Naruto© Masashi Kishimoto

and

Totally Spies© Marathon Media

.

.

.

Chapter 12

Sementara di Russia

Jam 22:01 pm.

Masih di Helikopter, Naruto dan Bunshinnya sedang main catur.

"Hmmmmm..."

Naruto masih berfokus pada bidak putih yang ia mainkan. Hampir separuh jam ia habiskan bermain catur tanpa ada skakmat di atas papan catur miliknya.

Fuh, rasanya bosan juga main catur ya?

Naruto pun berdiri dari kursi, dia langsung menghilangkan segera bunshin miliknya. "hei, maaf ya. kita berhenti dulu mainnya" ucapnya.

Bofht!

Mereka belum memberi laporan misi padaku, kuharap mereka masih baik-baik saja. gumamnya. Naruto memandang keluar jendela helikopter, badai salju masih berlanjut tanpa henti. hawa dinginnya juga luar biasa hingga masuk kedalam ruangan helikopter.

"Kurama, kira-kira mereka sedang apa ya?" tanya Naruto.

"Aku tidak tahu, serahkan saja urusan misi pada mereka bertiga. kau cukup tunggu disini" jawab Kurama dengan santainya.

"ini hampir sudah satu jam, seharusnya mereka memberitahuku!"

"kenapa kau tidak buat bunshin lagi dan susul mereka ke pabrik tua itu, heh?"

"Tidak, identitasku akan ketahuan, berbahaya jika pasukan ninja AW itu mengetahuinya. apa lagi masih ada mereka bertiga didalam pabrik, ditambah… aku juga tak bisa meninggalkan helicopter ini sendirian"

"Nah! makanya kau tunggu saja disini!"

Naruto membuka wallet-nya, tak ada notifikasi apapun di layar wallet miliknya. kosong tanpa pesan yang terkirim kesini.

"Ah aku yakin! mereka akan baik-baik saja, lagipula Clover juga akan baik-baik saja kan?"

"Eh, kau mengkhawatirkan Clover"

"Ah! ti-tidak kok! aku mengkhawatirkan mereka bertiga!"

"Hmmm, aku yakin kau paling mengkhawatirkan Clover, mengingat gadis gila fashion itu sangat lemah di antara kedua temannya"

"Hei! meskipun dia memang payah kalau urusan misi, tapi dia tetaplah seorang Spies, tentu Jerry tidak salah memilih orang untuk menjadi agen di WOOHP-nya" ucap Naruto.

"Heh, kau ini cepat sekali cemasnya. duduk tenang disini dan cukup tunggu kelanjutan misi mereka!"

Naruto sebetulnya tak bisa menunggu lama. ingin sekali dia turun dari Helikopter ini untuk mencari mereka. tapi pasalnya, Naruto sedang menjadi incaran AW. dia khawatir kalau kedatangannya ketahuan pasukan AW, maka ketiga Spiesnya juga dalam bahaya.

"Hm, aku tak perlu khawatir, aku sudah memberikan mereka sebuah jurus spesial didalam gauntlet yang mereka pakai" gumamnya.


Kembali di Pabrik tua, AW's Hideout

Sam, Clover dan Alex masih berdiri dalam ruangan yang baru saja mereka masuki. mata mereka memandangi sebuah benda besar yang kelihatannya akan segera di persiapkan untuk rencana jahat selanjutnya :

Sebuah Satelit dan Roket AW.

"I-ini kan… Satelit dan roket yang kita lihat waktu di New York!" kata Sam.

"Tepatnya, dibawah gedung bekas markas mereka dulu!" Clover menambahkan.

"Apapun yang akan mereka lakukan nanti, kita gagalkan sekarang juga" kata Alex. dia mengeluarkan satu gulungan kecil dari Gauntlet dan keluarlah sebuah elemen Petir Fuuton Raikiri.

"Hyaaaa-! Hancur kalian!" seru Alex dan langsung menabrakkan jurusya ke satelit.

"Alex!"

"UGGH!?"

Alex langsung menjauh. Satelitnya ternyata tahan terhadap jurus-jurus mematikan.

"Sial! benda itu tak hancur!"

"Giliranku!" Clover bersiap mengeluarkan jurus dari Gauntlet dan berlari menuju ke Satelit tersebut.

"Dunia harus diselamatkan sebelum semuanya terlambat! rasakan ini-!"

BRAAAKGH!

Lagi-lagi Clover menabrak sesuatu yang tembus pandang di depannya.

"Ughhh... Ugg..."

Sam mengetuk-ngetuk sesuatu yang membuat Clover tertabrak."Ini kaca, tembus pandang dan hampir tak terlihat. pantas saja gagal" gumamnya.

"Ugghh kenapa aku selalu saja tertabrak sih!?"

"Satelit ini terhalang oleh kaca pembatas yang sulit dilihat, kita hancurkan dulu kacanya dengan kertas peledak" kata Sam.

"Kau yakin kaca ini akan pecah dengan kertas peledak? bahkan jurus yang keluar dari gauntlet ku saja tak mampu memecahkannya" jawab Alex.

"Kita masih punya banyak cara, mashing glove, kertas peledak, cherry lips bomb yang mampu memecahkan pembatas ini. ayo kita lakukan sama-sama" kata Sam, mulai berancang-ancang.

Tak lama kemudian, atap pabrik dan dinding tiba-tiba terbuka.

"Eh!?"

DOR! DOR! DOR!

"WAAAAAAAAA!"

Sam langsung membuat tameng dari laser lipstik untuk berlindung dari serangan peluru.

"Dia sengaja membuat perangkap disini!" teriak Clover.

"Alex! pakai Wind Hairdryer-nya!" seru Sam. Alex langsung menyalakan Wind Hairdryer miliknya dan langsung menghempaskan seluruh peluru yang akan menembaki tubuh mereka.

Wuuuuuuuuuuuuuush!

"Ha! gadget ini selalu kuandalkan!" kata Alex.

"Siapapun yang membuat perangkap ini, tunjukkan dirimu!" Clover berteriak sekeras mungkin.

BLAM!

"APA!?"

Pintu baja yang barusan saja mereka hancurkan kini tertutup lagi. kali ini lebih rapat, ternyata pintu tersebut adalah pintu cadangan. Peluru pun di hentikan, Alex mematikan kembali hairdryer-nya dan mengamati keadaan, mendadak ruangan didalam pabrik ini pun menjadi hening tanpa suara.

"Bagus, akhirnya kita bertemu lagi. anak-anak"

"KAU!?"

Bos AW yang mereka pernah temui waktu itu kini muncul lagi.

"Kami memang berniat ingin menemuimu" kata Sam.

"Kalian ingin menemuiku? waktu yang tepat sekali! aku juga kebetulan ingin bertemu dengan kalian" ucapnya lagi sambil tertawa jahat.

"kau memindahkan Satelit ini dari markas lamamu dibawah gedung ke pabrik ini? bagaimana caranya? padahal satelit ini cukup besar jika dibawa dengan pesawat?" tanya Alex.

"Mudah saja, aku juga bisa menggunakan jurus ninja. apapun yang kulakukan, semuanya pasti mustahil. hahahaha!"

Clover mendengus kesal "Ugh, aku benci suara tawamu, itu menganggu telingaku"

"Daripada kalian cari mati disini, lebih baik kalian memberitahuku dimana keberadaan si pria yang menjadi bos kalian itu?" tanya bos AW.

"Maksudmu Naruto!? tentu saja dia ada di Heli-"

PLAAK!

Clover dan Sam langsung membekap mulut Alex rapat-rapat. memang, Alex selalu kebiasaan membocorkan rahasia.

"Alex! hentikan!"

"Hmmphphp hmhpphph!"

"Cepat beritahu keberadaan bos kalian itu atau kalian akan mati disini!"

"Heh, tak peduli! yang terpenting aku akan menghancurkanmu terlebih dahulu!" Clover langsung menyalakan jetpack backpack di punggungnya dan terbang ke arah si bos AW.

"Hyaaa-! ini dia!" Gulungan kecil keluar dari gauntlet dan langsung menghasilkan elemen api.

Si bos AW cepat-cepat menghindar. dia juga terbang dengan jetpack miliknya.

"Percuma saja! ini baru yang namanya jurus! : Fuuton Nami No Jutsu!"

Dia membuat gelombang angin yang sangat dahsyat hingga membuat Clover nyaris terhempas.

"UGGHH!?"

"CLOVER!"

"HAHAHAHA! aku suka ini!"

"Masih ada kami!" Alex melempar enam kunai dengan kertas peledak ke arah si bos ninja. lagi-lagi si bos AW menegeluarkan jurus yang sama. kunai pun meledak sebelum mengenai dirinya.

"Apa!?"

"Hahahaha!" si Bos AW terbang lebih tinggi lagi, dia membuka gulungan sepanjang-panjangnya dan menciptakan hujan berbagai senjata ninja.

"AAAAAAA! BERLINDUNG!"

Sebelum senjata-senjata itu menyerang kebawah, Sam membuka gulungan ninja dan munculah sebuah Bola yang di tempeli banyak kertas peledak.

BOFHT!

"Minggir semuanya!" Seru Sam pada kedua temannya. dengan sekuat tenaga Sam melempar Bola berukuran raksasa ke atas dan terjadilah tabrakan antara hujan senjata ninja dan bola tersebut hingga...

BLLAAAAAAAR!

"Heh! kalian pintar sekali menggunakan senjata ninja, tak kusangka. kalian adalah Spies yang sangat hebat ya?" kata si bos AW.

"Lebih baik buka topeng Iron man bodohmu itu sebelum kami yang membukanya!" ketus Clover.

"Coba saja!"

Alex, Sam dan Clover langsung terbang ke atas menghampiri si bos AW. mereka masing-masing mengeluarkan tali untuk menangkap otak pelaku utamanya dengan Gear gesper yang melingkar di pinggang mereka.

"Tangkap dia!"

Bos AW nampak seperti menghirup sesuatu ke mulutnya, meski ia mengenakan topeng besi, tapi dia terlihat seperti akan menyemburkan elemen api…

KATON KARYOU ENDAN NO JUTSU!

"WAAA-!?"

Ketiga Spies langsung menghindari dari serangan api bos AW.

"Akan kupadamkan!"

SUITON NO JUTSU! Sam mengeluarkan elemen air yang keluar dari Gauntlet-nya dan berhasil memadamkan semburan api itu.

"Sekarang Spies!"

Ketiganya melempar tali ke arah bos AW dan berhasil tertangkap!

"Berhasil!"

"Ugghh! Sial!" si bos AW yang kini mulai panik, badannya tertangkap tiga tali kuat.

"Cepat, kita turunkan dia kebawah!"

"hehehe!" si bos AW terdengar seperti menyeringai.

BOFHT!?

"APA!?"

"Sial! yang tadi cuma Bunshin!?" tanya Clover.

"DIBAWAH SINI GADIS-GADISKU!" Seru si bos AW, ternyata dia sudah membuat ratusan bunshin dibawah sana.

"AAH!?"

"Hahahaha! Tiga orang melawan ratusan pasukan! kalian takkan bisa berbuat apa-apa untuk melawanku spies WOOHP! dan kini saatnya, setelah menghabisi kalian aku akan meluncurkan satelit sebelum aku pria pirang itu menyelamatkan kalian disini!"

"kita harus menghubungi Naruto sekarang juga!" kata Alex.

"JANGAN!"

"EH!?"

Sam justru melarangnya menghubungi Naruto.

"Kenapa Sammy!? Kita membutuhkan Naruto sekarang juga!" tanya Clover.

"Justru kita memancing Naruto kesini, si bos itu akan menangkapnya!" jawab Sam.

"eh!?"

"Kita bisa melawannya sendiri! kalau sudah selesai, baru kita hubungi Naruto nanti. sekarang waktunya penyerangan!"

"Tangkap ketiganya!" perintah si bos AW.

Seluruh bunshin milik si bos AW bersama-sama terbang menghampiri tiga spies yang masih di atas sana dan langsung memegang kaki mereka.

"WAAAAAAAA!"

SLAM!

Sam, Clover dan Alex di banting kebawah. kini mereka terjebak di antara kerumunan bunshin milik bos AW.

"Ugghh! ka-kalian baik-baik saja!?" tanya Sam.

"Langsung saja Sammy!" Clover membuat bunshin lagi. begitu juga dengan Alex.

Perang sesama bunshin pun terjadi. Sam langsung menghajar beberapa bunshin milik bos AW meskipun mereka selalu menghilang. Walau hanya bertiga, tapi setidaknya mereka masih bisa bertarung dengan tehnik martial art atau tangan kosong tanpa menggunakan jutsu apapun dengan gauntlet.

"Sial! mana bos AW yang asli!?"

"Pukul saja mereka semua! nanti kita bisa menemukannya!" teriak Alex.

Ternyata si bos AW memandangi pertarungan tiga gadis itu dari atas. dia nampak puas dan tertawa-tawa.

"lakukan terus, anak-anak. aku ingin melihat seberapa hebatnya seorang mata-mata. kalian jadi tertular jurus ninja. hahaha!"

Bofht!

Bofht!

Bofht!

Bofht!

"Hahhh hahh...! mereka lebih banyak dari yang waktu itu, jumlah mereka tak ada habis-habis!" kata Sam.

"Bertahanlah Sammy! kita masih punya Gauntlet!"

Clover, Alex dan Sam kembali mengeluarkan satu jurus di gauntlet mereka : Shuriken Kagebunshin No Jutsu!

Gulungan tersebut berubah menjadi satu shuriken yang dapat di gandakan menjadi ribuan shuriken. satu persatu bunshin si bos AW langsung kena serangan dalam sekejap.

"Waah! jurus ini hebat sekali!" kata Clover.

"Eh? tak kusangka si rubah itu memberikan seluruh jurus kedalam gauntlet itu, heh" gumam si bos AW. dia pun akhirnya terjun dari lantai atas untuk menghampiri si spies yang telah jadi ancamannya.

"Ini dia!" Si bos AW membentuk sebuah segel di tangannya.

"Semua Bunshin-ku! Ikutilah perintahku! : Kagemane no Jutsu!

Bos AW beserta seluruh bunshin yang tersisa langsung membuat bayangan mereka memanjang dan menyambung ke bayangan milik Sam, Clover dan Alex.

"AARGH!?"

"A-aku tidak bisa bergerak! ada apa ini!?" teriak Alex.

"entahlah! aku tak bisa bergerak sama sekali!" sambung Clover, panik.

Sam melirik kebawah, dia baru menyadari bahwa bayangan miliknya dan juga milik kedua temannya telah tersambung oleh ratusan bunshin bos AW yang masih tersisa. kini mereka benar-benar lumpuh tak bergerak.

"Ga-gawat, bagaimana ini!?"

"Hahahah! inilah yang disebut jurus ninja, kalian berhadapan dengan ninja-ninja modern yang jauh lebih kuat dibandingkan kalian yang hanya seorang Spies" kata si bos AW.

sementara ketiganya cuma bisa menggeram kesal.

"Gggrr, kau... lepaskan jurusmu ini dari bayangan kami!" seru Sam.

"Hoooo mau lepas dari bayangan ini? sebaiknya beritahu dulu dimana Pria yang menjadi bos kalian itu, cepat katakan!"

"..."

Ketiganya terdiam, tentu tidak mungkin memberitahu kalau Naruto ada di Helikopter, posisi mereka bertiga dengan Helikopter WOOHP di luar tak jauh dari markas pabrik.

"Ayo! cepat katakan!"

"Tidak! kami tidak tahu!" jawab Sam dengan lantangnya.

BUGH!

"UGGH!?"

"SAMMY!"

Si bos AW memukul perut si leader Spies, Sam sampai tak mampu berbicara.

"Ini yang kau terima kalau tidak mau memberitahu, rambut merah!" ucapnya sembari menyindir warna rambutnya Sam.

"Ughhh..." Sam sampai menarik nafas berkali-kali usai perutnya di pukul bos AW.

"Kami tetap tidak tahu! tidak perlu bertanya dengan hal yang tak penting!" ketus Clover, dan akhirnya dia yang dapat bonus pukulan dari bos AW.

"Kau! diam saja, dasar gadis penggila fashion!"

"HEI! Fashion itu penting bagiku! tanpa Fashion, pakaian kalian akan-!"

BUAGH!

Lagi-lagi Clover dapat bonus pukulan.

"Beritahu dimana Uzumaki Naruto!"

"Tidak akan!" kali ini Alex yang lantang berteriak. dan dia ikut dapat pukulan dari bunshinnya AW.

"Tidak tahu!"

BUAGH!

"Kami tidak tahu!

BUAGH!

"Arrggh!?

BUAGH!

Bruuukkgh!

Si bos AW melepas jurus kagemane no jutsu, akhirnya tiga spies langsung ambruk dihadapannya.

"hahhh, hahh... hahh..." ketiganya sampai berdarah-darah. mulut, hidung, bahkan lebam sampai berdarah pun mereka terima.

"ugghhh, Uzumaki Naruto takkan bisa kalian tangkap" ucap Alex.

"Baiklah, kalau begitu biar aku tangkap sendiri. kalian tidak akan tahu jurus rahasia nanti yang akan ku keluarkan usai satelit ini di luncurkan" jawab bos AW.

"a-apa maksudmu?" giliran Sam yang bertanya dengan suara yang hampir terputus.

"Seluruh warga dunia akan membeli earphone produksi milikku, satelit akan ku aktifkan dan otak mereka akan langsung tercuci. mereka akan menuruti sinyal dan akhirnya menjadi anak buahku, dan saat itulah rencanaku berhasil"

"B-bagaimanapun... ca-caranya, kami akan menghentikan...mu" ucap Clover.

"Heh, ya sudah. kalau begitu kalian tidur saja disini!"

"Apa?!"

si bos AW beserta dua bunshinnya bersama-sama memukul tiga remaja ini hingga akhirnya pingsan.


Sementara di Helikopter.

Naruto mengutak-atik keyboard di atas papan Helikopter, tak ada informasi atau panggilan sama sekali dari mereka. "ugh, kalau begini caranya, aku harus menyusul mereka" gumamnya. dia membawa tasnya dan segera terjun dari helikopter, namun disaat yang sama...

SLEP!

"Eh!?" Naruto merasa Helikopternya melayang. ada sebuah jangkar yang menancap dari bawah badan Helikopter.

"a-apa ini!?"

Sementara dibawah, ternyata pasukan AW mengetahui keberadaan Naruto di Helikopter.

"Cepat! bawa turun helikopternya kesini!"

"SIAP!"

Naruto melihat kebawah, keberadaannya di helikopter malah ketahuan pasukan AW.

"Sial! mereka tahu aku ada disini, Kurama!"

"Kalau begitu cepat lawan mereka!"

Kunai dan Shuriken di tembakkan dari bawah dan merusak badan Helikopter. keadaan semakin tidak terkendali, Naruto mencoba bertahan didalam Helikopter sembari berpengangan.

Badan Helikopter hancur sebagian, mendarat darurat! mendarat darurat!

Naruto segera membuat bunshin sebanyak-banyaknya dan membiarkan mereka terjun kebawah untuk di jadikan tameng agar helikopter ini takkan hancur.

"Cepat atau lambat, aku harus menjemput mereka bertiga!"

SLEP!

"Eh!?"

Sebuah Kunai besar dengan sepuluh kertas peledak yang terpasang, menancap di badan helikopter.

"Gawat!"

Naruto langsung lompat dari Helikopter, tepat disaat kertas itu meledakkan helikopter milik WOOHP.

BLEDDAAAAAAAR!

"Ya ampun! Jerry! maafkan aku!" ucap Naruto merasa bersalah usai melihat helikopter milik WOOHP telah hancur.

"Dia terjun kebawah! cepat tangkap dia!"

"Ugh, awas ya kalian!" Naruto langsung membuka kedua telapak tangannya lebar-lebar dan tercipta pusaran angin yang sangat cepat berwarna biru dengan kombinasi chakra milik kurama menjadi :

Fuuton Rasenshuriken!

"WAAAAAAAA! AWAS!"

Naruto langsung menghempaskan dua Rasenshurikennya kebawah, hingga membuat seluruh pasukan AW yang menjebaknya jadi terpental semua. tanah-tanah pun sampai retak kemana-mana.

"Fuh! aku harus cepat-cepat menjemput ketiganya!" gumam Naruto, dia langsung melompat dari pohon ke pohon menuju pabrik tua.

"Kejar dia!"

"Eh!?"

Ternyata mereka masih mengejar Naruto. langsung saja Naruto membuat mini rasenshuriken di lima jarinya dan melemparnya ke pohon.

"APA!?"

Seketika tiga pohon besar langsung tumbang menimpa tubuh pasukan AW yang mengejarnya. Naruto masih terus melompat-lompat menjauh dari mereka.

"Kalian takkan bisa mengejarku, yang terpenting adalah keselamatan tiga Spiesku apapun yang terjadi!"

Tap!

Wuussh!

Akhirnya, dia pun pergi.


Sesampainya di pabrik tua

Tap!

Naruto langsung berhenti di atas pohon. dia mengamati pabrik tersebut dari atas. nampaknya suasana tenang-tenang saja, namun dia harus memeriksanya lebih kedalam untuk menjemput spiesnya.

"Jadi, ini pabriknya ya?"

Set!

Sesuatu yang lewat disampingnya membuat Naruto terkejut. pipi kirinya sampai berdarah.

"a-apa ini?"

Naruto baru sadar, ternyata pasukan AW punya Sniper. dia ketahuan.

"Kurama, aku tak bisa sembunyi lagi. mereka tahu kalau aku sudah disini"

"Jangan berpikir kau takkan selamat, kau ini seorang Shinobi! cari ide lain untuk menjemput gadis-gadismu itu!"

"akan kuusahakan!"

Dengan nekatnya Naruto langsung lompat dari pohon dan membiarkan dirinya terlihat secara langsung oleh pasukan penjaga.

"ITU DIA!"

"TEMBAK!"

Tajuu Kagebunshin No Jutsu!

Naruto membuat segel bunshin lagi. kali ini masing-masing bunshinnya langsung membuat rasenshuriken dan menabrakkannya ke seluruh petugas penjaga pabrik.

RASENSHURIKEN!

"AAAAAAAAAA!"

Naruto sengaja membuat kekacauan di luar pabrik, dia pun mendarat dan langsung masuk kedalam.

"dia masuk kedalam!"

"tangkap si Uzumaki itu!"

Seluruh pasukan penjaga menghadangi langkah Naruto untuk masuk lebih kedalam, tanpa lama-lama, Naruto melempar kunai yang sudah di pasangi kertas peledak ke arah mereka dan terjadilah kekacauan besar.

DUAR! DUAR! DUAR!

"Waaaaaaaaaaaaaaa-!"

Masih berlari, Naruto membuat rasengan lagi dan menubrukkannya ke beberapa pasukan AW yang menghalanginya.

"MINGGIR! AKU MAU LEWAT!"

"WAAA! AAAAAAA!"

Naruto berhasil melewati mereka semua, dia pun masuk lebih dalam lagi. tiba-tiba Walletnya pun berbunyi menandakan ada sinyal, dia membukanya dan mengetahui keberadaan tiga spiesnya.

"Nah, ketemu!"

Naruto mempercepat langkahnya, dia masuk kedalam lorong gelap.

Dia masih berlari, Naruto mendapati pintu didepannya tertutup rapat. dia langsung membuat rasengan lagi dan segera menabrakkannya ke dinding.

"Takkan ku biarkan kau menyekap tiga spiesku, AW!"

RASENGAN!

Pintu baja seketika hancur berkeping-keping hingga menciptakan kepulan asap, Naruto pun sampai meluncur kedalam dan berhenti ditempat.

"dimana mereka?" gumamnya. Naruto melirik kekanan dan kekiri, namun tak ada siapapun. ruangan ini sangat gelap dan hampir tak tersentuh cahaya.

"akhirnya kau disini juga Uzumaki Naruto!"

"Heh?"

Lampu ruangan di nyalakan, Naruto pun terkejut.

"APA!?"

Naruto melihat Sam, Clover dan Alex dengan kedua tangan terikat di dinding dalam keadaan tak sadarkan diri. Ketiganya nampak tak bergerak sama sekali, seperti orang hampir sekarat. Naruto sampai gemetar, dia menggertakkan giginya dan ingin tahu siapa yang berani-beraninya menyakiti tiga Spies nya.

"SAM! CLOVER! ALEX!"

"Hahahaha!" si bos AW hanya tertawa-tawa.

TO BE CONTINUED


AN : Huhaaaah! Pertarungan lagi!

Sebelumnya mohon maaf telat! Mungkin dirasa hampir sebulan ya? #Gebukauthor

Well, ada beberapa jutsu yang author karang, soalnya gak terlalu hapal sih. Hehehe, btw, si bos AW itu juga pake Gauntlet, Cuma jutsunya lebih lengkap dari pada Gauntlet yang di pake tiga Spies. Dan satu lagi, chapter berikut akan menjadi :

Naruto vs AW's Bos!

Oh ya! mungkin ada yg belum paham atau penasaran siapa sih AW? si AW itu sebetulnya udah muncul dari chapter 2 dan 3. Tenang tenang! Sebentar lg sosoknya akan terungkap! Terima kasih sudah membaca ya, readers! Dan soal roket satelit nya AW, itu sudah dibahas di chapter 5, makanya muncul kembali untuk ini. Silahkan dibaca kembali jika lupa, dan jika masih ingat, mari lanjut! (semoga saja author bisa update cepat)


Balasan utk review sebelumnya :

Uzumaki Hikari : hai Hika-chan! Ketemu lagi nih! Hehehe, oke, langsung aja ke point aja ya:

Untuk lama chapter dalam cerita ini sebetulnya belum author perkirakan, mungkin antara 25 atau 30. Tapi itu belum pasti, author usahakan agar chapternya ga lebih dari 26 supaya cepet happy endingnya. Tenang aja, chapter cerita ini author pastikan gak terlalu overfull. Cerita yang sampai di chapter ini sudah 62% menuju ending. Jadi, di tunggu saja ya. soalnya disini Naruto dan Spies akan memulai perang dengan AW. Terima kasih!

Guest : penasaran? Yo di mari tunggu chapter selanjutnya! Terima kasih!

Yustinus244 : Oke, di lanjut!

Miyuki nishikino : halo Yuki! makasih udah setia membaca cerita author ya. hehehe #ngeblush. Oke, karena yuki masih agak belum paham ceritanya, author akan beri penjelasan : intinya, Naruto itu adalah anggota WOOHP yang menjabat sbg asistennya Jerry. Dan tugas Naruto adalah sebagai pengawas misi-misi yang dikerjakan 3 spies. Dan kemudian, munculah sebuah masalah. Musuh mereka adalah AW, dan mereka adalah musuh di masa lalu Naruto (nanti ada flashback ttg Naruto vs AW di chap kedepan). Jadi, tujuan utama Naruto dan Spies didalam cerita ini adalah ngungkapin siapa AW dan menghentikan rencana jahat mereka sebelum semuanya terlambat.

Oke, sekian ya penjelasannya, semoga Yuki mengerti, terima kasih atas saran dan kritiknya!