Naruto© Masashi Kishimoto
and
Totally Spies© Marathon Media
.
.
.
Summary : Kini Naruto dan Spies mulai menghadapi misi baru : menghancurkan AW dan selamatkan dunia! Akankah misi mereka kali ini berhasil? Atau justru gagal? Mari kita simak kelanjutannya!
.
.
.
Chapter 10
Malam hari
19:02 pm
"Ittadakimash!"
Naruto langsung melahap ramennya banyak-banyak, dia dan tiga spies-nya sedang makan malam di ruang makan. malam ini, makanan mereka sangat banyak kali ini, satu porsi ramen besar, ikan tuna dengan saus tomat, salad-salad dan juga buah.
"hei, jarang-jarang kita seperti ini, ya kan?" tanya Sam sembari menaruh dua gelas teh ke atas meja.
"Yah! kita jarang sekali makan malam bersama begini" jawab Clover.
"ugghhmm? sungguhmm? mmemmangmnya kenwapah jaranngm?" tanya Naruto, mulutnya masih penuh dengan ramen.
"Naruto, habiskan dulu makananmu" Alex mengingatkan.
"Entahlah, biasanya kami sering makan di luar, jangan heran kalau berat badan bertambah gara-gara kebanyakan makan junkfood" jawab Sam.
"hei Sammy! kau tahu kalau wanita sensitif jika di tanya berat badan?"
"huhh, di tanya berat badan saja mengamuk, entah kenapa wanita itu lebih mementingkan penampilan fisiknya ya? hmmm..." Naruto jadi berpikir-pikir, Clover langsung menjitaknya.
BLETAAK!
"Adduh! sakit ttebayo!" seru Naruto.
"kau pikir penampilan fisik itu tak penting? tentu saja penting tahu! dasar aneh!"
"uggh tapi jangan sampai menjitakku ttebayo!"
"hei! kalian mau tahu? tadi Naruto langsung mual lho sehabis naik roller coster!" kata Clover, buka aib.
"APA!? ti-tidak! itu bohong! aku tidak mual kalau naik wahana apapun! taman hiburan yang Clover ajak tadi sama sekali tidak seru!" kata Naruto lagi, tak mau kalah.
"Sungguh? apa Naruto benar-benar mual?" tanya Alex lagi. sementara Oinky cuma memiringkan kepalanya, heran.
Clover mengangguk cepat "tentu saja, duh!"
"Hei! aku ini tidak mual! yang tadi cuma kebetulan saja!"
"heeh, kau ini takut di bilang pengecut ya?"
"aku bukan pengecut, ttebayo!"
Sementara Clover dan Naruto berdebat dan saling buka-buka aib, Compowder milik Sam langsung berbunyi, menginterupsi perdebatan konyol di makan malam ini.
"hmm? ini dari Jerry!"
"Jerry?"
"Apa yang Jerry katakan?" tanya Clover.
"ini pesan, Jerry sudah menyiapkan rangkaian rencananya!" ucap Sam.
"waaah benarkah! kita akan misi lagi!" seru Alex, langsung semangat.
"APA!? ta-tapi... tapi...! kita baru saja libur sehari!" Clover nampak tak terima.
"benarkah? hmmm Jerry juga mengirim pesan ini ke wallet ku" kata Naruto, langsung membuka wallet miliknya. dia membaca pesan Jerry dan di minta untuk segera datang ke gedung WOOHP.
"tunggu dulu, apa kalian yakin kalau misi untuk menghabisi ninja AW akan berhasil?" tanya Alex.
"Aku percaya pada bos kalian" kata Naruto sembari menutup walletnya lagi. "Jerry tahu apa yang harus ia lakukan, dia yakin rencana ini akan berhasil. semua bergantung pada kalian bertiga sebagai spies"
"lalu bagaimana denganmu Naruto?" tanya Sam.
"aku ini asistennya Jerry, tugasku adalah mengawasi misi kalian. jika kalian dalam kesulitan, maka aku akan langsung turun tangan" jawab Naruto.
"Naruto! kami masih mengandalkanmu! bagaimana kalau kami di culik? terutama aku! aku yang paling sering di culik!" kata Clover, mendadak frustasi sendiri.
"jangan khawatir Clover, kau tidak sendirian. ada Sam dan Alex bersamamu. dan untuk Sam, kau bisa mengetuai tim mu sendiri, aku percayakan ini semua padamu ya"
"baiklah Naruto"
"waktu libur kita masih kurang! kita harus request ke Jerry untuk menambah liburan!"
"Clover, kita di beri misi yang sangat penting" kata Alex.
"misi ini memang penting! tapi liburan juga penting!"
"hei hei! tukang fashion-holic, kau ini mementingkan keselamatan dunia atau dirimu ttebayo?" Naruto setengah menyindir sambil memasang muka mengejek pada Clover.
"uggh Naruto! jangan pasang muka seperti itu!" Clover langsung protes. eehh tapi, Naruto kalau pasang muka seperti itu tetap ganteng ya..., gumamnya, mendadak tsundere.
"hehehehe!" Naruto nyengir sendiri. memang asik kalau menggoda Clover, Naruto merasa sangat bahagia bisa makan malam dengan mereka bertiga seperti ini. jarang-jarang dia dapat makan banyak semenjak meninggalkan kampung halamannya. Naruto merasa, tiga remaja-remaja ini sudah seperti keluarga keduanya selama tinggal di Beverly Hills.
"Ada yang mau tambah lagi ramennya?" tanya Alex.
"Oink! Oink!"
"Ehh, Babimu suka ramen, Alex?" tanya Clover.
"Tentu saja!"
"baiklah, tambahan untukmu-"
"SEMUANYA! MENUNDUK!" Naruto langsung berteriak.
"AH!?"
DOORRRR!
Sebuah peluru langsung menembus kaca beach house dan menembak ke arah dinding hingga berlubang.
"a-apa itu tadi!?" tanya Sam.
DOR! DOR! DOR!
"WAAAAAAAAAAA!"
Mereka berempat langsung sembunyi di bawah meja. hujan peluru dimana-dimana dan terus menembaki rumah beach house milik mereka.
"Gawat! tembakan dari mana ini!?" tanya Clover.
"entahlah! ini benar-benar berbahaya!"
"Cepat! tembak orang-orang yang ada didalam sana!" perintah Lok pada bawahannya.
"BAIK!"
Ternyata rumah mereka sudah di kepung ratusan pasukan ninja AW. mereka semua menggunakan senapan, dan ada pula yang melempar kunai, shuriken, berbagai macam jenis senjata ninja lainnya ke rumah beach house tersebut secara bertubi-tubi tanpa hentinya.
DOR! DOR! DOOORR DOOORRR!
"Pasukan AW! sudah kuduga mereka akan membalas seperti ini!" kata Naruto.
"APA!? AW katamu!? keterlaluan... kita harus menghabisi mereka!" ucap Alex, beranjak berdiri.
"Tidak Alex! jangan! kau tak bisa menghadapi peluru-peluru itu!" Naruto berteriak kepadanya.
"apa yang harus kita lakukan kalau diam seperti ini!?"
SLEP!
"EH!?"
Kunai menancap di dinding dengan kertas peledak dan..
BOOM!
"AAAAAAAAAAAA!"
Rumah beach house semakin hancur.
"Oh tidak...! padahal rumah ini adalah hadiah dari pemberian ibu kita, mereka pasti akan terkejut jika melihat rumah mahal ini hangus dalam sekejap, bagaimana ini?!" tanya Clover, histeris.
"kita harus memanggil Jerry segera!" Sam langsung menyalakan Compowder dan memberi pesan darurat.
"Jerry! Jerry! kami dalam bahaya! cepat woohping kami ke WOOHP sekarang juga!"
DOR! DOR! DOR!
"Ugghh! mereka semakin menjadi-jadi! cepat woohping kami JERRY!" teriak Clover ke arah compowdernya milik Sam.
DOR! DDDRRT! DDRT!
"Kage Bunshin No Jutsu!"
Naruto langsung membuat bunshin sebanyak mungkin untuk menjadikannya tameng agar peluru-peluru tersebut tak semakin menghancurkan beach house ini. masing-masing dari bunshin langsung menggunakan Rasengan untuk menyerang para penembak.
"aaa! sial! dia pakai jurus itu!"
"tembaki saja! CEPAT!" seru Lok lagi. dia masih dendam pada mereka atas kekacauan di markas AW bawah tanah beberapa hari yang lalu. kali ini, kalian takkan ku biarkan lolos para tikus kecil!
Semua bunshin Naruto langsung menyerang para penembak, menghasilkan ledakan dahsyat dari rasengan yang mereka tabrakan ke tubuh para penembak.
Rasengan!
"WAAAAAAAAAAAAA-!"
DOR! DOR! DOORRRRR! DOR!
BOOM!
BOOM!
"Hei! apa yang terjadi!? kenapa Jerry tidak me-Woophing kita!?" tanya Alex, Oinky semakin takut dan menunduk dalam dekapannya Alex.
"Sulit untuk keluar dari sini, tapi yang jelas aku berusaha membuat bunshin sebanyak-banyaknya agar mereka tak menembaki kita!" kata Naruto.
"HEI KALIAN YANG DIDALAM!" Lok menyeru lewat toak suara yang ia pegang.
"keluar dari rumah itu, atau tempat tinggal kalian akan segera kami hancurkan! kami tahu kalian berada didalam tikus-tikus kecil!"
"ugghh! apa katamu!? kalau saja saat itu aku berhasil menangkapmu waktu di supermarket tanpa mengenakan maskot bebek, mungkin kau takkan melakukan ini!" Clover langsung merutuk kesal, sementara yang lain cuma sweatdrop.
"TEMBAK!"
Salah satu dari pasukan AW menggunakan bazooka berisi kunai yang sudah di pasangi kertas peledak ke rumah beach house.
"Waaaaaaaa!?"
Ledakan langsung terjadi di halaman teras rumah.
"Rumah kita akan hancur! rumah kita akan hancur!" Alex hampir menangis, dia mendekap Oinky yang juga ketakutan seerat-eratnya.
"Jangan khawatir gadis-gadis, takkan kubiarkan rumah kalian hancur begitu saja!"
Di saat hujan peluru terus menerus menyerang beach house, Naruto langsung berdiri dari kolong meja dan mengaktifkan mode Bijuu-nya.
Bijuu mode!
Seluruh tubuh Naruto langsung penuh dengan chakra khas kyubi berwarna kuning dan ikut menyelimuti seisi rumah.
"A-apa itu!?" salah satu pasukan AW terkejut.
"Sial! orang itu memakai monsternya lagi!"
Lok benar-benar kesal, sekarang rumah yang niatnya ingin dia hancurkan malah di lindungi chakra kuning terang berbentuk kepala rubah raksasa secara sempurna.
"Naruto!" Sam, Clover dan Alex menyeru kaget.
Sekarang Naruto benar-benar memasang wajah seriusnya yang menyeramkan.
"Hmm, kau meminjam sebagian chakra-ku lagi?" tanya Kurama.
"Kurama, mereka menghancurkan rumah gadis-gadis ini. tentu takkan ku biarkan, aku sudah muak menjadi incaran mereka!" gumam Naruto.
"baiklah, aku akan membantumu"
"terima kasih Kurama"
"Berhenti mengucapkan terima kasih padaku dan cepat lawan mereka!"
"Baiklah"
"Naruto Uzumaki dan tiga Spies dari WOOHP! Keluar dari rumah itu sekarang juga atau serangan terakhirku akan menghancurkan kalian!" Lok menyeru lagi.
"Aku tidak mengerti apa tujuanmu mengincarku dan mau mencelakai gadis-gadis ini, tapi sekali lagi kau melakukan penyerangan, bunshinku yang akan menghancurkanmu!" Naruto menyeru balik.
"gggrr! tak peduli! SEMUANYA! HANCURKAN RUMAH ITU DAN JUGA MEREKA!"
Seluruh ninja AW menarik pelatuk masing-masing, menghujani rumah beach house yang diselimuti chakra kyubi tersebut sampai hancur.
"UGHH!?" Naruto tersentak.
"ada apa denganmu Naruto!?" tanya Sam.
"aku tidak mengerti... tapi-"
"Peluru mereka berisi chakra, tentu itu akan menyakitimu!" kata Kurama.
"Apa!?"
"Sial!"
Masing-masing Bunshin Naruto mengeluarkan berbagai macam Rasengan dan langsung menghajar para pasukan ninja AW yang menembaki rumah mereka. tapi sayang, jumlah pasukan ninja AW tak kalah banyak dengan bunshin milik Naruto.
"Naruto! kami akan membantumu-!" kata Alex.
"Tidak! JANGAN! kalian takkan bisa membantu, peluru mereka sangat berbahaya jika menembus tubuh, kalian bisa mati!"
"a-apa!?" Clover sampai syok.
"Ugghh, Kurama! tolong!"
"Aku sudah memberikan hampir semua chakra padamu!"
Mereka tak henti-hentinya menembaki beach house yang di tinggali Sam, Alex dan Clover. serangan secara beramai-ramai tanpa henti, Naruto takkan sempat membuat serangan balik. bahkan atap Beach house nyaris rubuh.
"Waaaaaaaaaa!?" Sam, Clover dan Alex sampai berteriak, sementara Naruto masih berusaha menahan serangan peluru chakra milik mereka.
"Jerry! Woohping kami sekarang juga! JERRY!" Sam berteriak melalui Compowder di tangannya. berharap mereka benar-benar selamat dari kekacauan ini.
"Serangan peluru kalian takkan bisa menembus bijuu ku!" seru Naruto, dia membuat masing-masing bunshinnya berubah jadi bijuu mode dan membuat rasengan yang ukurannya hampir besar. mereka langsung melayangkannya ke para pasukan AW dan serang-menyerang pun tak terhindarkan hingga membuat sebagian jalanan perkomplekan Beverly Hills nyaris hancur.
Naruto masih berusaha mempertahankan tamengnya yang berupa wujud Rubah ekor sembilan yang menyelimuti beach house. setidaknya, Naruto masih memikirkan keselamatan remaja-remaja yang ada di belakangnya.
"Bagaimana kita menghancurkan chakra nya itu!?"
"heh" kali ini Lok menyeringai licik, Lok mengeluarkan satu gulungan dari gauntlet miliknya dan mengeluarkan sebuah jurus. gulungan kecil tersebut perlahan berubah menjadi pusaran angin, semakin besar dan besar.
"ini dia! aku bisa meniru jurusmu!" Lok membuat Rasengan tiruan dari gauntletnya. Rasengan miliknya sangat besar. dia pun berlari sambil membawa Rasengan jumbonya dan bersiap menghantamnya ke beach house.
"Gawat!?" Naruto terkejut, dia melihat Lok membuat rasengan buatan sama seperti milik dirinya.
"kalian takkan sempat lari, rasakan kekuatan tiruan terhebatku ini!"
"Kurama!?" Naruto sampai berteriak pada Kurama.
"ugghh!" bahkan Kurama tak mungkin sempat bergerak. Sam, Clover dan Alex menyaksikan itu penuh dengan ketakutan.
"HAAAAA-!"
JUMBO RASENGAN!
"Celaka-!" bahkan Naruto belum sempat menyelesaikan kalimatnya sebelum...
JDUAAAAAAR!
Jumbo Rasengan miliknya menghantam chakra Kurama dan beach house. serangan langsung menghancurkan struktur rumah beserta seluruh isinya. bahkan nyaris menghancurkan rumah-rumah sebelah beach house. usai hantaman rasengan miliknya, sekarang rumah beach house tinggalah reruntuhan dan asap-asap mengepul.
"Fuh!" Lok merasa puas. "akhirnya! kita berhasil menghabisi orang-orang ini!"
"YEAAAH!"
"YEAAAAAAAAAH!"
"Cepat! cari mayatnya dan kita bawa ke hadapan Bos!" perintah Lok pada bawahannya.
Mereka pun berlari mengerumuni beach house yang sudah runtuh habis karena hantaman jumbo Rasengan milik Lok. si pemuda itu sangat merasa senang, akhirnya dendam bosnya bisa ia balas. keempat orang itu pasti sudah mati hangus karena rasengan tiruannya tadi. pikir Lok dengan enaknya. namun, ketika mereka berusaha mencari Naruto, Sam, Clover dan Alex...
"Eh? bos! mereka tidak ada!"
"APA!?" Lok terkejut.
Pasukan ninja AW berlari keruang makan yang keadaannya masih setengah utuh. ketika
mereka memeriksanya disana, keempatnya benar-benar menghilang tanpa jejak.
"Sial bos, mereka lenyap"
"gggrrr..." Lok merasa ingin meledak di tempat. "SIALAN KAU! NARUTO UZUMAKI!"
Sementara itu, di dalam Woohping-Tunnel
"WAAAAAAAAAAAAAAA!"
Ternyata mereka berempat sudah meluncur didalam Woohping sebelum Lok menghantam beach house mereka dengan Jumbo Rasengan, sungguh waktu yang sangat tepat.
BRUAAAAAAKGGH!
Sam, Clover dan Alex jatuh ke sofa, sedangkan Naruto malah jatuh ke lantai.
"aduh... sakit, seharusnya kau juga menyediakan sofa khusus untukku Jerr" kata Naruto.
"Maaf Naruto, aku tahu keadaan dirumah kalian sangat darurat. woohping nya sempat bermasalah tadi" kata Jerry, berjalan menghampiri mereka berempat.
"Jerry! pasukan ninja AW menyerang rumah kami! mereka tahu keberadaan kami sekarang!" ucap Sam.
"Dan mereka sudah menghancurkannya!" Alex menambahkan.
"Apa yang harus kita lakukan!?"
"Tenang dulu anak-anak, kita bisa membalasnya nanti setelah menjalani misi" ucap Jerry, menenangkan ketiga remaja tersebut.
"Bagaimana kami bisa tenang! rumah itu sudah berkali-kali jadi incaran musuh karena kita ini Spies, Jerr!" kata Sam lagi, hampir frustasi.
"Aku mengerti apa yang kalian rasakan, cobalah untuk tetap tenang!" ucap Jerry. seketika, ketiganya pun diam.
"Ta-tapi, rumah kami" Sam sampai bergetar, dia langsung bertekuk lutut dan nyaris menangis. "rumah kami, itu pemberian dari ibu kami. dan... kami sudah tak punya tempat tinggal lagi"
"Semuanya sudah hancur" kata Alex, hampir menangis.
Clover mengepalkan tanganya erat-erat, amarah sudah memuncak di kepalanya "Ughh, AW sialan. akan ku habisi mereka semua... aku tidak bisa menerima tempat tinggal kami hancur dalam sekejap"
Naruto memandangi tiga remaja tersebu dengan penuh iba. mereka benar-benar terpukul, sebuah rumah yang mereka tinggali bersama-sama langsung lenyap di depan mata mereka. lebih lagi beach house itu ternyata hadiah dari pemberian ibu mereka. Naruto jadi bersalah, dia merasa penyebab penyerangan ini karena dirinya tinggal di rumah beach house bersama remaja-remaja ini.
"Sudahlah" Naruto langsung menepuk kepala mereka bertiga secara bergantian. "Usai misi, nanti kita perbaiki lagi rumahnya" ucapnya dengan tenang.
"Naruto"
"Hei, kalian masih punya WOOHP. rumah kalian tidak cuma satu, tapi juga ada disini" tambahnya lagi. Ketiganya sampai mengusap-usap air mata mereka, berusaha untuk tidak menangis hanya karena sebuah rumah. Naruto benar, WOOHP juga rumah mereka.
"Jerry, cepat jelaskan rencana yang sudah kau susun"Jerry mengangguk cepat "Waktunya misi"
Sam, Clover dan Alex menyalakan compowder masing-masing dan langsung merubah pakaian mereka menjadi catsuit Spy. sedangkan Naruto membuat segel di kedua tangannya dan langsung mengubah dirinya jadi berpakaian Jas hitam WOOHP.
"Sekarang kalian akan kutugaskan pergi ke hutan di Rusia bagian utara. WOOHP berhasil mendeteksi keberadaan mereka dengan satelit rahasia. satelit milik kita ini sangat berfungsi untuk memata-matai keberadaan penjahat tanpa mereka ketahui"
"Rusia utara? maksudmu daerah bersalju?" tanya Alex.
"Tepat sekali Alex. tapi kalian harus tetap berhati-hati, si bos AW punya banyak pasukan penjaga yang handal. jadi kuminta kalian harus menyamar dan berusaha menerobos masuk kedalam markas mereka"
"seperti apa bentuk markasnya?" tanya Clover.
"Pabrik tua yang tak terpakai, mereka gunakan itu sebagai markas utama. pabrik ini ada dua lantai dengan empat area yang di jaga ketat oleh anak buahnya" kata Jerry, layar monitor langsung menunjukkan denah lokasi dimana markas AW berada. "tugas utama kalian didalam misi ini hanya satu : tangkap otak utama-nya. bos AW pasti membuat rencana besar untuk menguasai dunia"
"Aku baru dapat info dari agen WOOHP lainnya, AW berencana akan mengedarkan earphone mereka dengan modus produk, jika semua orang sudah memakainya, maka satelit yang akan di luncurkan AW itu pun aktif dan secara langsung mencuci otak seluruh pengguna lewat earphone yang mereka pakai ke telinga mereka" Jerry menambahkan.
"Ya! earphone! aku ingat itu, waktu kami masuk ke markas bawah tanah di New York, banyak dari pasukan ninja AW yang menggunakan Earphone" kata Sam lagi.
"Benar, aku juga minta kalian hancurkan salah satu antena yang memasang sinyal ke tiap earphone yang mereka gunakan agar pasukan ninja tersebut tak lagi kena hipnotis bosnya" ucap Jerry.
"oke Jerry, aku siap menghabisi pecundang-pecundang yang sudah merubuhkan rumah kami itu!" seru Clover.
"aku akan mengawasi kalian dari sini, kuserahkan Naruto untuk menjaga kalian jika ada keadaan darurat" kata Jerry lagi.
"Kyaaaaaaaa-! Naruto! akhirnya kau ikut bersama kami!" Clover bahagia, matanya sampai membentuk love-love (padahal baru saja dia memarahi Naruto sebelum AW menyerang beach house)
Naruto menyeringai dengan tampang cool "Sisanya nanti ku jelaskan, waktunya gadget spies!"
"baiklah, aku dulu yang pertama" jawab Jerry. "ehm! ini gadget kalian! Wind tunnel 3000, Laser Lipstick, Jetpack backpack seperti biasa, boomerang gadget, Speeder, Cherry Lips Bomb, Ice Queen Perfume, Metal Mashing Boxing Glove"
"hmm! gadget yang tepat, terima kasih Jerr!"
"Dan dari aku" Naruto melempar gauntlet ninja ke arah mereka bertiga.
"Gauntlet!" kata Alex, langsung memasangnya ke tangan.
"Yap, gauntlet yang pernah kalian pakai. tapi aku punya tambahan lagi, ini dia" Naruto menunjukkan sebuah gulungan berukuran sedang ke hadapan mereka bertiga.
"ini gulungan ninja, gulungan ini membawa banyak senjata"
Naruto langsung membuka gulungan tersebut dan...
BOHFT!
Peralatan ninja semacam Shuriken, kertas peledak, bom asap beracun, tas ninja dan peluru kecil untuk gauntlet muncul di atas gulungan.
"Woaaaah!"
"ini sederhana, gunakan senjata ini sebaik mungkin. dan selalu ingat, harus berhati-hati apapun yang terjadi didalam misi" kata Naruto.
Sam mengambil gulungan tersebut "kami bisa melakukannya!"
"tunggu! bagaimana dengan Oinky? siapa yang akan menjaganya?" tanya Alex.
"Oinky bisa menginap disini selama kalian sedang misi" jawab Jerry dan langsung menggendong Oinky.
"Oink! Oink!" Oinky nampak senang.
"Nah! Waktunya berangkat!"
"SIAP!"
Ketiganya langsung di hisap WOOHP Tunnel lagi. "Waaaaaaaaaa-!"
"Wah, mereka benar-benar bersemangat ya?" Tanya Naruto, langsung menoleh pada bosnya.
"Ya, karena aku membangkitkan rasa percaya diri mereka. Kuharap misi ini berhasil, mereka akan berhadapan dengan banyak ninja berbahaya" ucap Jerry.
"apa mereka pernah gagal dalam misi?" Tanya Naruto lagi.
Jerry menghela nafas ringan "yah, tentu pernah. Spies WOOHP juga manusia, tentu kami semua pernah gagal. Tapi justru dari kegagalan itulah yang memancing kita untuk mentuntaskan misi apapun yang terjadi"
"Kalau begitu, takkan kubiarkan kali ini gagal" jawab Naruto.
"Terima kasih Naruto, kau yang terbaik"
"hmm… sama-sama"
"Dan satu lagi" Jerry menjeda kalimatnya, sekali lagi Naruto menatap pria tua tersebut dengan wajah penasaran.
Jerry tersenyum tenang padanya. "Tolong jaga mereka selama misi ya?"
Naruto diam sejenak, sepertinya Jerry sangat mempercayakan keselamatan mereka bertiga pada dirinya. Perlahan, bibirnya sedikit menukik ke atas, membentuk senyum percaya diri.
"Serahkan padaku, Uzumaki Naruto selalu memegang janjinya"
Misi yang Sesungguhnya pun Di Mulai!
Kali ini, aku akan melindungi kalian jauh lebih baik lagi. Naruto bergumam penuh keyakinan.
TO BE CONTINUED
AN : Akhirnya, Update lagi!
Yap! Welcome to chapter 10! Ini akan jadi chapter pembuka untuk aksi dari Naruto dan Spies-nya untuk ngejalanin misi. Summarynya sudah cukup di jelaskan. Btw, Naruto disini tugasnya sebagai pengawas Spies selain jadi asistennya Jerry. Jadi kalo Spies ada apa-apa, Naruto udah siap nge-back up buat ngelindungin mereka (asik dah). masih inget dengan Lok di chapter 2, 5 dan 6? kali ini dia kembali lagi. Oh ya, satu lagi. Peran Kurama juga mulai banyak lho!
Dan bagi yang mungkin lupa chapternya author sudah memberi link web di chap 1-8 sebelumnya. Jdi mhon maaf ya atas akun author yang lama karena udah ga bisa ke pake lagi. (tapi cerita yang tersisa masih bisa di baca)
Balasan utk Review sebelumnya :
Miyuki nishikino : Hai, thanks sudah mereview! Btw, Naruto sejak chapter awal udah jadi harem lho. Nanti utk chap selanjutnya ada kemungkinan author bikin Naruto jadi harem lagi. Hehehe
Nagasih : Naruto udah pasangan kok sama ketiganya, tapi sebagai sahabat. Tapi, ada kemungkinan dari sahabat berubah jadi cinta (eh?) ok, ok. Terima kasih reviewnya ya!
Uzumaki Hikari : Halo lagi Hika-chan! Sebelumnya makasih udah review ya. dan juga atas referensi ceritanya yang Totally Shippuden. Duhh beneran deh, author udah nyari Fic nya kemana-mana tapi udah ga ada. Tapi makasih jg ya atas saran-saran yg kmu kasih, kemungkinan Author akan mengambil sebagian cerita yg kmu katakan di review tadi, lumayan menarik ceritanya. Terima kasih bantuannya! Btw, Naruto disini memang lebih ke Shinobi, ga ada aura-aura spiesnya. Jadi jangan heran kalo Naruto sengaja mencampurkan kekuatan shinobi nya dengan kekuatan gadget spies, pasti bakal menarik! Ditunggu untuk next chap ya!
