Naruto© Masashi Kishimoto

and

Totally Spies© Marathon Media

.

.

.

Chapter 11

North Russia

Jam 21:02 pm.

Di dalam perjalanan...

Wuuussssssssh!

Baling-baling Helikopter berputar semakin cepat dan cepat. Ketiganya berada didalam Helikopter WOOHP yang di kemudikan Naruto. waktunya berangkat ke Russia. Salju semakin lebat hampir membuyarkan pandangan, beruntung Helikopter anti badai milik WOOHP tidak mengalami kendala dalam penerbangan sehingga Naruto tetap bisa mengendalikan pesawat tahan peluru ini.

"aku akan terus memberi laporan pada Jerry sementara kalian menjalankan misi, dengarkan baik-baik"

Naruto, Clover, Sam dan Alex berkumpul ke meja dan memerhatikan denah markas musuh yang dibuat Jerry.

"ini titik awal kalian ku daratkan ke dalam hutan. nanti kalian kemudikan mobil ke arah sini, lalu ke jalur ini. dan berhenti disini. pastikan jarak kalian dari markas musuh tidak terlalu jauh, namun tidak terlalu dekat. setidaknya 25 Meter dari sini..." kata Naruto.

"lalu, apa yang harus kami lakukan di sini?" tanya Sam.

"kalian bisa usahakan sendiri, cari ide terbaik. tapi saranku adalah, kalian bisa menyamar kan?" tanya Naruto lagi.

"Tentu saja!"

"Bagus, ada yang ingin kalian tanyakan?" tanya Naruto.

"tunggu dulu! aku masih belum paham denga titik lokasinya, kau tahu kita akan masuk kedalam hutan kan?" tanya Alex.

"Gunakan gadget deteksi kalian, Jerry sengaja membuat itu karena dia tahu kalau kalian akan menjelajahi hutan bersalju. patokan di markas mereka adalah pohon paling besar, disini"

"Hmmm, aku mengerti" Sam bergumam paham.

"Tugas utama kalian hanya satu : gagalkan rencana mereka, tangkap bos AW" kata Naruto.

"Siap Naruto!"

"Waktunya kalian berangka-"

"Ta-tapi, tunggu dulu! aku masih punya pertanyaan lain!" kata Clover.

"Apa itu?"

"Kami akan pergi, dan kau sendirian. bagaimana kalau Sam dan Alex yang pergi sementara aku yang menjagamu?" tanya Clover sampai kedua matanya membentuk Love lagi.

"CLOVER!" Sam dan Alex langsung protes.

"Hahahaha!" Naruto tertawa lepas "Jangan khawatir! aku ini Shinobi, aku bisa membuat Bunshin untuk menemaniku selama kalian pergi. dan terlebih, menyimpan gulungan kecil spesial yang telah kumasukkan di Gauntlet yang melingkari lengan kalian. gunakan itu jika keadaannya sudah terdesak" jelasnya lagi.

"Woaah sungguh! bisa kita menggunakannya sekarang?" tanya Alex lagi.

"Tidak Alex, seperti yang kukatakan, gunakan saja saat terdesak. meski kalian sudah mahir didalam dunia Spies, tapi tentu aku khawatir akan keselamatan kalian untuk misi ini"

"Nah! waktunya untuk kalian segera berangkat, cepat naik ke mobil!"

Pintu bagasi Helikopter terbuka, Sam, Clover dan Alex langsung naik ke mobil.

"Naruto! tetap aktifkan walletmu agar kami bisa menghubungimu!" Sam mengingatkan.

"Kau bisa andalkan aku Sam"

"baiklah! dadah Naruto! aku akan melaksanakan misi ini dengan benaaaaaaaar!" kata Clover dengan love-love nya yang mulai berputar mengitari kepala. Alex langsung sweatdrop.

"Kau ini aneh Clover, kau suka memarahi Naruto, tapi kenapa kau mendadak cinta begini padanya?"

"Sekarang Spies!" kata Sam.

Dia menginjak gas mobil dan mobil pun terjun dari Helikopter WOOHP yang masih terbang.

"WAAAAAAAAAAAA!"

"Hmmm... mereka sangat berani, aku percaya pada kalian" gumam Naruto. dia langsung mematikan sinyal darurat, agar hubungan komunikasi dengan WOOHP tidak loading.

Dia pun duduk di kursi kemudi, mengambil sesuatu dari balik saku jas hitamnya, menaruh satu cup, menuang air panas ke dalamnya dan...

"ah! mumpung sepi disini, ittadakimash! hehehe!"

Oh, rupanya dia makan Ramen sendirian tanpa gangguan para remaja-remaja labil tersebut. Naruto bisa sedikit mengambil waktu luang sembari menunggu keberhasilan misi mereka.


Wuuuusssh!

Mobil terjun bebas kebawah, Sam langsung menyalakan satu tombol merah dan keluarlah sebuah parasut besar yang muncul di bagasi belakang mobil. dan akhirnya mobil pun mendarat dengan sukses di atas tanah yang penuh dengan gundukan salju.

"Sesuai penjelasan Naruto tadi, kita mendarat tepat di titik ini" ucap Sam.

"uggh! salju disini lebat sekali! entah mengapa pasukan AW senang sekali dengan tempat menyeramkan seperti ini" kata Clover.

"Ya! dan ini adalah hutan!" Alex menambahkan.

"ini adalah tempat tersembunyi, tak semua orang tahu kalau AW ada disini. mereka pasti sedang sibuk memproduksi earphone dan akan segera menjualnya ke seluruh dunia, para ninja AW itu ingin menjadikan semua orang sebagai anak buahnya" kata Sam lagi.

"Yah, seperti yang bos AW pidatokan waktu kita menyamar di markas bawah tanah. mereka benar-benar kejam" ucap Alex.

BRRMMM!

Sam semakin melajukan mobilnya semakin cepat.

"Hello! apa itu pohon yang paling besar?" tanya Clover, menunjuk ke depan.

"Benar! pohon yang di maksud Naruto!"

"Waaah? berarti jarak kita di titik awal tadi cukup dekat ya?"

"Baiklah Spies, ini saatnya!"

Mobil berhenti tepat di bawah pohon besar tersebut. Tiga spies langsung turun dari mobil dan sembunyi ke semak-semak.

"Sammy, apa kita aman sembunyi di semak-semak?" tanya Clover.

"kalau kita sembunyi di pohon, aku yakin mereka punya pasukan sniper yang handal" jawab Sam, dia langsung meneropong ke segala tempat. ada satu petugas yang berjaga-jaga di pintu gerbang, dua lagi di barat, ada banyak di timur dan...

Beberapa pasukan AW yang bersiaga di balkon pabrik tua.

"mereka banyak sekali, penjagaan yang sangat ketat" kata Alex.

"kalau begitu, buatlah sebuah kloning" Clover menjatuhkan satu gulungan dari gauntlet dan muncul lah Clover bunshin.

Bohft!

"Ide bagus Clover, kita bisa masuk ke dalam pabrik dengan mudah!"

"hehehe! tentu saja!"


Sementara di luar penjagaan.

Petugas dan pasukan ninja AW masih bersiaga melakukan penjagaan ketat meskipun badai salju terus turun dengan lebatnya.

Tuk!

"Ehh!?"

Sebuah batu melayang ke kepala pada salah satu ninja AW.

"uggh! siapa yang melempariku batu ini?"

"Ehh ada apa denganmu?"

Tuk!

Batu mengenai kepala pasukan AW yang satunya lagi.

"Ugh sial! siapa yang melakukan ini?"

Sraaak! Sraaak!

Bunyi semak-semak mengundang perhatian pasukan AW. beberap batu melayang lagi dan langsung mengenai kepala mereka.

"ada penyusup!"

"tangkap dia!"

"hei! tangkap aku disini!" seru Clover, sengaja melambaikan tangannya tinggi-tinggi. kemudian dia pun lari.

"Tangkap gadis itu!"

"Baik!"

Beberapa pasukan ninja AW langsung mengejar bunshin Clover.

Sementara disamping itu...

Sam, Clover dan Alex sudah berhasil masuk ke area pabrik. mereka sembunyi di balik mobil angkut.

"nah, bunshinmu sedang berlari, kuharap mereka tetap mengejarnya" gumam Sam.

"ayo masuk lewat sini"

Alex menyalakan lipstik laser, membuat sebuah lubang besar ke dinding agar mereka bisa menerobos masuk kedalam pabrik.

"gelap sekali tempat ini" gumam Clover.

"tetap berhati-hati" Sam langsung menyalakan senter deteksi. "ruangan ini memang gelap, tapi kuharap mereka tak memasang CCTV"

"Hello! mereka tak mungkin memasang CCTV di pabrik tua ini"

"Ssssh, Clover, jangan keras-keras" Alex mengingatkan.

Sam menyalakan Compowder nya lagi dan mengamati gambar peta sebuah pabrik yang kini ia pijak.

"Terlalu banyak titik merah disini, kita akan kesulitan mencarinya" ucapnya lagi dan langsung menyalakan gauntlet ninja, membuat tiga bunshin milik dirinya.

"kita buat bunshin sebanyak-banyaknya! dengan begitu, petunjuk akan mudah di cari!"

"Baiklah!"

Bohft! Bohft! Bohft! Bofht!

Ketiganya membuat Bunshin sebanyak mungkin yang hampir memenuhi ruangan pabrik, semua bunshin milik mereka langsung berpencar ke segala isi pabrik demi mentuntaskan misi dan mencari keberadaan bos AW.

"Lewat sini! instingku mengatakan pasti arah itu akan membawa kita ke pusat terdalam AW!" kata Clover.

"Clover, kadang aku tak percaya dengan instingmu" sahut Alex.

"Hei! enak saja kau menjelekkan instingku!"

"Sudahlah kawan! kita lewat arah sini saja, ayo!"

Sam, Clover dan Alex langsung masuk kedalam lorong gelap.

"Clover, kau yakin tempatnya lewat lorong ini?" tanya Alex, sepertinya sangat ragu.

"tentu saja! tidak mungkin aku salah, karena mereka... yang telah menghancurkan rumah kita! kini saatnya balas dendam!" ucap Clover, berapi-api penuh emosi.

"Sebetulnya, aku masih heran, apa kepanjangan AW itu" sambung Sam lagi.

Alex mengangguk cepat "Kau benar Sammy! bahkan Naruto dan Jerry sendiri belum mengusut arti dari AW itu"

"Kupikir artinya adalah AWful!" jawab Clover.

"Kita akan berhadapan dengan ninja-ninja modern, berhati-hatilah kawan"

"Baik!"

Di saat mereka berlari di dalam lorong, tanpa sengaja Alex menginjak sebuah tali tipis yang hampir tak terlihat, seketika atap lorong langsung terbuka dengan ratusan kunai yang siap menghujam kebawah.

"EH!?"

"AWAS!"

Kunai langsung jatuh, Sam langsung membuka payung Spies untuk membuat perlindungan.

"Kunai ini lagi!? apa lorong ini jebakan!?" tanya Alex.

"Kunai nya banyak sekali! sepertinya ini takkan habis!" Sam menyeru.

"Sial, instingku salah!" Clover malah merutuk sendiri.

"Masih ada Wind 3000 Hairdryer!" Alex langsung menyalakan Wind Hairdryer dan menembakkannya ke atas, seketika seluruh kunai yang hampir menghujam kepala mereka langsung berterbangan keseluruh arah.

"Hebat, Alex!"

"SEBELAH SANA!?"

"AAAH!?"

Empat Shuriken berukuran raksasa melayang ke arah mereka. Clover langsung membuka gulungan ninja dan keluarlah Shuriken dengan ukuran paling besar, dia pun melemparnya jauh-jauh menghadang empat shuriken tersebut.

"Haaa-! rasakan ini!"

TRINGGG! TRINGG! TRINGG!

Empat Shuriken berhasil di gagalkan.

"Wah Clover! tumben kau cepat berpikir ya?" kata Sam.

"Jangan lupa bahwa peralatan ninja Naruto ada pada kita!"

"Di sebelah sana lagi!"

Mereka kembali berhadapan dengan Kunai dan Shuriken berukuran kecil lebih banyak. Clover kembali membuka gulungan ninja, dia melempar beberapa Shuriken yang besar dan melemparnya lagi.

"Clover! cepat keluarkan banyak Shuriken lagi!" kata Alex.

"Aku sedang berusaha!"

"Serahkan padaku!" Sam mengeluarkan gulungan kecil dari Gauntlet dan melemparnya ke arah ratusan kunai didepannya. gulungan tersebut langsung mengeluarkan elemen listrik yang besar sehingga seluruh kunai dan shuriken itu sampai melayang kemana-mana.

"Wah Sammy! apa nama gulungan yang kau pakai tadi?" tanya Clover.

"Entahlah, di gulungannya tadi bertuliskan 'Raikiri'" jawab Sam.

"Ayo kita langsung lari!"

Mereka terus berlari ke penghujung lorong hingga akhirnya menemukan sebuah pintu besar tepat di hadapan.

"Apa itu pintunya?"

"Entahlah!"

"Sepertinya sebuah pintu rahasia!"

Ketiganya mengamati pintu tersebut. sekilas nampak seperti pintu biasa, hanya terbuat dari baja dan ada gembok besarnya.

Clover sudah menyiapkan ancang-ancang "hmmm... baiklah, waktunya kita masuk! Hyaaaaaaa-!"

DUAAAGH!

"AAAAAAAA!" Jelas saja Clover kesakitan, dia memukul pintu baja dengan tangan kosong.

"Kita gunakan kertas peledak saja" Sam pun memasang kertas peledak ke pintu. mereka sengaja memasangnya banyak-banyak agar pintu baja itu langsung terbuka lebar.

"Cepat menjauh!"

Ketiganya pun menjauh dan menunggu sampai kertas peledak itu habis...

DUAAAAAAAAR!

Ledakan hasil kertas tadi menghasilkan kepulan asap yang sangat tebal.

"Ughh, apa pintunya berhasil terbuka?" tanya Alex.

"entahlah, kita menunggu hasilnya dulu"

Clover mengamati pintunya, sepertinya pintu tersebut hampir membuka celah.

"Berhasil Sammy! pintunya terbuka!" kata Clover, dia langsung lari.

"Clover!"

Clover pun langsung berlari ke arah pintu "Ini dia! kejahatan kalian akan langsung terungkap AW-"

BRAKGH!

Rupanya pintu baja masih tertutup rapat, Clover malah menabraknya.

"Ughhh Ugghhh... t-ternyata, pintunya... belum terbuka yaaaa...?" tanya dia dengan nada pasrah. sementara Sam dan Alex langsung sweatdrop.

"Kita punya Metal mashing glove" kata Alex sambil memasang sarung tangan besi ke tangannya, dia langsung melayangkan pukulan ke pintu tersebut.

"Haaaaaaaaaa-!"

Alex memukulnya keras-keras, pintu baja hampir bengkok karena pukulannya.

"Biarkan kami membantumu" Sam ikut memasang sarung tangan besinya dan langsung memukul ke pintu.

TANG! TANGG! TANGG!

"Ayo! Cepat bukaaaaaaaaa!" Seru Clover dan ikut memukul-mukul pintu tersebut.

"Kita lakukan bersama-sama Spies!"

"HYAAAAAAA-!"

BRAAAAAAAAAKGH!

Akhirnya, pintu berhasil terbuka.

"Kerja bagus kawan-kawan!"

"Waah! aku tak pernah merasa sekuat ini!" ucap Clover dengan bangganya.

"Hah!?" Sam terkejut, apa yang ia lihat di balik pintu yang baru saja ia rusak ini membuatnya merasa kaku. begitu juga dengan Alex dan Clover.

"Sa-Sammy... ini..."

"Tidak mungkin..."

Sekarang ketiganya hanya bisa berdiri kaku dan hanya melihat isi ruangannya dengan pasang mata penuh rasa terkejut, cemas dan khawatir.

Sementara di Helikopter...

Naruto masih duduk di kursi kemudi, dia menepuk-nepuk perutnya yang hampir gendut usai memakan 10 Cup ramen.

"Uooghh, kenyangnya, jadi ingin lagi. tapi sayang, sepertinya stok ramen di jas ku sudah habis" gumamnya. dia pun bangkit dari kursinya dan mengawasi sebuah monitor kecil di depan kemudinya. Naruto pun tersenyum.

"hmm... permulaan yang bagus, gadis-gadis" Naruto bergumam pelan.

Dia pun menyandarkan punggungnya ke kursi dan langsung menghela nafas. Naruto berharap tiga spies muda itu benar-benar berhasil melaksanakan misi ini, karena musuh mereka adalah musuhnya juga.

"Oi, kau hanya duduk disini tanpa menemani mereka?" tanya Kurama.

"Aku sedang misi, tugasku hanya sebagai pengawas mereka"

"Tanpa membantu mereka?" tanya Kurama lagi.

"Tentu saja aku membantu mereka! aku tak hanya duduk disini, ttebayo!" jawab Naruto, mulai kesal.

"Hmmm hmm, kau biarkan gadis-gadis itu menjalani misi sendirian sementara kau disini hanya duduk dan memakan ramen. kau memang bodoh seperti biasanya" ucap Kurama memasang wajah isengnya menggoda Naruto.

Hei! enak saja kau menyebutku seperti itu! apapun yang terjadi, aku akan tetap mengawasi mereka. lagipula...

Naruto menjeda kalimatnya sementara.

"Lagipula apanya?"

"Hmmm" Naruto tersenyum lagi. "aku jadi ingat waktu itu, biasanya kami selalu bertiga, menjalani misi bersama-sama, dan melawan musuh bersama-sama. bukankah itu seru?"

Kurama terdiam sejenak mencerna kalimatnya Naruto, dia hanya mengangguk pelan. "Semuanya sudah berubah, kau bukan lagi bocah nakal yang dulu"

"Kurama, nanti kalau ada apa-apa aku minta tolong padamu ya?"

"Huh, tanpa kau minta aku pasti sudah membantumu sejak awal"

"Terima kasih, Kurama"


Sementara di WOOHP

Jam 21:48 pm.

"tuan Lewis, semuanya sudah siap"

"Bagus"

Jerry dan beberapa jajarannya mengumpulkan seluruh petugas WOOHP di sebuah aula besar di basement gedung. Jerry akan melaksanakan misi besar-besaran yang ia berikan pada seluruh cabang WOOHP di berbagai dunia untuk menggagalkan penjualan earphone yang akan segera di produksi masal nanti.

"Dengar semuanya! aku sudah menghubungi seluruh WOOHP didunia untuk bersiaga menghadapi kemungkinan terburuk dari AW, saat ini Spies ku sedang menjalani misi untuk pergi ke markas pusat AW di pedalaman hutan Rusia, sementara tugas kalian disini adalah mencari pabrik milik AW dan hentikan produksi earphone mereka agar tak berakibat fatal bagi semua orang!"

"Siap Di mengerti!"

"Dan satu lagi-!"

"Tuan Lewis! tuan Lewis!" Salah satu bawahannya memanggil sementara Jerry masih memberi perintah.

"ada apa?"

"tuan Lewis! gawat! cepat baca ini!"

"eh?"

"aku baru menerima informasi baru, ini sangat mengejutkan!"

Jerry mengambil kertas yang di bawa oleh bawahannya. matanya nampak fokus membaca tulisan tersebut sampai-sampai kedua tangannya gemetar. raut wajahnya pun berubah menjadi ketakutan dan khawatir.

"tuan Lewis? ada apa?" tanya salah satu asistennya.

"I-ini... tidak mungkin. tidak mungkin!"

"Ada apa?"

Jerry langsung berbalik meninggalkan aula menuju kantornya. sulit di percaya bahwa dia mendapatkan kabar seperti ini, lebih cepat dari perkiraannya. Jerry merasa gagal karena terlambat memberi misi pada Naruto beserta ketiga spiesnya.

Tap! Tap! Tap!

Jerry pun lari ke meja kerjanya dan mengetik-ngetik kode di keyboard. dia harus menghubungi Naruto, sinyal masih di cari namun malah tertulis 'SIGNAL FAILED'

"Ah Sial!" Jerry merutuk kesal.

"Naruto! cepat aktifkan sinyal di helikopternya! ini sangat berbahaya sebelum aku memberitahumu!" katanya lagi, sambil menekan berulang kali tombol keyboard, namun tetap gagal.

"tuan Lewis! apa yang terjadi!" tanya bawahannya yang datang ke ruangannya.

"Kalian! beritahu yang pada seluruh petugas untuk membatalkan misi kita hari ini! yang terpenting, kita harus pergi ke Rusia! mereka dalam bahaya!"

"SIAP!"

Kuharap kalian baik-baik saja disana, tunggu aku Spies! Naruto!

Jerry mulai harap-harap cemas, dia harus terjun langsung kedalam misi untuk menyelamatkan Naruto dan tiga Spies nya.

TO BE CONTINUED


AN : Waaah kembali lagi!

Author lagi tumpah ide, makanya chapter yang ini banyak adegan pertarungannya, terlebih jurus-jurus yang dikeluarkan. Tapi tenang aja, nggak selalu misi kok. Tetap akan ada humornya agar cerita ga selalu jenuh. Hehehe

Bw, segini aja catatan author. Kalau gitu terima kasih sudah membaca readers!


Balasan untuk review sebelumnya :

Uzumaki Hikari : hai Hika-chan! Ketemu lagi nih, hehehe. Ok langsung aja ya, utk siapa sosok bos AW sebentar lagi akan author perlihatkan. Utk chapter kedepan Naruto dan Spies nya masih berusaha menggagalkan rencana si musuh. Dan soal Totally Shippuden itu, author sudah menemukannya! (horee!) seperti yg kmu sarankan, walau cuma sampe chap 20, tapi author udah seneng dgn ceritanya dan member inspirasi! (asik dah) terima kasih ya! dn satu lagi, nanti Naruto juga akan memberitahu tntng dunianya kok, namun secara perlahan ya dari chapter ke chapter. Di tunggu saja ya Hika-chan, sekali lagi terima kasih sudah review!

Miyuki nishikino : hai Yuki! Makasih udah setia membaca cerita author, jadi terharu nih (hiks hiks). Dan soal harem memang di fic ini hanya focus pada Naruto dan tiga spies saja. Selebihnya tak ada karakter cewek lain. Kalopun ada, itu jg bukan sebagai temannya Naruto. Nah terima kasih ya, author bakal lebih baik lg buat kedepannya!

Saputraluc000 : seru ya? hehehe makasih ya. selalu ikuti ceritanya!