpa menghiraukan tatapan protes Naruto.
"Sou ka," ujar Hinata lalu mulai menyantap makanannya setelah berucap 'Itadakimasu'.
Gaara memperhatikan Sakura yang belum menyentuh makanannya.
"Kenapa tidak dimakan? Apa kau mau aku suapi?" tanyanya dengan nada menggoda kepada Sakura, membuat Sasuke mendecih tak suka di seberangnya.
Sakura terlonjak mendengar pertanyaan Gaara, lalu menggeleng cepat dan mengambil sumpit. Ia mengucapkan 'Itadakimasu' tanpa suara.
Sakura mulai menyumpit mie ramen miliknya. Ketika ia mengarahkannya ke mulut, sebelah tangan milik Gaara menggenggam tangannya yang menggenggam sumpit dan mengarahkannnya ke mulut Gaara.
Sakura dengan cepat memandang Gaara dengan tatapan kesal.
"Aku hanya memastikan, apa ramennya masih enak seperti dulu atau tidak. Setidaknya rasanya masih sama," ujar Gaara santai.
Sakura benar-benar kesal dibuat Gaara, lalu ia memakan ramennya dengan geram.
Ketika ia baru menghabiskan setengah ramennya, sesendok nasi kare masuk ke dalam mulutnya tanpa bisa ia cegah. Ia menatap sang pelaku.
'Lagi-lagi panda jelek ini. Apa sih maunya?!' batinnya bersungut-sungut.
"Nasi kare ini lumayan enak, aku hanya ingin kau mencobanya," ujar Gaara kalem ketika ia kembali mendapati Sakura menatapnya kesal.
"Dia bisa makan sendiri. Tidak perlu menyuapinya." Sebuah suara dingin mengintrupsi kegiatan Sakura dan Gaara.
Gaara menatap seseorang di seberangnya yang barusan mengatakan kalimat itu dengan dingin. Ia hanya tersenyum sinis.
"Memangnya kenapa? Aku mau menyuapinya atau tidak, bukan urusanmu," ujar Gaara sinis.
Sasuke hanya mendecih. Sedangkan Matsuri yang duduk di sebelahnya hanya memandang Sasuke heran. Tidak biasanya Sasuke mau mengurusi urusan orang lain.
"Ekspresi wajahmu itu, seperti seseorang yang sedang cemburu ketika pacarnya dekat dengan orang lain," tukas Gaara.
"Padahal kau sudah punya TUNANGAN," lanjut Gaara dengan sinis dengan menekankan kata 'tunangan'.
Sasuke yang mendengarnya pun menegang. Ia pun merasa bingung akan tindakannya. Hanya saja, melihat apa yang Gaara lakukan kepada Sakura, ia merasa kesal dan tidak suka.
"Cih! Aku duluan Matsuri." Sasuke beranjak pergi meninggalkan Matsuri dan orang-orang di meja itu dengan tatapan bingung.
"Kenapa dia?" tanya Naruto sesaat setelah Sasuke pergi.
"Mungkin dia sakit perut," jawab Gaara seraya menghabiskan makanannya. Sedangkan Sakura tidak ambil pusing akan tindakan Sasuke dan kembali melanjutkan makannya.
.
To Be Continued
.
Author's Cuap-Cuap Area:
Yo! Minna-san Gomeeeen sepertinya chapter 4 molor updatenya dikarenakan saya lg sibuk ngelamar jg interview sana sini plus penyakit malasnya kumat lg #plaaak. Ga banyak bacot lg, langsung aja ya balas2 reviewnya.
HazeKeiko: Iyaa ini ga semua SasuMasuGaa, itu cumaa aaah ntar spoiler lg : D pkoknya ikutin trus yaa aku ksh bocoran aja endingnya SasuSaku.
Animea-Khunee-Chan: Iyaaa ini udah updateee : D
hanazono yuri: Yang di perebutin tentu aja Sakura kan tertulis d atas itu SasuSakuGaa dan SasuMatsu cm sbg slight. Matsu bukan tokoh utama kok : )
Manda Vvidenarint: Iyaa Sakura bisu tp bukan gadis bisu biasa : )
Subarashii Shinju: Iyaa masih ada yg terlewat nih arigatou udah d kasih tau : )
rainy de: un emang hampir sama cm ada sdkit perbedaan. Arigatou udah mampir : )
miikodesu: Jangan jangan :D kamu nebak hampir bener trus nih :D endingnya knpa emang? :D
.
.
Arigatou udah baca baik itu sbg silent reader jg arigatou buat yg review, foll, atau fav. Chap 4 udah update ni, maaf typos bertebaran soalnya ngetik lewat hp sih, kalo lewat laptop ga bsa smbil nyantai guling2an #dasarmales. R n R again? : )
Palembang, 16-11-2014
